Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika
ISSN : 19793545     EISSN : 2528682X
JPPM, Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika is well-knowned as Jurnal JPPM. Jurnal JPPM is published by Mathematics Department of Sultan Ageng Tirtayasa University. JPPM publishes the research issues on mathematics education, and could be experiment, research and development, or classroom action research. This Journal are bi-annual publication, on February and August.
Articles 133 Documents
PENERAPAN PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DISKRIT BERBASIS AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA Sari, Rika Mulyati Mustika
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.323 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.1009

Abstract

Penalaran dalam matematika merupakan kemampuan yang sangat penting, ini dikarenakan dalam setiap menyelesaikan masalah memerlukan suatu penalaran yang baik. Dengan penalaran yang baik mahasiswa akan lebih mudah menemukan solusi-solusi yang tepat hingga tujuan akhir tercapai. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis aktivitas untuk meningkatkan kemampuan penalaran mahasiswa calon guru. Di samping itu penelitian ini menggali pula pendapat mahasiswa terhadap model pembelajaran berbasis aktivitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Prodi Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Dengan subyek sampel penelitian mahasiswa Semester VI yang dipilih dua dari enam kelas secara acak. Dari dua kelas yang dipilih, secara acak dipilih juga kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen terdiri dari tes berupa soal uraian yang memerlukan penalaran dalam penyelesaiannya dan non tes berupa skala sikap dalam bentuk skala Likert, Skala tersebut menggali pendapat siswa pada aspek minat, aspek kesungguhan dan aspek manfaat terhadap pembelajaran berbasis aktivitas. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan disain pretest-posttest-control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis aktivitas sedangkan variabel terikatnya kemampuan penalaran matematika dan pendapat mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan kemampuan penalaran mahasiswa yang pembelajarannya diperoleh dari model pembelajaran berbasis aktivitas lebih baik daripada pembelajarannya dengan cara biasa. Selain itu, sebagian besar siswa berpendapat positif terhadap penerapan model pembelajaran berbasis aktivitas. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Aktivitas, Penalaran Matematik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION DENGAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE INDEX CARD MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA SMA Frasticha, Frasticha; Fathurrohman, Maman; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.736 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.1000

Abstract

Pemecahan masalah merupakan kegiatan matematika yang sulit baik dalam mempelajari maupun mengajarkannya, sehingga diperlukan adanya suatu model pembelajaran yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA; (2) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dengan jumlah 38 siswa sebagai kelas kontrol dan XI IPA 2 dengan jumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen di SMAN 19 Kabupaten Tangerang pada tahun ajaran 2015-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan adalah desain kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group serta Cluster Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS Statistics Version 22. Hasil penelitian :(1) model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA dan memberikan pengaruh yang positif; (2) sikap siswa positif terhadap model pembelajaran ARIAS dengan strategi active learning tipe ICM. Kata Kunci: Assurance Relevance Interest Assessment Satisfaction, Index Card Match, Kemampuan Pemecahan Masalah
PENGEMBANGAN LKS PEMECAHAN MASALAH KAIDAH PENCACAHAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK SMA KELAS XI Risnawati, Risnawati; Mardianita, Wahyunur; Hernety, Hernety
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.955 KB)

Abstract

Pembelajaran sebaiknya mengarahkan siswa agar mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan, salah satu upaya mengarahkan siswa yaitu dengan memberikan pertanyaan metakognitif. Pertanyaan metakognitif tersebut meliputi pertanyaan pemahaman, pertanyaan strategi, pertanyaan koneksi, dan pertanyaan refleksi. Pembelajaran metakognitif yaitu membimbing siswa untuk memahami suatu informasi yang diterima kemudian menilai pemahaman mereka sendiri, menghitung berapa waktu yang diperlukan untuk belajar dalam mempelajari sesuatu dan memilih rencana yang efektif untuk belajar atau memecahkan suatu masalah. Masalah matematika sangat beragam, dan yang dibahas adalah matematika aplikatif yaitu masalah yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari siswa, seperti masalah yang ada dalam materi kaidah pencacahan yaitu kombinasi dan permutasi. Maka, perlu dirancang suatu kumpulan soal yang membimbing siswa dalam memahami masalah kombinasi dan permutasi, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS materi Kaidah Pencacahan yang membahas masalah kombinasi dan permutasi dengan pendekatan metakognitif yang valid, praktis dan mempunyai efek potensial terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yaitu pleminary dan formative evaluation. Pada tahap pleminary dilakukan analisis LKS sebagai hasil desain bahan ajar. Pada tahap formative evaluation dilakukan Self Evaluation, Prototyping (expert review, one-to-one, dan small group), Field Test untuk memperoleh LKS yang valid, praktis, dan efektif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa LKS materi Kaidah Pencacahan menggunakan pendekatan metakognitif  yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA YANG BELAJAR OPERASI PADA PECAHAN MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL Saputro, Bagus Ardi
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.359 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan permainan, kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar operasi pada pecahan lebih baik dari pada kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar secara konvensional. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen berdesain eksperimen perbandingan kelompok statik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar operasi pada pecahan pada level sekolah sedang lebih berkembang dari pada kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar secara konvensional.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 67 PAGARALAM Rohaya, Cek
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.429 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.1005

