Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -
Articles 79 Documents
KDT

r, r

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Factors affecting land transfer function and its impact on farmers' income in Srigading Village, Sanden Sub-district, Bantul Regency

Anurogo, Wenang, Lubis, Muhammad Zainuddin, Khoirunnisa, Hanah

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.111 KB)

Abstract

Coastal area is a specific area where the region can be used as a tourist area, settlements, and agriculture. Some forms of utilization in the field of agriculture, among others, is farming of paddy fields or fishery ponds. As is the case along the southern coast of the Special Territory of Yogyakarta. Coastal residents of Bantul and Kulon Progo districts utilize coastal land as dryland farming and fishery ponds. This study aims to determine the effect of land use change in the Srigading Village (especially for the conversion of shrimp ponds) to the farmers' income in the Village. This research uses the tools of remote sensing technology to identify land use change that happened in the research area and combine with interview result data to know earnings difference from a farmer. The result of the analysis shows that land use in the coastal area of Srigading Village, Sanden Sub-District, Bantul Regency, before being used as shrimp pond is dominated by agricultural land and garden/moor. There are also settlements, and bodies of water contained in the study area. Land in the form of gardens/moor and agricultural land is a land that has the potential to switch function to shrimp farms as long as get enough brackish water supply. The distance is quite close to the beach and the river makes the land is very potential to switch functions into ponds. The results of the analysis also showed that farmers' income before and after shrimp farming in Srigading village experienced an average increase of almost 50%.Kawasan pesisir merupakan wilayah yang berpotensi mengalami perubahan penggunaan lahan. Penduduk pesisir Kabupaten Bantul dan Kulon Progo memanfaatkan lahan pesisir sebagai pertanian lahan kering dan kolam perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan di Desa Srigading (terutama untuk konversi tambak udang) terhadap pendapatan petani di desa. Penelitian ini menggunakan alat teknologi penginderaan jauh untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian dan digabungkan dengan data hasil wawancara untuk mengetahui perbedaan pendapatan dari petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lahan di wilayah pesisir Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, sebelum digunakan sebagai tambak udang didominasi oleh lahan pertanian dan kebun/tegalan. Ada juga pemukiman, dan area air yang terdapat di wilayah studi. Kebun/tegalan dan lahan pertanian adalah lahan yang berpotensi untuk beralih fungsi ke tambak udang selama mendapat pasokan air payau yang cukup. Jaraknya yang cukup dekat dengan pantai dan sungai menjadikan tanah sangat potensial untuk beralih fungsi menjadi kolam. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pendapatan petani sebelum dan sesudah budidaya udang di desa Srigading mengalami peningkatan rata-rata hampir 50%.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p034

Author Guidelines

., .

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Acknowledmen

., .

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Table of Contents

., .

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Analysis of carrying capacity and land suitability in Kenjeran Coastal Area, Bulak Sub Regency, Surabaya City, East Java

Akbar, Zulqi Fahreza, Rudianto, Rudianto, Isdianto, Andik

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.324 KB)

Abstract

Beach tourism is an activity that spends time while feeling the beauty of the atmosphere around the beach. The city of Surabaya has one of the most attractive natural tourist destinations and is located on the Kenjeran beach in the eastern part of Surabaya. This beach tourism activity can cause water pollution due to waste from tourism activities and can cause damage to coastal ecosystems. The purpose of this study is to determine the value of the Land Suitability Index and the value of carrying capacity of the land as a beach tourism. The method used in this study was to measure water quality, measure grain size of sediments, observe criteria for objects and tourist attractions, and conduct interviews. The results of this study indicate that of the 4.3 hectares of the Kenjeran Beach Conformity Index value for the coastal tourism category a score of 47.8% was obtained in the S3 category. This category includes having more limiting factors to fulfill. These factors will have an impact on reducing tourist satisfaction for tourism. This Kenjeran Beach has a maximum value with regional carrying capacity that can accommodate 2,580 people per day for 9 hours.Wisata pantai adalah kegiatan yang menghabiskan waktu sambil merasakan keindahan suasana di sekitar pantai. Kota Surabaya memiliki salah satu tujuan wisata alam yang paling menarik dan terletak di pantai Kenjeran di bagian timur Surabaya. Kegiatan wisata pantai ini dapat menyebabkan pencemaran air karena limbah dari kegiatan pariwisata dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai Indeks Kesesuaian Lahan dan nilai daya dukung lahan sebagai wisata pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengukur kualitas air, mengukur ukuran butiran sedimen, mengamati kriteria untuk objek dan tempat wisata, dan melakukan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4,3 hektar nilai Indeks Kesesuaian Pantai Kenjeran untuk kategori pariwisata pantai diperoleh skor 47,8% dalam kategori S3. Kategori ini termasuk memiliki faktor pembatas yang lebih banyak untuk dipenuhi. Faktor-faktor ini akan berdampak pada pengurangan kepuasan wisatawan untuk pariwisata. Pantai Kenjeran ini memiliki nilai maksimum dengan daya dukung regional yang dapat menampung 2.580 orang per hari selama 9 jamDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p052

