Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Articles 37 Documents
Silver Rasbora Bekasam Using Various Processed Rice on Microbiological and Organoleptic Properties

Priyanto, Anugerah Dany

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.407 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v2i2.3039

Abstract

Silver rasbora fish is a fresh fish that is often found in the traditional market, but the product has decreased in quality during its distribution chain. Bekasam is a spontaneous fermented fish product by adding salt as microorganism selective material and rice as source of carbohydrates for expected microorganisms. Aims of this study were to innovate silver rasbora fish processing into bekasam and explore various kinds of processed rice as fermentation media. This study was used by a completely randomized design (CRD) with factor was processed rice, particulary uncooked rice, cooked rice, karak, and nasi aking that given to fish by 50% (w/w). Observations were made on fresh silver rasbora fish and bekasam to compare the quality of fermented products. The observed parameters included total lactic acid bacteria and organoleptic. The results showed that processed rice had significantly effect on total LAB toward bekasam (P <0.05). Total LAB of bekasam which were fermented by various kinds of processed rice which can classified as probiotic food between 8.12-8.75 log CFU / g. Likewise on the organoleptic properties had significant effect (P <0.05). The best product was obtained from the bekasam using karak as fermentation media. The bekasam had total LAB of 8.12 log CFU / g and also had organoleptic properties with a high level of preference compared to the others. Hopefully, this research can increases the added value of silver rasbora fish and better quality than fresh products.

Kajian Penggunaan Spinner Terhadap Komposisi Kimia Wader Krispi Study of Using Spinner Machine to The Chemical Composition of Wader Krispi

Dewi, Eko Nurcahya

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.103 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1878

Abstract

Wader krispi merupakan salah satu produk diversifikasi ikan wader yang banyak diproduksi di Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan spinner terhadap kandungan gizi dan parameter oksidasi wader krispi dibandingkan dengan tanpa penggunaan spinner. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penggunaan spinner dapat menurunkan kadar air, kadar abu, kadar lemak, yaitu masing-masing 4,61%, 4,88%, dan 3,48%. Sedangkan kadar protein mengalami peningkatan yaitu 32,1% dibandingkan dengan wader krispi tanpa penggunaan spinner. Penggunaan spinner pada wader krispi juga menurunkan PV dan TBA sebagai parameter oksidasi, yaitu 4,47 meq/kg dan 0,04 malonaldehid/g.

Uji Kelayakan Air Minum Isi Ulang Di Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu Riau

Wahyuni, Rizwana

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.902 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1365

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menguji kualitas air minum isi ulang dan mengetahui cemaran apa saja yang ditemukan pada air minum isi ulang yang sesuai dengan Mutu Standar Nasional Indonsia (SNI). Metode Penelitian menggunakan teknik sampel jenuh yaitu seluruh populasi depot air isi ulang dijadikan sampel sebanyak 21 sampel dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu menampilkan data hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tabel lalu dibandingkan dengan standar SNI. Parameter Penelitian yaitu Bau dan Rasa, Zat Padat Terlarut, dan pH. Dari 21 Sampel yang di uji di Laboratorium Lingkungan Hidup Pasir Pengaraian hanya 7 sampel yang belum memenuhi SNI, selebihnya tidak memenuhi SNI. Depot pengisian air minum isi ulang yang belum memenuhi SNI disarankan untuk memperbaiki kualitas produk air minum isi ulang yang dihasilkan, karena sebagian besar depot pengisian air minum isi ulang memiliki masalah yang berhubungan dengan pH yang rendah. Untuk dapat meningkatkan pH yang rendah sebaiknya pemilik depot air minum isi ulang memperhatikan bahan baku air yang digunakan.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI PEPTIDA KASEIN SUSU KAMBING HIDROLISIS OLEH PAPAIN TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF GOAT MILK CASEIN PEPTIDES HYDROLYZED BY PAPAIN ENZYME TOWARD Pseudomonas aeruginosa

Lestari, Diana

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.848 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1914

