KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -
Articles 237 Documents
EFEK EKSPLOITASI MEDIA MASSA TERHADAP POPULARITAS PRESIDEN AMERIKA SERIKAT BARACK OBAMA DI KALANGAN AKTIVIS MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR

Kartika, Nanda Sukmawati

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.853 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap isu populeritas Obama dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat dari tahun 2009 hingga 2013, dan pengaruh berita-berita yang dieksploitasi terhadap pendapat para aktivis mahasiswa di Makassar.  Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif  melalui analisis data yang direduksi, dipresentasikan, dan disimpulkan yang diperoleh darin hasil interview. Para informan adalah para mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, Universitas Muslem Indonesia, Universitas 45, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Unit analisisnya adalah berita-berita media massa tentang Obama dari pertengahan tahun 2008 sampai awal tahun 2009 dan tipe issu yang menyangkut tentang identitas ras Obama, latar belakang kehidupan Obama, Pandangan dunia Islam, dan masa anak-anak Obama di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan media massa memiliki pengaruh yang signifikan meski dalam jumlah kecil kapan saja masyarakat memperoleh informasi  secara kontinyu. Penelitian ini juga menemukan bahwa media massa memiliki pengaruh yang kuat terhadap pendapat para aktivis mahasiswa misalnyta dari televisi, internet, dan surat kabar. Dari aspek kategori sosial terhadap pendapat para aktivis mahasiswa cenderung sama terhadap pengaruh media.ABSTRACTThis research aims to find out the effect of mass media on the siginificant of issues of Obama’s popularity in the US President election from 2009 to 2013 and the effect of news exploitation in the form of student activist’s opinion in Makassar. This research was descriptive qualitative study through analysis of data reductiuon, data presentation, and data conclusion obtained through interview. The informans were student from Hasanuddin University, Indonesian Moslem University, 45 University, Makassar State University, Alauddin State Islamic University of Makassar. The unit of analysis were mass media news on Obama from mid 2008 to early 2009 and types of issues on Obama’s racial identity, Obama background, and Moslem world, Obama’s childhood in Indonesia. The result show that mass media have a significant effect even in a small amount when the public was informed continually . It is also found that certain mass media give strong effect to student activist’s opinion such as television, internet, and newspaper. Then social categories in sama level in this case Makassar student activist’s tent to have similar response to media effect. 

OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERANAN POLISI SEBAGAI PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN KONFLIK KOTA MAKASSAR

Buluara, Adi Jaya, Cangara, Hafied, Fatimah, Jeanny Maria

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.068 KB)

Abstract

Abstract Public figures are representative of the community itself because he was acting on behalf of the public or opinion leaders in his name so that people become essential for the police in carrying out its role as protector and waiter society. The aim of the research was to determine the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community in the conflict prone areas of Makassar City. The research was conducted in Makassar District and Tamalate District. The data were presented qualitatively in narrative forms. The methods of obtaining the data were observation and interview and other relevant data. The results of the research indicate that the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community are manifested when they are overcoming and guarding against conflicts. The protection perceived by community is their actions to drive the community who are conflicting and guard on-site brawl, while the form of service perceived by the community is quick response from the police based on the report from the community. The opinion from public figures is the main reference to fulfill the need of police force especially related to the fulfillment of facilities supporting polices tasks in the field. It is also initial information in investigating the root of conflict among groups in the society which has implications on the actions of professional and accountable police force.Abstrak Tokoh Masyarakat merupakan representatif dari masyarakat sendiri karena dia bertindak mewakili masyarakat atau mengatasnamakannya sehingga opini tokoh masyarakat menjadi hal yang esensi bagi kepolisian dalam melaksanakan perannya sebagai pelindung, Pengayom dan Pelayan mayarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelndung, pengayom, dan pelayan masyarakat di daerah rawan konflik Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Makassar dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini toko masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat diwujudnyatakan dalam kehadirannya pada saat mengatasi ataupun mencegah terjadinya konflik. Bentuk perlindungan yang dirasakan masyarakat adalah tindakan polisi menghalau warga yang bertikai dan melakukan penjagaan di lokasi tawuran. Bentuk pengayoman diaplikasikan dengan memberikan pembinaan kepada warga, baik orang tua maupun anak muda di wilayah rawan konflik. Adapun bentuk pelayanan dapat dirasakan dengan respon yang cepat polisi terhadap laporan masyarakat. Opini tokoh masyarakat menjadi referensi utama dalam pemenuhan kebutuhan lemabaga kepolisian, khususnya terkait pemenuhan akan fasilitas yang menunjang tugas kepolisian di lapangan. Selain itu, merupakan informasi awal dalam menemukan akar maslah konflik antarkelompok di masyarakat, yang tentunya berimplikasi terhadap tindakan kepolisian yang profesional dan akuntanbel. 

