cover
Filter by Year
Articles
100
Articles
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER MUKMIN DI M. TON/M. PLAI SEKOLAH ISLAM SARTMULNITI PHATTALUNG THAILAND

Maisu, Mr. Anat

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The strategies used for mu??min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018. The purpose of this research is to describe the implementation of mu??min character education, describes the methods used for mu??min character education, and to find the supporting factors and the thwarting factors faced within the process of implementing mu??min charcter education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018. This research is a qualitative research based on a field research study with ethnographic approach. The location of that research is high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand. Technique of collecting data in that research is based on interviews, observation, and documentation. Analysis is done on that research by collecting data, reduction of data, displaying data, and conclusion. The results of this research regarding the implementation of mu??min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018 can be explained as follows: takwa, mahabbatullah, muraqabah, ikhlas, tawakkal, shukur, taubat, loving and glorifying the prophet SAW, following and obeying the prophet SAW, saying shalawat and salam to the prohet SAW, Birrulwalidain, obeying leaders, visiting people, hospitability, having good relations with neighbors, and islam brothers and sisters, to be just and fair, to follow the amar ma??ruf nahi munkar rules, shiddiq, amanah, istiqamah, tawadhu, shy, patient, forgiving, generous, and to make use of the nature according to your needs and still work on preserving it. The method used in mu??min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018 is as follows: giving commands and prohibitions, holding dialogues, targhib wa tarhib, stories, habituation, and setting some exemplary models. Supporting factors are: the role of sheikh and the headmaster, curriculum, school atmosphere, and school surroundings. The thwarting factors are: the big number of students and the quality of students understanding of Islam.Strategi pendidikan karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung, Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mendeskripsikan implementasi karakter mukmin, dan mendeskripsikan metode yang digunakan dalam mendidik karakter mukmin, serta menemukan faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islam sartmulniti provinsi Phattalung, Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian di M. ton/M. plai sekolah Islam sartmulniti provinsi Phattalung, Thailand. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang karakter mukmin yang diimplementasikan di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung Thailand  pada tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut: takwa, mahabbatullah, muraqabah,  ikhlas, tawakkal, syukur, taubat, mencintai dan memuliakan Rasulullah Saw, mengikuti dan menaati Rasulullah Saw, mengucapkan shalawat dan salam untuk Rasulullah Saw, Birrulwalidain, Menaati pemimpin, Bertamu,  Menerima tamu, hubungan baik dengan tetangga, ukhuwah islamiyah, adil, amar makruf nahi munkar, shiddiq, amanah, istiqamah, tawadhu, malu, sabar, pemaaf, pemurah, memanfaatkan alam sesuai kebutuhan dan menjaga lingkungan. Metode yang digunakan dalam mendidik karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut: perintah dan larangan, dialog, targhib wa tarhib, kisah, pembiasaan, dan keteladanan. Faktor pendukung adalah: peran kiyai dan kepala sekolah, kurikulum, lingkungan sekolah, dan lingkungan sekitar sekolah. Faktor penghambat adalah: jumlah siswa yang begitu  banyak, dan kualitas pemahaman Islam para siswa.

