cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet di RSUD Undata Palu Masulili, Fitria; Serly, Serly
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pasien hemodialisa memerlukan dukungan pengetahuan diet sebagai terapi konservatif. Salah satu terapi konservatif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kelanjutan hidupnya adalah pengaturan diet makanan berupa protein, natrium, kalium dan air. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet di RSUD Undata Palu. Metode: Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu pasien hemodialisa sebanyak 32 responden. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan Fisher’s exact test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,004;?=0,05); ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,002; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,098; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam  menjalani diet (pv=1,00; ?=0,05); tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjalani diet (pv=0,053; ?=0,05). Simpulan: Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang diet pasien hemodialisa. Kata Kunci: diet hemodialisa, jenis kelamin, kepatuhan,  pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, umur
Perbedaan Kemampuan Adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama Maulida, Mutia Nadra; Nurjannah, Intansari; Lismidiati, Wiwin
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kehamilan diawali oleh peristiwa konsepsi hingga usia kehamilan mencapai 38-42 minggu. Selama proses tersebut, ibu hamil mengalami perubahan sehingga dibutuhkan kemampuan adaptasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama masa kehamilan yang akan terjadi baik pada ibu hamil yang berisiko tinggi maupun yang berisiko rendah terutama primigravida trimester pertama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama. Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu dalam penelitian ini adalah ibu hamil baik yang memiliki risiko tinggi maupun risiko rendah. Penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode consequtive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 responden, 42 responden risiko tinggi dan 42 responden risiko rendah. Penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan antara kelompok ibu risiko tinggi dan risiko rendah dengan derajat kepercayaan 95%, ? = 0,05 bermakna apabila p ? 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama (p < 0,05). Simpulan: Ada perbedaan kemampuan adaptasi pada ibu hamil risiko tinggi dan risiko rendah primigravida trimester pertama. Kata Kunci: kehamilan, kemampuan adaptasi, risiko tinggi, risiko rendah  Abstract Aim: Pregnancy begins with conception until the gestational age reaches 38-42 weeks. During the process, pregnant women experience changes so that adaptation skills are needed to be able to adapt to changes that occur during pregnancy that will occur in both high-risk and low-risk pregnant women, especially first trimester primigravidas. The aim of this study was to see differences in adaptation ability in pregnant women at high risk and low risk of first trimester primigravida. Method: Research design with cross sectional approach. The sample in this study is pregnant women who have high risk and low risk. Determination of sample using non probability sampling technique with consequtive sampling method. The sample in this study amounted to 84 respondents, 42 high risk respondents and 42 low risk respondents. This study used the Mann Whitney test to see the difference between high risk and low risk with 95% confidence level.Result: The results of the study showed that there were differences in adaptation ability in high-risk pregnant women and low-risk first-trimester primigravida (p <0.05). Conclusion: There is a difference in adaptation ability in pregnant women at high risk and low risk of first trimester primigravida.patients. Keywords: pregnancy, adaptability, high risk, low risk 
Uji berbagai Terapi Komplementer terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Herliawati, Herliawati; Girsang, Bina Melvia
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dampak yang ditimbulkan baik jangka pendek maupun jangka panjang dari penyakit hipertensi membutuhkan penanggulangan yang menyeluruh dan terpadu. Hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Beberapa terapi komplementer dapat di lakukan untuk menurunakan tekanan darah pada penderita hipertensi seperti; terapi tertawa, terapi masase kaki menggunakan minyak esensial lavender, terapi meditrasi, terapi musik klasik. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang dengan tujuan untuk mengetahui terapi komplementer yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Jumlah sampel yang digunakan adalah  40 orang masing-masing 10 orang untuk 1 perlakuan terapi komplementer yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi komplementer tersebut diatas efektif dalam menurunkan tekanan darah responden baik  tekanan darah sistolik dan diatolik dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik terbesar adalah setelah dilakukan terapi masase kaki menggunkan minyak esensial lavender (11,40 mmHg) sedangkan penurunan tekanan darah diastolik yang terbesar setelah dilakukan terapi ralaksasi meditasi (5,50 mmHg). Kata Kunci: terapi,  komplementer, hipertensi,
