cover
Contact Name
Sri Novianthi Pratiwi
Contact Email
srinovianthi@trisakti.ac.id
Phone
+6285624480575
Journal Mail Official
agora_ars@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti - FTSP Gd. C Lt 8, Kampus A Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No.1
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGORA
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14119722     EISSN : 2622500X     DOI : http://dx.doi.org/10.25105/agora
Core Subject : Engineering,
AGORA : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti merupakan ajang komunikasi segenap masyarakat arsitektur untuk melontarkan pandangan dan pemikiran ilmiah tentang berbagai aspek arsitektur. AGORA memuat berbagai karya ilmiah arsitektur dalam keluasan spektrumnya baik menyangkut teori, kritik, sejarah, teknologi bangunan, industri, etika, praktek profesi, pendidikan maupun teknologi informasi dan komunikasi. AGORA merupakan media untuk membangun pemahaman mendalam tentang arsitektur melalui telaah kritis aspek-aspek arsitektur, baik fisik maupun non-fisik pada skala mikro elemen bangunan sampai pada skala makro kawasan perkotaan dan regional. Telaah kritis dalam bentuk artikel, yang memuat ide orisinil dan disajikan dalam tulisan terorganisir yang bermuatan argumentasi ilmiah (analitis, sistematis, logis, serta akurat), merupakan ciri khas AGORA sebagai jurnal ilmiah arsitektur.
Articles 24 Documents
PENGARUH KONDISI PERMUKIMAN TERHADAP PREFERENSI BERMUKIM BURUH INDUSTRI DI PERMUKIMAN TIBAN KAMPUNG Armela, Tiara
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v15i1.85

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor kondisi permukiman saja yang berpengaruh dan pengaruh yang dihasilkan faktor-faktor tersebut terhadap preferensi bermukim buruh industri di kawasan permukiman Tiban Kampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan metode analisis menggunakan statistic berupa regresi untuk melihat pengaruh antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor kondisi permukiman yang berpengaruh signifikan terhadap preferensi bermukim buruh industri di permukiman Tiban Kampung yaitu meliputi pendapatan, jumlah anggota keluarga, luasan ruang tamu, kemiringan lahan pada lingkungan rumah tinggal, ketersediaan sarana peribadatan, orientasi bangunan rumah, dan frekuensi penggunaan halte bus. Kata kunci: Permukiman, Preferensi Bermukim
PERAN INSTITUSI PERGURUAN TINGGI DALAM MENGHADAPI FENOMENA KAMPUNG TERJEPIT PADA DAS CISADANE KABUPATEN TANGERANG Tanumihardja, Dicky
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 16, No 02 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v16i02.3230

