cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Darussalam Nutrition Journal
ISSN : 25798588     EISSN : 25798618     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Darussalam Nutrition Journal (DNJ) is a scientific journal containing research articles in the scope of halal food science, nutrition and health, related to clinical nutrition, community nutrition, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, functional food, and nutrition service and management.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
EKSTRAKSI SENYAWA ANTOSIANIN DAN FENOLIK ROSELLA UNGU DENGAN VARIASI PELARUT Choiriyah, Nurul Azizah
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i1.1017

Abstract

ABSTRACT Roselle is a good source of phenolic and anthocyanin compound. The objective of this study was to determine the best solvent for extracting anthocyanin and phenolic compound of roselle. Roselle was extracted using ethanol 70%:citric acid (88:2 b/b), water:ethanol 70%:citric acid (50:44:2 b/b/b), and water:citric acid (100:2 b/b). Evaluation parameter were phenolic content, anthocyanin content and antioxidant activity (DPPH method). Data was taken triplicate for all parameters using completely randomized experiment design. Highest antioxidant activity, phenolic and anthocyanin content was obtained in roselle extract using            water:ethanol 70%:citric acid (50:44:2 b/b/b).  Keywords: roselle, anthocyanin, phenolic, antioxidant, solvent ABSTRAK Rosella merupakan bahan yang mengandung senyawa fenolik dan antosianin yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pelarut (air+asam, air+ethanol 70%+asam, dan ethanol 70%) terpilih dalam mengekstrak rosella berdasarkan kadar total fenolik, kadar total antosianin, dan aktivitas antioksidan DPPH. Ekstraksi rosella dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%:asam sitrat (88:2 b/b), air:etanol 70%:asam sitrat (50:44:2 b/b/b), dan air:asam sitrat (100:2 b/b). Parameter yang diamati adalah  kadar fenolik, antosianin, dan aktivitas antioksidan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan percobaan.Ekstrak rosella dengan kadar fenolik, antosianin, dan aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh dengan menggunakan pelarut air:etanol 70%:asam sitrat (50:44:2 b/b/b). Kata kunci: rosella, antosianin, fenolik, antioksidan, pelarut
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN VITAMIN A, DAN VITAMIN C DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Wibowo, Yoni
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 2 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i2.1343

Abstract

ABSTRACT Chronic Renal Failure (CRF) is a disease that has a bad prognosis. It happens when the function of renal decreases gradually. One of the complications that often appears in CRF is anemia or the decrease of hemoglobin level in the blood that is related to the intake of  vitamin A and vitamin C. This research’s aims were to investigate the correlation between intake of vitamin A, vitamin C and hemoglobin level in hemodialysis. Type of the research was analytical observational research with cross-sectional approach. Subjects were obtained by consecutive sampling with total research subjects were 22 subjects. Percentages of vitamin A and vitamin C were obtained by recall 3x24 hour method, hemoglobin level was obtained by the Spectrophotometric method. While Pearson Product Moment was used to investigate the correlation. The percentages of outpatients who had an adequate intake of vitamin A  and vitamin C were 68,2% and 4,5% respectively. Meanwhile, most of the patients had low hemoglobin level which was 86,4%. There was not any correlation between intake of vitamin A and vitamin C with hemoglobin level. Keywords: chronic renal failure, vitamin A, vitamin C, hemoglobin. ABSTRAK Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit yang memiliki prognosis buruk. Hal ini terjadi bila fungsi ginjal menurun secara bertahap. Salah satu komplikasi yang sering muncul pada GGK adalah anemia atau penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang berkaitan dengan asupan vitamin A dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin A dan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada pasien rawat jalan hemodialisis. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang diperoleh secara berturut-turut dengan total subjek penelitian berjumlah 22 subjek. Persentase vitamin A dan vitamin C diperoleh dengan metode recall 3x24 jam, dan kadar hemoglobin diperoleh dengan metode Spektrofotometri. Analisis data menggunakan Product Moment Pearson digunakan untuk analisis korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase pasien rawat jalan yang memiliki asupan vitamin A dan vitamin C yang adequat masing-masing 68,2% dan 4,5%. Sementara itu, sebagian besar pasien memiliki kadar hemoglobin rendah yaitu 86,4%. Tidak ada hubungan antara asupan vitamin A dan vitamin C dengan kadar hemoglobin. Kata kunci: gagal ginjal kronis, vitamin A, vitamin C, hemoglobin.
Hubungan Daya Terima Makanan dengan Biaya Sisa Makanan pada Pasien Skizofrenia Julia, Dita
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i1.1934

