cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
FASIES BATUBARA FORMASI WARUKIN ATAS DAERAH TAPIAN TIMUR, KP PT. ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN Undang Mardiana, Febriwan Mohammad, Freddy Jul Pribadi, Nabila Amanda, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.239 KB)

Abstract

Daerah Tapian Timur, Cekungan Barito merupakan wilayah kuasa penambangan PT. Adaro Indonesia yang berada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Daerah penelitian ini termasuk ke dalam Formasi Warukin Atas pada Cekungan Barito. Cekungan Barito merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya batubara yang cukup besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi litofasies dan lingkungan pengendapan dari endapan batubara dalam Formasi Warukin Atas yang mempengaruhi keterbentukan batubara dan sebaran dari masing-masing seam batubara yang terdapat di daerah penelitian. Analisis lingkungan pengendapan batubara tersebut berdasarkan pada model pengendapan dalam eksplorasi batubara menurut Horne et al. (1978). Data yang digunakan dalam penelitian meliputi 6 titik bor dengan data core yang menghasilkan kolom stratigrafi dari masing-masing titik bornya. Berdasarkan hasil penelitian, pada Formasi Warukin Atas di Daerah Tapian Timur, KP PT. Adaro Indonesia memiliki 7 unit litofasies berurutan dari yang paling bawah, yaitu Fasies Batulempung Sisipan Batubara, Fasies Batulempung Bawah, Fasies Batulempung Karbonan, Fasies Batubara Sisipan Batulempung, Fasies Batupasir, Fasies Batulempung Atas, dan Fasies Perlapisan Batupasir-Batulempung. Berdasarkan litofasies tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa lingkungan pengendapan pada Formasi Warukin Atas di DaerahTapian Timur, KP PT. Adaro Indonesia, yaitu dari Lower Delta Plain hingga Upper Delta Plain. Penelitian ini dapat mengkoreksi sebaran dan kemenerusan seam batubara berdasarkan genesa batubara yang terdapat di daerah penelitian.Kata Kunci : Cekungan Barito, Formasi Warukin Atas, Litofasies, Lingkungan Pengendapan
LITOFASIES, ASOSIASI FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAUT DALAM BAGIAN SLOPE – CONTINENTAL RISE FORMASI HALANG PADA SEBAGIAN LINTASAN SUNGAI CILUTUNG DAN CIKIDANG, DAERAH BANTARUJEG, MAJALENGKA, JAWA BARAT Iyan Haryanto, Mulyana Saputra, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.043 KB)