Abstract

ABSTRAKPengentasan kemiskinan di Indonesia merupakan sebuah isu multi dimensi yang membutuhkan pendekatan multi dimensi juga. Salah satu isu yang mendasar adalah bagaimana tidak berdayanya masyarakat berpenghasilan rendah yang menyebabkan mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pembangunan atau mendapatkan manfaatnya. Kondisi ini dapat terlihat dari adanya ko-eksistensi?tapi tanpa kohesi?dari pemukiman tradisional (mis. kawasan kumuh, kampung, dsb) di antara yang modern (mis. perumahan, mixed use development, dsb). Kondisi ini juga nampak pada DAS Cisadane yang selalu menjadi salah satu tempat dengan populasi terbanyak untuk pemukiman tradisional karena rendahnya kendali dari pemerintah. Sayangnya, pembangunan yang pesat di Kabupaten Tangerang telah menyebabkan pemukiman ini dikelilingi oleh pembangunan yang lebih maju (baik secara fisik maupun ekonomi) dan menciptakan jarak sosial di antaranya. Pada awalnya Pemerintah Kabupaten melaksanakan program pengentasan kemiskinan secara mandiri, tetapi setelah pemaparan pendapat penasehat dari kalangan non-pemerintah maka diputuskan untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai fasilitator dan pelaksana program karena perguruan tinggi dianggap mempunyai sumber daya yang lebih relevan untuk program ini. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan skema kolaborasi di antara para pemangku kepentingan dan secara khusus akan menekankan peran perguruan tinggi sebagai community developer; demikian juga tantangan yang dihadapi dan hasil pembelajarannya. Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang peran institusi perguruan tinggi dalam menangani isu kemiskinan di sekitarnya. Kata Kunci: peran perguruan tinggi, pengentasan kemiskinan, multi dimensi, kolaborasi, ko-eksistensi tanpa kohesi. ABSTRACTPoverty alleviation in Indonesia has always been a multi dimensional issues that needs a multi dimensional approaches as well. One of the fundamental issue is how helpless are the low income community that caused them unable to participate with the progressive development or benefit from it. This situation can be pictured with the coexistence?but without cohesion?of traditional settlement (i.e. slums, kampungs, etc) among the modern ones (i.e. housing estate, mixed use development, etc). This situation is also occurred in Cisadane riverbanks which have always been one of the most populated area for traditional settlements because the lack of control from government. Unfortunately, the progressive real estate development in Tangerang region has caused these settlements surrounded with more advanced (both economically and physically) development and created the social gap in between. Initially the Regional Government (Pemerintah Kabupaten) conducted the poverty alleviation program independently, but soon after the hearing from non-governmental advisors then decided to involve universities as facilitator and conductor of the program because the universities are considered to have more relevant resources needed for the program. The purpose of this paper is to present the collaboration scheme taken among stakeholders and particularly will stressed the role of universities as the community developer; as well as the expected challenge and the lessons learned. This paper is expected to add more knowledge on how higher education institution addresses poverty issues around them. Keywords: role of universities, poverty alleviation, multi dimensional, collaboration, coexistence without cohesion
KARAKTERISTIK KAWASAN PECINAN PANTAI UTARA PULAU JAWA (Studi Kasus : Kawasan Pecinan Lasem, Jawa Tengah) Iskandar, Julindiani; Ali Topan, Mohammad
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v16i1.3208

Abstract

ABSTRAK Kawasan Pecinan hadir di banyak kota di pulau Jawa terutama didaerah sepanjang pantai Utara. Seiring berjalannya waktu kawasan-kawasan ini sudah mulai menghilang, tetapi ?bekas? kehadirannya masih terasa kental sekali. Suasana yang khas, diperkuat dengan adanya klenteng sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial menjadi simbol akan eksistensi kawasan pecinan.Kawasan Pecinan Lasem merupakan suatu kawasan hunian sekaligus tempat kegiatan sosial untuk mendukung kehidupan penghuninya memiliki karakteristik arsitektur berbeda dengan kawasan lainnya di kota Lasem. Kawasan pecinan di Lasem saat ini berkembang menjadi pusat perdagangan dan industri batik. Permasalahan yang terjadi di kawasan Pecinan Lasem saat ini adalah mulai pudarnya bangunan-bangunan bergaya Cina yang ada karena ditinggalkan penghuninya, atau telah beralih menjadi fungsi baru. Untuk mengetahui karakteristik Pecinan Lasem saat ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi elemen-elemen fisik pembentuk kota dengan menggunakan teori dari Hamid Shirvani, yang terdiri dari :1. Guna lahan (land use)2. Bentuk dan massa bangunan (building form & massing)3. Sirkulasi dan perparkiran (circulation & parking)4. Ruang terbuka (open space)5. Pedestrian (pedestrian ways)6. Fasilitas pendukung aktifitas (activity support)7. Penanda (signage) 8. Preservasi (preservation)Secara keseluruhan kawasan pecinan Lasem, dilihat dari 8 elemen pembentuk kota tersebut di atas, unsur budaya cina masih terlihat  cukup kental pada bangunan-bangunan yang tersisa di kawasan pecinan Lasem ini. Kata kunci: Pecinan, Karakter, Elemen fisik, Lasem  ABSTRACTChinatown region is present in many cities on the island of Java, especially in areas along the North coast. As time passes these areas have started to disappear, but the 'former' presence still feels very strong. Typical atmosphere, reinforced by the pagoda as the center of religious and social activities become a symbol of the existence of Chinatown. Lasem Pecinan Region is a residential area as well as a place of social activities to support the life of its inhabitants have different architectural characteristics with other areas in the city of Lasem. Chinatown area in Lasem is currently developing into a center of trade and batik industry. The problems that occur in the Lasem Chinatown area today are beginning to fade Chinese-style buildings that existed due to the abandonment of its inhabitants, or have turned into a new function. To know the current characteristics of Lasem Chinatown is done by identifying the physical elements of city-building by using the theory of Hamid Shirvani, which consists of:1. Land use2. Building form & massing3. Circulation & parking 4. Open space )5. Pedestrian ways 6. Activity support7. Signage8. Preservation Overall Lasem Chinatown area, seen from the 8 elements forming the city mentioned above, the Chinese cultural element still looks pretty thick on the remaining buildings in this Lasem Chinatown area. Keywords: Chinatown, character, physical elements, Lasem 
TINJAUAN TERHADAP STRATEGI PENGHAWAAN RUANG PERKOTAAN MELALUI ATAP HIJAU Kurniawan, M Donny; ., Suhendri
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 16, No 02 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v16i02.3231

