Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching
ISSN : -     EISSN : -
Articles 70 Documents
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA PBJ UNNES DALAM MENGERJAKAN SOAL CHOUKAI N3 Primawida, Wulan Nusanita; Wardhaningtyas, Setiani; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8440

Abstract

UniversitasNegeri Semarang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Jepang dan menyediakanmata kuliah menyimak, salah satunya yaitu choukai.Salah satu target yang diharapkan dapat dicapai dari mata kuliah ini adalahdapat lulus ujian kemampuan bahasa Jepang (NihongoNouryokushiken). Untuk dapat mencapai kelulusan pada Nihongo Nouryokushiken tersebut, materi yang  disampaikan di kelas disediakan berjenjangsesuai dengan tingkatan mahasiswa. Untuk angkatan 2012 yaitu mahasiswa semester6, latihan soal yang diberikan di kelas setara dengan soal-soal dalam NihongoNouryokushiken N3 maupun N2.Karenapenelitian ini menitikberatkan kesulitan NihongoNouryokushiken pada choukai, makasebelumnya peneliti melakukan 3 studi pendahuluan untuk menguatkan penelitianperlu dilakukan. Dari studi pendahuluan yang peneliti lakukan, sebagian besarresponden yaitu 58 mahasiswa PBJ UNNES angkatan 2012 yang mengikuti N3 diJogjakarta pada tanggal 7 Desember 2014 merasa kesulitan pada materi dokkai. Meskipun begitu setelah dilihatdari hasil tes keseluruhan responden diketahui hampir setengahnya memperolehskor choukai dibawah 30. Dan dari latihan soal choukai N3 diketahui masih adaresponden yang skornya dibawah 50%. Hal ini dapat dijadikan indikasi bahwamahasiswa masih mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal choukai N3.Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalampenelitian ini sampel yang diteliti adalah mahasiswa PBJ UNNES angkatan 2012yang mengikuti N3 di Jogjakarta pada tanggal 7 Desember 2014. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis datadalam penelitian ini menggunakan deskriptif persentase.Berdasarkanpembahasan dan interpretasi data diketahui faktor-faktor yang mempengaruhikegiatan menyimak yang pertama yaitu faktor psikologis, pengalaman, motivasi,lingkungan fisik. Sedangkan kesulitan mahasiswa PBJ UNNES angkatan 2012 dalammengerjakan choukai N3 dari kelima jenis soal choukai Nihongo Nouryokushiken, kesulitan yang paling banyakdialami responden adalah jenis soal kadairikai(課題理解), dan gaiyou rikai(概要理解).
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA SMK BAGIMU NEGERIKU SEMARANG Istiqomah, Diyah; Diner, Lispridona; Wardhana, Chevy Kusumah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8422

Abstract

Bahasa Jepang memiliki bentuk bahasa yang berbeda dengan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang ada di Indonesia dilihat dari huruf, tata bahasa dan bentuk bahasa yang digunakan. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan pembelajar mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa Jepang. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti menemukan bahwa masih banyak siswa SMK Bagimu Negeriku yang nilainya rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih kesulitan dalam belajar bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan siswa dalam belajar bahasa Jepang secara rinci, penyebab serta cara mengatasi kesulitan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Bagimu Negeriku Semarang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI TKR (Teknik Kendaraan Ringan) dan XI TKBB (Teknik Konstruksi Batu Beton) SMK Bagimu Negeriku Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kesulitan belajar bahasa Jepang siswa SMK Bagimu Negeriku Semarang yang paling besar adalah kesulitan dalam menyusun pola kalimat dengan persentase 79,3%. Selain itu siswa juga kesulitan dalam menulis dan membaca huruf hiragana dan katakana sebesar 62,8% , kesulitan dalam berbicara menggunakan bahasa Jepang sebesar 47,9% dan menggunakan kosakata sebesar 47,3%. Penyebab dari kesulitan tersebut adalah kurang lengkapnya bahan ajar (buku) dengan persentase 61,7% sehingga siswa kurang dapat belajar dengan maksimal. Cara untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Jepang yang paling sering dilakukan siswa adalah bertanya langsung kepada guru bahasa Jepang sebesar 62,8%.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN JOOTAI NO FUKUSHI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (???????????????????) Giyatmi, Giyatmi
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS VERBA NORU, NOBORU, DAN AGARU Ekawati, Aria Ayu
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v3i1.4308

