cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : 25274430     EISSN : 25487620     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL FIKRI adalah jurnal berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam (IAIMNU) Metro Lampung. Jurnal Fikri memuat artikel hasil penelitian maupun artikel konseptual (baik kualitatif lapangan atau kualitatif pustaka) dengan fokus kajian di bidang “Kajian Agama, Sosial dan Budaya”. Pengelola (Redaksi) mengundang para ilmuan, sarjana, peneliti, LSM maupun mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan mempublikasi hasil penelitiannya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bestari, dan proses penyuntingan. Jurnal Fikri terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal Fikri telah menggunakan Open Journal System (OJS). P-ISSN: 2527-4430 dan E-ISSN: 2548-7620.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Ketertiban Vs Hak Asasi Manusia (Studi Penertiban Terhadap Perempuan Pekerja Seks) Izzati, Arini Robbi
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): ISLAM DAN REVITALISASI HAK ASASI MANUSIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v2i1.85

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang mengulas mengenai penertiban terhadap perempuan pekerja seks dalam perspektif hak asasi manusia. Penggunaan pendekatan hak asasi manusia dalam tulisan ini makin dipertajam dengan teori hukum feminis. Hal ini dilakukan agar dapat mengahadirkan persoalan penertiban terhadap perempuan pekerja seks secara dalam.
MANAJEMEN ZAKAT, INFAQ DAN SHADAKAH (ZIS) PRODUKTIF (ZIS BERBASIS KEWIRAUSAHAAN DI LAZIZNU KOTA METRO TAHUN 2015) Subandi, Subandi
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah yang sering terjadi dimasyarakat belum dilakukan pengelolaan dengan baik dilihat dari segi organisasi pengelolaan dan pendistribusiannya,pengelolaan yang telah dilakukan masih berbentuk penerima zakat konsumtif, beberapa fenomena yang muncul kencenderungan setiap tahun menunggu pemberian Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) dari orang yang dermawan dan terjadi secara terur menerus. Di Kota Metro terdapat pengelolaan (management)zakat infaq dan shodaqoh dilakukan oleh LAZISNU Kota Metro telah memperbaiki dari manajemen konsumtif menjadi manajemen ZIS produktif berbasis kewirausahaan sejaak tahun 2012. Adapun langkah-langkah yang dilakukan antara lain, Pertama melakukan sosialisari kepada calon Muzakki dan mustahiq di beberapa MWC (Majelis Wakil Cabang ) yang ada di Kota Metro. Kedua, Melakukan pelatihan perubahan man set manajemen ZIS produktif. Ketiga,membuat perencanaan estimasi program pengumpulan ZIS dan distribusi ZIS dalam satu tahun. Keempat, Implementasi program ZIS berupa pemberian kambing betina tiap MWC 10-20 orang dan pengembangan ekonomi mikro untuk berwirausaha, pemeberian biasiswa bagi siswa yang tidak mampu dari kalangan keluarga miskin. Kelima, pengawasan dilakukan melalui melalui kelompok jamaah di MWC NU dan ranting selanjutnya berkoordinasi dengan pengurus LAZIS NU Kota Metro selanjutnya pengurus mengambil kebijakan strategis, melalui perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta evaluasi untuk perbaikan program selanjutnya. Magna dari manajemen ZIS produktif adalah kesejahteraan sosial/keperdulian sosial, dimana sebagian harta muslim yang kaya ada hak bagi fakir miskin, ZIS Produktif pada hakekatnya sesuai dengan syariah, tetapi lebih melatih sesorang peneima ZIS (Mustahiq) Secara terencana akan memiliki jiwa wirausaha dan berusaha akan menjadi Muzakky.
AGAMA DAN TANTANGAN BUDAYA MODERN PERSPEKTIF ISLAM Heri Cahyono, Arief Rifkiawan Hamzah
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article was written to explain the relation between religion and modern culture in the perspective of Islam and explaining the attitudes of religious in their response to modern culture. Modern culture provides a great challenge for Muslims in the world, especially in Indonesia. It certainly affects the existence of the worlds religions, especially Islam. Modern culture is considered to make a significant change and threaten the existence of religion within religious communities. Religious needs of mankind is shrinking as the development of modern culture, even religion in modern culture can no longer be needed, because all human needs can be fulfilled with the advancement of science and technology. On the other hand, religion is used as guidance in the face of circumstances, it looks less so in response to the progress of time. For the relationship between religion and modern culture needs to be established format, which is described in this article that the relation between the two begins with vertical and horizontal relationships, which is then translated into relations in the form of indigenization, negotiation, and conflict. From this relation, there arose attitudes beragamam people, that refuse to accept fully and analyzed first before deciding.
ISLAM DAN CIVIL SOCIETY (DALAM KONTEKS KE-INDONESIAAN) Huda, Miftahul
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): ISLAM DAN TRANSFORMASI SOSIAL DI INDONESIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v1i1.5

