cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
DESKRIPSI ALAT TANGKAP IKAN DI KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Lisdawati, Andi; Najamuddin, Najamuddin; Assir, Andi
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap ikan adalah peralatan yang digunakan nelayan untuk mendapatkan ikan dan hewan laut lainnya. Terdapat berbagai jenis alat tangkap ikan yang dioperasikan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, namun pengetahuan mengenai jenis alat tangkap yang dioperasikan di masing-masing kecamatan belum diketahui secara pasti karena minimnya informasi yang ada. Penelitian  ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis alat tangkap yang ada di kecamatan bontomanai kabupaten kepulauan selayar. Spesifikasi data alat tangkap yang di analisis adalah ukuran utama alat tangkap seperti panjang, lebar, mesh size, jarak antar pelampung, jarak antar pemberat, bahan yang digunakan, serta ukuran dari bagian-bagian alat tangkap (untuk  yang menggunakan jaring),  sedangkan  pada alat  tangkap  lain  (tanpa jaring) adalah ukuran panjang, diameter, bahan yang digunakan dan ukuran bagian-bagian  dari alat  tangkap.  Pengklasifikasian  atau  penggolongan setiap jenis alat tangkap dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan cara pengoperasian alat tangkap, maka setiap jenis alat tangkap disesuaikan dengan klasifikasi alat penangkapan ikan Balai Pengembangan Penangkapan Ikan Semarang, 2009 dan Keputusan Menteri No. 6 tahun 2010.
KONDISI DAN ANALISIS KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) TERNATE Jaya, Ilham; Kurnia, Muhammad; Firman, Firman
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 7 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tingkat kondisi dan pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate bertujuan menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas teknis dan fungsional dan kemungkinan pengembangan fasilitas PPN Ternate. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder melalui observasi serta wawancara dengan nelayan dan staf pelabuhan, meliputi: jenis dan jumlah kapal per hari, produksi hasil tangkapan (ton/hari), distribusi bahan logistik (BBM, air bersih, es balok); ukuran fasilitas dermaga, kolam pelabuhan, Kedalaman perairan, dan gedung TPI serta data sekunder meliputi jumlah armada, produksi dan nilai produksi dari PPN Ternate dan instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perbandingan nilai pemanfaatan fasilitas dengan nilai kebutuhan fasilitas yang ada pada saat penelitian dilakukan. Tingkat pemanfaatan fasilitas-fasilitas PPN Ternate yakni: Dermaga sebesar 128 m;  TPI 1 sebesar 738 m2;  TPI 2 sebesar 369 m2; kolam pelabuhan sebesar 5767,593 m2; kedalaman area kolam sebesar 3560 m; dan luas area daratan pelabuhan sebesar 2650 m2.  Namun hanya TPI 1 dan TPI 2 yang masuk kategori pemanfaatan yang sangat baik dan membutuhkan pengembangan guna memaksimalkan pelayanan pendaratan jumlah hasil tangkapan (ton/hari) di PPN Ternate.
Beberapa Aspek Reproduksi Ikan Layang Deles (Decapterus macrosoma BLEEKER, 1841) yang Tertangkap dengan Bagan Perahu di Perairan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Dahlan, Muh Arifin; Andy Omar, Sharifuddin Bin; Tresnati, Joeharnani; Nur, Muhammad; Umar, Moh. Tauhid
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layang merupakan salah satu komoditas ekonomis penting di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi ikan layang meliputi nisbah kelamin, Indeks Kematangan Gonad (IKG), Tingkat Kematangan Gonad (TKG), ukuran pertama kali matang gonad dan fekunditas ikan layang deles yang tertangkap menggunakan bagan perahu di perairan Kabupaten Barru. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2013 di Kelurahan Sumpang Binangae yang merupakan fishing-base nelayan penangkap ikan layang deles. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Jurusan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar. Nisbah kelamin dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat, TKG ditentukan secara morfologi, IKG dihitung menggunakan metode perhitungan (Johnson, 1971), ukuran pertama kali matang gonad diperoleh dari ukuran pertama pada TKG III dan fekunditas menggunakan metode gravimetric. Ikan layang deles yang diperoleh selama penelitian sebanyak 213 ekor, dengan nisbah kelamin jantan : betina adalah 2,33 : 1,00.  Secara statistik, nisbah kelamin ikan jantan dan betina bukan 1 : 1 atau dalam keadaan tidak seimbang (α = 0,05 ; X2 hitung = 59,6082;  X2 tabel = 9.488; db = 4).  Ikan layang deles pada perairan Barru diperoleh TKG I sampai V dengan IKG 0.0503– 4.4667 % untuk ikan jantan dan 0.2501 – 7.6677 % untuk ikan betina. Persentase ikan layang deles matang gonad tertinggi ditemukan pada bulan Juli dan September, baik untuk ikan jantan maupun ikan betina, sementara pada bulan Oktober ikan yang tertangkap didominasi ikan yang belum matang gonad. Ikan layang deles jantan matang gonad pada ukuran 142 mm dan betina pada ukuran 128 mm dengan fekunditas berkisar antara 1.512 - 34.875 butir.
