INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25280104     EISSN : 25285181
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental adalah terbitan berkala yang menyajikan kajian empirik, kajian teoritik dan ulasan buku yang berkaitan dengan isu-isu terkini dalam kajian psikologi dan kesehatan mental. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental awalnya bernama INSAN Media Psikologi. Namun pada tahun 2016, INSAN Media Psikologi berubah namanya menjadi INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental dengan tujuan mencakup kajian Kesehatan Mental secara spesifik, sekaligus mendukung keunggulan Fakultas Psikologi Unair, yaitu kajian Kesehatan Mental.
Articles
30
Articles
Gaya Pengambilan Keputusan pada Profesi Account Officer di Industri Perbankan ditinjau dari Sikap Terhadap Resiko dan Orientasi Pelanggan

Adiati, Rosatyani Puspita

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.644 KB)

Abstract

Pertimbangan rasional perlu dimiliki oleh account officer ketika mereka memutuskan untuk menyetujui atau menolak proposal kredit pelanggan. Sebagai bagian dari profesi marketing, seorang account officer harus melayani pelanggan dengan baik yang diwujudkan dengan mengucurkan kredit kepada customer. Berdasarkan itu, menarik untuk melihat bagaimana account officer menggunakan gaya pengambilan keputusan tertentu berdasarkan pada sikap risiko dan orientasi terhadap pelanggan. Tiga skala yang terdiri dari dua sub-skala orientasi risiko, skala orientasi pelanggan penjual, dan lima sub-skala gaya pengambilan keputusan diberikan kepada 138 pekerja berprofesi account officer dari perbankan swasta. Analisis data menggunakan teknik korelasi kanonik menunjukkan bukti bahwa ada korelasi yang signifikan antara sikap terhadap risiko dan orientasi pelanggan dengan gaya pengambilan keputusan. Sikap menghindari risiko dan orientasi pelanggan berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan yang rasional. Sikap kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan intuitif. Penghindaran risiko dan kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif dengan tipe pengambilan keputusan dependant. Penghindaran risiko berkorelasi positif dengan pengambilan keputusan tipe avoidant. Kecenderungan mengambil risiko berkorelasi positif, dimana orientasi pelanggan berkorelasi negatif, dengan pengambilan keputusan spontan. Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa implikasi praktis, seperti dapat digunakan pertimbangan kriteria pemilihan account officer, atau meningkatkan program pelatihan untuk petugas akun untuk meningkatkan penggunaan analisis rasional.

Safety Performance pada Pekerja Berisiko Tinggi Ditinjau dari Kepribadian, Pengetahuan dan Motivasi Keselamatan Kerja

Syarifah, Dewi, Adiati, Rosatyani Puspita

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.443 KB)

Abstract

Safety performance merupakan perilaku kerja yang terkait dengan keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia menguatkan urgensi dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi safety performance seseorang dalam bekerja. Skala untuk mengukur kepribadian, pengetahuan dan motivasi seseorang tentang keselamatan kerja, serta safety performance diberikan kepada 142 pekerja dengan risiko tinggi. Analisis regresi menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang signifikan dari tipe kepribadian neuroticism (B=-0.067, SE=0.031, nilai p=.03), dan korelasi positif dari safety knowledge (B=0.387, SE=0.06, nilai p<.001) dan safety motivation (B=0.317, SE=0.064, nilai p<.001) terhadap aspek compliance pada safety performance. Lebih lanjut, ada korelasi negatif yang signifikan dari pendidikan (B=-0.406, SE=0.160, nilai p=.012), serta korelasi positif dari aspek kepribadian openness to experience (B=0.082, SE=0.03, nilai p=.008), safety knowledge (B=0.355, SE=0.068, nilai p<.001) dan safety motivation (B=0.454, SE=0.073, nilai p<.001) terhadap aspek partisipasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar seleksi maupun pengembangan karyawan, khususnya untuk mereka yang bekerja pada lingkungan dengan resiko tinggi.

Prediktor Social Loafing dalam Konteks Pengerjaan Tugas Kelompok pada Mahasiswa

Fitriana, Herlina, Saloom, Gazi

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.27 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana dimensi Big Five Personality, motivasi berprestasi, kohesivitas kelompok dan jenis kelamin menjadi prediktor social loafing. Sampel penelitian ini berjumlah 295 orang mahasiswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi tergolong good fit (F(295)=22.253, df=13, nilai p=.000, R2=.507). Motivasi berprestasi, yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu independence (B=-0.139, SE=0.068, nilai p=.043), ambition (B=-0.263, SE=0.057, nilai p=.000) dan task related motivation (B=-0.259, SE=0.062, nilai p=.000), serta jenis kelamin (B=2.983, SE=0.893, nilai p=.001) merupakan prediktor social loafing yang substansial dalam model. Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih mengontrol faktor budaya jika tertarik untuk menggunakan independen variabel Big Five Personality dan melakukan kontrol terhadap jenis tugas tertentu untuk variabel dependen yang sama.

