cover
Contact Name
Rike Penta Sitio
Contact Email
rikepenta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rikepenta@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Management and Business Review
ISSN : 18298176     EISSN : 25030736     DOI : -
Journal of Management and Business Review (JMBR) is a source of scientific information for academia, research institution, government agencies, and industries. We publish research paper on management and business strategy as well as related topics.
Articles 89 Documents
ANALISIS DUKUNGAN ORGANISASI, SERIKAT PEKERJA DAN PEMERINTAH DALAM PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN TERHADAP KUALITAS HIDUP BURUH PEREMPUAN DI JABODETABEK Purba, Sylvia Diana; Sandroto, Christine Winstinindah; Prabawanti, Benedicta Evienia
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji moderasi dukungan organisasi, serikat pekerja dan Pemerintah dalam model pengaruh motivasi terhadap kualitas hidup yang dimediasi komitmen kontinuans di wilayah Jabodetabek Indonesia pada pekerja perempuan yang telah menikah dan memiliki anak di industri manufaktur. Sampel dilakukan dengan metode convinience dimana jumlah populasi sulit untuk diketahui. Analisis jalur yang dilakukan menggunakan sofware SPSS V.22 yang dijalankan dengan macro Hayes, 2013. Hasil penelitian menunjukkan, pada model 1 tidak ditemukan moderasi dukungan organisasi dan serikat pekerja baik pada pengaruh motivasi terhadap komitmen maupun pengaruh motivasi terhadap kualitas hidup, dimana secara simultan komitmen tidak dapat menjadi variabel mediasi. Begitupula pada model 2 secara simultan tidak ditemukan moderasi dukungan serikat pekerja dan dukungan Pemerintah dalam pengaruh motivasi dan komitmen terhadap kualitas hidup. Namun, secara terpisah model 3 membuktikan ada moderasi signifikan dari dukungan Pemerintah dalam pengaruh komitmen kontinuans terhadap kualitas hidup. Di sisi lain moderasi dukungan serikat pekerja tidak signifikan, tetapi secara bersama-sama dukungan pemerintah dan serikat pekerja dapat memoderasi komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup buruh perempuan di Jabotabek
THE IMPACT OF INFORMATION ASYMMETRY, MORAL HAZARD AND THE STRUCTURE OF FUNDING ON CORPORATE U.S. DOLLARS LOAN PRICING: THE EMPIRICAL STUDY IN INDONESIA THE PERIOD 1990-1997 Marciano, Deddy; Husnan, Suad
Journal of Management and Business Review Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.375 KB) | DOI: 10.34149/jmbr.v11i1.56

Abstract

This study aims to answer the question: "What factors that influence the price of corporate loans in Indonesia?" And "Are there some differences in loan pricing between several types of creditors?". Furthermore, this research is to develop and test the loan pricing model that was developed in America and Europe to the context or setting in Asia, especially Indonesia. Different conditions and settings of the financial system between America/Europe and Asia, especially Indonesia, causing the loan pricing model that was developed in America/Europe can not be fully implemented for Indonesia. Key issues in this study consisted of: information asymmetry, moral hazard and funding structure. The first issue, information asymmetry consists of the type of creditors, foreign and domestic ownership, public and non-public ownership. The second issue, moral hazard problem consists of variables governmental and non-government ownership, and the special relationship between creditors and debtors. The last issue, creditors’ structure of funding is proxied by the ratio of CD / ML. In addition, this study also adobt the loan pricing models that are developed in America / Europe as control variables. This study also examines the argument of Strahan (1999) whether the loan fees also reflected the condition of the loan as well as loan spreads. The OLS regression (Ordinary Least Squares) with white correction method (White heteroskedasticity correction) for heteroscedasticity problem is conducted to test the model. Various samples and sub samples are prepared to answer various research questions and hypotheses. Testing between regression coefficients are conducted to examine differences in loan pricing between different types of creditors for each variable in the model. The test results generally show that only two new variables suggested by the study, namely: ownership and structure of funding have a significant contribution to the loan pricing model. For variable type of institution consisting of investment banks and commercial banks indicate that generally there is no difference in loan pricing between the two, only in some models of these variables are not significant with signs consistent.Ownership variable show results consistent with the hypothesis and significant effect on loan prices. While the variable special relationship between creditors and debtors have no effect on loan prices, it is due to inter-group loans made by conglomerates. For the case of capital costs of the creditor shows that the variable has a positive effect on lending rates set by creditors. Testing different regression coefficients lead to the conclusion that domestic creditors succeeded in detecting an increased risk of the debtor before the economic crisis of 1997 compared with foreign creditors.
PENGARUH KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH: STUDI EMPIRIS PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Sutrisno, Sutrisno
Journal of Management and Business Review Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.511 KB)