K’ POLA PENGLIBATAN DAN IMPAK KOMUNIKASI PARA ULAMA MENCEGAH KONFLIK DALAM MASYARAKAT

Siagian, Haidir Fitra

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.988 KB)

Abstract

Abstrak Kertaskerja ini membincang tentang pola penglibatan dan impak komunikasi para ulama dalam guna mencegah konflik dalam masyarakat. Konflik yang berlaku di dalam kumpulan masyarakat lebih disebabkan kerana faktor tidak puas hati yang dirasakan oleh masyarakat atas aspek pembangunan yang dijalankan oleh pihak kerajaan. Ketidakpuasan ini bermula kerana masyarakat menganggap bahawa pembangunan yang dilaksanakan tidak membawa manfaat bagi mereka, justeru memberikan kesan yang sangat negatif. Sebelum melaksanakan pembangunan, baik pembangunan fizikal mahupun nonfisik, kerajaan sepatutnya melibatkan masyarakat melalui tokoh-tokohnya, seperti ulama dan pemimpin pendapat lain (opinion leader). Penglibatan ulama dalam pembangunan bermula dari tahap perancangan sehingga tahap pemanfaatan. Penglibatan ini diperlukan untuk memastikan sama ada pembangunan terbabit dikerjakan sesuai dengan asas pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan dalam pelaksanaan pembangunannya telah berdasarkan kepada perancangan semula dan tidak ada unsur manipulasi. Manakala pembangunan yang dilaksanakan dengan tahap seperti ini, maka kemungkinan untuk terjadinya konflik mahupun kekerasan daripada masyarakat boleh dicegah.Abstract This paper discusses the impact of involvement and communication patterns of the Islamic scholars in a conflict prevention of a society. A conflict could happen as a result from unsatisfied development process undertaken by the government. This disappointed feeling started because people assume that the development is not beneficial for them and that it even result in a very negative effect. Before carrying out development, both physical and non-physical, the government should engage the community through a public respectful figure such as religion leaders and other opinion leaders. These leaders should be involved in the development from the planning stage up to the level of utilization. This involvement is urgent, especially to ensure that the development is done based on the welfare of society need. It is also needed to assure that the implementation of development was based on the plan and there is no element of manipulation. If the development is undertaken in this way, conflict and violence in society can be prevented. 

OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN SEBAGAI CENTER POINT OF INDONESIA (CPI)

Kamaruddin, Kamaruddin, Cangara, Hafied

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.806 KB)