PEMIKIRAN ABU NASR MUHAMMAD AL-FARABI TENTANG NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN NEGARA UTAMA

Khoiruddin, Ahmad Rijal

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

There are two essential components in state management those are the absolute existence of leaders and its society. The quality of leaders in a state is based on the quality of its society education. Due the process of education that takes place on the scope of society becomes a decisive factor both the poor and good leaders who lead a state. This leadership discourse became the main point to be a subject in theme of Indonesian educational society in this era. Acts of corruption, collusion, nepotism of leadership oligarchy and public apathy can be referred to the condition and quality of leadership education in that society. One of the most prominent Islamic figures in state politics studies is Abū Naṣr Muḥammad bin Muḥammad al-Fārābī. Al-Fārābī is a political philosopher and Islamic scholar who has formulated the concept of the perfect state and its leadership concept known as al-Madīnah al-Fāḍilah. According to al-Fārābī a leader is required to provide the education service to his community and lead them to achieve mutual happiness. The problem formulation of this research is how al-Fārābs idea about the concept of leadership of the perfect state and its application in Islamic education. The goal of al-Fārābis leadership education is divided into two kinds, those are to form a leaders character and equip the society with theoretical discourse of leadership. The purpose of this study is to examine al-Fārābs idea about the concept of leadership of the perfect state, then apply the values of leadership education in Islamic religious education, in this case on Islamic education subject in MTs (Islamic Junior High School) and MA (Islamic Senior High School). The values of al-Fārābis educational leadership are summarized into three, faith to Allah only (tauhīd), cooperation (taāwun) and noble character (al-akhlāk al-karīmah). This research based on literature that gain qualitative method. It used a philosophical and political approach, to examine al-Fārābī??s thought in philosophical and political state. Documentation method was used to collect the information by analyzing the content of obtained information.  The results proved that in general the material of Islamic religion in the level of Mts and MA only contains the values or principles of monotheism, noble character or morality and alias. From the analysis it can be understood that the Islamic religious lesson printed is not perfect or comprehensive, because the discussion does not includes on various aspects, especially in terms of leadership, which is a big problem in Indonesia today. The solution of the problem is to add the values of al-Farabis leadership education to lesson in the books of Islamic religious education. The concept of al-Farabis leadership is a form of integration between the principles of faith to Allah only and philosophy. This means philosophically, the concept of leadership can be applied to the subject matter of Islamic religion. So that learners will get additional scientific treasures about leadership, which later expected to be able to become leaders of quality and can contribute in solving leadership problems and society in Indonesia.Dalam kepengurusan suatu negara terdapat dua komponen penting yang mutlak keberadaannya yaitu pemimpin dan masyarakat yang dipimpin. Kualitas pemimpin negara dipengaruhi oleh kualitas pendidikan masyarakat tersebut. Sehingga proses pendidikan yang berlangsung pada lingkup masyarakat menjadi faktor penentu baik buruknya pemimpin yang memimpin suatu negara. Wacana kepemimpinan ini menjadi poin utama untuk dijadikan subjek dalam tema pendidikan masyarakat Indonesia era ini. Tindak korupsi, kolusi, nepotisme oligarki kepemimpinan dan sikap apatis masyarakat dapat dirujuk atau berawal dari kondisi dan kualitas pendidikan kepemimpinan dalam masyarakat itu. Salah satu tokoh Islam yang konsen dalam hal politik kenegaraan adalah Abū Naṣr Muḥammad bin Muḥammad al-Fārābī. Al-Fārābī merupakan seorang filosof politik dan ulama Islam yang telah merumuskan konsep negara yang ideal beserta kepemimpinannya yang dikenal dengan al-Madīnah al-Fāḍilah. Menurut al-Fārābī seorang pemimpin dituntut bisa memberikan pendidikan kepada masyarakatnya dan membawa mereka meraih kebahagiaan bersama. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana konsep kepemimpinan negara utama al-Fārābī dan aplikasinya dalam pendidikan agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemikiran al-Fārābī tentang konsep kepemimpinan negara utama, kemudian mengaplikasikan nilai-nilai pendidikan kepemimpinannya dalam materi pelajaran pendidikan agama Islam jenjang MTs dan MA. Nilai-nilai pendidikan kepemimpinan al-Fārābī terangkum menjadi tiga, yaitu keimanan (tauhīd), kerjasama (ta??āwun) dan akhlak mulia (al-akhlāk al-karīmah). Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis dan politik, untuk mengkaji pemikiran filsafat dan politik kenegaraan al-Fārābī. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan menganalisis isi (content analysis) dari data-data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum materi-materi pelajaran agama Islam pada jenjang Mts dan MA hanya memuat nilai-nilai atau prinsip-prinsip tauhid, sifat-sifat atau akhlak mulia dan ketaladanan. Dari analisis tersebut dapat dipahami bahwa materi pelajaran agama Islam yang tercetak dalam buku pelajaran kurang sempurna atau komperhensif, karena pembahasannya tidak menyinggung berbagai macam aspek, khususnya dalam hal kepemimpinan, yang menjadi masalah besar di Indonesia saat ini. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan menambahkan pada setiap materi pelajaran dengan nilai-nilai pendidikan kepemimpinan al-Farabi. Konsep kepemimpinan al-Farabi ini merupakan bentuk integrasi antara prinsip-prinsip tauhid dan filsafat. Artinya secara filosofis konsep kepemimpinannya dapat diaplikasikan ke dalam materi pelajaran agama Islam. Sehingga peserta didik akan mendapatkan khazanah keilmuan tambahan mengenai kepemimpinan, yang nantinya diharapkan mampu untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang berkualitas serta dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah kepemimpinan dan tatanan masyarakat di Indonesia.

PEMIKIRAN PENDIDIKAN POLITIK MOHAMMAD NATSIR PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Jinan, Mutohharun, Nugroho, Ahmad Adi

