cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching" : 10 Documents clear
Japanese-speaking Politeness Used in Hotaru no Hoshi Movie Through The Study of Sociolinguistic Agustina, Istiqomah Dewi
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.11816

Abstract

The purpose of this research is to found out the Japanese-speaking politeness that used by Japanese people in social interaction. This research also intent on knowing about language in use, especially the structure of honorifics in use to expressing Japanese-speaking politeness. This research use descriptive-qualitative approach. The data consist of conversation dialogues, based on social rules of politeness when Japanese people interact each other. This data originated from Japanese movie “Hotaru no Hoshi” that direct by Hiroshi Sugawara. Data was collected by observing use of language in conversations while make a note without involve those conversations. Data was analyzed by  “padan ekstralingual” method and study of sociolinguistics. The result of data analysis explain that Japanese-speaking politeness was expressed by: greeting the addressee with appropriate name (with titles or professional ranks); using polite language (teineigo) when speaking in a formal setting; using sentence final particle “ne” (isn’t it?) to show empathy toward addressee; and use of polite language to manipulate psychological attitude toward the other participants.
PENGGAMBARAN YOUKAI DALAM KESUSASTRAAN JEPANG DARI PERIODE JOUDAI HINGGA MODERN Ambarastuti, Retno Dewi
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22575

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________ This research is historical literature research focusing on the description of Youkai character in Japanesse literature from the ancient to modern period. Youkai is Japanesse mythology creature in various appearance, and can be visible and invisible haunting the human. This research used descriptive analytical method. The results of the research are 1) Youkai has been well known since it was in Japanesse ancient through religion ritual, 2) In the middle period, youkai was described as misery as the result of Budha influence, 3) In Edo period, youkai was given a name and well known in folktale and legend, and 4) in modern period youkai is persisted as one of the original characters in Japanesse culture, described as in the real life, once metaphorized as an evil, and in modern era, youkai is described as kawaii character, not only represented in folktale or story but also published in magazines, manga, and anime as well.   Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini merupakan penelitian historis sastra yang memfokuskan pada penggambaran karakter youkai dalam kesusastraaan Jepang sejak periode kuno hingga modern. Youkai adalah mahluk mitologi Jepang dengan berbagai bentuk wujud dan dapat muncul dan menghilang di mana pun, kapan pun, dan bisa menghantui semua manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini adalah, 1. Youkai sudah dikenal sejak periode Joudai melalui ritual keagamaan, 2. Pada periode Heian hingga pertengahan, youkai  digambarkan sebagai penderitaan sebagai akibat dari pengaruh Budha, 3. Padaperiode Edo, youkai mulai diberi nama dan dikenal dalam dongeng dan legenda, dan 4. Pada periode modern youkai dipertahankan sebagai salah satu karakter asli dalam kebudayaan Jepang, digambarkan dalam kehidupan nyata, pernah dimetaforakan sebagai orang asing yang jahat, dan pada periode modern sekarang ini, youkai digambarkan sebagai karakter yang kawaii, dan tidak hanya digambarkan dalam dongeng atau cerita, namun juga sudah dimuat dalam majalah, manga, dan juga anime.
ERROR ANALYSIS OF DOOSHI USAGE IN THE COLLAGE STUDENT’S ESSAY OF THE JAPANESE LANGUAGE EDUCATION STUDY PROGRAM UNNES IN THE SAKUBUN CHUKYU ZENHAN’S SUBJECT Cahya, Aditya Hendra; Nurhayati, Silvia; Rosliyah, Yuyun
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22576

