cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Beauty and Beauty Health Education
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
PENGARUH NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP RAMBUT BERKETOMBE (DANDRUFF) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN Apriyani, Delta; Marwiyah, Marwiyah
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memanfaatkan buah nanas dalam merawat rambut berketombe merupakan hal yang sangat mudah. Peneliti memberikan informasi bagi masyarakat guna untuk memanfaatkan buah nanas sebagai kosmetik perawatan rambut berketombe, hasil dari penelitian ini dapat dilihat dengan kasat mata. Metode dalam penelitian ini ialah metode eksperimen, teknik analisis data yang di gunakan adalah uji t. Variabel bebas yang digunakan adalah kandungan buah nanas (ananas comosus), variabel terikat dalam penelitian ini adalah rambut berketombe. Hasil penelitian yang dilihat dengan kasat mata menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan dari buah nanas (ananas comosus) untuk mengatasi rambut berketombe. Saran dari peneliti adalah perlu adanya pempublikasian buah nanas yang dapat digunakan untuk kosmetik perawatan rambut berketombe.Utilizing pineapple in treating dandruff hair is very easy. Researchers provide information to the public in order to take advantage of the pineapple fruit as dandruff hair care cosmetics, the results of this study can be seen with the naked eye. The data analysis technique used is the t test. The independent variable used is the content of pineapple (ananas comosus), the dependent variable in this study is dandruff hair. The results of the study showed concrete evidence that there is a very significant influence of pineapple  fruit to overcome dandruff hair. Advice from research is the need for publication of pineapple fruit can be used for hair care cosmetics dandruff. 
PENGARUH HAIR TONIC LIDAH MERTUA (Sanseviera Trifasciata Prain) dan SELEDRI (Apium Graveolens Linn)” Untuk MENGURANGI RAMBUT RONTOK Nurjanah, Nurjanah; Krisnawati, Maria
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji kesukaan hair tonic lidah mertua dan seledri yang meliputi warna, aroma, dan kesan pemakaian, mengetahui pengaruh hair tonic lidah mertua dan seledri untuk mengurangi rambut rontok. Penelitian eksperimen dengan objek penelitian hair tonic lidah mertua dan seledri. Jumlah sampel yang diambil 9 orang responden yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok produk yaitu H1 (40ml:40ml), H2 (53ml:27ml), H3 (27ml:53ml). Analisis data  menggunakan Anava Tunggal. Hasil analisis Anava sebelum pemakaian dan setelah membuktikan bahwa terdapat pengaruh diantara ketiga hair tonic setelah pemakaian menjadi berkurang setelah perawatan rambut rontok. Simpulan 1) hair tonic disukai adalah hair tonic lidah mertua dan seledri dengan proporsi 53ml:27 ml yang memiliki kriteria berwarna coklat muda dan tampak bening, beraroma khas menthol, khas lidah mertua dan khas seledri, dioleskan di kulit kepala tidak perih. 2) Ada pengaruh penggunaan ketiga komposisi hair tonic lidah mertua. Dari ketiga hair tonic, yang paling berpengaruh pada rambut rontok adalah hair tonic H3 (27ml:53ml) banyak seledri dibanding lidah mertua.The purpose of this study was to find the fondness test result of hair tonicsmade from sansevieria and celery, which consisted of color, scent, and the impression of its application. In addition, this study was implemented to find out the effect of sansevieria and celery hairtonics toward hair loss.The method of this study was experimental research, with sansevieria and celery hair tonic as the research objects. The samples which were taken from ninerespondents were classified into three groups: H1 (40ml: 40ml), H2 (53ml: 27ml), H3 (27ml: 53ml). The data analysis was done by using Single ANOVA. The ANOVA test prior and after the experiment showed that there were differences among the three hair tonics. The first conclusion (1), the most preferred hair tonic was sansevieria and celery hair tonic with 53 ml : 27 ml proportion, which has the criteria of light brown coloured, clear looking, has menthol scent (typical of sansevieria and celery), and not sore when applied on the head. The second conclusion (2), ANOVA results were increased based on the values retrieved prior and after the use of hair tonic, with an average H1value (40ml: 40ml) in which the average hair loss was reduced from 106 to 48 strands, H2 (53ml: 27ml) in which the average hair losswas reduced from 101 to 50 strands, and H3 (27ml: 53ml) in which the average hair loss was reduced from 102 to 54 strands. Of the three hair tonics, the most influential toward hair loss was H3 (27ml: 53ml) which has more portion of celery than sansevieria