Abstract

Abstract The Association of Indonesian Municipalities (APEKSI) which is formed in 2000 aimed to bridge the interests and needs of the city level. The association acts as a unifying, facilitation, mediation and city governments in managing and organizing their governance. This study aims to understand the perspective of the organization APEKSI in communication, both in the review of information systems and communication networks. This type of research is qualitative. The results showed that the system uses the information in APEKSI most mobile and sms, but not so with the use of social media. APEKSI communication network in such activities seminars, workshops, technical assistance, and other activities ensure the sustainability of APEKSI. It can be concluded that membership in APEKSI have followed the dynamics of the development of information technology and structured communications networks.Abstrak Pembangunan megaproyek Center Point Of Indonesia (CPI) tidak lepas dari sebuah masalah dan kritikan, mulai dari anggaran yang besar hingga pembebasan lahan yang kerap kali menjadi masalah utama, bahkan ada yang menganggap sebagai komoditas politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI), dan untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPI merupakan suatu issue yang menyangkut kepentingan umum dengan demikian memunculkan berbagai opini masyarakat sehingga mega proyek ini tidak lepas dari pro kontra mengenai dampaknya terhadap ekonomi dan lingkungan. Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI) menunjukkan bahwa konsepsi Center Point Of Indonesia berawal dari satu keinginan bagaimana memulai dan menciptakan satu peradaban baru yang tidak hanya bermanfaat untuk masa sekarang tetapi juga untuk kemaslahatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Center Point of Indonesia (CPI) merupakan megaproyek yang mendapatkan perhatian dari tokoh masyarakat dengan menuai pro dan kontra. 

WACANA KRITIS BERITA ONLINE KASUS PENYADAPAN PEMBICARAAN TELEPON ELIT INDONESIA OLEH AGEN RAHASIA AUSTRALIA

Putra, Aditya, Cangara, Hafied

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.62 KB)

Abstract

Abstract News on online portal has advantages over news on conventional media in constructing reality and affecting the audiences. This research aims to analyze online text news about Indonesian’s political elites phone-tapping by Australian intelligence agency in Indonesian and Australian online news portal. This research uses text analyzing technique with interpretative explanation application. Data collection were done by observation on four online news portals, and then continued by data selection in the form of related news text. This news text is acquaired by using search engine in the internet. Collected data then being analyzed using Van Dijk Critical Discourse Analysis to apprehend the social discourses constructed by the online news portals, ideologies behind it, and the impact of those news publication on Indonesia-Australia diplomatic relationship. The results of this research indicates that there is a difference in discourses between Australia and Indonesia’s online news portal regarding the phone-tapping of Indonesia’s political elites by the Australian intelligence agency. Reality construction which is built by those news portals shows some differences, caused by disparities of press system and communication cultures between the two nations. Besides that, media ideologies also affects that phone-tapping publication. Those news publication in the process inflicts reaction on the people of the two nations, which affects the diplomatic relations between the two country.Abstrak Berita pada portal berita online memiliki kelebihan dibandingkan berita pada media konvensional dalam menkonstruksi realitas dan mempengaruhi para pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita mengenai kasus penyadapan para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia pada portal berita online nasional di Indonesia dan Australia. Penelitian ini menggunakan teknik analisis teks dengan aplikasi interpretatif eksplanasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada empat portal berita online, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan data berupa teks berita yang terkait. Teks berita ini diperoleh dengan menggunakan search engine pada internet. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Van Dijk untuk menangkap konstruksi wacana sosial yang ingin dibangun oleh keempat portal berita online tersebut, ideologi yang berada dibaliknya, dan pengaruh berita tersebut terhadap hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Indonesia dengan wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Australia mengenai kasus penyadapan isi pembicaraan telepon para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia. Konstruksi realitas yang dibangun antara portal tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini disebabkan oleh sistem pers dan budaya komunikasi yang berbeda antara kedua negara. Selain itu, ideologi media juga mempengaruhi pemberitaan kasus penyadapan tersebut. Pemberitaan tersebut kemudian menimbulkan reaksi pada masyarakat kedua negara, yang pada kelanjutannya berpengaruh terhadap hubungan diplomatik antara kedua negara. 