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada aspek bilangan  pecahan  dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas III SD Negeri 67 Kota Pagaralam Tahun Pelajaran 2014/2015. Bentuk penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Populasi dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 67 tahun 2014/2015 dengan jumlah sampel sebanyak sejumlah 20 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi test, observasi dan dokumentasi. Penilitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik analisis data ada meliputi: 1) data reduksi; 2) sajian data, 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam dapat diketahui bahwa. Nilai rata-rata prestasi belajar Matematika siswa kelas III pada siklus I sebesar 69,0, pada siklus II sebesar  76,5  sehingga  terdapat  kenaikan  nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II.  Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I menunjukkan angka sebesar 80,0% (16 siswa tuntas dalam belajarnya  dari seluruh peserta 20 siswa), pada siklus II sebesar 95,0%  (19 siswa tuntas dalam belajarnya dari seluruh peserta 20 siswa). Dengan demikian terdapat peningkatan  ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan  keterangan  di  atas  maka  dapat  dibuat  suatu  kesimpulan sebagai berikut: Melalui alat peraga dapat meningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas III SD negeri 67 Pagaralam Tahun pelajaran 2014/2015. Kata kunci: Hasil Belajar, Alat Peraga
IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN TUGAS PENGAJUAN MASALAH Akmalia, Nova Nur; Pujiastuti, Heni; Setiani, Yani
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.835 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.996

Abstract

Tujuan utama penelitian ini untuk mengidentifikasi tahap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan tugas pengajuan masalah matematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1 di SMAN 2 Kota Tangerang. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari tugas pengajuan masalah, tes kemampuan berpikir kreatif matematis, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada setiap tahap berpikir kreatif, setiap tingkatan memiliki ciri-ciri masing-masing sesuai dengan kapasitas yang dimiliki siswa, pengalaman belajar siswa, pengalaman hidup siswa, masukan dan kritikan dari orang lain serta kondisi lingkungan siswa. Kata kunci: Berpikir Kreatif Matematis, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pengajuan Masalah
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN TAHAPAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS Nindiasari, Hepsi; Novaliyosi, Novaliyosi; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.856 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis (KBRM) Kemampuan tersebut mendukung keberhasilan dalam kemampuan berpikir kritis dan kemampuan lainnya seperti menyelesaikan permasalahan dalam matematika. Tahapan KBRM berguna untuk mengetahui sampai jenjang mana seseorang sudah mencapainya. Bahan ajar juga menunjang untuk peningkatan KBRM, dengan demikian pada penelitian ini akan dikembangkan bahan ajar untuk meningkatan tahapan kemampuan berpikir reflektif matematis. Dengan demikian, target khusus penelitian ini adalah mendapatkan bahan ajar yang mendukung peningkatan tahapan KBRM. Metode yang  dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar KBRM adalah penelitian pengembangan. Kegiatan pengembangan bahan ajar tahapan KBRM meliputi 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan produk, 3) validasi desain dengan uji ahli, 4) revisi desain, dan 5) uji coba skala kecil. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA di Kota Serang. Hasil yang sudah diperoleh adalah bahan ajar cetak berupa lembar kerja siswa yang sesuai 7 tahapan KBRM yang berisi judul, materi, indikator, soal KBRM, panduan pertanyaan meningkatkan  KBRM.
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN METAKOGNITIF AWAL DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Nugroho, Aryo Andri; Dwijayanti, Ida
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.585 KB)

