Media Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -
Articles 170 Documents
KEEFEKTIVAN UJIAN NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU PARAMETER PENDIDIKAN NASIONAL

Nizarrudin, Nizarrudin ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Buchori, Achmad ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Supandi, Supandi ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ujian nasional sebagai salah satu standar mutu pendidikan nasional sampai saat ini masih menjadi polemik yang tak kunjung selesai, ada berbagai kendala yang menyebabkan diantaranya standar pelayanan kepada peserta didik baik fasilitas maupun SDM, banyak sekolah-sekolah swasta yang belum memenuhi standar pendidikan. Sekolah-sekolah tersebut dari sisi Standar Nasional Pendidikan (SNP) masih sangat dikatakan di bawah standar. Diakui atau tidak, sekolah- sekolah tersebut cukup mempengaruhi kualitas pendidikan khususnya kota semarang, dilain pihak pemerintah bersikukuh bahwa Ujian Nasional tetap harus dilakukan, Populasi pada penelitian ini adalah seluruh SMA/MA negeri dan swasta se-kota semarang dan sampelnya adalah 35 sekolah SMA/MA negeri dan swasta se-kota semarang. Data yang diperoleh dengan tes dan angket dengan hasil analisis tes SMA/IPA : Yang lulus 98,62%, SMA/MA IPS : Yang lulus 97,57%, SMA/MA BAHASA : Yang lulus : 96,30%. Dari hasil angket diperoleh 62,8% responden menyatakan bahwa UN masih diperlukan sebagai salah satu parameter pendidikan nasional dan 38,2% responden menyatakan bahwa UN kurang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujian nasional di kota Semarang masih objektif jika digunakan sebagai salah satu parameter pendidikan nasional, dibuktikan dengan hasil UN yang cukup signifikan. Kemudian setuju bahwa UN masih dijadikan salah satu parameter pendidikan nasional. Masih ada siswa yang tidak lulus meskipun ada sistem ujian remedial. Perlu dilakukan pemerataan fasilitas pembelajaran di seluruh sekolah se kota semarang.

STUDI PENELUSURAN ALUMNI JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI SEMARANG UNTUK MENYEMPURNAKAN KURIKULUM BERDASARKAN KEBUTUHAN DI LAPANGAN (PASAR KERJA )

Nuroso, Harto ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Khoiri, Nur ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Saptaningrum, Ernawati ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Siswanto, Joko ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008?, 2) bagaimanakah informasi atau masukan yang diberikan oleh alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006-2008 sehingga dapat menyempurnakan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan? Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui profil alumni jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang tahun 2006–2008. 2) untuk mengetahui banyaknya alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang yang terserap pada pasar kerja atau yang sudah bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai administrasi, karyawan, pemerintah) maupun sektor informal, 3) untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkembang di lapangan, yaitu tentang kesesuaian atau ketidaksesuaian kurikulum yang sedang dilaksanakan dengan kebutuhan di lapangan, 4) menyempurnakan kurikulum jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang berdasarkan informasi atau masukan dari alumni. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi sebagai berikut: 1) sebagai bahan masukan untuk perbaikkan proses belajar mengajar di Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, sebagai bahan untuk mengevaluasi kurikulum yang berlaku, 3) sebagai bahan untuk mengevaluasi materi-materi perkuliahan, 4) sebagai bahan untuk mengevaluasi daya adaptasi lulusan di tempat kerja, 5) sebagai bahan untuk mengevaluasi angka pengangguran alumni mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI semarang, dan mencari solusinya, 6) mendapatkan masukkan yang berharga dari alumni guna perbaikkan mutu lulusan, 7) sebagai bahan untuk mengevaluasi mutu lulusan Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang, dan 8) bagi alumni, dapat dijadikan alat untuk membentuk jaringan informasi, sehingga mereka selalu mendapat informasi yang mereka butuhkan setiap saat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) sebanyak 9 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang memiliki predikat kelulusan memuaskan, 87 % dengan predikat sangat memuaskan dan 4 % dengan predikat cumlaude; 2) sebanyak 1 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang menyelesaikan studi dengan waktu 4,5 tahun, 67 % dengan waktu 4 tahun, dan 32 % dengan waktu 3,5 tahun; 3) sebanyak 35 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan dengan waktu tunggu yang pendek pendek (3–5,9 bulan), 31 % dengan waktu tunggu sedang (6–11,9 bulan), 16 % dalam dengan waktu tunggu lama (>12 bulan), dan 18 % belum mendapatkan pekerjaan; 4) sebanyak 89 % alumni Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya dan 11% tidak sesuai dengan bidangnya; dan 5) keberadaan alumni saat ini atau tempat kerja alumni sebagian besar sesuai dengan daerah asal (kampung halaman) mereka. Informasi atau masukan para alumni sebagai umpan balik dalam penyempurnaan kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan yaitu: penambahan peralatan laboratorium serta memperbanyak kegiatan praktikum, peningkatan kemampuan dan jumlah dosen, penambahan bahan ajar/buku ajar, penambahan jam microteaching, dan peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengaplikasikan IPTEK.   Kata kunci : tracer study, alumni, kurikulum

