cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jendela Olahraga
ISSN : 25279580     EISSN : 25797662     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Jendela Olahraga merupakan terbitan ilmiah berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Juurnal Jendela Olahraga diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga kepada para praktisi pendidikan, praktisi olahraga dan masyarakat. Journal Jendela Olahraga Upgris dipublikasikan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Universitas PGRI Semarang yang diterbitkan 2 kali dalam satu tahun (bulan Januari dan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga" : 11 Documents clear
STRATEGI PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK UNTUK ANAK USIA DINI TAMAN KANAK-KANAK B dwi pradipta, galih
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.851 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1292

Abstract

Masa anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasailingkungannya. Usia keemasan pada anak merupakan masa di mana anak mulai peka untuk menerimaberbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidakdisengaja. Masa peka inilah terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis sehingga anak siapmerespon dan mewujudkan semua tugas-tugas perkembangan yang diharapkan muncul pada polaperilakunya sehari-hari. Karakteristik dan struktur gerakan senam merupakan aktivitas fisik yang sangatcocok untuk mengembangkan keterampilan gerak dan kualitas fisik anak. Senam mengandung gerakanlokomotor yang dianggap mampu meningkatkan aspek kekuatan, kecepatan, power, daya tahan,kelincahan, serta keseimbangan pada anak. Dihubungkan dengan gerak non lokomotor senammampu meningkatkan aspek kekuatan, kelentukan, dan keseimbangan statis. Dihubungkan dengangerak manipulatif senam mampu merangsang kemampuan koordinasi serta pengolahan rangsangpada pusat kesadaran anak. Keterampilan gerak anak dapat terpenuhi melalui pemebelajaran senamyang mampu merangsang anak untuk bergerak.Kata Kunci: Anak usia dini, Karakteristik Gerak, Keterampilan Gerak, dan Senam
HAKIKAT DAN SIGNIFIKANSI PERMAINAN susanto, nugroho
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.71 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1287

Abstract

Permainan adalah aktivitas yang dilakukan secara sungguh-sungguh, tetapi dalam melakukanpermainan bukan merupakan suatu kesungguhan. Dalam hal ini aktivitas jasmani adalah gerak manusiaitu sendiri yang berarti salah satu tanda adanya permainan adalah adanya gerak/aktivitas jasmani.Filosofi permainan didefnisikan sebagai hasil dari sejarah manusia yang turun temurun tentunya tanpamembedakan ras, kultur, sosial, agama. Permainan ditinjau melalui ilmu filsafat, ada dua analisa. Yangpertama melalui tubuh filsafat yakni dalam permainan ini semua orang terlibat mulai dari usia anak-anaksampai pada orang usia lanjut. Kedua ditinjau melalui nilai filsafat yakni permainan ini adalah melaluipermainan ini secara tidak langsung akan terjalin hubungan sosial antar seseorang yang satu denganyang lain. Fungsi melakukan bermain orang dapat mengaktualisasikan potensi aktivitas manusia dalambentuk gerak, sikap dan perilaku. Tujuan fisik pendidikan (psikomotorik, kognitif, dan afektif),keterampilan dan kesenangan harus diprioritaskan sedangkan pengetahuan untuk membantu individupengalaman kehidupan yang baik. Selanjutnya pengembangan tingkat keterampilan motorik untuk yangkearah prestasi harus di bina dan diarahkan agar nantinya mendapatkan hasil yang maksimal.Kata Kunci: Permainan, Filsafat, Fungsi
SISTEM PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN MAKANAN BAGI ATLET SEPAK BOLA Hafidz Asy’ari Hasbullah, Umar; Setiyowati, Evi; widiatmi, nur; fauzi Dzulqarnaen, fahmi; Noor, Zulafa; Aminah, Siti
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.635 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1300

