cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Riset
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
PEMBUATAN IPAL LIMBAH DETERJEN METODE ELEKTRFLOTASI SKALA PILOT Rochman, Faidur; Hamami, Hamami; Sapuan, Imam
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.936 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2444

Abstract

AbstrakKandungan deterjen yang cukup tinggi dalam air dapat menyebabkan pengurangan kadar oksigen. Pada konsentrasi 0,5 mg/liter deterjen sudah mempu membentuk busa sehingga menghambat difusi oksigen dari udara ke permukaan badan air. Pada kadar deterjen alkil sulfat 15 mg/liter, dapat mematikan ikan mas. Deterjen juga mencemari lingkungan, terutama kandungan fosfat yang menyuburkan enceng gondok, sehingga mengurangi jatah oksigen terlarut bagi biota air. Dalam penelitian ini telah dikembangkan sistem pengolahan limbah deterjen metode elektroflotasi yang mudah dan murah serta efisien. Beberapa variasi dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum proses yang meliputi kecepatan alir, kuat arus dan jumlah kolom. Kondisi optimum didapatkan pada reactor ini yang mana mampu menghasilkan daya reduksi limbah diterjen sebesar 78.33%. Kata kunci: limbah deterjen, elektroflotasi, oksigen terlarut AbstractThe detergent content is quite high in water effecting on oxygen reduction. At concentration of 0.5 mg /liter detergent forming foam that inhibits the diffusion of oxygen from air to surface water bodies. Alkyl sulfate detergents at levels of 15 mg / liter, can kill goldfish. Detergents were polluting the environment, especially the phosphorus content nourish water hyacinth, thus reducing the share of dissolved oxygen for aquatic biota. In this research, we have developed a wastewater treatment system based electroflotation. This electroflotation method perform several is easy and inexpensive and efficient. Some variations made to obtain optimum process conditions that include the flow rate, strong currents and the number of columns. The optimum conditions obtained in this reactor which can generate waste reduction by 78.33%. Keywords: detergent waste, electroflotation, dissolved oxygen.
APLIKASI CARBOXYMETHYL CHITOSAN - UREA GLUTARAT (CMCHI - UGLU) SEBAGAI KATALIS TERFLUIDAKAN PADA SINTESIS BIODIESEL DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Darmokoesoemo, Handoko; suyanto, Suyanto; Rahmawati, Denny Ika
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.289 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2439

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mentransformasi kitosan menjadi carboxymethyl chitosanyang selanjutnya diubah menjadi carboxymethyl chitosan urea glutarat (CMChi-UGLU) dan kemudian diaplikasikan sebagai katalis terfluidakan untuk sintesis biodiesel. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan aktivitas katalitik katalis CMChi-UGLU. CMChi-UGLU yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan Fourier Transform Infra Red(FTIR) sedangkan biodiesel yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Sintesis biodiesel dilakukan dengan menggunakan kolom fluidisasi yang diisi denganVirgin Coconut Oil dan metanol (1:60) serta katalis CMChi-UGLU sebanyak 10% b/b minyak selama 90 menit dan pada suhu 65-70°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas katalitik katalis CMChi-UGLU adalah 80,046%, hasil ini lebih tinggi dibandingkan katalis chitosan yaitu 40,023%. Kata kunci: kitosan, CMChi-UGLU, fluidisasi, aktivitas katalitik  AbstractThis study aims to transforming chitosan into carboxymethyl chitosan which is converted into carboxymethyl chitosan urea glutaric acid (CMChi-UGLU) that will be used as a fluidized catalyst for synthesis biodiesel. In addition, this study aims to determining the catalytic activity of CMChi-UGLU. CMChi-UGLU is characterized by Fourier Transform Infra-Red(FTIR) while biodiesel is characterized by Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Synthesis of biodiesel is performed using fluidization column which filled with virgin coconut oil and methanol (1:60) and also heterogeneous catalyst CMChi-UGLU as many as 10% of oil weight on condition within 90 minutes at temperature 65-70°C. The result of synthesis of biodiesel showed that the catalytic activity of CMChi-UGLU is 80,046%, this result is higher than uses chitosan which it’s catalytic activity is 40,023%. Keywords: chitosan, CMChi-UGLU, fluidization, catalytic activity
Korelasi hasil karakterisasi XRD, N2 adsorpsi-desorpsi dan TEM pada Karbon Mesopori dari Gelatin Tulang Sapi Ulfa, Maria
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.886 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i2.3088