Abstract

Dalam Islam “Civil Society” sebagaimana di jelasankan dalam QS. Al-Imron ayat 110 dalam kata â€œKuntum Khoiru Ummah” adalah masyarakat yang etis sama dengan masyarakat yang berproses dan memiliki kecenderungan pada nilai-nilai utama (khoir) sebagaimana juga yang diungkapkan oleh Al-Farabi yang landasannya adalah Iman dan Tauhid dalam melaksanakan amar ma‟ruf dan Nahi munkar. Di Barat Secara substansial istilah Civil Society sudah ada sejak zaman Aristoteles, yakni suatu masyarakat yang dipimpin dan tunduk pada hakim. Penguasa, rakyat dan siapapun, menurut Aristoteles, harus taat dan patuh hukum yang telah dibuat secara bersamasama. Dalam khazanah pemikiran politik, perkembangan istilah Civil Society bisa dirunut sejak Cicero yang pertama kali menggunakan societies civilis dalam filsafat politiknya. Pada tahun 1690 John Lock menulis buku Civilian Government yang berisi penekanan pada peran masyarakat dalam menghadapi kekuatan mutlak para raja dan hak-hak istimewa para bangsawan, misi John Lock adalah bagaimana membangun pemikiran otoritas masyarakat untuk merealisasikan kemerdekaannya dari hegemoni elit yang memonopoli kekuasaan dan kekayaan, caranya, adalah melalui demokrasi parlementer, disin parlemen dianggap sebagai lembaga yang mewakili rakyat dalam menghadapi hegemoni kekuasaan. Setelah John Luck di Inggris, di Prancis muncul Jean Jacques Rousseau, penulis buku monumental The Social Contract (1762) yang membahas tentang pemikiran mengenai otoritas rakyat dan perjanjian politik yang harus dilaksanakan antara anggota masyarakat dan kekuasaan.
Pendekatan Kajian Gender dalam Ayat-ayat Al-Qur’an Perspektif Hak Asasi Manusia Mahmudah, Masrurotul
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): ISLAM DAN REVITALISASI HAK ASASI MANUSIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v2i1.99

Abstract

Kajian gender dengan menggunakan metode untuk pemahaman yang komprehenship dari ayat-ayat al-Qur’an tentang kestaraan perempuan dan laki-laki, menetralisir kesubjektifisan penafsiran dan sekaligus kewaspadaan penafsiran, siapa yang menafsirkan dan bagaimana penafsirannya. Secara historis-sosiologis, terdapat fenomena dan sekaligus perbedaan yang cukup menonjol dalam seputar hubungan dan pembagian kerja laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial. Islam adalah sistem kehidupan yang mengantarkan manusia untuk memahami realitas kehidupan. Islam juga merupakan tatanan global yang diturunkan Allah sebagai Rahmatan Lil-’alamin. Sehingga sebuah konsekuensi logis bila penciptaan Allah atas makhluk-Nya laki-laki dan perempuan, memiliki missi sebagai khlmifatullah fil ardh, yang memiliki kewajiban untuk menyelamatkan dan memakmurkan alam, sampai pada suatu kesadaran akan tujuan menyelamatkan peradaban kemanusiaan. Dengan demikian, wanita dalam Islam memiliki peran yang konprehensif dan kesetaraan harkat sebagai hamba Allah serta mengemban amanah yang sama dengan laki-laki.  Oleh karena itu, penafsiran terhadap ayat-ayat relasi gender yang sangat tekstual dan Bias gender perlu dirubah menjadi lebih kontekstual dan sejalan dengan nilai-nilai ideal moral al-Qur’an yang sangat berpihak kepada nilai-nilai keadilan, egilater, dan kemanusiaan tersebut. Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sama dengan laki-laki. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari tiga hlm. Pertama, dari hakekat kemanusiaannya.  Kedua, islam mengajarkan bahwa baik perempuan maupun laki-laki mendapat pahala yang sama atas amal saleh yang dibuatnya.  Ketiga, islam tidak mentolerir adanya perbedaan dan perlakuan tidak adil antar umat manusia. Kata Kunci: HAM, Gender dan Study Qur’an.
PENERAPAN SANKSI ADAT MELAYU KERAJAAN SIAK SRI INDRAPURA TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Rani, Nabella Puspa
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Domestic violence (KDRT) problems in Indonesia each year has increased high and then women often become victims. Violence against women has become an important issue and cause anxiety in every country in the world, including developed countries are said to be highly appreciative of human rights. The legal culture of society, especially the Malay culture that is still embraced by the Siak Sri Indrapura people have the perception that the household is a private area and a disgrace that should not be known or told to others. It is also one of the inhibiting factors in law enforcement on Domestic violence (KDRT) in Siak Sri Indrapura. The application of traditional sanctions in Siak Sri Indrapura still entrenched in people’s lives. The existence of traditional law is still maintained by the Siak Sri Indrapura community until today, in the form of dispute resolution through traditional law always used the kinship principle and the principle of the peace, based on the basis of deliberative consensus.
Konstelasi Pemikiran Hukum dan Ham Historis dan Pengaruhnya Terhadap Instrumentasi Hukum Ham Pasca Reformasi Syafi’ie, M
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): ISLAM DAN REVITALISASI HAK ASASI MANUSIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v2i1.84

