cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Obstetri & Ginekologi
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 1 (2016): Januari - April" : 14 Documents clear
Aspirin Dosis Rendah Efektif Menurunkan Resistensi Arteri Uterina yang Abnormal pada Ibu Hamil Usia Kehamilan 16–24 Minggu Rachmi, Rachmi; Sulistyono, Agus
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2762

Abstract

Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian aspirin 125 mg/hari terhadap penurunan resistensi pembuluh darah arteri uterina pada ibu hamil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal usia kehamilan 16-24 minggu.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental pre-test post-test one group design. Subjek penelitian adalah ibu hamil dari puskesmas Mulyorejo dan Kalijudan Surabaya, usia kehamilan 16-24 minggu dengan hasil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal. Pemeriksaan USG doppler arteri uterina dilakukan di Departemen/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr. Soetomo, divisi Feto-Maternal, sebelum dan sesudah pemberian aspirin 125 mg/hari selama 4 minggu. Hasil pemeriksaan USG doppler velocimetry arteri uterina dibagi menjadi empat tingkatan yaitu; normal bila RI < 0,58 tanpa adanya notching, tingkat I jika RI > 0,58 tanpa adanya notching, tingkat II RI < 0,58 disertai notching dan tingkat III bila RI > 0,58 disertai adanya notching.Hasil: Dari 99 subjek penelitian dengan hasil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal yaitu; 81 orang tingkat I, 2 orang tingkat II dan 16 orang tingkat III. Hasil pemeriksaan USG doppler velocimetry arteri uterina setelah diberikan aspirin 125 mg/hari selama 4 minggu, didapatkan 76 subjek dengan hasil USG doppler arteri uterina yang menjadi normal dan 23 subyek tetap dengan hasil USG abnormal (20 orang tingkat I dan 3 orang ibu hamil tingkat III). Aspirin dosis rendah dapat menurunkan resistensi arteri uterina secara bermakna, dengan hasil p=0,0001 (p<0,05).Simpulan: Aspirin dosis rendah efektif untuk menurunkan resistensi arteri uterina yang abnormal pada ibu hamil usia kehamilan 16 – 24 minggu.
Peningkatan Ketebalan Serat Elastin Dinding Vagina pada Prolapsus Organ Pelvis Anterior Zaki, Achmad; Mardian K, Eighty; Mustokoweni, Sjahjenny
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2763

Abstract

Tujuan: Mengukur ketebalan serat elastin pada dinding vagina penderita POP anterior dan menganalisis korelasi antara ketebalan serat elastin dengan derajat POP anterior.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional secara cross sectional yang dilakukan pada 28 blok paraffin dinding vagina dari penderita POP anterior yang telah dilakukan operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dibagi menjadi 4 kelompok: derajat 0/I, II, III dan IV dengan masing-masing (n=7). Dilakukan pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi elastin dilanjutkan pengukuran ketebalan serat elastin menggunakan mikroskop dengan perangkat lunak Leica Application Suite (LAS).Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna rerata ketebalan serat elastin kelompok penderita POP anterior derajat 0/I, II, III dan IV yaitu masing-masing sebesar 0,81 + 0,14 µm; 1,63 + 0,19 µm; 2,47 + 0,26µm dan 3,19 + 0,36 µm (p<0,0001). Berdasarkan hasil uji statistik korelasi pearson didapatkan koefisien korelasi r = 0,965 (P<0,0001).Simpulan: Ketebalan serat elastin pada dinding vagina bertambah dengan meningkatnya derajat POP anterior. Peningkatan ketebalan serat elastin merupakan akibat proses remodeling matriks ekstraseluler pada dinding vagina penderita POP anterior.
Jahe Mengurangi Koloni Uropathogenic Escerichia coli pada Wanita Menopause dengan Infeksi Saluran Kemih Asimtomatis Bimantara, Dony Rosmana; Hardianto, Gatut; Debora MS, Kartuti
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2754