Abstract

Analisis Riil dikenal sebagai  merupakan dasar di dalam matematika untuk berfikir secara formal, yaitu berfikir secara deduktif aksiomatik. Suherman berpendapat bahwa  melalui metakognitif  seseorang akan bisa menilai kesukaran suatu masalah, mengamati tingkat pemahaman dirinya, menggunakan berbagai informasi untuk mencapai tujuan, dan menilai kemajuan belajar sendiri. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan sebuah kajian mendalam tentang  kemampuan metakognitif awal mahasiswa dalam pemecahan masalah sebagai fondasi awal untuk pengembangan strategi perkuliahan analisis riil 1. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester 6-E Universitas PGRI Semarang. Sampling bersifat purposive yaitu 2 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam.  Teknik analisis data menggunakan model analisis interaksi, dimana komponen reduksi sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Setelah data terkumpul, ketiga komponen dianalisis secara interaksi. Hasil yang diperoleh dari hasil triangulasi diperoleh kesimpulan bahwa subyek I memiliki kemampuan metakognitif yang baik yang terlihat pada tingkat kemampuan pemecahan masalah yang baik pula yaitu kemampuan pemahaman masalah, perencanaan penyelesaian masalah, pelaksanaan perencanaan masalah serta kemampuan memeriksa kembali. Sedangkan subyek II diperoleh kemampuan metakognitif yang cukup baik yang terlihat pada tingkat kemampuan pemecahan masalah yang kurang sempurna yaitu kurang dapat melakukan peninjauan kembali terhadap hasil pekerjaannya.
KARAKTERISTIK PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG PERSAMAAN PARABOLA DENGAN MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO Marethi, Indiana
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.555 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.1010

Abstract

Persamaan parabola merupakan konsep matematika pada geometri analitik yang berhubungan dengan konsep matematika lainnya. Pemahaman terkait persamaan parabola mampu menjadi indikator pemberian materi lanjutannya. Artikel ini bertujuan mengukur pemahaman mahasiswa tentang persamaan parabola dengan menggunakan Taksonomi SOLO. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Semester 3 Program Studi Pendidikan Matematika Tahun Ajaran 2015-2016 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan soal pemahaman terhadap persamaan parabola, yaitu: “Ditentukan suatu persamaan parabola y=x2-x-6. Tuliskan semua semua sifat/karakteristik dari parabola tersebut, kemudian gambarkan grafiknya”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang persamaan parabola dapat dikarakteristik dengan menggunakan Taksonomi SOLO. Dan karakteristik parabola yang paling banyak disebut tentang persamaan parabola ini ialah arah parabola. Kata Kunci : Pemahaman, Persamaan Parabola, Taksonomi SOLO
PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 29 PAGARALAM TENTANG SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG Ismawati, Ismawati
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.616 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i2.1001

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Penggunaan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 29 Pagaralam Tentang Sifat – Sifat Bangun Ruang “ Penelitian yang dipergunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengutamakan hasil tindakan kelas untuk menjawab permasalahan di lapangan.Perumusan masalah yang akan dikemukakan adalah    “ Apakah Melalui Penggunaan Alat Peraga Hasil Belajar siswa Kelas V SD Negeri 29   pada pelajaran Matematika Tentang sifat-sifat Bangun Ruang akan Meningkat “ ?. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 29 Pagaralam tahun 2014 – 2015 pada semester genap berjumlah 32 orang siswa yang terdiri dari 11 orang siswa laki - laki dan 21 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar  adalah tes dan instrumen untuk mengukur kemampuan guru untuk melaksanakan pembelajaran adalah Lembar Pengamatan Kemampuam Guru (LPKG) K-13. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II . Analisis data pada hasil  tes  siklus I sebanyak 27 orang siswa atau 84,37%  mencapai ketuntasan dan pada siklus II meningkat menjadi 32 orang siswa atau 100%. Dari hasil data lembar pengamatan kolabor menunjukkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dari siklus I   88,63 % meningkat pada siklus II 97,72 %. Disimpulkan bahwa melalui Penggunaan Alat Peraga dapat  meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Alat peraga, Hasil belajar

Page 5 of 14 | Total Record : 133