Penggunaan Testlet dalam Pengembangan Tes Psikologi

Widhiarso, Wahyu

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. The unit of analysis or measurement is not always item level, but also group of items (testlet). This paper demonstrates the development of measurement using testlet that are rarely applied in Indonesia. The example used in this paper is the development of the measurement of visual ability, one of several test included in AJT COGTEST. In this test, the basis of grouping items into testlet is their similarity of figure being referenced. This test consists of fifteen figure and each figure consists of seven items. The data analysis technique used is the Rasch Model. The result of comparison shows the advantages testlet psychometric properties as compared to item as unit of analysis. The data generated from testlet tends to be unidimensional, not infected local dependencies, high discrimination and high model fit than the unit of analysis in the form of grains. The comparison function test information indicates that the use testlet enhance test information function. In general, the concept of testlet and applications through Winsteps program in the development of measurement tools in presented in this paper.Keywords: Measurement Unit; Rasch Model; Testlet Abstrak. Unit pengukuran tidak selalu berbentuk butir, akan tetapi juga dapat berbentuk kelompok butir (testlet). Tulisan ini mendemonstrasikan pengembangan alat ukur dengan menggunakan testlet yang jarang diterapkan di Indonesia. Contoh yang dipakai dalam tulisan ini adalah pengembangan pengukuran abilitas visual bagian dari AJT COGTEST. Dasar pengelompokan butir menjadi satu testlet adalah kesamaan gambar yang diacu karena beberapa butir mengacu pada gambar yang berbeda. Teknik analisis data yang dipakai adalah Model Rasch. Hasil perbandingan properti psikometris menunjukkan kelebihan testlet dibanding dengan butir. Data yang dihasilkan dari testlet cenderung bersifat unidimensi, tidak terjangkit dependensi lokal, memiliki ketepatan model dan daya diskriminasi butir yang lebih baik dibanding dengan unit analisis berupa butir. Hasil perbandingan fungsi informasi tes menunjukkan bahwa penggunaan testlet meningkatkan fungsi informasi tes. Secara umum konsep mengenai testlet dan aplikasinya melalui program Winsteps dalam pengembangan alat ukur dalam dipaparkan dalam tulisan ini.Kata Kunci : Testlet; Unit Pengukuran; Model Rasch

Terapi Brief Mindfulness-Based Body Scan untuk Menurunkan Stres Atlet Bola Basket Wanita Profesional

Arbi, Dian Kartika Amelia, Ambarini, Tri Kurniati

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.135 KB)

Abstract

Tujuan dari intervensi ini adalah untuk menguji efektivitas terapi mindfulness-based body scan untuk mengurangi stres pada atlet bola basket wanita profesional. Intervensi ini menggunakan desain single subject design. Setiap partisipan intervensi berlatih 5 menit mindfulness breathing, 15 menit body scan, dan STOP sebagai teknik untuk menghadapi situasi stres. Pada setiap sesi terapi, partisipan akan diberikan skala perceived stress (PSS-10) untuk mengukur perubahan tingkat stres pada setiap sesinya. Hasil dari analisis visual dalam intervensi ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan stres pada partisipan setelah terapi mindfulness-based body scan. Penulis menganalisis data dengan teknik percentage of non-overlapping data (PND) untuk mengukur effect size dan hasil analisis menunjukkan efek terapi yang relatif besar untuk menurunkan stres partisipan.

KESESUAIAN PREFERENSI INDIVIDU, IKLIM ORGANISASI, DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA

nawangsih, sri kandariyah, dewi, rusmalia

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 3, No 1 (2018): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (in press)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

KESESUAIAN PREFERENSI INDIVIDU, IKLIM ORGANISASI, DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA  sknawangsih@usm.ac.idliadewi@usm.ac.idfakultas psikologi Universitas Semarang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian preferensi individu, iklim organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja. Hipotesis penelitian ini terdiri dari hipotesis mayor, yaitu ada pengaruh kesesuaian preferensi individu, iklim organisasi, dan komitmen terhadap kinerja. Hipotesis minor terdiri dari 1) ada pengaruh antara kesesuaian preferensi individu terhadap kinerja, 2) ada pengaruh antara iklim organisasi terhadap kinerja, dan 3) ada pengaruh antara komitmen dan kinerja. Subjek penelitian adalah karyawan P.T. X, dengan jumlah sampel 59 orang, dengan teknik pengambilan sampling Purposive Sampling. Adapun alat ukur yang digunakan adalah skala yang meliputi skala preferensi individu, iklim organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja.Hasil analisis data melalui program SPSS (Statistical Packages for Sosial Sciences) for Windows versi 19.0 dengan teknik analisis regresi tiga tahap diketahui nilai F sebesar 17,915 dengan p = 0,000 (p < 0,01). Artinya terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara preferensi individu, iklim organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja. Hal ini menujukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima. Kata Kunci: Preferensi Individu, Iklim Organisasi, Komitmen, dan Kinerja

Interpersonal Psychotherapy (IPT) to Reduce Symptoms of Depression on Women Victims of Domestic Violence

Kurniawan, Yudi, NOVIZA, NOVIZA

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2, No 2 (2017): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract. This research aims to see the interpersonal effectiveness of psychotherapy to decrease symptoms of depression in women victims of domestic violence. The World Health Organization (WHO) (Flacher, 2008) has categorized depression as one of the deadly clinical issues. Therefore, researchers intervene in the form of Interpersonal Psychotherapy to reduce symptoms of depression of women victims of domestic violence. The scale used in this study is Beck Depression Inventory (BDI-II) to determine the level of depression experienced by the subject. Data analysis in this research using quantitative analysis method by using visual inspection that is by seeing change before and after giving intervention. The results obtained based on descriptive statistical data empirical mean decreased from 21.5 before intervention to 4.5 after intervention. Based on these results it can be concluded that interpersonal psychotherapy proven to effectively reduce symptoms of depression in women victims of domestic violence. 

