cover
Filter by Year
BIOMA
Articles
143
Articles
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN TRANSPOR MEMBRAN BERMUATAN ETNOSAINS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMA

Wulandari, Puput, W.H, Eny Hartdiyati, Nurwahyunani, Atip

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of membrane transport learning which contains ethnoscience for cognitive learning outcomes and entrepreneurial interests in SMAN 1 Kendal students. The instrument of data collection are question and questionnaire. The results are average pretest score of experiment class is 49,67 and posttest score is 83,50. Besides, control class have 52,17 and 72,33 as average pretest score and posttest score respectively. Both class are classified to medium category based on N-gain value (the value of experiment class is 0,67 and 0,44 for control class). Those class have significant difference result of t test both in posttest score and entrepreneurial interest (p <0,05). The conclusion of this research is that the ethnoscience of salted egg production in membrane transport learning is significantly effective (p <0,05) for cognitive learning outcomes and entrepreneurial interest of SMA N 1 Kendal students. Key words: cognitive learning outcomes, entrepreneurial interest, ethnosains,  salted egg  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pembelajaran transport membran bermuatan etnosains terhadap hasil belajar kognitif dan minat berwirausaha siswa SMA. Instrumen pengambilan data menggunakan butir soal, dan angket. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 49,67 dan nilai posttest sebesar 83,50;  pada kelas kontrol rata-rata pretest sebesar 52, 17 dan nilai posttest sebesar 72,33;  N-gain kelas eskperimen maupun kelas kontrol pada kategori sedang, demikian juga pada kelas kontrol (nilai N gain kelas eksperimen sebesar 0,67, kelas kontrol sebesar 0,44); uji t pretest posttest kelas eksperimen maupun kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05); uji t posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05); minat berwirausaha kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah  bahwa etnosains produksi telur asin dalam pembelajaran transport membran efektif secara signifikan (p<0,05) terhadap  hasil belajar kognitif dan minat berwirausaha siswa. Kata kunci : hasil belajar kognitif, minat wira usaha, etnosains, telur asin

SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT KAYU MANIS DAN DAUN PEGAGAN DALAM PAKAN TERHADAP KANDUNGAN KOLESTEROL DAN ANTIOKSIDAN TELUR PUYUH (

sunarno, Sunarno, Djaelani, Muhammad Anwar

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTCholesterol in eggs become constraints limiting consumption eggs by the part of community. The purpose of this study was to find supplement formula in cinnamon bark and leaf pegagan to produce low quail eggs cholesterol and rich in antioxidants. The method used in this study was a complete randomized design consisting of eight treatments with three replications. Eight such treatments, including controls, standard feeds supplemented with cinnamon bark flour 5% and 10%, standard feeds supplemented with pegagan leaf flour 5% and 10%, standard feeds supplemented with flour from cinnamon bark and pegagan leaf (5%:5%, 5%:10% and 10%:5%). The results showed that supplementation of flour from cinnamon bark and pegagan leaf in the feed can increase body weight, egg weight and antioxidant content of egg yolk but decrease the amount or productivity of egg and yolk cholesterol content of quail eggs. Supplementation of flour from cinnamon bark in the feed with concentration 5% or a combination of flour from cinnamon bark-pegagan leaf with ratio 5%:10% gived the best influence on some parameters observed. Low cholesterol and rich in antioxidants can provide solutions to meet the needs of animal protein and improve the quality of public health. Keywords: antioxsidants, cholesterol, cinnamon bark, pegagan leaf, quail eggs  ABSTRAKKolesterol dalam telur burung puyuh menjadi kendala pembatasan konsumsi masyarakat terhadap telur puyuh. Tujuan penelitian ini mencari formula suplemen dalam pakan berbahan kulit kayu manis dan daun pegagan dan menghasilkan telur puyuh rendah kolesterol dan kaya antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3x ulangan. Delapan perlakuan tersebut, meliputi kontrol, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung daun pegagan 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis dan pegagan (5%:5%, 5%:10% atau 10%:5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan dalam pakan dapat meningkatkan bobot tubuh, bobot telur, dan kadar antioksidan kuning telur namun menurunkan jumlah/produktivitas telur dan kadar kolesterol kuning telur pada puyuh. Suplemen tepung kulit kayu manis dalam pakan dengan konsentrasi 5% atau kombinasi tepung kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% memberi pengaruh terbaik terhadap beberapa parameter yang diamati. Telur puyuh rendah kolesterol dan kaya antioksidan dapat memberi solusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kata kunci: antioksidan, kolesterol, kayu manis, pegagan, telur puyuh

ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN KONSERVASI CAGAR ALAM GUNUNG TILU, JAWA BARAT: KOMPOSISI SPESIES DAN JENIS POHON INANGNYA

Cahyanto, Tri, Paujiah, Epa, Yuliandiana, Vina

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTOrchid epiphytes are orchids that attach to parts of plant such as stems, branches, or twigs that are still alive or dead. This study aims to determine the composition of epiphytic orchid species and their host species in the conservation area of Gunung Tilu, West Java. This research uses descriptive method with quantitative approach. This research was conducted from January to March 2017 in Gambung Block that exist in natural reserve of Gunung Tilu, West Java. The results showed that epiphytic orchid species found in Gambung Block, Gunung Tilu Natural Reserve as many as 15 species. The species of host plant that places the epiphytic orchid consists of eight species, namely Altingia excelsa, Lithocarpus pallidus, Schima wallichii, Ficus pistulosa, Castanopsis argantea, Phobea grandis, Castanopsis cuspidate, and Trema amboinensis. Epiphytic orchids are widely distributed in three plant zone, i.e zone two, three and four. Keywords: Orchid epiphytes, Gunung Tilu, host plant, distribution ABSTRAK Anggrek epifit adalah anggrek yang menempel pada bagian pohon seperti batang, dahan, atau ranting pohon yang masih hidup maupun yang sudah mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies anggrek epifit dan jenis pohon inangnya di kawasan konservasi cagar alam Gunung Tilu, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2017 di blok gambung yang ada pada cagar alam Gunung Tilu, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa spesies anggrek epifit yang terdapat di blok gambung, Cagar Alam Gunung Tilu sebanyak 15 spesies. Jenis pohon inang yang menjadi tempat tinggal anggrek epifit terdiri atas delapan spesies yaitu Altingia excelsa, Lithocarpus pallidus, Schima wallichii, Ficus pistulosa, Castanopsis argantea, Phobea grandis, Castanopsis cuspidate, dan Trema amboinensis. Anggrek epifit terdistribusi luas pada tiga zona pohon yaitu pada zona dua, tiga dan empat. Kata Kunci: anggrek epifit, Gunung Tilu, pohon Inang, distribusi

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA

Widayaningsih, Wahyu

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTProblems which were raised in this research are the low students’ activity and their poor achievements during the teaching and learning process, especially in human movement system topic. Hence, the researcher implemented contextual approach with group discussion to stimulate students’ active activity and improve their scores. This study utilized classroom action research in which there were four steps for each cycle, namely planning, acting, observing, and reflecting. Data were divided into two, primary (researcher’s action) and secondary (documentation). Those data were collected through interview, students’ worksheets, teacher’s observation and written test. Data were analyzed descriptively. The results showed that the students’ activity from cycle 1 to 3 respectively are 71.88 %, 84.38 %, and 90.62 %; meanwhile the average scores of students’ achievement are 55.31; 69.55; and 79.38 respectively. It can be concluded that by implementing contextual approach with group discussion, students’ activity and achievements during teaching and learning the human movement system topic are improved. Keywords: contextual learning, human movement system, student’s achievement, students‘ activity ABSTRAKPermasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia, sehingga peneliti menerapkan pendekatan kontekstual dengan diskusi kelompok untuk merangsang siswa lebih aktif dan hasil belajar siswa lebih meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer yaitu peneliti yang melakukan tindakan dan siswa yang menerima tindakan dan sumber data sekunder yang berupa data dokumentasi. Data diperoleh melalui wawancara, lembar aktivitas siswa, observasi kinerja guru dan tes tertulis. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Hasil ditunjukkan dengan persentase keaktifan siswa; hasil siklus 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah 71,88 %, 84,38 %, dan 90,62 %. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa hasil siklus 1,2 dan 3 berturut-turut 55,31; 69,55; dan 79,38. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual dengan diskusi kelompok, keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia meningkat. Kata kunci:  pembelajaran kontekstual, sistem gerak pada manusia, hasil belajar siswa, keaktifan siswa

HEMATOLOGI PERBANDINGAN HEWAN VERTEBRATA: LELE (Clarias batracus), KATAK (Rana sp.), KADAL (Eutropis multifasciata), MERPATI (Columba livia) DAN MENCIT (Mus musculus)