Efek Edukasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak Sekolah Dasar Rizona, Firnaliza; Yuliana, Yuliana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Kejadian penderita obesitas semakin meningkat pada anak, terutama pada anak usia sekolah. Faktor yang menyebabkan obesitas pada anak adalah meningkatnya angka konsumsi jajanan khususnya jajanan junkfood. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai pengetahuan pada anak usia sekolah yaitu melalui pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek edukasi melalui metode peer group terhadap peningkatan pengetahuan anak dengan obesitas tentang jajanan sehat. Metode: Pelaksanaan penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 30 siswa yang berstatus gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000.Simpulan: Edukasi mengenai jajanan sehat melalui peer group dapat meningkatkan pengetahuan anak sekolah dengan obesitas untuk memahami tentang jajanan sehat Kata Kunci: edukasi, pengetahuan, jajanan sehat, obesitas umur Abstract Aim: The incident of obesity was increasing on children, specially on scholl age children. The factor which cause obese on children was the increasing number of consuming snack that is junk food. One of method for increasing the number of knowledge on school age children is health education. The aim of research is to find the influence of education with the peer group methods on increasing the knowledge children obesity about healthy snacks Method: The design of this study was a quasi-experiment with one group pretest posttest design. The number of respondents were 30 students with obesity nutritional status. The method of selecting respondents was a purposive sampling. Result: The results of statistical tests by Wilcoxon test showed that there were increasing the knowledge before and after giving health education with the result p= 0.000 Conclusion: Education about healthy snacks through peer group can increase the knowledge of obesity school age children to understand about healthy snacking. Keywords: Education, knowledge, attitude, healthy snacks, obesity
Pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah Dewi, Eva Citra; Muharyani, Putri Widita; Kusumaningrum, Arie
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Konsumsi sayur yang kurang merupakan salah satu masalah makan yang sering terjadi pada anak prasekolah.  Hal ini dapat menyebabkan kurangnya asupan vitamin dan mineral serta berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah. Metode: Metode penelitian ini adalah preeksperimental one-grup pra-post tes design. Sampel berjumlah 15 orang yang diambil mengunakan teknik purposive sampling. Hasil: Karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin 60,0% laki–laki dan rata–rata usia 5,57±0,36 tahun. Uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan rata–rata yang bermakna antara porsi konsumsi sayur sebelum dan setelah dilakukan modifikasi sayur dengan p value = 0,001 dan ? = 0,05. Rata–rata porsi konsumsi sayur sebelum dilakukan modifikasi 164,33±23,08 gram dan porsi setelahnya meningkat menjadi 272,07±26,81 gram. Simpulan: Modifikasi sayur diharapkan dapat diterapkan baik di komunitas maupun di keluarga. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis terhadap faktor lain yang mempengaruhi konsumsi sayur anak prasekolah. Kata Kunci: Konsumsi sayur, modifikasi, anak, prasekolah Abstract Aim: Less consumption of vegetables is one of the most common eating problems in preschool children. This can lead to inadequate intake of vitamins and minerals as well as the impact on the growth and development of children. This research aimed to determine the influence of modification of vegetable dishes to servings of vegetable consumption of preschool children. Method: This study used preexperiment one-group pre-post test design. Samples were 15 people were taken using purposive sampling technique. Result: Respondent characteristics including gender 60.0% male and mean of age 5.57±0.36 years. Wilcoxon test showed asignificant difference of average of vegetable consumption before and after the modification of vegetables with p value = 0.001 and ? = 0.05. The average of vegetables consumption before modification of vegetable dishes were 164.33±23.08 grams and after it increased to 272.07±26.81 grams.Conclusion: Modification of vegetable dishes expected to be applied both in the community and in the family. Expected to futureresearchcan be analyze other factors that influence to vegetable consumption in preschool children. Keywords: Consumption of vegetables, modification, children, preschool
