cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Niara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PEGAWAI DI KANTOR CAMAT RUMBAI PESISIR KOTA PEKANBARU Prihati, Prihati; Hernimawati, Hernimawati
Jurnal Niara Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang timbul adalah sejak pemindahan kantor kurangnya inovasi yang dilakukan aparatur kecamatan dalam mengelola sarana dan prasarana, seperti belum melakukan renovasi/ tata ruang kantor baik internal maupun eksternal. Kemudian kurang stabilnya penyelenggaraan pemerintahan karena belum mengacu pada rencana tata ruang wilayah. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menganalisis bagaimana budaya organisasi di Kantor Camat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru dan menganalis hambatan budaya organisasi di Kantor Camat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru.Penelitian di lakukan di Kantor Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah aparatur kantor camat. Mereka dipilih karena terjangkau. Camat dijadikan sebagai Key Informan. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Untuk menghimpun data yang diperlukan, maka dipergunakan observasi, wawancara dan kuestioner. Data dianalisi secara deskriftip kualitatif.                 Dari kegiatan penelitian yang dilakukan diketahui budaya organisasi di Kantor Camat Rumbai Pesisir sudah berjalan dengan cukup baik. Karena secara umum, aparatur spilil negara (ASN) di Kecamatan Rumbai Pesisir sudah memahmi pengertian budaya organisasi. Yakni, sebuah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi panutan organisasi sebagai pembeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain atau budaya organisasi juga diartikan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima dan dipahami secara bersama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam aturan perilaku yang terdapat dalam organisasi tersebut.  Kata Kunci: Analisi, Budaya, Organisasi Abstract                     The problems arising from the transfer of the office is the lack of innovation that made the apparatus districts in managing facilities and infrastructure, such as has not been doing renovations / office layout both internal and external. Then less stable governance for not referring to the spatial plan. The objectives to be achieved is to analyze how the organizational culture at the Head Office of Coastal Rumbai Pekanbaru and analyze barriers in organizational culture Rumbai Coastal District Office of Pekanbaru.                    Research done at the District Office Rumbai coastal city of Pekanbaru. The population in this study is the apparatus of the district office. They were selected because it was affordable. Camat serve as Key Informants. The sampling technique used is the census. Sources and types of data in this study are primary and secondary. In order to gather the necessary data, then used observation, interview and questionnaire. Data was analyzed by qualitative deskriftip.                    Of the research activities conducted in the organizational culture known Rumbai Coastal District Office has been running pretty well. Because in general, spilil state apparatus (ASN) in the District Rumbai Coastal already memahmi understanding organizational culture. Namely, a characteristic which is upheld by the organization and being a role model organization as a differentiator between one organization to another or organizational culture is also defined as the values and norms of behavior accepted and understood jointly by members of the organization as a basis in the rules of conduct contained within the organization. Keywords: Analysis, Culture, Organization
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT RUMBAI PESISIR Eka, Eka
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Public services at the district office coastal fringe. The quality of public services can be measured include the following elements: the turnaround time of service, details of fees or tariffs, procedures, facilities and infrastructure. In the implementation of public services in the district during the coastal fringe still constraints in implementing the four elements of the charter, because of the lack of openness to the public, although the sub-district officials had to undertake socialization activities that also involve the public. Although officially a maximum service is 15 minutes, the findings in the field expressed ketidaksusuaian with what has been set. The factors that affect the quality of services at the district office coastal fringe is: 1. Work Motivation bureaucracy and apparatus; 2. The ability of the apparatus; 3.pengawasan / social control; 4. The behavior of bureaucracy / apparatus; 5. Communication, disposition and bureaucratic structure and organizational communication climate and the flow of information; and 6. Restructuring the organization. Keywords: public service, influence factor Abstrak                Pelayanan publik di kantor camat rumbai pesisir. Kualitas pelayanan publik dapat diukur meliputi unsur berikut : waktu penyelesaian pelayanan, rincian biaya atau tarif pelayanan, prosedur pelayanan, sarana dan