Abstract

Ada beberapa dooshi yang mempunyai arti mirip atau sama. Hal ini sering membingungkan pembelajar yang kurang memahami perbedaannya. Salah satunya adalah dooshi noru, noboru, dan agaru yang mempunyai arti hampir sama yaitu “naik”. Berdasarkan pengamatan penulis, banyak pembelajar bahasa Jepang yang keliru dalam menggunakan verba noru, noboru, dan agaru, karena ketiga verba tersebut memiliki arti yang hampir sama. Oleh karena itu, sebagai pembelajar bahasa Jepang harus mengetahui makna yang terkandung dalam ketiga verba tersebut agar tidak keliru ketika menggunakannya dalam sebuah kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam kalimat bahasa Jepang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam verba noru, noboru, dan agaru, serta untuk mengetahui apakah ketiga verba tersebut dapat saling menggantikan atau tidak dalam penggunaannya pada kalimat bahasa Jepang.Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik distribusi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah: 1) Menyajikan contoh kalimat yang mengandung verba noru, noboru dan agaru. 2)Dengan menggunakan kalimat yang sama noru diganti dengan noboru dan agaru, noboru diganti dengan noru dan agaru,  agaru diganti dengan noru dan noboru. 3) Menganalisis apakah ketiga verba tersebut bisa saling menggantikan dalam kalimat atau tidak.  There are several dooshi that have similar or identical meaning. It is often confusing learners who do not understand the difference. One is dooshi Noru, Noboru, and agaru which has almost the same meaning "rose". Based on observations of the author, many Japanese language learners who err in using the verb Noru, Noboru, and agaru, because the third verb has a similar meaning. Therefore, as a Japanese language learners must know the meaning contained in the three verbs is that not wrong when using it in a sentence. This study aims to determine the meaning of what is contained in the verb Noru, Noboru, and agaru as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not the Japanese sentence. This research approach uses descriptive kualitatif.Penelitian descriptive approach was conducted to describe the meaning contained in the verb Noru, Noboru, and agaru, as well as to determine whether the three verbs can be interchanged or not in use in sentence processing data used Jepang.Teknik in this study is the distribution techniques. Step-by-step analysis of the data in this study were: 1) Presenting the example sentences containing verbs Noru, Noboru and agaru. 2) By using the same sentence Noru replaced by Noboru and agaru, Noboru replaced with Noru and agaru, agaru replaced with Noru and Noboru. 3) To analyze whether the third verb in a sentence interchangeable or not.
KESALAHAN MENULIS HIRAGANA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK (SMA Negeri 1 Purwareja Klampok?XI????????????????????) Hapsari, Widiasih Tri
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIVITAS METODE INDUKTIF DALAM LATIHAN DASAR PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG DI SMA NEGERI 2 SUKOREJO Fajarwati, Eka Nur
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan cara atau metode agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode pembelajaran yang beragam membuat seorang pengajar harus mampu memilih metode yang tepat untuk menunjang hasil pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mencoba metode induktif dalam latihan dasar pembelajaran bahasa jepang, di sebuah SMA yang notabene memiliki hasil pembelajaran rendah. Berdasarkan hasil penelitian, metode induktif yang diterapkan penulis dalam latihan dasar pembelajaran bahasa Jepang, terbukti dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan hasil sebelumnnya yang menggunakan metode lain.Learning is an activity that requires a way or method to the learning objectives can be achieved. Teaching methods are varied to make a teacher must be able to choose the right method to support learning outcomes. Therefore, writers interested in trying out the inductive method in basic training learning Japanese language, in a school that in fact has a low learning outcomes.Based on this research, the authors applied the inductive method in basic training learning the Japanese language, proved to give better results than the results previously using other methods.
EFEKTIFITAS MODELPEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR SISWA SMAN 1 TENGARAN Mahardianti, Disti Ayu; Nurhayati, Silvia; Wardhana, Chevy Kususmah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8461

