cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Obstetri & Ginekologi
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Mung bean sprout extract suppresses Monosodium Glutamate (MSG) effect on the reproductive hormones (FSH and Estrogen) in female Wistar rats Fatmaningrum, Widati; Ningtyas, Woro Setia
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 27, No 1 (2019): April
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.658 KB) | DOI: 10.20473/mog.V1I12019.24-27

Abstract

Objectives: The purpose of this study was to analyze the effects of mung bean sprout extracts on Follicle stimulating hormone (FSH) and estrogen hormone in female Wistar rats (Rattus norvegicus) exposed to monosodium glutamate (MSG).Materials and Methods: This true experimental study was conducted by using post-test only control group design in the laboratory for animal experimentation of Faculty of Veterinary Medicine - Airlangga University in which Wistar rats (Rattus norvegicus) aged 2 months weighing 150-200 grams were used in this experiment. The samples comprised of 5 rats distributed in each group, totaling 7 groups. I Control Group (P1) was provided with Aquades for 37 days; II (P2) was provided with Aquades for 7 days + MSG 0.03 mg/g of weight on day 8-37; III (P3) was provided with extract of mung bean sprouts 72mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0,03mg/g of weight; IV (P4) was provided with extract of mung bean sprouts 144mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.03mg/g of weight; V (P5) was provided with Aquades for 7 days + MSG 0.7 mg/g of weight on day 8-37; VI (P6) was provided with extract of mung bean sprouts 72mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.7mg/g of weight; VII (P7) was provided with extract of mung bean sprouts 144mg/200g of weight on day 1-37 + MSG 0.7mg/g of weight.Serum samples were taken for Follicle Stimulating Hormone (FSH) and Estrogen with ELISA method. Data analysis to test the differences between groups was done by using one way Anova statistical test.Results: MSG dosage 0,03mg/gBB or 0,7mg/g BB was significant difference in FSH (p = 0,011) and estrogen (p = 0,008).Conclusion: obtained from this research that giving green bean sprout extract influence to the level of FSH and estrogen hormone.
Passive smoker during pregnancy is a risk factor of low birth weight Ardelia, Kanda Izzatul Aini; Hardianto, Gatut; Nuswantoro, Djohar
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 27, No 1 (2019): April
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.119 KB) | DOI: 10.20473/mog.V1I12019.12-16

Abstract

Objectives: to analyze the relationship between passive smoker of pregnant women with low birth weight (LBW).Materials and Methods: This study is an observational analytic research with case control design, which is LBW as case group and normal birth weight as control group. The location is in Wonokusumo Health Centre, Surabaya, period January 2016 – December 2017. Study sample was 68, consisting of 34 cases and 34 controls. The dependent variable is LBW, while the inde-pendent variable is passive smoking of pregnant women. Sample was excluded multiple births and congenital defects. To determine a significant level, the data collected will be tested with the statistical test Chi-square at significance level ?=0.05.Results: The results showed that a majority (61.5%) of passive smoker of pregnant women are cases. After Chi-square test obtained by value p=0.027 (p?0,05) and OR analysis obtained by 3.04 (CI 95% 1.117 – 8.274), which means there is a relationship between passive smoker of pregnant women with LBW.Conclusion: Passive smoker of pregnant women is relationship with decreased birth weight.
Aspirin Dosis Rendah Efektif Menurunkan Resistensi Arteri Uterina yang Abnormal pada Ibu Hamil Usia Kehamilan 16–24 Minggu Rachmi, Rachmi; Sulistyono, Agus
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.595 KB) | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2762

Abstract

Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian aspirin 125 mg/hari terhadap penurunan resistensi pembuluh darah arteri uterina pada ibu hamil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal usia kehamilan 16-24 minggu.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental pre-test post-test one group design. Subjek penelitian adalah ibu hamil dari puskesmas Mulyorejo dan Kalijudan Surabaya, usia kehamilan 16-24 minggu dengan hasil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal. Pemeriksaan USG doppler arteri uterina dilakukan di Departemen/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr. Soetomo, divisi Feto-Maternal, sebelum dan sesudah pemberian aspirin 125 mg/hari selama 4 minggu. Hasil pemeriksaan USG doppler velocimetry arteri uterina dibagi menjadi empat tingkatan yaitu; normal bila RI < 0,58 tanpa adanya notching, tingkat I jika RI > 0,58 tanpa adanya notching, tingkat II RI < 0,58 disertai notching dan tingkat III bila RI > 0,58 disertai adanya notching.Hasil: Dari 99 subjek penelitian dengan hasil USG doppler velocimetry arteri uterina abnormal yaitu; 81 orang tingkat I, 2 orang tingkat II dan 16 orang tingkat III. Hasil pemeriksaan USG doppler velocimetry arteri uterina setelah diberikan aspirin 125 mg/hari selama 4 minggu, didapatkan 76 subjek dengan hasil USG doppler arteri uterina yang menjadi normal dan 23 subyek tetap dengan hasil USG abnormal (20 orang tingkat I dan 3 orang ibu hamil tingkat III). Aspirin dosis rendah dapat menurunkan resistensi arteri uterina secara bermakna, dengan hasil p=0,0001 (p<0,05).Simpulan: Aspirin dosis rendah efektif untuk menurunkan resistensi arteri uterina yang abnormal pada ibu hamil usia kehamilan 16 – 24 minggu.
Skrining Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan Rumah Sakit Mawadah Mojokerto Mastutik, Gondo; Alia, Rahmi; Rahniayu, Alphania; Kurniasari, Nila; Rahaju, Anny Setijo; Mustokoweni, Sjahjenny
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 23, No 2 (2015): Mei - Agustus 2015
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.563 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I22015.54-60