Abstract

Tulisan  ini  bermaksud  membahas    litofasies  dan  lingkungan  pengendapan  pada  Formasi  Halang  Miosen    Akhir  yang  tersingkap  di  sebagian  sungai  Cilutung  dan  Cikidang  di  daerah  Bantrujeg, Majalengka-Jawa  Barat. Total  585  meter  suksesi  batuan  sedimen  Formasi  Halang  telah  diamati  secara rinci.  Suksesi  ini  memiliki  karakteristik  dominasi  fasies  batulempung    yang  berselingan  dengan batulanau  berlapis  tipis  halus – sangat  halus,  batupasir  tipis  sampai  sangat  tipis,  dengan  secara  lokal perselingan batupasir tipis sampai tebal dengan breksi komponen-matriks suported berlapis tipis sampai tebal,  endapan  slump, dan  debrite.  Sequence  Bouma  (Ta-Tc)  umumnya  ditemukan  pada  suksesi batupasir  berlapis  tipis  bagian  atas  Formasi  Halang  di  daerah  studi.  Berdasarkan  karakteristik  litologi, struktur  sedimen  dan  geometri,  suksesi  Formasi  Halang  yang  tersingkap  di  wilayah  studi  dapat dikelompokkan  menjadi  4  asosiasi  fasies: (i)  Interbedded  claystone  and  sandstone,  (ii)  Debris-flow deposit,  (iii)  Slump  deposit, dan  (iv)Channel-fill  deposit.  Suksesi  Formasi  Halang  diinterpretasikan telah diendapkan pada bagian slope– continental rise dalam setting laut dalam.   Kata kunci: litofasies; asosiasi fasies;  lingkungan pengendapan; Formasi  Halang; Bantarujeg menengah, Pra Tersier, Akresi, Retrograde
STUDI GEOKIMIA HUBUNGAN BATUAN INDUK CINTAMANI DAN JANTUNG DENGAN MINYAK BUMI BLOK OK, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yoga Andriana S., Bayu Sapta F., Muhammad Arief Lagoina, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.218 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Blok Ogan Komering, Sub-Cekungan Palembang, Cekungan Sumatera Selatan yang termasuk dalam wilayah operasi JOB Pertamina-Talisaman (OK) Ltd. Penelitian ini difokuskan pada dua dari empat graben utama dalam blok ini yaitu Graben Cintamani dan Graben Jantung. Data minyak bumi yang digunakan yaitu data dari sumur produksi tiga lapangan yaitu Lapangan Pertamina (PTM), Talsiman (TLM), dan Padjajaran (PDJ). Formasi yang merupakan batuan induk efektif adalah Formasi Lahat, pada Graben Cintamani menghasilkan Minyak dan gas bumi (Kerogen tipe III), sementara pada Jantung hanya minyak bumi (Kerogen tipe I). Formasi Lahat dan Talang Akar pada Graben Cintamani berasal dari lingkungan pengandapan fluvio-deltaik, sedangkan Formasi Lahat Graben Jantung berasal dari lingkungan lakustrin. Minyak bumi diidentifikasi mempunyai genesa lingkungan pengendapan asal fluvio-deltaik dengan tingkat kematangan awal matang-lewat matang. Hasil korelasi menunjukkan hubungan sangat kuat antara Batuan Induk GrabenCintamani dengan Minyak Bumi, sedangkan Batuan Induk Graben Jantung Menunjukkan korelasi negatif.Kata Kunci : Blok Ogan Komering; Geokimia; Biomarker; Korelasi
PERUBAHAN LINGKUNGAN KALA MIOSEN AKHIR BERDASARKAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL PADA LINTASAN KALI JURANGRIANGA JAWA TENGAH Winantris, Widiya Putri, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.01 KB)

Abstract

Daerah  penelitian  secara  administratif  termasuk  dalam Kecamatan  Sumberlawang,  Kabupaten  Sragen, Provinsi  Jawa  Tengah. Secara  geografis  terletak pada  110.9121E  dan -7.28194 S  termasuk  kedalam Formasi  Kerek. Objek  yang  diamati  pada  penelitian  ini  adalah  foraminifera. Pada  daerah  penelitian kelimpahan  foraminiferanya  sangat  banyak,  sehingga  menarik  untuk  diteliti.  Penelitian  ini  bertujuan untuk melihat perubahan lingkungan pengendapan di lintasan Kali Jurangrianga, dengan menggunakan metoda  kuantitatif  foraminifera  dan  analisis  klaster.  Dari  analisis  kuantitatif  pada  12  conto  batuan diperoleh  kelimpahan  foraminifera  21.306  individu  yang  terdiri  dari  81  spesies.  Dari  hasil  analisis klaster diperoleh tiga kelompok biofasies,  yaitu biofasies  A, biofasies B, dan biofasies  C. Berdasarkan posisi  statigrafi  dari  tua  ke  muda  selama  Miosen  Akhir  (N-16),  daerah  penelitian  mengalami  tiga  kali perubahan lingkungan. Kata kunci : Biofasies, Foraminifera, Formasi Kerek, Perubahan Lingkungan Pengendapan.
KARAKTERISTIK FORMASI MENGGALA BAGIAN ATAS DI LAPANGAN “QH”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.495 KB)