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mohammad Natsir as a national figure is not only known as a respected religious figure, but also known as an education figure. As an education figure he has concern for the problem that occurred on social reality including politics. He viewed that the ambiguous political Ssituation is based on an error in understanding of politics, than making the political orientation has been running away from the goal of ideally. Thats why the society become apathetic and argues that the politics just consumed by elites thats who have no connection with them. On the other hand, Natsir looked that muslims could not break away from politics, this view is based upon the belief that Islam is a religion that comprehensive, not just talking about worship but also social life. Aspects of morality which becomes the hallmark of human behavior in political life highly viscous in Islamic teachings. In this aspect, discussion of education get the right moment. The purpose of this research are; (1) Knowing Mohammad Natsir??s thought about political education. (2) Find out how did the implementation of political education in the textbook of Islamic education in MTS and MA. This research is a qualitative library research. The approach uses the philosophical approach and data collection comes from documentation. While the analysis using content analysis and forwarded by the method of verstehen, then concluded by inductive method. Based on this research found that Natsir??s thought about political education reflected in some value; (1) Recognizing that the purpose of life is to worship Allah (2) Realizing human nature as social creature. (3) Equality position according to law and properties that must be owned by the ruler. (4) The structure of the state must rely on the law of the God. As the form of the implementation in the textbook of Islamic education in junior and senior high school; (1) The majority have been implementated with good, as an example attitude commendable and deplorable, the example of the Prophet and Shahabah in managing government. (2) Some of the points that have not been implemented correctly, as a discussion of secularism and communism.Mohammad Natsir sebagai tokoh nasional tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, tetapi juga tokoh pendidikan. Sebagai tokoh pendidikan, Natsir memiliki kepedulian terhadap problem yang terjadi pada realitas sosial termasuk politik. Ia memandang bahwa situasi politik yang rancu berpangkal pada pemahaman politik yang salah, sehingga menjadikan orientasi politik yang berjalan telah melenceng dari tujuan idealnya. Inilah penyebab apatisnya masyarakat dan berpendapat bahwa politik hanyalah konsumsi para elit yang tidak memiliki keterkaitan dengan mereka. Di sisi lain, Natsir memandang bahwa seorang muslim tidak bisa melepaskan diri dari politik, pandangan ini berdasarkan keyakinan bahwa Islam adalah agama komprehensif, tidak hanya berbicara tentang ibadah, namun juga kehidupan sosial. Aspek moralitas yang menjadi ciri khas perilaku manusia dalam kehidupan politik sangat kental dalam ajaran Islam. Pada aspek inilah, diskusi pendidikan mendapatkan momentumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Mengetahui pemikiran Mohammad Natsir tentang pendidikan politik. (2) Mengetahui bagaimana implementasi pendidikan politik tersebut dalam buku ajar pendidikan agama Islam di MTS dan MA. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis dan pengumpulan datanya berasal dari dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan analisis isi, dan diteruskan dengan metode verstehen, kemudian disimpulkan dengan metode induktif. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa pemikiran pendidikan politik Natsir tercermin dalam beberapa nilai, yaitu; (1) Menyadari tujuan hidup adalah menyembah Allah Swt. (2) Menyadari fitrah manusia sebagai makhluk sosial. (3) Kedudukan sama rata di depan hukum dan sifat-sifat yang harus dimiliki penguasa. (4) Susunan kenegaraan harus disandarkan pada hukum ketuhanan. Adapun bentuk implementasinya dalam buku pendidikan agama Islam sekolah menengah (MTS dan MA); (1) Sebagian besar telah terimplementasi dengan baik, penyajiannya berupa contoh akhlak terpuji dan tercela, keteladanan Nabi dan Sahabat dalam mengelola pemerintahan. (2) Terdapat beberapa poin yang belum terimplementasi dengan baik, seperti pembahasan mengenai sekularisme dan komunisme.

KONSEPSI JIHAD PERSPEKTIF ABDULLAH AZZAM DALAM BUKU DI BAWAH NAUNGAN SURAT AL-TAUBAH

Muthoifin, Muthoifin, Muzakkir, Muzakkir

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The aim of this study is to find out the reasons of Abdullah Azzam??s view in jihad, to find out the factors causing some of Abdullah Azzam??s fatwa as to get no response from some jihadist, to analyze the influence of jihad Abdullah Azzam??s view on the war of Afghanistan and Syiria. This Research is library research by using data collection method in the form of documentation research method that is research model. Searching data by using the record of event that have passed by the work of Abdullah Azzam. From the analysis that has been done, it can be drawn conclusion namely; there are some things, as background of Abdullah Azzam??s view in jihad namely to realize tawheed establish the Islamic state and militarize the youth of islam, fight against the apostate group; Fight against the attacker. (Daf??a sha??ll) and fight against the Christian (Ahli kitab). There are several factors that cause some of Abdullah Azzam??s fatwa not be responded by some jihadist ; In the case of government property the case of bombing in various places, some of the jihadist argue that the action. Is retaliation against, the US, the beheading of the enemy??s neck as a form of psychological terror. Against victims and the change in attitude of some jihadist is due to the new influences a rising from. Interaction and from text book. There are some influences of jihad Abdullah Azzam??s view of the war in Afghanistan. Against American, including; the impact of the view of global jihad Abdullah Azzam resisting the attacks. As a form of solidarity with the Palestinian muslims being colonized by Zionist Israel backed by US. The impact of Masterplan 2020 and as a retaliation for US involvement in the murder of Abdullah Azzam. There are some influences of jihad Abdullah Azzam??s view of the war of Syiria. Against the shiite regime of Nushairiyah and the Iran shiite and the Russia communist; As a form of resisting the attacks, the impact of Masterplan of 2020, the ideals of the deliverance of Palestine and as a form of war against the apostate group.Penelitian ini bertujuan hendak menemukan alasan yang melatar-belakangi pandangan Abdullah Azzam berkenaan dengan Jihad, menemukan faktor-faktor yang menyebabkan sebagian fatwa Abdullah Azzam tidak mendapatkan respon dari sebagian Jihadis, menganalisa pengaruh pandangan Jihad Abdullah Azzam terhadap perang di Afghanistan dan perang di Suriah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa metode dokumentasi (documentation research method) yaitu model penelitian dengan mencari data dengan menggunakan catatan peristiwa yang sudah berlalu berupa karya Abdullah Azzam. Dari analisa yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan; bahwasanya terdapat beberapa hal yang melatar-belakangi pandangan Jihad Abdullah Azzam, diantaranya; untuk merealisasikan Tauhid, mendirikan Negara Islam dan militerisasi pemuda Islam, memerangi kelompok Murtad, memerangi orang yang melakukan serangan (Daf??us Sha??il) dan memerangi Ahlul Kitab. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian fatwa Abdullah Azzam tidak direspon oleh sebagian Jihadis; dalam kasus perampokan harta milik pemerintah, sebagian Jihadis beralasan karena pemerintahnya adalah pemerintah Jahiliyah yang tidak menerapkan hukum Islam, dalam kasus peledakan bom di berbagai tempat sebagian kalangan Jihadis beralasan bahwa aksi tersebut merupakan aksi balasan terhadap AS, pemenggalan leher musuh sebagai bentuk teror psikologis terhadap korban dan perubahan sikap sebagian Jihadis disebabkan oleh pengaruh baru yang muncul dari hasil interaksi dan dari buku bacaan. Ada beberapa pengaruh pandangan Jihad Abdullah Azzam terhadap perang di Afghanistan melawan Amerika, diantaranya; dampak dari pandangan Jihad Global Abdullah Azzam, menahan serangan, sebagai bentuk solidaritas terhadap muslim Palestina yang sedang dijajah oleh Zionis Israel yang didukung oleh AS, dampak dari Masterplan 2020 dan sebagai aksi balasan atas keterlibatan Amerika dalam pembunuhan Abdullah Azzam. Ada beberapa pengaruh pandangan Jihad Abdullah Azzam terhadap perang di Suriah melawan rezim Syi??ah Nushairiyah dan Syi??ah Iran serta Komunis Rusia; sebagai bentuk menahan serangan, dampak dari Masterplan 2020, cita-cita pembebasan Palestina dan sebagai bentuk perang terhadap kelompok Murtad.

