cover
Filter by Year
BIOMA
Articles
148
Articles
EKSPLORASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA KULIT BATANG TANAMAN DUWET (Syzygium cumini L.) DENGAN METODE LIQUID CHROMATOGRAPH MASS SPECTROMETRY (LCMS)

Wijayanti, Titik, Setiawan, Dwi Candra

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder pada kulit batang tanaman Duwet (Syzygium cumini L) dengan metode Liquid Chromatograph Mass Spectrometry. Terdapat 63 senyawa metabolit sekunder. Lima senyawa dengan komposisi terbesar, adalah gallic acid, cuminiresinol, epiafzelechin, dan syzygiresinol A. Senyawa metabolit sekunder dalam kulit batang tanaman Duwet tergolong dalam 13 golongan senyawa, diantaranya adalah: fenolat, flavonoid, lignan, triterpenoid, gula, dan lain lain. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung mempunyai aktivitas fitokimia penting, diantaranya sebagai antidiabetes, antibakteri, antioksidan, antihepatotoksik, antiinflamasi, dan lain sebagainya.

KEMELIMPAHAN CAPUNG (Odonata) DI DAS BRANTAS KOTA KEDIRI: SEBAGAI STUDI PENDAHULUAN BIOMONITORING PERAIRAN

Sulistiyowati, Tutut Indah, Rahmawati, Ida, Prameswari, Inggit Tria

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Capung dan kupu-kupu merupakan contoh invertebrata yang digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan. Capung akan meletakkan telurnya pada perairan tenang yang jernih, sedangkan kupu-kupu lebih dapat bertahan lama pada lingkungan yang bersih. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal biomonitoring perairan, yang bertujuan untuk mengetahui keragaman capung di DAS Brantas Kota Kediri. Pengamatan di lapangan dilaksanakan selama bulan Maret hingga pertengahan April 2017. Identifikasi hingga level spesies dilakukan di laboratorium Zoologi Universitas Nusantara PGRI Kediri dan divalidasi oleh tim ahli. Sebanyak lima spesies dari tiga famili telah teridentifikasi. Brachytemis contaminate merupakan spesies yang paling banyak dijumpai dengan rata-rata 40 kali perjumpaan. Orthetrum Sabina merupakan jenis yang paling jarang dijumpai, dengan jumlah individu sebanyak enam individu selama pengamatan. Kata kunci: kemelimpahan, capung, DAS Brantas

STUDI KETERLAKSANAAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KOTA PALEMBANG

Harfian, Binar Azwar Anas, Fadillah, Etty Nurmala

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Learning in the 2013 curriculum in schools is carried out using a scientific approach. The scientific approach is closely related to the scientific method. The scientific method is the root of the scientific approach which in practice is not separate from each other. The purpose of this study was to find out the feasibility of a scientific approach through observing, asking, trying or collecting information, associating, and communicating in the learning process of biology in Palembang City State High School. This research is included in survey research with quantitative and qualitative approaches. The study was carried out in 18 state high schools in the city of Palembang which have implemented the 2013 Curriculum. The research subjects consisted of 18 representatives of the school principal in the curriculum, 18 biology teachers who taught in class XI, and 1200 students in the XI class majoring in science. Teacher sampling was carried out by purposive sampling technique. Data collection instruments in this study include questionnaire sheets, observation sheets, interview sheets, and documentation. The results of this study are the implementation of a scientific approach to the learning process in the 2013 curriculum implementation in the Palembang category of Very Good City High School with the percentage for components observing as much as 76.84%, the asking component of 73.03%, the component trying / collecting information of 76.43 %, the associating component is 75.76%, and the component communicates as much as 79.45%.

PEMBUATAN BENANG OPERASI DARI ECENG GONDOK

Purnavita, Sari, Rahayu, Lucia Hermawati, Sutanti, Sri

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Operating thread needs in Indonesia to increase, but until now to supply the needs of operating threads absorbed (can be integrated with the body) still depends on imported products that are expensive. To reduce Indonesias dependence on biomaterials imports in the field of biomedicine, it can be done through the engineering of operating yarn production absorbed from Indonesias natural resources. Poly Lactic Acid (PLA) is a polymer that is widely applied as a biomaterial in biomedical fields such as operating threads. In this research, absorbable suture was made from poly lactic acid poly polymer blend from water hyacinth with natural glucomannan polymer of iles-iles. The aim of the study was to study: 1) the effect of polymerization reaction time on PLA yields and 2) the effect of poly lactic acid-glucomannan composition on the mechanical properties of operating threads. Making PLA using the ring opening polymerization method and making yarn using the wet spinning method. The independent variables at the manufacturing stage of the PLA polymer are reaction time = 60, 90, 120, and 150 minutes, while for the variable at the stage of operation yarn making is the ratio between the PLA period: glucomannan = (1: 3); (1: 2); ( 1: 1); (2: 1); (3: 1). The results showed that: 1) reaction time had a very significant effect on yield PLA and 2) different composition of poly lactic acid - glucomannan gave different tensile strength and tensile elongation values. Keywords: water hyacinth, poly lactic acid, glucomannan, operating thread

