cover
Filter by Year
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Articles
147
Articles
Retorika Dakwah Mamah Dedeh dalam Acara “Mamah & Aa Beraksi” di Indosiar

Zaini, Ahmad

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 11, No 2 (2017): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.582 KB)

Abstract

This paper desribes the rhetoric of dawah delivered by Mamah Dedeh through the medium of television. By knowing the rhetoric of Mamah Dedehs preaching on one of the topics of discussion, it is hoped to get an idea of the application of his dawah rhetoric, especially on television media. In addition, the rhetoric of dawah presented by Mamah Dedeh can be used as a comparison material for the development of dawah for the beginner preachers. The method used in this research is a qualitative method of descriptive analysis based on rhetorical canon theory. The technique of data collection for through observation and documentation. Observation by observing the docs of the rhetoric of Mamah Dedeh preaching about one of the themes presented in Indosiar. The results of this research indicate that in general Mamah Dedeh has applied rhetorical canon in dawah namely: discovery, arrangement, style, delivery, and memory. Nevertheless, Mamah Dedeh has prepared everything, and also been fluent speaking and accustomed, sometimes repeating speech when speaking, and it is only natural. Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh Mamah Dedeh melalui medium televisi. Dengan mengetahui retorika dakwah Mamah Dedeh pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada medium televisi. Disamping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh Mamah Dedeh dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dengan cara mengamati dokumentasi retorika dakwah Mamah Dedeh dalam salah satu tema yang disampaikan di Indosiar. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara umum Mamah Dedeh telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan. Namun demikian, Mamah Dedeh sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja. 

Pola Komunikasi Kyai dan Solidaritas Jamaah

Nurjaman, Arif

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 10, No 2 (2016): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.707 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the pattern of clerics communication with the Jamaat, communication patterns is more geared to the form and communication systems clerics in solidarity pilgrims and consistency of communications made clerics. This research was conducted by using the theory of communications, identity and solidarity theory. Using the paradigm of constructivism and sosilogis approach. The method used in this study is the case study method. Based on the analysis of the data in the field can be concluded that the communication patterns in solidarity Jamaat religious scholars are: (1) communication patterns of action, (2) communication patterns of interaction, and (3) communication patterns of transactions. Identity clerics influenced through personal communication layer, layer enactment, relational and communal, all forming a communication identity.

Problematika Pengelolaan Penyelenggaraan Umrah di Kota Surakarta

Dani, Akhmad Anwar

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.462 KB)

Abstract

ABSTRACTThis article focuses on mapping the problems that arise in the implementation of umrah worship in the city of Surakarta either on the side of the Ministry of Religious Affairs as regulators, Umrah pilgrim travel agencies as the Umrah Pilgrimage Pilgrim (PPIHU) and Umrah pilgrims as consumers. Using the descriptive qualitative method it is found that the problems that arise in each involved party are interrelated with one another. The most fundamental problem and trigger the emergence of other problems is the unclear regulation of the management of Umrah worship at the Ministry of Religious Affairs at District or city level.ABSTRAKArtikel ini fokus pada pemetaan masalah-masalah yang muncul dalam penyelenggaraan ibadah umrah di kota Surakarta baik pada sisi Kementerian Agama selaku regulator, biro perjalanan haji umrah sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Umrah (PPIHU) dan jamaah umrah sebagai konsumen. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif ditemukan bahwa masalah yang muncul pada setiap pihak yang terlibat saling terkait antara satu dengan yang lain. Masalah yang paling mendasar dan memicu munculnya masalah yang lain adalah belum jelasnya regulasi pengelolaan ibadah umrah pada Kementerian Agama di tingkat Kabupaten / Kota.

