cover
Filter by Year
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Articles
248
Articles
Gambaran Ulas Darah Ikan Lele Di Denpasar Bali

Preanger, Chanda ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Utama, Iwan Harjono ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Kardena, I Made ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak dan macam jenis abnormalitas serta morfologi leukosit dan eritrosit yang dijumpai pada sediaan hapusan darah ikan lele (Clarias spp.). Sampel berasal dari darah ikan lele (Clarias spp.) yang diperiksa di Laboratorium Interna Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Pengamatan terhadap leukosit dan eritrosit dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran lensa 1000x. Untuk melihat macam jenis dari leukosit dan eritrosit dilakukan penghitungan yang dimulai dari satu sisi bergerak menuju sisi yang lain, kemudian berpindah sejauh 2-3 lapang pandang ke kiri atau ke kanan sehingga didapatkan jumlah 100 sel. Pengamatan dilakukan di daerah paling tipis (Counting area) dengan metode battlement. Hasil pengamatan terhadap jenis leukosit pada sampel hapusan darah ikan lele yang diambil dari 50 ekor ikan lele di lima tempat yang ada di kota Denpasar menunjukan bahwa persentase limfosit yang diamati lebih tinggi dibandingkan dengan monosit, heterofil/neutrofil, basofil maupun eosinofil. Persentase limfosit berada pada kisaran 53,5-69,7 %, monosit 26.9-43.4 %, heterofil/neutrofil 2,2-9,0 %, basofil 0,1 % dan eosinofil tidak ditemukan.

Variasi Panjang Kaki Kerbau Lumpur (Bubalus Bubalis) di Kabupaten Jembrana Bali: Panjang Humerus - Metacarpus dan Femur - Metatarsus

Primanditha, Gde Angga Caka ( Fakultas Kedokteran Hewan,Universtias Udayana ) , Suatha, I Ketut ( Fakultas Kedokteran Hewan,Universtias Udayana ) , Wandia, I Nengah ( Fakultas Kedokteran Hewan,Universtias Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.682 KB)

Abstract

Kerbau rawa atau kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan hewan ternak yang cukup potensial dikembangkan di daerah pertanian. Penelitian ditujukan untuk mengkaji variasi panjang kaki kerbau lumpur (panjang dari humerus sampai dengan metacarpus dan dari femur sampai metatarsus) dari dua blok di Kabupaten Jembrana, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Blok Barat, panjang kaki depan atas merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah merupakan ukuran kaki yang paling beragam. Pada Blok timur, panjang kaki belakang bawah merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah merupakan ukuran yang paling beragam.

Prevalensi Infeksi Cacing Nematoda pada Ular Python Reticulatus yang Dipelihara Pecinta Ular di Denpasar

Telnoni, Febriyani R R ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Oka, I Bagus Made ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Widyastuti, Sri Kayati ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.982 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi dan jenis cacing yang menginfeksi ular Python reticulatus asal Bali. Penelitian menggunakan 30 ekor ular Python reticulatus yang dipelihara pecinta ular di Denpasar melalui pemeriksaan koproskopi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disampaikan secara sistematis dalam narasi tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa 22 sampel feses positif terinfeksi cacing nematoda dengan prevalensi sebesar 73,32%. Jenis cacing yang menginfeksi tunggal antara lain Oxyuris sp,Rhabdias sp, Kalicephalus sp, dan Ophidascaris sp masing masing dengan prevalensi sebesar 36.67%, 6.67%, 3.33%, 3.33%. Infeksi campuran antara lain Rhabdias sp dan Oxyuris sp(6.67 %), Rhabdias sp, Kalicephalus, Oxyuris sp dan Ophidascaris sp (3.33%), Rhabdias sp, Strongyloides sp, dan Oxyuris sp (3.33%), Oxyuris sp dan Ophidascaris (3.33%), Rhabdias sp, Kalicephalus,dan Oxyuris sp (3.33%), Rhabdias sp, Kalicephalus, Strongyloides sp dan Ophidascaris sp (3.33%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada satu ekor ular Python reticulatus tidak hanya terinfeksi oleh satu jenis cacing saja, melainkan dapat juga terinfeksi oleh dua atau tiga jenis cacing.

