cover
Filter by Year
Jendela Olahraga
Articles
62
Articles
Peranan Senam Kebugaran Jasmani (Skj) 2017 Dalam Menumbuhkan Minat Siswa di SMP Negeri 2 Muara Enim

imansyah, Farizal

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Senam kebugaran kebugaran jasmani 2017 merupakan olahraga yang rutin dilaksanakan satu kali dalam seminggu. Di mana siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi cenderung melakukan aktivitas belajar yang tinggi sedangkan siswa yang memiliki minat belajar yang rendah cenderung dengan sikap bermalas-malasan dalam aktivitas belajarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2017 dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMP Negeri 2 Muara Enim.Adapun metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang berjumlah 20 butir, dan teknik analisis data menggunakan persentase (%).Hasil analisis data dan pembahasan dinyatakan hasil jawaban siswa terhadap 20 butir angket, yaitu terdapat 20% dalam kategori sangat tinggi, dan 80% dalam kategori tinggi. Dengan demikian, minat belajar siswa pada mata pelajaran penjasorkes dikategorikan tinggi.Sehubungan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan terdapat peranan senam kebugaran jasmani 2017 dalam menumbuhkan minat belajar siswa pada mata pelajaran penjasorkes di SMP Negeri 2 Muara Enim. Tahun pelajaran 2017/2018 sebesar 83,05% tergolong tinggi. Oleh karena itu, disarankan kepada sekolah hendaknya menjadikan senam kebugaran jasmani 2017 sebagai salah satu program yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan siswa, sehingga minat belajar siswa pada mata pelajaran penjasorkes juga meningkat. Kata kunci: senam kebugaran jasmani  2017, minat belajar.  

Pengembangan Model Pembelajaran Sirkuit Untuk Membantu Pola Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif Anak Down Syndrome

pertiwi, retno mundi, nurhasan, nurhasan, Syam, Tuasikal Abdul Rachman

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Pendidikan jasmani bagi anak Down Syndrome harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuannya, harus dirancang sesuai dengan kekhususannya sehingga peserta didik dapat dan bersedia aktif mengikuti pembelajaran. Agar keterampilan gerak dan sosialnya bisa berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pendidikan jasmani adaptif model pembelajaran sirkuit bagi anak down syndrome yang dapat mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif siswa. Melibatkan kepala sekolah, guru pendamping, guru pendidikan jasmani dan guru kelas, sebagai observer dalam pengisian instrumen pelaksanaan pembelajaran, angket respon guru. Khusus guru pendidikan jasmani juga berperan sebagai pelaksana model pembelajaran yang dikembangkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research & development) mengacu model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg dan Gall. Untuk mengembangkan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif bagi anak down syndrome untuk mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif. Sebelum tahap implementasi, maka dilakukan validasi oleh 4 (empat) orang yang kompeten dibidang pembelajaran pendidikan jasmani, interaksi sosial, dan keterampilan motorik anak berkebutuhan khusus. Ujicoba lapangan terdiri atas ujicoba I dan ujicoba II. Ujicoba terbatas/ujicoba I dilakukan di 1 (satu) SLB dan ujicoba II di 1(satu) SLB. Sehingga jumlah total sekolah yang digunakan untuk ujicoba adalah 2 (dua) sekolah. Kemudian, tahap evaluasi dilakukan dengan berdiskusi dengan pihak yang terkait di sekolah masing-masing setelah pelaksanaan ujicoba / implementasi.Hasil pengembangan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif adalah sebagai berikut pelaksanaan pembelajaran terlaksana sangat baik, respon guru sangat baik dan pendapat sangat mendukung, pengembangan pola gerak dasar terlaksana dengan baik.. Dengan demikian, produk pengembangan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif bagi anak down syndrome untuk mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif masuk kategori sangat baik.Kata-kata Kunci: Penjas adaptif, model pembelajaran sirkuit, down syndrome, gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif.

