cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Cis-Trans
ISSN : 25496565     EISSN : 25496573     DOI : -
JOURNAL OF CIS-TRANS (JC-T) is an Indonesian or English language, peer-reviewed scholarly publication in the area of chemistry. JC-T publishes original papers but not limited to: inorganic, physical, organic, analytical and biochemist.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Sintesis dan Analisis Spektra IR, Difraktogram XRD, SEM pada Material Katalis Berbahan Ni/zeolit Alam Teraktivasi dengan Metode Impregnasi Fatimah, Nur Fitri; Utami, Budi
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.618 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p035

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan penelitian tentang sintesis dan analisis spektra IR, difraktogram XRD, SEM pada material katalis berbahan Ni/zeolit alam teraktivasi dengan metode impregnasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) sintesis katalis Ni/zeolit dengan metode impregnasi, (2) karakteristik katalis Ni/zeolit menggunakan FT-IR, XRD, dan SEM, dan (3) perbandingan optimum Ni dan zeolit dalam sintesis katalis Ni/zeolit.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratoris. Sintesis katalis Ni/zeolit  dibuat melalui pencampuran larutan Ni(NO3)2.6H2O dengan zeolit alam teraktivasi asam. Proses pencampuran dilakukan dengan variasi Ni yang terimpregnasi dalam zeolit alam teraktivasi sebanyak 0%, 5%, dan 10%. Identifikasi gugus fungsi hasil sintesis katalis Ni/zeolit ditentukan dengan FT-IR, identifikasi derajat kristalinitas Ni/zeolit ditentukan dengan XRD dan struktur morfologi katalis Ni/zeolit menggunakan mikrografi SEM.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) katalis Ni/zeolit dapat disintesis dari larutan Ni(NO3)2.6H2O dengan variasi jumlah Ni yaitu 0%, 5%, dan 10% dengan metode impregnasi, (2) karakteristik katalis Ni/zeolit dapat diketahui dari analisis kristalinitas puncak-puncak zeolit dan Ni dalam difraktogram XRD, struktur morfologi SEM, serta analisis perubahan bentuk spektrum gugus fungi dengan menggunakan FT-IR, zeolit alam dengan logam Ni untuk menghasilkan katalis Ni/zeolit dengan perbandingan optimum adalah pada variasi Ni 5%. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) yang menggambarkan morfologi permukaan katalis Ni/zeolit. This research is about the synthesis and analysis of IR spectra, XRD difractogram, SEM in the catalyst material made from Ni/zeolite nature is activated by impregnation method. This study is aimed to find out  (1) The method of  synthesis of catalyst Ni/zeolit with impregnation (2) The characteristics of the catalyst which is formed from the characterization results using SEM, FT-IR, and XRD (3) the optimum ratio of zeolit and Ni in the synthesis of catalyst Ni/zeolit.Synthesis of catalyst Ni/zeolit were done by impregnation. Method  with a variety of Ni concentration range 0 %, 5%, and 10%. Characterization of catalyst Ni/zeolit were produced covering the structure morphology and particle size using microgrpahy SEM (Scanning Electron Microscope). While characterization crystallization and the crystal size was performed using diffractogram of XRD (X-Ray Diffraction) and characterization with FT-IR.From this study it can be concluded that : (1) Ni/zeolit catalyst be synthesized from a solution of Ni(NO3)2.6H2O at variance 0%, 5%, and 10%  with impregnation method, (2) characteristics of Ni/zeolit catalyst were identified using SEM analysis in the form of uneven surface morphology, the XRD, the peaks of Ni/zeolit cryztallinity and FT-IR, (3) Comparison of optimum mixing from Ni and zeolit in the synthesis og Ni/zeolit catalyst on the results of analysis using XRD, SEM, and FT-IR is the Ni variance of 5%.
Aktivitas Antibakteri Metabolit Sekunder dari Ekstrak Metanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) Retnosari, Rini; Sutrisno, Sutrisno; Handoyo, Karim
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.644 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p016

