cover
Filter by Year
Articles
51
Articles
CORRIGENDUM to :Strategi Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Ponggok

Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah, Editor

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.925 KB)

Abstract

Corrigendum to : Article “Srategi Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Ponggok” in pdf view [Vol. 2 No. 2 Oktober 2016] page 84. DOI : http://dx.doi.org/10.24905/jip.v2i2.726 in the article title typed as “Srategi..”. Last word to be delete, so the Title chage to Strategi Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Ponggok”.

THE ANALYSIS OF ANTI CORRUPTION BEHAVIOR ON BPS SERVICES AT BATAM CITY INDONESIA

Dachroni, Raja, Muzwardi, Ady Muzwardi

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.39 KB)

Abstract

Citizens are compelled to pay for services that should be free; state budgets are pillaged by corrupt politicians; public spending is distorted as decision-makers focus spending on activities likely to yield large bribes like major public works; foreign investment is stymied as businesses are reluctant to invest in uncertain environments economies suffer.The Anti-Corruption Behaviour Survey is a national programme that measures individual Indonesians anti-corruption knowledge, attitudes and experiences. The Survey also assesses the nationwide implementation of the National Anti-Corruption Strategy for the Prevention and Eradication of Corruption establish a culture of zero tolerance for corruption in the country. A key activity in support of this assessment is to set the baselines for the STRANAS-PPK anti-corruption strategies. The study mainly determined the anti-corruption behavior on BPS services at Batam city Indonesia The data gathered were analyzed using descriptive statistics with 40 respondent. The result of this research shows that anti-corruption behavior on BPS services at Batam city is good. BPS services arrangements and quality guidelines play similar roles in helping institutions become more effective. BPS arrangements clarify institutional structures and procedures. Quality of BPS services guidelines focuses on planning processes and the nurturing of a quality culture of anti-corruption.

STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DESA PONGGOK

zakiyah, ummi, Idrus, Iqbal Aidar

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.194 KB)

Abstract

Pembangunan desa bisa dilakukan dengan memberdayakan dan mengelola kekayaan sumber daya yang ada di desa. Sumber daya adalah sebuah aset yang harus dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat. Pemerintahan desa tentunya mempunyai peran penting dan juga harus mempunyai strategi sebagai alat untuk mencapai tujuan instansi maupun perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang yang matang, dalam pengelolaan sumber daya atau asset desa.  Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi Pemerintah Desa Ponggokdalam pengelolaan sumber daya alam. Strategi sebagai alat untuk mencapai tujuan instansi maupun perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang Clausewitz (2013). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, lokasi penelitian ini di Desa PonggokKecamatan Pulanharjo, Klaten Tawa Tengah. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini menggunakan metode, studi literature, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dijalakan oleh Pemerintah Desa Ponggokyaitu: Pembenahan Umbul, membuat program one village one product dan pendirian Badan Usaha Milik Desa. Semua strategi yang dijalakan kemudian membuahkan hasil yang positif yang mengantarkan Desa Ponggokmenjadi desa yang mandiri dan sejahtera yang kemudian menjadi percontohan untuk desa-desa yang lain baik yang ada di Jawa Tengah maupun skala nasional. Kata kunci: Strategi, Pemerintahan Desa, Badan Usaha Milik Desa

UPAYA PEMERINTAH DALAM PENINGKATAN INDUSTRI BATIK BAKARAN DI KABUPATEN PATI MELALUI PROGRAM EKONOMI KREATIF

Rohmah, Usisa, Kusuma, Ardli Johan, Rohilie, Fachri

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.402 KB)

Abstract

The purpose of this paper is to see the potential Batik Bakaran in the district. Pati, Central Java which experienced ups and downs and has not been able to compete with other batik areas. Batik Bakaran is again encouraged through creative government economic program in in order to be able to compete in national level industry. This paper uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques using "librarian research" and "interview" techniques. The results of this study indicates that the government has provided support to batik craftsmen. Government assistance is displayed by developing human resources through training to stimulate the innovation of batik craftsmen in terms of the creation of Batik Bakaran motifs and colors to be more attractive to consumers. But apparently it has not been able to improve the competitiveness of Batik Bakaran in the national industry. Solutions to overcome these problems is to apply the concept of competitiveness through the development of the capabilities of the  batik Bakaran industry players include: (1) ability to strengthen its market position, (2) ability to connect with its environment, (3) ability to improve nonstop performance, and (4) ability to establish favorable position.