Abstract

AbstrakSusu kambing mengandung sekitar 3.4% protein, termasuk di dalamnya peptida bioaktif. Peptida bioaktif (contohnya peptida antibakteri) adalah fragmen protein spesifik yang bermanfaat bagi fungsi tubuh manusia dan bisa diperoleh melalui proses hidrolisis enzimatik. Penelitian mengenai peptida bioaktif dari susu kambing Indonesia masih belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil protein dan peptida dari kasein susu kambing Etawa yang dihidrolisis oleh papain dan menganalisis aktivitas antibakteri peptida terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kasein diisolasi dari susu kambing segar dan dihidrolisis selama 0, 1, 3, 10, dan 15 menit pada 500C dengan papain. Profil protein dan peptida dianalisis dengan metode Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) (konsentrasi gel 20%). Hasil analisis menunjukkan bahwa pita protein hasil hidrolisis menjadi semakin tipis seiring dengan bertambahnya waktu hidrolisis. Aktivitas antibakteri dari isolat kasein dan peptida hasil hidrolisis dianalisis menggunakan microplate reader selama 24 jam. Hasil analisis menunjukkan Isolat kasein dan peptida 3 menit menunjukkan aktivitas antibakteri dengan memperpanjang fase lag yang paling baik terhadap terhadap P. aeruginosa dibandingkan peptida lainnya. Kata kunci : antibakteri, kasein, peptida antibakteri, SDS-PAGE, susu kambing AbstractGoat milk contains approximately 3.4% protein, including bioactive peptides. Bioactive peptides (as example antibacterial peptides) are specific protein fragments that have beneficial effect for human body functions and can be obtained by enzymatic hydrolysis process. Research about bioactive peptides from Indonesian goat milk is still a few that has been reported. Therefore the objectives of this research were to analyze protein and peptides profile from Etawa goat milk casein hydrolyzed by papain, and to analyze antibacterial activity of the peptides toward Pseudomonas aeruginosa. Casein was isolated from fresh goat milk and hydrolyzed for 0, 1, 3, 10, and 15 minutes at 500C by papain. Protein and peptides profile were analyzed by Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) method (20% gel). The results showed that protein bands of hydrolyzed casein were getting thinner as the hydrolysis process time increased. Antibacterial activity of casein isolate and hydrolyzed peptides were analyzed by using microplate reader for 24 hours. The results showed that casein isolate and peptides could inhibit the bacterial growth by extending the lag phase of bacterial growth. The casein isolate and peptides hydrolyzed for 3 minutes has the best antibacterial activity toward Pseudomonas aeruginosa. Keywords: antibacterial, antibacterial peptides, casein, goat milk, SDS-PAGE

Karakteristik Kimia, Fisik, dan Sensori Ikan Bandeng Presto dengan Lama Pemasakan yang Berbeda

Kurniasih, Retno Ayu

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.039 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1816

Abstract

Komposisi kimia serta karakteristik bandeng presto yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh alat pressure cooker yang digunakan serta lama pemasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan yang berbeda dalam pressure cooker kapasitas 50 kg terhadap organoleptik, kandungan gizi, dan tekstur bandeng presto yang dihasilkan serta mengetahui lama pemasakan yang tepat. Ikan bandeng dimasak dengan pressure cooker dengan lama pemasakan yang berbeda, yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Lama pemasakan ikan bandeng yang berbeda dalam pressure cooker kapasitas 50 kg dapat mempengaruhi nilai organoleptik, proksimat, dan kekerasan bandeng presto. Semakin lama proses pemasakan sampai dengan 4 jam, dapat meningkatkan nilai organoleptik terhadap parameter kenampakan, bau, dan rasa bandeng presto. Selain itu, juga dapat meningkatkan kadar air, protein, lemak, dan abu serta menurunkan nilai kekerasan bandeng presto. Dengan demikian, lama pemasakan yang tepat adalah 4 jam. Bandeng presto dengan lama pemasakan 4 jam memiliki nilai kenampakan 8,57 ± 0,67, bau 8,37 ± 0,56, rasa 8,63 ± 0,49, kadar air 52,38 ± 1,03 %, kadar protein 18,05 ± 0,15 %, kadar lemak 5,46 ± 0,15 %, kadar abu 2,31 ± 0,13 %, dan kekerasan 428,709 ± 139,34 kgf.

Pengaruh Penstabil Terhadap Karakteristik Fisikokimia Cookies

Ferdiansyah, M Khoiron

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.906 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penstabil terhadap karakteristik fisikokimia cookies. Percobaan menggunakan rancangan faktorial RAL  yang tersusun atas dua faktor, yaitu jenis dan konsentrasi penstabil. Penambahan penstabil CMC dan gum arab  mempunyai pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia produk cookies, khususnya kadar air dan nilai tekstur. Semakin tinggi konsentrasi penstabil maka kadar air cookies cenderung meningkat dan nilai tekstur menunjukkan tren menurun. Penambahan penstabil tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecerahan (nilai L) cookies. Penambahan penstabil CMC menghasilkan cookies dengan nilai tekstur yang lebih tinggi dibandingkan dengan penstabil gum arab Kata kunci: penstabil, cookies, karakteristik, fisikokimia 

PERLAKUAN PADA ROTI GANDUM UNTUK MENURUNKAN INDEKS GLIKEMIKNYA

Muflihati, Iffah

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.851 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2080

Abstract

Roti gandum umumnya memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi sehingga sering digunakan sebagai sampel standar dalam penelitian yang kemudian dibandingkan dengan produk makanan lain yang diteliti. Beberapa inovasi telah dilakukan untuk menurunkan nilai indeks glikemik pada roti gandum. Review ini akan membahas treatment yang dilakukan untuk menghasilkan produk roti dengan indeks glikemik yang lebih rendah, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan.

