Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
S4
Sinta Score
ISSN : -     EISSN : -
Articles
50
Articles
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap hasil belajar IPS

Lidia, Wijayanti, Hairunisya, Nanis, Sujai, Imam Sukwatus

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.958 KB)

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan pembelajaran talking stick. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest-Only Control Group design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 348 siswa. Teknik pengambilan sampling menggunakan cluster Random Sampling. Penelitian ini menggunakan Sampel dua kelas. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan Uji Independent Sample Ttest dengan menggunakan bantuan SPSS 21.0. Hasil analisis data uji regresi sederhana yaitu thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMPN 1 Karangrejo ditunjukkan dengan perolehan thitung4,448> ttabel 2,042. Hasil analisis data uji independent sample t test yaitu thitung> ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMPN 1 Karangrejo ditunjukkan dari perolehan thitung2,363>ttabel1,990.DOI: 10.17977/um022v3i22018p081

ARSITEKTUR RUMAH ADAT SONAF BIKOMI-SANAK PADA MASYARAKAT MASLETE KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NUSA TENGGARA TIMUR

Kabosu, Mario Yosef, Joebagio, Hermanu, Susanto, Susanto

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.94 KB)

Abstract

Sonaf Bikomi-Sanak merupakan salah satu wujud hasil kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat  Maslete yang bertahan hingga saat ini. Arsitektur rumah adat  Sonaf Bikomi-Sanak dikatakan sebagai salah satu arsitektur tradisional sebab bentuknya ditularkan secara turun temurun dari generasi ke generasi, sebagaimana bentuk  arsitektur bangunannya sangat melekat dengan situasi masyarakat Maslete dan lingkungan sekitarnya. Di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi tidak menuntut masyarakat Maslete untuk merubah bentuk bangunan arsitektur rumah adatnya tetapi justru masyarakat tetap mempertahankan keaslian arsitektur bangunan rumah adat Sonaf Bikomi-Sanak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui proses wawancara dan observasi.

Peran KUD dalam pemberdayaan ekonomi penambang minyak tradisional di Desa Wonocolo

Adi, Khofifatu Rohmah, Rosyida, Fatiya

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.858 KB)

Abstract

Kesejahteraan masyarakat merupakan cita-cita bangsa yang juga termaktub secara jelas dan tersurat dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. Sejatinya untuk mencapai kesejahteraan tersebut perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah selaku penguasa berperan dalam membuat kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Ironisnya kesenjangan banyak terlihat sebagaimana ditunjukkan oleh Gini ratio pada maret 2014 yang meningkat dari tahun sebelumnya. Konsep ekonomi rakyat menjadi solusi dari pemikiran Bung Hatta, yakni dimana semua ekonomi yang dapat diterapkan dengan prinsip dari, oleh, dan untuk rakyat. Selaras dengan pemikiran ini lahirlah koperasi. Penelitian ini akan mendiskusikan bagaimana peran koperasi bagi penambang minyak tradisional di desa Wonocolo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. koperasi sebagai suatu badan yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah sebagai wadah dalam pengelolaan sumur tua sehingga SDA dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh koperasi sumber pangan melalui fasilitas modal  dan sebagai wadah bagi masyarakat sekitar lokasi sumur tua untuk dapat memanfaatkan sumur tua sebagai sumber pendapatan.DOI: 10.17977/um022v3i22018p081

Internalisasi nilai karakter gotong royong dalam pembelajaran IPS untuk membangun modal sosial peserta didik

Utomo, Eko Prasetyo

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.741 KB)

Abstract

Gejala memudarnya modal sosial seperti kepercayaan, toleransi, kerjasama, solidaritas, gotong royong, dan musyawarah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Tujuan penelitian ini adalah menggali proses dan makna internalisasi nilai karakter gotomg royong dalam pembelajaran IPS. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri Model Terpadu Bojonegoro yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan obeservasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai karakter gotong royong diinternalisasikan dalam tiga tahap yaitu 1) transformasi; 2) transaksi; dan 3) transisternalisasi nilai. Proses internalisasi nilai karakter gotong royong dalam pembelajaran IPS melalui mediator keteladanan guru dan pengalaman belajar secara langsung melalui model pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, dan evaluasi pembelajaran. Perilaku berkarakter gotong royong yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah oleh peserta didik yaitu kerjasama, diskusi pemecahan masalah, tolong menolong, anti diskriminasi, dan anti kekerasan. Internalisasi nilai karakter gotong royong dalam pembelajaran IPS sangat penting dilakukan untuk mambangun modal sosial peserta didik di era globalisasi sekarang ini.DOI: 10.17977/um022v3i22018p088

