cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan November 1995 dengan nama Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 415 Documents
Dampak Pengimplementasian Kurikulum 2013 terhadap Performa Siswa Sekolah Menengah Pertama --, Sutjipto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i2.137

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of principal transformational leadership, teaching performance of teachers, and the learning culture towards achievement of madrasah aliyah. Correlational survey is used as the method of the research with 274 sample of teachers .The sampling techniques used are area sampling, proportional sampling and random sampling. Questionnaire used as the instrument to be analyzed by using descriptive and inferential statistics. The results of this study indicate: 1) the level of achievement of the madrasah, principal transformational leadership, teaching performance of teachers and learning culture is good; 2) transformational principal leadership contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 3) teacher performance in teaching contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah; 4) learning culture contributes positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah: 5) transformational principal leadership, teacher performance in teaching and learning culture contribute positively and significantly towards achievement of madrasah aliyah. Accordingly, increasing the principal transformational leadership, teaching performance of teachers and the culture of learning leads to the improvement of madrasah achievement.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan informasi empirik tentang seberapa kuat dampak implementasi Kurikulum 2013 terhadap performa siswa SMP. Daerah penelitian mencakup 44 kabupaten/kota dengan sampel sebanyak 82 sekolah yang melibatkan responden sebanyak 1804 siswa. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa implementasi Kurikulum 2013 di SMP berdampak positif terhadap performa siswa ditandai dengan dampak sikap spiritual dan sikap sosial yang dimiliki siswa seperti senang melaksanakan ibadah agama, pendidikan akal budi, berinteraksi dalam keragaman, kebersamaan, kerukunan, senang berkata benar, berani mengakui kesalahan, dan senang menjaga kebersihan juga senang membantu teman yang menghadapi kesulitan nampak makin berkembang. Selain itu, transformasi pengetahuan dan keterampilan siswa untuk menjadi bangsa yang cerdas, produktif, kreatif, dan inovatif untuk mengantisipasi dan memperoleh solusi yang tepat dalam rangka pemecahan masalah, beradab, dan terhormat mengindikasikan semakin berkembang.
STUDI PEMETAAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA Jakaria, Yaya
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 66 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk (a) memperoleh informasi tentang peta kemampuan sekolah dalam memanfaatkan Tl, dan (b) pengelolaan pendidikan dan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang lebih bermutu. Jenis penelitian ini adalah survei dan deskriptif research. Teknik sampling menggunakan Multistage Clus­ter Random Sampling, dari 27 provinsi sampel dan masing-masing provinsi dipilih 1 kabupaten dan 1 kota. Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD, SMP. SMA. SMK negeri maupun swasta. Sampel terpilih sebanyak 93 SD, 105 SMP. 107 SMA, dan 56 SMK. Sumber data meliputi 54 orang Kepala Dinas Kabupaten/Kota, 361 orang Kepala Sekolah, 720 orang Guru, dan 361 orang siswa. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1). Ketersediaan fasilitas internet, LAN, program multimedia, dan Homepage di sekolah tidak mencapai separuh dari sekolah sampel; (2) Guru yang menguasai program komputer di sekolah masih sangat rendah, guru yang usianya relatif muda pada umumnya menguasai komputer; (3) Sebagian besar sekolah sudah melakukan kebijakan penggunaan TI dalam mendukung berbagai aktivitas di sekolah.
Penerapan Latihan Sensorimotor Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pada Anak Autistic Spectrum Disorder Assjari, Musjafak; Sopariah, Eva Siti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of this research is to prove that the application of sensorimotor training can improve writing skills and the writing in Autistic Spectrum Disorder (ASD) children, the research question posed is: Does the application of sensory motor training improve writing skills in Autistic Spectrum Disorder (ASD) children? The method of research applied quantitative approaches, and for the intervention and data analysis, the study used the method of Single Subject Research (SSR) model of Multiple Baseline Design of Variable Cross (plural design between variables) and the design of A - B - A. with a unit of measurement duration and percentage. The results are consistent with the research questions and basic assumptions that the study subjects experienced significant improvement in writing skills. Therefore sensory motor training can be used as a reference in improving or optimizing the ability of vestibular, tactile, kinesthetic and propioseptif which is prasarat writing skills possessed by children Autistic Spectrum Disorder (ASD). ABSTRAKTujuan penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa penerapan latihan sensorimotor dapat  meningkatkan  kemampuan  menulis  dan  hasil  menulis  pada  anak Autistic  Spectrum  Disorder (ASD).Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, serta dalam intervensi dan analisis data menggunakan metode Single Subject Research (SSR)model Design Multiple Baseline Cross Variable(disain jamak antar variabel) dan disain A – B – A. dengan satuan ukur durasi dan persentase. Hasil penelitian ini  menunjukkan  bahwa  secara  nyata  subyek  penelitian  mengalami  peningkatan  dalam  kemampuan menulis. Oleh karena itu, latihan sensorimotor ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan vestibular, taktil, kinestetik dan propioseptif yang merupakan keterampilan prasarat menulis yang dimiliki oleh anak Autistic Spectrum Disorder (ASD).
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Versus Ekspositori dan Gaya Kognitif terhadap Hasil Belajar Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA --, Prayekti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 4 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i4.164