Abstract

Kenyamanan termal di ruang luar menjadi isu yang penting saat ini akibat kenaikan yang signifikan pada suhu udara perkotaan. Kenaikan suhu ini diakibatkan oleh perubahan iklim global dan fenomena pulau panas perkotaan (Urban Heat Island) faktor pulau panas perkotaan ini dapat direduksi salah satunya dengan penghawaan pasif di ruang-ruang perkotaan. Dalam rancangan kota, penghawaan perkotaan dapat berupa pengaturan massa-massa bangunan, orientasi jalan, sampai ke detail desain bagunan yang dirancang untuk mengalirkan angin. Kota dengan penghawaan perkotaan yang baik dapat melepaskan panas yang terperangkap di antara bangunan melalui angin, juga dapat memberikan kenyamanan termal pada ruang luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pengahawaan perkotaan dengan perletakan atap hijau di bangunan tinggi. Efektivitas ini ditinjau dari hasil simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) terhadap berbagai posisi perletakan atap hijau pada bangunan tinggi. Hasil simulasi didapat dari dua metode simulasi, yaitu CFD 3 dimensi pada skala kota dan CFD 2 dimensi pada urban canyon. Kedua simulasi tersebut menunjukkan bahwa atap hijau yang diletakkan pada posisi yang tepat di sebuah bangunan tinggi dapat memicu pergerakan angin yang potensial bagi reduksi pulau panas perkotaan sekaligus memberikan kenyamanan termal ruang luar di perkotaan. Kata kunci: kenyamanan termal ruang luar, pulau panas perkotaan, atap hijau, CFD  ABSTRACTCities are facing temperature increase due to global warming and urban heat island. Although the global warming needs to be solved with global acts, the urban heat island presumably can be reduced by ventilated city strategies. Ventilated cities are designed to create a preferable wind flow in the city?s spaces. Thus, it releases heat that is trapped in the urban canyon and reduces urban heat island. Wind generated by the strategy could also provide outdoor thermal comfort in the cities. One of the ventilated city strategies are by utilizing roof garden for high rise buildings. Therefore, this research is aimed to identify the effectivity of roof garden in delivering wind flow. Two computational fluid dynamics (CFD) simulation schemes had been analyzed, and this paper reviews the results. The schemes are 3D CFD simulation for urban area and 2D CFD simulation for urban canyon. Review of the result analysis shows that roof garden is potential to drive a sufficient wind flow as long as its position is appropriate. Keywords : outdoor thermal comfort, urban heat island, roof garden, CFD
PENGARUH GUNA LAHAN DAN POLA PERGERAKAN TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN DI SEKITAR BANDARA SOEKARNO HATTA Damayanti, Rizka
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v15i1.69

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu masalah yang dihadapi pada  akses pencapaian sekitar Bandara Soekarno Hatta. Fenomena hambatan samping pada akses non-Toll sekitar Bandara Soekarno Hatta perlu diidentifikasi guna memperoleh gambaran aktual pengaruhnya pada kemacetan, atau menurunnya kinerja jalan. Perpaduan dan kombinasi dari faktor-faktor guna lahan dan kinerja jalan akibat pola pergerakan yang terjadi merupakan potensi penyebab kemacetan pada ruas jalan di sekitar Bandara. Dengan latar belakang kondisi faktual tersebut maka perlu dilakukan studi yang mengkaji kinerja jalan, khususnya yang disebabkan oleh hambatan samping (pergerakan) sebagai pengaruh dari penggunaan lahan disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pola penggunaan lahan terhadap pola pergerakan pada kawasan sekitar Bandara Soekarno Hatta
POLA SPASIAL PEMANFAATAN JALUR PEJALAN KAKI OLEH KEGIATAN SEKTOR INFORMAL (Studi Kasus Jalur Pejalan Kaki Jln. Jenderal Sudirman s/d Dukuh Atas) Fauzi, Reza; ., Dermawati; Budi Hartanti, Nurhikmah
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 16, No 02 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v16i02.3234