ESENSI UJIAN NASIONAL DAN IMPLEMENTASINYA DI KABUPATEN GROBOGAN

Asrofah, Asrofah ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Murywantobroto, Murywantobroto ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Wahono, Wahono ( SMP Negeri 1 Tanggungharjo Grobogan ) , M.Syafii, M.Syafii ( SMP Negeri 3 Pulokulon Grobogan )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi ujian nasional pada sekolah-sekolah di Kabupaten Grobogan dan mencari alternatif pola ujian nasional yang dapat mengukur kompetensi siswa secara holistik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru dan kepala sekolah SMP, SMA, dan SMK di Grobogan, sebanyak 300. Model penelitian mengacu model evaluasi yang dikembangkan oleh Stufflebeam dengan mengidentifikasi empat unsur program, yaitu Contex, Input, Process, dan Product (CIPP). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian evaluasi ini adalah angket dan wawancara. Sedangkan hasil penelitian dipaparkan dengan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ujian nasional di Kabupaten Grobogan masih ditemukan berbagai kegiatan yang kurang konstruktif dalam penyelenggaraan, misalnya pengaturan tempat duduk dan denah siswa atau terlalu longgarnya pengawasan ketika melihat peserta melakukan kerja sama. Kemudian, pola ujian nasional agar dapat mengukur kemampuan secara holistic, perlu dimodifikasi dengan praktik/unjuk kerja, serta penilaian kepribadian sehingga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dapat terukur. Dengan demikian, keluluan siswa sekolahlah yang seharusnya menentukan.   Kata-kata kunci: Ujian nasional dan implementasinya.

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMP DI KOTA SEMARANG

Kusumawardhani, Ratna ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Wiyaka, Wiyaka ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Lestari, Siti ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Prabowo, A.B. ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008? 2) apakah pelaksanan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 telah mencapai tujuan yang sudah di tetapkan? c) bagaimanakah model pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat meningkatkan persentase kelulusan pada ujian nasional? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui efektivitas penerapan KBK dan KTSP SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008, mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP di Kota Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008. Metode penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi dengan pendekatan yaitu: (1) pendekatan penelitian (analisis komparatif); (2) pendekatan obyektif; dan (3) pendekatan campuran multivariasi. Selain itu, dengan bertitik tolak pada pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: karakteristik peserta didik dan lingkungan, tujuan program dan peralatan yang digunakan, prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri, dan dilengkapi dengan penggunaan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Pada dasarnya pelaksanaan KBK dan KTSP tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang sudah sangat baik. Guru dan Kepala Sekolah telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik yang terbukti dengan hasil jawaban yang positif disamping adanya kendala/ hambatan saat pembelajaran yang secara umum disebabkan oleh sarana dan prasarana serta perbedaan karakteristik pada diri siswa. Pelaksanaan KBK tahun 2007/2008 di SMP 2 Semarang, SMP 37 Semarang, SMP Theresiana I Semarang, dan SMP Gergaji Semarang secara umum telah mencapai tujuan yang diharapkan, akan tetapi pelaksanaan KTSP tahun 2007/2008 di sekolah-sekolah tersebut masih membutuhkan perhatian yang serius.Pengembangan kurikulum yang baik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan persentase kelulusan siswa sebaiknya disusun bersama-sama tidak hanya dari pihak sekolah (Guru, Kepala Sekolah) tetapi juga masyarakat pengguna, dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar, evaluasi proses dan evaluasi rensana pembelajaran, dibuat dengan menyediakan jenis-jenis mata pelajaran wajib yang bersifat mendasari untuk dimiliki oleh setiap siswa, dan mata pelajaran yang ditentukan berdsarkan kebutuhan dan bakat siswa.   Kata kunci : kurikulum, evaluasi, KBK, KTSP

PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008

Rasiman, Rasiman ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Cahyono, Adi Nur ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Sulianto, Joko ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Nurhadi, Nurhadi ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan.   Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum

EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA KOTA SEMARANG

Ngatmini, Ngatmini ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Asriningsari, Ambarini ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Ruwenas, Dardjo ( IKIP PGRI SEMARANG ) , YP, Suyitno ( SMA Gita Bahari Semarang )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan petunjuk BSNP; mengetahui  muatan keterampilan berbahasa dalam penyusunan KTSP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Semarang; mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia oleh guru Bahasa Indonesia di SMA Kota Semarang; mendeskripsikan implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Semarang; mengetahui penilaian hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa  Indonesia di SMA Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi kasus terpancang. Lokasi penelitian adalah SMA Kota Semarang, diwakili oleh SMA N 1, SMA N 2, SMA N 4, SMA N 9, SMA Kesatrian 2, SMA Walisongo, SMA Hidayatullah, SMA Gita Bahari, dan SMA Institut Indonesia. Sumber data terdiri atas: nara sumber, peristiwa atau aktivitas, dan dokumen. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Simpulan yang dapat dikemukakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sudah sesuai  dengan petunjuk BSNP; Keterampilan berbahasa dalam penyusunan KTSP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Semarang sudah lengkap; Guru Bahasa Indonesia Kota Semarang telah merencanakan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan mengembangkan silabus dan menyusun RPP; Implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kota Semarang telah berjalan dengan baik meskipun masih menghadapi kendala yang berkaitan dengan dana dan sarana penunjang pembelajaran; Pada pelaksanaan tahun pertama KTSP, penilaian hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa  Indonesia di SMA Kota Semarang telah menunjukkan hasil cukup baik.   Kata kunci : evaluasi, implementasi, KTSP, mata pelajaran bahasa Indonesia

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KALKULUS I MELALUI UMPAN BALIK TES FORMATIF DENGAN PEMBELAJARAN REMEDIAL

Sunandar, Sunandar ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian tes formatif yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkulus I, dan untuk mengetahui apakah dengan pemberian pengajaran remedial bagi mahasiswa yang belum tuntas belajarnya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan dan dapat meningkatkan hasil belajar Kalkulus I. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa program studi matematika yang memprogramkan mata kuliah Kalkulus I pada kelas A sebanyak 37 orang pada semester ganjil tahun ajaran 2005/2006. Disain penelitian tindakan kelas sebagai suatu spiral langkah-langkah yang terdiri dari empat taraf yaitu planning, acting, observing, dan reflecting. Keempat langkah tersebut merupakan satu siklus, kemudian dilanjutkan lagi dengan siklus kedua, ketiga, dan seterusnya sampai dianggap cukup untuk menjawab masalah yang ada. Data hasil tes formatif dianalis secara deskriptif, kemudian dilakukan pengelompokan antara mahasiswa yang sudah mencapai nilai 65 ke atas, dan mahasiswa yang belum mencapai nilai 65. Bagi mahasiswa yang nilainya di bawah 65 diwajibkan  mengikuti pengajaran remedial. Di samping itu dari pengamatan dan wawancara dilakukan pengelompokan meliputi kesungguhan (antusias), perhatian, motivasi, tannggapan (respon), pengajuan pertanyaan, kritik, dan saran dalam perkuliahan Kalkulus I. Indikator keberhasilannya ditentukan oleh ketuntasan belajar secara individual adalah 65% dan ketuntasan belajar secara klasikal adalah 85%. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) pemberian tes formatif secara teratur dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus I; (2) pemberian pengajaran remedial dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkulus I; (3) pengajaran remedial sangat efektif sebagai umpan balik tes formatif dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkukus I; (4) dengan pemberian pengajaran remedial dapat mencapai ketuntasan belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkulus I. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, diharapkan para dosen melakukan tes formati setiap kurun waktu tertentu atau setiap akhir pokok bahasan/ sub pokok bahasan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pembelajaran yang telah terlaksana, dan sebagai umpan balik bagi dosen dan mahasiswa dalam memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya; (2) dari hasil tes formatif dapat ditindaklanjuti sebagai umpan balik dengan melakukan pengajaran remedial.   Kata-kata Kunci: tes formatif, pengajaran remedial, hasil belajar Kalkulus I