prasarana. Dalam pelaksanaan layanan publik selama ini di kecamatan rumbai pesisir masih adanya kendala dalam menjalankan keempat unsur terserbut, karena masih kurangnya keterbukaan kepada masyarakat, meskipun aparat kecamatan sudah melakukan kegiatan sosialisasi yang juga melibatkan masyarakat. Meskipun secara resmi pelayanan maksimal adalah 15 menit, temuan di lapangan menyatakan ketidaksusuaian dengan apa yang telah di tetapkan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan di kantor camat rumbai pesisir adalah : 1. Motivasi Kerja Birokrasi dan aparatur; 2. Kemampuan aparatur; 3.pengawasan/kontrol sosial; 4. Perilaku birokrasi/aparatur; 5. Komunikasi, disposisi dan struktur birokrasi serta iklim komunikasi organisasi dan aliran informasi; dan 6. Restrukturisasi organisasi. Kata kunci : layanan publik, faktor pengaruh.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU Astuti, Widia; Irawati, Irawati; Ruslihardy, Ruslihardy
Jurnal Niara Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Keberhasilan pembangunan daerah tentunya dipengaruhi oleh administrasi yang dijalankan oleh daerah tersebut, dimana pelaksanaanya sangat dipengaruhi oleh kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugasnya. Peran aparatur pemerintah lebih cenderung sebagai agen pembaharuan dan pemberdayaan masyarakat tersebut. Oleh karena itu, fungsi pengaturan dan pengendalian yang dilakukan oleh aparatur pemerintah adalah perumusan dan pelaksanaan kebijakan yang berfungsi sebagai motivator dan fasilitator guna tercapainya tujuan pembangunan yang adil dan merata disegala bidang.Kecamatan salah satu ujung tombak pelayanan public harus memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas sehinggah peran kecamatan sebagai salag satu pelayanan masyarakat dapat berdaya guna dan berhasil guna. Kata kunci : Kualitas,pelayanan public Abstract The success of regional development is certainly influenced by the administration run by the area, where the implementation is influenced by the ability of personnel in carrying out their duties. The role of the government apparatus is more likely as an agent of renewal and community empowerment . Therefore , the regulation and control functions are carried out by government officials is the formulation and implementation of policies that serve as a motivator and facilitator in order to achieve development goals of fair and equitable in all bidang.Kecamatan one of the spearheads of public services must provide optimum service quality and sehinggah salag role as a sub-district community service can be efficient and effective . Keywords : Quality, service public
ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA DOKTER OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU Marlinda, Pebriana
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study addresses the need of medical doctors planning process undertaken by theHealth Deparment in Pekanbaru City. So far inventory step in the planning process under taken only limited data collection and the number of qualified doctorsonly, not to the activity analysis and mapping. In addition,the method that used by health office in Pekanbaru City is not standard, so that the number of doctors exceeds national standards, but it is not appropriate qualifications and uneven distribution. This study is a qualitative research to seeks and understand deeply the secondary data from the documents which related the topics, as well as the primary data obtained from interviews with informant of the research as : Chief of medical department, The head of Human resources division and Chief of health section of Health Services and Referral Association.To analyze the planning needs of medical doctors conducted by the Health Departement Pekanbaru city, the author uses the theory proposed by Noatmodjo (2003: 24), namely: inventory, estimate (forecasting), and the planning, monitoring and evaluation. The conclusion of this research is the planning of the medical doctors’ need which has done by health department of Pekanbaru had through steps as follows: inventory, forecasting (estimate), monitoring and evaluation. But there should be strengthened in every steps and also commitment from pekanbaru government, as preparation of the health master plan, minimum standard services, establishes a special a department of planning and standard operational procedure.  Keyword: Planning Needs Analysis of Medical doctors. ABSTRAKTulisan ini membahas proses perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Sejauh ini langkah inventarisasi dalam proses perencanaan yang dilakukan hanya sebatas pendataan jumlah dan kualifikasi tenaga dokter saja, belum sampai pada kegiatan analisis dan pemetaan. Disamping itu, metode yang digunakan belum baku, sehinga jumlah dokter melebihi standar nasional, tetapi kualifikasinya tidak tepat dan distribusi tidak merata.