Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika
ISSN : 19793545     EISSN : 2528682X
JPPM, Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika is well-knowned as Jurnal JPPM. Jurnal JPPM is published by Mathematics Department of Sultan Ageng Tirtayasa University. JPPM publishes the research issues on mathematics education, and could be experiment, research and development, or classroom action research. This Journal are bi-annual publication, on February and August.
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017" : 20 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGGUNAKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN DAN PELATIHAN PADA FORUM MGMP SEKOLAH BINAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Suwiyono, Suwiyono
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.557 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2035

Abstract

Penggunaan model pembelajaran merupakan hal yang sangat mutlak harus di gunakan guru dalam melaksanakan pembelajaran tanpa kecuali. Sebagian besar guru dalam pembelajaran belum mempertimbangkan model pembelajaran apa yang sesuai atau tepat untuk kompetensi dasar tertentu atau materi tertentu, karena berbeda materi maupun kompetensi sangatlah mungkin model pembelajaran yang tepat nya berbeda, sehingga masih banyak siswa yang tidak memahami atau cepat lupa untuk menguasai materi tersebut. Dalam kegiatan ini diharapkan guru mampu memilih model pembelajaran yang tepat untuk kompetensi dasar maupun materi tertentu dan diharapkan guru mampu dan terbiasa dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang ada serta mampu berinovasi dalam pembelajaran. Metoda yang akan digunakan dalam hal ini adalah melalui Bimbingan dan pelatihan di forum MGMP sekolah binaan dengan tiga kali pertemuaan dengan pertemuan pertama memberikan contoh model-model pembelajaran yang telah mereka kenal, kemudian beri penegasan untuk termasuk model-model pembelajaran yg mana yang mereka sebutkan itu kemudian di arahkan dan dibimbing berdasarkan kelompok kelas tingkatan dalam mengajar untuk memilih model yang tepat untuk materi yang mereka pilih dalam kelompoknya. Selajutnya dalam kelompok untuk menyusun model pembelajaran yang telah dipilih dan digunakan untuk pemebelajaran dalam materi atau kompetensi dasar yang terpilih. Kemudian dipresentasikan dan didiskusikan apakah tepat atau kurang atau malah tidak tepat, kemudian masing masing guru untuk memilih kompetensi dasar atau materi ajar yang tidak boleh sama dengan yang lainnya. Pertemuan kedua masing-masing guru dari materi yang sudah di pilih untuk menentukan model pembelajaran mana yang akan di gunakan kemudian untuk menyusunnya pembelajaran tersebut secara individu dengan bimbingan teman kelompok maupun oleh pengawas binanya dan untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah masing masing. Pada pertemuan berikutnya guru untuk mengemukakan apa yang di temukan baik kendala maupun kelebihannya dalam penggunaan model tersebut, dan dibahas bersama-sama kemudian ambil kesimpulan berdasarkan kesepakatan dan teori belajar yang ada dan model-model pembelajaran yang telah di susun kriterianya oleh para ahli pendidikan terdahulu. Hasil yang di harapkan guru mampu menggunakan model-model pembelajaran dengan tepat serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. sehingga penulis menyimpulkan bahwa BIMLAT di forum MGMP sekolah binaan mampu meningkatkan guru dalam menggunakan model-model Pembelajaran.Kata Kunci: Bimbingan dan latihan, MGMP, Model pembelajaran.
ASOSIASI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DENGAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI MODEL ALBERTA Badjeber, Rafiq
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.731 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2030

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitiatif yang bertujuan mengkaji asosiasi antara kemampuan penalaran matematis dan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran inkuiri model Alberta. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Kota Palu dan sebagai sampel dipilih siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini meliputi tes kemampuan penalaran matematis dan kemampuan koneksi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat asosiasi antara kemampuan penalaran matematis dan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran inkuiri model Alberta. Kata kunci:  Penalaran Matematis, Koneksi Matematis, Pembelajaran  Inkuiri Model Alberta.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA Meika, Ika; Sujana, Asep
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.849 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2025

