Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -
Articles 112 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

Amelia, Adhistia, Hartono, Hartono, Sari, Diah Kartika

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Application of Problem Based Instruction (PBI) to Improve Science Process Skills in Senior High School. This research is action research that consist of three cycles and placed in class XI IPA 2 SMAN 1 Palembang. Stages of each cycle are plan, act, observe, and reflect. Data were obtained from the observation sheet of student’s science process skills and the final test cycle. The average percentage of student’s science process skills in the first cycle of57.82%, the second cycle of 75.2%, and 86.59% for the third cycle. The results showed that the application of the Problem Based Instruction could improve students’ science process skills classXI IPA 2 SMAN 1 Palembang.

PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA HIDROKARBON BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMA

Zulaiha, Zulaiha, Hartono, Hartono, Ibrahim, A. Rachman

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Development of Cemistry Lab Manual for Hydrocarbons Based Science Process Skills at Senior High School. This research aims to produce a high school chemistry lab manual for hydrocarbons subject with science process skill-based which is valid, practical and has a potential effect. The method used is Development Research with the reference of model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and the formative evaluation of Tessmer, such as Evaluation Expert Review, One-to-One, Small Group, and Field Test. The results show the score of validity is 128 which is included in the category of very valid, the practicality score is 1337 which is included in the category of very practical and the students’ final test results indicate that the manual book has the potential effect of 81,21. These results show that the chemistry lab manual with science process skill-based is valid, practical and has a potential effect.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE AND SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPA SMA

Maulana, Arief, Wancik, K Anom, Sofia, Sofia

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Application of Search Solve Create and Share (SSCS) Learning Model to Enhance the Elevent Grade Students’ Learning Outcome at Senior High School. The goal of study is to improve students’ learning outcome in chemistry through Search Solve Create and Share (SSCS) model at XI grade of IPA 2 SMA Negeri 1 Inderalaya. The model used in this study was classroom action research which was done in three cycles. The techniques of collecting the data in this study were observation sheet and final cycle test. The average of students’ learning outcome prior to the treatment (T0) was 57,81 with percentage of mastery learning (ML0) was 25%, (T1) = 66,55 and (ML1) = 82%, (T2) = 74,68 and (ML2) = 62,5%, (T3) = 80,15 and (ML3) = 87,5%.The result of study indicated that Search Solve Create and Share (SSCS) model could improve students’ chemistry learning outcome.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL FORMULATE, SHARE, LISTEN, AND CREATE (FSLC) DI KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 9 PALEMBANG

Pilihan, Amalia Karella, Wancik, K. Anom, Edi, Rodi

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.812 KB)

Abstract

Peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model Formulate, Share, Listen, and Create (FSLC) dalam pembelajaran kimia di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 9 Palembang dengan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar siswa. Skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 52,50 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 22% terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar pada siklus I (T1) sebesar 61,88 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 39%, dikarenakan adanya pembelajaran menggunakan model Formulate, Share, Listen and Create (FSLC). Skor rata-rata hasil belajar pada siklus II (T2) meningkat menjadi 76,25 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 69%, dikarenakan adanya guru membimbing siswa menyelesaikan soal, pemberian tugas baca dan pemberian petunjuk membuat kesimpulan. Skor rata-rata hasil belajar pada siklus III (T3) meningkat menjadi 79,13 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 86%, dikarenakan adanya perbaikan penyelesaian contoh soal yang lebih jelas dan pengaturan waktu yang lebih.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA N 1 INDRALAYA DI KELAS XI IPA 1 DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II

Luthfi, Arif, Abd. Rachman, Fuad, Ibrahim, A. Rachman

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.666 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II di kelas XI IPA 1 SMA N 1 Indralaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tiga siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan Tindakan, 3. Pengamatan, 4. Refleksi. Kesimpulan yang didapat melalui penelitian ini bahwa dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw II dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa. Tingkat keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 55,64%, siklus II sebesar 70,52% dan siklus III sebesar 82,64%. Ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat dari tes setiap siklus mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar kimia siswa pada siklus I mencapai 60,61%, siklus II mencapai 81,81% dan pada siklus III mencapai 87,87%. Adapun saran dari penelitian yaitu hendaknya para guru kimia menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan mengembangkannya karena dapat meningkatkan hasil belajar kimia.

PENGEMBANGAN MODUL KIMIA DASAR MATERI TERMOKIMIA BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Khumairah, Fani, Suhery, Tatang, Hadeli, M.