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan memahami dan menggali secara mendalam data-data sekunder yang berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan topic penelitian, serta data-data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan penelitian yaitu: Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Subbagian umum dan Kepegawaian, Kepala Seksi Bagian Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan.Untuk menganalisa perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Noatmodjo (2003:24) yakni: inventarisasi, perkiraan (peramalan), penyusunan rencana dan, monitoring dan evaluasi.Keseimpulan dari hasil penelitian ini adalah perencanaan kebutuhan tenaga dokter yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui langkah-langkah perencanaan yaitu: inventarisasi, perkiraan (peramalan), penyusunan rencana dan, monitoring dan evaluasi. Namun perlu adanya penguatan disetiap langkah-langkahnya dengan adanya komitmen resmi dari pemerintah Kota Pekanbaru, berupa pembuatan Master Plan Kesehatan, Standar Pelayanan Minimum (SPM), pembentukan bagian khusus yang melakukan perencanaan dan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP).Kata kunci: Analisis Perencanaan Kebutuhan Tenaga dokter. Kata kunci: Analisis Perencanaan, Perencanaan dan Tenaga dokter.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIFITAS KINERJA PEGAWAI PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO BARAT KOTA PEKANBARU Saputra, Trio; Marlinda, Pebriana; Sufi, Wasiah
Jurnal Niara Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap efektifitas kinerja pegawai di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya ditingkat puskesmas dalam bentuk pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas, penelitian ini menggunakan metode survey melalui pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada keseluruhan populasi yang dijadikan sampel penelitian yang berjumlah 50 orang pegawai Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dengan menggunkan program spss untuk melihat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen.Hasil analisis data memperlihatkan ada pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan transformasional dengan efektivitas kinerja pegawai puskesmas sidomulyo barat kota pekanbaru. Hal itu ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 1,750 dengan p  =  0,000  <  0,05.  diketahui bahwa nilai R2 (Rsquare) adalah sebesar 0,702. Hal ini berarti besarnya pengaruh dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap efektifitas kinerja pegawai adalah sebesar 70.2% pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan transformasional dengan efektivitas kinerja pegawai memperlihatkan gaya kepemimpinan ini cocok diterapkan di puskesmas tersebut. Bekerjanya fungsi kepemimpinan transformasional ini pada peningkatan efektifitas kinerja berdasarkan upaya pemimpin untuk memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi dalam bekerja sebagai bagian dari organisasi sehingga pegawai mengembangkan kinerja dengan bersama-sama mewujudkan tujuan organisasi. Kata Kunci : Efektifitas Kinerja, Gaya Kepemimpinan Transformasional  Abstract This study aims to identify and analyze the effect of transformational leadership style of the effectiveness of employee performance in PHC Sidomulyo Pekanbaru, Based on Law No. 23 of 1992 on Health which emphasizes the importance of improving the quality of health services, especially the level community health centers in the form of health care cost and quality, this study used survey method with quantitative approach. Primary data were collected by distributing questionnaires to the entire population of the research sample numbering 50 employees Sidomulyo Pekanbaru City Health Center data analysis using simple linear regression by using SPSS program to see the effect of the independent variable on the dependent variable.The results of data analysis showed there was a positive and significant influencetransformational leadership style with health center staff performance effectiveness Sidomulyo western city of Pekanbaru. This is indicated by tcount amounted to 1,750 with p = 0.000 <0.05. note that the value of R2 (Rsquare) amounted to 0,702. This means that the influence of transformational leadership style of the effectiveness of the performance of employees amounted to 70.2% positive and significant effect of transformational leadership style with employee performance demonstrated the effectiveness of leadership style is suitable to be applied in the health centers. The functioning of transformational leadership on improving the effectiveness of performance based leadership efforts to provide motivation to improve performance in working as part of the organization so that employees develop performance by jointly realize the objectives of the organization. Keywords: Effectiveness Performance, Transformational Leadership Style
PROFESIONALISME APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DI KANTOR CAMAT BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU Prihati, Prihati; Harsini, Harsini; Nasution, Sri Roserdevi