Kajian Perikanan Tangkap Mene maculata di Teluk Buyat Pangalila, Fransisco P.T.; Budiman, Johny; Telleng, Aglius T.R.; Reppie, Emil
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moonfish (Mene maculata) known locally as bete tamako or peda cina, is one of the  economically important fish resources resulting from Buyat Bay. Although it has relatively small size (estimated length 25-30 cm), but the fish has a good taste. The presence of moonfish is usually a sign of sailfish fishing season in the Buyat Bay. Common fishing gear used to catch moonfish is hand line , noru.  However, scientific information about the status of moonfish fishery was not yet understood. Therefore, this study aims to determine the status of moonfish fishery and map out the fishing location.  This research was conducted in the Buyat Bay, Ratatotok District, Southeast Minahasa Regency (March-September 2013); using a survey method with a descriptive approach. Catch data were analyzed by a surplus production model.  These results informed that the maximum sustainable yields (MSYs)  was 1707 fish/trip/year where the number of  the suitable fishing trips was 470 trips.
Analisis Spasial dan Temporal Hasil Tangkapan Ikan Cakalang (katsuwonus pelamis) dan Thermal Front pada Musim Peralihan di Perairan Teluk Bone Angraeni, Angraeni; Rezkyanti, Nur Indah; Safruddin, Safruddin; Zainuddin, Mukti
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem facing by fishermen for capturing skipjack tuna is limited information of potential skipjack fishing areas such as the frontal locations. The purpose of this study was to analyze the spatial and temporal skipjack tuna distributions and thermal fronts, and to determine the effect of climate change on their distribution and abundance during transitional seasons. We used a survey method, in which catch and fishing position data were collected by following pole and line fishing operations. This study also collected secondary data that consisted of sea surface temperatures (SSTs) and chlorophyll-a derived from Aqua / MODIS. Fronts were determined by calculating SST gradient, SSTs preferences, chlorophyll-a, bathymetry and distance from coastline, whereas SST anomaly was calculated from the difference between monthly SST and mean SST. We mapped satellite and field data using ArcGIS 10.0. The results showed that the highest catch of skipjack tuna with an average of 205 fish/set were found inOctober 2013, which occurred in the areas of 4 o40S-5o10S and 120o40E-121oE. The locations had a temperature gradient of 0.4oC and chlorophyll-a density from 0,15 to 0,23 mg m-3. Potential fishing areas may associate with negative SST anomalies of -2.1373 - -0.6469oC, reflecting that skipjack tuna tend to be at thermal fronts with relatively lower SST compared with an average of seven years.  
Komparasiefisiensi Waktu Bongkardan Waktu Pengisian Perbekalan Melautkapal Perikanan Sondong di PPI Dumai Provinsi Riau Zain, Jonny
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan melalui studi literatur hasil penelitian Sumitri (2013) dan Safrizal (2013) terhadap sembilan unit kapal sondong yang bertujuan untuk mengetahui komparasi efisiensi waktu bongkar dan waktu pengisian perbekalan melautnya. Analisis yang digunakan adalah analisis efisiensi, analisis regresi berganda dan analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi waktu bongkar lebih kecil dari pada efisiensi waktu pengisian perbekalan. Besarnya efisiensi waktu bongkar kapal sondong dipengaruhi secara bersama-sama oleh jumlah ikan didaratkan (x1), ukuran armada (x2), jarak jetti ke TPI (x3) dan umur pelaku bongkar (x4).  Hubungan tersebut dalam bentuk persamaan y = 45,116 + 85,069 x1 – 21,278 x2 – 0,013 x3 + 0,951 x4.Sedangkan efisiensi waktu pengisian perbekalan dipengaruhi secara bersama-sama oleh jumlah perbekalan yang dibawa yakni es (x1), bbm (x2), air tawar (x3), ukuran armada (x4), jarak tempuh pengisian bekal (x5) dan umur pelaku pengisian (x6).  Hubungan tersebut dalam bentuk persamaan y = 140,115 – 0,250 x1 + 0,078 x2 – 0,081 x3 – 10,236 x4 – 0,019 x5 – 0,041 x6.  