JILBAB SEBAGAI SIMBOL KOMUNIKASI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN (Studi Komunikasi Nonverbal)

Risnayanti, Besse, Cangara, Hafied

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.2 April - Juni 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.746 KB)

Abstract

AbstractThis research is a study of nonverbal communication behaviors of students covered by a descriptive qualitative. Inthis study obtained of 145 studens which wearing veil as a sample, withc cluster sampling technique in which aquota sample drawn by the percentage of 2% of each faculty. To obtain data conducted by distributingquiestionaries, in depth interviewes, direct observation and literature study, then analyzed qualitatively. Discussionof this research uses the concept of nonverbal communication and the concept of symbolic interactionism byBlumer. Result showed that student’s view on the hijab covering ideology, adaptation and identity. From the contextof Islamic ideology, “Clothes are mandatory for Muslims who have entered legally Baligh, because the commandsare written clearly covered in the Qur’an, where Muslim women are prohibited from revealing private parts exceptthe face and hands.” From the context of identity, “just as life-style headscarf.” More students to consider problemsand models wearing the headscarf that matched rather than syar’i according to Islam, and the trend is more the issuethan the issue of religious obligation. From the context of adaptation, ‘significant other’ very influental on thebehavior of students wearing the hijab as parents and family, and veiled student behavior based on a communityreference group. Students inclined have as a friend that similarity through ideology, vision in veil, hobby or style:“cognitive consistency”. AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa Universitas Hasanuddinmemakai jilbab dari aspek komunikasi non-verbal. Penelitian dilakukan dengan metodi deskriptif kualitatif denganmelibatkan 145 orang mahasiswi pemakai jilbab sebagai sampel, yang dilakukan dengan cara cluster samplingdengan quota 2 persen pemakaian jilbab tiap fakultas. Data diperoleh melalui angket yang diedarkan, wawancaramendalam, pengamatan langsung, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara kualitatif. Pembahasan yangdilakukan dalam penelitian ini memakai konsep komunikasi non-verbal (isyarat) dan konsep interaksi simbolik dariBlumer. Hasilnya menunjukkan bahwa para mahasiswa yang memakai jilbab memiliki makna ideologi, penyesuaiandan jati diri. Dari konteks ideologi, Islam melalui Al-Qur’an mewajibkan kepada muslim perempuan yang sudahbaligh dilarang memperlihatkan bagian tubuh yang bersifat pribadi kecuali muka dan tangan. Dari konteks adaptasi(penyesuaian) para mahasiswi yang berjilbab banyak dipengaruhi oleh lingkungan, kelompok, dan komunitas sepertiorang tua dan keluarga. Sedangkan dari aspek jati diri, nampaknya selain sebagai simbol muslim juga sebagaiperilaku yang lebih sopan dalam berpakaian.

OPINI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMBAHARUAN DAN KEPEMIMPINAN BUPATI NURDIN ABDULLAH DALAM MEMAJUKAN BANTAENG SEBAGAI KOTA INDUSTRI DAN WISATA

Syah, Darmawan, Cangara, Hafied, Sultan, Muhammad Iqbal

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.111 KB)

Abstract

Abstract Public’s opinions are very important for democratic social life. Leader’s success can be found by the opinions that made by public. This study aims to find out the opinions and attitudes towards innovation and leadership in advancing the Regent Nurdin Abdullah Bantaeng as industrial cities and attractions, as well as the factors that influence the opinion. This study used a qualitative descriptive approach with the study subjects consisted of 38 people Bantaeng people who come from different backgrounds. Data were collected through direct observation and interview. then analyzed the data using triangulation techniques. The results showed that all informants that is the subject of this study support program Bantaeng advance as an industrial city and sightseeing. This is one solution to improve the original income Bantaeng oriented to the improvement of public welfare. In addition, factors that affect the leadership of Nurdin Abdullah is hard work fruitful achievements, and contribution of the media in shaping the image Bantaeng.Abstrak Opini publik sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang demokratis. Keberhasilan seorang pemimpin dapat diketahui dari opini publik yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini dan sikap masyarakat terhadap pembaharuan dan kepemimpinan Bupati Nurdin Abdullah dalam memajukan Bantaeng sebagai kota industri dan wisata, serta faktor yang mempengaruhi opini tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian terdiri dari 38 orang masyarakat Kabupaten Bantaeng yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan yang menjadi subjek penelitian ini mendukung program memajukan Kabupaten Bantaeng sebagai kota industri dan wisata. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Nurdin Abdullah adalah kerja keras yang berbuah prestasi, dan kontribusi media dalam membentuk citra Kabupaten Bantaeng. 