Model Dakwah bi al-Irsyãd untuk Pemeliharaan Kesehatan Mental Spiritual Pasien di Rumah Sakit

Arifin, Isep Zaenal, Satriah, Lilis -

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.454 KB)

Abstract

This study reveals the mental spiritual needs of patients, the patterns of Islamic spiritual counselors, and the results of Islamic spiritual guidance in five hospitals namely Yarsi Hospital in Pontianak, Yarsi Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang, R. Syamsudin, SH Hospital in Sukabumi, Al-Ihsan Hospital in Baleendah, and Ujungberung Hospital, Bandung. This research formulated dawah bi al-Irsyad model that can maintain the spiritual mental health of patients in hospital. The results of this qualitative descriptive study with the Research and Development approach showed that the spiritual mental needs of patients in hospitals included: motivation to recover and be healthy, guidance in sickness, prayer in sick condition, nadza (sakaratul maut) and positive assistance from patients family. From the results of the study found constructs of bi al-Irsyād dawah models in the form of general basic services, responsive services, individual planning services and system support services. This study recommends further research to develop more feasible and applicable models and need further collaboration between related parties to formulate policies in the maintenance of the patients mental spiritual health. Penelitian ini mengungkapkan kebutuhan mental spiritual pasien rawat inap, pola kerja pembimbing rohani Islam, dan hasil dari bimbingan rohani Islam di lima rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak, Rumah Sakit Islam Yarsi Ibnu Sina Padang, Rumah Sakit Umum Daerah  R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi, Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Baleendah, dan Rumah Sakit Umum Daerah Ujungberung Kota Bandung. Dari penelitian ini dirumuskan model dakwah bi al-Irsyād yang dapat memelihara kesehatan mental spiritual pasien rawat inap di rumah sakit. Hasil penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Reseach and Development ini menunjukkan bahwa kebutuhan mental spiritual pasien rawat inap di rumah sakit meliputi: motivasi untuk sembuh dan sehat, bimbingan dalam keadaan sakit, salat dalam keadaan sakit, nadza’ (sakaratul maut) dan pendampingan yang positif dari keluarga pasien. Dari hasil penelitian ditemukan konstruk model dakwah bi al-Irsyād  berupa layanan dasar umum, layanan responsif, layanan perencanaan individual dan layanan dukungan sistem. Penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjutan untuk mengembangkan model ke arah yang lebih feasible dan teruji, serta perlu kerjasama antar pihak terkait untuk merumuskan kebijakan dalam pemeliharaan kesehatan mental spiritual pasien.

Revitalisasi Masjid melalui Kepedulian Sosial Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) terhadap Komunitas Pengemudi

Yosepin, Pipin, Husin, Baharuddin

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.265 KB)

Abstract

Islamic civilization was built by making the mosque as the center of muslims activities. Nowdays, however, the function and role of the mosque are dwarfed only as a place of ritual worship. The Mosque management Organization of Nahdlatul Ulama Mosque (LTM NU) revitalize the function of the mosque through social awareness activities for the community. This study describes LTM NUs social awareness activities towards driver community in Central Jakarta as part of the mosque revitalization effort. This study uses qualitative methods and descriptive analysis by collecting data through participant observation, interviews with stakeholders of LTM NU and the driver community in Central Jakarta, and data analysis using triangulation. The results of the study show that: 1) LTM NU has a sustainable program of revitalization for maximizing mosque functions. 2) LTM NU succeeded in conducting dawah activities to the driver community through persuasive dawah communication that created dawah civilization. This research contributes to the development of dawah science, especially the study of Islamic community development.Peradaban Islam dibangun dengan menjadikan masjid sebagai sentrum kegiatan umat Islam. Namun saat ini fungsi dan peran masjid dikerdilkan hanya menjadi tempat ibadah ritual semata. Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) berupaya melakukan revitalisasi fungsi masjid melalui kegiatan kepedulian sosial kepada masyarakat. Penelitian ini menjelaskan  kegiatan kepedulian sosial LTM NU terhadap komunitas pengemudi di Jakarta Pusat sebagai bagian dari upaya revitalisasi masjid.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dan analisis  deskritif dengan pengumpulan data melalui participant observation, wawancara dengan informan stakeholder LTM NU serta komunitas  pengemudi di Jakarta Pusat, dan analisis data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) LTM NU memiliki program revitalisasi dalam memaksimalisasi fungsi masjid yang berkelanjutan. 2) LTM NU berhasil melakukan aktivitas dakwah kepada  komunitas pengemudi melalui komunikasi dakwah persuasif yang menciptakan civilization dakwah. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu dakwah, khususnya kajian pengembangan masyarakat Islam.