Rousdy, Diah Wulandari, Linda, Riza

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTHematology studies between Vertebrate classes can provide supporting data related to animal activities and adaptation to their habitat. Low Vertebrate ektoterm showed different hemotological profil than endoderm Vertebrate. The aims of this study is to compare hematological profile between Vertebrate which includes five classes animal taxon. Animal species was taken randomly, considered to represent the five classes taxon: Clarias batracus from Class Pisces, Rana sp. from Class Amphibia, Eutropis multifasciata from Class Reptilia, Columba livia from Class Aves and Mus musculus from Class Mammalia. Hematology parameters were observed was hemoglobins, HCT, erythrocyte count, leukocyte count, leukocyte differential, MCV, MCH and MCHC. The result showed Vertebrate from Class Pisces (catfish), amphibian (frogs) and reptiles (lizards) had hemoglobin, hematocrit, erythrocytes higher than Aves and Mammals. Leucocytes count in Class Pisces, Amphibians, Reptiles and Aves range 12.000-19.000 cells/mL higher than mammal leukocyte 5000 cells/mL. Differential leukocyte in catfish, frogs, lizards, pigeons and mice have the highest percentage of lymphocytes (37-62%). Keywords: catfish, frog, hematology, lizard, mice, pigeon, vertebrate ABSTRAKStudi hematologi hewan kelas Vertebrata dapat memberikan data pendukung terkait aktivitas hewan dan adaptasi terhadap habitatnya. Hewan Vertebrata tingkat rendah yang ektoterm mempunyai profil hematologi yang berbeda dengan Vertebrata tinggi yang sebagian besar endoterm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan profil hematologi antar hewan Vertebrata yang meliputi lima kelas hewan takson. Hewan sampel diambil secara acak dari populasi hewan yang mewakili lima kelas takson: Clarias batracus dari kelas Pisces, Rana sp. dari kelas Amfibi, Eutropis multifasciata dari kelas Reptil, Columba livia dari kelas Aves dan Mus musculus dari kelas Mammalia. Parameter hematologi yang diamati adalah hemoglobin, hematokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, leukosit diferensial, MCV, MCH dan MCHC. Hasil pengukuran hematologi menunjukkan Vertebrata dari kelas Pisces (lele), Amfibi (katak) dan Reptil (kadal) memiliki hemoglobin, hematokrit, eritrosit lebih tinggi dari pada Aves dan Mamalia. Jumlah leukosit di kelas Pisces, Amfibi, Reptil, dan Aves berkisar 12.000-19.000 sel/mL lebih tinggi dari leukosit mamalia yakni 5000 sel/mL. Pengamatan leukosit diferensial pada ikan lele, katak, kadal, merpati, dan tikus menunjukkan persentase limfosit tertinggi (37-62%) dibanding jenis leukosit lain. Kata kunci: ikan lele, katak, hematologi, kadal, mencit, merpati, vertebrata

PENGARUH TAMBAHAN HERBAL (JAHE, KUNYIT, SALAM) DAN PENCAHAYAAN TERHADAP PERSENTASE BOBOT ORGAN DALAM PADA AYAM BROILER

sulistyoningsih, mei, Rakhmawati, Reni, Baharudin, Muhamad Iskandar

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to know the influence of feed additive are ginger, turmeric, and greeting in ration and lighting treatment on percentage of internal organ weight, It was are  liver, heart, lymph, gizzard, and intestine. Subjects used in the study were 100 DOC unsex. Factorial based on Complete Randomised Design used in this study. Six treatments with 4 replications consist of CJ1:commercial ration feed + 2% ginger + light 1L: 3D, CJ2:commercial ration feed + 2% ginger + light 1L: 2D, KC1:commercial ration feed + 0.2% turmeric + light 1L: 3D, KC2:commercial ration feed + 0.2% turmeric + light 1L: 2D, SC1:commercial ration feed + 3% greetings + light 1L: 3D, SC2:commercial ration feed + 3% greetings + 1L light: 2D. Varibles consist of of internal organ weight: percentage of weight of liver, heart, spleen, gizzard, and intestine. Analysis of variance was applied in this study. The results of this study showed that there was no effect of giving various herbal materials and lighting on the percentage of organ weight in heart, liver, gizzard, intestine and lymph. (p> 0.05). Keywords: broiller, feed additive, herbal,  internal organ, lighting ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pakan tambahan yaitu jahe, kunyit, dan salam dalam ransum dan perlakuan pencahayaan terhadap persentase bobot organ dalam yaitu : hati, jantung, limpa, ampela, dan usus. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah 100 ekor DOC unsex. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Racangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial menggunakan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam  penelitian ini adalah CJ1 : pakan ransum komersial + 2% jahe + cahaya 1L : 3D, CJ2 : pakan ransum komersial + 2% jahe + cahaya 1L : 2D, KC1 : pakan ransum komersial + 0,2% kunyit + cahaya 1L : 3D, KC2 : pakan ransum komersial + 0,2% kunyit +  cahaya 1L : 2D, SC1 : pakan ransum komersial + 3% salam + cahaya 1L : 3D, SC2 : pakan ransum komersial + 3%  salam + cahaya 1L : 2D. Variabel penelitian yang diukur adalah persentase bobot organ dalam : persentase bobot hati, jantung, limpa, ampela, dan usus. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisi menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan taraf 5%, Hasil penelitian ini menunjukan, tidak ada pengaruh dari pemberian berbagai bahan herbal dan pencahayaan terhadap persentase bobot organ dalam  jantung, hati, ampela, usus dan limfa. ( p>0,05 ). Kata kunci: broiller, pakan tambahan, herbal, organ dalam, pencahayaan