Abstract

Tujuan: Membuktikan pengaruh jahe terhadap jumlah koloni uropathogenic Escerichia coli pada kultur urin dari wanita menopause dengan infeksi saluran kemih asimtomatis.Bahan dan Metode: Penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Jahe dengan jenis dan usia panen sama diolah menjadi kapsul serbuk jahe. Subyek penelitian diperoleh di poli Geriatri dan Menopause RSUD.Dr.Soetomo Surabaya. Setiap subyek diberikan kapsul serbuk jahe selam 5 hari. Dilakukan kultur urin tampung porsi tengah untuk identifikasi dan hitung jumlah koloni sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil: Dari 52 partisipan, didapatkan 12 subyek dengan hasil identifikasi dan hitung koloni kultur sebelum perlakuan yang positif uropathogenic Escerichia coli, 5 subyek dengan hitung koloni ≥ 105 cfu/ml dan 7 subyek <105 cfu/ml. Didapatkan 11 subyek dengan hasil hitung koloni kultur ulangan steril dan 1 subyek dengan hasil hitung koloni kultur ulangan tetap positif dengan jumlah koloni menurun (104 cfu/ml menjadi 2x103 cfu/ml). Uji banding penurunan jumlah koloni Escerichia coli kultur urin sebelum dan sesudah pemberian kapsul jahe adalah p=0,001 (p<005). Terjadi penurunan jumlah koloni Escerichia coli sebelum dan sesudah perlakuan secara bermakna.Simpulan: Jahe menurunkan jumlah koloni uropathogenic Eschericia coli dari urin wanita menopause dengan infeksi saluran kemih asimtomatis
Pengaruh Monoklonal Antibodi Bovine Zona Pelusida 3 (bZP3) terhadap Diameter dan Atresia Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus) Trissatharra, Annisa; Dwiningsih, Sri Ratna; Munir, Ratna Sofaria
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2764

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh antibodi monoklonal bZP3 dalam folikel ovarium yang mengalami atresia dan diameter berbagai folikel ovarium.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sejati dengan post only control group design. Sampel berupa 36 mencit (Mus musculus) betina yang terbagi menjadi 6 kelompok, 3 kelompok kontrol (kelompok 1, 2, dan 3) diberi Phospatase Buffer Saline (PBS) 50 µl dan 3 kelompok perlakuan (kelompok 4, 5, dan 6) diberi Mab bZP3 50 µl. Kelompok 1 dan 4 dihentikan pada hari ke-5, kelompok 2 dan 5 dihentikan pada hari ke-10, dan kelompok 3 dan 6 dihentikan pada hari ke-20. Evaluasi folikel atresia ovarium dan diameter folikel ovarium dilakukan dengan hematoxylin eosin (HE) dan data diolah dengan statistik parametrik.Hasil: Tidak ada perbedaan signifikan pada berbagai aspek folikel atresia dan diameter folikel (p> 0,05), namun secara deskriptif, jumlah folikel yang mengalami atresia pada kelompok perlakuan primer, sekunder, dan tersier lebih tinggi daripada kelompok kontrol, kecuali pada hari ke-20 waktu observasi.Simpulan: Pemberian Mab bZP3 tidak berpengaruh terhadap jumlah folikel atresia dan diameter folikel selama waktu pengamatan.
Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Berpengaruh terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Praktik Inisiasi Menyusu Dini Sihsilya R, Elsa Budi; Kuntoro, Kuntoro; Trijanto, Bambang
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2755

Abstract

Tujuan: mengetahui pengaruh keikutsertaan ibu di kelas ibu hamil terhadap praktik IMD pada ibu bayi usia 6-8 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cohort retrospektif. Populasi terbagi menjadi dua, populasi terpapar yang mengikuti kelas ibu hamil saat hamil anak terakhir dan populasi tidak terpapar ibu yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Besar sampel 32 responden. Analisis data dengan uji chi square.Hasil: Hasil analisis bivariat usia (p value = 0,229), pendidikan (p value = 0,1790, paritas (p value = 0,011), pengetahuan (p value = 0,047), sikap (p value = 0,893), riwayat persalinan (p value = 0,021), informasi (p value = 0,472), penolong persalinan (p value = 0,017), tempat persalinan (p value = 0,003), keikutsertaan kelas ibu hamil (p value = 0,27), pengambil keputusan (p value = 0,137), penyuluhan saat hamil (0,16) Hasil analisis menunjukkan variabel yang signifikan adalah paritas (p=0,011), pengetahuan (p=0,047), penolong persalinan (p=0,017), tempat persalinan (0,003), riwayat persalinan (p=0,021), penyuluhan saat hamil (p=0,010).Simpulan: penelitian ini tidak ada pengaruh keikutsertaan ibu di kelas ibu hamil terhadap praktik IMD, akan tetapi kelas ibu hamil berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap ibu. Pengetahuan berpengaruh terhadap praktik IMD.
Penurunan Progesterone-Induced Blocking Factor (PIBF) Sebagai Penanda Preeklampsia Faridz, Achmad Salman; Wicaksono, Budi; Dachlan, Erry Gumilar; Widjiati, Widjiati
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2756