Perbedaan Keefektifan Masase Olahraga, Pemberian Infrared dan Penggabungan Masase Olahraga Serta Infrared Terhadap Penurunan Sistolik dan Diastolik Pada Penderita Hipertensi

Guna, Taufik Adi

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbsrakPenelitian ini bertujuan mengetahui kefektifitasan terapi non-farmakologis untuk menurunkan tekanan sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi pada lansia perempuan di RW 02 Kelurahan Lidah Wetan Surabaya Jawa Timur dengan perlakuan masase olahraga, pemberian infrared dan gabungan masase olahraga serta infrared.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, penelitian kuantitatif biasanya digunakan pada populasi atau sampel tertentu yang bersifat representatif. dengan desain penelitian Quasi Experimental (Pretest-Postest Design). Data hasil penelitian yang peroleh sebagai berikut: pretest dan posttest kelompok masase olahraga terhadap penurunan sistolik (0,006 <0,05) dan diastolik (0,016< 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, kelompok infrared terhadap penurunan sistolik (0,045<0,05) dan sedangkan pada penurunan diastolik tidak terjadi perdaan yang signifikan (0,164> 0,05) dan  kelompok gabungan masase olahraga dan infrared terhadap penurunan sistolik (0,002<0,05) dan tekanan diastolik (0,00<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan.Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan kelompok gabungan masase dan infared yang peling efektif untuk menurukan tekanan sistolik dan diastolik pada pederita hipertensi. Kata-kata Kunci: Masase Olahraga, Infrared, Hipertensi. 

Distraksi Visual Kartu Menurunkan Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah

Somantri, Budi, Manalu, Lisbet Octavia

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur yang selalu berhubungan dengan tindakan invasif yang menggunakan benda tajam kedalam tubuh yang dapat menimbulkan kondisi nyeri bagi anak, hal ini akan menyebabkan anak mengalami trauma dikemudian hari. Distraksi visual dengan medaia kartu yang disukai anak merupakan strategi nonfarmakologi yang dapat menurunkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi visual kartu terhadap tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi-experiment dengan pendekatanpost test-only non equivalent control group dengan jumlah sampel 38 anak, 19 anak sebagai kelompok intervensi, 19 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisa yang digunakan uji independent sampel t-test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi yaitu sebesar 5.95 dan pada kelompok kontrol sebesar 7.74. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rerata tingkat nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, dimana tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan tingkat nyeri kelompok kontrol dengan nilai signifikan p = 0,004. Distraksi visual kartu berpengaruh terhadap menurunkan tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung.Kata kunci : distraksi visual, tingkat nyeri, pemasangan infus

Peningkatan Hasil Belajar Materi Sepak Takraw Dengan Metode Tgt (Teams Games Tournaments) dan Recyprocal Style

Pratama, Dani Slamet

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cabang olahraga sepak takraw merupakan materi PJOK yang tergolong pada materi permainan bola kecil yang dipelajari di sekolah. Permasalahan dalam pembelajaran penjas yang dialami guru dalam mengajar permainan bola kecil pada materi sepak sila adalah siswa kurang antusias dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling Random yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan khusus, memilih 2 kelas dari 6 kelas dengan cara diundian dan sampel yang digunakan sebanyak 62 siswa. Sampel dibagi menjadi 2 dan diberikan pembelajaran TGT (Teams Games Tournaments) dan Reciprocal Style, selanjutnya sampel dites menggunakan untuk mengetahui data awal. Analisis data menggunakan SPSS dengan alur uji normalitas dan homogenitas, uji T ( uji banding 2 sampel ). Hasil peenelitian menunjukan sebagai berikut : 1) Uji normalitas dari hasil penelitian didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada kedua kelas yaitu sebesar 0,425 dan 0,698 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal. Uji Homogenitas dari hasil penelitian didapatkan nilai Sig. adalah 0,333 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa varian dari data bersifat homogen. Uji T dari hasil penelitian pada mean didapatkan rata-rata pada strategi pembelajaran TGT (Teams Games Tournaments) sebesar 79,65 dan rata-rata pada strategi pembelajaran Recyprocal Style sebesar 77,4758. Karena nilai rata-rata strategi pembelajaran TGT (Teams Games Tournaments) lebih besar dari strategi pembelajaran Recyprocal Style, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran TGT (Teams Games Tournaments) lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran Recyprocal Style.Kata Kunci : TGT (Teams Games Tournaments), Recyprocal Style, Hasil Belajar  Sepak Takraw