Pola plan mahasiswa jurusan sejarah Universitas Negeri Malang dalam KPL (Kajian dan Praktik Lapangan) II berbasis lesson study di Kota Malang

Hasanah, Alfia, Mashuri, Mashuri, Utami, Indah Wahyu Puji

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.469 KB)

Abstract

This research purpose is to explore how history initial teachers plan their lesson for lesson study during the KPL (internship) on 8 schools in Malang. 22 subjects were observed and interviewed by researchers during the research. This research found that there are two patterns of planning conducted by the history initial teachers during their internship for their lesson study. First, the lesson plans were made collaboratively. Second, the lesson plans were made individually.DOI: 10.17977/um022v3i22018p069

Internalisasi nilai-nilai relief Candi Penataran dalam pembelajaran sejarah untuk menumbuhkan kesadaran budaya

Septiawan, Achmad Pandu, Agung, Leo, Djono, Djono

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.512 KB)

Abstract

Kebudayaan adalah jati diri bangsa untuk membangun kejayaan peradaban dalam sebuah negeri. Melalui kebudayaan generasi muda diharapkan untuk mampu menghargai harkat dan martabat bangsa serta mengetahui perjalanan sejarah yang telah dilewati oleh negeri ini. Namun dalam kenyataanya kesadaran budaya dari para generasi muda sudah mulai tergerus arus globalisasi, hal ini membuat kebudayaan di dalam negeri mulai menurun daya tariknya. Fenomena kesadaran budaya yang mulai menurun saat ini disebabkan oleh kurangnya penanaman pendidikan karakter di dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk menguatkan jati diri bangsa melalui kebudayaan untuk menghadapi dampak negatif dari arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memasukkan nilai-nilai yang ada pada relief candi penataran dalam pembelajaran sejarah. 2) Menumbuhkan kesadaran budaya melalui nilai-nilai relief candi Penataran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Relief-relief yang terdapat di candi Penataran antara lain mengisahkan cerita tentang Sri Tanjung, Sang Setyawan, Bubuksah Gagangaking, Ramayana, Kresnayana dan hewan-hewan atau fabel. Dalam relief tersebut sarat akan kandungan nilai religius, jujur, tolerasi, kerja keras dan tanggung jawab yang dapat dimasukan ke dalam pembelajaran sejarah untuk menambah pengetahuan generasi muda tentang warisan kebudayaan dari para leluhur di masa lalu. Upaya dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda adalah: 1) Pengetahuan akan adanya berbagai kebudayaan suku bangsa yang masing-masing mempunyai jati diri beserta keunggulan-keunggulanya, 2) Sikap terbuka untuk menghargai dan berusaha memahami kebudayaan suku-suku bangsa di luar suku bangsanya sendiri, 3) Pengetahuan akan adanya riwayat perkembangan budaya di berbagai tahap masa silam, 4) Pengertian di samping merawat dan mengembangkan unsur-unsur warisan budaya, kita sebagai bangsa Indonesia yang bersatu juga sedang mengembangkan sebuah kebudayaan baru, yaitu kebudayaan nasional.DOI: 10.17977/um022v3i22018p095

Peran nilai “Trihitakarana” kearifan lokal Suku Tengger dalam kelangsungan konservasi Ranu Pani

Presilia, Reva Fadul, Syaviar, Fitra Arief, Ubadati, Najatul, Sumarmi, Sumarmi

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.783 KB)

Abstract

Konservasi dilakukan untuk mencegah kerusakan terjadi secara terus-menerus. Perlu dilakukan upaya mengembalikan kondisi konservasi agar keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem tetap sustainable. Masyarakat Suku Tengger memiliki keunikan pola sosial budaya terkait dengan perilaku positif masyarakat dalam tindakan pemanfaatan ruang dan lingkungan. Kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang dan upaya pemeliharaan lingkungan. . Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kondisi Ranu Pani yang mengalami degradasi akibat pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif . Lokasi penelitian dilakukan di Desa Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi literasi. Analisis berupa analisis deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Harapan dari penelitian ini yaitu sebagai penentuan langkah pengembalian kondisi Ranu Pani sesuai kaidah konservasi. Sehingga masyarakat sekitar di wilayah tersebut dapat menjaga kelestarian ekosistem Ranu Pani.Kata Kunci : Fenomenologi ,Konservasi, Kearifan Lokal, Trihitakarana.DOI: 10.17977/um022v3i22018p076