ANALISIS MORFOLOGI DAN ANATOMI AKAR KAYU APU (Pistia stratiotes L.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI KADMIUM (CD)

Munawwaroh, Anita, Pangestuti, Ardian Anjar

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Logam berat merupakan unsur logam yang berbahaya dan dapat menimbulkan pencemaran. Salah satu logam berat yang berbahaya yaitu kadmium (Cd). Pencemaran logam berat dalam perairan dapat diatasi dengan menggunakan tumbuhan air. Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) merupakan tumbuhan air yang efektif menyerap dan menurunkan berbagai logam berat seperti Hg, Cd, Mn, Ag, Pb, Zn. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui dampak berbagai konsentrasi Cd terhadap morfologi dan anatomi akar Pistia stratiotes L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu konsentrasi Cd (0 ppm, 4 ppm, 8 ppm, dan 12 ppm). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan 3 kali. Perlakuan dilaksanakan selama 14 hari dengan parameter morfologi dan anatomi akar (jumlah trakea akar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi, akar tumbuhan yang terpapar logam Cd mempunyai tekstur akar yang lunak dan rambut akar sebagian besar terputus. Secara anatomi, menunjukkan perbedaan yang nyata tiap perlakuan terhadap jumlah trakea akar. Dimana semakin tinggi logam Cd maka jumlah trakea semakin sedikit. Adanya perbedaan jumlah trakea tersebut berkaitan dengan kerja enzim dan hormon pada pembentukan sel-sel trakea akar Pistia stratiotes L. Kata Kunci : Morfologi, Anatomi, Akar, Pistia stratiotes L. logam Cd

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KECAMATAN KALIDONI DAN ILIR TIMUR II

Sari, Tanti Anggia, Hidayat, Saleh, Harfian, Binar Azwar Anas

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keterampilan berpikir kritis peserta didik sangat diperlukan karena peserta dituntut untuk lebih tanggap dalam memecahkan masalah dan menyelesaikan masalah yang terdapat di dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tingkat penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa di Kecamatan Kalidoni dan Ilir Timur II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yaitu 4 SMA yang Negeri dan Swasta yang terakreditasi A dan B. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik Pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara, observasi, soal keterampilan berpikir kritis dan dokumentasi. Analisis data menggukan Ms. Excel dengan menghitung tingkat penguasaan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Hasil Penelitian  menunjukan persentase keterampilan berpikir kritis siswa SMA di kecamatan Kalidoni sebesar 50,95% dengan kategori sedang dan di Kecamatan Ilir Timur II sebesar 50,43% dikategorikan sedang. Indikator tertinggi di Kecamatan Kalidoni ditunjukan pada indikator pengaturan diri sebesar 64,29% dan terendah pada indikator mengevaluasi 41,27% dan indikator tertinggi di Kecamatan Ilir Timur II ditunjukan pada indikator pengaturan diri sebesar 65,81% dan terendah pada indikator menjelaskan 46,83%.

IDENTIFIKASI NYAMUK DEWASA PADA BUAH KELAPA DI KELURAHAN KEMELAK KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

Permadi, I Gede Wempi Surya, Ambarita, Lasbudi Pertama, Yahya, Yahya

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenyakit tular vektor seperti Demam Berdarah Dengue  (DBD) dan malaria merupakan penyakit yang memiliki angka morbiditas dan  mortalitas yang cukup tinggi.  Lingkungan menjadi salah satu indikator penting bagi penularan penyakit tular vektor. Disain penelitian ini adalah observasional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies nyamuk yang hidup di buah kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai desember 2015.  Cara pengambilan sampel diambil dari larva yang diperoleh di wilayah kelurahan Kemelak kabupaten OKU, berupa vegetasi kebun, sawah dan dekat pemukiman penduduk.  Identifikasi spesies nyamuk di laboratorium parasitologi dan entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja, Sumatera Selatan.  Survei Lapangan dilakukan di kelurahan Kemelak Bindung Langit kabupaten OKU.  Pada penelitian ini ditemukan tiga spesies jentik yang berapa pada kontainer kelapa yaitu Aedes aegypti, Culex vishnui dan Culex quinquifasciatus.  Saran penelitian ini adalah sebaiknya kelapa dan cangkang kelapa bekas dibakar apabila tidak digunakan oleh masyarakat dan melaksanakan program 3M plus secara terpadu serta berkisinambungan.Kata kunci : Buah  Kelapa, Nyamuk, Kabupaten  Ogan Komering Ulu ABSTRACTVector contangious disease as Dengue Hemoraghic Fever (DHF)and malaria is disease having high rate morbidity and mortality. The environment which one be an important indicator for the transmission of the vector contangious disease. This research is a design by observational.  This study attempts to know the species of mosquito that live in coconut container.  This study was conducted in march and december 2015 . Methods of this research was taking the sample collection  of the larvæ obtained in urban villages kemelak kabupaten oku , in the form of vegetation garden , rice and near residential area .Methods for identificating species mosquitoes was doing at the parasitologi and entomology labolatory,  p2b2 Baturaja  , South Sumatra. The field survey was healding in Kemelak village,  Ogan Komering Ulu regency.  The research showed that  species larve who hatch in coconut container was identificated Aedes aegypti , Culex vishnui and Culex quinquifasciatus. The household should burned the coconut if not used and doing 3M health programe continuously.Keyword : Coconut shell, Mosquitoes, Ogan Komering Ulu Regency