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi lesi prekanker serviks dengan cara melakukan skrining kanker serviks menggunakan pemeriksaan Pap smear.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 140 wanita, terdiri dari 90 orang dari Puskes-mas Tanah Kali Kedinding Surabaya, dan 50 orang dari Rumah Sakit Mawadah Mojokerto, dengan usia 20-70 tahun. Pemeriksaan spesimen sitologi serviks dengan pengecatan Papaniculaou dan klasifikasi hasil pemeriksaaan sitologi berdasar-kan klasifikasi Papaniculaou dan sistim Bethesda. Pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) adalah metode lain untuk skrining kanker serviks dilakukan dengan mengoleskan asam asetat 5% pada area serviks dan melakukan pengamatan satu menit kemudian.Hasil: Hasil pemeriksaaan Pap smear menunjukkan Papaniculaou kelas I (sama dengan normal pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 12.1%, kelas II (sama dengan NILM pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 86, 4%, dan kelas III (sama dengan LSIL pada klasifikasi sistim Bethesda) yaitu 1,4%. Hasil pemeriksaan IVA menunjukkan 6,43% positif dan 93,57% negatif. Hasil pemeriksa-an IVA positif terdapat pada 9/140 orang yang merupakan proses keradangan dan infeksi, bukan merupakan lesi prekanker.Simpulan: Prevalensi lesi prekanker yaitu 1,4%. Pemeriksaan IVA menunjukkan hasil positif semu yang disebabkan oleh proses radang atau infeksi pada serviks. 
Endosalpingiosis A, Nusratuddin; Hartono, Eddy; Sungowati, Ni Ketut
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 23, No 1 (2015): Januari - April 2015
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.956 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I12015.37-41

Abstract

Tujuan: melaporkan kasus endosalpingiosis pada wanita, 36 tahun, dengan keluhan nyeri perut bagian bawah yang dialami sejak 4 tahun terakhir.Kasus: Wanita, 36 tahun, P1A0, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian bawah dialami sejak 4 tahun terakhir. Haid teratur tiap bulan dengan lama haid 4-5 hari disertai dismenorea. Riwayat keputihan dan demam disangkal. Riwayat persalinan secara pervaginam tahun 2004 dan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi.Tatalaksana Kasus: Teraba massa kistik pada adneksa kanan, mobile, terasa nyeri tekan. USG ginekologi trans-vaginal me-nunjukkan massa hipoechoic pada adneksa kanan dan kiri. Laparaskopi menunjukkan uterus ukuran 7x5 cm dengan permuka-an licin mengalami perlengketan dengan rektum di bagian posterior, dilakukan adhesiolisis. Terdapat kista paratubal kanan dan pseudocyst pada adneksa kiri, permukaan licin, berisi cairan putih kekuningan. Dilakukan kistektomi pada kedua kista tersebut. Gambaran histopatologi menujukkan cystadenoma serosum dan endosalpingiosis. Post operasi hari ke-10 pasien datang kontrol dengan luka operasi baik dan keluhan nyeri perut berkurang.Simpulan: Follow-up rutin pada kasus endosalpingiosis tidak diperlukan selama tidak ada keluhan yang bermakna dari pasien, karena kasus endosalpingiosis belum pernah dilaporkan akan mengalami transformasi menjadi suatu keganasan. Pasien ini kami ditindaklanjuti 3 bulan dan 6 bulan pertama post operasi, dengan hasil keluhan nyeri perut sudah tidak dirasakan lagi.
Pemberian Topikal Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) pada Hewan Coba Mencit (Mus musculus) Bunting Meningkatkan Kepadatan Kolagen Jaringan Vagina Djunaidi, Fauzan; Mardiyan K, Eighty; Widjiati, Widjiati
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 23, No 3 (2015): September - Desember 2015
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.42 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I32015.118-127