Abstract

Atlet memerlukan asupan gizi yang tepat untuk mempertahankan kebugaran. Faktor kebugaranmenjadi penting karena dapat mempengaruhi performa atlet dalam bertanding. Hal tersebut sangatberkaitan dengan pengaturan dan pengelolaan makanan selama karantina, saat bertanding, maupunsesudah bertanding. Persiba Bantul merupakan salah satu klub sepak bola yang terkenal secaranasional. Penyelenggaraan dan pengelolaan asupan makanan atlet sepak bola Persiba Bantuldilaksanakan oleh katering dibawah pengawasan dokter tim. Kebutuhan gizi atlet sepak bola seharusnyadihitung secara individual berdasar berat badan, tinggi badan aktivitas masing-masing. Pengaturanmakanan secara khusus berdasarkan kegiatan atlet dilakukanm menjelang latihan, selamalatihan/pertandingan, dan setelah pertandingan.Kata Kunci: sistem penyelenggaraan makanan, sepak bola, atlet.
STRES OKSIDATIF DAN STATUS ANTIOKSIDAN PADA LATIHAN FISIK nurdyansyah, fafa
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.811 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1288

Abstract

Aktivitas fisik memicu terjadinya reactive oxygen species (ROS), yang menghasilkan kerusakanpada sel. Latihan fisik juga meningkatkan produksi peroksidasi lipid yang ditandai dengan terbentuknyamalondialdehyde (MDA). Pembentukan radikal bebas dalam tubuh pada seseorang yang sedangberaktivitas fisik dapat berasal dari jenis aktivitas fisik yang dilakukan seperti pada latihan aerobik(berlari, bersepeda, dan renang). Besaran stress oksidatif diukur berdasarkan kemampuan jaringandalam menetralisir ROS oleh antioksidan dalam jaringan. Latihan fisik berat akan memicu peroksidasilipid pada beberapa jaringan termasuk otot rangka, hati, jantung, eritrosit dan plasma. Latihan fisik baiklevel ringan maupun berat akan memicu terbentuknya radikal bebas yang dihasilkan oleh tubuh sebagaihasil samping metabolit sekunder proses metabolisme. Latihan fisik berat akan memicu stress oksidatifterutama menimbulkan kerusakan oksidatif jaringan terutama jaringan otor rangka. Suplementasiantioksidan baik yang berasal dari diet dan suplemen antioksidan mampu melindungi tubuh terhadapkerusakan jaringan pada latihan fisik.Kata Kunci: radikal bebas, antioksidan, latihan fisik,stress oksidatif.
PROFIL KONDISI FISIK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PEMALANG Fahmi, Donny Anhar; Prastiwi, Bertika Kusuma; hudah, maftukin; dwi pradipta, galih
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.256 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1294

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui profil kondisi fisik siswa sekolah dasardan manfaat profil kondisi fisik untuk pencabangan olahraga.Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode penelitian deskriptif kuantitatif.Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan comal kabupatenPemalang pada siswa kelas atas sekolah dasar (4, 5, 6) atau berusia 9-12 tahun di KabupatenPemalang.Jumlah sampel 74 siswa yang terdiri 14 sekolah yang merupakan perwakilan tiap kecamatan.Berdasarkan hasil penelian di atas, diperoleh bahwa profil kondisi fisik siswa Sekolah Dasar kelas atasdengan hasil Baik sekali (BS) sebesar 10,80%, Baik (B) 40,50%, Sedang (S) 40,50%, Kurang (K) 8,10%,dan Kurang Sekali (KS) 0,00%. Dari hasil analisis yang didapat kondisi fisik siswa SD kelas atas adalahbaik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi fisik siswa profil kondisi fisik siswa Sekolah Dasarkelas atas dengan hasil Baik sekali dan profil kondisi fisik siswa Sekolah Dasar kelas atas berkaitandengan pengelompokan kecabangan di cabang atletik dan sepak bola.Kata kunci : profil kondisi fisik, pemanduan bakat
KEPRIBADIAN ATLET DAN NON ATLET Setiyawan, Setiyawan
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.522 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1289