Multiple ring buffer untuk mengetahui aksesibilitas fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat masyarakat kecamatan prambanan

Septiyaningsih, Eka, Pahleviannur, Muhammad Rizal, Kinthen, Nabila, Mulyani, Mulyani, Delisa Putri, Else Nungky, Syahputra, Alfi Okta

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.912 KB)

Abstract

The development of a region is closely related to the availability of facilities and infrastructure, especially those used as drivers of the economy, education, and health. Good natural resources and human resources in a region will serve as a center of development, one of them is the development of accessibility of health service. The purpose of the research was to determine the effect of health facilities on a healthy lifestyle and to establish a good standard of healthy living in Prambanan Sub-district. The research method used is a quantitative and descriptive method, the data collected using the questionnaire research instrument. The population in this research is the whole plot of residential buildings which amounted to 20,943 buildings with a sample of 2,235 respondents. Respondent data which included in the sample will be input into a multiple ring buffer map to distinguish the healthy lifestyle of the peoples with accessibility criteria for 1.5 km residential area. The result of the research is known the healthy lifestyle of the peoples in Prambanan Sub-district can be distinguished with accessibility criteria of settlement area within 1.5 km and outside 1.5 km. A healthy lifestyle is divided into 2 types, type 1 includes the benefits of drinking water, a good time to eat, waste and cleaning food. Type 2 includes cleaning up the living environment, draining the tub, washing hands with soap and sports. Peoples within the 1.5 km area are understood about a healthy lifestyle with a percentage of 60% and because they have better accessibility than peoples outside the 1.5 km area. Peoples who are not within the 1.5 km area are less understand about a healthy lifestyle with the percentage of 28% and because they have less accessibility than peoples within the 1.5 km area.Perkembangan suatu wilayah sangat terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana, khususnya yang digunakan sebagai penggerak perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang baik di suatu wilayah akan berfungsi sebagai pusat perkembangan, salah satunya perkembangan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat dan membentuk standar hidup sehat masyarakat yang baik di Kecamatan Prambanan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian berupa angket berisikan daftar pertanyaan atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh persil bangunan pemukiman yang berjumlah 20.943 bangunan dengan sampel sebanyak 2.235 responden. Data responden yang termasuk ke dalam sampel akan dimaksukan ke dalam peta multiple ring buffer untuk dibedakan  pola hidup sehat  masyarakat dengan kriteria aksesibilitas daerah permukiman 1,5 km. Hasil penelitian diketahui pola hidup sehat masyarakat Kecamatan Prambanan dapat dibedakan dengan kriteria aksesibilitas daerah pemukiman dalam 1,5 km dan diluar 1,5 km. Pola hidup sehat dibedakan menjadi 2 tipe, tipe yang pertama meliputi manfaat minum air putih, waktu makan yang baik, membuang sampah, dan kebersihan makanan. Tipe yang kedua meliputi lingkungan tempat tinggal, menguras bak mandi, mencuci tangan dengan sabun, dan olahraga. Masyarakat yang masuk dalam wilayah 1,5 km paham akan pola hidup sehat dengan persentase 60% dan karena mereka memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang lebih baik daripada masyarakat di luar wilayah 1,5 km. Masyarakat yang tidak masuk dalam wilayah 1,5 km kurang paham tentang pola hidup sehat dengan persentase 28% dan memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang kurang baik daripada masyarakat di dalam wilayah 1,5 km.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p042