Abstract

Lapangan “QH” terletak pada cekungan Sumatera Tengah, merupakan salah satu daerah  yang dimiliki oleh  PT.Chevron  Pacific  Indonesia.  Lapangan  “QH”  masuk  kedalam  Grup  Sihapas  dengan  fokus penelitian berada pada formasi Menggala Bagian  Atas. Studi stratigrafi dilakukan dengan  menggunakan pendekatan secara deskriptif (observasi data berdasarkan landasan teori) dan melakukan analisis dari data Core,  data Wireline  log,  ditunjang  dengan  data  pendukung  lainnya.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk mengetahui (1) Litofasies (2) Elektrofasies (3) Fasies pengendapan dan penyebarannya dari setiap fasies, serta  (4)  mengetahui  karakteristik  dari  setiap  fasies  pengendapan  yang  ada.  Data  yang  digunakan  dalam penelitian ini terdiri dari  data Core sumur no. 3, 4 dan 13, data Wireline log dari 39 sumur yang dimiliki, data Routine Core Analysis, dan data pendukung lainnya. Dari data core yang telah dideskripsi, kemudian dikelompokkan  menjadi  tiga  litofasies,  yaitu  litofasies sandstone,  bioturbated  sandstone dan mudstone, dengan  didukung  oleh data  RCA. Peneliti  membagi  fasies  didaerah  penelitian  menjadi  dua,  yaitu  fasies Tidal  Sand  Bar  dan  Tidal  Sand  Flat,  yang  berada  di  lingkungan  Estuarine  dengan  pengaruh  arus  yang dominan (Tide Dominated Estuarine). Dari data Wireline log, dibagi  menjadi dua  marker, yang  menjadi penciri elektrofasies dari setiap fasies yang ada. Penelitian ini menggunakan data petrofisik, seperti nilai dari  porositas,  porositas  effektif,  permeabilitas, Vshale, Data  Subsurface  map  dan Data  Completion History,  semua  data  digunakan  untuk  mengetahui  penyebaran  dan  ketebalan  dari  setiap  fasies  yang  ada, mengetahui range dari  nilai  properti  setiap  fasies  yang  ada,  sehingga  peneliti  mengetahui  bagaimana karakteristik, perbedaan dan penyebaran dari setiap fasies dilapangan “QH”.  Kata  Kunci  : Cekungan  Sumatera  Tengah;  Formasi  Menggala  Bagian  Atas;  Fasies;  Distribusi  Fasies; Karakteristik Fasies.
IDENTIFIKASI POTENSI TANAH MENGEMBANG DAERAH CINTARATU DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAMPUS UNIVERSITAS PADJADJARAN PANGANDARAN M. Nursiyam Barkah, Raden Irvan Sophian, Zhafran M.A Bustomi,Hendarmawan,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.421 KB)

Abstract

Kabupaten  Pangandaran  merupakan  kabupaten  baru  sehingga  menjadi  kesempatan yang  baik untuk mengembangkan  berbagai  sektor  yang  ada  salah  satunya  sektor  pendidikan.  Universitas  Padjadjaran bekerja  sama  dengan  Pemerintah  kabupaten  Pangandaran  membangun  sebuah  kampus  disana. Permasalahan  yang  ada  adalah  perlu  adanya  kajian  berkenaan  tanah  yang  akan  digunakan.  Tujuan penelitian  ini  adalah  mengetahui  kondisi  geologi,  sebaran  tanah,  nilai  keaktifan,  jenis  mineral  lempung dan  potensi  mengembang  tanah  yang  ada  disana  berdasarkan  uji  konsistensi  tanah.  Metode  yang digunakan  adalah  survey  lapangan  berupa Pemetaan  geologi  dan  geologi  teknik  kemudian  lima  sampel tanah  tidak  terganggu  yang  mewakili daerah  penelitian diambil,  selanjutnya  dilakukan  pengujian  sifat fisik tanah meliputi kadar air tanah, berat jenis tanah, bobot isi tanah, batas-batas konsistensi tanah, dan analisis  butiran. Hasil  penelitian ini yaitu kondisi  geologi  yang ada  di  daerah  penelitian dibagi  menjadi tiga  meliputi  Satuan  Batugamping  Klastik  Abu-abu  Terang,  Satuan  Batugamping  Klastik  Putih Kekuningan,  Satuan  Batugamping  Terumbu.  Kondisi  geologi  teknik  pada  daerah  penelitian  dibagi menjadi tiga satuan tanah, yaitu Satuan tanah organik berplasitisitas tinggi (OH), Satuan tanah lempung berplastisitas tinggi (CH), Satuan tanah lanau berplastisitas  tinggi (MH). Nilai keaktifan yang diperoleh dari hasil analisis berkisar 1,76-2,76 tergolong sifat ekspansi aktif. Jenis mineral lempung yang diperoleh yaitu  monmorilonitik  (Ca).  Persentase  mengembang  yang  diperoleh  berkisar    134,49% -  330,99% termasuk  ke  dalam  kategori  potensi  mengembang  sangat  tinggi. Diharapkan  hasil  penelitian  ini  dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan infrastruktur disana.Kata kunci : Cintaratu; uji konsistensi tanah; nilai keaktifan; mineral lempung; potensi mengembang.
KARAKTERISASI MINERALOGI PETUNJUK TERMPERATUR PADA SUMUR “VN” LAPANGAN WAYANG WINDU, PANGALENGAN, JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Vina Oktaviany, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.307 KB)