Abstract

The development of Islamic banking in Indonesia is characterized by rapidly increasing assets, third party funds, and financing. Islamic banks as financial intermediaries are required to be able to distribute the funds in the form of financing to communities who need of funds. Due to the funding provided is supposed to increase bank profits. The purpose of this study is to analyze and examine the role of financing decisions to financial performance on Islamic banking. In this study the financial performance measured by return on equity (ROE) and Net Profit Margin (NPM) as the dependent variable, while the independent variables are cinsist of mudharaba financing (MUD), Musharaka financing (MUS), murabaha financing (MUR), Ijara financing (IJR), and qordul hasan financing (QORD). We also use firm size as a control variable. Samples in this study were eight islamic banks in Indonesia. We use multiple regression analyzes with the aid program as E-views, with a significance level of 5%. The results showed that variable of musharaka financing, murabaha financing, and firm size have a significant effect on profitability. While variable of mudaraba financing, ijara financing and qord financing no significant effect on islamic bank performance.
ANALISIS PENGARUH ANTARA MUTU PRODUK, PELAYANAN PURNA JUAL DAN EKUITAS MEREK TERHADAP CITRA MEREK SMARTPHONE SAMSUNG Sitio, Arifin; Rusnali, R
Journal of Management and Business Review Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.881 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh antara mutu produk dengan citra merek,(2) Pengaruh antara pelayanan purnajual dengan citra merek, (3) Pengaruh antara ekuitas merek dengan citra merek. Hipotesis penelitian adalah sebagai berikut : (1) terdapat Pengaruh positif antara mutu produk dengan citra merek. (2) terdapat Pengaruh positif antara pelayanan purnajual dengan citra merek. (3) terdapat Pengaruh positif antara ekuitas merek dengan citra merek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey pada karyawan PT Mercedes-Benz Indonesia. Jumlah responden sebnya 123 orang yang dipilih dengan non probability sampling dengan metode convenience samling Dari 123 target responden, hanya 74 responden yang mengembalikan instrument penelitian. Data yang dikumpulkan berdasarkan instrumen penelitian berbentuk kuesionar yang telah dikalibrasi. Uji asumsi klasik dengan menggunakan: Uji Normalitas dan Uji Homogenitas. Penelitian Menyimpulkan bahwa: Pertama, ditemukan bahwa mutu produk (X1) mempunyai Pengaruh positif dengan citra merek artinya makin tinggi mutu produk, maka citra merek akan semakin baik. Jika mutu produk lebih ditingkatkan dan diarahkan secara positif, maka citra merek juga akan leih meningkat atau lebih positif. Kedua, ditemukan bahwa pelayanan purnajual (X2) mempunyai Pengaruh positif dengan citra merek artinya makin tinggi pelayanan purnajual, maka citra merek akan semakin baik. Jika pelayanan purnajual lebih ditingkatkan dan diarahkan secara positif, maka citra merek juga akan lebih meningkat atau lebih positif. Ketiga, ditemukan bahwa ekuitas merek (X3) mempunyai Pengaruh positif dengan citra merek artinya makin tinggi ekuitas merek, maka citra merek akan semakin baik. Jika pelayanan purnajual lebih ditingkatkan dan diarahkan secara positif, maka citra merek juga akan lebih meningkat atau lebih positif. The purpose of this study is to determine: (1) the impact of quality product to brand image, (2) the impact of post-sale service to brand image, (3) the impact of brand equity to brand image, Samsung Android smartphones. The research hypotheses are as follows: (1) there is a positive impact between the quality product to brand image. (2) there is a positive impactbetween post-sale service to brand image. (3) there is a positive impact between brand equity to brand image.. The method used in this research is survey method the employees of PT Mercedes-Benz Indonesia. 123 respondents are selected with non probability sampling with convinience sampling method. Only 74 questionnaire that returned. Classic assumption test that used: Normality test, test of homogeneity and multicoliniearity. Research Concludes that quality product (X1) has a positive impact to brand image means that the higher the quality of the product, the brand image, the better. If the product quality further improved and redirected positively, then the brand image will also leih increased or more positive. Secondly, it was found that the post-sale service (X2) has a positive impact to brand image means that the higher the sales service, the brand image, the better. If further enhanced after-sales service and redirected positively, then the brand image will also be increased or more positive. Thirdly, it was found that brand equity (X3) has a positive impact to brand image means that the higher the brand equity, then the image of the brand, the better If further enhanced after-sales service and redirected positively, then the brand image will also be increased or more positive.
REKOMENDASI MODEL BISNIS BARU WIFI BERBASIS TEKNOLOGI WIFI ON CLOUD MANAGEMENT BAGI KEUNGGULAN BERSAING PROVIDER WIFI DI INDONESIA Ruffianti, Ratih; Effendi, Arif; Sirwan, Anis
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.29 KB)