Abstract

Abstrak Artikel  ini mengkaji hubungan hasil karakterisasi dengan kualitas  karbon mesopori.  Kualitas struktur karbon mesopori teramati dengan jelas baik pada TEM, SAXRD dan nitrogen adsorpsi-desorpsi meskipun karbon mesopori. Dari hasil SAXRD, TEM dan nitrogen adsorpsi-desorpsi, karbon mesopori hasil sintesis memiliki luas permukaan spesifik dari 756 m2/g, total volume pori 0,999 cm3/g, rasio mesopori dari 81%, diameter pori rata-rata 5,2 nm dan  distribusi ukuran pori 4,06 dengan geometri mirip susunan tabung dengan formasi heksagonal. Langkah pengolahan data FFT dan program scion image serta penggunaan origin mampu secara detil dijelaskan untuk mendeteksi kualitas keteraturan struktur karbon mesopori hasil sintesis. Kata kunci : karakterisasi, TEM, XRD, N2-adsorpsi desoprsi, karbon mesopori
Pengembangan Elektroda Pasta Karbon termodifikasi Molecularly Imprinted Polymer sebagai Sensor Potensiometri Asam Urat Khasanah, Mirartul; Darmokoesoemo, Handoko; Widayanti, Nesti
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.62 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i2.3085

Abstract

ABSTRAK            Pengembangan elektroda pasta karbon/molecularly imprinted polymer (MIP) sebagai sensor untuk analisis asam urat secara potensiometri telah dilakukan. MIP dibuat dari monomer metil metakrilat, cross-linker etilen glikol dimetakrilat, dan asam urat sebagai template. Elektroda yang memberikan kinerja optimum dibuat dengan komposisi karbon, MIP, dan parafin 40:25:35(%b/b). Pengukuran larutan asam urat dilakukan pada pH optimum 5. Kinerja elektroda dinyatakan dengan nilai faktor Nernst sebesar 30,19 mV/dekade dengan jangkauan pengukuran 10-6-10-3 M, koefisien variasi 1,36-2,03%, akurasi 63,9-166,0 % dan batas deteksi bawah sebesar 3,03x10-6 M. Pengukuran asam urat dengan elektroda ini tidak diganggu oleh keberadaan urea yang ditunjukkan dengan nilai koefisien selektivitas (Kij) kurang dari satu. Elektroda ini memiliki waktu respon kurang dari dua menit dan waktu hidup selama delapan minggu dengan 104 kali pemakaian. Kata kunci: elektroda pasta karbon, MIP, potensiometri, asam urat ABSTRACTCarbon paste electrode modified molecularly imprinted polymer (MIP) as a sensor to analyze uric acid by potentiometry has been developed. MIP was synthesized by mixing methyl methacrylate as monomer, etylene glycol dimethacrylic acid as cross-linker, and uric acid as template. The electrode which showed the best performance was manufactured by ratio of carbon, MIP, and paraffin of 40:25:35 (w/w). The developed electrode showed the optimum performance on the uric acid pH 5. The performances of carbon paste/MIP electrode was expressed by Nernst factor of 30.19 mV/decade, measurement range of 10-6-10-3 M, the coefficient of variation (CV) of 1.36-2.03% and accuracy of 63.9-166.0%. The detection limit of this method was 3.03x10-6 M. Analysis of uric acid using the electrode was not interfered by urea. The developed electrode showed the response time less than 2 minutes, while lifetime of the electrode was 8 weeks (104 times usage). Keyword : carbon paste electrode, MIP, potentiometry, uric acid
PRODUKSI ENZIM KITINASE DARI Aspergillus niger MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI INDUSER Purkan, Purkan; Baktir, Afaf; Sayyidah, Arju Rohmah
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.796 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2440