Energi Aktivasi Perubahan Nilai Free Fatty Acid pada Abon Ikan Lele Dumbo (Clarias sp) Selama Penyimpanan

anggo, apri dwi

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.131 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1834

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya bau tidak enak pada abon ikan adalah terakumulasinya senyawa free fatty acid (ffa) akibat proses hidrolisis dari lemak pada abon tersebut. Perlakuan panas selama penyimpanan abon akan semakin memicu terbentuknya ffa sehingga baunya akan semakin tidak enak. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan fenomena perubahan kualitas abon lele dumbo dari parameter nilai ffa sebagai akibat perlakuan suhu dan waktu, dengan cara mencari nilai energi aktivasi perubahan nilai ffa tersebut. Materi yang dipelajari adalah abon ikan lele dumbo (Clarias sp). Peralatan yang digunakan adalah container penyimpan abon yang telah didesain pada suhu tertentu yaitu 10, 25, 35 dan 45oC. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-1, 8, 16, 24 dan 32. Metode penentuan energi aktivasi dengan pendekatan metode Arrhenius berdasarkan parameter perubahan nilai ffa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju peningkatan nilai ffa terjadi seiring dengan pertambahan waktu dan suhu penyimpanan. Hasil perhitungan energi aktivasi pada reaksi orde pertama diperoleh nilai 22,97 kj/mol dengan faktor frequensi (ko) sebesar 211,706 (1/hari). Model persamaan Arrhenius yang diperoleh adalah k= 211,706. e(-22,97/RT).

Stabilitas dan Bioavalaibilitas In Vitro Zat Besi Sebagai Fortifikan Dalam Bumbu Mi Instan

primasari, alina

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.015 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1364

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan prevalensi anemia berat. Salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui fortifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis fortifikan zat besi dan tingkat fortifikasi yang digunakan dalam bumbu mi instan, serta mengukur stabilitas dan bioavailabilitas zat besi selama penyimpanan.Fortifikan yang digunakan adalah fero fumarat (FF) atau fero sulfat (FS) sebanyak 1500 ppm. Setelah penyimpanan selama enam minggu, kadar air bumbu mi meningkat dari 1.58% menjadi 2.05% untuk kontrol, 1.44% menjadi 2.08% untuk FF, dan 1.40% menjadi 1.89% untuk FS. Warna bumbu mi stabil selama penyimpanan. Analisis sensori menunjukkan bahwa aroma, dan warna bumbu mi stabil. Kadar zat besi setelah 6 minggu 88.4% untuk FS dan 89.5% untuk FF. Bioavailabilitas in vitro zat besi tidak berubah secara signifikan setelah penyimpanan.

Pendugaan Umur Simpan Keripik Tempe Sagu Menggunakan Pengemas Plastik PP dengan Metode Arrhenius

Afriyanti, Afriyanti

Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.94 KB) | DOI: 10.26877/jiphp.v1i1.1353

Abstract

Keripik tempe sagu adalah salah satu bentuk alternatif modifikasi pengolahan tempe.  Produk ini mudah rusak oleh udara dan kelembaban lingkungan sehingga dibutuhkan pengemas yang cocok agar produk lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama umur simpan produk keripik tempe sagu yang selama ini diproduksi dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), dengan menggunakan pengemas plastik polipropilen.  Keripik tempe sagu yang digunakan berasal dari produsen di Tawangsari Sukoharjo.  Desain penelitian yang digunakan adalah pendugaan umur simpan dengan penyimpanan pada tiga suhu yang berbeda yaitu 50C; 270C; dan 500C.  Produk dianalisis setiap 6 hari sekali selama satu bulan.  Analisis produk yang dilakukan adalah pengukuran kadar air dan kadar asam lemak bebas (FFA).  Hasil penelitian menunjukkan keripik tempe sagu yang disimpan dengan pengemas plastik PP memiliki umur simpan selama 91 hari atau sekitar 3 bulan.

Page 1 of 4 | Total Record : 37