Abstract

Teknologi WoCM atau Wifi on Cloud Management merupakan teknologi cloud yang dimanfaatkan dalam konfigurasi wifi. Teknologi ini dimiliki oleh penyedia teknologi seperti Mojo Networks, Cloud4Wi, dan Tanaza. Provider wifi dunia seperti British Telecom dan Singtel telah menerapkan teknologi ini untuk meningkatkan value dari bisnis wifi bagi pelanggannya dari segmen enterprise. Provider wifi di Indonesia perlu menerapkan teknologi WoCM agar bisa memiliki keunggulan bersaing lewat elaborasi layanan eksisting connectivity ke tingkat yang lebih advance. Benefit dari Wifi on Cloud Management terletak pada fitur-fitur utama yaitu data analytics yang mengubah data menjadi insight, targetted advertising, captive portal yang dapat dikastemisasi, survey on line untuk mengetahui reaksi end user terhadap program promosi secara real time, dan dashboard performansi yang memberikan kontrol penuh bagi segmen enterprise dalam memonitor performansi bisnis. Keseluruhan fitur-fitur tersebut dapat meningkatkan engagement antara segmen enterprise dengan end user atau pelanggannya. Pada akhir tulisan, dipaparkan rekomendasi model bisnis baru bagi penyedia wifi di Indonesia dan rekomendasi lainnya dalam mengimplementasikan layanan wifi berbasis teknologi WoCM.
ANALISIS MARKETING APPEALS DAN SOURCE OF MESSAGE TERHADAP PENERIMAAN PUBLIK PADA IKLAN PEMBATASAN TRANSAKSI TUNAI Qamarius, Ibrahim
Journal of Management and Business Review Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.943 KB) | DOI: 10.34149/jmbr.v11i2.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing appeals dan source of message terhadap penerimaan publik (public acceptance) pada iklan pembatasan transaksi tunai. Penelitian ini berbentuk metode experimental research design dengan analisis statistik deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan 132 orang mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai partisipan. Penelitian experimental research design ini merupakan riset penelitian dengan 4 (empat) cell yaitu riset penelitian marketing appeals iklan pembatasan transaksi tunai dalam kondisi Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan kondisi Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan source of message dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan Bank Indonesia berbentuk 2 x 2 cell. Temuan penelitian bahwa marketing appeals iklan pembatasan transaksi tunai dalam kondisi Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan source of message (sumber pesan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai skor yang lebih tinggi pada hampir semua dependent variable penerimaan publik (public acceptance) dan berpengaruh sangat efektif terhadap penerimaan publik (public acceptance). Untuk itu penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan pihak terkait lainnya agar dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini dalam melaksanakan sosialisasi ide pembatasan transaksi tunai dan dalam perumusan atau membuat peraturan/perundang-undangan tentang pembatasan transaksi tunai di Indonesia.
RESPON ASIMETRI DALAM SPILLOVER VOLATILITAS : SUATU STUDI EMPIRIS TERHADAP PASAR MODAL JEPANG DAN INDONESIA Yudha, Petra Minurvia
Journal of Management and Business Review Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.484 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji asymmetric volatility spillover phenomenon dalam mekanisme transmisi spillover volatilitas return dari pasar saham Jepang kepada pasar saham Indonesia. Studi ini menyatakan bahwa semakin meningkatnya integrasi pasar keuangan, korelasi return dan volatilitas antara kedua pasar menjadi lebih kuat serta proses transmisi shock dalam spillover volatilitas tersebut memiliki karakteristik asimetris. Pengamatan ke arah respon asimetris menjadi penting karena spillover yang asimetris merupakan sumber penularan keuangan serta berimplikasi penting ke arah kebijakan makro bagi pengambil keputusan keuangan, termasuk alokasi aset optimal maupun konstruksi portfolio global. Pengujian yang Rasi TGARCH model dengan menggunakan dua variabel dummyZ, yakni sign asymmetry dan phase asymmetry. Uji normalitas data menunjukkan adanya fenomena fat tails dan volatility clustering dalam data. Uji ARCH effect menunjukkan adanya efek ARCH dalam residual data. Estimasi model TGARCH dengan spesifikasi ARMA (3,3) menghasilkan: (1) transmisi shock/volatilitas return dari Bursa Efek Jepang ke Bursa Efek Indonesia akan menjadi lebih kuat ketika Bursa Efek Jepang mengalami return negatif (sign asymmetry) dibandingkan dengan ketika Bursa Efek Jepang mengalami return positif; dan (2) transmisi shock juga menjadi lebih kuat ketika Bursa Efek Jepang berada dalam fase downward (bear market), dan ini disebut phase asymmetry.
RISIKO OPERASIONAL PADA BAGIAN MONEY MARKET TREASURY GROUP DI PT. BANK MNC INTERNASIONAL, TBK JAKARTA Simamora, Saur Costanius
Journal of Management and Business Review Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.883 KB)