Hubungan pengetahuan dan sikap pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis pada santri asrama pondok pesantren Darussalam Muara Bungo Mitriani, Shelmia; Rizona, Firnaliza; Ridwan, Muhammad
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pediculosis capitis merupakan penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh parasit pediculus humanus varian capitis. Penyakit ini banyak menyerang anak sekolah terutama yang tinggal di asrama. Gatal yang ditimbulkan mengakibatkan berbagai dampak terhadap penderitanya seperti kurangnya kualitas tidur, stigma sosial, rasa malu, dan rendah diri. Penularan dapat melalui kontak langsung maupun tak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis. Metode: Disain penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan pada santri asrama putri Pesantren Darussalam. Besar sampel sebanyak 72 sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil: Hasil analisis chi-square dengan tingkat signifikan 5% menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis p-value 0,024 (<?0,05) dan terdapat hubungan antara sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis p-value 0,019 (<?0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang pediculosis capitis dengan perilaku pencegahan pediculosis capitis. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, pediculosis capitis  Abstract Aim: Pediculosis capitis is a scalp disease caused by the parasite pediculus humanus variant capitis. This disease is a lot of attacking school-age children especially who live together in a dormitory. Itching caused by this disease can cause various effects on the sufferer such as lack of quality sleep, social stigma, shyness and low self-esteem. Transmission of pediculosis capitis can occur when there is direct or indirect hair contact with the patient. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitude about pediculosis capitis with prevention behavior pediculosis capitis. Method: The design is cross sectional approach. This research was conducted on female students of Darussalam Islamic Boarding School Muara Bungo. The sample size used is 72 samples with proportionate stratified random sampling technique. Data collected by recording of secondary and primary data (questioner). Result: The result of chi-square analysis with significant level of 5% indicated that there was correlation between knowledge about pediculosis capitis with pediculosis capitis prevention behavior p-value 0,024 (<?0,05) and there was correlation between attitude about pediculosis capitis with pediculosis capitis prevention behavior p-value 0,019 (<?0,05). Conclusion: There is a significant correlation between knowledge of pediculosis capitis with prevention behavior of pediculosis capitis and there is correlation between attitude about pediculosis capitis with prevention behavior pediculosis capitis. Keywords: knowledge, attitude, behavior, pediculosis capitis.
Faktor yang berhubungan dengan systematic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ICU fitri, Eka Yulia; Muharyani, Putri Widita; Andhini, Dhona
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengan systemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan: Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS. Kata kunci: ICU, infeksi, SIRS, trauma. Abstract Aim: In ICU hospitalized’s patients, a quick recognition of some factors that maybe influence toward SIRS and appropriate early theraphy to it can  prevent patients from bad condition. The purpose of this research was to determine some factors of systemic inflammatory response syndrome in ICU hospitalized patients. Methods: This research was conducted as a corelative descriptive using cross sectional design. Samples was taken from medical record of 31 patients who were hospitalized at ICU in Dr. Mohammad Hoesin Palembang Hospital and Bhayangkara Hospital.  Results: Statistical analysis showed that there were a relationship between age (p value = 0,011), sex (p value = 0,009), surgery (p value = 0,029), trauma (p value = 0,033), and also mechanical ventilator (p value = 0,029) wih SIRS.Whereas there were not a relationship between GCS’s score and blood glucose level with SIRS..  Conclusion: It is necessary to assess and observe of age, sex, surgery case, trauma case, and mechanical ventilator theraphy in ICU hospitalized’s patients in order to identify high risk of SIRS. Key words: ICU, infection, SIRS, trauma.

Page 1 of 1 | Total Record : 7