Perbandingan Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi yang Diberi Amoksisilin-Deksametason dan Amoksisilin-Asam Mefenamat pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Sastrawan, Ni Kadek Laura ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Wardhita, Anak Agung Gde Jaya ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Dada, I Ketut Anom ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Sudimartini, Luh Made ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.297 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberikan obat deksametason dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi tiga perlakuan, yang diinsisi pada daerah linea alba dengan panjang insisi dua cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengamatan makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan hari ke14, lima ekor tikus dari semua kelompok dieutanasi, kemudian kulit hingga peritoneum lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan makroskopik dianalis secara deskriptif dan pemeriksaan histopatologis dianalisis menggunakan uji Non Parametrik. Hasil pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik menunjukan bahwa tikus perlakuan III memberikan efek kesembuhan luka lebih cepat dibandingkan tikus perlakuan II dan tikus perlakuan I karena efek dari peradangan terjadi lebih sedikit (minimal) dan kerapatan kolagen yang lebih padat.

Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan

Kardena, I Made ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Putra, Tri Adi ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Septiani, Nur Hanifah ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Ningrat, Dewa Ayu Widia Kusuma ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Utama, Putu Dede Yudi ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Damayanthi, I Dewa Gde Tara ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Siswanto, Ferbian Milas ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.66 KB)

Abstract

Dokter hewan praktisi seringkali mengabaikan dampak psikologi hewan terhadap kondisi kesehatan hewan. Penatalaksanaan penyakit hewan selalu dikaitkan dengan tindakan medis veteriner. Namun kenyataannya timbulnya gejala klinis penyakit seperti anoreksia, diare, dan demam tidak selalu disertai dengan penyebab yang jelas. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan kondisi psikologi hewan. Psikoneuroimunologi (PNI) merupakan cabang ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu psikologi, neurologi, endokrinologi serta imunologi yang memiliki paradigm sendiri. PNI mengkaji bagaimana sistem imun tubuh merespon keadaan homeostasis dan patologis dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Hubungan otak dengan sistem imun terjadi melalui sel di HPA axis (hipotalamo-pituitary-adrenal axis), yang melibatkan hormon sitokin, dan melalui sel di jalur ANS (autonomic nervous system). Berbagai macam stresor ini akan mengaktifkan hipotalamus mensekresikan CRH, yang kemudian merangsang pituitary menghasilkan ACTH. ACTH kemudian berikatan dengan reseptornya di kelenjar adrenal untuk menginduksi sekresi Epinefrin (EPI) dan Norepinefrin (NE). Sudah dipahami bahwa limfosit memiliki reseptor untuk EPI dan NE sehingga stres ini akan mengakibatkan modulasi imunitas. Psikologi menjadi kajian yang sangat penting dalam dunia kedokteran hewan terkait dengan modulasi imun akibat psikologi. Oleh karena itu pengembangan Psikoneuroimunologi dalam tatalaksana penyakit pada hewan menjadi sangat penting, disamping penanganan medis.

Dinamika Bisnis Veteriner Peternakan Kambing Perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Tahun 2014

Jantiko, Hanesty ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Suardana, Ida Bagus Kade ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Gelgel, Ketut Tono Pasek ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Variabel yang digunakan adalah input (biaya produksi) dan output (hasil produksi). Variabel operasional dari penelitian ini mencakup analisis produksi, ekonomi veteriner, dan peternakan kambing perah. Data dikumpulkan dengan cara wawancara yang dilakukan kepada setiap responden dengan menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan sebagai panduan. Jumlah responden yang diwawancarai adalah sebanyak 21 peternak yang merupakan anggota dari kelompok tani ternak Sumber Rejeki di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode analisa deskriptif melalui survei dan observasi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner dengan responden. Disimpulkan bahwa peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng pada tahun menghasilkan pendapatan pengelola per ekor per bulan rata-rata Rp 277.500.