Abstract

Kepribadian merupakan suatu organisasi psikodinamik yang unik dalam proses penyesuaian diriindividu dengan lingkungan. Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadianada dua yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Olahraga sebagai sarana pembentuk kepribadianjuga sebagai sarana untuk mengetahui karakteristik kepribadian memiliki satu ilmu pendukung yangdapat digunakan sebagai cara mengetahui kepribadian seseorang. Psikologi olahraga merupakan ilmuyang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilakusederhana sampai kompleks yang berhubungan dengan olahraga. Salah satu pembentuk kepribadianyang berasal dari luar adalah faktor lingkungan dan interaksi individu dengan lingkungan. Atlet sebagaisalah satu komponen pelaku olahraga tentu memiliki kepribadian yang berbeda dengan individu yangkurang berkecimpung dalam lingkungan olahraga (non atlet). Perbedaan ini tentu menjadi menarik ketikaolahraga yang dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas manusia justru pada akhirakhirini dipertanyakan tentang manfaat dari segi psikologis.Kata kunci: kepribadian, olahraga, atlet
PENGARUH PENERAPAN METODE HYPNOTEACHING TERHADAP KEMAMPUAN RENANG GAYA DADA MAHASISWA SEMESTER 3 PJKR UPGRIS 2016/2017 hudah, Maftukin
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.01 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1295

Abstract

Dalam pembelajaran renang pendekatan yang digunakan tidak hanya mengenai penguasaanketerampilan dasar gerak gaya dalam renang, namun juga mengupas tataran pengetahuan, pemahamansecara teoritis dan filosofis.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan metodehypnoteaching terhadap kemampuan renang gaya dada pada mahasiswa. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimen dengan design posttest only control design group. Pengambilansampel dengan teknik purposive sampling sehingga di peroleh kelas PJKR 3 G sebagai kelaseksperimen yang akan diajarkan dengan PJKR 3 H yang akan diajarkan dengan model ekspositori. Darihasil penelitian yang sudah dilaksanakan pada kelas eksperimen sebanyak 4 orang atau 14,2%mendapat kategori sangat baik, sebanyak 29 orang atau 78,5% mendapat kategori baik, sebanyak 2orang atau 7,14% mendapat kategori cukup dan nilai rata-rata siswa dengan menggunakan modelpembelajaran Hypnoteaching adalah 80,34%. Kemudian pada kelas kontrol yang mendapat nilai sangatbaik sebanyak 2 orang atau 7,14%, baik sebanyak 11 orang atau 39,28%, dan cukup sebanyak 15 orangatau 53,57% dan nilai rata-rata siswa dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori adalah68,39. Sedangkan dilihat dari lembar observasi penerapan metode Hypnoteaching minat mahasiswasebelum diterapkan metode Hypnoteaching sebesar 63 % dan motivasi sebessar 69% sedangkanangket setelah dilaksanakan metode Hypnoteaching sebesar 84 % dan motivasi sebesar 75%.Kata Kunci: metode Hypnoteaching,renang gaya dada
HUBUNGAN LENGKUNG TELAPAK KAKI DENGAN KELINCAHAN sahri, sahri; sugiarto, sugiarto; widiantoro, viki
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.611 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1290