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________ Based on interview to a lecture of SakubunChukyuZenhan’s subjectin preliminary studythat has been conducted, showed that errors are often experienced by collegers of Japanese Language Education Program UNNES in writing sakubun(essay). Based on the results of the preliminary study questionnaire to 20 students of the fourth semester who took the subject of Sakubun Chukyu Zenhan showed that 70% of students is having difficulty in using of verbs (dooshi) . Therefore, researcher want to analyze anyerror of the students in the usege of dooshi in Sakubun Chukyu Zenhan's subject. Data collection methods used in this research issentence fragment of the student's essay of the fourth semester of Japanese Language Education Program of State University of Semarang which is considered of less precise in the dooshi’s usage.Theamount of the data is 25 essay sthemed konbini no ankeeto of the second study group of Sakubun Chukyu Zenhan’s subjec. The approachment of this research is descriptive quantitative analysis. Following conclusions are obtained based on the results of the research. Based on the results of the research found that there are 83 errors in the usege of dooshi. The errors is consisting of 64 or 77% errors are in the verb changes (dooshi). Furthermore, there are 12 or 14% errors of diction selection on dooshi and the 7 or 8% of Error are in writing and selection of kanji dooshi.   Abstrak ___________________________________________________________________ Berdasarkan studi pendahuluan yang telah penulis laksanakan dengan melakukan wawancara tentang kepada pengampu mata kuliah Sakubun Chukyu Zenhan tentang kesalahan yang sering dialami oleh mahaiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES dalam menulis sakubun. Selain itu, menyebarkan angket kepada 20 mahasiswa semester IV yang mengambil mata kuliah Sakubun Chukyu Zenhan. Hasilnya, 70% mahasiswa mengalami kesulitan dalam penggunaan kata kerja (dooshi).Oleh karena itu, penulis meneliti kesalahan mahasiswa dalam penggunakan dooshi pada mata kuliah Sakubun Chukyu Zenhan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah penggalan kalimat pada karangan mahasiswa semester IV yang dianggap kurang tepat dalam menggunakan dooshi. Adapun sumber data yang digunakan adalah karangan mahasiswa semester IV Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang. Karangan yang dijadikan sumber data berjumlah 25 karangan, diambil dari rombel 2 mata kuliah Sakubun Chukyu Zenhan dengan tema konbini no ankeeto. Hasil penelitian terdapat kesalahan dalam penggunaan dooshi sebanyak 83 kesalahan, yang terdiri atas 64 kesalahan dengan persentase 77% merupakan kesalahan pada perubahan kesalahan pada perubahan kata kerja (dooshi). Selain itu, terdapat kesalahan pemilihan diksi pada dooshi sejumlah 12 kesalahan dengan persentase 14%. Kesalahan dalam penulisan dan pemilihan kanji dooshi sejumlah 7 kesalahan dengan persentase 8%.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI IBB MAN MAGELANG SAri, Afita; Wardhana, Chevy Kusumah; Oesman, Andi Moorad
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22577

Abstract

Learning achievement is influenced by extern factor and intern factor. Learning independence is one of intern factor what influence learning achievement. Learning independence is an impulse from one’s own to learning accord wittingly by full responsibility without a drag on another people. In grade XI IBB MAN Magelang there are not balance between learning achievement with learning independence, but there are also balance. This research is aimed to know there is influence of learning independence toward Japanese learning achievement and factor what causing influence or not learning independence toward Japanese learning achievement in grade XI IBB MAN Magelang. This research used correlation description analysis method. The result of this research is there is correlation between learning independence with learning achievement 0,381. Learning independence give influence toward Japanese learning achievement 14,5%. From the questionnaire result there are students drag on other friends and less active to learning back the lesson of Japanese.   Abstrak ___________________________________________________________________ Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Kemandirian belajar merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar. Kemandirian belajar adalah suatu dorongan dari diri seseorang untuk belajar sesuai dengan kesadaran sendiri dengan penuh tanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Pada kelas XI IBB MAN Magelang ada yang tidak seimbang antara prestasi dengan kemandirian, ada juga yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jepang dan mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan berpengaruh atau tidak kemandirian belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jepang siswa kelas XI IBB MAN Magelang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif korelasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,381. Kemandirian belajar memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar bahasa Jepang sebesar 14,5%. Dari hasil angket masih ada siswa yang masih bergantung kepada teman dan kurang aktif dalam mempelajari kembali materi bahasa Jepang.  
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN (JOSUUSHI) SISWA KELAS 11 SMK BAGIMU NEGERIKU SEMARANG TAHUN AJARAN 2016/2017 Putri, Emfina Arditiya; Nurhayati, Silvia; Prasetiani, Dyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22578

