cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2013)" : 11 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN JOOTAI NO FUKUSHI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (???????????????????) Giyatmi, Giyatmi
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KESALAHAN MENULIS HIRAGANA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK (SMA Negeri 1 Purwareja Klampok?XI????????????????????) Hapsari, Widiasih Tri
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PENGGUNAAN GAIRAIGO YANG DIIKUTI VERBA SURU (??????????????????) Suhartini, Iin
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIVITAS TEKNIK MEMBACA CEPAT (SKIMMING) DALAM PENGAJARAN DOKKAI (????????????????????? ????????) Kusumaningtyas, Revian Chahyanie
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan membaca dalam bahasa Jepang disebut dengan dokkai. Setelah melakukan studi pendahuluan pada mahasiswa semester II pada mata kuliah dokkai, hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa merasa kesulitan dalam mata kuliah dokkai. Mahasiswa juga tidak bisa menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat ketika mengikuti ujian dokkai dengan bacaan yang cukup panjang, serta membutuhkan waktu yang lama dalam menemukan ide pokok dalam bacaan. Hal tersebut dikarenakan belum ada teknik atau metode yang digunakan dalam pengajaran dokkai. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba menerapkan sebuah teknik baru dalam pengajaran dokkai, yaitu teknik membaca cepat skimming
ANALISIS PEMBENTUKAN MAKNA PADA FUKUGOUDOUSHI ~DASU ( ????????????????? ) Amalina, Amalina
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doushi merupakan salah satu kelas kata yang dapat berdiri sendiri dan bisa menjadi kalimat tanpa bantuan kelas kata lain. Diantara jenis-jenis doushi yang ada salah satunya yaitu fukugoudoushi atau kata kerja majemuk. Salah satu fukugoudoushi yang sering ditemui yaitu fukugoudoushi yang berakhiran ~dasu. Dalam memahami suatu kalimat, tentunya harus memahami juga makna kata yang terdapat dalam kalimat tersebut. Makna yang ditimbulkan oleh verba dasu dapat beragam dalam fukugoudoushi ~dasu, sehingga menjadi salah satu kendala dalam memahami kalimat. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk: 1) mendeskripsikan makna yang dimiliki fukugoudoushi ~dasu, 2) menjabarkan pembentukan kata fukugoudoushi ~dasu. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan cara menjelaskan hasil analisis yang didasarkan pada metode telaah pustaka. Sumber data yang digunakan terdiri dari tiga macam yaitu kyoukasho, shousetsu dan ehon, karena keberagaman bahasa yang digunakan. Objek yang digunakan yaitu kalimat yang terdapat fukugoudoushi ~dasu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka, yaitu mendata kalimat-kalimat yang mengandung fukugoudoushi ~dasu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dan padan ortografis untuk menganalisis makna dan mengklasifikasikan objek penelitian. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah: 1) menyajikan kalimat yang mengandung fukugoudoushi ~dasu, 2) menganalisis makna yang diikuti oleh verba ketika berdiri sendiri dan ketika disatukan, 3) menganalisis pembentukan kata pada fukugoudoushi ~dasu. Hasil analisis menunjukkan makna fukugoudoushi ~dasu antara lain: 1) perpindahan dari dalam ke luar, 2) awal dimulainya suatu aktivitas, 3) perwujudan dari sesuatu yang tidak kasat mata, 4) menciptakan, 5) penemuan. Fukugoudoushi ~dasu yang ditemukan dalam sumber data seluruhnya terbentuk dari penggabungan antara verba dan verba.
ANALISIS MAKNA SIMBOL UNSUR ALAM DALAM KANYOOKU BAHASA JEPANG (?????????????????????????) Cuciati, Tri
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanyooku digunakan oleh masyarakat Jepang untuk berkomunikasi yang fungsinya memperhalus kalimat sebagai alternatif strategi berbahasadengan tujuan agar lawan bicara tidak tersinggung. Kanyooku unsur alam banyak digunakan sebagai nama keluarga oleh orang Jepang. Percaya dengan banyak dewa dan kekuatan alam berpengaruh pada sikap masyarakat Jepang yang menaruh hormat sangat tinggi terhadap alam, sehingga penulis tertarik untuk mengetahui makna simbol unsur alam yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, dan abura,, karena kelima unsur alam tersebut yang paling dekat hubungannya dan kaitannya dengan kepercayaan dan kebudayaan orang Jepang. Berdasarkan latar belakang di atas, dalam penelitianini dibahas tentang simbol dan makna simbol kanyooku yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura, serta makna positif dan makna negatif yang terkandung dalam kanyooku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui simbol dan makna simbol kanyooku yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura, serta makna positif dan makna negatif yang terkandung dalam kanyooku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan tentang kanyooku unsur alam bahasa Jepang yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi kepustakaan atau studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik analisis deskriptif.