Abstract

AbstrakKitinase merupakan enzim hidrolitik yang dapat menghidrolisis kitin pada ikatan β-1,4-glikosidiknya dengan menghasilkan derivat-derivat kitin seperti oligomer kitin yang mempunyai banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan produksi enzim kitinase dari sumber lokal yang melimpah di alamserta murah dengan melakukan optimasi substrat dalam hal ini digunakan substrat tetes tebu (molase) dan limbah cangkang rajungan untuk produksi enzim kitinase dari Aspergillus niger. Sebelumnya, dilakukan kultivasi isolat kapang Aspergillus niger dengan membuat kurva pertumbuhan menggunakan metode masa sel kering dimana dari hasil penelitian inokulasi optimal adalah 22 jam. Pada proses produksi, diperoleh waktu fermentasi optimal adalah 52 jam dengan menentukan uji aktivitasnya menggunakan metode turbidimetri. Hasil optimasi substrat menunjukkan bahwa enzim kitinase yang maksimal diperoleh pada penambahan molase 0,5% (b/v) dengan unit aktivitas enzim 0,14726 (U/mL) dan cangkang rajungan 2% (b/v) dengan unit aktivitas enzim yang dihasilkan 0,12826 (U/mL). Kitinase dari Aspergillus niger ini mempunyai pH optimal 6 dan suhu optimal 40 oC. Kata kunci: Aspergillus niger, kitinase, cangkang rajungan, molase   AbstractChitinase is a hydrolytic enzyme that hydrolyzes chitin on β-1,4-glycosidic bond and thereby producing chitin derivatives such as chitin oligomers that have multiple benefits. The purpose of this research was to develop the production of chitinase enzyme from cheap and are abundant local nature sources, by optimizations substrate in this case the substrate used molasses and crab shell waste for the production of chitinase enzyme from Aspergillus niger. Previously, isolates of Aspergillus niger cultivated by creating a growth curve using dry cell mass method which from the results of research inoculation optimal are 22 hours. In the production process, obtained the optimum fermentation time is 52 hours to determine the activity test using turbidimetry method. Result of substrate optimizations indicate that chitinase enzyme maximum by addition of molasses obtained in 0.5% (w/v) with enzyme activity units 0.14726 (U/mL) and crab shells 2% (w/v) with enzyme activity units 0.12826 (U/mL). Chitinase from Aspergillus niger has a pH optimum 6 and temperature optimum 40 oC. Keywords: Aspergillus niger, chitinase, crab shells, molasses
HIDROLISIS MINYAK JARAK PAGAR MENJADI ASAM LEMAH BEBAS MENGGUNAKAN KATALIS CaO Abdulloh, Abdulloh; Widati, Alfa Akustia; Tamamy, Faiz
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.235 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2430

Abstract

AbstrakTelah dilakukan hidrolisis minyak jarak pagar (Jatropha curcas oil: JO) menggunakan katalis CaO. Reaksi ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai ekonomis minyak jarak pagar selain biodiesel. Katalis CaO dikalsinasi terlebih dahulu pada suhu 800ᵒC untuk menghindari terjadinya deaktivasi katalis oleh terbentuknya CaCO3. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi katalis CaO meliputi struktur kristal CaO, luas permukaan, jumlah situs basa dan kekuatan kebasaan serta aktivitas katalitiknya. Hasil penelitian menunjukkan, katalis CaO memiliki luas permukaan 26,451 m2/g, kekuatan situs basa (pKB) pada daerah 7,2 < pKBH CaO < 15,0. Hasil uji aktivitas katalis CaO pada reaksi hidrolisis CJO diperoleh konversi CJO menjadi asam lemak bebas (free fatty acid: FFA) sebesar 77,58% pada waktu 60 menit. Kata kunci: hidrolisis, minyak jarak pagar (JO), free fatty acid (FFA), CaO dan  situs basa   AbstractHydrolysis of Jatropha curcas oil has been carried out using CaO as a catalyst. This reaction is intended to increase the economic value besides biodiesel. CaO catalyst was calcined at a temperature of 800 oC to avoid catalyst deactivation by formation of CaCO3. In this research include the characterization of catalysts CaO crystal structure, surface area, the number of base sites and the strength of basicity and catalytic activity. The results of the analysis showed that CaO catalyst has a surface area of 26.451 m2/g, the number of base sites of 221.77 mmol/g and the strength of base sites (pKBH)  in the range of 7.2  < pKBH CaO < 15.0. From catalytic activity test showed that that the use of the catalytic activity of CaO catalyst in the hydrolysis reaction CJO into free fatty acids (FFA) as much as 77.58% for 60 minutes. Keywords: hydrolysis, Jatropha curcas oil (JO), free fatty acid (FFA), CaO and base site
Cangkang Buah Karet Dengan Perekat Limbah Plastik Polipropilena Sebagai Alternatif Papan Partikel Banon, Charles; Sutanto, Teja Dwi; Gustian, Irfan; Koharudin, Ilman; Rahmi, Widia
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.516 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i2.3091