Abstract

Setiap bank di dalam lingkungan industri perbankan akan menghadapi risiko. Risiko operasional telah menjadi bagian dalam perhatian Bank Indonesia sebagai regulator perbankan di Indonesia. Bank Indonesia mendorong bank-bank di Indonesia agar dapat melakukan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik. Hal ini tidak terkecuali pada bagian pasar uang di Divisi Treasuri. Penelitian ini hendak mengidentifikasi bagaimana profil risiko-risiko operasional apa yang dihadapi Treasuri bagian pasar uang (money market). Diharapkan perusahaan kedepannya dapat melakukan pemetaan, kemudian membuat respon penanganan yang tepat serta pengendalian atas profil risiko-risiko yang dihadapinya disertai dengan sistem pelaporan yang akurat. Hasil identifikasi profil risiko pada bagian pasar uang terdapat 40 risiko yang akan dihadapi oleh PT. Bank MNC Internasional, Tbk. Risiko-risiko operasional yang dihadapi oleh bagian pasar uang tersebut dapat berasal dari internal maupun eksternal. Penyebab risiko operasional yang berasal dari internal terdapat 29 risiko, sedangkan penyebab risiko operasional yang berasal dari eksternal terdapat 11 risiko. Dampak risiko operasional pada bagian pasar uang (money market) dengan menggunakan metode Standardized Approach (SA) sebesar Rp. 29,055,106,469.20. Hal ini menggambarkan modal risiko operasional yang harus dihadapi oleh PT. Bank MNC Internasional, Tbk. PT. Bank MNC Internasional, Tbk hendaknya menerapkan enterprise risk management terintegrasi untuk keseluruhan perusahaan, dimana didalamnya terdapat Divisi Treasuri. Hal ini diawali dengan membuat sistem dan mengumpulkan data-data historis di perusahaan mengenai risiko-risiko yang telah terjadi agar dapat disimpan dengan baik. Every bank within the banking industry will take on risks. Operational risk has been a part of Bank Indonesia’s concern as national bank regulator in Indonesia. Bank Indonesia encourages every bank to carry out good corporate governance and risk management. This also not limited to the money market in the Tresury Division. This study will (attempt to) elaborate and identify operational risk profiles faced by the the money market in the treasury division; in the hopes that companies will have the tools to plan and establish a correct response to contain various risk profiles that they encounter, along with a detailed and accurate information report. According to the risk profile identification, PT. Bank MNC International will encounter about forty risks. These money market operational risks can come from both internal and external source. Internal contribute about twenty nine risks, where external provides eleven. The impact of operational risks on money market department using the Standardized Approach (SA) Rp 29.055.106.469,20. This illustrates the operational risk capital that must be faced by PT. MNC Bank International, Tbk.It is believed that PT. Bank MNC Internasional, Tbk ought to apply an integrated enterprise risk management for all the branch in the company. The first important step is making a system and by collecting and storing accurate historical risk datas that the company have encountered before.
ANALISIS PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PT. XYZ Safrina, Prasastia Dessy; Sambang, Maria Karmelita; Idawati, Dwi
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.772 KB)