Dakwah Kiai Pesisiran: Aktivitas Dakwah Para Kiai di Kabupaten Lamongan

Farihah, Irzum, Ismanto, Ismanto

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.685 KB)

Abstract

Dawah has a very important position in building a religious understanding of society for the benefit of nowdays and hereafter life. This study aims to describe the activities of dawah of kiai on the northern coast, especially Blimbing Village, Paciran District, Lamongan City, the majority of people work as fishermen and traders, who have a hard character. Research method This research uses qualitative approach with data collection technique through observation, interview and documentation from 2016 to 2017. Informants in this study are kiai and mad’u (Blimbing Village community). The analysis uses the Miles-Huberman model, in which the instrumental, value, affective, and traditional rationalities of Max Weber are intertwined with one another. Result of research: firstly, dawah of kiai with bi al qaul of lecture method delivered through pulpit after prayer jamaah subuh. Second, the method of mauidhah hasanah and mujadalah is done with a personal approach through informal dialogue outside the pulpit. Third, bi al-afal approach by dai motivation giving mad’u in everyday life. Fourth, da’wah of al-kitabah by publishing periodic bulletins. From these various dai approaches, he is able to provide changes in motivation and understanding of religion for coastal community.Dakwah mempunyai posisi yang sangat penting dalam membangun pemahaman beragama masyarakat untuk kepentingan kehidupan duniawi maupun ukhrowi. Riset ini bertujuan untuk melihat aktivitas dakwah para kiai di pesisir utara khususnya Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan pedagang, yang mempunyai karakter keras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pada tahun 2016-2017. Informan dalam penelitian ini adalah kiai dan mad’u (masyarakat desa Blimbing). Analisis data menggunakan model Miles-Huberman. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, pertama, dakwah para kiai dengan bi al qaul yakni, pendekatan ceramah disampaikan melalui mimbar setelah jamaah shalat subuh. Kedua, metode mauidhah hasanah dan mujadalah dilaksanakan dengan pendekatan secara personal melalui dialog secara informal di luar mimbar. Ketiga, pendekatan bi al-af’al dengan memberikan motivasi para da’i kepada mad’u dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, dakwah bi al kitabah dengan menerbitkan bulletin berkala. Dari berbagai pendekatan tersebut, da’i mampu memberikan perubahan dalam motivasi dan pemahaman beragama masyarakat pesisir Kabupaten Lamongan.

Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro melalui Dana Zakat Produktif

Prahesti, Danica Dwi, Putri, Priyanka Permata

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.084 KB)

Abstract

The problem of poverty and socio-economic inequality is still experienced by the Indonesian people, especially in the aspect of community income. To increase the income of the community, it is necessary to change the character of the consumptive society into a productive society. Zakat funds can be utilized for productive efforts to procure capital and / or infrastructure and facilities for mustahik so that they can improve the quality of the people. This study aims to see how the role of productive zakat funds as capital in influencing the increase in SME turnover given to the mustahik assisted by Rumah Zakat in 30 cities and 48 ICD regions in 2016. This type of quantitative research uses simple linear regression method with data sources derived from from the capital and turnover data of 1672 mustahik Rumah Zakat. The results showed that UKM assistance for Zakat Houses given to poor asnaf class beneficiaries was 91.26%, and capital had a strong relationship to turnover with a large influence of capital on turnover of 44.7% where a large model of capital influence on turnover was y = 1,285,584,312 + 1,217x. Masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi masih dialami oleh rakyat Indonesia khususnya dalam aspek pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat perlu mengubah karakter dari masyarakat konsumtif menjadi masyarakat produktif. Dana zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif pengadaan modal dan/atau infrastruktur serta sarana kepada para mustahik sehingga bisa meningkatkan kualitas umat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran dana zakat produktif sebagai modal dalam mempengaruhi peningkatan omzet UKM yang diberikan kepada para mustahik binaan Rumah Zakat di 30 kota dan 48 wilayah ICD pada tahun 2016. Penelitian dengan jenis kuantitatif ini menggunakan metode regresi linear sederhana dengan sumber data berasal dari data modal dan omzet 1672 mustahik Rumah Zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan UKM Rumah Zakat yang diberikan kepada penerima manfaat golongan asnaf miskin sebesar 91,26%, dan modal memiliki hubungan yang kuat terhadap omzet dengan besar pengaruh modal terhadap omzet sebesar 44,7% dimana model besar pengaruh modal terhadap omzet yaitu y’ = 1.285.584,312 + 1,217x.