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA KONSEP PENCEMARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Luzyawati, Lesy

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe study aims to determine the effect of Problem Based Instruction learning model on the concept of pollution to the problem solving ability of high school students. This research is a kind of quantitative research. Population in this research is student of class X SMA Negeri 1 Lohbener. Cluster random sampling technique was taken by two classes and obtained by X-MIPA 4 students as experiment class by using Problem Based Instruction and X-MIPA 2 as control class by using discussion method. The instrument used is in the form of five essay questions in accordance with the problem-solving indicator that is restricted to the C3-C5 cognitive domain that has been tested for its validity and reliability. After a different treatment, each posttest is given. Based on the result of the research, the average value of experimental class is 72.25 and the control class average 58.95. Then by using t test, obtained tcount = 4.092> ttabel = 1.680. Based on hypothesis testing can be stated that Ho is rejected. So that the problem-based instruction model influences students problem solving abilities. Keywords: pollution, problem based instruction, and problem solving ability.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction pada konsep pencemaran terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMA. Bentuk penelitian eksperimen berdesain postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lohbener. Teknik pengambilan sampel secara cluster random sampling diambil dua kelas dan didapatkan siswa kelas X–MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction. Instrumen yang digunakan adalah berupa lima soal essai sesuai dengan indikator pemecahan masalah yang dibatasi pada ranah kognitif C3-C5 yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda, masing-masing diberikan posttes. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 72,25 dan rata-rata kelas kontrol 58,95. Kemudian dengan menggunakan uji t, diperoleh thitung=4,092 > ttabel=1,680, maka H0diterima. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Instruction berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata Kunci: pencemaran, problem based instruction, dan kemampuan pemecahan masalah.

PERTUMBUHAN PARUH ANAK ITIK MAGELANG (Anas javanica) AKIBAT INDUK YANG DISUPLEMENTASI KURKUMIN (Curcuma longa L.) DAN DIPAJAN CAHAYA MERAH

Albab, Luthfiana Ulil, Isdadiyanto, Sri, Djaelani, Muhammad Anwar

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTMagelang duck is the Indonesian wild duck that have high egg and meat production. To increase egg production hence in this research magelang ducks are supplemented with curcumin and exposure of white and red light.  The aim of the research to study growth beak duckling from parental magelang ducks that supplemented curcumin and red light exposure. The research design used  complete randomized design from fourdifferents group of ducks, i.e., A0B0 (duck without curcumin and white light exposure), A0B1 (duck without curcumin and red light exposure), A0B1 (curcumin dose of 18 mg/duck/day and white light exposure and A1B1 (curcumin dose 18 mg/duck/day and red light exposure). Five female ducklings were taken from each group and their morphometry were measured. The variables of this research were the length, width and height of beaks. The collected data were analized with Kruskal-Wallis non parametric test and would be further tested with Mann-Whitney-U test. The result of this research showed that curcumin supplementaion and red light exposure in ducks affected the magelang ducklings beak growth. Keywords : beaks, curcumin, growth, magelang ducks, red light. ABSTRAKItik magelang merupakan itik liar asli Indonesia yang memiliki produksi telur dan daging relatif tinggi. Untuk meningkatkan produksi telur maka pada penelitian ini itik magelang diberi suplementasi kurkumin serta pajanan cahaya putih dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kurkumin serta cahaya putih dan merah pada induk terhadap pertumbuhan paruh anak itik magelang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang berasal dari empat induk yang berbeda, yaitu induk A0B0 (tanpa diberi kurkumin dan dipapar cahaya putih),  A0B1 (tanpa diberi kurkumin dan  dipapar cahaya merah), A1B0 (dosis kurkumin 18 mg/ekor/hari dan paparan cahaya putih) dan A1B1 (dosis kurkumin 18 mg/ekor/hari pada cahaya merah). Masing-masing kelompok induk diambil lima ekor anak itik untuk diukur paruhnya. Variabel yang diamati berupa pengukuran panjang, lebar, dan tebal paruh. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis dan diuji lanjut menggunakan uji Mann-Whitney-U. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kurkumin dan pajanan cahaya putih serta merah pada induk secara umum dapat meningkatkan pertumbuhan paruh anak itik. Kata kunci: paruh, kurkumin, pertumbuhan, itik magelang, cahaya merah.

