Isamic Communication Journal
ISSN : 25415182     EISSN : 26153580
Islamic Communication Journal, ISSN: P-2541-5182 E-2615-3580, published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang. This journal has a scope of studies and research on the science of communication, media and da'wah. Incoming articles can be either research or conceptual results of classical or current scholarship.
Articles 33 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH BERBASIS MULTIKULTURAL

Marfu’ah, Usfiyatul

Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.49 KB)

Abstract

Dawah activities among the multicultural community requires its own way and strategy. Good communication and not cornering one of the different parties can make dawah accepted by a heterogeneous society. This paper describes the ways used in doing dawah in multicultural society. The conclusion of this paper is the strategy of right dakwah communication used in multicultural society by way of multicultural approach in dawah, that is trying to achieve two things, namely meeting point in diversity, and tolerance in difference. Dawah can be held in any community context. Space and time have a significant effect on the patterns and strategies that are used to achieve the goal of dawah. Dakwah activity thus in demand to be able to innovate. Dawah can not come with a rigid face and only put forward a single truth.---------------------------------------------------------------------------------------Menjalankan aktivitas dakwah pada kalangan masyarakat yang multikultur memerlukan cara dan strategi tersendiri. Komunikasi yang baik dan tidak menyudutkan  salah  satu  pihak  yang  berbeda  dapat  menjadikan  dakwah diterima oleh masyarakat yang heterogen. Tulisan ini mengkaji tentang cara yang digunakan dalam melakukan dakwah pada masyarakat yang berbeda-beda. Kesimpulan dari tulisan ini menjelaskan bahwasannya strategi komunikasi dakwah yang digunakan dalam masyarakat yang multikultural dengan cara pendekatan multikulturalisme dalam dakwah, yakni berusaha untuk mencapai dua hal, yaitu titik temu dalam keragaman, dan toleransi dalam perbedaan. Dakwah bisa diselenggarakan dalam konteks masyarakat apapun. Ruang dan waktu berpengaruh signifikan terhadap pola dan strategi yang di gunakan untuk mencapai tujuan dakwah. Aktifitas dakwah dengan demikian di tuntut untuk mampu berinovasi. Dakwah tidak dapat hadir dengan wajah yang kaku dan hanya mengedepankan kebenaran yang tunggal.

DAKWAH MELALUI MEDIA CETAK (Analisis Isi Rubrik Mutiara Islam Majalah Ummi )

Ulfah, Novi Maria

Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.115 KB) | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1247

Abstract

This paper intends to find out preaching value in Ummi Magazine during juni-august 2014. The study sample was Mutiara Islam section. Within Mutiara Islam section, there are some section again, that are: The Qur’an Studies, The al Hadith studies, Trail, Halal World, Jrisprudence Section of   Woman, Mutiara Dakwah, Horizon,and Tazkiyatun Nafs.Section study Qur’an, put one verse and than explain it in detail. Also with Section Hadith. While Trail Section discuss about exemplary story in Rosulullah Muhammad era. Halal World Section discusses the food associated with today. Jurisprudence Section of Woman discuss about woman in religion perspective. Mutiara Dakwah Section about problematic of preaching. Horizon Cestion discuss about trending phe- nomena. Tazkiyatun Nafs Section tell about exemplary story that now can be taken advantage. All Section are separated into four categories: faith (aqidah), morals (akhlak), sharia (syariah) and muamalah.The re- sult is The Qur’an Studies and The al Hadith Studies classified in faith. Trail Section, Mutiara Dakwah and Tazkiyatun Nafs are classified in morals. Jurisprudence Section of Woman classified in sharia. Horizon Section and Halal World are classified in muamalah.--------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui pesan atau nilai dakwah yang terdapat di majalah Ummi selama bulan Juni sampai bulan Agustus 2014. Rubrik yang menjadi sample penelitian adalah rubrik Mutiara Islam. Di dalam rubrik Mutiara Islam terdapat beberapa tulisan  lagi  yaitu  rubrik  kajian Al  quran,  kajian  al  Hadits,    jejak, dunia halal, fiqh wanita, mutiara dakwah, cakrawala dan tazkiyatun nafs. Rubrik Kajian al Quran mengambil satu ayat yang kemudian dijabarkan dan dijelaskan secara rinci. Demikian juga dalam rubrik hadits. Sedangkan dalam rubrik jejak, lebih membahas mengenai kisah- kisah teladan di zaman rosul. Rubrik dunia halal, membahas mengenai persoalan makanan yang terkait dengan zaman sekarang.Rubrik fiqh wanita membahas persoalan wanita dari sudut pandang agama. Rubrik mutiara dakwah membahas mengenai problematika kegiatan dakwah. Rubrik cakrawala juga membahas mengenai fenomena persoalan yang sedang menjadi trend. Sedangkan rubrik tazkiyatun nafs, membahas mengenai kisah-kisah teladan di masa lalu yang bisa kita ambil manfaatnya di masa sekarang. Ke delapan rubrik kemudian dikategorisasikan ke dalam nilai atau pesan dakwah yaitu aqidah, akhlak, syariah dan muamalah. Masuk ke  dalam nilai akidah yaitu: kajian al Quran dan al Hadits, masuk ke dalam pesan dakwah akhlak yaitu rubrik jejak, mutiara dakwah serta tazkiyatun nafs. Sedangkan masuk nilai dakwah syariah yaitu rubrik fiqh wanita. Yang terakhir, masuk kategori nilai muamalah yaitu rubrik cakrawala dan dunia halal.