Jurnal Niara Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bangsa Indonesia selalu dihadapkan kepada masalah bagaimana membangun pemerintahan yang bersih dan baik (good governance and clean government). Birokrasi yang diharapkan mampu menjadi motivator dan sekaligus menjadi katalisator dari bergulirnya pembangunan, tidak mampu menjalankan perannya sebagai birokrasi modern tidak hanya mengedepankan kemampuan menyelenggarakan tugas dan fungsi organisasi saja tetapi juga mampu merespons aspirasi publik kedalam kegiatan dan program organisasi dan mampu melahirkan inovasi baru yang bertujuan untuk mempermudah kinerja organisasi dan sebagai bagian dari wujud aparat yang profesional.Dalam perspektif administrasi publik Indonesia dikenal berbagai macam patologi yang membuat birokrat atau aparat tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya antara lain adalah rendahnya motivasi untuk melakukan perubahan dan berinovasi. Mengingat urgensitas peran aparatur dalam menyelenggarakan peran dan fungsinya, perlu kiranya dicari dan dirumuskan suatu pendekatan strategis untuk membangun wajah baru aparatur profesional yang handal, tanggap, inovatif fleksibel dan tidak prosedural dalam memberikan pelayanan dan penyelenggaraan pembangunan.Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatlah informan yang sesuai dengan kriteria penelitian. Selanjutnya analisis data melalui interpretasi etik dan emik kemudian dielaborasi dalam kajian tata laksana kepemerintahan sesuai dengan pembahasan yang diteliti.Hasil penelitian responsifitas dan inovasi aparatur Kecamatan Bukitraya baik dalam rangka pelayanan kepada masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas-tugas yang lain sudah mulai mengarah kepada visi dari kecamatan Bukitraya yaitu Terwujudnya Kecamatan Bukitraya Yang Profesional Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pelayanan Kepada Masyarakat, hanya saja belum terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Profesionalisme, Inovasi, Responsifitas. Abstract The Indonesian people are always faced with the problem of how to build a clean government and good (good governance and clean government ) . Bureaucracy is expected to be a motivator and as well as a catalyst of the passing of development, not able to perform its role as a modern bureaucracy not only promote the capacity to organize the tasks and functions of the organization , but also capable of responding to the aspirations of the public into the activities and programs of the organization and is able to bring new innovations aimed at facilitate the performance of the organization and as a part of the manifestation of the professional apparatus.          In the perspective of public administration Indonesia known to a wide range of pathologies that make bureaucrats or officials are not professional in their duties and functions include low motivation to change and innovate.Given the urgency of the apparatus role in organizing role and function , it would need to be sought and formulated a strategic approach to build the new face of professional personnel that are reliable , responsive, flexible and innovative in providing services and procedural development implementation.          This type of research is descriptive qualitative approach , data collection techniques using in-depth interviews and documentation . The selection of informants by using purposive sampling so didapatlah informants in accordance with the criteria. Further analysis of the data through the interpretation of ethics and EMIC is further elaborated in the study of governance in accordance with the governance discussion is being investigated.        The results of the study of responsiveness and innovation apparatus Subdistrict Bukitraya well in order to give service to the community as well as in the implementation of the tasks that others have started to lead to the vision of districts Bukitraya namely the realization of the District Bukitraya The Professionals In The Governance and Service to Society , its just not done optimally. Keywords : Professionalism , Innovation , Responsiveness
FISIBILITAS PILKADA SERENTAK TAHAP II KOTA PEKANBARU PASCA PERMENDAGRI NO 18 TAHUN 2015 Yandra, Alexsander
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT            Feasibility Phase II simultaneous elections in the city of Pekanbaru post-Regulation No. 18 in 2015 affect the population administration and the right to vote of citizens, could be implicated cause some residents do not get a voter card. The Regulation boundary change Pekanbaru and Kampar namely RW 15,16 and 18 villages of three districts of the hill highway intersection that previously pekanbaru region into an area of Kampar. Thus, the Election Commission Pekanbaru as election organizers make an effort assessment mapping and data collection forms of suffrage of citizens in the disputed area in order to participate in the elections. Using descriptive qualitative method with theoretical concept of political interest in the election and Elections To Local as well as data analysis through interpretation of ethics and EMIC is further elaborated in the study of electoral governance in accordance with the discussion of the study. The results of this study demonstrate the efforts made by the Election Commission of Pekanbaru in data collection and mapping of suffrage of citizens in the border area of Pekanbaru and Kampar walk is not optimal for a long period of time