Leukosit Ayam Pedaging setelah Diberikan Paracetamol

Suriansyah, . ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Ardana, Ida Bagus Komang ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Anthara, Made Suma ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Anggreni, Luh Dewi ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.187 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi (total leukosit dan diferensial leukosit) pada ayam pedaging yang diberikan paracetamol dalam pakan mulai umur 14 – 35 hari, Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap yaitu P0 (kelompok ayam pedaging yang hanya diberi pakan standar SB-11), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 1 g/kg pakan), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 2 g/kg pakan), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 4 g/kg pakan) masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor ayam pedaging. Pengambilan darah pada vena brachialis dilakukan sebelum diberikan perlakuan dan pada hari ke 21 setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paracetamol dosis 1-4 g/kg pakan tidak berpengaruh nyata terhadap total leukosit (P>0,05) akan tetapi hanya berpengaruh nyata terhadap monosit (P

Prevalensi dan Intensitas Infeksi Ancylostoma Spp. pada Anjing di Jawa

Erawan, I Gusti Made Krisna ( Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana ) , Widyastuti, Sri Kayati ( Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana ) , Suartha, I Nyoman ( Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.18 KB)

Abstract

Ancylostoma spp. dilaporkan menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang dan masyarakat miskin. Tingginya prevalensi infeksi Ancylostoma spp. pada anjing memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap kejadian cutaneous larva migrans pada populasi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi cacing Ancylostoma spp. pada anjing di Pulau Jawa. Pada penelitian ini diperiksa 13 sampel tinja anjing berasal dari Yogyakarta, 88 sampel tinja anjing dari Jawa Tengah, dan 40 sampel tinja anjing dari Jawa Barat. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan metode apung dan Mc.Master. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Ancylostoma spp. pada anjing yang berasal dari Yogyakarta adalah 92,31%, Jawa Tengah adalah 88,64%, dan Jawa Barat adalah 92,5%. Disimpulkan bahwa angka prevalensi infeksi Ancylostoma spp. pada anjing di Pulau Jawa sangat tinggi dengan intensitas infeksi dari ringan sampai berat.

Deteksi Antibodi terhadap Cysticercus Cellulosae pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Panjer, Denpasar

Swacita, Ida Bagus Ngurah ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Suada, I Ketut ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Layli, Purnama ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.019 KB)

Abstract

Sistiserkosis merupakan penyakit yang bersifat zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing pita Taenia solium yang disebut Cysticercus cellulosae. Di Indonesia terdapat tiga provinsi yang berstatus endemik penyakit sistiserkosis, salah satunya adalah provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi terhadap C. cellulosae pada babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar. Sampel penelitian adalah 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar Selatan. Babi lokal ini berasal dari Nusa Penida, Karangasem dan Negara. Sampel serum diuji dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) indirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi C. cellulosae terdeteksi pada 33 sampel. Disimpulkan bahwa terdeteksi antibodi C. cellulosae pada 33 sampel dari 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar.

Seroprevalensi Sistiserkosis pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Penatih, Denpasar

Suada, I Ketut ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Swacita, Ida Bagus Ngurah ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ) , Purba, Elly Hariati Br ( Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana )

Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.085 KB)

Abstract

Sistiserksosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing Taenia solium yang berdampak serius pada kesehatan hewan maupun manusia. Bali merupakan salah satu daerah endemis sistiserkosis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi sistiserkosis pada babi yang dipotong di tempat pemotongan babi (TPB) Penatih, Denpasar. Sebanyak 180 sampel serum babi dikumpulkan dari TPB, kemudian diuji dengan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB Penatih, Denpasar sebesar 1,1% (2/180). Dapat disimpulkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB, Penatih Denpasar adalah rendah, walaupun demikian tetap diperlukan program oleh instansi terkait untuk memberantas penyakit ini di Bali.