PROGRAM INFOTAINMENT DITINJAU DARI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM (Analisis terhadap Insert Siang di TRANS TV Edisi Bulan Ramadhan 1437 H)

Rahmi, Amelia, Ristiana, Yesi

Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017): Edisi Januari-Juni
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.129 KB)

Abstract

Public interest on television made media industry competing for the attention of viewer, such as infotainment shows. In practice infotainment shows a lot of controversy. But in Ramadhan,  usually  media  television  expressly  competing  to produce  and  publish religious  programs.  This  study  aims to describe how Insert Siang  infotainment program in Trans TV Ramadhan 1437 H edition in term of Islamic Comunication Ethic. In this case refers to the theory of Jalaluddin Rakhmat about the ethics of Islamic. By using content analysis, the result show that: not all information in Insert Siang are good content. 82% infotainment that exposed in Ramadhan shows that news served with Islamic Communication ethic. According to Jalaluddin Rakhmat, in six form, there are qaulan sadidan 14%, qaulan balighan 18%, qaulan kariman 11%, qaulan ma’rufan 18%, qaulan layyinan 7%, and qaulan maysuran 14%.-----------------------------------------------------------------------------------------Besarnya animo publik terhadap televisi mengakibatkan industri media berlomba merebut perhatian pemirsa dengan beragam tayangan menarik, seperti infotainment. Dalam praktiknya tayangan infotainment banyak menuai kontroversi. Namun pada bulan Ramadhan,   umumnya   televisi   dengan   sengaja   berlomba   memproduksi   dan menayangkan program yang bermuatan religi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program infotainment Insert Siang di Trans TV edisi bulan Ramadhan 1437 H ditinjau dari etika  komunikasi  Islam. Dalam  hal  ini  mengacu  pada  teori  dari  Jalaluddin Rakhmat tentang Etika Komunikasi Islam.  Dengan menggunakan konten analisis, diperoleh hasil: tidak  semua  informasi  dalam  program  infotainment  Insert Siang bermuatan baik. Sebesar 82% dariberita hiburan yang ditayangkan di bulan Ramadhan menunjukkan beritanya disajikan sesuai dengan etika komunikasi Islam merujuk konsepnya Jalaluddin Rakhmat, yang menyebut enam (6) bentuk, qaulan sadidan 14%, qaulan balighan 18%, qaulan kariman 11%, qaulan ma’rufan 18%, qaulan layyinan 7%, dan qaulan maysuran 14%.