Peranan Koperasi Sebagai Penyedia Kebutuhan Nelayan di Kabupaten Barru Yusuf, Djumran; Amiluddin, Amiluddin; Jumraini, Jumaraini
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the cooperative roles as fisherman’s need provider (a Case study at Budi Bahari Cooperative, Barru Regency).  The major Problem that was interesting to discuss was how the cooperative roles as fisherman’s need to fulfill specifically as a capital, equipment and daily needs provider, and to affect the consumer purchase decision at Budi Bahari Cooperative. This study used a case study to assess the Budi Bahari Cooperative performance related to fishermen’s catch and daily life.  Purposive sampling method was used with respondents from Budi Bahari’s Cooperative staffs and five fisherman groups (25 people). Data were collected through direct interview for all respondents and were analyzed using chi square method. Results showed that Budi Bahari Cooperative gave sizeable role by loan capital, supply equipment and daily needs of cooperative’s members who work as a fisherman. Hence, the purchase decision was not influenced by the price, and but it was affected by product type, and goods distribution 
Keragaman Jenis Kapal Perikanan di Kabupaten Takalar Nahdyah, St Nurul; Farhum, St Aisjah; Jaya, Ilham
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the variety of fishing boats based on several technical aspects. This research was carried out from September of 2013 through January of 2014.  This study collected the sampling data (boats at docking condition) in approximately 10 % of existing population along south coast from Takalar regency. The data were analyzed using cluster and PCA (Principal Componen Analysis) to assess the categorization of the boats based on the main dimension size and the mark of the main dimension ratio. The results showed that there are five groups of categorization which have different characteristics on its group. The group I was the boat which has high width and length (L/B), the group II was the boat which has high height and length ratio (L/D), the group III was the boat which has low height and length percentage (L/D), the group IV the boat which had high length, width, height, and the high water loaded (L, BOA, D, and d), and the group V was the boat which had high width and height ratio (B/D).  
Karakteristik Daerah Potensial Penangkapan Ikan Cakalang di Teluk Bone-Laut Flores Berdasarkan Data Satelit Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A pada Periode Januari-Juni 2014 Zainuddin, Mukti; Safruddin, Safruddin; Farhum, St. Aisjah; Nelwan, Alfa; Selamat, M. Banda; Hidayat, Sarip; Sudirman, Sudirman
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeluk Bone-Laut Flores merupakan salah satu daerah potensial penangkapan ikan cakalang terbaik di Indonesia timur.  Perairan tersebut menjadi target utama operasi penangkapan bagi nelayan pole and line. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik daerah potensial penangkapan ikan tersebut menggunakan data suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a pada periode Januari-Juni 2014.  Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data hasil tangkapan dan posisi penangkapan setiap kali melakukan kegiatan penangkapan.  Data SPL dan klorofil-a dari citra satelit Terra/MODIS kemudian diekstrak dari lokasi penangkapan ikan cakalang untuk mempelajari kondisi oseanografi yang sesuai dengan keberadaan ikan tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan cakalang tertinggi didapatkan pada bulan Mei yaitu sekitar 138 ekor/setting.  Hasil tangkapan tersebut bersesuaian dengan kondisi SPL berkisar antara 29,75°C dan 30,25°C dan konsentrasi klorofil-aantara 0,125 dan 0,213 mg m-3.  Kenyataan ini menunjukkan bahwa kedua faktor oseanografis tersebut menjadi indikator penting untuk memahami dinamika spasial pergerakan dan konsentrasi ikan cakalang di Teluk Bone terutama pada periode Januari-Juni.
Perbandingan Struktur Ukuran Tuna Madidihang (Thunnus albacares) yang Tertangkap pada Rumpon Laut dalam dan Laut dangkal di Perairan Selat Makassar Kantun, Wayan; Mallawa, Achmar; Rapi, Nuraerni L
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yellowfin tuna (Thunnus albacares) has long been captured by commercial fishery in Makassar Strait using purse seine, trolling line and handline fisheries. It was probably it can cause over exploitation and decrease population structure for that fish. This study aimed to analyze the size structure of yellowfin tuna based on the positions of deep and shallow sea FADs (fish aggregating devices). The data consisted of fish length and weight ) and the size of gonad maturation, which were collected from the field observation . The data were analyzed using histogram graph and t- test. The results indicated that the fish length caught in the deep and shallow sea FADs ranged from 30 to120 cm with the average of 101.39 ± 2.49 cm, and from 105 to 170 cm with the average of 134.90 ± 1.90, respectively. The fish weight ranged from 20 to75 kg for deep sea FADs and ranged from 0.4 to 35 kg for shallow sea FADs. The first stage of gonad maturation on either female or male occurred at 118.88 cm forklength, where the smallest spawning size on  female  was 126.10 cm forklength.  

Page 1 of 12 | Total Record : 115