Abstract

Kosakata bahasa Jepang berdasarkan asal-usulnya dapat dibagi menjadi tiga macam yakni wago, kango, dan gairaigo. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan mengenai goi dalam bahasa Jepang yaitu suushi (numerial) dan josuushi (kata bantu bilangan). Kata bantu bilangan atau josuushi (助数詞) biasanya digunakan untuk menyatakan barang, orang, kendaraan, waktu, dan lain-lain. Karena banyaknya kata bantu bilangan dalam bahasa Jepang mengakibatkan pembelajar melakukan kesalahan dalam penggunaan josuushi dengan tepat, khususnya siswa kelas 11 SMK Bagimu Negeriku Semarang tahun ajaran 2016/2017. Sehingga melalui penelitian ini penulis berharap dapat menjelaskan kesalahan penggunakan josuushi pada siswa kelas 11 dan faktor penyebab yang mempengaruhi kesalahan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes kemudian peneliti menggunakan metode wawancara. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis tentang kesalahan siswa kelas 11 SMK Bagimu Negeriku dalam penulisan kata bantu bilangan untuk menit ~fun dengan prosentase 87.5% kesalahan terbanyak pada penulisan じゅっぷん juppun, kesalahan terbanyak dalam penggunaan konteks kyoudai dengan prosentase 70.8% , dan kesalahan dalam membedakan penggunaan kata bilangan tujuh pada kata bantu bilangan dengan rata- rata prosentase 41.8%. Faktor penyebab terjadinya kesalahan antara lain, pemahaman siswa mengenai bentuk perubahan bunyi kata bantu bilangan masih kurang, pemahaman siswa mengenai kata bantu bilangan dalam pemilihan kata bilangan masih kurang, dan penguasaan siswa dalam menulis huruf hiragana masih kurang khususnya pada huruf dengan bunyi rangkap soku on (っ) dan penggunaan huruf yang memiliki daku on dan handaku on (ぷ、じ、dst).
ANALISIS GAIRAIGO YANG TERDAPAT DALAM MEDIA CETAK YOMIURI SHINBUN Kania, Fanny Dwi; Supriatnaningsih, Rina; Wardhana, Chevy Kusumah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22579

Abstract

This paper describes the process of forming the word on Gairaigo. Gairaigo is a Japanese loanword which originates from a foreign language except Chinese. It undergoes sound adjustments (Phonology) and grammatical adjustments before being borrowed and used as Gairaigo in Japanese. Gairaigo analyzed is gairaigo which was written in Yomuiri Shinbun Newspaper, edition of 22nd of January 2017. There are two processes which occur on Gairaigo existing in the data source. Firstly, the phonological process or sound adjustment is divided into 5 aspects. They are Adding vocals, changing sounds, accents, and pronunciations according to the spelling. Secondly,the Morphological process or the word-former morpheme. The morphological process is divided into 2; Fukugo (compound) and Ryakugo (Abbreviation). Ryakugo consists of abbreviation, clipping, and acronym.   Abstrak ___________________________________________________________________ Dalam kertas ini menjelaskan proses pembentukkan kata pada Gairaigo. Gairaigo adalah kata serapan bahasa Jepang yang berasal dari bahasa Asing selain bahasa China. Gairago mengalami penyesuaian bunyi (fonologi) dan penyusaian gramatikal sebelm dipinjam dan digunakan sebagai Gairaigo dalam bahasa Jepang. Gairaigo yang dianaisi adalah Gairaigo yang terdapat pada koran Yomiuri shinbun edisi 22 Januari 2017. Terdapat 2 proses yang terjadi pada Gairaigo yang ada pada sumber data. Pertama, proses Fonologi atau penyesuaian bunyi yang dibagi menjadi 5 aspek; penambahan vokal, pengubahan bunyi, aksen dan ucapan menurut ejaan dalam bahasa Jepang. Kedua, proses Morfologi atau morfem pembentuk kata. Proses morfologi dibagi menjadi 2 yaitu; Fukugo (penggabungan) dan Ryakugo (pemendekkan). Ryakugo terdiri dari singkatan, Clipping (pemenggalan) dan Akronim.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGUBAH MASUKEI MENJADI TAKEI DI SMA KESATRIAN 1 Fransiska, Riska; Prasetiani, Dyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22580