Abstract

Metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri telah diisolasi dari ekstrak metanol biji alpukat       (Parsea americana Mill). Proses isolasi diawali dengan ekstraksi menggunakan metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi dan pemisahan menggunakan berbagai teknik kromatografi seperti kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Dari proses isolasi tersebut diperoleh komponen K-1 yang berwujud padat dan berwarna putih. Komponen K-1 mempunyai titik lebur 67-70˚C, larut dalam kloroform, etil asetat, dan etanol. Komponen K-1 mempunyai λmaks pada 219,0 nm mengindikasikan adanya transisi π→π* dan 344,0 nm mengindikasikan adanya transisi nπ*. Berdasarkan hasil interpretasi spektrum IR, komponen ini mengandung gugus -OH, gugus -C=O ester, ikatan -CH, dan ikatan C=C. Komponen K-1 diduga golongan saponin. Uji aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus mengindikasikan ekstrak metanol biji alpukat dan komponen K-1 aktif sebagai antibakteri, sehingga kedepannya memiliki prospek bagi pengembangan obat tradisional. An antibacterial activity of secondary metabolite has been isolated from methanol extract of avocado seed (Parsea americana Mill). The isolation process has started with extracting using methanol, then fractioning and purifying by chromatography technique such as vacuum liquid chromatography and gravitation column chromatography. The white solid of K-1 component has been isolated from this process. The melting point of K-1 component was 67-70˚C and dissolved in chloroform, ethyl acetate, and ethanol. K-1 component has λmaks at 219,0 nm (π→π* transition) and 344,0 nm (n→π* transition). Based on IR spectrum interpretation, this component contained –OH group, -C=O group of ester, -CH bond, and C=C bond. K-1 component was predicted as saponin group. The antibacterial activity assay against Escherichia coli and Staphylococcus aureus indicated that methanol extract of avocado seed and K-1 component showed antibacterial activity toward both bacteria, so that this component has future chances for traditional medicine development.
INHIBISI XANTIN OKSIDASE OLEH EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Setiawan, Nur Candra Eka; Nurjanah, Ana
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v2i12018p025

Abstract

Xantin oksidase adalah enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat. Xantin oksidase mengkatalisis hipoxantin menjadi xantin kemudian menjadi asam urat. Tanaman daun salam mampu menurunkan kadar asam urat darah karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan minyak atsiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat enzim xantin oleh ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Farmakognosi Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang. Tahap penelitian meliputi, ekstraksi, isolasi enzim, uji aktivitas enzim dan uji daya inhibisi enzim. Pengujian aktivitas penghambatan xantin oksidasi menggunakan metode spektrofotometi pada λ290 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada varian konsentrasi 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 50 ppm dan 100 ppm dihasilkan berturut-turut % inhibisinya yaitu 100%, 0%, 100%, 100%, dan 0%. Allopurinol digunakan sebagai kontrol positif dengan varian konsentrasi yang sama dihasilkan % inhibisi 100%, 0%, 0%, 0%, dan 100%.  Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun salam dengan konsentrasi 5 ppm memiliki % inhibisi sebesar 100% setara dengan allopurinol 5 ppm. Sedangkan pada konsentrasi 100 ppm ekstrak daun salam tidak menunjukkan aktivitas penghambatan yaitu 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun salam memiliki aktivitas  penghambatan enzim xantin oksidase sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif dalam menurunkan asam urat.
OPTIMASI METODE ANALISIS INJEKSI ALIR PADA ANALISIS SURFAKTAN ANIONIK Rusdi, Hanumi; Amran, M Bachri
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v2i12018p018

Abstract

Surfaktan atau surface active agents merupakan bahan aktif  yang terdapat pada detergen, sabun, shampo dan lain-lain. Penggunaan surfaktan dalam jumlah besar berdampak pada tercemarnya lingkungan, seperti pencemaran air. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran yang terjadi maka perlu dilakukan penentuan kadar surfaktan dalam air yang tercemar. Penentuan kadar surfaktan umumnya dilakukan dengan spektrofotometri sinar tampak yang melibatkan proses ekstraksi. Namun metode ini membutuhkan waktu yang lama dan banyak menggunakan pelarut, sehingga perlu dikembangkan metode yang lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini telah dikembangkan metode analisis surfaktan anionik berbasis analisis injeksi alir (flow injection analysis/ FIA) melalui teknik prakonsentrasi menggunakan minikolom C18 dengan deteksi spektrofotometri sinar tampak. Surfaktan anionik (Sodium Dodecyl Sulfate) akan membentuk pasangan ion dengan zat warna kationik (Brilliant Green) yang terkumpul pada minikolom C18.  Pasangan ion ini kemudian dielusi dengan pelarut organik seperti metanol-kloroform (1:9). Spektrum sinar tampak dari pasangan ion BG-SDS memiliki serapan maksimum pada panjang gelombang 629 nm. Pasangan ion BG-SDS terbentuk dengan optimum pada pH 6. Analisis pendahuluan menunjukkan adanya hubungan yang linear antara perubahan konsentrasi SDS dengan nilai absorbansi pasangan ion. Semakin besar konsentrasi SDS maka nilai serapannya pun semakin besar. Konsentrasi BG optimum yang digunakan untuk membentuk pasangan ion sebesar 0,003 % m/v.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Setiawan, Nur Chandra Eka; Widianti, Anny Indah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v2i12018p012