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH

Rachmatan, Risana, Rayyan, Rayyan

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2, No 2 (2017): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penggunaan internet di kalangan remaja terus meningkat hingga saat ini. Hal ini menyebabkan semakin maraknya perilaku cyberbullying yang terjadi di kalangan remaja di Indonesia. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan cyberbullying adalah adanya harga diri yang rendah. Semakin negatif remaja menilai dirinya, maka semakin mungkin remaja tersebut melakukan cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan cyberbullying pada remaja di Kota Banda Aceh. Sebanyak 102 remaja (55 Perempuan dan 47 Laki-laki) dipilih dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RES) dan Student Needs Assessment Survey (SNAS). Analisis data menggunakan statistik nonparametric dengan teknik korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,443 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,077 sehingga dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dengan cyberbulying pada remaja di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini juga mendapatkan bahwa sebagian besar subjek penelitian memiliki harga diri dalam kategori tinggi (59,89%) dan cyberbullying dalam kategori rendah (94,11%).

SELFIE NARSISTIK DAN HARGA DIRI REMAJA

Najib, Muhammad Arief, Sugiarto, Angga, Erawati, Erna

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2, No 2 (2017): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. selfie yang narsistik adalah foto diri yang di bagikan melalui media sosial sedikitnya dua foto per minggu, dengan memiliki kepercayaan diri secara berlebihan, merasa lebih unggul dengan maksud mengeksplore diri ke publik, guna mendapat perhatian yang selalu mengejar pengakuan dari orang lain. Selfie merupakan salah satu trend dikalangan remaja yang digunakan untuk pengembangan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan selfie yang narsistik dengan harga diri remaja. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional analitik cross sectional. Hipotesis yang diajukan ada hubungan selfie yang narsistik dengan harga diri remaja. Adapun subjek penelitian memiliki karakteristik responden dengan intensitas mengunggah foto selfie ke media sosial dua foto perminggu, dengan jumlah 101 responden. Teknik sampling menggunakan sistem purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang artinya adanya hubungan selfie yang narsistik dengan harga diri remaja.Kata Kunci : Selfie, Narsistik, Harga diri

Intensi Berhenti Merokok pada Wanita Emerging Adult Ditinjau Dari Prediktor Theory of Planned Behavior

Ardelia, Vania, Dewi, Triana Kesuma

INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2, No 2 (2017): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract            The aim of this study was to determine whether Theory of Planned Behavior (TPB) could predict the intention to quit smoking among emerging adult woman. Emerging adult is the stage of development where the prevalence of various substances abuse highest. We hypothesized that predictor of TPB would predict the intention to quit smoking among emerging adult woman.            Study was conducted on 211 emerging adult woman those aged 18-25 years. Participants completed the questionnaire that compiled by researcher based on TPB theory by Ajzen (1991) and behavioral intention by Warshaw and Davis (1985). The data analysis used is multiple regression techniques.            The results showed that attitudes and subjective norm in TPB significant in predicting intention to quit smoking among woman emerging adult. The regression results obtained R2 = 0.325, F = 33.269 (p <0.05), where TPB is able to predict 32.5% to the intention to quit smoking in woman emerging adult.Keywords: Emerging Adult Woman; Intention to Quit Smoking; Theory of Planned Behavior Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prediktor Theory of Planned Behavior (TPB) dapat digunakan untuk memprediksi intensi berhenti merokok wanita emerging adult. Penelitian ini dilakukan karena emerging adult merupakan tahap perkembangan dimana prevalensi penyalahgunaan berbagai macam zat paling tinggi. Hipotesis dari penelitian ini adalah prediktor TPB dapat digunakan untuk memprediksi intensi berhenti merokok wanita emerging adult.            Penelitian ini dilakukan pada 211 orang wanita emerging adult yaitu mereka yang berusia 18-25 tahun. Partisipan mengisi kuesioner yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori TPB dari Ajzen (1991) dan teori intensi perilaku dari Warshaw dan Davis (1985). Analisis data yang digunakan adalah teknik regresi berganda.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan norma subjektif dalam TPB signifikan dalam memprediksi intensi berhenti merokok pada wanita emerging adult. Hasil regresi diperoleh nilai R2 = 0,325, F = 33,269 (p<0,05), dimana theory of planned behavior mampu memprediksi sebesar 32,5% terhadap intensi berhenti merokok pada wanita emerging adult.Kata kunci: Intensi Berhenti Merokok; Theory of Planned Behavior; Wanita Emerging Adult