Abstract

Latar Belakang: Biaya merupakan komponen penting dalam sistem penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit yangmana menu tersebut dapat mempengaruhi daya terima makanan pasien, termasuk pada pasien jiwa khususnya skizofrenia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan daya terima makanan dengan biaya sisa makanan pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian dengan desain Cross sectional dilakukan kepada 36 pasien (18 orang di ruang UPI dan 18 orang di ruang Mintenance) dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling. Daya terima diukur dari sisa makanan selama 9 kali makan besar selama 3 hari dan dikonversi ke dalam rupiah untuk mengetahui biaya sisa makanan yang terbuang. Penelitian berlangsung pada bulan November – Desember 2017. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil: Daya terima makanan pada pasien skizofrenia diketahui baik sebesar 55,6% dari 20 orang dan 44,4% memilki daya terima tidak baik, sedangkan biaya yang terbuang dari sisa makanan sebanyak Rp 8.940 pada bangsal UPI dan Rp 811 pada bangsal Maintenance. Dari hasil uji hubungan daya terima makanan dengan biaya sisa makanan didapatkan hasil p= 0,000; r= 0,966. Kesimpulan: Adanya hubungan antara daya terima makanan dengan biaya sisa makanan pada pasien skizofrenia (p= 0,000), dan semakin tinggi tinggi sisa makanan, maka akan semakin tinggi biaya sisa makanan yang terbuang.
PEMBELAJARAN ANALISIS ZAT GIZI DENGAN MODEL LEARNING CYCLE 5-E Setyorini, Inma Yunita
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i1.1018

Abstract

ABSTRACT The implementation of the learning process has an important influence for the successful of the university student’s learning. The less appropriate learning process will make the university studets are not focus and less interested in following the learning activity. Therefore, it needs an appropriate learning model to learn which can emphasize that the learning model can give a direct experience to the university students. One of the learning model which constructivist based, such as Learning Cycle 5-E learning model. The purpose of this study is to know the difference of the learning outcome between the class who are given by Learning Cycle 5-E learning model with the students who are given by expository learning model in the cognitive and affective aspect.The design used in this research is descriptive quantitative that is a research design of quasi experimental. The technique of sampling used in this research is purposive sampling with total research subjects are 61 university students.The technique of data analysis used in this research are descriptive and statistic analysis. Descriptive analysis used to reveal the learning outcome of the  affective aspect. Statistic analysis used to examine cognitive learning outcome uses the t-test. The average of affective learning outcome of the students who are given by Learning Cycle 5-E learning model  is higher then the average of affective learning outcome of the students who are given by expository learning model . The average of cognitive learning outcome of the university students who are given by Learning Cycle 5-E learning model ( is higher than the average of cognitive learning outcome of the students who are given by expository learning model . Keywords: learning cycle 5-e, learning outcome, affective, cognitive.  Pelaksanaan proses perkuliahan berpengaruh penting terhadap keberhasilan belajar mahasiswa. Proses perkuliahan yang kurang sesuai akan membuat mahasiswa tidak fokus dan tidak tertarik mengikuti perkuliahan. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang sesuai dan dapat menekankan pada pemberian pengalaman langsung. Salah satu model pembelajaran yang cocok adalah model pembelajaran yang berbasis konstruktivistik, seperti model pembelajaran Learning Cycle 5-E. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5-E dengan mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori pada aspek afektif dan kognitif.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Jumlah subyek penelitian adalah 62 mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk mengungkapkan data hasil belajar afektif. Analisis statistik digunakan untuk menganalisis data hasil belajar kognitif menggunakan uji-t. Rata-rata hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5-E lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar afektif mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori .Rata-rata hasil belajar kognitif mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5-E ( lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar kognitif mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori . Kata kunci: learning cycle 5-e, hasil belajar, afektif, kognitif.
PERBEDAAN ASUPAN LEMAK DAN KEBIASAAN OLAHRAGA PADA SISWA DENGAN STATUS GIZI OVERWEIGHT DAN NON-OVERWEIGHT Ardyana, Della; Muwakhidah, Muwakhidah; Wahyuni, Wahyuni
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 2 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i2.1345