Abstract

Takei is a verb from that showed events or deed in which tense. Takei having some rules the changes have it is quite hard to learned by repetition without any. However, takei is very important tobe studied, because takei much used in a pattern of a sentence Japanese language. From the result of interviews who have been done on teacher Japanese language in Kesatrian 1 senior high school, known that most of the students have gone so wrong in changing takei. Based on these problems, we need to hold research. This research attempts to knows all of error and what caused the errors of students in changing masukei become takei at the senior high school Kesatian 1. So that it can be will be an evaluation for the Japanese language learner in to context of reducing error changing takei. This research used the quantitative descriptive. Population in this research is all a students of class XII Kesatrian 1 senior high school, that came up with 362 students. Sample in this research was a students of class XII MIPA 3 Kesatrian 1 senior high school, which consisted of 33 students. The technique of data colletion during of this research is a test and questionnaire. Based on the research done, it is known that students everage score of the test namely 51,06. A errors change masukei become takei the most often done a students to lose their rural namely in the change verbs the group 1 and the group 2. The cause of the error students rarely read the books of changes takei, and a students  rarely made up conversation about changes takei.   Abstrak ___________________________________________________________________ Takei adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan peristiwa atau perbuatan di masa lampau. takei memiliki beberapa aturan perubahan yang cukup sulit dihafalkan. Namun demikian, takei sangat penting untuk dipelajari, karena takei banyak digunakan dalam pola kalimat bahasa Jepang. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap guru mata pelajaran bahasa Jepang di SMA Kesatrian 1, diketahui bahwa sebagian besar siswa sering melakukan kesalahan dalam mengubah takei. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesalahan dan apa penyebab kesalahan siswa dalam mengubah takei di SMA Kesatrian 1, sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi bagi para pembelajar bahasa Jepang dalam rangka mengurangi kesalahan penggunaan takei. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII SMA Kesatrian 1 Semarang yang berjumlah 362 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 3 yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes dan angket. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil tes siswa yaitu 51,06. Dari penelitian ini kesalahan mengubah masukei menjadi takei yang paling sering dilakukan siswa yaitu dalam mengubah kata kerja golongan I dan kata kerja golongan II. Penyebab kesalahan yaitu karena siswa jarang mengulang kembali pelajaran, jarang  membaca buku pelajaran mengenai perubahan takei, dan jarang melakukan percakapan mengenai perubahan takei.
EFEKTIVITAS WORD MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT KOSAKATA BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI SMA N 7 SEMARANG Yuliani, Siti; Nurhayati, Silvia; Diner, Lispridona
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22581

Abstract

Kosakata memiliki peranan yang sangat penting ketika mempelajari bahasa Jepang. Namun, faktanya masih banyak pembelajar khususnya di SMA N 7 Semarang yang mengalami kesulitan ketika mempelajari kosakata bahasa Jepang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan word mapping sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Penerapan word mapping dilakukan melalui pendekatan bahasa Jepang yang diformulasikan ke dalam bentuk strategi pembelajaran untuk menyebutkan kosakata turunan dari sebuah kata yang menjadi tema utama dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan word mapping sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa Jepang siswa kelas XI SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian ini menggunakan true experimental design, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan komparasi (perbandingan) yang dihitung dengan menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus t-test, diperoleh data t hitung = 6, 04. Sedangkan untuk t-tabel untuk N = 58 dan derajat kebebasan (db) N-1 = 57 adalah 2, 01 dengan tingkat kepercayaan 5%. Data tersebut menunjukan bahwa word mapping terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa jepang siswa kelas XI SMA.   Abstrack ___________________________________________________________________ Japanese vocabulary have important role when learning Japanese. Meanwhile, at the fact, yet there are still many students especially in SMA Negeri 7 Semarang who have trouble in learning the Japanese vocabulary. One of the ways that can be done to overcome the problems is word mapping as a media in learning the Japanese vocabulary. The application of word mapping that was performed in this study by the Japanese approach who formulated in the form of learning strategy to mention the derivative words that become main theme in Japanese. The purpose of this research is to find out the effectiveness of word mapping as a media learning to improve the Japanese vocabulary in memorizing ability of eleventh students. The Research methodology used in this research was descriptive quantitative and the kind of research was true experimental design, while, technique analyzing used comparative which is calculated by using formulas t-test. Based on the t-test calculation, the data tvalue = 6. 04. While for ttable for n = 58 and the degree of freedom ( df ) n-1 = 57 was 2.01 in ????= 5 percent (0.05). The data showed that word mapping was proven effective as a media learning to improve the ability of memorizing in Japanese vocabulary of eleventh students. Not mentioned, word mapping also has some weaknesses that still needs to be repaired and highly expected be more efficient in the next study.
KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA PPL PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNNES TAHUN 2017 BERDASARKAN PENILAIAN GURU PAMONG Mawarni, Wida Kusuma; Setiawati, Ai Sumirah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22582