but has shown improvement on the sustainability of suffrage in the interests of the election. Furthermore, citizens residence status does not match the expectations of citizens citizens in the response resulted in three RW at the intersection of three villages regarding the status of permanent voters list (DPT) on the elections, simultaneous phase II have a tendency not to vote. Keywords: suffrage, interests and local elections. ABSTRAK Fisibilitas Pilkada serentak tahap II di Kota Pekanbaru pasca permendagri no 18 tahun 2015 berpengaruh terhadap administrasi kependudukan dan hak pilih warga, bisa berimplikasi menimbulkan sebagian warga tidak mendapat kartu pemilih. Permendagri tersebut merubah tapal batas Pekanbaru dan Kampar yaitu RW 15,16 dan 18 kelurahan simpang tiga kecamatan bukit raya yang sebelumnya wilayah pekanbaru menjadi wilayah kampar. Maka, KPUD Kota Pekanbaru sebagai penyelenggara pilkada melakukan upaya asesmen bentuk pemetaan dan pendataan hak pilih warga di daerah yang bersengketa tersebut agar bisa berpartisipasi dalam pilkada. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan konsep teori kepentingan politik dalam pilkada dan Pemilihan Kepada Daerah serta analisis data melalui interpretasi etik dan emik kemudian dielaborasi dalam kajian tata laksana kepemiluan sesuai dengan pembahasan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan upaya yang dilakukan oleh KPUD Kota Pekanbaru dalam pendataan dan pemetaan hak pilih warga di daerah perbatasan Pekanbaru dan Kampar berjalan belum optimal untuk jangka waktu yang panjang namun sudah menunjukan perbaikan terhadap keberlanjutan hak pilih sementara untuk kepentingan pilkada. Selanjutnya status kependudukan warga tidak sesuai dengan harapan warga berakibat respon warga masyarakat di tiga RW di kelurahan simpang tiga terkait status daftar pemilih tetap (DPT) pada pilkada serentak tahap II memiliki kecendrungan untuk tidak memilih. Kata Kunci: Hak pilih, Kepentingan dan Pilkada.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DI FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU Mirad, Abdul; Nurpeni, Nurpeni; Nielwaty, Elly
Jurnal Niara Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas  Lancang Kuning Pekanbaru,Dengan jangka waktu Penelitian 3 (tiga )  Bulan. Dimana populasi dan sampelnya berjumlah 42  orang terdiri dari mahasiswa semesterVII kelas pagi Fia Unilak.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data ,  pengalaman masa lalu,keyakinan,dan pengalaman orang lain Konsep teori yang digunakan menggunakan konsep Vincent Gaspers.  Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini didanai oleh Fakultas Ilmu Administrasi dengan dana  serjumlah 3 (tiga ) Juta rupiahHasil penelitian tentang Persepsi Mahasiswa Tentang Mata Kuliah Kewirausahaan Di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru adalah Cukup Baik dengan tanggapan sebanyak 18 responden atau 41,67 % memberikan tanggapan Cukup Baik dimana indikator yang paling dominan adalah pengalaman masa lalu sebanyak tanggapan 19 responden atau 42,52 %  Saran dalam penelitian ini adalah Untuk menciptakan dan memberikan pandangan kepada responden yang merupakan kader-kader muda dalam berusaha untuk menjalankan bisnis wirausaha yang diinginkan mengingat ketatnya persaingan dunia kerja sehingga berwirausaha merupakan salah satunya jalan yang harus ditempuh.dan Kepada semua pihak agar dapat bekerja sama membentuk kader wirausaha yang handal di lingkungan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Kata kunci :persepsi mahasiswa, kewirausahaan Abstract                 This research was held at the Faculty of Administrative Sciences Lancang Kuning Pekanbaru, with a period of study of 3 (three) months. Where the population and the sample amounted to 42 people consisting of morning class students of semester VII Fia Unilak. The sampling technique are using census. Type of data that collected in this study includes data, past experiences, beliefs, and experiences of others. the theoretical concepts using the concept of Vincent Gaspers. Analysis of the data in this study is using qualitative descriptive analysis. The research was funded by the Faculty of Administration with funds in the amount of three (3) million rupiah.The results of research on Student Perceptions About Course Entrepreneurship In the Faculty of Administrative Sciences Lancang Kuning Pekanbaru is Pretty Good with responses as many as 18 respondents or 41.67% that responded Pretty Good which is the most dominant indicator of past experience as much as 19 respondents or 42 responses , 52%. Suggestions in this research is to create and provide views of the respondents who are young cadres in trying to run a business entrepreneur which must to remember the intense competition in the world of work so that entrepreneurship is the one of ways to go. And to all parties to work together to form a cadre of entrepreneurs who are reliable in the Lancang Kuning University Pekanbaru Keyword : Student Perceptions, Entrepreneurship
PRINSIP - PRINSIP GOOD GOVERNANCE DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA PEKANBARU Dailiati, Surya; Hernimawati, Hernimawati; Sudaryanto, Surdayanto