PERAN KOMITE SEKOLAH SMP DI KOTA SEMARANG

Widodo, Suwarno ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Senowarsito, Senowarsito ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Susanto, Dias Andris ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Sari, Ryky Mandar ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Komite Sekolah merupakan suatu badan atau lembaga non – profit dan non – politis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stakeholers pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. MBS adalah suatu bentuk alternatif program desentralisasi pendidikan di sekolah. Ciri – ciri MBS adalah adannya otonomi yang kuat di tingkat sekolah, peran aktif masyarakat dalam pendidikan, proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan, menjunjung tinggi akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap kegiatan pendidikan. Penelitian ini dilakukan di SMP di Kota Semarang selama bulan September dan Oktober 2008 dengan fokus penelitian peran Komite Sekolah SMP di Kota Semarang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, (2) peran komite sekolah sebagai pendukung, (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol, dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif - kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Tehnik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan telah menjalankan perannya dalam hal: a) menyusun RAPBS bersama sekolah, b) mengesah RAPBS pada bulan Juli (seharusnya), c) mengkontrol pelaksanaan APBS, d) mengontrol sistem pelaporan  pelasanaan APBS setiap bulan, e) melaksanakan perubahan APBS pada  setiap bulan Januari, f) mepertanggungjawabkan kepada masyarakat setiap akhir semester, g) memberikan pertimbangan dan rekomendasi kebijakan-kebijakan sekolah yang berkaitan dengan fungsi, hak dan kewajiban Komite Sekolah. (2) peran komite sekolah sebagai pendukung telah menjalankan perannya dalam hal: a) kegiatan operasional komite, b) pembelian alat tulis kantor, c) pendataan dan pemaparan data, d) peningkatan kualitas manajemen, f) pelayakan ruang Komite Sekolah, g) pelaksanaan pergantian pengurus, h) pembentukan paguyuban orang tua siswa. Kesungguhan terhadap pelaksanaan program kerja diwujudkan dengan penyediaan dana bagi terlaksananya kegiatan tersebut. (3) peran komite sekolah sebagai pengontrol telah berperan sebagaimana mestinya untuk hal: a) menyangkut pelaksanaan jadual KBM, b) bidang anggaran, c) tenaga kependidikan baik guru maupun non guru, d) prestasi sekolah selalu mendapatkan perhatian Komite Sekolah, e) Komite juga mengadakan pemantauan terhadap hasil ujian, kelulusan maupun kenaikan kelas. dan (4) peran komite sekolah sebagai mediator telah menjalankan perannya, dalam hal: a) membina hubungan yang sinergis antara sekolah dan stakeholders, b) mengadakan sarasehan pendidikan, c) menyelenggarakan diskusi pendidikan, d) menerbitkan media komunikasi dan, e) pemutahiran data. Namun kurang maksimal di dalam memediasi antara pihak sekolah dengan pemerintah maupun dengan dunia usaha/ industri. Saran yang disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian antara lain, (1) Peran komite sekolah perlu lebih ditingkatkan, terutama dalam peran sebagai mediator antara sekolah dengan pemerintah atau sekolah dengan dunia usaha/industri. (2) Perlu penelitian lanjut mengingat fokus penelitian hanya menyangkut masalah peran komite sekolah.   Kata kunci : Peran, Komite Sekolah

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PROBLEM POSING DENGAN KOMBINASI TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI MATA KULIAH FISIKA DASAR