Media buku bergambar dalam mengenalkan sapaan kekerabatan Bahasa Minang pada remaja Nagari Duo Koto

Sumardi, Aida, Fadly, Ahmad

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.168 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai pudarnya penggunaan sapaan kekerabatan bahasa Minang di kalangan remaja. Remaja nagari duo koto cendrung menggunakan sapaan keekerabatan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat pada penggunaan kata sapaan kekerabatan di lingkungan keluarga. Dengan membuat buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang ini diharapkan remaja sebagai generasi penerus suku Minangkabau memahami pentingnya bahasa Minang terus dipertahankan dan dikembangkan. Tujuan penelitan ini adalah untuk (1) Membuat media buku bergambar dalam mengenalkan  sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja (2) Mengetahui respon remaja terhadap buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang sebagai sarana untuk munumbuhkan rasa cinta dan bangga remaja terhadap bahasa Minang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan R & D yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Borg and Gall untuk menghasilkan produk tertentu. Produk baru yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah buku bergambar budaya dan adat pakaian Minangkabau dalam mengenalkan sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti. Angket digunakan untuk memperoleh baik tidaknya pembuatan media ini untuk bahan bacaan remaja. Hasil penelitian ini adalah produk yang dibuat berupa buku bergambar dengan warna dan gamabar yang menarik perhatian remaja. Selain itu, gambar yang ditampilkan juga berhubungan dengan adat dan budaya Minang. Selain itu, berdasarkan validasi ahli materi 86.66 %, ahli media 80.95%, dan respon remaja 82.75% buku bergambar sangat baik digunakan untuk bahan bacaan remaja Nagari Duo Koto dalam memahami sapaan kekerabatan bahasa Minang.DOI: 10.17977/um022v3i22018p103

PERUBAHAN POLA PEMBELAJARAN PKn YANG TEKSTUAL KE POLA KONTEKSTUAL ( CTL)

Suhartono, Edi

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.618 KB)

Abstract

The development of science and technology has brought great influence to educational technology which further influences learning technology and ultimately to the patterns of learning from conventional/ traditional (textual and teacher only learning) patterns to transition patterns (semi textual and teacher together media) and finally to modern patterns (contextual and media as learning resources). This is very influential on the pattern of learning Civic that is conventional/traditional textual to contextual learning patterns. The current reality in Indonesia is that civic learning is still dominated by conventional systems, so that the application of contextualized oriented learning is still far from expectations, as evidenced by the still serious learning problem, where most students can not relate what they have learned and applications in his current and future life. This occurs because the lesson of civics is less related to the material with the reality of student life, not contextual, consequently civics fails in carrying out its mission to develop civics competence namely civics knowledge, civics disposition and citizenship skills. In carrying the contextualized oriented civics learning, conventional learning system in schools is increasingly believed to be a system that is not effective anymore and resulted in learning Civics felt less meaningful for students To solve the problem of learning civics less meaningful, it is necessary to use contextual teaching approach learning) as one effective alternative. The application of contextual learning is an urgent need to solve the civic problems.DOI: 10.17977/um022v3i12018p001

POTRET KEHIDUPAN EKONOMI PEKERJA WANITA PADA PABRIK ROKOK DALAM KAJIAN GENDER

Fuaida, Mahyaya

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.085 KB)

Abstract

In the current era most women play a role in building the family economy. Women help husbands to earn income to sustain family economic life. Not only take care of households, women are also good at working outdoors. Even today many women prefer a career and put aside the household affairs. But in Indonesia there are still many women who are discriminated against in terms of employment, women are made up of second-class citizens and placed in the lowest job positions. The cigarette factory is a factory where most of its employees are women. Most of the women who work in cigarette factories make the job as the main livelihood in the family. Female workers in cigarette factories are placed in production for grinding and packing, the part being the lowest in the job classification in cigarette factories. In this context gender equality means that all human beings are free to develop their personal abilities and choose without being constrained by stereotypes and prejudices about gender roles or characteristics of men and women. Women also have the right to get a good livelihood. Gender equality does not mean that men and women are equal, or have become the same, but rights, responsibilities, social status and access to resources are independent of gender. Through this research, researchers want to reveal in more depth how the life of female workers in cigarette factory. This study used a qualitative approach to the type of phenomenal research, by interviewing several female workers selected through snowball techniques. This research is located in Sorgum cigarette factory of Malang regency. The results showed that female workers at the Sorgum Malang cigarette factory have not reached a good economy despite working for decades.DOI: 10.17977/um022v3i12018p048