Bangunan
ISSN : 08522480     EISSN : 26210959
Jurnal Bangunan terbit minimal 1 (satu) kali setahun berisi gagasan konseptual, kajian teori, praktik, penelitian, dan pengajaran dalam bidang Teknik Bangunan.
Articles 39 Documents
PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL Idfi, Gilang
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 2 (2017): :BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.481 KB)

Abstract

Abstrak: Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.Kata-kata kunci: Steady flow, Unsteady flow, BanjirAbstract: One-dimensional flow is often used as a flood simulation. Flood is a type of unsteady flow that can be simulated using HEC-RAS. The result of this model sometimes refers to error due to the unstable analysis program. The stability of the program is affected by the river geometric, the slope of the river bed, and the cross-section characteristic of the river. In the step of flood forecasting, it requires the maximum discharge data and maximum of the water level. The steady flow model is an alternative way to simulate the flood flow. This study aimed to compare the advantages and the disadvantages of steady flow and unsteady flow modeling. Ngotok River, Mojokerto was selected as the case study location. The hydrology modeling was conducted by using the HEC-HMS, and HEC-RAS was equipped for the hydraulic modeling. The result of this study shows that the water level from the steady model is higher than the unsteady model. The time consumption to analyze the unsteady model is longer than the steady model. The average flood water level from the unsteady model is +27.17 m and the steady model is +29.62 m.Keywords: Steady flow, Unsteady flow, Flood
Form Berlangganan BERLANGGANAN, BAGI
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 2 (2017): :BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH LAMA PERENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP KINERJA LASTON (AC-WC) BERDASARKAN UJI MARSHALL Boedi Rahardjo, Ilvin NurLaily
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 1 (2017): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.888 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) dan (b) Mengetahui pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Hasil penelitian ini menunjukkan (a) karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) memenuhi syarat yang ditentukan dalam spesifikasi , (b) hasil pengujian pengaruh lama perendaman air hujan diperoleh nilai stabilitas terus mengalami penurunan; nilai kelelehan plastis (flow) mengalami peningkatan; nilai Marshall Quotient konsisten mengalami penurunan; nilai VIM terus meningkat; nilai VMA terus mengalami peningkatan dan nilai VFB menurun secara konsisten.Kata-kata kunci: perendaman, laston (AC-WC), uji Marshall.Abstract: The objectives of this research are: (a) To know the characteristics of composite material of laston mixture (AC-WC) and (b) to know the effect of rain water immersion period on laston performance (AC-WC) based on Marshall test. The results of this study show that (a) the characteristics of composite materials of the laston mixture (AC-WC) fulfill the requirements specified in the specification; (b) the results of testing the effect of the duration of rain water immersion; The value of plastic melt has increased; The value of Marshall Quotient consistently decreases; VIM values continue to increase; VMA values continue to increase and the value of VFB decreases consistently.Key Words: immersion, laston (AC-WC), Marshall test.
KESESUAIAN TINGKAT BERPIKIR SOAL UJIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN PADA KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sutrisno, Niswah Qurrota A’yun
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 2 (2017): :BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.302 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) proporsi tingkat berpikir pada soal ujian, (2) proporsi tingkat berpikir pada tujuan pembelajaran, dan (3) kesesuaian tingkat berpikir soal ujian dengan tujuan pembelajaran pada Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (1) proporsi soal ujian tingkat berpikir mengingat (C1): 37%, memahami (C2): 33%, aplikasi (C3): 30%; (2) proporsi tujuan pembelajaran tingkat berpikir C1: 1%, C2: 57%, C3: 42%; dan (3) terjadi ketidaksesuaian proporsi tingkat berpikir C1 dan C2 pada soal ujian dengan tujuan pembelajaran secara signifikan.Kata-kata kunci: tingkat berpikir, soal ujian, tujuan pembelajaran.Abstract: The level of thinking in the exam should be in line with the learning objectives for Building Technical Skills in Vocational High School. This study is aimed to learn about the ability of the thinking level in the exam and in the learning objectives, and the appropriateness of the level of thinking about the exam in learning of the Building Skills Technique in the Vocational High School. The method used in data collecting was documentation. The results were analyzed using descriptive percentage analysis and chi-square. The results showed that ability of student in the thinking-level during the exam (C1): 37%, understanding (C2): 33%, application (C3): 30%; (2) the ability to understand of the learning goals in thinking level were C1: 1%, C2: 57%, C3: 42%; and (3) inappropriate of the proportion of C1 and C2 thinking levels in the exam to the significance of the learning.Keywords: level of thinking, exam question, learning objective
IDENTIFIKASI AWAL WILAYAH PENGARUH KA KOMUTER DITINJAU DARI PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA SURABAYA Ria Asih Aryani Soemitro
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 23, No 1 (2018): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.713 KB)