Kajian hidrogeomorfologi pada DAS orde 0 (nol) di Dusun Brau Kota Batu

Masitoh, Ferryati, Rusydi, Alfi Nur, Pratama, Ilham Diki

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Brau Village is a developing area in the fields of animal husbandry, agriculture, and tourism. The main source of water to supply all the needs of this village comes from springs. Spring is the starting point for river formation. Hydro-geomorphology study of pre-springs formed is very important. The area of the pre-spring formed is called as the Zero-Order Basin. This study applies a quantitative approach using primary data and secondary data. Primary data include geomorphological, geological and hydrological conditions, while secondary data are Topographic Map data. The results of the study was a hydrogeomorphology description of Zero-Order Basin in Brau Village. This village has steep topography triggering landslides occurrences. The sedimentation process coming from debris flow occurs near seepage of the springs. Tuff material and breccias (with joints and cracks) cause the porosity and permeability of geological material to be high. Surface flow is not visible, but basic flow occurs over the year. The base flow will come out as seepage and springs. Seepage and springs are located in the break of slope area and they form the springs belt at elevation 1120 - 1140 masl, which accumulates to narrow depressed areas. The Zero-Order Basin of this area has the main function to accumulate the subsurface flows as base flow.Dusun Brau merupakan daerah sedang berkembang dalam bidang peternakan, pertanian, dan pariwisata dengan sumber air dari mataair. Mataair merupakan titik awal terbentuknya sungai, sehingga kajian mengenai hidro-geomorfologi sebelum terbentuknya mataair menjadi hal yang penting. Daerah sebelum terbentuknya mataair disebut sebagai DAS Orde 0 (Nol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi hidrogeomorfologi pada DAS Orde 0 (Nol) di Dusun Brau. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan data primer dan data sekunder. Data primer antara lain: kondisi geomorfologi, geologi, dan hidrologi, sedangkan data sekunder yaitu data Peta Topografi. Hasil kajian berupa deskripsi hidro-geomorfologi DAS Orde 0 (Nol) di Dusun Brau. Dusun ini memiliki topografi curam sehingga mengakibatkan longsor, dan proses sedimentasi dari aliran debris terjadi dekat rem-besan mataair. Material tuff dan breksi (dengan retakan) menyebabkan porositas dan permeabilitas materi geologi menjadi tinggi. Aliran permukaan juga tidak nampak, tetapi aliran dasar mampu terjadi sepanjang tahun. Aliran dasar akan keluar sebagai rembesan dan mataair. Rembesan dan mataair berada pada daerah tekuk lereng dan membentuk sabuk mataair pada elevasi 1120 – 1140 mdpl, yang terakumulasi pada daerah depresi yang sempit. DAS Orde 0 (Nol) di daerah ini mempunyai fungsi utama untuk mengakumulasikan aliran bawah permukaan sebagai aliran dasar

About Journal

., .

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fertilitas Masyarakat Nelayan di Desa Banjarkemuning Kabupaten Sidoarjo

Susilo, Singgih

Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.078 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.292

Abstract

Abstrak: Masalah kependudukan masih didominasi oleh jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk. Dua permasalahan kependudukan tersebut disebabkan oleh faktor fertilitas atau jumlah anak yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah anak lahir hidup yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan. Desain penelitian termasuk penelitian diskriptif dengan analisa  tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan tergolong tinggi. Sebagian besar wanita atau istri nelayan melakukan nikah pertama pada umur 15-19 tahun, dengan tingkat pendidikan wanita sebagian besar  SLTA. Pelaksanaan program KB di daerah penelitian tergolong baik, hal ini terbukti hampir seluruh responden menjadi akseptor KB. Pendapatan responden tergolong besar, terbukti hasil tangkapan ikan memberikan pendapatan diatas empat juta rupiah setiap bulannya.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p046