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.693 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan Modul Termokimia Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis untuk mahasiswa prodi kimia yang valid, praktis, dan efektif. Proses pengembangan terdiri dari 3 tahap, yaitu preliminary investigation, theoritical embedding, dan empirical test. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi untuk data kevalidan, lembar angket untuk data kepraktisan, tes untuk data keefektifan dan tingkat berpikir kritis mahasiswa, observasi untuk mengetahui aktivitas berpikir kritis mahasiswa. Hasil validasi diperoleh nilai kevalidan sebesar 4,3 (sangat valid). Pada uji one-to-one diperoleh nilai kepraktisan 4,3 (sangat praktis), dan pada uji small group diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,5 (sangat praktis). Pada uji lapangan (field test) diperoleh nilai hasil belajar mahasiswa kelas kontrol dan eksperimen yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis uji-t yang didapat yaitu thitung (10,831) lebih besar dari ttabel (1,668). Uji hipotesis menyatakan bahwa Ha diterima, Ho ditolak, yang berarti hasil belajar mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan modul lebih baik daripada hasil belajar mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan modul (efektif). Kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, dengan rata-rata sebesar 62 untuk kelas eksperimen, dan 29 untuk kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul termokimia berbasis berpikir kritis untuk mahasiswa prodi kimia telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS WEB UNTUK PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG

Dini, Septian

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.204 KB)

Abstract

Pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan telah dilakukan dan diujicobakan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) melalui tiga tahapan evaluasi, yakni evaluasi satu lawan satu (one to one evaluation), evaluasi kelompok kecil (small group evaluation), dan evaluasi lapangan (field evaluation). Data dikumpulkan dengan teknik uji pakar, angket, dan tes hasil belajar. Uji pakar dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kevalidan multimedia pembelajaran. Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui kepraktisan multimedia pembelajaran. Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui keefektifan multimedia pembelajaran. Berdasarkan teknik analisa data diperoleh skor kevalidan materi 50, skor kevalidan pedagogik 50, skor kevalidan media 19, praktikalitas 86,17%, dan efektivitas 94,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas.

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA

Asnia, Fefti, Mujamil, Jejem, Hadeli, M.

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.207 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia dengan menerapkan strategi pembelajaran tipe Active Knowledge Sharing dikelas XI IPA3 SMA Negeri 2 Tanjung Raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-rata keaktifan siswa dalam kelompok pada siklus I 66,76 %, pada siklus II 74,87 % dan pada siklus III 85,56 %. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 69,25 ( 32,14%), rata-rata tes siklus I (T1) adalah 74,64 (53,57%), nilai rata-rata pada siklus II (T2) adalah 83,33 (81,48%) dan nilai rata-rata pada siklus III (T3) adalah 87,85 (89,28%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapkan strategi pembelajaran tipe Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa.

PENGARUH KONSENTRASI H2SO4 DAN NaOH TERHADAP DELIGNIFIKASI SERBUK BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS)

Permatasari, Harry Rizka, Gulo, Fakhili, Lesmini, Bety

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.822 KB)

Abstract

Pengaruh konsentrasi H2SO4 dan NaOH dalam delignifikasi serbuk bambu telah diteliti untuk menurunkan kadar lignin. Delignifikasi dilakukan pada suhu 1210C selama 30 menit dengan variasi konsentrasi. H2SO4: 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, dan 2,5% (v/v) sedangkan variasi NaOH adalah 2,0%, 4,0%, 6,0%, 8,0%, dan 10% (b/v). Kadar lignin dianalisis menggunakan metode Kappa. Peningkatan konsentrasi H2SO4 dan NaOH sejalan dengan peningkatan kadar lignin terurai. Penguraian optimum sebesar 5,37% dicapai pada saat konsentrasi H2SO4 2,5% sedangkan pada saat konsentrasi NaOH 6,0% penguraian optimum sebesar 9,53%.

PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM LAJU REAKSI BERBASIS GUIDED DISCOVERY PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XI IPA SMA

Putri, Murtiarni, W, K Anom, Ibrahim, A

Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan  petunjuk praktikum laju reaksi berbasis guided discovery. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan desain penelitian ADDIE dan evaluasi formatif Tessmer meliputi self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test evaluation. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi, lembar angket kepraktisan, dan lembar soal pretest-postest. Subjek penelitian tahap expert review yaitu, ahli pedagogik, content, dan desain. Subjek one-to-one dan small group evaluation yaitu kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Indralaya dan SMA Srijaya Negara. Subjek field test yaitu kelas XI MIA 4 SMA Negeri 1 Indralaya dan XI MIA 1 SMA Srijaya Negara. Tahap expert review didapatkan skor validasi aspek pedagogik 3,15 (valid), aspek content 3,25 (sangat valid), dan aspek desain 3,00 (valid). Skor kepraktisan tahap one-to-one 3,01 (praktis) dan tahap small group 3,25 (sangat praktis). Perolehan skor gain tahap field test terhadap prototype III di SMA Negeri 1 Indralaya diperoleh 0,62 (skor gain sedang) dan di SMA Srijaya Negara 0,60 (skor gain sedang). Hasil perolehan gain skor menunjukkan bahwa keefektifan petunjuk praktikum terkategori sedang. Hasil penelitian ini ialah petunjuk praktikum laju reaksi berbasis guided discovery yang valid, praktis, dan efektif pada mata pelajaran kimia di kelas XI IPA SMA. Guru diharapkan dapat menggunakan petunjuk praktikum laju reaksi berbasis guided discovery dalam pelaksanaan kegiatan praktikum di laboratorium.

Page 1 of 12 | Total Record : 112