Abstract

ABSTRACT The accumulation of fat in the body with lack of physical activity will lead to overweight. This study aims to determine the differences of fat intake and exercise habits between overweight and non-overweight 82 students class X and XI at SMK Muhammadiyah 2 Surakarta. This study was an observational study with cross sectional approach. Data collected include fat intake, exercise habits and nutritional status of overweight and non-overweight of students. Fat intake was measured using food recall form for 7 consecutive days. Exercise habits taken using a questionnaire of exercise habits. Total sample were 41 overweight and 41 non-overweight  students. Analysis of data using Independent T-test and Mann Whitney. The results showed that fat intake of overweight subjects categorized enough (56.1%) there are 23 subjects. Overweight subjects had less exercise during the week  which was 75.6%. Non-overweight subjects more of fat intake that categorized enough (<25%) which was 70,7% (29 subjects). Non-overweight subjects had good exercise during the week  which was 56.1% which was 23 subjects. There were no differences in fat intake between overweight and non-overweight students (p=0,227). There was a difference of exercise habits between overweight and non-overweight students at SMK Muhammadiyah 2 Surakarta (p = 0.001; OR=3.961). Lack of exercise can increase the risk factor of overweight nutritional status by 3,961 times compared to good exercise subjects. Keywords: fat intake, exercise habits, nutritional status, students, overweight. ABSTRAK Penumpukan lemak dalam tubuh dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap status gizi overweight. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan lemak dan kebiasaan olahraga pada 82 siswa kelas X dan XI dengan status gizi di SMK Muhammadiyah 2 Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan meliputi asupan lemak, kebiasaan olahraga dan status gizi. Asupan lemak diukur dengan menggunakan form food recall 24 jam selama 7 hari. Kebiasaan olahraga diambil dengan menggunakan kuesioner kebiasaan olahraga. Jumlah sampel penelitian sebesar 41 siswa overweight dan 41 siswa non-overweight. Analisis data menggunakan uji beda yaitu Independent T-Test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan asupan lemak subjek overweight termasuk kedalam kategori cukup (<25%) sebesar 56,1% yaitu 23 subjek. Subjek overweight banyak yang kurang olah raga rata-rata selama seminggu sebesar 75,6%. Subjek non-overweight lebih banyak mengkonsumsi asupan lemak dalam kategori yang cukup (<25%) yaitu 70,7% sebanyak 29 subjek. Subjek non-overweight lebih banyak yang sudah baik dalam melakukan olah raga selama seminggu yaitu 56,1% sebanyak 23 subjek. Tidak ada perbedaan asupan lemak pada siswa dengan status gizi overweight dan non-overweight (p=0,227). Ada perbedaan kebiasaan olah raga pada siswa dengan status gizi overweight dan non-overweight (p=0,001;OR=3.961). Kurangnya olahraga dapat meningkatkan faktor risiko status gizi overweight sebesar 3.961 kali dibandingkan dengan subjek yang olahraganya baik. Kata Kunci : asupan lemak, kebiasaan olahraga, status gizi, siswa, overweight.
Hubungan Asupan Energi dan Protein Terhadap Kekuatan Genggam Andarbeni, Dina Puspita; Sugiarto, Sugiarto; Prasetyo, Afiono Agung
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i1.1747