ANALYSIS OF THE PRACTICE OF CORRUPTION IN ELECTRONIC PROCUREMENT SERVICE SYSTEM IN THE KEPULAUAN RIAU PROVINCE

Setyadiharja, Rendra, Nurmandi, Achmad, Suyito, Suyito

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.188 KB)

Abstract

Procurement of goods and services in Indonesia has carried out a number of reforms, ranging from conventional forms filled with indications of bribery and corrupt, now converted into a system of procurement of goods and services electronically with Electronic Procurement Service Systems(LPSE).Expectations the central government and local government is to minimize the occurrence of graft, a fictitious project, mark up or transactional in the procurement of goods and services, but also LPSE system has never been separated from the threat of any indication of corruption in the procurement of goods and services. The purpose of this research was to uncover a number of corrupt practices that occur on the LPSE system in Kepulauan Riau Province. The method used was the exploratory qualitative approach. Data collection method used is by interview (indebt interview). The results of this research are descriptions of cases of corruption in the LPSE system in Kepulauan Riau Province, and the mode of operation corruption practices that occur in the LPSE system in Kepulauan Riau province.

POLITIK PEMBERDAYAAN PETANI DI DESA RAMBAH MUDA, RIAU

Anwar, Khairul, Hariyanto, Meyzi

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.883 KB)

Abstract

This research is aimed at developing a model and strategy of acceleration of sustainable community-based economic development through self-organization of self-help farmers by taking the example of a system of cattle-palm oil (SISKA) integration in Rambah Muda Village. In the short term this research aims to find the model of institutional breakthrough of farmers in the context of managing oil palm conflicts. The method used in achieving that goal by identifying: (1) the actors related to the implementation of SISKA in Rambah Muda Village; (2) The aims and interests of the actor; (3) The social and institutional basis of farmers; (4) Socio-economic network of farmers self-help pattern. Specific target of this first year research result is: empowerment strategy of palm oil farmer. The results showed that the institutional arrangement of peasants in the reform era started from farmers. The dynamic of structuring involves many actors with conflicting interests and diverse social bases. There is a tendency for a structuring strategy that focuses on empowering farmers to encourage the working of more integrated peasant institutions.

Kelembagaan Kebijakan Pariwisata di level Desa

Hilman, yusuf Adam

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.877 KB)

Abstract

Pergeseran model sistem pemerintahan dari corak sentralistik ke – desentralisasi, membawa konsekuensi pada distribusi kekuasaan hingga ke daerah - daerah, pada kajian ini, desa diberikan kesempatan untuk mengelola wilayahnya dengan berbekal dana Desa (ADD) untuk dikonversi dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, supaya dapat mensejahterakan masyarakat. sektor yang mungkin bisa di kembangkan adalah pariwisata, mengingat secara geografis dan juga spasial desa memiliki potensi alam yang berlimpah, dan sangat potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pelembagaan dalam pembuatan kebijakan kepariwisataan di Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa: observasi, wawancara, studi literature dan dokumentasi. Cara pelembagaan sebuah kebijakan yang baik, diantaranya  harus dapat dilakukan secara bersinergi, antar lembaga dengan masyarakat melalui para steakholder atau pengambil kebijakan yang terlibat langsung, guna menemukan kemitraan dan juga pola organisasi pemerintahan yang relevan dengan kondisi desa. Relevansi konsep tersebut ditekankan pada peranan masing – masing elemen, dalam proses awal hingga akhir dalam sebuah kebijakan, sehingga dapat dipadukan dan dijalankan secara bersinergi. Selain itu, aspek transparansi, dan proses yang partisipatif harus menjadi semangat dari pembuatan kebijakan, sehingga kelembagaan yang terbentuk dapat di implementasikan secara kontekstual dengan keadaan yang diharapkan bersama.