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 KOTA TASIKMALAYA

Praninda, Erlynda, Surahman, Endang, Putra, Rinaldi Rizal

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKegiatan belajar-mengajar di kelas merupakan salah satu unsur penting yang dilakukan oleh pendidik dalam melatih kemampuan peserta didik untuk dapat memahami dan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kegiatan belajar peserta didik harus senantiasa diarahkan tidak hanya dalam penguasaan konsep-konsep semata, namun juga pada peningkatan kemampuan berpikir peserta didik, khususnya kemampuan berpikir kritis. Hakikatnya, berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kemudian mengolahnya secara kreatif dan logis, menilai kebenarannya, menganalisis, dan menarik kesimpulan akhir, sehingga informasi tersebut dapat dipertahankan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Mei 2018 di SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Metode eksperimen yang digunakan adalah true experimental dengan populasi seluruh kelas VII SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya sebanyak 11 kelas dengan jumlah siswa 352 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas, yaitu kelas VII-J sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-I sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian dengan jumlah 17 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Learning Cycle 7E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan skor rata-rata 38,03, dibandingkan dengan kelas kontrol dengan skor rata-rata 34,80. Hal ini menunjukkan bhawa penggunaan Learning Cycle 7E mampu berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kata Kunci : learning cycle 7E, kemampuan berpikir kritis, konsep pencemaran lingkungan.

HUBUNGAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA DI JAKARTA TIMUR

P, Nurul Azizah Ayu, Suryanda, Ade, W, Ratna Dewi

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Berdasarkan penilaian PISA, kemampuan literasi Sains Indonesia tahun 2006 berada pada peringkat 50 dari 57 negara, tahun 2009 berada pada peringkat 60 dari 65 negara, dan tahun 2012 berada pada peringkat 64 dari 65 negara, kemudian menjadi 66 dari 72 Negara pada tahun 2015. Hal ini diduga karena rendahnya kebiasaan membaca pada siswa. Kebiasaan membaca pada siswa akan menjadi dasar dalam mendapatkan, mengolah, dan mengelola pengetahuan sains sehingga siswa dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan literasi sains yang penting bagi kehidupan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan tentang kebiasaan membaca dan literasi sains pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 54 Jakarta, SMAN 22 Jakarta, SMAN 59 Jakarta dan SMAN 81 Jakarta pada bulan Mei semester genap tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi korelasional. Jumlah sampel sebanyak 165 siswa SMA kelas X MIPA yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen berupa paper and pencil testkebiasaan membaca dan literasi sains. Uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Pada pengujian hipotesis didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,720 yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat antara kebiasaan membaca dan literasi sains pada siswa SMA dengan kontribusi kebiasaan membaca sebesar 51,8% terhadap literasi sains.

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN TRANSPOR MEMBRAN BERMUATAN ETNOSAINS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMA

Wulandari, Puput, W.H, Eny Hartdiyati, Nurwahyunani, Atip

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 1 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.877 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of membrane transport learning which contains ethnoscience for cognitive learning outcomes and entrepreneurial interests in SMAN 1 Kendal students. The instrument of data collection are question and questionnaire. The results are average pretest score of experiment class is 49,67 and posttest score is 83,50. Besides, control class have 52,17 and 72,33 as average pretest score and posttest score respectively. Both class are classified to medium category based on N-gain value (the value of experiment class is 0,67 and 0,44 for control class). Those class have significant difference result of t test both in posttest score and entrepreneurial interest (p <0,05). The conclusion of this research is that the ethnoscience of salted egg production in membrane transport learning is significantly effective (p <0,05) for cognitive learning outcomes and entrepreneurial interest of SMA N 1 Kendal students. Key words: cognitive learning outcomes, entrepreneurial interest, ethnosains,  salted egg  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pembelajaran transport membran bermuatan etnosains terhadap hasil belajar kognitif dan minat berwirausaha siswa SMA. Instrumen pengambilan data menggunakan butir soal, dan angket. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 49,67 dan nilai posttest sebesar 83,50;  pada kelas kontrol rata-rata pretest sebesar 52, 17 dan nilai posttest sebesar 72,33;  N-gain kelas eskperimen maupun kelas kontrol pada kategori sedang, demikian juga pada kelas kontrol (nilai N gain kelas eksperimen sebesar 0,67, kelas kontrol sebesar 0,44); uji t pretest posttest kelas eksperimen maupun kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05); uji t posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05); minat berwirausaha kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan berbeda secara signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah  bahwa etnosains produksi telur asin dalam pembelajaran transport membran efektif secara signifikan (p<0,05) terhadap  hasil belajar kognitif dan minat berwirausaha siswa. Kata kunci : hasil belajar kognitif, minat wira usaha, etnosains, telur asin