Abstract

This research aims to examining: 1) The learning outcomes differences on theunderstanding and application of physics concept between groups of students who learned through STAD cooperative learning and expository learning; 2) The learning outcome differences on physics concept understanding and application among students with different cognitive styles; 3) The learning outcome influences of physics comprehension; 4) The interaction effect between learning and cognitive style on learning outcomes of physics. This research used a quasiexperimental research with factorial of non-equivalent control group design, which is implemented in four classes, determined by lottery, such as XMIA A class, XMIA B class, XMIA C class, XMIA D class at SMAN 58 Jakarta Timur with 144 students altogether. Two classes were as the experimental classes and two other class were as the control classes. Learning outcomes data were collected through pretes and pos tes and analyzed by using statistical MANCOVA test helped by SPSS 15. The result showed that: 1) STAD learning strategy demonstrate learning outcomes of comprehension and application of physics concept is better than expository learning strategies; 2) students who have field independent cognitive styles demonstrate learning outcomes of comprehension physics concepts is better than students who have a field dependent cognitive style; 3) there is an interaction between learning strategies and cognitive style on learning outcomes of comprehension physics concepts; and 4) there is no interaction between learning strategies and cognitive style on learning outcomes of physics concepts application. STAD learning strategy demonstrate learning outcomes of comprehension and application of physics concept is better than expository learning strategies.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) perbedaan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pembelajaran ekspositori; 2) perbedaan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika antara siswa yang memiliki gaya kognitif berbeda;3) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran tipe STAD versus ekspositori dan gaya kognitif terhadap hasil belajar pemahaman fisika;dan 4) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajarfisika.Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan rancangan faktorial nonequivalent control group design, yang dilaksanakan pada empat kelas, ditentukan melalui undian yaitu kelas A dan B sebagai kelas control sedangkan kelas C dan D sebagai kelas eksperimen di SMA Negeri 58 Jakarta Timur berjumlah 144 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan pretes dan postes, dianalisis dengan menggunakan uji statistik MANCOVA berbantuan program SPSS 15. Hasil penelitian: 1) strategi pembelajaran tipe STAD menunjukkan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika yang lebih baik daripada strategi pembelajaran ekspositori; 2) siswa yang memilikigaya kognitif field independent menunjukkan hasil belajar pemahaman dan aplikasi konsep fisika yang lebih baik daripada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent; 3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar pemahaman konsep fisika; dan 4) tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar aplikasi konsep fisika. Strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan hasil belajar pemahaman konsep fisika yang lebih baik daripada strategi pembelajaran ekspositori, dan Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar pemahaman konsep fisika pada kedua kelompok gaya kognitif.
SIKAP MAHASISWA TERHADAP SISTEM PAKET PENGAJARAN BELAJAR MATA KULIAH PSIKOLOGI SOSIAL I PADA FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA Yasun, Hamdan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 68 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan empirik tentang sikap mahasiswa terhadap sistem pengajaran Paket Belajar (PB) dalam mata kuliah Psikologi Sosial 1. Di samping itu untuk mengetahui perbedaan sikap mahasiswa antar kelas dalam mata kuliah yang sama. Teori yang dipergunakan adalah teori tentang sikap dan teori sistem pengajaran PB. Metode penelitian yang dipakai adalah metode survei dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan kuesioner (angket). Analisis data mempergunakan statistik, dengan teknik Chi Kuadrat (X2). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa : 1). Tidak ada perbedaan sikap mahasiswa di antara kelompok kelas terhadap PB, dan 2). Sikap mahasiswa cenderung menyetujui sistem PB hampir optimal.
Kajian Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tedjawati, JM
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 17, No 5 (2011)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v17i5.53