Abstract

Kekuatan genggam tangan merupakan metode yang digunakan untuk memperkirakan kekuatan otot tangan. Tes ini berguna untuk memperkirakan indikator status nutrisi remaja putri, khususnya pada saat pengukuran antropometri gagal membedakan antara seseorang undernourished dari underweight. Kekuatan genggam pada remaja putri memiliki hubungan dengan asupan makanan terutama makanan sumber energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan kekuatan genggam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan subjek menggunakan random sampling  dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 155 subjek. Asupan energi dan protein diperoleh dengan metode wawancara recall 24 jam selama 3x24 jam secara tidak berurutan, sedangkan nilai kekuatan genggam diukur dengan menggunakan alat hand dynamometer camry selama tiga kali pengukuran dan diambil satu nilai, yaitu nilai yang tertinggi. Analisis data asupan energi cukup dengan kekuatan genggam lemah sebanyak 20 subjek (23,8%), asupan energi cukup dengan kekuatan genggam normal sebanyak 59 subjek (70,2%) dan asupan energi cukup dengan kekuatan genggam kuat sebanyak 5 subjek (6%) sedangkan yang asupan energinya kurang dengan kekuatan genggam lemah sebanyak 11 subjek (15,5%), asupan energi kurang dengan kekuatan genggam normal sebanyak 53 subjek (74,6%) dan yang asupan energi kurang dengan kekuatan genggam kuat sebanyak 7 subjek (9,9%). Analisis hubungan asupan energi dengan kekuatan genggam didapat nilai p 0,334. Analisis data asupan protein cukup dengan kekuatan genggam lemah sebanyak 7 subjek (12,3%), asupan protein cukup dengan kekuatan genggam normal sebanyak 43 subjek (75,4), asupan protein cukup dengan kekuatan genggam kuat sebanyak 7 subjek (12,3%) sedangkan yang asupan proteinnya kurang dengan kekuatan genggam lemah sebanyak 24 subjek (24,5%), asupan protein kurang dengan kekuatan genggam normal sebanyak 69 subjek (70,4%) dan asupan protein kurang dengan kekuatan genggam kuat sebanyak 5 (5,1%). Analisis hubungan antara asupan protein dengan kekuatan genggam didapat nilai p 0,074. Tidak ada hubungan asupan energi dan protein terhadap kekuatan genggam.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KADAR KREATININ PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS Damayanti, Amilia Yuni
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i1.1019