Pengaruh Latihan Metode Ascending dan Latihan Beban 40%Terhadap Kekuatan Otot Lengan

susanto, nugroho hery

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa mahasiswa yang aktif di bidang UKM softball dengan latihan metode ascending dan latihan beban 40%. Tiga puluh tiga mahasiswa yang terpilih sesuai kriteria akan dilakukan pretest untuk menetukan pembagian kelompok ascending, latihan beban 40% ataupun kelompok kontrol. Instrument test yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah push up selama 30 detik guna mengukur tingkat kekuatan otot lengan. Diberikan bentuk latihan selama 6 minggu untuk setiap kelompok dan 3 kali perlakuan dalam satu minggu. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan metode ascending menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan otot lengan, kelompok latihan beban 40% menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel kekuatan otot lengan. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan kekuatan otot lengan, hal ini bisa terjadi karena durasi latihan yang cenderung kurang panjang dan aktivitas mahasiswa yang cukup tinggi, melihat keseluruhan subjek adalah mahasiswa pendidikan olahraga yang mengikuti UKM Softball Unesa.

Perkembangan Prestasi Atlet Atletik PPLP Jawa Tengah

Setyawan, Danang Aji, Kresnapati, Pandu

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan prestasi atletik PPLP Jawa Tengah pada nomor-nomor lari: 100 m, 200 m, 400 m, 800 m putri dan lompat jauh dan lompat jangkit putra dari hasil Kejuaraan kejurnas di Jayapura 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan dan penurunan prestasi pada atlet PPLP II dibandingkan dengan PPLP I dengan analisis perbedaan sebagai berikut : Pada nomor 100 meter putri terdapat peningkatan pada PPLP II dengan dugaan parameter 10,43 detik. Pada nomor 200 meter putri terdapat penurunan prestasi pada PPLP II, dengan dugaan parameter 23,13 detik. Pada nomor 400 meter putri terdapat penurunan prestasi pada kejurnas  PPLP II, dengan dugaan parameter 52,38 detik. Pada nomor 4x100 meter putri terdapat peningkatan pada PPLP ke II, dengan dugaan parameter 42,57 detik. Pada nomor lompat jauh putra terdapat peningkatan prestasi pada kejurnas PPLP II, dengan dugaan parameter 6,3 meter. Pada nomor lompat jangkit putra terdapat peningkatan prestasi pada PPLP II, dengan dugaan parameter 12,42 meter.

Pengaruh Latihan Imagery dan Self-Talk Terhadap Konsentrasi dan Ketepatan Tusukan Dalam Permainan Anggar

Fitria, Fitria

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fitria, S.PdPendidikan Olahraga, Universitas Negeri SurabayaPfitria43@gmail.com AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan performa atlet anggar dengan metode latihan imagery dan self-talk. Tujuh siswa yang terpilih sesuai kriteria akan dilakukan pretest untuk menentukan pembagian kelompok imagery, self-talk atau kontrol. Pada penelitian ini akan digunakan dua instrument test, yaitu grid concentration exercise test untuk mengukur tingkat konsentrasi dan kuhadja skill fencing test untuk mengukur ketepatan tusukan. Akan diberikan latihan selama 4 minggu untuk masing-masing kelompok dan 2 kali perlakuan dalam satu minggu. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan metode latihan imagery menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel ketepatan tusukan, kelompok self-talk menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel konsentrasi dan ketepatan tusukan. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok eksperimen ini memiliki peningkatan guna meningkatkan konsentrasi dan ketepatan tusukan, walaupun dengan jumlah rerata yang tidak sama, hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan waktu yang ada dan minimnya pertemuan treatmen per mingu yang diberikan.Kata Kunci : ketepatan tusukan, konsentrasi, latihan self-talk, imagery