PEMANFAATAN TEH DAN JERUK NIPIS UNTUK MENCERAHKAN KULIT WAJAH WANITA Dewayanti, Devita Agni; Marwiyah, Marwiyah
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : Mengetahui pemanfaatan teh dan jeruk nipis untuk mencerahkan kulit wajah wanita. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Tes untuk mengukur instrumen ini memiliki tingkat reliabilitas 0,720. Populasinya adalah Mahasiswi Pendidikan Tata Kecantikan dan tata busana angkatan 2010 yang mempunyai jenis kulit wajah kering dengan sampel yang diambil sejumlah 10 orang. Variabel bebas adalah pemanfaatan teh dan jeruk nipis dan variabel terikat adalah kecerahan kulit wajah. Analisis data  menggunakanuji t test. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  observasi. Nilai rata-rata sebelum perlakuan 5,097 sedangkan sesudah perlakuan 7,631 Berdasarkan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel yaitu  28,79 > 3,33, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teh dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit wajah wanita.The purpose of this study is: Knowing the use of tea and lemon juice to brighten the skin of women. This research method is experimental method. Tests to measure the reliability of this instrument has a level of 0,720. Tata Education student population is Beauty and fashion class of 2010 who have dry skin type with samples taken some 10 people. The independent variable was the use of tea and lime and the dependent variable is the brightness of the skin. Analysis of the data menggunakan uji t test. Data collection methods were used, namely documentation and observation. The average value before treatment after treatment whereas 5,097 7,631 Based on the hypothesis test obtained t count> t table is 28.79> 3.33, then Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that tea and lime can be used to brighten the skin of women.
HUBUNGAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SMK NEGERI 6 SEMARANG Hidayantika, Rina; Ihsani, Ade Novi Nurul
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengalaman pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XII bidang kecantikan SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, Populasinya 66 teknik pengambilan sampel dengan probability sampling sebanyak 55. Variabel bebas adalah pengalaman Praktik Kerja Industri dan variabel terikat adalah minat berwirausaha bidang kecantikan. Analisis data   menggunakan korelasi Product moment. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  kuesioner. Hasil analisis korelasi Product moment membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri dengan minat berwirausaha bidang kecantikan. Ini dibuktikan dengan nilai Rxyhitung>Rxytabel yaitu 0,326> 0,266.The purpose of this study was to determine the relationship of work-practice experience of the industry interest in entrepreneurship students of class XII SMK Negeri 6 beauty field Semarang 2012-2013 school year. This research is ex post facto, 66 population sampling technique with probability sampling as many as 55 independent variable is Employment Practices Industry experience and the dependent variable is the interest in entrepreneurship field of beauty. Analysis of the data using the Product moment correlation. Data collection methods were used, namely documentation and questionnaires. Product moment correlation analysis results prove that there is a significant relationship between the experience of the industry work practice with interest in entrepreneurship field of beauty. This is evidenced by the value Rxyhitung> Rxytabel ie 0.326> 0.266.   