Abstract

Lapangan panasbumi  Wayang  Windu berada  di  Kecamatan  Pangalengan,  Kabupaten  Bandung,  Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral ubahan dan karakterisasi mineral petunjuk temperatur pada sumur VN. Objek dalam penelitian ini adalah data serbuk bor dari sumur VN dengan metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode petrologi, petrografi, dan XRD. Berdasarkan hasil pengamatan, litologi  daerah  penelitian  terdiri  atas  andesit  terubah,  tuf  litik  terubah,  dan  tuf  kristal terubah.  Mineral  alterasi  yang  berkembang  di  daerah penelitian didominasi mineral  alterasi  pH  netral,yaitu kuarsa  sekunder,  kalsit,  epidot,  montmorilonit,  illit,  smektit,  klorit,  oksida  besi, dan pirit,  serta beberapa  mineral  pH  asam  seperti  kaolinit,  kristobalit,  anhidrit,  dan  haloysit.  Berdasarkan  asosiasi mineralnya, alterasi  pada sumur  VN dibagi  menjadi  tiga tipe,  yaitu tipe  alterasi  argilik,  tipe  alterasi subpropilitik,  dan  tipe  alterasi  propilitik. Temperatur  pembentukan  mineral  ubahan  pada tipe  argilik adalah < 180 C, tipe subpropilitik sekitar 150 C-220 C, dan tipe propilitik sekitar 210 C-340 C.  Kata kunci : Alterasi, Argilik, Subpropilitik, Propilitik, Temperatur, Wayang Windu
GEOMETRI AKIFER DAERAH BANDUNG DAN SEKITARNYA, PROVINSI JAWA BARAT Bombom R. Suganda, M. Sapari Dwi Hadian, Muhamad Rizal Hidayat, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.122 KB)

Abstract

Penurunan muka air tanah sangat signifikan terjadi, terutama pada akifer dalam. Sumber air tanah berasal dari daerah  resapan  air  yang  lokasinya  jauh  dan  pengalirannya  sampai  ke  daerah  pengambilan  air  memerlukan waktu hingga ratusan tahun. Penurunan muka air tanah pada akifer dangkal tidak separah pada akifer dalam. Hal itu bisa terjadi karena air tanah lebih cepat terisi kembali oleh air permukaan di sekitarnya, terutama air hujan  di  musim  hujan.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  menentukan  geometri  lapisan  yang  diduga  sebagai akifer,  dengan  menentukkan  persebaran,  ketebalan,  dan  bentuknya  dengan  menggunakan  data  pemboran, geolistrik,  dan  well  logging. Batulempung  merupakan  batuan  yang  dominan  pada  Formasi  Kosambi,  juga terdapat batupasir yang  melensa. Lapisan  yang diduga sebagai akifer  memiliki nilai tahanan jenis  menengah (51 – 140 Ωm) dengan litologi kelompok batupasir (batupasir, pasir lempungan, dan pasir tufaan). Batupasir ini  merupakan bagian dari Formasi Kosambi  yang  merupakan produk dari endapan danau. Jenis akifer pada daerah  penelitian  ada  2,  yaitu  akifer  bebas  dan  akifer  tertekan.  Akifer  bebas  terletak  pada  bagian  tenggara daerah  penelitian  dengan  ketebalan ~1,2  m  dengan  bentuk  melensa  yang  menipis  ke  arah  baratlau  dengan sebaran ~2  km.  Sedangkan  akifer  tertekan  terletak  pada  bagian  baratlaut,  utara,  dan  selatan.  Akifer  tertekan diapit  oleh  akiklud  yang  merupakan  kelompok  batulempung  dan  breksi.  Di  bagian  baratlaut  akifer  tertekan berbentuk  melensa dengan  ketebalan bagian  tengahnya ~80  m dengan sebaran ~6 km. Di utara bagian barat lapisan akifer membesar ke arah selatan dengan ketebalan ~85 m dengan sebaran ~4 km. Sedangkan di utara bagian timur lapisan akifer menipis ke arah selatan dengan ketebalan ~25 m dan ~90 m dengan sebaran ~5.7 km.Kata kunci : Bandung, tahanan jenis, akifer, geometri akifer
KARAKTERISTIK BATUAN BLOK ASING (EXOTIC BLOCK) DI DAERAH SADANG KULON KOMPLEKS MELANGE LUK ULO KARANGSAMBUNG Agung Mulyo, Ega Pratama, Johanes hutabarat,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2386.615 KB)