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pembuatan dan karakterisasi mekanik papan partikel berbasis cangkang buah karet dengan perekat limbah plastik polipropilen.  Papan partikel dibuat dengan variasi berat serbuk cangkang buah karet masing-masing 50 gram, 100 gram dan 150 gram, dicetak dengan ukuran 28 cm ´ 12 cm ´ 4 cm. Campuran serbuk cangkang dan perekat selanjutnya dikempa menggunakan alat press sederhana selama 1 jam dalam keadaan panas, kemudian didiamkan selama 7 hari pada suhu kamar. Karakterisasi papan partikel meliputi pengujian sifat fisika dan sifat mekanik. Papan partikel yang terbuat dari limbah plastik polipropilena dan cangkang buah karet memiliki kerapatan 0,81 – 0,88 g/cm3, kadar air 0,34 – 0,93%, daya serap air 5,67 – 10,69% dan tebal pengembangan 0,26 – 1,62%. Hasil uji sifat mekanik papan partikel dari serbuk cangkang buah karet dan plastik polipropilena menunjukkan nilai keteguhan patah 53 – 56,54 kgf/cm2, nilai keteguhan elastis 253,85 – 400,87 kgf/cm2 dan kuat cabut sekrup sebesar 1,96 kgf/cm2. Kata kunci: Cangkang buah karet, polipropilena, papan partikel, sifat fisika dan mekanik  AbstractPreparation and characterization mechanical properties of particles board based shells fruit rubber use plastic of polypropylene waste as adhesive has been done. Preparation of the Particle board based shells fruit rubber and plastic of polypropylene addition with variation of 50, 100 and 150 grams. The Particle board was printed on the same size 28 cm ´ 12 cm ´ 4 cm. Blending of the internal shell powder and adhesive of polypropylene used a hot press for 1 hour, then settled for 7 days at room temperature. Characterization the particles board includes of the physics and mechanical properties. It is the density 0.81 – 0.88 g/cm3, of the water content 0.34 – 0.93%, water absorption 5.67 – 10.69% and the thickness board expansion 0.26 – 1.62%. The values of MOR and MOE of particle board was 53.00 – 56.54 kgf/cm2, and 253.85 – 400.87 kgf/cm2. The values of strong pull secrew was 1.96 kgf/cm2. Keywords: Shells fruit rubber, polypropylene, particle board, physic and mechanical properties
OPTIMASI KONSENTRASI SUBSTRAT XILAN AMPAS TAHU TERHADAP ENDO-Β-1,4-D-XYLANASE UNTUK MEMPRODUKSI XILOOLIGOSAKARIDA Ratnadewi, Anak Agung Istri; Handayani, Wuryanti; Avida, Siti Nur
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.779 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i2.3084

Abstract

AbstrakAmpas tahu merupakan limbah samping dari proses pengolahan tahu dan susu kedelai. Ampas tahu berpotensi sebagai sumber xilan. Xilan digunakan sebagai substrat endo-β-1,4-D-xilanase untuk menghasilkan xilooligosakarida. Penelitian ini digunakan xilan ampas yang telah dihilangkan lemak dan protein tanpa penghilangan lignin (X1nD). Xilan ampas tahu tanpa penghilangan lemak dan protein tetapi dilakukan penghilangan lignin (X2D). Enzim yang digunakan adalah endo-β-1,4-D-xilanase dari isolat Bacillus sp. asal abdomen rayap. Optimasi variasi konsentrasi substrat bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum dalam menghasilkan xilooligosakarida. Produk hidrolisis yang dihasilkan dianalisis menggunakan metode Miller untuk mengetahui total gula pereduksi. Produk hidrolisis konsentrasi optimum dianalisis menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengetahui komponen penyusun xilooligosakarida. Substrat X1nD dan X2D optimum pada konsentrasi 6% dan 5% dengan total gula pereduksi sebesar 0,196 mg/ml dan 0,211 mg/ml. Komponen penyusun xilooligosakarida ampas tahu berupa xilotriosa (X3), xilotetraosa (X4), dan xilopentaosa (X5).Kata Kunci: Ampas tahu, endo-β-1,4-D-xilanase, xilan, xilooligosakarida. AbstractOkara is a waste byproduct of the processing of tofu and soy milk. Okara potential as a source of xylan. Xylan is used as the substrate endo-1,4-β-D-xylanase to produce xyloologosaccharide. This study used okara xylan had eliminated fat and protein without removal of lignin (X1nD). Okara xylan out without the removal of fat and protein but do removal of lignin (X2D). The enzyme used is endo-1,4-β-D-xylanase of isolates of Bacillus sp. From abdominal termites. Optimization of substrate concentration variation aims to determine the optimum concentration in generating xyloologosaccharide. Hydrolysis products were analyzed using Miller method to determine total reducing sugars. The optimum concentration of hydrolysis products were analyzed using Thin Layer Chromatography (TLC) to determine the components of xyloologosaccharide. X1nD and X2D optimum substrate at a concentration of 6% and 5% to the total reducing sugars of 0.196 mg/ml and 0.211 mg/ml. Xyloologosaccharide of okara components of the pulp out the form xylotriose (X3), xylotetraose (X4), and xylopentaose (X5).Keywords: Okara, endo-1,4-β-D-xylanase, xylan, xyloologosaccharide
HYBRID KITOSAN/BENTONIT SEBAGAI MATRIKS UNTUK PELEPASAN ION AMONIUM DALAM AIR Piluarto, Bambang; Mahendra, Yusril Ihza; Andarini, Novita
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.154 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2441