PERSPEKTIF SISWA SMP NEGERI TERHADAP NOS (NATURE OF SCIENCE) DI KABUPATEN PATI

Rahmawati, Alis, Mulyaningrum, Eko Retno

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis study aims to obtain the information about the students perspectives of SMP Negeri against NOS (Nature of Science) in Pati regency. The subject of the study are 339 of 8th grade students from SMP Negeri 16 in Pati District. The instrument of data collection is a test description which consist of analysis based on seven aspects of NOS with 7 questions that have developed by researcher. The result shows the understanding of NOS in 8th grade junior high school students in Pati District classified as “poor” with score 39.12% in general. The implication of this research is the new knowledge that NOS aspect should be taught in schools explicitly so students can understand NOS well. Keywords: Nature of Science (NOS), perspective, students SMP Negeri in Pati regency.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perspektif siswa SMP Negeri terhadap NOS (Nature of Science) di Kabupaten Pati. Subjek penelitian yang digunakan adalah 339 siswa kelas VIII dari 16 SMP Negeri di Kabupaten Pati. Instrumen pengumpulan data adalah tes uraian berupa analisis berdasarkan 7 aspek NOS berjumlah 7 soal yang telah dikembangkan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perspektif NOS pada siswa SMP di Kabupaten Pati tergolong kurang yaitu hanya 39,12%. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang aspek NOS seharusnya diajarkan di sekolah-sekolah secara eksplisit sehingga siswa dapat memahami NOS dengan baik.Kata kunci: Nature of Science (NOS), perspektif, siswa SMP Negeri di Kabupaten Pati.

PENGGUNAAN ALBUM VERTEBRATA GEMBIRA LOKA ZOO MELALUI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR AFEKTIF SISWA SMA

Septiani, Dyah Ruhmana, Mulyaningrum, Eko Retno

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis study aims to find out the use of Vertebrata Gembira Loka Zoo albums in on science process skills and affective learning outcomes through lesson study. The subjects of the study were XIPA 1 students in SMA Negeri 1 Godong. Purposive sampling is used in this research as sampling technique. The instrument of data retrieval consists of observation sheet. Based on the analysis, the result of students’ science process skills in the first meeting was 55.00% and the second meeting was result 61.67% and those are classified as poor category and “quite well” category respectively. The first affective learning gave 2.60 outcome which classified as “enough” predicate then the second meeting increased to  3.00 and classified as “good” predicate. Based on the results of the study concluded that the utilization of Vertebrata Gembira Loka Zoo albums through lesson study has a positive effect on students science process skills and affective learning outcomes. Keywords: affective learning result, Gembira Loka Zoo Vertebrata album, lesson study, science process skill. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Album Vertebrata Gembira Loka Zoo terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar afektif melalui lesson study. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 di SMA Negeri 1 Godong. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengambil data penelitian terdiri atas lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui pada pertemuan pertama keterampilan proses sains siswa diperoleh nilai sebesar 55,00% dalam kategori kurang, sedangkan pertemuan kedua sebesar 61,67% masuk dalam kategori cukup baik. Hasil belajar afektif pertama sebesar 2,60 termasuk dalam predikat cukup, sedangkan pertemuan kedua meningkat menjadi 3,00 termasuk dalam predikat baik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemanfaatan Album Vertebrata Gembira Loka Zoo melalui Lesson Study memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar afektif. Kata kunci : hasil belajar afektif,  album Vertebrata Gembira Loka Zoo , lesson study, keterampilan proses sains