KUALITAS RIAS PENGANTIN JOGJA PAES AGENG PADAN PARAS DI KABUPATEN SEMARANG Puspitasari, Diah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rias pengantin putri Jogja paes ageng padan paras di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang yang meliputi, Ungaran, Bergas, Salatiga, dan Ambarawa dengan subyek para perias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada ketua Harpi Melati, dan wakil para perias pengantin di Kabupaten Semarang. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan Trianggulasi. Analisis data kualitatif ini dilakukan melalui langkah: reduksi, klasifikasi, interprestasi, dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum rias pengantin Jogja paes ageng di Kabupaten Semarang memiliki kualitas yang baik, dan hal ini berhubungan dengan pendidikan, keterampilan, peralatan, kosmetika, teknik dan busana. Sementara itu, ditinjau dari faktor fisik pengantin kualitas riasan berhubungan dengan bentuk wajah, bagian wajah, warna dan jenis kulit, serta kondisi psikis. Para perias sebaiknya memperhatikan busana pakem Jogja paes ageng yaitu busana dodotan2, banyak mengikuti kegiatan seminar maupun studi banding, dan diperlukan promosi hasil riasan.His research aim to know the quality of bride makeup of Jogja ageng paes putri correspond face in Sub-Province of Semarang. Research conducted in Sub-Province of Semarang covering, Ungaran, Bergas, Salatiga, and Ambarawa with subyek bride makeup person of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview to chief of Harpi Jasmine, and proxy bride makeup person in Sub-Province of Semarang. The technic of authenticity data with Triangulating. Analysis Data qualitative this pass step: discount, classification, interprestasi, and presentation of data, and also withdrawal of conclusion. Pursuant to result of research can be concluded that in general rias pengantin of Jogja ageng paes in Sub-Province of Semarang have the quality of good, and this matter relate to education, skill, equipments, kosmetika, cloth and technique. Meanwhile, evaluated from physical factor of bride the quality of relate ornament to face form, part of face, husk type and colour, and also psychical condition. Makeup person better pay attention cloth of pakem Jogja ageng paes that is cloth of dodotan2, following many activity of study and also seminar compare, and needed by promotion result of ornament.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS LABORATORIUM TERHADAP HASIL BELAJAR PERAWATAN KULIT WAJAH BERMASALAH DENGAN TEKNOLOGI Rahmawati, Dwi Yuli
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar. Metode penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah  total sampling, dengan sampel berjumlah 32 siswa.Variabel independent adalah motivasi belajar dan fasilitas laboratorium dan variable dependent adalah hasil belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji deskriptif persentase, uji normalitas data, uji regresi, uji hipotesi, uji simultan, koefisien determinasi dan uji parsial. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah berdasarkan Uji simultan menggunakan Anava untuk regresi diperoleh F hitung 20,766 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 sedangkan Ftabel 3,06 menunjukkan adanya Pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar mata pelajaran perawatan kulit wajah bermasalah dengan teknologi dan dilihat nilai R square, yaitu sebesar 58,9% sedangkan 41,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Kesimpulan ada pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar dan besar pengaruh motivasi belajar dan fasilitas laboratorium terhadap hasil belajar sebesar 58,9%.To the effect this paper research is subject to be know do influence motivate studies and laboratoriums facility to be usufructs studying and to know how big motivation influence studies and laboratoriums facility to be usufructs studying. Observational method that at utilizes is quantitative. Samples taking tech in observational it is full scale sampling, with total sample 32 students. Variable independent are motivate to study and laboratoriums facility and variable dependent are yielding learned. Methodic collecting that is utilized is observation, questionnaire, interview and documentation. Analisis is data that is utilized is percentage descriptive quiz, data normality quiz, regression quiz, hipotesis quiz, simultans quiz, determinant coefficient and partial quiz.Observational result in observational it is base To Test simultan utilizes Anava to acquired regression F computing 20,766 with probability 0,000< 0,05 meanwhile f table 3,06 point out to mark sense motivation influence study  laboratoriums facilities to be usufructs skin care subject studyings troublesome faces with technological and seen to be point  R square,  which is as big as 58,9% meanwhile 41,1% regarded to be other factor that doesnt be assessed deep observational it. Make a knot there are influence motivate studies and laboratoriums facility to be usufructs studying and big influence which is as big as 58,9% .  