Abstract

This paper describes about internship student’s teaching ability based on teacher valuation in 2017. The Internship is one of Semarang State University’s course to give education student a teaching experience. The internship student’s value have given by advisor in high school. Advisor is a teacher that has responsibility of education internship student’s attitude and how the way they teach in practice. The valuation has given by advisor  by filled valuation form from Semarang State University that had 4 teacher competences. The teacher competences are held pedagogic competence, professional competence, personality competence, and social competence. This paper approach quantitative research. This research sample are 6 schools that have internship student. From this research result can be know that students got very good criteria of all education aspect.   Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini mendeskripsikan tentang kemampuan mengajar mahasiswa PPL berdasarkan penilaian guru pamong tahun 2017. Praktik Pengalaman Lapangan atau PPL yaitu mata kuliah yang dilaksanakan untuk memberikan pengalaman mengajar bagi seluruh mahasiswa kependidikan Universitas Negeri Semarang.penilaian mahasiswa PPL dilaksanakan oleh guru pamong. Guru pamong yaitu guru mata pelajaran yang bertanggung jawab terhadap sikap dan cara mengajar mahasiswa praktikannya. Penilaian oleh guru pamong dilakukan dengan mengisi angket penilaian dari UNNES yang berisi 4 kompetensi keguruan. Kompetensi keguruan antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 sekolah yang mengampu mahasiswa PPL. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa PPL rata-rata termasuk kategori Sangat Baik dari semua aspek pendidikan.
ANALISIS PENGGUNAAN KEIGO DALAM VARIETY SHOW DAI ROKUJYUU NANA-KAI NHK KOUHAKU UTA GASSEN TAHUN 2016 Saputro, Wisnu Angger; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22583

Abstract

As a Japanese learner, a learner must know the use of Keigo that is used by Japanese people through variety show. The aims of the study were to determine the use of keigo by the host which is called MC (Master of Ceremony) and the guest which is called GS (Guest Star) in variety show Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen in 2016 and the type of keigo widely used. The data used in this research is the utterance of MC and GS which contains elements of Keigo (Sonkeigo Kenjougo, and Teineigo) in this variety show. This research used descriptive qualitative. This research was done using observation and documentation method. This study found that from 61 speech data used by speakers there are 168 utterances, classified into 48 Sonkeigo, 28 Kenjougo, and 92 Teineigo. From these data can be seen that the various types of Keigo which are often used by speakers is Teineigo. From these data it can be concluded that the use of Keigo used by MC is used to speak with the GS, introducing the GS name, asking for help, apologizing to people, respecting others by observing some aspects such as age, popularity, and achievement.   Abstrak ___________________________________________________________________ Ragam bahasa hormat bahasa Jepang (keigo) dianggap sangat penting untuk dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang, karena pada saat berbicara dengan dosen atau orang Jepang di dalam kelas atau di luar kelas, orang yang pertama kali bertemu, umur yang lebih tua, menggunakan keigo untuk saling menghormati. Sebagai pembelajar bahasa Jepang, harus mengetahui penggunaan keigo yang digunakan oleh orang Jepang saat ini. Oleh karena itu, untuk mengetahui penggunaan keigo yang digunakan oleh orang Jepang pada saat ini perlu diketahui, diantaranya melalui variety show atau acara televisi Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ragam bahasa hormat oleh pembawa acara yang selanjutnya akan disingkat menjadi MC (Master of Ceremony) dan bintang tamu yang selanjutnya akan disingkat menjadi GS (Guest Star) dalam variety show Jepang Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen tahun 2016 dan ragam bahasa hormat yang banyak digunakan dalam variety show tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan MC dan GS yang mengandung unsur keigo (sonkeigo, kenjougo, dan teineigo) dalam variety show Jepang Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen tahun 2016. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik simak dan catat. Penelitian ini menemukan bahwa dari 61 data tuturan yang digunakan oleh penutur terdapat 168 tuturan yang mengandung unsur keigo, diklasifikasikan menjadi: 48 tuturan sonkeigo, 28 tuturan kenjougo, dan 92 tuturan teineigo. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa ragam jenis keigo yang sering digunakan oleh penutur yaitu teinego. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan keigo yang digunakan oleh penutur pembawa acara (MC) digunakan untuk berbicara dengan bintang tamu (GS), memperkenalkan nama bintang tamu (GS), meminta bantuan, meminta maaf kepada orang, menghormati orang lain dengan memperhatikan beberapa aspek seperti umur, kepopuleran, dan prestasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10