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah (BKPM) matematis merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja abad 21. Berkaitan dengan hal tersebut, maka seorang guru harus mengetahui kemampuan BKPM siswa sehingga dapat merencanakan pembelajaran dan bahan ajar yang sesuai dengan profil kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan BKPM siswa di kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan subjek siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dengan akreditasi A yang ada di Kabupaten Pandeglang sebanyak 133 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes soal uraian. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif sebesar 12,88; rata-rata kemampuan pemecahan masalah sebesar 16,30. Ini berarti kedua kemampuan tersebut masih tergolong rendah. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Pemecahan Masalah, Siswa SMA.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DENGAN MENGGUNAKAN CATATAN KECIL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Febriyanti, Ajeng Twenty; Marethi, Indiana; Jaenudin, Jaenudin
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.287 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2041

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa, sehingga perlunya alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa, salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan menggunakan cakil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; (2) Apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis (berkelompok nilai tinggi, sedang, rendah) siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; (3) Bagaimanakah sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan cakil dalam model pembelajaran Think-Pair-Share. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 17 Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu sampel ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan thitung = 8,30 dan ttabel = 1,66; (2) Peningkatan kemampuan penalaran matematis (berkelompok nilai tinggi, sedang, rendah) siswa yang mendapatkan pembelajaran Think-Pair-Share menggunakan cakil lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan thitung = 21,55 dan ttabel = 1,75 (kelompok tinggi), thitung = 13,99 dan ttabel = 1,67 (kelompok sedang) dan thitung = 17,06 dan ttabel = 1,94 (kelompok rendah);  (3) Hasil dari analisis data angket yang diisi oleh kelas eksperimen diperoleh bahwa sikap terhadap pembelajaran Think-Pair-Share dengan menggunakan cakil terdapat pada kriteria kuat dengan rata-rata 73,05%.Kata kunci: Think Pair Share, Catatan Kecil, Penalaran Matematis.
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH STATISTIKA Firmansyah, Muhammad Arie
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.218 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2036