AUDIOBOOK SEBAGAI ALAT BANTU MEMPERLANCAR KOMUNIKASI DALAM PENYEBARAN DAKWAH ISLAM PENYANDANG TUNANETRA

Handayani, Maya Rini

Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.768 KB) | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1243

Abstract

Disabilities people, especially muslim who are blind have the same desire with other Muslims. The similarity desire is become da’i or propagator of Islam despite having physical limitations. The main obstacle for them in the spread of Islam is communication. In  order  to  establish  the  communication  between  the  sender  and the recipient should both have the same transmission and symbols. Transmission and the same symbol will be created if both of them have the same knowledge.Unfortunately, the blind Muslims often have difficulty in gaining knowledge of Islam. This is because they can not read Islamic books. Therefore,  in  this  article  will  discuss  the  audiobook,  which  is  a voiced book that can be used blind Muslim to deepen knowledge of Islam. The benefits to be gained by the Islamic audiobook is facilitate communication  between  blind  Muslims  and  not  the  blind  one.--------------------------------------------------------------------------Penyandang disabilitas khususnya tunanetra yang beragama Islam mempunyai keinginan yang sama dengan umat Islam awas lainnya. Persamaan keinginan tersebut antara lain ingin menjadi dai atau penyebar agama Islam meskipun dalam keterbatasan. Kendala utama bagi mereka dalam penyebaran Islam adalah komunikasi. Agar komunikasi dapat terjalin dengan baik antara pengirim dan penerima pesan hendaknya keduanya mempunyai transmisi dan simbol yang sama. Transmisi dan simbol yang sama akan tercipta jika keduanya mempunyai pengetahuan yang sama.Sayangnya, muslim tunanetra sering mengalami kesulitan dalam memperoleh pengetahuan keislaman. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat membaca buku-buku Islam. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan membahas audiobook yang merupakan sebuah buku bersuara yang dapat digunakan saudara muslim tunanetra untuk memperdalam ilmu Islam. Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya audiobook Islami akan memperlancar komunikasi di antara muslim tunanetra dan muslim awas.

HUBUNGAN CITRA MEREK MAJALAH GADIS DENGAN LOYALITAS MEMBACA MAJALAH GADIS DI KOTA SEMARANG

Nuzuli, Ahmad Khairul

Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.193 KB)

Abstract

This study examines the Correlation between brand image Gadis Magazine with loyalty of reading Gadis Magazine in Semarang city. Rationale informing the research this is the Expectancy Value Theory States that the persons behavior is afunction of the value the results expected of a deed. The persons behavior will result in something, the higher the expected value, the higher the desire to realize a particular behaviours. Paradigm in this research is positivistic. This research is classified in explanative type of research. The population in this research is 425 students of Senior High School 1 Semarang, in 10th grade dan have known to read Girl Magazines. This research using multistage random sampling technique, taken a sample of 136 students. The results of the calculation of the correlation Statistics Kendalls Tau B between brand image Gadis Magazine with loyalty of reading Gadis Magazine in Semarang city, retrieved the significance of 0.018 or smaller than the critical numbers i.e. 0.05. So that there is a correlation between the two variables in this research by demonstrating significant results. If viewed from the coefficients of Correlation obtained results 1.0. It can be noted that the relationship is very high.-----------------------------------------------------------------------------------Penelitian ini meneliti hubungan antara Citra Merek Majalah Gadis dengan loyalitas membaca Majalah Gadis di Kota Semarang. Dasar pemikiran yang melandasi penelitian  ini  adalah  Expectancy  Value  Theory  menyatakan bahwa  perilaku seseorang merupakan fungsi nilai (value) hasil yang diharapkan dari sebuah perbuatan. Perilaku  seseorang  akan menghasilkan sesuatu,  semakin  tinggi  nilai  yang  diharapkan, semakin tinggi pula keinginan untuk mewujudkan perilaku tertentu. Paradigma dalam penelitian ini adalah positivistik. Penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian Eksplanatif. Jumlah Populasi dalam penelitain ini adalah 425 Siswa yang merupakan Siswi SMAN 1 Semarang, kelas 10  yang diketahui membaca  Majalah  Gadis.  Penelitian  ini mengunakan teknik multistage random sampling, diambil sampel 136 siswa. Hasil perhitungan statistik Korelasi Kendall‘s Tau B antara Citra Merek Majalah Gadis dengan loyalitas membaca Majalah Gadis di Kota Semarang, diperoleh signifikansi sebesar 0.018 atau  lebih  kecil  dari  angka  kritis  yaitu  0.05. Sehingga terdapat  korelasi  antara  kedua variabel dalam penelitian ini dengan menunjukkan hasil yang signifikan. Jika dilihat dari Koefisien Korelasi diperoleh hasil 1.0. Maka dapat diketahui bahwa hubungan sangat tinggi.