Abstract

Industri retail fashion accessories saat ini sedang berkembang pesat. Hal tersebut menjadi salah satu peluang bagi PT. XYZ sebagai salah satu pemain di industri tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan bisnis perusahaan untuk bisa meraih keuntungan dan menjadi pemain nomor satu di Asia Tenggara. Perusahaan menyadari, untuk bisa mencapai visi dari perusahaan adalah dengan meningkatkan segala macam sumber daya yang ada di perusahaan, salah satunya adalah sumber daya manusia. Melalui sistem yang mampu menilai dan meningkatkan kinerja karyawan, yang biasa disebut dengan istilah manajemen.Oleh karena itu perusahaan meyakini untuk bisa mencapai tujuan perusahaan dibutuhkan sistem manajemen kinerja yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi karyawan terhadap penerapan sistem manajemen kinerja PT. XYZ. Jenis penelitian ini applied research dengan menggunakan metode pengumpulan data gabungan metode kuantitatif melalui survei menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari model kuesioner Weiss dan Hartle (1997) untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap sistem manajemen kinerja dan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor pusat PT. XYZ yang berjumlah 315 orang dengan metode non-probability sampling, dengan jenis sampel yang digunakan adalah purpossive sampling sebanyak 104 responden untuk survei dan 3 narasumber untuk wawancara mendalam. Data kuantitatif diolah menggunakan SPSS 22 untuk mencari nilai mean dari setiap tahapan proses manajemen kinerja. Batas minimum suatu sistem manajemen kinerja dikatakan baik adalah nilai mean sebesar 3,20. Sedangkan data kualitatif diolah dengan menggunakan verbatim, reduksi data, intepretasi hasil, dan kesimpulan berdasarkan tahapan proses manajemen kinerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem manajemen kinerja secara keseluruhan belum cukup baik dengan nilai mean sebesar 2,94. Untuk masing-masing tahapan dalam proses manajemen kinerja sendiri menunjukan nilai mean 3,07pada perencanaan, 3,09 pada pelaksanaan, 2,85 pada penilaian, dan 2,75 pada tindak lanjut. Ini menunjukan bahwa sistem manajemen kinerja di PT. XYZ dikategorikan lemah. Hal tersebut juga didukung dari hasil wawancara yang menunjukan bahwa tidak adanya kesepakatan antara atasan dan bawahan mengenai apa yang dilakukan dan dicapai dalam pekerjaan. Sehingga karyawan merasa tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dalam pekerjaan, bagaimana cara meningkatkan kinerja, apa yang harus dicapai, dan apa yang akan mereka peroleh ketika mereka mencapai atau tidak mencapai target mereka.
INTEGRATING THE IMPACT OF COUNTRY OF ORIGIN (COC) AND CONSUMER ETHNOCENTRISM (CE) ON GLOBAL MARKETING (GM) AND GROWING CONSUMER TRENDS (GCT) EVIDENCES FROM PHARMACEUTICAL INDUSTRIES IN INDONES Batu, Kardison Lumban
Journal of Management and Business Review Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.544 KB) | DOI: 10.34149/jmbr.v11i1.57

Abstract

The current research is empirically investigated the impact of country of origin and consumer ethnocentrism on growing customer trend directly also through global marketing as mediating variable. It is also assessed the impact of global marketing on growing consumer trend. By deploying Structural Equation Modeling with AMOS, three independent variables were analyzed, country of origin (CoC), global marketing (GM), consumer ethnocentrism (CE) and growing consumer trend (GCT) as dependent variable. The findings showed that both country of origin (CoC) and consumer ethnocentrism (CE) have significant effect on global marketing (GM) as well as on growing consumer trend (GCT). Further, global marketing (GM) successfully mediated and showed significant effect of both country of origin and consumer ethnocentrism. Finally global marketing has significant impact on growing consume trend.