Abstract

ABSTRAKJalur pejalan kaki pada sebuah kota adalah bagian yang penting, baik sebagai kelengkapan sebuah kota maupun sebagai tempat orang untuk menuju dari satu tempat ke tempat lainnya. Kenyamanan berjalan kaki merupakan faktor utama yang harus diperhatikan sebagai bentuk pelayanan kepada pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keberadaan pedagang kaki lima terhadap kualitas jalur pejalan kaki, dan mengidentifikasi pola dan waktu penyebaran kegiatan sektor informal pada area jalur pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukan bahwa di beberapa titik keberadaan kegiatan sektor informal pada jalur pejalan kaki cukup mengganggu kegiatan formal di jalur pejalan kaki. Tetapi keberadaan kegiatan sektor informal di area tersebut juga terjadi dikarenakan adanya faktor yang memicu seperti adanya respon masyarakat terhadap keberadaan mereka dan terjadinya kegiatan jual beli antara pedagang dan pejalan kaki yang sedang melintas.Kata kunci : pejalan kaki, jalur pejalan kaki, sektor informal ABSTRACTThe pedestrian path in a city is an important part, both as a completeness of a city and as a place for people to go from one place to another. Walking comfort is the main factor that must be considered as a form of pedestrian service. This study was conducted to determine the effect of the presence of street vendors on the quality of pedestrian pathways, and to identify patterns and timing of the spread of informal sector activities in the area of pedestrian pathways. The results showed that at some point the existence of informal sector activities on pedestrian pathways was enough to disturb formal activities in the pedestrian path. But the existence of informal sector activities in these areas also occurs due to triggering factors such as the community's response to their existence and the occurrence of buying and selling activities between traders and pedestrians who are passing.Keywords: pedestrians, pedestrian paths, informal sector 
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN ALUN KAPUAS, KOTA PONTIANAK ., Uzhma
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v15i1.82

Abstract

Peningkatan jumlah penggunaan Alun Kapuas ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pedagang kaki lima. Hal ini berdampak ketidakteraturan penggunaan Alun Kapuas yang sudah direncanakan oleh Pemda setempat. Tujuan penelitian adalah untuk memahami konsep pemikiran tentang pemanfaatan ruang terbuka publik oleh pedagang kaki lima di Alun Kapuas Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa pemanfaatan ruang di Alun Kapuas oleh pedagang kaki lima berdasarkan pada konsep siap?dulo, waktu turon, perobahan n?mpatkan, sew?tempat, p?ngatoran, syarat-syarat dan nyadar sorang. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk merumuskan penataan lingkungan Alun Kapuas. Kata kunci : Alun Kapuas, Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik, Pedagang Kaki Lima. 
PENGARUH KEHIDUPAN BERTETANGGA TERHADAP PERUBAHAN RUANG TERBUKA DI PERUMAHAN DI YOGYAKARTA Winandari, M.I Ririk
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v15i2.2027

Abstract

Sebagian ruang terbuka publik di perumahan mengalami perubahan. Ada indikasi perbedaan perubahan ruang tersebut di perumahan menengah atas dan di perumahan menengah bawah. Muncul pertanyaan apakah perubahan tersebut terkait dengan kehidupan bertetangga penghuni di kedua kelompok perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kehidupan bertetangga terkait dengan perubahan ruang terbuka di perumahan. Metode studi kasus ganda digunakan untuk eksplorasi terhadap 4 kasus perumahan menengah atas dan 4 kasus perumahan menengah bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ruang terbuka publik di perumahan menengah atas dan perumahan menengah bawah di Yogyakarta dipengaruhi oleh perbedaan jejaring bertetangga, kuantitas kebutuhan ruang, dan kesepakatan penghuni, pedagang dan pengelola perumahan.Kata Kunci : Bertetangga, Ruang Terbuka Publik, Perumahan, Studi Kasus, Yogyakarta
PUBLIC – PRIVATE INTERFACE DAN PENGARUHNYA PADA LIVABILITY KAWASAN PERIMETER UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UIN MALANG tyaghita, binar; Nur Utami, Witanti
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v16i1.3206