ISU STRATEGIS KOMUNIKASI POLITIK DI KALANGAN ELITE DAERAH DALAM PROSES PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU TENGAH

Umar, Ibrahim, Cangara, Hafied

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.215 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) isu aktual apa saja diinginkan oleh elite daerah terkait pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, dan (2) peran elite daerah dalam mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu, terkhusus di wilayah calon Kabupaten Luwu Tengah dan di wilayah Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memfokuskan pada deskripsi tentang isu strategis di kalangan elite daerah pada proses pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, dan yang menjadi data kualitatifnya adalah hasil wawancara dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan cara melukiskan atau menggambarkan (deskripsi) sejumlah variabel yang berkenaan dengan isu strategis yang berkembang di kalangan elite daerah pada proses pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan peran elite daerah selama proses pemekaran berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu strategis sebagai alasan untuk mendorong pemekaran Kabupaten Luwu Tengah meliputi: rentang kendali pemerintahan, ketimpangan dalam pembangunan, akses pelayanan, instrumen kebijakan, terwujudnya Tana Luwu sebagai Provinsi dan faktor kepentingan elite. Bahwa kemunikasi politik yang terjadi di kalangan elite daerah calon Kabupaten Luwu Tengah masih didominasi oleh kepentingan pribadi dan kelompok, proses politik yang terjadi lebih lama berada di arena kerangka konflik, hal ini dibuktikan dengan adanya faksi-faksi yang ada di kalangan elite daerah, sehingga sampai sekarang belum terjadi konsensus atau kompromi politik yang lebih bertujuan dalam rangka mempercepat pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Abstract This research aims to determine (1) the actual issues evolving and wished by local elites related to expansion of Central Luwu Regency, (2) the role of local elites in encouraging the acceleration of Central Luwu Regency expansion, (3) communication patterns among local elites in the underway process of Luwu Regency formation. The research was conducted in Luwu Regency, particularly in the prospective area of Central Luwu Regency and in Makassar. The method used in this research is descriptive qualitative, i.e. focusing on the description of the strategic issue among local elites in the formation process of Central Luwu Regency. The qualitative data is the interview result with informants chosen through purposive sampling method. Data is analyzed through depicting or describing (description) a number of variables that dealed with strategic issues which developed among the local elite in the formation process of Central Luwu Regency and the roles of local elites during the underway process of expansion. Results of this study indicate that the strategic issues as an excuse to encourage the expansion of Central Luwu Regency includes: full range of governance, inequalities in development, access to services, policy instruments, the realization of Tana Luwu to be a province and factor of elite interests. Political communication that occurs among the local elite in the prospective Central Luwu Regency is still dominated by private and group interests; the political process is going on a lot longer as political conflict. This is proved by the existence of factions that exist among local elites, hence until now a concensus or compromise which aims to speed up the formation of Central Luwu Regency has not happened yet. 

PEMAHAMAN DAN SIKAP GURU WANITA TENTANG INFORMASI BALITA SEHAT DAN POLA PENGASUHAN ANAK DI KOTA KUPANG

Guterres, Salvador, Fatima, Jeanny Maria

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.717 KB)