Abstract

Guru dansiswa merupakan faktor penting dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapaitujuan pembelajaran. Selain itu, model pembelajaran juga mempunyai perananpenting dalam kegiatan belajar dan mengajar, karena penggunaan modelpembelajaran yang tepat dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.  Dalam pembelajaran bahasa asing khususnyabahasa Jepang berbicara merupakan tujuan utama yang harus bisa dicapai olehpembelajar, namun kemampuan berbicara siswa di SMA N 1 Tengaran masih kurangketika kegiatan berbicara berlangsung. Untuk meningkatkan kemampuan berbicarabahasa Jepang diantaranya menggunakan model pembelajaran Time Token Arends.Oleh karena itu, peneliti memilih model pembelajaran Time Token Arends untukmeningkatkan kemampuan berbicara bahasa karena model pembelajaran tersebut dapat melibatkan seluruh siswa yangaktif maupun pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas TimeToken Arends untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang. Penelitianini merupakan penelitian eksperimen yaitu menguji efektifitas modelpembelajaran Time Token Arends pada kemampuan berbicara siswa menggunakanbahasa Jepang. Pengambilan sampel dalam populasi menggunakan teknik purposif.Metode tes digunakan dengan memberikan tes sebelum memberikan perlakuan ataupre test dan sesudah pemberian perlakuan atau post-tes. Tes tersebut digunakanuntuk memperoleh data nilai siswa. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakanrumus T-tes diperoleh                         adalah 3,27 > dari l 2,12 untuk signifikansi 5% maka dapat disimpulkan bahwapembelajaran bahasa Jepang menggunakan model pembelajaranTime TokenArendsefektifuntuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang.
ANALISIS KESULITAN PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI DALAM SAKUBUN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNNES maulana, imam; Wardhaningtyas, Setiyani; prasetiani, dyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8424

Abstract

Setsuzokushi adalah kelas kata yang dipakai untuk menghubungkan atau merangkaikan kalimat dengan kalimat atau merangkaikan bagian-bagian kalimat. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, masih adanya kesalahan dalam penggunaan setsuzokushi. Dari hasil tersebut peneliti menduga adanya kesulitan penggunaan setsuzokushi dalam membuat karangan bahasa Jepang. Berdasarkan paparan tersebut, untuk dapat mengetahui kesulitan, faktor penyebab dan solusi yang dilakukan mahasiswa dalam menggunakan setsuzokushi secara rinci perlu untuk dilakukan suatu penelitian. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes angkatan tahun 2012 yang mengambil mata kuliah sakubun semester enam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi dan angket. Hasil dari data dokumentasi nantinya untuk menguatkan jawaban dari responden melalui angket pada pertanyaan nomor 2-8. Kemudian data yang diperoleh melalui angket dianalisis dengan klasifikasi interpretasi jumlah prosentase jawaban. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes mengalami kesulitan pada penggunaan setsuzokushi adalah mahasiswa tidak terlalu memperdulikan penggunaan setsuzokushi ketika mengarang, sehingga tidak ada usaha dari mahasiswa untuk mengetahui makna dan penggunaannya. Hal tersebut dikarenakan kurang ditekankan pada mahasiswa tentang pentingnya penggunaan setsuzokushi, serta mahasiswa cenderung tidak melakukan review pada hasil koreksi sakubun, sehingga mahasiswa tidak mempersiapkan atau mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya.
ANALISIS PENGGUNAAN GAIRAIGO YANG DIIKUTI VERBA SURU (??????????????????) Suhartini, Iin
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KESANTUNAN IMPERATIF BAHASA JEPANG DALAM DRAMA TADA KIMI WO AISHITERU Amelia, Kiki Rizky
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDalam sebuah interaksi pada kehidupan sehari-hari antara penutur dan mitra bicara tidak lepas dari ujaran imperatif. Ujaran imperatif adalah tindak tutur yang membuat seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dalam bahasa Jepang, banyak ragam yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan imperatif. Agar pesan imperatif dapat diterima oleh lawan bicara dengan baik, maka perlu menggunakan strategi kesantunan. Rata-rata pembelajar Bahasa Jepang hanya menggunakan kalimat imperatif yang umum. Berdasarkan hasil analisis, banyak ragam yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan imperatif, baik secara eksplisit maupun implisit . Ragam ujaran imperatif yang digunakan tergantung pada status sosial lawan bicara maupun situasi.In an interaction in daily life, between the speaker and conversation partner can not be separated from speech imperative. Imperative utterances are speech acts that make a person to do or do not something. In Japanese language, a lot of variety that can be used to declare an imperative message. The imperative so that messages can be received by the other person well, it is necessary to use politeness strategies. The average Japanese learners use only imperative sentences are common. Based on the analysis, a wide variety of which can be used to convey messages imperative, either explicitly or implicitly. Variety of speech imperatives that are used depending on the social status of the other person or situation.