PEMIKIRAN PAHAM KOMUNIS PERSPEKTIF PANCASILA

Casedi, Edi, Hidayat, Syamsul

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pancasila is the foundation of the Republic of Indonesia were scattered on God, just and civilized humanity, unity of Indonesia, Democracy and led by the wisdom of wisdom in deliberation representation, social justice for all Indonesian people. Belief in God Almighty be a fundamental principle of the five precepts that exist. This precept demands that citizens of the Republic of Indonesia for the godless. However, in reality happened in the history of Indonesia and recognition Indonesian communist party in the election. This study tried to sit communism in the ideology of Pancasila and whether he has a space in it. This research is to answer the question in the hope that people understand and be aware of the teachings of communism when seated on the basis of the Homeland. Be a kind of literary qualitative research with historical and philosophical approach. Results showed communism research from the aspect of ideology, politics, socio-economics is contrary to the principles of Pancasila which are the foundation of the Republic of Indonesia. Thus, by reason of the above teachings and ideology of communism do not have space in Pancasila. Because something in violation not possible to put together and aligned. Because ideology is contradictory and do not have space in the basic state and the nation of Indonesia, should and rightly where this doctrine is not worth living fertile motherland ever betrayed by the PKI to perform a coup over the legitimate government with efforts to make Indonesia not sovereign to make " subordinate "and accomplice of Russia, the communist state.Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersilakan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan dan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi asas fundamental dari kelima sila yang ada. Sila ini menuntut agar warga NKRI untuk bertuhan. Namun, dalam realitanya terjadi dalam sejarah Indonesia pengakuan dan pengakomodiran partai komunis dalam pemilu Indonesia. Penelitian ini mencoba mendudukkan paham komunisme dalam ideologi Pancasila dan apakah ia mempunyai ruang di dalamnya. Penelitian ini menjawab persoalan tersebut dengan harapan agar masyarakat memahami dan mewaspadai ajaran komunisme ketika didudukkan dengan dasar NKRI. Literer kualitatif menjadi jenis penelitian dengan pendekatan historis dan filosofis. Hasil penilitian menunjukan  komunisme dari aspek ideologi, politik, sosial-ekonomi sangat bertentangan dengan prinsip Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Maka dengan alasan di atas, ajaran dan paham komunisme tidak mempunyai ruang dalam Pancasila. Karena sesuatu yang bertentanganan tidak mungkin untuk disatukan dan disejajarkan. Karena paham tersebut bertentangan dan tidak memiliki ruang dalam dasar negara dan bangsa Indonesia, sudah seharusnya dan sepantasnya keberadaan ajaran ini tidak layak hidup subur di bumi pertiwi yang pernah dikhianati oleh PKI dengan melakukan kudeta atas pemerintahan yang sah dengan upaya menjadikan Indonesia tidak berdaulat dengan menjadikannya  ??bawahan? dan kaki tangan Rusia, negara komunis.