REKONSTRUKSI CERITA MAHABHARATA DALAM DAKWAH WALISONGO

Nariswari, Adisti Candra, Hendro W, Nur Cahyo

Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.671 KB) | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1248

Abstract

The emergence of stories which had Islamic nuances in the puppet, known as  Walisongo’s creation. Walisongo with the intelligence to read the situation and conditions of society at that time, adopt and remodel stories in the puppet by inserting the teachings of Islam. One of the stories in the puppet is Mahabharata.Those changes used by Walisongo as media of dakwah, so that becomes the problem in this research is how the development of Mahabharata story   after Walisongo. The research had the purposes to know the development of Mahabharata story after Walisongo use it to propagate of Islam in Java, which has been inserted the teachings of Islam.This study is a qualitative research that focuses on the study of literature (library research) about the books Mahabharata, the Javanese culture (puppet), Walisongo, and dakwah. As well as data analysis in this research using descriptive analysis, an attempt to describe and analyze the development of Mahabharata after Walisongo and the continuer use it in the context of the spread of Islam in Java.The results showed that the development of Mahabharata story after Walisongo include: first, the Pandavas symbolized as pillars of Islam, in order to facilitate the public in the first time in knowing and understanding the five pillars of Islam. Second, the story polyandry character Draupadi in Mahabharata Hindu had changed by Walisongo into  monoandri,  because  Islam  prohibits  women  married  to  more than one males (polyandry). Third, the Heroine figure in the Hindu Mahabharata was transsexual then turned into a real woman, because in Islam are not allowed to violate their nature, are men who resemble women and women who resemble men. Fourth, the priest Drona good role models and wisely changed to a negative figure, interpreted as the views lowly clergy who abide the king. Fifth, Punakawan figure which is the native Java and then interpreted as a demonstration Walisongo or da’i. Sixth, comes pedigree Hindu god be the descendants of Prophet Adam to eliminate idolatry. Seventh, the emergence of new stories bouquet of the trustees containing the teachings of Islam, such as the story Dewaruci, amulets Kalimasada, mustaka Weni and Petruk Dadi Ratu.--------------------------------------------------------------------------Munculnya kisah-kisah dalam pewayangan yang bernuansa Islam diketahui merupakan karya Walisongo. Walisongo dengan kepandaian membaca situasi dan kondisi masyarakat waktu itu, mengadopsi dan merombak cerita-cerita dalam pewayangan dengan menyisipkan ajaran-ajaran Islam di dalamnya. Salah satu cerita dalam pewayangan yaitu cerita Mahabharata. Perubahan-perubahan tersebut merupakan pemanfaatan media dakwah oleh Walisongo, sehingga yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa yang telah disisipkan ajaran Islam.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memfokuskan diri pada studi kepustakaan (library research) mengenai buku-buku Mahabharata, budaya Jawa (pewayangan), Walisongo, dan dakwah. Penelitian ini analisis data menggunakan analisis deskriptif, sebagai upaya untuk menguraikan dan menganalisis pengembangan cerita Mahabharata setelah digunakan Walisongo dan penerusnya dalam rangka penyebaran ajaran Islam di Jawa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan cerita Mahabharata setelah adanya Walisongo meliputi: pertama, Pandawa disimbolkan sebagai rukun Islam, agar memudahkan masyarakat pada waktu dulu dalam mengetahui dan memahami lima pilar agama Islam. Kedua, cerita poliandri tokoh Drupadi dalam cerita Mahabharata Hindu dirubah Walisongo menjadi monoandri, karena Islam melarang wanita menikah dengan lebih dari satu laki-laki (poliandri). Ketiga, tokoh Srikandi yang dalam Mahabharata Hindu merupakan waria kemudian berubah menjadi perempuan sejati, karena Islam tidak memperbolehkan menyalahi kodratnya, yaitu pria yang menyerupai perempuan dan perempuan  yang  menyerupai  pria.  Keempat,  pendeta  Drona  tokoh panutan yang baik dan bijaksana dirubah menjadi tokoh negatif, dimaknai sebagai pandangan hina rohaniawan yang tunduk kepada raja. Kelima, dimunculkannya tokoh Punakawan yang merupakan asli Jawa kemudian dimaknai sebagai peraga Walisongo atau da’i. Keenam, muncullah silsilah dewa Hindu yang menjadi keturunan dari Nabi Adam untuk menghilangkan kemusyrikan. Ketujuh, munculnya cerita- cerita baru karangan para wali yang mengandung ajaran-ajaran Islam, seperti cerita Dewaruci, Jimat Kalimasada, Mustaka Weni, dan Petruk Dadi Ratu.