Abstract

 Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian gel ekstrak air daun pepaya terhadap kepadatan kolagen jaringan vagina pasca melahirkan pada hewan coba mencit saat bunting.Bahan dan Metode: Desain penelitian randomized post test only control group,dilakukan di Departemen Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, pada bulan April-Juni 2015. Terdapat empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 8 mencit bunting. Kelompok kontrol (tanpa perlakuan) dan kelompok perlakuan berupa pemberian topikal ekstrak daun pepaya konsentrasi 5%, 10% dan 15%, 1x/hari pervaginam, sejak usia kebuntingan hari ke-12 sampai melahirkan. Lama perlakuan 6-8 hari. Setelah melahirkan, mencit dikorbankan dan diperiksa kepadatan kolagen dengan pewarnaan HE. Uji statistik yang dipakai uji parametrik dan nonparametrik disertai uji komparasi gandaHasil: Kepadatan kolagen berdasarkan skor didapatkan nilai median pada kelompok I = 3,5 (3-4); kelompok II = 4 (4-4); kelompok III = 3 (3-4); kelompok IV = 4 (3-4) dengan uji Kruskal-Wallis (p=0,036) menunjukkan perbedaan signifikan, dilanjutkan uji beda tiap kelompok Mann-Whitney, hasilnya tidak didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok perlakuan. Kepadatan kolagen berdasarkan persentase didapatkan nilai rerata pada kelompok I = 90,64%±3,35; kelompok II = 96,19%±1,34; kelompok III = 87,85%±6,69 dan kelompok IV = 92,08%±4,84. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,032), dilanjutkan uji beda LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok I dan II (p=0,045)Simpulan: pemberian topikal ekstrak daun pepaya konsentrasi 5% pervaginam saat masa kebuntingan mencit meningkatan kepadatan kolagen jaringan vagina pasca melahirkan.
Penurunan Skala Nyeri Penderita Endometriosis Sebelum dan Sesudah Pembedahan Laparoskopi Konservatif dengan atau Tanpa Diikuti Terapi Medikamentosa di RSUD Dr. Soetomo Musyarrofah, Aida; Primariawan, Relly Yanuari
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 23, No 1 (2015): Januari - April 2015
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.845 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I12015.10-16

Abstract

Tujuan: Mengetahui perubahan keluhan nyeri penderita endo-metriosis sebelum dan sesudah pembedahan laparoskopi konservatif dengan atau tanpa diikuti terapi medikamentosa di RSUD dr. Soetomo.Bahan dan Metode: Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik pada penderita dengan keluhan nyeri panggul yang dicurigai menderita endometriosis dan akan dilakukan pembedahan laparoskopi konservatif serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian dievaluasi skala keluhan nyeri panggul kronik, dismenorea, dan dispareunia sebelum dilakukan laparoskopi dan setelah dilakukan laparoskopi pada bulan ke-1, bulan ke-2 dan bulan ke-3 dengan menggunakan skala numerik verbal mulai 0 sampai 10. Terapi medikamentosa yang diterima penderita setelah laparoskopi konservatif juga dicatat. Studi ini dilakukan si RSUD dr.Soetomo bulan Juli sampai Desember 2013.Hasil: Didapatkan 28 penderita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dilakukan pembedahan laparoskopi konservatif, 2 penderita putus uji dan 26 penderita diikuti sampai bulan ke-3 pascapembedahan. Rata-rata skor r-AFS endometriosis 26,27 (rentang 3-60). Berdasarkan uji Wilcoxon, pada 1 bulan pertama didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,92 ± 0,24 (p:0,002), dismenorea 2,77 ± 0,33 (p:0,000) dan dispareunia 0,15 ± 0,07 (p:0,046). Pada interval bulan 1 dan bulan 2, didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,23 ± 0,10 (p:0,02), dismenorea 0,85 ± 0,19 (p:0,001). Pada interval bulan 2 dan bulan 3, didapatkan perubahan rata-rata skala nyeri panggul kronik 0,15 ± 0,09 (p:0,10), dismenorea 0,31 ± 0,10 (p:0,014).Simpulan: Tidak didapatkan perubahan skala dispareuni pada interval bulan 1 dan bulan 2 maupun bulan 2 dan bulan 3. Penurunan bermakna skala nyeri kronik terjadi sampai 2 bulan, penurunan bermakna skala dismenorea terjadi sampai 3 bulan, dan penurunan bermakna skala dispareuni terjadi sampai 1 bulan setelah pembedahan laparoskopi konservatif.
Peningkatan Ketebalan Serat Elastin Dinding Vagina pada Prolapsus Organ Pelvis Anterior Zaki, Achmad; Mardian K, Eighty; Mustokoweni, Sjahjenny
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.595 KB) | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2763