POLIGAMI DAN KEADILAN DALAM PANDANGAN MUHAMMAD SYAHRUR: STUDI REKONSTRUKSI PEMIKIRAN

Rosyada, Yassirly Amrona

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The problem of justice in polygamy was interesting to be axamined. One of those interesting problem associated with polygamy was the existence of ??the upper limits? condition from al Quran. Muhammad Syahrur allowed polygamy only to a widow with child. He used the linguistic approach based of historical-scientific method, but rejected the similarities of al Quran languages and asbab al nuzul. This study aims to show the thought of Muhammad Syahrur about justice concept in polygamy and its critics. This study was a library research employing qualitative and used normative approach. The primary data source which used in this study is Muhammad Syahrur??s work named al Kitab wa al Quran Qira??ah Mu??ashirah dan kitab Nahwa Ushul Jadidah li al Fiqh al Islamy: fiqh Al Mar??ah. The data were collected trough documentation. According to Muhammad Syahrur, polygamy allowed a widow who her husband died and had children. This was based from linguistic approach of al Quran??s verse which differentiate between word ??adala? and ??qasatha?. Also based relation of polygamy from the third and second, 127th and 129th verse in QS. al Nisa. Those verse explained to us the relation of orphans, widows and how justice a man to this wives. Muhammad Syahrur??s thought was so different with other ulama who treat the word ??adala? and ??qasatha? as the same. Also explained the relation of the third and second verse of orphan??s wealth and orphan who would be married context. The relation of the third verse with verse 127 based from bride price would give, also verse 129 emerged because of the asbab al nuzul which explained a man impossible to be justice to this wives on emotional leaning, not on providing.Persoalan keadilan dalam poligami menarik untuk dikaji. Salah satu hal yang menarik dari poligami adalah adanya syarat yang ??melebihi dari? ketentuan nash al Qur??an. Muhammad Syahrur mensyaratkan dibolehkannya poligami hanya kepada para janda yang mempunyai anak yatim. Syahrur berpegang pada pendekatan kebahasaan dengan metode historis-ilmiah, tetapi ia menolak adanya sinonimitas bahasa al Qur??an dan asbab al nuzul. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemikiran Muhammad Syahrur tentang konsep keadilan dalam poligami dan kritik terhadap pemikiran tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif yaitu ilmu tafsir dan ilmu ushul al fiqh. Sumber data primer yang digunakan adalah buku karya Muhammad Syahrur yang berkaitan langsung dengan tema penelitian, yaitu kitab Al Kitab wa Al Qur??an Qira??ah Mu??atsirah dan kitab Nahwa Ushul Jadidah li al Fiqh al Islamy: fiqh Al Mar??ah. Metode pengumpulan data menggunakan model dokumentasi. Menurut Muhammad Syahrur, poligami dibolehkan untuk para janda yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak (yatim). Hal ini berdasarkan atas pendekatan kebahasaan ayat al Qur??an yang membedakan antara kata ??adala dan qasatha, serta berdasarkan atas hubungan ayat poligami pada Surat al Nisa?? ayat 3 dengan ayat 2, 127, dan 129. Ayat-ayat tersebut menjelaskan hubungan antara anak-anak yatim, janda-janda yang ditinggal mati, dan tidak dapat berbuat adilnya seseorang terhadap istri-istrinya. Pemikiran Muhammad Syahrur ini sangat berbeda dengan pemikiran kebanyakan ulama yang menyamakan arti kata ??adala dan qasatha, serta menjelaskan hubungan ayat ketiga dengan ayat kedua dalam konteks harta anak-anak yatim yang dalam pengampuannya dan anak-anak yatim yang akan dinikahinya. Hubungan ayat ke-3 dengan ayat 127 berdasarkan atas mahar yang akan diberikan, serta ayat 129 yang muncul karena ada asbab al nuzul yang menjelaskan manusia tidak dapat berbuat adil terhadap istri-istrinya dalam hal perasaan, bukan dalam hal pemberian nafkah dan qasm (giliran).

METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB

Shobron, Sudarno, Hasan, Moh. Abdul Kholiq, Kapawi, Hasan

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Educational methods have an important role in the education process, educators who are engaged in teaching and learning process, if want the goal can be achieved effectively and efficiently, then using appropriate methods in teaching and learning process in accordance with the material being taught and the ability of students. The Quran contains normative values of Islamic education, not least the method of Islamic education, because the style of language (uslub) and the expression (tadbir) contained in the Quran indicates that these verses contain educational methods with different styles and varieties. Objectives to be achieved in this research are: Describe the method of Islamic education in the Quran according to Muhammad Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. This research is library research with qualitative research method, data analysis of researchers using data analysis techniques used in this study is deductive analysis, that is how to draw specific conclusions from things that are general. The sources of data taken consisted of Tafsir al-Misbah and books relevant to this research.Sources of data are taken from Tafsir al-Misbah and books relevant to this research. The results of the research can be concluded from several Islamic Educational Methods contained in al-quran, among others:  (1) The command to ask the one who does not know something (the case) to another who knows more about the matter (the case), (2) Allah revealed the Quran which contains the story of the former to direct humanity to a better life, (3) Exemplary of the Prophet Muhammad saw. include matters relating to worship to Allah swt. as well as those relating to fellow human beings, (4) Ibrah taken from stories can explain religious issues, show truth and a straight path, and open the door of mercy for believers, (5) Advice calls on people to implement the Shariah that God established and to refrain from various things and deeds that Allah has forbidden, (6) Allah always accepts the repentance of his servant who repents to Allah and regrets his guilt, (7) a great reward is given to those who are patient toward disaster and anyone who is always grateful, that is a high position in the sight of Allah SWT. and they get forgiveness, (8) The Quran notices the wrongs of a person, especially Muslims to accept the Sharia.Metode pendidikan mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan. Seorang pendidik yang berkecimpung dalam proses belajar mengajar, apabila menginginkan tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan m ateri yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima. Al-Qur??an memuat nilai-nilai normatif pendidikan Islam, tidak terkecuali metode pendidikan Islam, karena gaya bahasa (uslub) dan ungkapan (tadbir) yang terdapat dalam al-Qur??an menunjukkan bahwa ayat-ayat itu mengandung metode pendidikan dengan corak dan ragam yang berbeda-beda Tujuan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan metode pendidikan Islam di dalam al-Qur??an menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan metode penelitian kualitatif. Untuk mengolah data, peneliti menggunakan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deduktif, yaitu cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sumber data yang diambil terdiri dari Tafsir al-Misbah dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dari beberapa Metode Pendidikan Islam yang terdapat dalam al-qur??an, antara lain: (1) Perintah untuk bertanya bagi orang yang tidak tahu akan suatu hal (perkara) kepada orang lain yang lebih mengetahui akan hal (perkara) tersebut. (2) Allah menurunkan al-Qur??an yang bersisi tentang kisah kaum terdahulu untuk mengarahkan umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik, (3) Keteladanan Nabi Muhammad saw.  meliputi hal-hal yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah swt. maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. (4) Ibrah yang diambil dari kisah-kisah dapat menerangkan persoalan-persoalan agama, menunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang yang beriman. (5) Nasiat menyeru manusia agar melaksanakan syariat yang ditetapkan Allah dan mengekangan diri dari berbagai hal dan perbuatan yang diharamkan Allah swt. (6). Allah senantiasa menerima taubat hambanya yang bertaubat kepada-Nya dan menyesali akan kesalahannya, (7) Akan ada pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar terhadap bencana dan siapa saja yang selalu bersyukur, yaitu kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. dan mereka memperoleh ampunan, (8) Al-Qur??an memperhatikan kesiapan seseorang, khususnya umat Islam untuk menerima syariat.

ا?ع??د ا??ر?بة ف? ا?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ف? ا??صارف ا?إس?ا??ة