Abstract

Tujuan: Membandingkan kadar PIBF serum dan berat plasenta pada model preeklampsia.Bahan dan Metode: Penelitian cross sectional yang dilakukan pada 16 Mus musculus bunting normal dan 16 Mus musculus bunting yang diberikan anti Qa-2 untuk membentuk suatu model preeklampsia. Kemudian dilakukan terminasi pada hari ke 16 kebuntingan dan dilakukan pemeriksaan kadar PIBF serum dengan metode ELISA serta pengukuran berat plasenta.Hasil: Didapatkan penurunan kadar PIBF serum pada Mus musculus model preeklampsia dibandingkan kontrol (33,21±29,36 ng/ml vs 105,76±59,69 ng/ml; p<0,05). Tidak ada perbedaan berat plasenta Mus musculus model preeklampsia dibandingkan kontrol (97,75±50,74 mg vs 116,09±44,45 mg; p>0,05). Tidak didapatkan hubungan antara kadar PIBF serum dengan berat plasenta.Simpulan: Penurunan kadar PIBF serum dapat dijadikan sebagai penanda kejadian preeklampsia. Penurunan kadar PIBF serum diduga berhubungan dengan kelainan plasenta pada preeklampsia.
VEGF 121 Rekombinan Dapat Memperbaiki Endoteliosis Gromerular pada Mencit Bunting Model Preeeklampsia Sulistyowati, Sri; Irawan, Donny; Edwin, Eric; Soetrisno, Soetrisno
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2758

Abstract

Tujuan: membuktikan pengaruh VEGF 121 rekombinan terhadap perbaikan endoteliosis glomerular pada mencit model pre-eklampsia.Bahan dan Metode: metode eksperimental analitik dengan RCT, yang dilakukan pada bulan Januari – Mei 2015 di Kandang Hewan Percobaan dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Sampel dari replikasi Steel dan Torrie adalah 30 mencit bunting yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu 10 mencit bunting normal, 10 mencit bunting model preeklampsia dan 10 mencit bunting model preeklampsia dengan terapi VEGF 121 rekombinan. Semua sampel dilakukan pemeriksaan pada endotel ginjalnya dengan metode imuno-histokimia. Parameter endoteliosis glomerular menggunakan kriteria Stillman (2007) dan Wide-Swensson (2007). Analisa data menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney.Hasil: Rerata endoteliosis gromeruler pada mencit bunting normal 1,60 dan mencit bunting model preeklampsia 1,90 dengan nilai p=0,28 (p>0,05). Rerata endoteliosis gromeruler pada mencit bunting model preeklampsia 1,90 dan mencit bunting model preeklampsia dengan terapi VEGF rekombinan 121 adalah 1,30 dengan nilai p=0,02 (p<0,05). Rerata endoteliosis gromeruler pada mencit bunting normal 1,60 dan mencit bunting model preeklampsia dengan terapi VEGF rekombinan 121 adalah 1,30 dengan nilai p=0,28 (p>0,05).Simpulan: VEGF 121 rekombinan dapat memperbaiki endoteliosis gromerular pada mencit bunting model preeeklampsia.
Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Berpengaruh terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Praktik Inisiasi Menyusu Dini Rahmawati, Elsa Budi Sihsilya; Kuntoro, R; Trijanto, Bambang
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V24I12016.8-12