Abstract

ABSTRACT Chronic Renal Failure (CRF) is a disease characterized increase in progressive renal failure which is irreversible. CRF as known as a disease associated with food intake expecially plant protein and heme protein that causes morbidity and mortality CRF patients. This research aims to know the associations between intake of plant protein and heme protein with creatinin level in CRF on hemodialysis. Type of the research is analytical observasional research with cross-sectional approach. Techniques subjects using consecutive sampling with total research subjects 22 subjects. Percentage plant protein and heme protein using recall 3x24 hour method, creatinin level obtained from spectrofotometric method. The data analysis using pearson product moment. An adequate of plant protein intake in CRF on hemodialysis outpatients only 4,5 % and 27,3 % of heme protein. But the intake of plant protein that was not adequate as big as 95,5 % and 72,7 of heme protein. Most of patients have high creatinin level (86,4 %).  There was no associations between intake of plant protein and heme protein creatinin level. Keywords: CRF, plant protein, heme protein, creatinin. ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat (biasanya berlangsung selama beberapa tahun) dan bersifat irreversible. Tingkat morbiditas dan mortalitas penderita GGK dengan hemodialisis memiliki hubungan dengan asupan makanan terutama makanan sumber protein, baik protein nabati maupun hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein nabati dan hewani dengan kadar kreatinin pada penderita gagal ginjal kronik dengan hemodialisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan subyek menggunakan consecutive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 22 subyek. Asupan protein nabati dan hewani diperoleh dengan menggunakan metode  recall 3 x 24 jam, sedangkan kadar  kreatinin diperoleh dengan metode spektrofotometrik. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment. Asupan protein nabati yang adekuat pada penderita GGK dengan hemodialisis hanya 4,5% dan protein hewani 27,3%. Sedangkan asupan protein nabati yang tidak adekuat sebesar 95,5% dan protein hewani sebesar 72,7%. Sebagian besar pasien memiliki kadar kreatinin tinggi (86,4%). Tidak ada hubungan asupan protein nabati dan hewani dengan kadar kreatinin pada penderita gagal ginjal kronik dengan hemodialisis. Kata Kunci: GGK, protein nabati, protein hewani, kreatinin.
EFEK TEMPE KEDELAI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PREDIABETES Rahadiyanti, Ayu; Mulyati, Tatik
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 2 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i2.1346

Abstract

ABSTRACT Prediabetes is a condition which precede diabetes melitus (DM). Diet is the most efective method to decrease blood glucose level. One of food that correlate to decrease blood glucose level is soy tempe. The purpose of study was proven effect of soy tempeh on blood glucose level in prediabetes. This study was pre experiment with pre test-post test design. The subjects were people in Srondol Kulon Semarang who taken by consecutive sampling. Total subjects was 18 people which was divided in 2 groups. The treatment group was given steam soy tempeh 150 gram per day during 14 days and control group wasn’t given soy tempeh. Fasting blood glucose level was measured before and after intervention using spectrophotometry method. During intervention, both of group recorded food intake using food record 14×24 hours and food recall 3×24 hours. Data was analyzed by Independent sample t-test, Mann Whitney test, and Wilcoxon test. Most of subjectsare 40 – 49 years old (72,73%) and obesity (88,89%). There was no difference energy and fiber intake in two groups before and after intervention. The decreasing of fasting blood glucose level in treatment group was 9,44+15,86 mg/dl and control group was 6,56+17,28 mg/dl. Analysis statistic showed that there wasn’t significant difference at decreasing of fasting blood glucose level in treatment group and control group. There was no diffference decreasing fasting blood glucose level between group which given steam soy tempeh 150 gram per day during 14 days with control group.  Key word : soytempeh, blood glucose, prediabetes ABSTRAK Prediabetes merupakan suatu keadaan yang mendahului timbulnya diabetes melitus (DM). Pengaturan diet merupakan cara yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu bahan makanan yang dihubungkan dengan penurunan kadar glukosa darah adalah tempe kedelai.Membuktikan pengaruh tempe kedelai terhadap kadar glukosa darah pada prediabetes. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan pre test-post test design. Subjek penelitian adalah warga Kelurahan Srondol Kulon Semarang yang diambil secara consecutive sampling, besar sampel pada penelitian ini adalah 18 orang yang dibagi secara acak dalam 2 kelompok. Kelompok perlakuan diberi tempe kedelai sebanyak 150 gram/hari yang diolah dengan cara dikukus selama 14 hari sedangkan kelompok kontrol tidak diberi tempe kedelai. Kadar glukosa darah puasa diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan metode spektrofotometri. Selama intervensi, asupan makan kedua kelompok diperoleh dengan metode food record 14×24 jam dan food recall 3×24 jam. Analisis statistik yang digunakan adalah Independent sample t-test, Mann Whitney test,dan Wilcoxon test. Sebagian besar subjek berusia 40 – 49 tahun (72,73%) dengan status gizi obesitas (88,89%).Tidak terdapat perbedaan asupan energi dan serat pada kedua kelompok sebelum dan setelah intervensi.Pada kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah puasa sebesar 9,44+15,86 mg/dl sedangkan pada kelompok kontrol 6,56+17,28 mg/dl. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah puasa secara bermakna antara kelompok yang diberi 150 gram tempe kedelai selama 14 hari dengan kelompok kontrol. Kata kunci : tempe kedelai, kadar glukosa darah, prediabetes
Analisis Daya Terima Yogurt Sari Kedelai (Soygurt) dengan Penambahan Jus Kurma (Phoenix dactylifera) Purwanto, Trianisa
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i1.1982