Abstract

Pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan tujuan agar mahasiswa bertanggung jawab melaksanakan tugas. Usaha memaksimalkan kegiatan tersebut dapat dimulai dengan meminimalkan hambatan belajar. Hambatan belajar merupakan halangan yang memperlambat fokus usaha dalam menerima pengetahuan. Sehingga pengajar akan tepat untuk memutuskan strategi pembelajaran, dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat mengejar ketertinggalan karena hambatan tersebut. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif yang berupaya untuk mendeskripsikan analisis hambatan belajar mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 5 tahun 2016-2017 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Tangerang yang menempuh mata kuliah Statistika. Penelitian ini berusaha memahami hambatan yang dialami mahasiswa dan mengungkap hal-hal yang dianggap sebagai faktor hambatan belajar mahasiswa pada mata kuliah Statistika. Pada penelitian ini peneliti mengumpulkan informasi melalui tes diagnostik dan wawancara pada mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan mahasiswa dalam mempelajari Statistika pada umunya terletak pada kemampuan mendasar yakni lemah konsep. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah adanya kesalahan dalam keterampilan proses, kesalahan memahami soal, dan kesalahan dalam menggunakan notasi. Alternatif mengatasi hambatan-hambatan tersebut, perlu bagi pengajar mata Statistika untuk dapat mengembangkan strategi pembelajarannya agar mahasiswa dapat lebih terasah kemampuan berfikirnya dan pengajar agar dapat memberikan latihan-latihan soal yang bervariasi kepada mahasiswa secara kontinu. Kata Kunci: Hambatan Belajar, Statistika.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA II Syarifah, Lely Lailatus
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.095 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian setiap indikator yang mengukur kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititatif yang berupaya untuk mendeskripsikan analisis kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika tingkat 3 sebanyak 1 kelas yang terdiri atas 21 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi tes kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II yang meliputi materi fungsi invers, limit fungsi, dan turunan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kemampuan mahasiswa matematika pada mata kuliah pembelajaran matematika SMA II adalah sebagai berikut: Terdapat 3 mahasiswa yang mendapat nilai di bawah 50, terdapat 2 mahasiswa yang mendapat nilai antara 51 dan 60, terdapat 7 mahasiswa yang mendapat nilai antara 61 dan 70, terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai antara 71 dan 80, dan terdapat 4 mahasiswa yang mendapat nilai 81 ke atas. Adapun nilai sempurna diraih oleh 3 mahasiswa pada nomor soal pertama, 3 mahasiswa pada nomor soal kedua, 6 mahasiswa pada nomor soal ketiga, 13 mahasiswa pada nomor soal keempat, dan 16 mahasiswa pada nomor soal kelima. Kata kunci: Pemahaman, Pembelajaran Matematika SMA II.
PENGARUH PENERAPAN MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-CONCEPT SISWA DI SMAN KECAMATAN TAMBUN SELATAN BEKASI Maulani, Dewi; Suyono, Suyono; Noornia, Anton
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.499 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Reciprocal Teaching dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self-concept siswa. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan self-concept siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 3 Tambun Selatan sebagai sekolah eksperimen dan di SMAN 4 Tambun Selatan sebagai sekolah kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian diperoleh dari masing-masing sekolah dan dibagi berdasarkan self-concept siswa. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan meliputi tes angket self-concept siswa untuk membagi kelompok siswa serta tes akhir kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberikan pembelajaran Reciprocal Teaching lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Disamping itu, terdapat interaksi antara pembelajaran yang diberikan dengan self-concept siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil lain yang diperoleh adalah bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberikan pembelajaran Reciprocal Teaching lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki self-concept positif. Kata kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Self-Concept, Reciprocal Teaching.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN COGNITIVE APPERTICESHIP Fardillah, Frena
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.742 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah kemampuan representasi matematis mahasiswa teknik industri melalui pembelajaran cognitive apperticeship. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperimen dengan mengunakan random kelompok, sehingga melibat dua sampel kelompok yang dipilih secara acak, yaitu sampel kontrol yang menggunakan pembelajaran ekspositori dan sampel eksperimen yang menggunakan pembelajaran cognitive apperticeship. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis. Penelitian ini dilakukan pada materi statistik industri II dengan jumlah mahasiswa pada kelas kontrol sebanyak 22 mahasiswa serta kelas eksperimen sebanyak 22 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran cognitive apperticeship lebih baik dari mahasiswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Kata kunci: Representasi Matematis, Cognitive Apperticeship.
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR (VISUAL, AUDITORIAL, KINESTETIK) MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS BUNG HATTA Wahyuni, Yusri
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.65 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya belajar VAK mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Popuasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2012-2015. Teknik pangambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa program studi pendidikan matematika memiliki gaya belajar yang bervariasi yaitu Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Identifikasi gaya belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika angkatan 2012 didominasi oleh gaya belajar Auditorial 50%, mahasiswa angkatan 2013 didominasi oleh gaya belajar Auditorial 45%,  mahasiswa angkatan 2014 didominasi oleh gaya belajar Auditorial 50% dan mahasiswa angkatan 2015 didominasi oleh gaya belajar Visual 50%. Kata kunci: Gaya belajar, Visual, Auditorial, Kinestetik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN AUTOGRAPH Ramadhani, Rahmi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 10 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.126 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v10i2.2032

Abstract

Penelitian ini memaparkan hasil penelitian yang bertujuan untuk menganalisis: apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika (KPKM) dan kemampuan pemecahan masalah matematika (KPMM) siswa kelas XII SMA YPK Medan yang diajarkan dengan guided discovery learning berbantuan Autograph; serta untuk melihat apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dengan KAM siswa terhadap KPKM dan KPMM siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA YPK Medan. Sampel pada penelitian ini adalah 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan 16 siswa sebagai kelas kontrol melalui metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan dengan ANAVA 2 Jalur. Hasil penelitian diperoleh: (1) Peningkatan KPKM dan KPMM siswa yang memperoleh guided discovery learning berbantuan Autograph lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2)Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan KAM siswa terhadap peningkatan KPKM dan KPMM siswa. Kata kunci: Autograph, Discovery Learning, Kemandirian Belajar, Pemahaman Konsep.

Page 1 of 2 | Total Record : 20