Konstruksi Islam sebagai Simbol Identitas melalui Representasi Perempuan Muslim pada Novel Religi

Nurjuman, Husnan, Restu, Uliviana, Kususma, Bayu Teja

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.442 KB)

Abstract

This paper describes the construction of the practice of Islam as a symbol of group identity in the midst of the reality of society through the representation of Muslim women in the Queens Religion prostrate novel. This research with a qualitative approach to semiotic analysis from Roland Barthes describes the text with denotative, connotative and mythical systematics. The novel Ratu yang Bersujud which prostrates presents the Islamic concept of Muslim women in the form of protection and breeding for women, the primacy of the role of women in the household, women as male partners and equality of men and women. Representation of the concept of muslim women is part of Islamic construction as a group identity. The construction of reality as a result of the interaction between the writer and the reality of Islamic thought, the reality of womens progress, the reality of the negative stigma of western civilization towards Islam, and the reality of symbolic trends in religious life, which is then disignified in novel texts, and internalized by society. The results of this study become an illustration of the reality of trends in society that make the understanding of Islam about the position of women as representations of identity, through cultural products, in the form of religious novels. The findings and analysis can be an illustration of the process of intervention in social change, including interventions that are dawah framed. Propagators can use cultural products as a medium or means to internalize various thoughts in Islam into a reality constructed in the community.Tulisan ini menggambarkan konstruksi pengamalan Islam sebagai simbol identitas kelompok  di tengah realitas masyarakat  melalui representasi perempuan muslim pada novel religi Ratu yang Bersujud. Penelitian dengan pendekatan kualitatif analisis semiotika dari Roland Barthes ini menguraikan teks dangan sistematika  denotatif, konotatif dan mitos. Novel Ratu yang Bersujud yang bersujud menghadirkan konsep Islam tentang perempuan muslim berupa perlindungan dan pemuliaan bagi perempuan, keutamaan peran perempuan dalam rumah tangga, perempuan sebagai mitra laki-laki dan  kesetaraan laki-laki dan perempuan. Representasi konsep perempuan muslim merupakan bagian dari konstruksi Islam sebagai identitas kelompok. Konstruksi realitas sebagai hasil interaksi antara penulis dengan realitas pemikiran Islam, realitas kemajuan perempuan, realitas stigma negatif peradaban barat terhadap Islam, serta realitas tren simbolik kehidupan beragama, yang kemudian disignifikasi dalam teks-teks novel, dan diinternalisasi oleh masyarakat. Hasil penelitian ini menjadi gambaran tentang realitas tren di masyarakat yang menjadikan paham agama Islam tentang posisi perempuan sebagai representasi identitas, melalui produk budaya, berupa novel religi. Hasil temuan dan analisis ini dapat menjadi gambaran bagi proses intervensi dalam perubahan sosial, termasuk dalam  intervensi yang berbingkai dakwah. Para pelaku dakwah dapat menggunakan produk budaya sebagai  media atau sarana dalam menginternalisasikan berbagai pemikiran dalam Islam menjadi realitas yang dikonstruksi di tengah masyarakat.