Pengetahuan Entrepreneurship Terhadap Aplikasi Dalam Bidang Olahraga

Junaidi, Ilham Arvan

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya pengetahuan eutrepreneurship terhadap aplikasi dalam bidang olahraga mahasiswa Pendidikan Olahraga FKIP Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan entrepreneurship terhadap aplikasi dalam bidang olahraga. Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian deskriptif yaitu bertujuan untuk mengetahui tentang pengetahuan entrepreneurship terhadap aplikasi dalam bidang olahraga mahasiswa Pendidikan Olahraga FKIP Universitas PGRI Palembang.Populasi dalam peneitian ini adalah siswa jurusan pendidikan olahraga FKIP Universitas PGRI Palembang   yang berjumlah 334 orang, penarikan sampel ini dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga didaparkan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan data adalah dengan observasi dan menyebarkan soal kepada mahasiswa yang menjadi sampel penelitian. Analisis data penelitian menggunakan teknik distribusi frekuensi dengan perhitungan persentase P = F/N x100%.Berdasarkan jawaban dari 40 mahasiswa yang menjadi responden, dapat skor rata-rata (mean) motivasi siswa adalah 4.72 dengan presentase 78,75% yang diperoleh dari 6 indikator, hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan terhadap indikator yang terdapat pada pertanyaan tentang pengetahuan entrepreneurship mahasiswa terhadap aplikasi dalam bidang olahraga yaitu rata-rata (mean) untuk indikator karakteristik 4.00 dengan tingkat presentase 66.76% diklasifikasikan baik, (mean) untuk indikator kepribadian 4,45 dengan tingkat presentase 74.17% diklasifikasikan baik, (mean) untuk indikator faktor kegagalan 5,32 dengan tingkat presentase 88,75% diklasifikasikan baik sekali, (mean) untuk indikator motivasi 5,37 dengan tingkat presentase 89,58% diklasifikasikan baik sekali, (mean) untuk indikator inovasi 4,12 dengan tingkat presentase 68,75% diklasifikasikan baik, (mean) untuk indikator manfaat 5.07 dengan tingkat presentase 84.58% diklasifikasikan baik. Dengan demikian pengetahuan entrepreneurship terhadap aplikasi dalam bidang olahraga mahasiswa Pendidikan Olahraga FKIP Universitas PGRI Palembang dikategorikan baik.  Kata Kunci: Pengetahuan Enterpreneurship, Aplikasi dalam bidang olahraga

Pengembangan Model Achievement Motivation Training Berbasis Permainan Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah Pertama

ulfah, widati amalin

Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu rancangan model Achievement Motivation Training berbasis permainan pada pembelajaran pendidikan jasmani dan memperoleh data empiris tentang efektivitas hasil Model Achievement Motivation Training berbasis permainan pada pembelajaran pendidikan jasmani Sekolah Menengah Pertama.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall yang terdiri dari sepuluh langkah. Subjek penelitiannya adalah siswa Mts Negeri 1 Pangkalpinang kelas VII. Hasil akhir penelitian ini berupa video pembelajaran pendidikan jasmani model Achievement Motivation Training berbasis permainan pada Sekolah Menengah Pertama dengan jumlah model final 8 model yang telah melalui evaluasi ahli, ujicoba dan revisi.Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil didapatkan persentase sebesar 89% sehingga dapat dikatagorikan Layak digunakan. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok besar didapatkan persentase sebesar 96% sehingga dapat dikatagorikan Layak digunakan. Hasil analisis data dari evaluasi ahli Penjas, didapat rata-rata penilaian 82,5%. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka produk model Achievement Motivation Training berbasis permainan ini telah memenuhi kriteria Baik sehingga Layak digunakan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, model Achievement Motivation Training berbasis permainan pada pembelajaran pendidikan jasmani Sekolah Menengah Pertama efektif digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran pendidikan jasmani siswa kelas V11.