Abstract

AbstrakHybrid kitosan/bentonit dalam bentuk bead telah berhasil dibuat dengan berbagai rasio komposisi kitosan dan bentonit. Dalam penelitian ini, bead dari hybrid ini digunakan sebagai matriks untuk ion amonium. Bead dibuat dengan pengendapan suspensi kitosan dan bentonit menggunakan koagulan NaOH. Bead hybrid yang diperoleh dikarakterisasi daya serap air (DSA) dan pelepasan ion amonium dalam air. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bentuk bead dipengaruhi oleh kandungan bentonit dalam hybrid. Peningkatan kandungan bentonit dalam hybrid menurunkan nilai DSA, namun meningkatkan pelepasan ion amonium dalam air. Sisa basa pada permukaan bead hybrid mempengaruhi deteksi pelepasan ion amonium dalam air. Kata kunci: hybrid, bead, suspensi, daya serap air, pelepasan ion  AbstractChitosan/bentonite hybrid in the form of beads was successfully prepared in various of chitosan and bentonite composition ratio. In this study, beads of hybrid play role as matrix for ammonium ions. Beads prepared by precipitation of chitosan and bentonite suspension using NaOH as coagulant. Characterization beads obtained were carried out on water uptake and release of ammonia ions in the water. The results showed that forms of bead were affected by bentonite content in the hybrid. Increasing of bentonite content decreased water uptake of hybrid, however the release of ammonia ions in the water increased. Remaining base in the beads surface affected detection of release of ammonia ions in the water. Keywords: hybrid, beads, suspension, water uptake, release of ions
SINTESIS ESTER-C SEBAGAI SENYAWA ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN BIOKATALIS ENZIM LIPASE/ZEOLIT ALAM Wijayati, Nanik; Rohmah, Siti Anisa; Supartono, Supartono
Jurnal Kimia Riset Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.636 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v1i1.2432

Abstract

AbstrakImobilisasi enzim lipase merupakan metode yang digunakan untuk meningkatan daya tahan enzim terhadap perubahan lingkungan dan penggunaan secara berulang. Penelitian mengenai imobilisasi enzim lipase dari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) telah dilakukan dengan metode entrapment (penjebakan, penjeratan) menggunakan zeolit alam teraktivasi dan larutan gel NaF. Waktu pengadukan optimum yang diperoleh dalam imobilisasi enzim lipase ialah selama 3 jam dengan nilai aktivitas lipase sebesar 4,24 U/mL dan enzim loading sebesar 63,07%. Enzim lipase terimobilisasi yang diperoleh diaplikasikan dalam uji stabilitas berulang pada sintesis ester-C. Hasil sintesis dianalisis menggunakan instrument FT-IR dan HPLC.  Kata kunci: enzim, lipase, imobilisasi, ester-C  AbstractImmobilized lipase enzyme is the method used to improve the durability of enzymes to changes in the environment and use repeatedly. Research on the lipase enzyme immobilization of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) has been done by the entrapment method using activated natural zeolites and NaF gel solution. The optimum stirring time obtained in immobilized lipase is for 3 hours with a value of lipase activity of 4.24 U/mL and enzyme loading of 63.07%. Immobilized lipase enzyme obtained in the stability tests repeatedly applied to the synthesis of ester-C. Synthesis results were analyzed using FT-IR instrument and HPLC. Keywords: enzymes, lipase, immobilization, ester-C