Abstract

Abstrak: Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi yang terjadi hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di negara Asia. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas berupaya menyediakan Kereta Api Komuter bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bolak-balik. Pada kenyatannyapermasalahan kemacetan lalu lintas belum dapat teratasi disebabkan karena penggunaan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan penggunaan angkutan umum sebesar 1:27. Kenyataan tersebut semakin diperburuk dengan keterbatasan bentangan layanan jalur rel Kereta Api (KA) di Kota Surabaya. Oleh karena itu wilayah pengaruh KA Komuter di Kota Surabaya penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah studi literaturdan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh ditinjau dari KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo hanya diketahui pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 3400 meter (42.86%). Wilayah pengaruh KA Komuter SUSI arah Sidoarjo- Surabaya pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 4600 meter (50%) dan meninggalkan stasiuntujuan sebesar 4100 meter (100%). Wilayah pengaruh KA Komuter SULAM hanya diketahui dari arah Surabaya-Lamongan saja sebesar 4000 meter (100%) pada saat menuju stasiun asal dan 23000 meter (100%) pada saat meninggalkan stasiun tujuan. Wilayah pengaruh layanan KA Komuter SUSI dan SULAM dengan menggunakan mobil di Kota Surabaya pada saat menujustasiun asal sebesar 4000 meter dan pada saat meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter. Kata-kata kunci: identifikasi awal, wilayah pengaruh, mobil, KA Komuter, Kota Surabaya Abstract: Traffic congestion is a major transportation problem that occurs in almost all major cities in Asian countries. The city of Surabaya as the second largest city in Indonesia in overcoming traffic congestion issues seeks to provide the Commuter Train for people whotravel back and forth. In fact, traffic congestion problems can not be solved because of the uneven use of private vehicles with the use of public transport of 1:27. The fact is further exacerbated by the limitations of the railway service (KA) in Surabaya. Therefore, the area of KA Komuter’s influence in Surabaya City is important to know. The methods undertaken at this initial identification are literature studies and primary data collection. The initial identificationresults indicate that the area of influence viewed from the SUSI Commuter Train in the direction of Surabaya-Sidoarjo is known only at the time to the station of origin only for 3400 meters (42.86%). The area of influence of KA Komuter SUSI in the direction of Sidoarjo- Surabaya on the way to the station of origin is only 4600 meters (50%) and leaves the destination station of 4100 meters (100%). The area of KA Komuter SULAM’s influence is known only from the Surabaya-Lamongan direction of 4000 meters (100%) on the way to the originalstation and 23000 meters (100%) upon leaving the destination station. The area of influence of KA Komuter SUSI and SULAM train services by car in the city of Surabaya on the way to the origin station of 4000 meters and on leaving the destination station of 4100 meters. Keywords: initial identification, influence area, car, KA Komuter, Kota Surabaya
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH KONSTRUKSI BETON 1 Made Wena, Sudomo
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 1 (2017): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.447 KB)