Radikalisme Islam atas Nama Dakwah Hisbah Front Pembela Islam

Sukayat, Tata

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.196 KB)

Abstract

Some violences in the name of Islam such as rally and sweeping to crime places, carried out by muslim vigilante group affiliated with one of radical Islamic organizations namely Islam Defenders Front (FPI) with its wing organization, Islam Defender Troops (Laskar Pembela Islam). The FPI claims that the action is a part of dawah activity in the form of hisbah.  The aim of this paper is to reveal the meaning of dawah hisbah, the roots of radical dawah in Indonesia and the conformity of FPI’s radical action with the concept of hisbah in term of Islam. The research approach used qualitative with case study method. Data were obtained through observation, in-depth interview and documentation study. The results show that the radical da’wah in Indonesia according to FPI’s opinion has begun since the early days of Islam coming in Indonesia and the claims that FPI’s dawah activity under the term of hisbah actually differ from the original meaning of hisbah in Islam. This research impact on the understanding of hisbah meaning referred to Islam that muslim can not claim perform da’wah of hisbah when they commit violence in enforcing the law. Tindak kekerasan mengatasnamakan Islam seperti demonstrasi dan aksi sweeping tempat-tempat maksiat, dilakukan oleh kelompok muslim yang berafiliasi pada organisasi Islam radikal salah satunya Front Pembela Islam (FPI) dengan sayap organisasi Laskar Pembela Islam. FPI mengklaim bahwa aksi mereka merupakan kegiatan dakwah dalam bentuk hisbah. Tulisan ini mengungkapkan hakikat dakwah hisbah, akar dakwah radikal di Indonesia dan kesesuaian aksi radikal FPI dengan konsep dan norma hisbah dalam Islam. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan, observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar dakwah radikal di Indonesia menurut FPI sudah terjadi sejak masa awal kedatangan Islam di Indonesia dan klaim FPI bahwa aktivitas dakwah mereka sebagai bentuk hisbah tampaknya bukan makna hisbah dalam arti yang utuh seperti istilah dalam Islam. Penelitian ini berdampak pada pelurusan pemahaman tentang arti hisbah sebagaimana dimaksud ajaran Islam sehingga umat Islam tidak mengklaim hisbah ketika berdakwah menegakkan hukum dengan kekerasan.

Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid

Ridwanullah, Ade Iwan, Herdiana, Dedi

Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Dawah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.054 KB)

Abstract

The mosque has a very strategic function in the Islamic community both as a place of worship and a media center for fostering people in a holistic manner. This paper describes the optimization of mosque functions as a center of community empowerment activities and the factors that influence it. The research method uses qualitative descriptive methods through interviews, field notes, and documentation. The place of research is at-Taqwa Cirebon Grand Mosque. The results showed that the At-Taqwa Cirebon Grand Mosque represented a mosque that was able to revive the spirit of the community empowerment movement in the spiritual, economic, educational, social, and cultural arts development fields. The success of mosque-based community empowerment activities at At-Taqwa Grand Mosque is supported by adequate human resources reflected in the ideal organizational structure of the mosques board of directors and supported by effective communication skills of the dais. This study recommends the importance of mosque management professionalism and the importance of managing effective communication with both congregations and other stakeholders. This study enriches the study of the development of Islamic societies, especially in mosque-based community empowerment.Masjid memiliki fungsi yang sangat strategis dalam masyarakat Islam baik sebagai tempat ibadah maupun pusat media pembinaan umat secara holistik. Tulisan ini menggambarkan optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di dalamnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Tempat penelitian adalah Masjid Raya at-Taqwa Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Raya At- Taqwa Cirebon merepresentasikan masjid yang mampu menghidupkan semangat gerakan pemberdayaan masyarakat dalam bidang spiritual keagamaan, ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan seni budaya. Keberhasilan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid di Masjid raya at-Taqwa didukung oleh sumber daya manusia yang memadai yang tergambar dalam struktur organisasi dewan pengurus masjid yang ideal serta ditunjang kemampuan komunikasi efektif dari para da’i. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya profesionalisme pengelolaan masjid dan pentingnya mengelola komunikasi yang efektif baik dengan jemaah maupun stakeholders yang lain. Penelitian ini memperkaya kajian tentang pengembangan masyarakat Islam khususnya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.