Abstract

Lokasi  penelitiannya  terletak  di  Kompleks  melange  Luk  Ulo,  Karangsambung,  Jawa  Tengah.  Batuan terdiri atas campuran berbagai batuan Pra Tersier sebagai exotic block dan batuan Tersier sebagai native block yang  tertanam  secara tektonik  dalam  matriks  lempung  bersisik.  Adapun  jenis-jenis  batuan  yaitu batuan ofiolit, metamorf, dan rijang. Kompleks Melange Lok Ulo merupakan produk subduksi konvergen antara Indo-Australia dan lempeng Eurasia sejak Kapur hingga Paleosen. Berdasarkan pengamatan  langsung  dilapangan  serta  analisis  petrografi  pada  sample  yang  dipilih  secara acak  dari  batuan  metamorf  sekis  dan  serpentinit  serta  batuan  sedimen  pelagis  rijang,  mengindikasikan adanya  batuan  metamorf  derajat  rendah  hingga  menengah  serta  adanya  retrograde kristalisasi  akibat proses akresi dan pemunculan ke permukaan oleh sesar-sesar naik tersebut pada zona subduksi.  Kata kunci:  Kompleks melange Luk Ulo, Metamorfisme derajat rendah, Metamorfisme derajat menengah, Pra Tersier, Akresi, Retrograde
PETROFISIKA BATUGAMPING FORMASI BATURAJA PADA LAPANGAN “CCC”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Febriwan Mohammad,Tavip Setiawan, Clarissa Crysta C, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.683 KB)

Abstract

Area „‟CCC‟‟ merupakan wilayah kerja dari Pertamina Upstream Technology Center yang berada pada Cekungan Sumatera  Selatan.  Penelitian  ini  difokuskan  pada  Formasi baturaja. Penelitian  ini  dilakukan untuk  mengetahui parameter  petrofisika reservoar pada lapangan  “CCC”. Metode dan  analisis  yang dilakukan  adalah  menghitung  parameter  petrofisika  seperti  kandungan  serpih,  porositas,  permeabilitas dan saturasi air pada reservoar menggunakan data wireline log dan core dengan bantuan software. Data yang  digunakan  meliputi    3  data  log  sumur,  2  data  Mudlog,  1  Side  Wall  Core,  1  data  SCAL  (Special Core Analysis) dan 1 data RCAL  (Routine Core Analysis).Metode yang digunakan dalam perhitungan petrofisika    yaitu    dengan    menggunakan    metode    linear  Gamma    rayuntuk    perhitungan  kandungan serpih,  log  Neutron-Densitas  untuk  perhitungan porositas,  Archie  formula  untuk  menentukan  nilai saturasi  air.  Dan  metode  Multiple  Regression  Analysis  (MRA)  untuk  menentukan  nilai  permeabilitas pada reservoar. Dari analisis petrofisika batuan reservoar maka didapatkan pada lapangan “CCC” nilai cut off volume shale 50%, cut off porositas 7%, dan cut off saturasi air 70%. zona netpay berada  pada sumur ” CL-2” dan “CL-1” yang  mempunyai kandungan serpih  yang  rendah,  porositas yang baik, permeabilitas baik, dan  saturasi   air   yang rendah sehingga mempunyai kualitas reservoar yang baik.Kata Kunci : Cekungan Sumatera Selatan, Formasi Baturaja; Fasies, Petrofisika Reservoar.

Page 1 of 10 | Total Record : 98