Abstract

The purpose of this analys is to obtain information about the implementation of Special Allocation Fund (DAK) in education, in: 1) Mechanism DAK planning of Local Government; 2) channeling mechanism of DAK from Local Government; 3) Realization of DAK; 4) Implementation of monitoring and evaluation; and 5) The opinion on the administration of the DAK. The findings of this analysis are: 1) The procedure of planning implementation of DAK has made education service districts/cities in accordance with the provision of technical guidance; 2) The distribution of DAK in accordance with the procedure through three stages; 3) In some districts/cities in 2010 the implementation of DAK experience delays because of changes in the implementation of self-managed way into the auction process; 4) Monitoring and evaluation conducted by the education office DAK district/city, but checks/audits conducted by the Inspectorate General of Ministry of National Education and the Regional Monitoring Agency (BAWASDA); 5) DAK self-managed way is considered more beneficial for the schools because of the use of DAK is more flexible than an auction company that conducted the auction winner. ABSTRAKTujuan dari kajian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, dalam hal: 1) Mekanisme perencanaan DAK dari Pemerintah Daerah; 2) Mekanisme penyaluran DAK dari Pemerintah Daerah; 3) Realisasi DAK; 4) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi; dan 5) Pendapat daerah tentang penyelenggaraan DAK. Hasil temuan kajian ini: 1) Mekanisme perencanaan sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis; 2) Mekanisme penyaluran DAK sesuai dengan prosedur melalui tiga tahap; 3) Relaisasi pelaksanaan DAK tahun 2010 di beberapa kabupaten/kota mengalami keterlambatan karena adanya perubahan penyelenggaraan dari cara swakelola menjadi proses lelang; 4) Monitoring dan evaluasi DAK dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, tetapi pemeriksaan/audit dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional dan Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA); dan 5) Penyelenggaraan DAK dikelola dengan cara swakelola dianggap lebih menguntungkan bagi sekolah karena penggunaan DAK lebih luwes dibandingkan dengan lelang yang dilakukan perusahaan pemenang lelang.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, dan Harapan Dosen terhadap Kepuasan Kerja Tampubolon, Saur M
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v19i2.273

Abstract

The objectives of this research is to find out the effects of leadership style, work environment, and the lecturers satisfaction. The research has been conducted at Pakuan University, Bogor. The method used was a survey with data analysis of path analysis. The respondents were 72 out of 264 total lekturers in the university. They were selected randomly. The research finding are as the followings: 1) leadership style has a direct effect on the lecturer’s satisfaction; 2) on the work environment has also a direct effect on the job satisfaction; 3) the expectation gives a direct effect on job satisfaction, but the leadership style gives and indirect effect on job satisfaction, but the leadership style gives an indirect effect on job satisfaction through expectation; and 4) the working environment has also indirect effect on the job satisfaction through expectation. It can be concluded that the lecturer’s satisfaction is affected by the leadership style, work environment and the lecturer’s expectation. Therefore, the recommendation ofthis research is that the head master of university should apply transformational leadership style in his environment, to fullfil lectures professionality work through academic and non academic.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan harapan dosen terhadap kepuasan kerja. Penelitian dilaksanakan di Universitas Pakuan Bogor melalui metode survai dengan analisis data analisis jalur. Sampel penelitian ini sebanyak 72 orang dosen dari 264 dosen tetap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat: 1) gaya kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; 2) lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; dan 3) harapan dosen berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja; 4) gaya kepemimpinan berpengaruh tidak langsung terhadap kepuasan kerja melalui harapan dosen; dan 5) lingkungan kerja berpengaruh tidak langsung terhadap kepuasan kerja melalui harapan dosen. Dengan demikian, kepuasan kerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan harapan dosen. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemimpin universitas agar menerapkan gaya kepemimpinan transformasional di lingkungannya dan untuk memenuhi harapan dan kepuasan kerja para dosen agar bekerja berbudaya mutu dan profesional, baik secara akademik maupun non akademik.
Kemampuan Guru dalam Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Widyastono, Herry
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 18, No 3 (2012)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v18i3.85