Abstract

Instrumen hukum HAM tidak berada dalam ruang hampa. Peraturan tersebut sangat dipengaruhi oleh konstelasi sosial, dipengaruhi oleh ketidakadilan dan pelanggaran kemanusaan yang terjadi. Kemunculan instrumen hukum HAM yang berasal dari perjuangan rakyat yang mewakili korban seringkali tidak sejalan dengan kekuasaan yang secara politik menghendaki pembatasan dan pengurangan terhadap HAM. Tulisan ini memberi gambaran memanjang bagaimana instrumen hukum HAM di Indonesia diperjuangkan, diwujudkan dan wajah produk hukumnya yang selalu memperlihatkan tarik menarik antara kekuatan masyarakat dan kekuasaan.
MEMOBILISASI ETOS PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT NU Irawan, R. Andi
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): ISLAM DAN TRANSFORMASI SOSIAL DI INDONESIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan NU dalam dimensi keagamaan selama ini tidak sebanding dengan keberhasilannya dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat NU kurang mendapatkan perhatian yang serius jika dibandingkan dengan program-program keagamaan. Islam NU saat ini mengalami problem terkait melemahnya etos kerja masyarakat nahdliyin. Dalam mengimplementasikan agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat nahdliyin tidaklah semudah yang dibayangkan. Diperlukan rumusan kerangka atau konsep pemberdayaan masyarakat yang berasaskan pada nilai-nilai keislamaan. Oleh karena itu, dalam rangka itulah tulisan ini ingin memberikan landasan keagamaan di dalam agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat.
ISRA’ILIYYAAT DALAM MENCERITAKAN KISAH-KISAH AL-QUR’AN Zarnuji, Ahmad
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a religion falsifies revealed to the prophet Muhammad by the angel Gabriel intermediary. Al-Quran as the holy book of Islam is the only heavenly books that God promised the integrity and authenticity of the truth until the end of time. Style disclosure Quran related to the stories of the previous race are global. That is, in expressing a particular event Quran does not specify about the time, the scene and the names of the characters involved. Therefore, in the narration of the stories of the commentators are not always taken from the people of Islam, even some narration taken from non-Islamic people, both from the Jews and Christian. Because it feared the reports are affected by the beliefs they hold the end of the century exegetes tried to distill the entire narration that comes from the Jews and the Christians.
KAJIAN KRITIS BUDAYA PATRIARKHISME DALAM AGAMA DAN KEADILAN PEREMPUAN (STUDI KETENTUAN POLIGAMI DALAM UU. NO. 1 TAHUN 1974) Agnia, Dina
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): ISLAM DAN TRANSFORMASI SOSIAL DI INDONESIA
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v1i1.6

Abstract

Idiologi budaya patriakhi menempatkan peran laki-laki sebagai penguasa tunggal, yang dibangun di atas dasar struktur dominasi dan subordinasi. Budaya patriarkhi sebagai budaya yang melanggengkan superioritas kukuasaan laki-laki yang secara psikologis melekat kepada keinginannya untuk menguasai perempuan. Budaya masyarakat Indonesia yang dilandasi agama, adalah budaya patriarkhis yang cenderung menempatkan laki-laki dalam posisi lebih tinggi dibandingkan kaum perempuan. Cara berfikir patriarkhi ini mengakumulasi terciptalah cara berfikir ini masuk kedalam segala aspek kehidupan, sehingga menghegomoni dan dianggap wajar, alamiah dan dianggab kodrat. Idiologi patriarkhisme ini melekat di dalam UU. No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (UUP). Pasal 3-4 dan 5 UUP adalah ketentuan tentang Poligami, dalam Pasal tersebut terlihat bahwa UUP terkesan pro-poligami, semua alasan yang membolehkan suami berpoligami hanya dilihat dari perspektif kepentingan suami saja, dan sama sekali tidak mempertimbangkan perspektif kepentingan kaum istri. Rumusan masalah dalam artikel ini adalah: Pertama, Bagaimanakah bentuk ketidakadilan kaum perempuan dalam konteks poligami yang terdapat di dalam Pasal 4-5 UU. No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan? Kedua, Bagaimana upaya untuk membongkar budaya patriarkhisme sebagai upaya dalam mewujudkan keadilan perempuan?