Abstract

Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran dalam matakuliah Konstruksi Beton 1 melalui penerapan Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah. Penelitan ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, siklus alur penelitian dilakukan sebagai berikut: Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi - Refleksi. Penelitian ini dilakukan pada program studi S1 PTB FT UM. Subjeknya adalah mahamahasiswa yang memprogram matakuliah Konstruksi Beton 1 sebanyak 30 orang. Penelitian melibatkan 2 orang dosen Prodi Pendidikan Teknik Bangunan, salah seorangnya adalah pengajar matakuliah Konstruksi Beton 1. Hasil penelitian menunjukkan (a) Penerapan metode Pemecahan Masalah dalam matakuliah Konstruksi Beton 1 dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa PTB FT UM, dan (b) Penerapan metode Pemecahan Masalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.Kata-kata kunci: pemecahan masalah, hasil belajar, proses pembelajaran konstuksi beton.Abstract: The purpose of this study is to improve learning outcomes and the quality of learning process in the course of Concrete Construction 1 through the application of Problem-solving Learning Methods. This research uses a classroom action research approach. With the classroom action research approach, the research flow cycle is carried out as follows: Planning - Implementation - Observation - Reflection. This research was conducted on S1 program of PTB FT UM. The subjects are students who programmed the course of Concrete 1 Construction as many as 30 people. The research involves 2 lecturers of Prodi Pendidikan Teknik Bangunan, one of them is a lecturer of Concrete Construction Course 1. The research results show (a) Application of Problem Solving method in Concrete Construction 1 course can improve student learning result of PTB FT UM, and (b) Problems can improve the quality of learning.Key Words: problem solving, learning outcomes, learning processes for concrete stones.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MELALUI BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH FISIKA TEKNIK Antelas Eka Winahyo
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 23, No 1 (2018): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.695 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan Classroom Action Research yang bertujuan meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan memperbaiki proses pembelajaran Mata Kuliah Fisika Teknik pada Program Studi S-1 Teknik Sipil (TS) Fakultas Teknik (FT) Universiats Negeri Malang (UM). Untuk mencapai tujuan ini diterapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning melalui Blended Learning. Dengan strategi pembelajaran ini mahasiswa akan dikondisikan untuk lebih aktif dalam belajar dan dimudahkan dalam mengakses sumberbelajar yang lebih banyak. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I tahun ajaran 2017/2018 yang memprogram mata kuliah Fisika Teknik, sebanyak 33 orang. Penelitian dilakukan mulai bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan Desember 2018. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari : Perencanaan - Pelaksanaan - Observasi – Refleksi yang dilaksanakansebanyak tiga siklus pembelajaran. Dari analisis terhadap hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Problem Based Learning melalui Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan memperbaiki proses pembelajaran pada matakuliah Fisika Teknik Program Studi S-1 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang.Kata-kata kunci: Problem Based Learning, Blended Learning, Hasil Belajar, Fisika TeknikAbstract: This research is a Classroom Action Research that aims to improve student learning outcomes and improve the learning process of Physics Engineering Course at S-1 Program of Civil Engineering (TS) Faculty of Engineering (FT) Universiats Negeri Malang (UM). To achieve this goal applied the learning strategy of Problem Based Learning through Blended Learning.With this learning strategy students will be conditioned to be more active in learning and facilitated in accessing more learning resources. The subjects of the study were the students of the first semester of the academic year of 2017/2018 who programmed the subjects of Engineering Physics, as many as 33 people. The study was conducted from August 2017 to December 2018.The classroom action research flow consists of: Planning - Implementation - Observation - Reflections carried out in three learning cycles. From the analysis of the results of the study can be concluded that the implementation of learning strategies Problem Based Learning through Blended Learning can improve student learning outcomes and improve the learning process in the subjects of Physics Engineering Program S-1 Civil Engineering State University of Malang.Keywords: Problem Based Learning, Blended Learning, Learning Outcomes, Engineering Physics
KONDISI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI KOTA MALANG Tri Kuncoro, Sudomo
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 2 (2017): :BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.697 KB)

Abstract

Abstrak: Pekerjaan konstruksi yang berisiko besar dan/atau yang berteknologi tinggi dan/atau berbiaya besar harus dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau badan usaha asing yang dipersamakan. Pembatasan jenis pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap para pihak maupun masyarakat atas risiko pekerjaan konstruksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu sebagai berikut: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual/situational factors. Personal factors.Faktor-faktor yang menunjang terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi meliputi: personalia/sumber daya manusia, faktor keuangan, faktor pengalaman kerja, dan faktor peralatan. Faktor personalia/sumber daya manusia untuk menjelaskan tingkat pendidikan penanggung jawab badan usaha, tingkat pendidikan penanggung jawab teknik badan usaha, jumlah tenaga kerja, asal tenaga kerja serta kondisi tenaga ahli yang dipekerjakan. Keberhasilan perusahaan salah satunya bukan diukur dari ukuran besar keuangannya dan tidak dapat lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan perusahaan.Kata-kata kunci: kondisi, dan kinerja industri konstruksi.Abstract: High risk and / or high-tech and / or high-cost construction works must be undertaken by a business entity in the form of a limited liability company (PT) or a foreign business entity. The limitation of this type of work is intended to provide protection to both parties and the public at risk of construction work. Factors that affect performance are as follows: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual / situational factors. Personal factors. Factors that support the performance of construction service companies include: personnel / human resources, financial factors, factors of work experience, and equipment factors. Factors of personnel / human resources to explain the level of education of the responsible corporate body, the level of education in charge of technical entities, the number of workers, the origin of labor and the conditions of experts employed. One company’s success is not measured by its large financial size and can no longer be the sole determinant of corporate success.Keywords: condition, and performance of construction industry.
Form Berlangganan Berlanganan, Form
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 22, No 1 (2017): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.723 KB)

