cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 1 (2014)" : 3 Documents clear
ANALISIS VERBA NORU, NOBORU, DAN AGARU Ekawati, Aria Ayu
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.162 KB) | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4308

Abstract

Ada beberapa dooshi yang mempunyai arti mirip atau sama. Hal ini sering membingungkan pembelajar yang kurang memahami perbedaannya. Salah satunya adalah dooshi noru, noboru, dan agaru yang mempunyai arti hampir sama yaitu “naik”. Berdasarkan pengamatan penulis, banyak pembelajar bahasa Jepang yang keliru dalam menggunakan verba noru, noboru, dan agaru, karena ketiga verba tersebut memiliki arti yang hampir sama. Oleh karena itu, sebagai pembelajar bahasa Jepang harus mengetahui makna yang terkandung dalam ketiga verba tersebut agar tidak keliru ketika menggunakannya dalam sebuah kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam kalimat bahasa Jepang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru, serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam penggunaannya pada kalimat bahasa Jepang.Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik distribusi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah: 1) Menyajikan contoh kalimat yang mengandung verba noru, noboru dan agaru. 2)Dengan menggunakan kalimat yang sama noru diganti dengan noboru dan agaru, noboru diganti dengan noru dan agaru,  agaru diganti dengan noru dan noboru. 3) Menganalisis apakah ketiga verba tersebut bisa saling menggantikan dalam kalimat atau tidak.  There are several dooshi that have similar or identical meaning. It is often confusing learners who do not understand the difference. One is dooshi Noru, Noboru, and agaru which has almost the same meaning "rose". Based on observations of the author, many Japanese language learners who err in using the verb Noru, Noboru, and agaru, because the third verb has a similar meaning. Therefore, as a Japanese language learners must know the meaning contained in the three verbs is that not wrong when using it in a sentence. This study aims to determine the meaning of what is contained in the verb Noru, Noboru, and agaru as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not the Japanese sentence. This research approach uses descriptive kualitatif.Penelitian descriptive approach was conducted to describe the meaning contained in the verb Noru, Noboru, and agaru, as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not in use in sentence processing data used Jepang.Teknik in this study is the distribution techniques. Step-by-step analysis of the data in this study were: 1) Presenting the example sentences containing verbs Noru, Noboru and agaru. 2) By using the same sentence Noru replaced by Noboru and agaru, Noboru replaced with Noru and agaru, agaru replaced with Noru and Noboru. 3) To analyze whether the third verb in a sentence interchangeable or not.
ANALISIS PENGGUNAAN TINDAK TUTUR KATA “MAAF” BAHASA JEPANG Atmaja, Anggun Nur Indra
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.147 KB) | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4306

Abstract

Manusia melakukan interaksi dengan sesama mengungkapkan maksud, tujuan dan perasaan melalui bahasa yang dituturkan. Dalam mengungkapkan suatu maksud, tujuan, maupun perasaan terbentuk dari suatu “tindak tutur”, salah satunya yaitu tindak tutur “maaf”. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mengungkapkan kata maaf kepada seseorang maupun seseorang yang meminta maaf kepada kita dengan memiliki alasan yang berbeda dalam mengungkapkannya. “Maaf” merupakan salah satu tindak tutur dimana seorang penutur menggunakannya untuk memperbaiki suatu hubungan dengan mitra tutur, yang dikarenakan pihak penutur telah melakukan tindakan kurang menyenangkan kepada mitra tutur yang disengaja maupun tidak disengaja. Cara penyampaian ungkapan maaf berbeda-beda menurut norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dimana peristiwa tersebut terjadi. Oleh karenanya, faktor sosial budaya setempat turut mempengaruhi seseorang dalam penyampaian ungkapan maaf tersebut. Begitu pun dalam masyarakat Jepang. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui: variasi tuturan “maaf”, strategi permintaan maaf yang digunakan, serta ingin mengetahui bagaimana faktor sosial budaya masyarakat mempengaruhi pemilihan tuturan “maaf”. Human interaction with fellow express intent, purpose and feelings through spoken language. In expressing an intent, purpose, or feeling formed from a "speech act", one of which speech acts "sorry". In everyday conversation, we often express a word of apology to any person or someone who apologized to us to have a different reason to disclose it. "I'm sorry" is one of the speech act in which a speaker uses it to fix a relationship with partner said, that because the speaker has acted less favorable to the hearer who intentionally or unintentionally. Sorry for the submission of expressions vary according to the norms prevailing in a society where the incident occurred. Therefore, local socio-cultural factors also influence a person in the delivery of the expression of apology. So even in the Japanese society. Therefore, researchers wanted to know: variation of speech "sorry" apology strategies used, and want to know how social and cultural factors influence the selection of speech "sorry".
ANALISIS VERBA NORU, NOBORU, DAN AGARU bakri, benny
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.112 KB) | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4307

Abstract

Pengajaran bahasa Jepang di lembaga pendidikan menengah saat ini dilaksanakan dengan berbagai strategi dan metode. Pemilihan media pembelajaran yang tepat merupakan salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh pengajar bahasa Jepang. Dalam pembelajaran bahasa jepang khususnya pada huruf hiragana, terdapat berbagai permasalahan dan kendala. Permasalahan dan kendala juga dialami oleh kelas X SMA Negeri 1 Limbangan. Banyak siswa yang mengeluh dan merasa kesulitan dalam mempelajari huruf hiragana karena sedikitnya waktu dan banyaknya materi bahasa Jepang. Media pembelajaran yang tepat dan efisien sangat dibutuhkan agar membantu siswa dalam mempelajari huruf hiragana. Oleh karena itu, penulis menggunakan media game quiz OnlineNihongo untuk meningkatkan penguasaan huruf hiragana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan, menjabarkan dari pemanfaatan media pembelajaran game quiz OnlineNihongo. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3. Data diperoleh dengan instrumen tes dan non tes. Instrumen tes digunakan untuk memperoleh data hasil dari pemanfaatan media pembelajaran game quiz OnlineNihongo. Data non tes dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, penelitian pendahuluan, dokumentasi. Japanese language teaching in secondary education institutions are currently implemented with a variety of strategies and methods. Selection of appropriate learning media is one of the things that need to be prepared by a Japanese language teacher. In Japanese language learning, especially in hiragana, there are many problems and obstacles. Problems and constraints experienced by the class X SMA Negeri 1 Limbangan. Many students complain and find it difficult to learn hiragana since at least the time and the number of Japanese language materials. Media precise and efficient learning is needed in order to assist students in learning hiragana. Therefore, the authors use the media quiz games OnlineNihongo to improve the mastery of hiragana. This research is a qualitative descriptive study with the aim to describe, describe the utilization of instructional media OnlineNihongo quiz game. The sample in this research is class X3. Data obtained with the instrument test and non-test. Test instruments used to obtain data on the results of the use of instructional media OnlineNihongo quiz game. Non-test data in this study were collected by observation, preliminary research, documentation.

Page 1 of 1 | Total Record : 3