Indiati, Intan ( IKIP PGRI SEMARANG )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran kooperatif dan pemberian tugas pengajuan soal dengan kombinasi tutorial online untuk meningkatkan pemahaman materi mata kuliah Fisika Dasar, keterampilan kelompok mahasiswa dalam mengajukan soal, keterampilan kelompok mahasiswa dalam melakukan input tugas pengajuan soal pada software, proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal, tanggapan/sikap terhadap penerapan strategi pembelajaran kooperatif dan  pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dengan kombinasi tutorial online. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I B yang sedang menempuh kegiatan perkuliahan Fisika Dasar. Faktor yang akan diteliti berupa efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan pemahaman materi, keterampilan mengajukan soal, keterampilan melakukan input pengajuan tugas dalam software, serta tanggapan/sikap mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dirancang dalam dua siklus dan bersifat kolaboratif berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam perkuliahan  Fisika Dasar. Instrumen pengambilan data berupa tes prestasi belajar, tes (tugas) problem posing, angket mahasiswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklusI ke siklus II dan juga terjadi peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar. Hasil tes prestasi belajar juga menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori baik dengan skor di atas 80 dari dua orang mahasiswa menjadi lima orang (kurang dari 20%), dan tidak terjadi peningkatan jumlah mahasiswa (tetap 10 orang) yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori cukup dengan skor antara 65-80. Berdasarkan hasil tes (tugas) pengajuan soal terjadi peningkatan jumlah kelompok mahasiswa yang terampil mengajukan soal dengan kategori baik, yaitu dari enam kelompok menjadi tujuh kelompok (lebih dari 20%). Berdasarkan angket, mahasiswa cenderung bersikap positif terhadap penerapan strategi pembelajaran yang dipilih. Proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal dimulai dengan menerima data atau informasi dari keterangan dosen, membaca petunjuk tugas dan membaca informasi (membuka internet / blog). Kemudian dengan pengetahuan dan data yang ada mereka mengolah data.   Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Posing, Pembelajaran Online

EFEKTIVITAS PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DORO KABUPATEN PEKALONGAN

Kusdaryani, Wiwik ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Mujiyono, Mujiyono ( IKIP PGRI SEMARANG ) , Winaryo, Winaryo ( SD 02 Bigorejo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan )

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mengkaji dua variabel, yakni variabel bebas peran komite sekolah (X) dan variabel terikat peningkatan kualitas pendidikan di SD (Y), sehingga akan diketahui keefektifan hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Populasi penelitian adalah ketua komite Sekolah Dasar sejumlah 32 SD Negeri dan Swasta yang terbesar di wilayah Kecamatan Doro. Karena jumlah populasi hanya 32, maka populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dengan regresi untuk instumen I yaitu untuk mengungkap 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat  (Y), hanya mencari kefektifannya. Untuk menganalisis strategi menggunakan binomial tes. Untuk menguji hipotesis dengan membandingkan r hitung dengan nilai r tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan n=32 diperoleh 0,349 dan untuk 1% diperoleh 0,449. Harga r hitung lebih kecil dari r tabel baik untuk kesalahan 5% maupun 1% (0,219 < 0,39 < 0,449) dengan demikian Ha ditolak dan Ho diterima, disimpulkan peran komite sekolah tidak fektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Dasar karena r hitung hanya mendapat 0,219 yang lebih kecil dari r tabel baik kesalahan 5% maupun 1%. Kecenderungan komite sekolah memilih strategi directing (pengarahan) 18 kasus, proporsi observasi 0,56. Kecenderungan memilih strategi brainstorming (curah pendapat) 14 kasus, proporsi observasi 0,44. Besarnya nilai proporsi kasus adalah 0,50 dengan asymply signifikan 0,596. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada: 1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan melalui Kepala UPTD Pendidkan Kecamatan Doro agar dapat memberikan pengarahan kepada komite sekolah untuk berperan aktif dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, 2) Kepala Sekolah agar dapat bekerja sama dengan komite sekolah dalam upaya peningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, 3) Komite Sekolah agar mengerti tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat berperan aktif dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.   Kata-kata kunci: peran komite sekolah, peningkatan, kualitas pendidikan

Page 1 of 17 | Total Record : 170