Abstract

Tujuan: Mengukur ketebalan serat elastin pada dinding vagina penderita POP anterior dan menganalisis korelasi antara ketebalan serat elastin dengan derajat POP anterior.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional secara cross sectional yang dilakukan pada 28 blok paraffin dinding vagina dari penderita POP anterior yang telah dilakukan operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dibagi menjadi 4 kelompok: derajat 0/I, II, III dan IV dengan masing-masing (n=7). Dilakukan pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi elastin dilanjutkan pengukuran ketebalan serat elastin menggunakan mikroskop dengan perangkat lunak Leica Application Suite (LAS).Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna rerata ketebalan serat elastin kelompok penderita POP anterior derajat 0/I, II, III dan IV yaitu masing-masing sebesar 0,81 + 0,14 µm; 1,63 + 0,19 µm; 2,47 + 0,26µm dan 3,19 + 0,36 µm (p<0,0001). Berdasarkan hasil uji statistik korelasi pearson didapatkan koefisien korelasi r = 0,965 (P<0,0001).Simpulan: Ketebalan serat elastin pada dinding vagina bertambah dengan meningkatnya derajat POP anterior. Peningkatan ketebalan serat elastin merupakan akibat proses remodeling matriks ekstraseluler pada dinding vagina penderita POP anterior.
Peran IL-10 dan Indeks Resistensi Arteri Uterina dalam Memprediksi Pertumbuhan Janin Terhambat pada Preeklamsia Onset Dini Suastini, Made Ayu; Ernawati, Ernawati
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 23, No 2 (2015): Mei - Agustus 2015
Publisher : Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Airlangga University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.546 KB) | DOI: 10.20473/mog.V23I22015.61-68

Abstract

Tujuan: Melihat hubungan IL-10 dantahanan arteri uterina terhadap kejadian PJT intrauterin pada pasien preeklampsia berat.Bahan dan Metode: Penelitian kami adalah analitik cross sectional yang dilakukan pada 40 wanita hamil usia 30-34 minggu yang didiagnosa preeklampsia berat dan diputuskan dilakukan perawatan konservatif kemudian dilakukan pemeriksaan IL-10 dengan menggunakan Quantikine high sensitivity human IL-10 immunoassay dan pemeriksaan ultrasonografi berupa biometri janin (ratio FL/AC) dan Doppler velocimetri arteri uterina (RI arteri uterina).Hasil: didapatkan rerata IL-10 0,55 pg/ml, tidak didapatkan hubungan antara IL-10 dengan FL/AC dan RI uterina (p 0,378 dan p 0,527), tidak didapatkan hubungan antara RI arteri uterina dengan FL/AC (p 0,18) tetapi didapatkan hubungan dengan AC (r -0,422, p 0,007)Simpulan: IL-10 sebagai anti inflamasi pada disfungsi endotel belum dapat digunakan dalam mendeteksi kejadian PJT pada preeklamsia berat.
Jahe Mengurangi Koloni Uropathogenic Escerichia coli pada Wanita Menopause dengan Infeksi Saluran Kemih Asimtomatis Bimantara, Dony Rosmana; Hardianto, Gatut; Debora MS, Kartuti
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.595 KB) | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2754

Abstract

Tujuan: Membuktikan pengaruh jahe terhadap jumlah koloni uropathogenic Escerichia coli pada kultur urin dari wanita menopause dengan infeksi saluran kemih asimtomatis.Bahan dan Metode: Penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Jahe dengan jenis dan usia panen sama diolah menjadi kapsul serbuk jahe. Subyek penelitian diperoleh di poli Geriatri dan Menopause RSUD.Dr.Soetomo Surabaya. Setiap subyek diberikan kapsul serbuk jahe selam 5 hari. Dilakukan kultur urin tampung porsi tengah untuk identifikasi dan hitung jumlah koloni sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil: Dari 52 partisipan, didapatkan 12 subyek dengan hasil identifikasi dan hitung koloni kultur sebelum perlakuan yang positif uropathogenic Escerichia coli, 5 subyek dengan hitung koloni ≥ 105 cfu/ml dan 7 subyek <105 cfu/ml. Didapatkan 11 subyek dengan hasil hitung koloni kultur ulangan steril dan 1 subyek dengan hasil hitung koloni kultur ulangan tetap positif dengan jumlah koloni menurun (104 cfu/ml menjadi 2x103 cfu/ml). Uji banding penurunan jumlah koloni Escerichia coli kultur urin sebelum dan sesudah pemberian kapsul jahe adalah p=0,001 (p<005). Terjadi penurunan jumlah koloni Escerichia coli sebelum dan sesudah perlakuan secara bermakna.Simpulan: Jahe menurunkan jumlah koloni uropathogenic Eschericia coli dari urin wanita menopause dengan infeksi saluran kemih asimtomatis

Page 1 of 11 | Total Record : 109