Novita, Reskie

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The appearance of innovative thoughts, which mostly originated by Westerns, in the development of ??aqad (the letter of contract) has made ways in enhancing the scope of commerce. The innovation of ??aqad also has been applied to banking products in Indonesia, both in conventional and sharia banking systems. Among available new banking products is IMBT (ijarah muntahiyah bittamlik) or sale and lease back. Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) is considered as one of Islamic banking which has issued and distributed this kind of banking product for fulfilling the needs of clients. This study has several aims. Besides having a deep understanding the IMBT as a banking product and analyzing the aqad??s, this study was also established for addressing the implementation of IMBT??s aqad??s, whether they are acceptable by Islamic financial principle, which absolutely intends to prevent any parties from the practices of riba, or not. This research is a field study. Secondary quantitative data were addressed firstly prior to the primary quantitative data. In order to obtain a more precise findings and conclusions, the collection of quantitative data was followed by collecting qualitative data through conducting interview sessions on staffs of BRI Syariah Surakarta. Findings of this study show that the IMBT is a multiple contract complicated by sell,rent and hibah, the formula contact of sale and lease back / ijarah muntahiyah bittamlik at bank BRI sharia Surakarta is end by hibah and it is permissible because of every contract is fulfilled by term, condition and pillar or sharia.Kemunculan beberapa inovasi pemikiran yang kebanyakan berasal dari Barat dalam hal pengembangan ??aqad atau kontrak telah membuat ruang lingkup jual beli menjadi lebih luas. Inovasi dalam ??aqad juga terjadi pada produk-produk perbankan di Indonesia, baik itu pada perbankan konvensional maupun perbankan syariah. IMBT (ijarah muntahiyah bittamlik) adalah salah satu produk perbankan yang dapat diakses di Indonesia. BRI Syariah adalah salah satu bank syariah yang menjual produk ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Selain dalam rangka memahami secara mendalam IMBT sebagai sebuah produk perbankan dan melakukan analisa terhadap aqad yang ada, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah implementasi ??aqad-??aqad IMBT telah sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang mengharamkan praktik-praktik riba. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Data sekunder dikumpulkan terlebih dahulu sebelum data primer. Untuk mendapatkan temuan dan kesimpulan yang lebih tepat, pengumpulan data kualitatif dilakukan untuk melengkapi data sebelumnya melalui wawancara terhadap karyawan BRI Syariah Surakarta. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa produk IMBT merupakan dari praktek multiple kontrak yang didalam kontraknya terdiri dari akad beli , sewa dan hibah. Bentuk kotrak IMBT yang terlaksana di Bank BRI syariah Surakarta adalah kontrak/akad IMBT yang berakhir kepemilikan dengan hibah dan ini boleh karena sesuai dengan hukum syarat dan rukun rukunnya.  ا??عا??ات ا??ا??ة ?? أ?سع ا?أب?اب ا?ف???ة ح?ت ضر?با ?? ا??عا??ات ا??ا??ة ا?حادثة? ?أ??ا?ا ?? ا?ع??د ا??ستجدة? ??? ا???تجات ا??صرف?ة ا??عاصرة ا?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ح?ث أ? ا?شر?ات ?ا?ب??? ?د بدأت بتطب?? ?ذا ا?ع?د ف? ب?ع ا?س?? ?ا??ح?ات ا?تجار?ة? ?تجد ا?باحثة أ? ا?ب?? BRI ا?شرع? بس?را?رتا ?تعا?? ب?ذا ا?ع?د. فت?دف ?ذا ا?بحث إ?? تح??? ا?تعرف ع?? ?ا??ة ا?اجارة ا???ت??ة با?ت???? ?? ص?رة ع?د?ا ف?? ?? ا?ع??د ا??ر?بة ا?حد?ثة ?ع? ا??ا?ع ا?ع??? ف? تطب?? ?ذا ا?ع?د. ?إعطاء ا??ع???ات ا?ب??ة ??ع??اء ا??صرف? ????ا ??ع ف? ا??عا??ة ا??حر?ة. ???ج ?ذا ا?بحث ???جا اس?رائ?ا تح?????ا ?ظر??ا تطب???ا ?أ? ?ذا ا?بحث ???? ع?? ج?ع ا??ع???ات ع??ا ?تع?? با?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ????ج تح????ا ?تطب???ا ف? ا?ب?? BRI ا?شرع? بس?را?رتا? ???عرفة شرع?ة ع?د ا?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ف? ا?ب?? BRI ا?شرع? بس?را?رتا ??ت با???اب?ة ?ع ا???ظف ا??ختص ب?. فا??ت?جة ?? خ?ا? ?ذا ا?بحث? إ? ا?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ?? ا?ع??د ا??ر?بة تتر?ب ف??ا ا?ب?ع ?ا?إجارة ?ا??بة ?ص?غة ع?د إ?إجارة ا???ت??ة با?ت???? ف? ا?ب?? BRI ا?شرع? بس?را?رتا ??ت??ة با??بة جائز ?است?فاء ?? ع?د ?? ا?أر?ا? ?ا?شر?ط ا?شرع?ة.