Integritas Birokrat Garis Depan (Street Level Bureucrats) Dalam Pelayanan Kesehatan Gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE

edyanto, edyanto

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.618 KB)

Abstract

Integrity is required in the public service in order to prevent the occurrence of administrative pathology within the bureaucracy. This study aimed to describe the integrity bureaucrats front line (Street level bureucrats) in health services in Parepare views of Standard Operating Procedure (SOP). The research method used is a method with a qualitative descriptive approach. Data was collected through interviews, observation and document analysis. Determination of informants research conducted by accidental that technique must be performed in principle informant chance. Data were analyzed using taxonomic analysis techniques. The results showed that the front-line bureaucrats Integrity (street level bureucrats) in outpatient care free health program which is viewed by SOP and linked with the principles of service show is maximal. This is evident from the implementation of the principles of good service, except the principle of honesty. About Integrity street level bureucrats in service inpatient free health program which is viewed by SOP and linked with the principles of service shows that, of service personnel provide ease in a matter of procedure free health service.

Community Development Dengan Internalisasi Nilai Budaya Maritim Di Provinsi Kepulauan Riau Untuk Memperkuat Provinsi Berbasis Kemaritiman

Mukhlis, Suhardi, Setyadiharja, Rendra

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.142 KB)

Abstract

Poros maritim adalah salah satu paradigma pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh wilayah yang berbasis kemaritiman seperti Provinsi Kepulauan Riau. Dengan paradigma pembangunan tersebut ekspektasinya adalah pembangunan di wilayah berbasis maritim akan merasa lebih adil dan sesuai dengan karakter wilayah maritim tersebut dibanding pembangunan yang seolah diseragamkan dengan paradigma kontinental. Budaya kemaritiman seyogyanya adalah budaya asli Indonesia, dimana Indonesia adalah Negara Kepulauan. Hal paling esensi adalah masyarakat di wilayah maritim harus meresapi kembali budaya maritim. Dengan penguatan nilai-nilai budaya maritim akan lebih memperkokoh semangat pembangunan di wilayah maritim, dengan kembali mengenal jati diri kemaritiman maka akan semakin baiklah kualitas sumber daya manusia yang memang memahami sikap dan nilai-nilai kemaritiman tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual yang kemudian melahirkan konsep community development dengan internalisasi nilai-nilai budaya maritim khususnya bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. Dengan memadukan konsep budaya maritim dan konsep community development maka penelitian ini akan menghasilkan sebuah konsep untuk penguatan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau yang outputnya adalah kesadaran memiliki wilayah maritim, dan kemudian akan lahirlah semangat mempertahankan wilayah maritim tersebut dengan segala karakteristik daerah yang kemudian akan memperkuat Provinsi Kepulauan Riau sebagai provinsi berbasis kemaritiman. 

Pemahaman Kebijakan Kesehatan Masyarakat Bidang Ibu dan Anak Pada Pelaksana Lapangan di Jawa Barat

Sugyati, Cucu, Sjoraida, Diah Fatma, Anwar, Rully Khairul

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.539 KB)

Abstract

Kajian ini berupaya membuat analisis sistematis yang mendalam terhadap urgensi pemahaman unsur pelaksana dalam implementasi kebijakan kesehatan masyarakat terutama bidang ibu dan anak di wilayah Jawa Barat, Indonesia. Kajian deskriptif-kualitatif ini menghadirkan pembahasan tentang bagaimana unsur-unsur pelaksana kesehatan masyarakat berinteraksi dengan masyarakat di Provinsi Jawa Barat sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka sangat diperlukan. Dengan teori implementasi kebijakan dan interaksionisme, didapatkan data bahwa (a) pelayanan dan jaringan kerja sama di lembaga kesehatan masyarakat, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah cukup seragam dan terlaksana dengan baik; (b) dalam melaksanakan kewajibannya aparat pelaksana sangat memahami kebijakan publik di bidang kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak; sehingga dapat melaksanakan fungsi mereka untuk melayani masyarakat. Namun demikian, kurangnya petugas kesehatan yang langsung menangani kesehatan ibu dan anak dirasakan sehingga kajian ini merekomendasikan untuk diadakannya pelatihan-pelatihan berjenjang dan insentif-insentif bagi petugas kesehatan, terutama mereka yang melakukan pelayanannya secara sukarela.