COMMUNITY DEVELOPMENT DENGAN BERMEDIA SECARA SANTUN

Rahmi, Amelia

Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017): Edisi Januari-Juni
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.567 KB)

Abstract

The existence of mass media has been attached to the life of modern society. The majority of mass media managed to gain material advantage and non-material at once. However, most media managers prefer material gains rather than materials,such as building youth morale, instilling simplicity, maintaining culture and upholding beliefs responsibly.There are not many media In Indonesia that are cmmitted in community development. Republika is one of them. who seek to build society by combining modernmanagement with Islamic values. Referring to the Vision, and the ethical code of Republikas journalistic profession encourages the formation of a balanced community, both physically and spiritually, educating and enlightening, criticizing without hurting.Implementation of the Code of Ethics Journalism is concerned Republika, seen from his caution in diction for news headlines and description of the news. Nevertheless still found some violations of the KEJ, namely on the principle of balance and respect the principle of presumption of innocence.----------------------------------------------------------------------------------------Keberadaan media massa telah melekat pada kehidupan masyarakat modern. Mayoritas media massa dikelola untuk mendapatkan keuntungan material dan non material   sekaligus. Namun demikian kebanyakan pengelola media lebih mengutamakan keuntungan material dari pada non material, seperti membangun moral para pemuda, menanamkan kesederhanaan, menjaga budaya dan menegakkan keyakinan secara bertanggung jawab. Di Indonesia tidak banyak media yang berkomitmen pada pengembangan masyarakat. Republika merupakan salah satu surat kabara yang menggabungkan manajemen modern dengan nilai Islami untuk membangun komunitas. Surat kabar tersebut tetap aksis ditengah kompetisi yang ketat saat ini.Mengacu pada visi, dan kode etik profesi jurnalistik, Republika  mendorong terbentuknya komunitas yang terbangun secara seimbang, baik fisik maupun spiritualnya, mendidik dan mencerahkan, mengkritisi tanpa menyakiti. Implementasi Kode Etik Jurnalistik sangat diperhatikan Republika, terlihat dari kehati-katiannya dalam diksi untuk judul berita maupun deskripsi beritanya. Namun demikian masih ditemukan beberapa pelanggaran KEJ, terletak pada prinsip keseimbangan dan menghormati asas praduga tak bersalah.

PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL UNTUK MEWUJUDKAN KESEHATAN MENTAL BAGI KONSELI

Nihaya, Ulin

Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.147 KB) | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1244

Abstract

Health for human life becomes a very important thing. Health is not only in the form of physically healthy, but also spiritually healthy in  a  mental sense. Diseases caused by mental health can be handled by interpersonal communication through behavioristik counseling. Interpersonal communication is to obtain individual information needs assessment, associated symptoms of mental health problems experienced by the counselee. Furthermore, the application of behavioristic therapy in the context of healthy mental growth in individuals with counseling step.--------------------------------------------------------------------------Kesehatan bagi kehidupan manusia menjadi hal yang sangat penting. Kesehatan tidak hanya dalam bentuk yang sehat secara fisik, tetapi juga sehat rohani dalam arti mental. Penyakit yang disebabkan oleh kesehatan mental dapat ditangani oleh komunikasi interpersonal melalui konseling behavioristik. Komunikasi interpersonal adalah untuk mendapatkan informasi pribadi penilaian kebutuhan, gejala terkait masalah kesehatan mental yang dialami oleh konseli. Selanjutnya, penerapan terapi behavioristik dalam konteks pertumbuhan mental yang sehat pada individu dengan tahap konseling.