Abstract

Kombinasi probiotik dan prebiotik akan membentuk sinbiotik, kedua komponen ini akan bekerja secara sinergis. Kedelai memiliki karakteristik fungsional yang baik, namun terdapat enzim lipoksigenase yang menimbulkan bau langu pada kedelai maupun produk olahannya. Pengembangan beberapa metode dilakukan untuk meningkatkan daya terima, salah satunya dengan membuat sari kedelai, menambahkan flavouring dll. Kurma merupakan makanan yang memiliki kadar gizi yang lengkap, efek teuraputic dan  manfaat potensial bagi kesehatan. Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus merupakan spesies mikrobia yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi minuman fermentasi sari kedelai dan jus kurma, menganalisa perbedaan sifat organoleptik pada masing-masing formulasi serta menganalisa nilai zat gizi pada produk formulasi terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan dua faktor dan tiga kali pengulangan. Faktor I adalah waktu inokulasi bakteri yaitu sebelum dan setelah formulasi bahan. Faktor II adalah persentase sari kedelai dan jus kurma, sehingga didapatkan 6 perlakuan dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa : 1) Terdapat perbedaan signifikan antara warna dan rasa formulasi soygurt kurma, dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara aroma dan tekstur soygurt kurma. 2) Formulasi T1P3 merupakan formulasi yang paling disukai, memiliki energi 18,69 kkal, protein 1,62 g, lemak 1,39 g, karbohidrat 0,48 g, serat pangan 3,9 gram, zat besi 35,61 mg setiap 100 g soygurt kurma.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIASAAN MEMERIKSA LABEL HALAL KEMASAN PANGAN PADA SANTRIWATI Fathimah, Fathimah
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i1.1020

Abstract

ABSTRACT Choosing halal food and beverages is the duty of every Muslim. It applied in everyday life, one of them is to consider halal what will be consumed by checking the information on the packaging label halal products. The method used is survey method with cross sectional approach (sectional). The study was conducted in Pondok Modern Gontor Putri 1, 270 santriwati sixth grade of  KMI Pondok Modern Gontor 1. Based on the research found that the prevalence of santriwati check halal food labels is 67%. Factors that have a significant relationship (p <0.05), with a habit of checking the label kosher products, namely: attitude, knowledge of halal label, read the name of the product, read the product composition, reading the net weight, read the price, read the value nutrition and expired products  Keywords: halal labels, food labels, santriwati.  ABSTRAK Memilih makanan dan minuman yang halal adalah kewajiban dari setiap muslim. Hal ini diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah dengan memperhatikan kehalalan apa yang akan dikonsumsi dengan memeriksa informasi kehalalan produk pada label kemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan potong lintang (Crossectional). Penelitian dilakukan di Pondok Modern Gontor Putri 1, subyek penelitian 270 santriwati kelas VI KMI Pondok Modern Gontor Putri 1. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa prevalensi santriwati memeriksa label halal sebesar 67%. Faktor yang memiliki hubungan yang bermakna (p < 0.05) dengan kebiasaan memeriksa label halal produk yaitu: sikap, pengetahuan label halal, membaca nama produk, membaca komposisi produk, membaca berat bersih, membaca harga, membaca nilai gizi dan kadaluarsa produk. Kata Kunci: label halal, kemasan pangan, santriwati. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20