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Public agencies that provide public services accountable, transparent, accessible, easily accessible information is a public instasi some traits that have applied the principles of good governance. Office of Population and Civil Registration Pekanbaru is the public agency that organizes public services in the field of population and civil registration, including the service of National Identity Card, Family Card, registration and issuance of birth certificates and death. This study aims to determine how the Principles of good governance. This research is a qualitative descriptive study. The sampling technique used was purposive sampling technique. Data collection technique used observation and interview and questionnaire. The data used in this study is the apparatus of the state and civil society is managing the administration. The data obtained were analyzed using descriptive analysis technique that consists of data reduction, data presentation and conclusion.Based on the research that the application of the principles of good governance is good but there are some that need to be improved. Namely, equality and the supremacy of law. For that we need an improvement in some aspects.  Keywords: Principles, Good Governance , Public Agencies  ABSTRAK Instansi publik yang memberikan pelayanan publik yang akuntabel, transparan, mudah dijangkau, informasi mudah diakses merupakan beberapa ciri instasi publik yang telah menerapkan prinsip good governance. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru merupakan instansi publik yang menyelenggarakan pelayanan publik dibidang kependudukan dan pencatatan sipil, diantaranya adalah pelayanan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, pencatatan dan penerbitan akta kelahiran serta kematian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prinsip -prinsip good governance.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta kuesioner.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah aparatur sipil negara dan masyarakat yang mengurus administrasi.Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan teknik analisis deskriftif yang terdiri dari reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan penelitian bahwa penerapan prinsip-prinsip good governance sudah baik tetapi ada beberapa yang perlu ditingkatkan.Yakni, kesetaraan dan tegaknya supremasi hukum.Untuk itu perlu adanya peningkatan pada beberapa aspek. Kata kunci : Prinsip, Good Governance, Instansi Publik
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BATAM Riyanda, Riko
Jurnal Niara Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Niara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Reforms will be able to meet the demands of the public, especially related to the improvement of the quality of public services, but it is still far from reality. Including services are provided by the Department of Population and Civil Registration Batam still not yet optimal. It is characterized by the many complaints from people who are not satisfied with the service that is given by the Department of Population and Civil Registration Batam.The approach used in this study is a qualitative approach. Type of research is descriptive.Methods of data collection is done by observation and documentation, informant selection technique is done by purposive sampling, data analysis performed by data reduction, data presentation and conclusion.The research found that investigators found the constraints of service in terms of Batam City Disdukcapil tangible, asurance and reability still not optimal. The cause is a factor of human resources and infrastructure, and systems that are not transparency. While the factors supporting online data base nationally integrated very helpful in order to avoid double data residence documents.Keywords: Public Service, Dimension Satisfaction Services AbstrakReformasi akan dapat memenuhi tuntutan masyarakat terutama berkaitan dengan perbaikan kualitas layanan publik, namun harapan itu dianggap masih jauh dari kenyataan. Termasuk pelayanan yang di berikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam masih belumlah optimal. Hal ini ditandai dengan masih banyak keluhan dari masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang di berikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam. Tujuan dalam penerlitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat dan penumjang proses pelayanan publik yang dilayani oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi, teknik pemilihan informan dilkukan dengan purposive sampling, teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peneliti menemukan kendala pelayanan di Disdukcapil Kota batam dari segi tangible, asurance dan reability masih belum optimal. Penyebabnya adalah sumber daya manusia dan faktor sarana dan prasarana serta sistem yang tidak tranparansi.Sedangkan faktor pendukung data base online terintegrasi secara nasional sangat membantu agar tidak terjadi data ganda dokumen kependudukan. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Dimensi Kepuasan Pelayanan