PERBEDAAN HASIL PENGERITINGAN RAMBUT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KERTAS Daniati, Sofia; Widowati, Trisnani
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan limbah kertas koran dan kertas HVS. Peneliti memberikan informasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah kertas sebagai pengganti alat penggulung rambut pada saat melakukan pengeritingan. Teknik analisis data yang di gunakan adalah uji t untuk mengetahui perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan kertas koran dan kertas HVS. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah limbah kertas koran dan kertas HVS, variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil pengeritingan rambut. Hasil penelitian yang dilihat dengan kasat mata menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil pengeritingan rambut dengan memanfaatkan limbah kertas koran dan kertas HVS dilihat dari bentuk ikal yang dihasilkan, ketahanan ikal dan tingkat kesulitan. Saran dari peneliti adalah perlu adanya publikasi pada masyarakat luas bahwa kertas dapat dimanfaatkan untuk mengeriting rambut. Selain menggunakan kertas koran dan kertas HVS, dapat memanfaatkan kertas lain untuk mengeriting rambut. Purpose of this study was to determine differences in the result of curling by utilizing waste newspaper and HVS.  Researchers provide information for the public in order to use waste paper as a replacement roller during curling hair.. The data analysis technique used is the t-test to determine differences in the results of curling hair utilizing newspaper and HVS paper. The independent variable in this study is a waste newspaper and HVS paper, the dependent variable in this study is the result of curling. The results of the study were seen with the naked eye showed that there are differences in the results of curling by utilizing waste newspaper and HVS paper seen from the shape of the resulting curls, curl resistance and difficulty level. Suggestion from researchers is the need for publication in the wider community that the paper can be used for perming hair. Besides using newspaper and HVS paper, can take advantage of another paper to curl hair
PENGARUH KOSMETIKA ANTI AGING WAJAH TERHADAP HASIL PERAWATAN KULIT WAJAH Atmaja, Nila Surya; -, Marwiyah; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan kosmetika anti aging wajah terhadap hasil perubahan perawatan kulit wajah. Populasi penelitian sejumlah 80 orang, dan dengan teknik purposive sample diambil 10 responden sebagai sampel yaitu Ibu-ibu guru SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya hasil perubahan dari perawatan kulit wajah pada ibu guru. Pada aspek kondisi kulit wajah diperoleh rata-rata skor sebelum penggunaan anti aging sebesar 1,4 dan sesudah menggunakan kosmetika sebesar 1,8 atau mengalami kenaikan sebesar 28,57. Untuk aspek tekstur kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,6 dan 3,7 atau mengalami peningkatan sebesar 42,31, Selanjutnya pada kerutan kulit wajah diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah pemakaian kosmetika anti aging sebesar 2,7 dan 3,3 atau mengalami kenaikan sebesar 22,22, dan terakhir untuk aspek kelainan sebelum dan sesudah penggunaan anti aging sebesar 2,1 dan 2,9, atau mengalami peningkatan sebesar 38,10. Dari hasil perhitungan Uji wilcoxon diketahui dengan penggunaan kosmetika anti aging wajah berpengaruh terhadap perubahan tekstur, kerutan dan kelainan kulit wajah menjadi lebih halus, kencang, kerutan berkurang, dan menyamarkan kelainan kulit wajah seperti pigmentasi kulit.This research aim to know that there is influence of usage cosmetics anti face aging to result of change of treatment of face husk. Research population a number of 80 people, and with technique of purposive sample taken by 10 responder as sample are teachers mother in SMK. Data collecting conducted with observation method, documentation, and interview. Data analysis conducted with test of wilcoxon. Result of research show the existence of result of change of treatment of face husk teacher mother. Aspect of condition of face husk obtained by score mean before usage anti aging equal to 1,4 and after using cosmetics equal to 1,8 or experience of increase equal to 28,57. For the aspect of face husk texture obtained by mean before and after usage anti aging equal to 2,6 and 3,7 or experience of the make-up of equal to 42,31, Here in after at skin creasing obtained by mean before and after usage of cosmetics anti aging equal to 2,7 and 3,3 or experience of increase equal to 22,22, and last for the aspect of disparity before and after usage anti aging equal to 2,1 and 2,9, or experience of the make-up of equal to 38,10. From result of calculation of Test of wilcoxon known with usage of cosmetics anti face aging have an effect on to change of texture, creasing, and disparity of face husk become softly, boisterous, creasing decreases, and disguise disparity of face husk like husk pigmentation.