Abstract

Abstract This research aims to know the difference levels of knowledge and attitude of female teachers toward the examination of the information content of under- five’s health and the children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. This research was conducted by using pre-experimental design. In this experiment, the multistage sampling was used to determine the number of respondents. So there was 28 respondents. So there was 28 respondents which conducted to be tested. The pretest and posttest was used was used to know how far the levels of knowledge and attitude of the female teachers in achieving the information of the under-five’s health and the children taking care pattern in Kupang Municipal. The research result shows that the levels and attitude of female teachers positively changed after conveying the information of the under-five’s health and children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. Besides that, there was the difference level of score of knowledge and attitude of female teachers in the information content which consists of giving nutrient to the children (PMA) and the actual pattern of taking care (PPA) of them.Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan terhadap isi informasi kesehatan anak-anak melalui media massa dan saluran komunikasi antarpersonal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode eksperimental murni. Dalam eksperimen digunakan multistage sampling yang digunakan untuk menetapkan jumlah responden. Ada 28 orang responden yang ditetapkan untuk diuji. Pada uji awal dan uji akhir dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan di kota Kupang bisa memperoleh informasi balita dan pola pengasuhan anak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa informasi balita dan pola pengasuhan anak sebagian besar mereka peroleh melalui saluran-saluran komunikasi interpersonal (dari mulut ke mulut) dan juga media massa. Selain itu terdapat perbedaan tingkat skor pengetahuan dan sikap di kalangan para guru perempuan terhadap isi informasi yang mereka terima, terutama dalam hal pemberian makanan yang bergizi dan pola pengasuhan anak. 

SIKAP DAN PERILAKU REMAJA PEREMPUAN DALAM AJANG GAUL MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK THE ATTITUDE AND BEHAVIOR OF GIRL ADOLESCENT IN SOCIAL MEDIA FACEBOOK

Alimuddin, Andi Batari, Nadjib, Muhammad

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.372 KB)

Abstract

Abstract This research is motivated by the existence of facebook which is a medium of information and communication that influence changes in behavior and attitudes among adolescents. The aims of the research are to acknowledge whether the change of attitude is consistent to the change of behavior and to acknowledge the factors which affect the attitude and behavior of social interaction of girl adolescent in the utilization of the facebook as social media. The research method is a descriptive qualitative method. The research is located in Makassar, South Sulawesi. With 50 respondents of facebook users. The data were collected through observation and interviews. The results of the research indicated that the facebook users are introducted to facebook through friends, relatives and families. Besides facebook, the girl adolescents also use other social media such as path, instagram, line, twitter, wechat, skype, and kakaotalk which are connected to facebook. Ideas inspiring the respondents to update status in facebook are wise words, jokes, ridicules, longing, political information, or activities conducted at the time. Like status is expressed by facebook user to communicate with friends, to inform about interesting places, pictures, film information and jokes. Informers spend their time approximately 3 to 5 hours on facebook in a day. Features frequently used by facebook users are chatting, skype or video call, games, picture upload, sending file, or merely looking at logs or new information.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan facebook yang merupakan media informasi dan komunikasi yang memengaruhi perubahan perilaku dan sikap dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan sikap konsisten dengan perubahan perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku ajang gaul di kalangan remaja perempuan akibat pemanfaatan media sosial facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah informan 50 orang yang kesemuanya merupakan pengguna facebook. Pengumpulan data ditempuh melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mendapatkan informasi tentang pengenalan facebook melalui teman, kerabat, dan saudara. Selain facebook, media sosial lain yang digunakan oleh informan adalah path, instagram, line, twitter, wechat, skype, dan kakaotalk yang biasa terkoneksi langsung dengan facebook. Ide-ide yang menginspirasi informan dalam membuat status atau pembaruan status, yaitu kata-kata bijak, lelucon, kata-kata alay, keksalan terhadap sesuatu, kerinduan, informai politik, atau kegiatan yang dilakukan pada saat itu. Status like yang biasa informan like seperti curhatan teman, informasi tempat yang menarik, foto-foto, info film, dan lelucon. Informan menghabiskan waktunya dalam sehari memakai facebook selama 3-5 jam/hari. Fitur-fitur yang informan gunakan adalah chatting, skype, atau video call, game, upload foto, kirim file, atau hanya sekedar melihat beranda atau informasi terbaru. 

Page 1 of 24 | Total Record : 237