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman yang daunnya dapat digunakan sebagai antibakteri pada masalah diare karena daun melinjo mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Salah satu penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun melinjo terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Farmakognosi Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, 30% b/v, 40% b/v, 50% b/v, 60% b/v, 70% b/v, 80% b/v, 90% b/v, dan 100% b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun melinjo dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi yang efektif sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli terdapat pada konsentrasi 90% b/v. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak etanol daun melinjo (Gnetum gnemon L) memiliki aktivitas dan efektivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli.
Aktivitas Antioksidan Sari Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana) Terfermentasi Lactobacillus bulgaricus Yustin, Linda Jaushica; Wijayanti, Ernanin Dyah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v2i12018p001

Abstract

Temu giring (Curcuma heyneana) telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia terutama untuk menjaga kesehatan kulit. Senyawa kimia yang terdapat dalam temu giring adalah flavonoid,  kurkumin, dan fenolik. Fermentasi pada sari temu giring dilakukan agar senyawa kompleks dipecah senyawa yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan hasil sari temu giring (Curcuma heyneana) terfermentasi Lactobacillus bulgaricus. Tahap penelitian ini meliputi penyaringan rimpang temu giring, fermentasi temu giring, skrining fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan analisis data dan membuat kesimpulan. Pembuatan sari temu giring dilakukan dengan menyari temu giring dengan air sampai didapatkan sari. Dilanjutkan dengan fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus selama 24 jam dengan suhu 37°C. Pengujian organoleptis meliputi warna, bau, rasa dan pH dilakukan. Pengujian skrining fitokimia sari temu giring segar dan terfermentasi positif mengandung fenolik, flavonoid, kurkumin. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrometer UV-Vis dengan panjang gelombang 520 nm. Kesimpulannya bahwa sari temu giring terfermentasi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 3,49 ppm yang tergolong sangat kuat.
Perbandingan Kadar Fenolik Total Antara Seduhan Daun Gaharu Dan Kombucha Daun Gaharu (Aquailaria malaccensis) nurmiati, nurmiati Dyah; Wijayanti, Ernanin Dyah
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um026v2i12018p006

Abstract

Daun gaharu mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, triterpenoid, sehingga berpotensi sebagai antioksidan. Fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan karena adanya peningkatan senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar senyawa fenolik total antara seduhan daun gaharu dan kombucha daun gaharu (Aquailaria malaccensis). Simplisia daun gaharu dilakukan dengan diseduh pada suhu 80C selama 30 menit, kemudian difermentasi dengan kombucha selama 10 hari dengan penambahan gula 10%. Pengujian organoleptis meliputi warna, rasa, aroma dan pH. Seduhan dan kombucha daun gaharu diidentifikasi senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan antrakuinon. Hasil identifikasi positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan diuji kadar fenolik total dengan metode Follin Ciocalteau. Hasil penentuan kadar fenolik total pada seduhan sebesar 28,524±0,359 mgGAE/gram dan pada kombucha 62,857±2,104 mgGAE/gram. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar fenolik total antara seduhan daun gaharu dan kombuca daun gaharu yang mengalami peningkatan setelah difermentasi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI BUAH Areca vestiaria Giseke DAN FRAKSINYA DENGAN METODE DPPH Setiawan, Nur Candra Eka; Amalia, Hilda
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.184 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i22017p009