PENGARUH MASKER JAGUNG DAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PERAWATAN KULIT WAJAH Sari, Nining Riana; Setyowati, Erna
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan masker jagung dan minyak zaitun terhadap perawatan wajah. Selain ituuntuk mengetahui pengaruh masker jagung dan minyakzaitun terhadap perawatan kulit dan jenis kulit apa yang cocok. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan objek penelitian masker  jagung dan minyak zaitun. Jumlah sampel yang diambil 12 orang responden yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu kulit normal, kulit berminyak, kulit kering dan kulit kombinasi.Analisis data  menggunakan AnavaTunggal dan uji t. Hasil analisisAnava sebelum pemakaian dan setelah membuktikan bahwa terdapat perbedaan diantara keempat jenis kulit setelah pemakaian menjadi baik setelah perawatan wajah. Hal ini terbukti dari hasil anova dan uji t mengalami peningkatan sebelum dan setelah pemakaian masker dengan nilai ttabel 3,94 ; thitung setelah 10,71.The purposes of this research isis to find the feasibility of corn and olive oil mask for facial care. To find out the effect of corn and olive oil mask for facial care and to find out the type of skin that. This study is an experimental research and the research objects are corn and olive oil mask. The taken number of samples was 12 respondents who were grouped into 4 groups: normal skin, oily skin, dry skin and combination facial skin. Data analysis used single Anova andT-test. Result of Anava analysis before and after use, proved that there were differences among the four types of skin after significant use of masks with significance level of 5% and a change in facial skin condition became good after facial treatments. This was proved from the results of Anova and T-test increased before and after the use of a mask with ttabel value of 3.94; tafter count of 10.71.
PEMANFAATAN KETAN HITAM SEBAGAI MASKER WAJAH Virgita, Vita Maulia; Krisnawati, Maria
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014): Beauty & Beauty Health Education Journal
Publisher : Beauty and Beauty Health Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan masker ketan hitam yang tepat untuk masker wajah. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa kecantikan semester 5 dengan jumlah 10 orang. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket.Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 10 mahasiswa kecantikan semester 5.  Berdasarkan hasil penelitian pengaplikasian masker ketan hitam terhadap jenis kulit wajah normal selama 4 kali perlakuan memiliki perbedaan tingkat kelembaban kulit wajah sebelum dan setelah perlakuan pada bagian wajah pipi kanan, namun pada bagian hidung,dahi, dagu dan pipi kiri tidak memiliki tingkat kelembaban kulit wajah. Simpulan penggunaan masker ketan hitam yang dilakukan selama 4 kali perlakuan hanya memiliki tingkat kelembaban kulit wajah pada bagian pipi kanan, namun tidak memiliki tingkay kelembaban pada bagian dagu, dahi, hidung dan pipi kiri, kemungkinan apabila waktu pemakaian lebih lama akan mendapatkan hasil yang lebih baik.This study aims to determine how to manufacture black rice proper mask for the face mask. This study population is beauty 5th semester students with a total of 10 people. Data collection is angket.Teknik sampling method is simple random sampling with a total of 10 students of beauty semesters 5. Based on the results of the application of the mask of black glutinous skin type 4 times normal during treatment have different skin moisture levels before and after treatment in face right cheek, but on the nose, forehead, chin and left cheek did not have a moisture level of the skin. Conclusion The use of masks black rice is done for 4 times the treatment only has a moisture level of the skin on the right cheek, but did not have tingkay moisture on the chin, forehead, nose and left cheek, the possibility if a longer service will get better results  

Page 1 of 2 | Total Record : 12