Abstract

ABSTRAK Konektivitas merupakan dimensi livability yang mencakup skala kota dan lokal. Ruang dan jaringan jalan tidak hanya berperan dalam menfasilitasi koneksi kendaraan, namun juga interaksi sosial khususnya pada skala lokal. Public-private interface menjadi penting dalam skala lokal karena merupakan elemen rancang kota yang dapat memfasilitasi interaksi sosial, namun sayangnya elemen ini masih belum banyak diteliti terutama pada konteks perimeter Universitas. Perimeter universitas di Indonesia merupakan dampak urbanisasi dan perkembangan ruang kota yang didorong oleh kedatangan mahasiswa dan pemilik usaha yang menyediakan kebutuhan mahasiswa. Hal tersebut mendorong kawasan tumbuh secara organik dengan ragam pengguna dan aktivitas. Kawasan studi diapit oleh Universitas Brawijaya dan UIN Maliki dan menghubungkan dua sentra industri. Sehingga menarik untuk diketahui bagaimana hal tersebut mempengaruhi karakteristik public-private interfacenya. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini adalah metode analisis kualitatif melalui diagram, deskripsi, pemetaan dan overlay mapping. Pertumbuhan perimeter universitas yang tidak terarah menyebabkan ada ancaman kawasan menjadi tidak livable. Namun berdasarkan analisis ditemukan bahwa karakteristik public-privat interface pada kawasan ternyata berkontribusi pada livability kawasan karena berperan dalam mendorong dan menfasilitasi interaksi sosial serta aktivitas yang beragam. Kata Kunci: Livability, Public-private interface, Pemetaan, Diagram, Perimeter Universitas ABSTRACTUrban Livability dimension which encompassing city and local scale is connectivity. Road network not only facilitating physical connections for vehicle on city scale, but also urgent for social interaction in local scale. Within local scale, public-private interface become important elements which can facilitate social interaction, unfortunately it have not yet been widely dieksplore. University perimeters in Indonesia is the result of  urbanization and urban development through the flows of students and along with it those which supply their needs; which stimulate an organic growth of built environment consist of mixes of user and activity. Study area is settlement located in between Brawijaya University and UIN Maliki?s perimeter, which not only framed by two distinct university but also connecting two industrial nodes. Thus it is interesting to identify the characteristic of its public-private interface and how it related to its mix of user and activity. The methode use to analyse using diagram, description, mapping and overlay-mapping.. As university perimeter growth tend to be unplanned, there are risk of lack of livability; however through public-private interface mapping the findings showed that while the built environment might not showed it but the characteristic of public-private interface within study area are contributing to the Livability of the settlement by facilitating social interaction and diverse activity.    Keywords: Livability, Public-private interface, Mapping Analysis, Diagram Analysis, University Perimeter 
pengaruh Karakteristik Ventilasi dan Lingkungan Terhadap Tingkat Kenyamanan Termal Ruang Kelas SMPN di Jakarta Selatan Razak, Humairoh
Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v15i2.2024

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kenyamanan termal di dalam ruang kelas yang dipengaruhi oleh ventilasi dan lingkungan alami di sekitar ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjadi panduan bagi perancang bangunan dalam merancang bangunan sekolah yang mana ruang kelasnya memenuhi aspek kenyamanan termal tanpa sistem penghawaan buatan. Penelitian ini dilakukan di sekolah-sekolah negeri tingkat menengah pertama (SMPN) di Daerah Jakarta Selatan. Penelitian dilakukan dengan mengukur suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin di dalam ruangan untuk mendapatkan nilai temperatur efektif yang menjadi parameter kenyamanan termal. Tidak ketinggalan adalah, bentuk dan ukuran ventilasi yang ada di ruangan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan aspek ventilasi yang paling mempengaruhi kenyamanan termal. Kata kunci : Kenyamanan Termal, Ventilasi, Temperatur Efektif

Page 1 of 3 | Total Record : 24