Abstract

The objective of the study is to obtain the information on the teachers’ ability in enacting the school-based curriculum. This is a descriptive research using qualitative approach. The data collection was conducted in September 2011. The respondents of the research are from Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, and Tangerang as much of 150 teachers, and they are chosen based on the purposive technique sampling. They consist of 30 primary teachers, 50 junior high teachers, and 70 senior high teachers. Some of whom are teaching Math, Science,Physics, Chemistry, or Biology. The data of the document is analised, and the triangulation was conducted through focus discussion in a classroom (6 classroom), which then be continued by interviewing comprehensively to some of them in order to get the valid data. The researchconcludes that the teachers’ ability in writing up school-based curriculum (syllabus) which comprises the components of 1) standard competence; 2) basic competence; 3) core content; 4) learning activities; 5) indicator; 6) evaluation; 7) time allotment; and 8) learning resource are still very low and even most of them merely adobt other school curriculum or using them produced by book-publishers which are not actually suitable to themselves. It is therefore,advisable that the government should do some serious effort to redesign the in effect curriculum to become the national, province, district, and school curriculums.ABSTRAK Studi bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan guru dalam menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan. Studi ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan September 2011. Responden berasal dari Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang sebanyak 150 orang guru yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Terdiri atas 30 orang guru SD, 50 orang guru SMP, dan 70 orang guru SMA, mengajar Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Fisika, Kimia, atau Biologi. Teknik pengolahan datanya adalah studi analisis dokumen. Triangulasi dilakukan dengan cara diskusi fokus di dalam kelas (6 kelas), yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap orang-orang tertentu untuk memvalidasi data dan informasi. Hasil studi menyimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (silabus), yang meliputi komponen: 1) standar kompetensi; 2) kompetensi dasar; 3) materi pokok; 4) kegiatan pembelajaran; 5) indikator; 6) penilaian; 7) alokasi waktu; dan 8) sumber belajar, masih sangat rendah, bahkan kebanyakan hanya mengadopsi kurikulum dari satuan pendidikan lain atau dari penerbit buku yang belum tentu sesuai dengan satuan pendidikannya. Oleh karena itu, disarankan kepada pemerintah pusat agar melakukan penataan ulang kurikulum tingkat satuan pendidikan menjadi kurikulum tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.
HUBUNGAN KREATIVITAS DENGAN KINERJA GURU KIMIA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Sumiyati, Dr.
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13, No 65 (2007)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kreativitas dengan kinerja guru Kimia SMA di DKI Jakarta pada tahun 2003. Jumlah sampel adalah sebanyak 118 orang guru Kimia SMA yang dipilih dengan secara acak sederhana. Data dikumpulkan dengan metode survei dan dianalisis dengan menggunakan korelasi regresi sederhana dam korelasi regresi ganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kreativitas dengan kinerja guru Kimia SMA.
Implementasi Pendekatan Belajar Aktif di Sekolah Menengah Atas Panjaitan, Mutiara O.
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i1.124

Abstract

The aim of this study is to identify the level of implementation of active learning approach in curriculum documents as well as teaching-learning process in senior secondary schools in Indonesia. The study was conducted in 2012 in 99 districs of 33 provinces using multistage sampling. The result showed that almost all the schools (92,8%) already incorporate active learning approach into the curriculum document, ie the syllabus and lesson plan. However, in terms of implementation in teaching-learning process active learning approach has not been much done. It is known from the high levels of use of written test. Almost all (93,8%) teachers often use written tests to assess their students. Factors become obstacles in implementing active learning, such as inadequate availability of facilities, lack of teacher training, lack of learning resources, not enough time allocation, difficult to evaluate learning, inadequate teacher skills, low motivation of teacher, and the number of students is too many. ABSTRAKTujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi tingkat implementasi pendekatan belajar aktif dalam dokumen kurikulum dan proses belajar mengajar di SMA. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2012 di 99 kabupaten/kota dari 33 provinsi dengan menggunakan multistage sampling. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hampir semua (92,8%) sekolah telah memuat pendekatan belajar aktif dalam dokumen kurikulum, yakni pada silabus dan RPP. Namun, dalam proses belajar mengajar pendekatan belajar aktif belum banyak dilaksanakan. Hal ini dapat diketahui dari tingginya tingkat penggunaan tes tertulis dalam penilaian. Hampir semua (93,8%) guru sering menggunakan tes tertulis untuk menilai siswa. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam mengimplementasikan belajar aktif, antara lain ketersediaan sarana yang tidak memadai, minimnya pelatihan terhadap guru, ketersediaan sumber belajar yang tidak mencukupi, ketersediaan waktu tidak mencukupi, jumlah siswa terlalu banyak, motivasi guru rendah, sulit melaksanakn evaluasi pembelajaran, dan kemampuan guru kurang memadai.

Page 2 of 42 | Total Record : 415