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan lengkung telapak kaki dengan kelincahan padaSiswa SD Negeri Duren 1 Bandungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif denganpendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini meliputi siswa kelas 1, 2, dan 3 SD Negeri Duren 1Bandungan yang berjumlah 42 orang berjenis kelamin laki-laki. Teknik sampling yang digunakan adalahtotal sampling. Variabel penelitian yaitu lengkung telapak kaki dan kelincahan. Instrumen yang digunakanuntuk mengukur lengkung telapak kaki adalah footprint angle dengan pegograf dari Clark. Sedangkanuntuk mengukur kelincahan menggunakan tes lari bolak-balik berjarak 10 meter. Analisis datamenggunakan analisis korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 52,4% siswa memilikilengkung telapak kaki datar (flat foot) dan 47,6% memiliki lengkung telapak kaki normal. Siswa dengankelincahan baik dan sedang masing-masing sebesar 33,3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-valuesebesar 0,025 (α=< 0.05) dengan nilai koefisien korelasi Spearman (rs) sebesar +0,345. Simpulanpenelitian ini yaitu terdapat hubungan lengkung telapak kaki (arcus pedis) dengan kelincahan.Kata Kunci: Lengkung Telapak Kaki, Kelincahan Gerak
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN PENJAS DENGAN MODEL PERMAINAN SEPAKBOLA “STOP PASSING, EKO’S, GAWANG TIANG TUNGGAL”TERHADAP ASPEK PSIKOMOTOR SISWA SD KELAS V” Kresnapati, pandu
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.415 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1285

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadappsikomotor siswa antara yang menggunakan model permainan sepakbola Stop Passing, yangmenggunakan model permainan sepakbola Eko’s dan yang menggunakan model permainan sepakbolaTiang tunggal pada siswa kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian eksperimen One Group Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa tesketerampilan sepakbola dan analisis data menggunakan uji anova satu jalur. Hasil penelitianmenunjukan bahwa dari hasil akhir psikomotor siswa setelah diberikan perlakuan berupa modelpermainan sepakbola Stop Passing, model permainan sepakbola Eko’s, dan model permainansepakbola Tiang tunggal berada pada tingkat kategori cukup dengan rata-rata skor 50.00. Dari hasilperhitungan uji anova, nilai F hitung sebesar 0,260 yang lebih besar dari taraf signifikansi 5% (>0,05)berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil psikomotor siswa antara yangmenggunakan model permainan sepakbola Eko’s, yang menggunakan model permainan sepakbola StopPassing dan yang menggunakan model permainan sepakbola Tiang tunggal.Kata kunci: Perbandingan, Model, Stop Passing, Eko’s Tiang Tunggal, Psikomotor
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA DI SEKOLAH SEPAKBOLA INDONESIA MUDA (IM) MALANG dwi saputro, yulianto
Jendela Olahraga Vol 2, No 1 (2017): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.349 KB) | DOI: 10.26877/jo.v2i1.1291

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model latihan shooting dalam permainan sepakbola diSekolah Sepakbola Indonesia Muda (IM) Malang. Prosedur pengembangannya adalah sebagai berikut:(1) Penentuan ide-ide, (2) Penulisan naskah media (produk), (3) Evaluasi Produk, (4) Revisi Produk I, (5)Produksi prototipe, (6) Uji coba prototipe, dengan mengujicobakan hasil revisi produk I, (7) Revisi ProdukII, (8) Reproduksi, penyempurnaan produk untuk menuju produk akhir. Subyek uji coba terdiri dari (1)Tinjauan ahli, terdiri dari 2 orang ahli yaitu ahli di bidang kepelatihan dan pelatih sepakbola, (2) Uji cobakelompok kecil adalah menggunakan 10 orang pemain yang diambil secara random sampling, dan (3) Ujicoba kelompok besar. Penelitian menghasilkan buku panduan model latihan shooting yang berisikan 10model yaitu : (1) shooting dengan kombinasi lari sprint, (2) shooting dengan kombinasi keeping bola (3)shooting dengan kombinasi teknik passing, (4) shooting dengan dribbling bola, (5) shooting dengankombinasi dribbling, passing dan keeping bola, (6) shooting dengan kombinasi gerakan tanpa bola, (7) lshooting dengan kombinasi passing dan penempatan pemain bertahan 1, (8) shooting dengan kombinasipassing dan penempatan pemain bertahan 2, (9) shooting dengan kombinasi passing dan penempatanpemain bertahan 3, (10) shooting dengan kombinasi membuka ruang tembak.Kata kunci: pengembangan, model latihan, shooting dalam permainan sepakbola

Page 1 of 2 | Total Record : 11