Abstract

Senyawa antioksidan semakin luas penggunaannya seiring dengan berkembangnya pemahaman masyarakat tentang peranannya dalam menghambat penyakit degenerative serta penuaan dini. Biji buah pinang yaki (Areca vestiaria Giseke) mengandung banyak senyawa yang bersifat antioksidan dengan mekanisme pengkapan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi biji buah pinang yaki dan nilai IC50 dari aktivitas antioksidannya. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian dipartisi menggunakan tiga pelarut yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol-air. Selanjutnya dilakukan perhitungan rendemen, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil perhitungan rendemen ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air biji buah pinang yaki berturut-turut 17,11%, 10,82%, 18,16%, 52,78%. Skrining fitokimia flavonoid pada ekstrak etanol, etil asetat, fraksi etanol-air menunjukkan positif adanya senyawa flavonoid terhadap reagen Mg-HCl. Nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi etanol-air berturut-turut 94,52 µg/ml, 445,72 µg/ml, 44,65 µg/ml, 91,4 µg/ml. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol biji buah pinang yaki dan fraksinya memiliki aktivitas antioksidan. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 44,65 µg/ml.
Ekstraksi Tannin dari Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Pewarna Alami Tekstil Chintya, Nana; Utami, Budi
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.223 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p022

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menentukan rasio kombinasi pelarut etanol 96%-air yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak, (2) menentukan waktu ekstraksi yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak, (3) menentukan bahan fiksasi yang tepat agar dihasilkan ketahanan luntur warna yang optimal untuk pewarna alami tannin daun sirsak, dan (4) Menemukan zat pewarna alami dari daun sirsak yang dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami tekstil yang berkualitas dan ramah lingkungan.Penelitian menggunakan metode eksperimen. Daun sirsak dikeringkan, dihaluskan, kemudian disokletasi pada suhu 80˚C (rasio pelarut etanol-air = 1:1, 1:2, 1:4, waktu ekstraksi = 1, 2, 3 jam). Analisa kualitatif tannin dengan metode FeCl3. Analisis kuantitatif tannin dengan metode Folin-ciocalteu. Proses pewarnaan kain meliputi mordanting , pewarnaan, fiksasi (dengan tunjung, kapur, tawas). Uji ketahanan luntur warna dengan Laundrymeter dan Crockmeter. Hasil penelitian: (1) rasio kombinasi pelarut etanol 96%-air yang optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak adalah 1:1, (2) waktu ekstraksi optimal untuk ekstraksi tannin daun sirsak adalah 2 jam, (3) bahan fiksasi yang menghasilkan ketahanan luntur warna yang optimal untuk pewarna alami daun sirsak adalah tawas, dan (4) ekstrak daun sirsak dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil dengan ketahanan luntur warna yang baik serta ramah lingkungan. This research aims to: (1) determine the optimum ratio of ethanol-water for the extraction of tannin from soursop leaves, (2) determine the optimum time for the extraction of tannin from soursop leaves, (3) determine the proper fixation material to produce optimal color fastness of natural dyes tannin from soursop leaves, dan (4) find a natural dye from soursop leaves that can be applied as a natural dye in textiles with high quality and environmentally friendly.This research used experimental method. Soursop leaf was extracted using soxhletation methods at 80oC (rasio of ethanol-water = 1:1, 1:2, 1:4, extraction time = 1, 2, 3 hours). The tannin qualitative test done with FeCl3 method.. The tannin quantitative test done with Folin-Ciocalteu method. Dyeing process included mordanting , coloring, fixation (with Tunjung, chalk, and Tawas). The color fastness was tested with Laundrymeter and Crockmeter. The research concluded that: (1) the optimum ratio of ethanol-water for extraction of tannins from soursop leaves is 1: 1, (2) the optimum time for extraction of tannin from soursop leaves is 2 hours, (3) fixation material that produces optimal color fastness of natural dyes soursop leaves is tawas, dan (4) the soursop leaf extract can be used as natural dyes in textiles that have good color fastness and environmentally friendly.
Kajian Pengaruh Waktu dan pH Optimum dalam Adsorpsi Methyl Violet dan Methylene Blue Menggunakan Abu Daun Bambu Kuntari, Kuntari
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.692 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i22017p014

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi methyl violet dan methylene blue menggunakan abu daun bambu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi adsorben dengan spektrofotometri FT-IR dan adsorpsi dengan parameter yang dipelajari adalah waktu interaksi dan pH. Konsentrasi zat warna ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-vis. Spektra FT-IR yang dihasilkan menunjukkan bahwa adsorben memiliki serapan karakteristik yang berasal dari gugus Si-O dan Al-O.  Hasil adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi methyl violet optimum pada waktu kontak 12 menit dan pH 11 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 22,8738 mg/g dan adsorpsi methylene blue optimum pada waktu kontak 8 menit dan pH 11 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 17,9989 mg/g.

Page 1 of 3 | Total Record : 22