PERBANDINGAN STRUKTUR KALIMAT PASIF BERVERBA JIDOSHI DAN KALIMAT KAUSATIF PASIF DALAM BAHASA JEPANG Nurjaleka, Lisda
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila kita berbicara tentang struktur bahasa, maka erat kaitannya dengan istilah tuturan. Tuturan yang ditinjau dari sikap penutur ini sangat penting karena menyangkut perasaan, keadaan, dan tanggapan penutur tentang suatu hal. Tuturan seperti itu melibatkan aspek psikologis penutur sehingga tidak jarang pada tulisan diberikan penekanan khusus, baik melalui tekanan suara atau tanda-tanda bahasa lain.Misalnya dalam bahasa Indonesia terdapat bentuk kalimat pasif. Bentuk pasif adalah bentuk kalimat yang terdapat dalam setiap bahasa. Meskipun bahasa Jepang dan bahasa Indonesia tidak serumpun, tapi dalam hal bentuk kata atau bentuk kalimat antara keduanya tentu ada hal-hal yang berbeda dan ada pula hal yang sama. Dalam bahasa Jepang bentuk pasif disebut (???) judotai atau (??)Ukemi. Secara garis besar pada dasarnyha bentuk pasif bahasa Jepang modern dibagi menjadi dua, yaitu ?????Chokusetsu ukemi?atau kalimat pasif langsung dan ????(kansetsu ukemi) yaitu kalimat pasif tak langsung atau disebut juga ?????meiwaku ukemi?. Dalam skripsi ini penulis bermaksud untuk membandingkan struktur kalimat pasif bahasa Jepang antara struktur jidoshi dan kausatif. Dalam bahasa Jepang, penggambaran sikap penutur ini dapat ditunjukkan melalui penelaahan unsur bahasa maupun unsur suprasegmental. Salah satunya adalah dengan penggunaan Jodoshi. Dalam kalimat pasif bahasa Jepang bentuk reru dan rareru sebagai salah satu jodoshi yang menempel pada mizenkei. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu cara mendekati, mengamati, menganalisa dan menjelaskan suatu fenomena secara sistematis, factual, akurat terhadap data serta sifat dan hubungan fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka. Penulis menyimpulkan bahwa kalimat pasif intransitif mempunyai arti meiwaku tetapi juga tidak selalu mempunyai arti merugikan. Kalimat pasif berverba intransitif juga termasuk ke dalam meiwaku ukemi bentuk pasif yang merugikan yang biasanya merupakan kalimat pasif tak langsung. Dalam kalimat kausatif pasif, subjek maupun pelakunya harus makhluk hidup, karena apabila benda mati maka kalimat menjadi tidak wajar. Selain itu Subjek dalam struktur kalimat pasif berverba jidoshi dan kausatif pasif yang mempunyai arti menderita adalah makhluk hidup, karena apabila subjeknya benda mati maka tidak dapat mengalami kerugian. Pelaku dalam kalimat pasif berverba jidoshi dapat menggunakan makhluk hidup maupun benda mati. Sedangkan pelaku dalam kalimat pasif, hanya menggunakan makhluk hidup.
ANALISIS VERBA TSUKERU SEBAGAI POLISEMI DALAM BAHASA JEPANG (????????????????????) Agustin, Cyindhi Maya
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA KERJA KAUSATIF DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG UNNES (???????????????????) Mangerongkonda, Ivond
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS MAKNA DAN PEMBENTUKAN FUKUGOUDOUSHI YANG TERBENTUK DARI VERBA TSUKU ( ????????????????? ) Pamungkas, Darmayanti Dwi
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11