Abstract

Strategi Pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB salah satunya kelas ibu hamil. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh keikutsertaan ibu di  kelas ibu hamil terhadap praktik IMD pada ibu bayi usia 6-8 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cohort retrospektif. Populasi terbagi menjadi dua, populasi terpapar yang mengikuti kelas ibu hamil saat hamil anak terakhir dan populasi tidak terpapar  ibu yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Besar sampel 32 responden. Analisis data dengan uji chi square. Hasil analisis bivariat usia (p value = 0,229), pendidikan (p value = 0,1790, paritas (p value = 0,011), pengetahuan (p value = 0,047), sikap (p value = 0,893), riwayat persalinan (p value = 0,021), informasi (p value = 0,472), penolong persalinan (p value = 0,017), tempat persalinan (p value = 0,003), keikutsertaan kelas ibu hamil (p value = 0,27), pengambil keputusan (p value = 0,137), penyuluhan saat hamil (0,16) Hasil analisis menunjukkan variabel yang signifikan adalah paritas (p=0,011), pengetahuan (p=0,047), penolong persalinan (p=0,017), tempat persalinan (0,003), riwayat persalinan (p=0,021), penyuluhan saat hamil (p=0,010). Kesimpulan penelitian ini tidak ada pengaruh keikutsertaan ibu di kelas ibu hamil terhadap praktik IMD, akan tetapi kelas ibu hamil berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap ibu. Pengetahuan berpengaruh terhadap praktik IMD.
Penurunan progesterone-induced blocking factor (PIBF) sebagai penanda preeklampsia Salman, Achmad; Wicaksono, Budi; Dachlan, Erry Gumilar; Widjiati, Widjiati
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V24I12016.13-18

Abstract

Background: Pathogenesis of preeclampsia still a controversial research objects. Progesterone induced blocking factor has protective effects in pregnancy.Objectives: To compare PIBF serum level and placental weight and investigate correlation between both in preeclampsia.Methods: This experimental study used 16 Mus musculus with normal pregnancy and 16 Mus musculus that were injected with anti Qa-2 to create a preeclampsia model. Terminations of were performed in day 16th, followed by ELISA examination for PIBF serum level and placental weight measurement.Result: PIBF serum level significantly reduced on preeclampsia model  compared with control (33,21±29,36 ng/ml vs 105,76±59,69 ng/ml; p<0,05). There was no different of placental weight in preeclampsia model compared with control (97,75±50,74 mg vs 116,09±44,45 mg; p>0,05). There was no significant correlation between PIBF serum level and placental weight.Conclusion: Decreased of PIBF serum level could be used as a marker of preeclampsia. Decreased of PIBF serum level may be correlate with placental pathology in preeclampsia.
Pengaruh Monoklonal Antibodi Bovine Zona Pelusida 3 (bZP3) terhadap Diameter dan Atresia Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus) Trissatharra, Annisa; Dwiningsih, Sri Ratna; Munir, Ratna Sofaria
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V24I12016.37-42

Abstract

Objectives: To identify the effect of monoclonal antibody bZP3 at ovarian follicles that undergo atresia and diameter of various ovarian follicles.Materials and Methods: This is a true experimental research with post only control group design. Samples were 36 female mices (Mus musculus) which is divided into 6 groups, there are 3 control groups (group 1, 2, and 3) injected by Phospatase Buffer Saline (PBS) 50µl and 3 treatment groups (group 4, 5, and 6) injected by Mab bZP3 50µl. Group 1 and 4 terminated at 5th day, group 2 and 5 terminated at 10th day, and group 3 and 6 terminated at 20th day. Evaluation of atretic ovarian follicles and diameter of ovarian follicles performed by hematoxylin eosin (HE) and the data processed by parametric statistic.Results: There are no significant in different among groups in the aspect of atretic follicles and diameter of folicles (p>0.05), but descriptively, number of follicles undergo atresia of the follicle primary, secondary, and tertiary treatment group was higher than the control group, except on the 20th day of observation time.Conclusion: administration of Mab bZP3 had no effect to amount of atretic follicles and diameter of folicles during observation time.

Page 1 of 2 | Total Record : 14