PERAN OPINION LEADER DALAM SISTEM DAKWAH (Analisis Difusi Jaringan Komunikasi)

Hasanah, Hasyim

Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017): Edisi Juli-Desember
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.911 KB)

Abstract

This paper aims to explain the role of opinion leader in dakwah activities through the analysis of communication network diffusion. This paper uses a descriptive qualitative method, with a network analysis approach. The results showed that opinion leaders playan important role in accelerating and slowing the process of diffusion of dakwah information. The higher the ability of people to influence others, the higher the effort also in influencing behavior changes that  occur in  that  person.  This is because  the  opinion  leader has the characteristic of making himself a media through innovation into society as a social system. An opinion leader also becomes a reference for media behavior (media behavior). That is, when the opinion leader is a Dai, he is a information disseminator of dakwah information that makes himself as one of the media forming behavior to change the order of values, attitudes, and behavior of people in a systematic and structured. Double role of a Dai to achieve social system changes and realize the life of the people who Sallam, hasanah, and thayyibah, and getting of Ridho Allah SWT.---------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran opinion leader dalam dakwah Islam melalui analisis difusi jaringan komunikasi. Tulisan ini menggunaakan metode kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin opini memegang peranan penting dalam mempercepat maupun memperlambat proses difusi informasi dakwah. Semakin tinggi kemampuan orang mempengaruhi orang lain, maka akan semakin tinggi pula usahanya dalam memengaruhi perubahan perilaku yang terjadi pada orang tersebut. Hal ini dikarenakan opinion leader memiliki karakteristik menjadikan dirinya sebagai media lewatnya  inovasi  ke dalam masyarakat sebagai  sebuah  sistem  sosial.  seorang opinion leader juga menjadi rujukan bagi perilaku media (media behavior). Artinya, ketika opinion leader adalah  seorang  dai,  maka  ia merupakan penyebar informasi  dakwah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu media pembentuk perilaku untuk mengubah tatanan nilai, sikap, dan perilaku umat secara sistematis dan terstruktur.  Peran ganda seorang dai guna mencapai perubahan sistem sosial dan mewujudkan kehidupan umat yang salam, hasanah dan thayyibah serta memperoleh ridha Allah SWT.

PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENYIARAN WALISONGO TV

Hendro W, Nur Cahyo

Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017): Edisi Januari-Juni
Publisher : Islamic Communication Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.471 KB)

Abstract

Television is the media most widely consumed by the people of the world and especially Indonesia, with conditions like this the influence of television to be very large on the mindset and patterns of public attitudes. Faculty of Dawah and Communications UIN Walisongo as an institution that is responsible for the success of Islamic propagation in Indonesia is very appropriate to use television as one of his dawah media. The  management  of  broadcast  television  is  classified  into modern management  because  all  activities in preparing  and  producing broadcast can not be separated from computer technology. computers have an enormous influence in speeding up a product, with collaboration between software will create new innovation results in broadcast television. The programs that  will be presented must be well managed, by conducting scheduling time management of the expected broadcast programs that will be served can be  anticipated  as  early  as possible.  The production process  of  television broadcasting must be done before the program is aired. Through the process of film editing in which there is a payload of information a television program can be produced. TV broadcasting program is integrated with Walisongo TV broadcast management information system software.------------------------------------------------------------------------------------Televisi adalah media yang paling luas dikonsumsi oleh masyarakat dunia dan khususnya Indonesia, dengan kondisi seperti ini pengaruh televisi menjadi sangat besar terhadap pola pikir maupun pola sikap masyarakat. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo sebagai sebuah institusi yang ikut bertanggung jawab atas berhasilnya dakwah Islam di Indonesia sangatlah tepat untuk menggunakan televisi sebagai salah satu media dakwahnya. Managemen siaran televisi digolongkan kedalam manajemen modern karena semua aktivitas dalam mempersiapkan dan memproduksi siaran tidak bisa lepas dari teknologi komputer. komputer mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mempercepat menghasilkan sebuah produk, dengan kolaborasi antar software akan tercipta hasil inovasi baru dalam siaran televisi. Program-program yang akan disajikan harus dikelola   dengan   baik,   dengan melakukan  managemen  penjadwalan  waktu siaran diharapkan program-program yang akan ditayangkan dapat diantisipasi sedini mungkin. Proses produksi siaran televisi harus dikerjakan sebelum program tersebut ditayangkan. Melalui proses editing film yang didalamnya terdapat muatan informasi sebuah program tayangan televisi dapat dihasilkan. Program siaran televisi tersebut diintegrasikan dengan software sistem informasi manajemen siaran Walisongo TV.

Page 1 of 4 | Total Record : 33