Abstract

OPTIMASI PROGRES PADA PELAKSANA JASA KONSTRUKSI DENGAN SOFT WARE FUZZY MATLAB R2014a Suparno
Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan Vol 23, No 1 (2018): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Bangunan : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.399 KB)

Abstract

Abstrak: Adanya resiko kenaikan harga material, biaya tak terduga membengkak , sehingga progres semakin lambat bahkan bisa terjadi pemberhentian pekerjaan. Progres adalah tujuan utama dari pelaksana tanpa mengabaikan mutu, maupun aspek lain sesuai isi kontrak. Berdasarkan kajian empiris progres dioptimalkan bukan sebagai variabel output. Tujuan penelitian adalah: 1). Mengetahui model himpunan fuzzy Mamdani untuk optimasiprogres ,2). Mengetahui model pemrograman optimasi progres fuzzy MamdaniMATLAB dan 3). Mengetahui hasil simulasi progres dengan komputasi fuzzy Mamdani MATLAB. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental yaitu dicoba progres sebagai variabel single out put dalam model fuzzy Mamdani sistem MISO (Multiple Input Single Output). Variabel multiple inputnya: Direct Cost, Indirect Cost, Profit dan Informal cost. Hasil penelitian adalah: 1). Model himpunan fuzzy Mamdani sistem MISO, 4 multiple input yaitu: Direct Cost (10-75%), Indirect Cost (10-25%), Informal cost (5-10%) dan Profit (5-15%)dan single output yaitu progres (<25 - >25%), 2). Model pemrograman optimasi indikator: Fungsi keanggotaan trapesium, Himpunan linguistik dua macam (minimum – maximum dan slow – fast), fungsi implikasi MISO , Sistem operasi “MAX - DOT”, Aturan fuzzy (if … and … then) = 16 rules dan Menggunakan soft ware MATLAB R2014a dan 3) Hasil simulasi akandiperoleh progres slow jika dalam mengalokasikan dana pada variabel input tidak berimbang dan sebaliknya akan diperoleh progres fast jika alokasi dana pada variabel input berimbang.Kata-kata kunci: optimasi, Direct Cost, Indirect Cost, Informal cost, Profit dan ProgresAbstract: The risk of rising material prices, unexpected costs swell, so the progress is getting slower and even job stops. Progress is the main objective of the implementer without neglecting the quality, as well as other aspects of the contents of the contract. Based on the empirical study progress is not optimized as an output variable. The research objectives are: 1). Knowing Mamdani’sfuzzy set model for progressive optimization, 2). Know the programming model of fuzzy progressive optimization Mamdani MATLAB and 3). Knowing the results of the progress simulation with fuzzy Mamdani MATLAB computing. This research uses experimental design that is attempted progress as single out put variable in fuzzy model Mamdani MISO system (Multiple Input Single Output). Multiple input variables: Direct Cost, Indirect Cost, Profit and Informal cost.The results of the study were: 1). Fuzzy Fuzzy MISO system set model, 4 direct input (10- 75%), Indirect Cost (10-25%), Informal cost (5-10%) and Profit (5-15%) and single output progress (<25 -> 25%), 2). Optimized programming model indicator: trapezoidal membership function, linguistic set of two types (minimum - maximum and slow - fast), MISO implication function, operating system “MAX - DOT”, fuzzy rules (if ... and ...then) = 16 rules and Using soft ware MATLAB R2014a and 3) Simulation results will be obtained slow progress if in allocating funds on input variables are not balanced and vice versa will be obtained fast if the allocation of funds in input variables balanced.Keywords: optimization, Direct Cost, Indirect Cost, Informal cost, Profit and Progress

Page 1 of 4 | Total Record : 39