PEMIKIRAN BAKR BIN ABDULLAH DAN ABDUL QADIR BIN ABDUL AZIZ TENTANG ADAB DAN AKHLAK PENUNTUT ILMU

Anshori, Ari, Fanany, Abdullah Ali

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The background of this study is that the study is closely related to morals and manners, the companions of Allahs Apostle Shallallahu alaihi wasallam began studying to learn manners and morals. Having manners and morals will make easy science to be learned from a teacher, so blessing and will be absorbed into the benefits of life. Knowing the purpose of this study is the concept of the sheikh Bakr bin Abdullah and Shaykh Abdul Qadir bin Abdul Aziz on manners and morals prosecution of science. Tracing paper is Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm sheikh Bakr and works sheikh Abdul Qadir Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf. As well as knowing the differences and similarities view of Sheikh Bakr bin Abdullah and Sheikh Abdul Qadir Abdul Aziz on manners and morals prosecution of science. Difficulties encountered in this study is a book by Shaykh Abdul Qadir bin Abdul Aziz Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf unsold `free. He was a prisoner and was sentenced to life imprisonment by the Egyptian government because its association with global jihad. The method used is the literature using this type of comparative research, the approach used in this study is a philosophical approach, which is to examine the figures and reveal the thinking behind the visible nature of things. Methods of data collection in this study using the method of document review. The results showed that the First: Comparison of manners and morals prosecution of science in the eyes of the sheikh Bakr and Sheikhs Abdul Qadir refer book Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm and book Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf does not have much difference. Both are consistent with the Quran and Sunnah, as well as determine the good and bad morals through the Quran and the Sunnah and not others. Second: Second: the conclusion of the book Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf by Sheikh Abdul Qadir morals relating to `Alim and Mutaalim is sincere in the intention, really use the time, occupy yourself with your most important science, right in choosing the source (reference) book, beginning with science, patience to study and teach it. Third: The conclusion of book Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm is a self-contained in the claimant of science such as Science is worship, follow the path of the salafus ṣolih, always fear Allah Subhānahu wa taālā. Manners in the scientific life of the spirit in science, passionate in studying, traveling far in their studies, keep the knowledge in writing. Invalidate-canceling this provision include resentment, envy, prejudice, sit together heretical, stepped to the forbidden. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa menuntut ilmu berkaitan erat dengan akhlak dan adab, para sahabat Rasulallah Shallallahu alaihi wasallam mulai menimba ilmu dengan belajar adab dan akhlak. Memiliki adab dan akhlak akan menjadikan mudahnya ilmu yang akan dipelajari dari seorang guru, sehingga berbarokah dan akan terserap menjadi manfaat dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui konsep syeikh Bakr bin Abdullah dan syeikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz tentang adab dan akhlak penuntut ilmu. Menelusuri karya syeikh Bakr yaitu Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm dan karya syeikh Abdul Qadir Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf. Serta mengetahui perbedaan dan persamaan pandangan Syeikh Bakr bin Abdullah dan Syeikh Abdul Qadir Abdul Aziz tentang adab dan akhlak penuntut ilmu. Kesulitan yang dihadapai dalam penelitian ini yaitu buku karya syeikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf tidak terjual bebas. Beliau menjadi tahanan dan divonis penjara seumur hidup oleh pemerintah Mesir sebab keterkaitannya dengan jihad global. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research) menggunakan jenis penelitian perbandingan atau komparatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis, yaitu untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkapkan dibalik hakikat segala sesuatu yang nampak. Metode pengumpulan data dalam kajian ini menggunakan metode telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: Perbandingan adab dan akhlak penuntut ilmu menurut pandangan syeikh Bakr dan syeikh Abdul Qadir merujuk pada buku Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm dan buku Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf tidak memiliki perbedaan yang jauh. Keduanya bersesuaian dengan al Qur??an dan as Sunnah, serta menentukan baik dan buruk akhlak melalui al-Qur??an dan Sunnah, bukan yang lain-lainnya. Kedua: kesimpulan buku Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf karya syeikh Abdul Qadir adab-­adab yang berkaitan dengan Alim dan Muta??aalim ialah ikhlas dalam niat, betul­-betul memanfaatkan waktu, menyibukkan diri dengan ilmu-­ilmu yang paling penting, tepat dalam memilih sumber (referensi) buku, berawal dengan ilmu, sabar untuk menuntut ilmu dan mengajarakannya. Ketiga: Kesimpulan buku Ḥilyah Ṭālib al-??Ilm karya syeikh Bakr ialah: Adab-adab diri penuntut ilmu diantaranya Ilmu adalah ibadah, ikutilah jalan para salafus ṣolih, selalu takut kepada Allah Subhānahu wa ta??ālā. Adab dalam kehidupan ilmiah diantaranya semangat tinggi dalam ilmu, bergairah dalam menuntut ilmu, melakukan pekerjaan jauh dalam menuntut ilmu, menjaga ilmu secara tertulis. Pembatal-pembatal bekal ini diantaranya dendam, dengki, buruk sangka, duduk bersama ahli bidah, melangkahkan kaki kepada yang diharamkan.

??? ا?حضا?ة ?? ا?أ? ف? ??ظ?ر ا?ف?? ا?إس?ا?? ع?د ا??ذ?ب ا?شافع? ?ا??ا??? ا?أ?د???س?

Nashrun, Riska Binti, Basri, M. Muinudinillah

Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mother is the person most entitled to the care of her children as stated in Islamic laws and shariah, and this is in line with the nature of a mother who is very fond of their children and mother is the most patient person with their children but there is quite a worrying problem happening in the midst of our society, where there are many cases of mistreatment of children coming from their mothers, not even a few that lead to death. Found in marriage law No. 1 of 1974 and Presidential Decree on Compilation of Islamic law number 1 of 1999 the articles regulating the causes of a mother not getting custody of her child, the author tries to analyze the articles and compare it with the view of mazhab syafi i. And the results of the authors analysis shows the similarities between the articles that regulate the transfer of custody of the child from the mother contained in the two laws above with the view of mazhab syafii if compared to the eyes of maqasid syariah where the articles aimed at maintaining the safety children of hifzu nafs and hifzul aql. But there is a fundamental difference between mazhab syafii school and the law that is: in syafii school set some conditions for the mother as child custody holder while in the law there is no article that regulates about it. And in syafii madhhab mentioned some things that cause the move custody of the child from mother whose purpose is to keep aqidah children to keep straight hifzu addin, keep safety of mother hifzu nafsil ummi and keep honor father hifzu irdil abi where purpose of cause - because the intended is not contained in the articles contained in the law.And the authors conclude that the Articles contained in the law that regulate the move of custody of the child from the mother need addition to be more effective in overcoming the problems that occur in the community, especially cases of mistreatment of mothers against their children.Ibu adalah orang yang paling berhak terhadap pangasuhan anak-anaknya sebagaimana tertuang dalam undang-undang dan syari??at islam, dan hal ini sejalan dengan fitrah seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anak dan ibu adalah sosok yang paling sabar menghadapi anak-anak dibandingkan orang lain, akan tetapi ada permaslahan  yang cukup menghawatirkan terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, dimana didapati banyaknya kasus penganiayaan terhadap anak-anak yang datang dari ibu mereka, bahkan tidak sedikit yang berujung pada kematian. Didapati dalam undang-undang  Perkawinan nomor 1 tahun 1974 dan Keputusan presiden tentang Kompilasi  hukum islam nomor 1 tahun 1999 pasal-pasal yang mengatur sebab-sebab seorang ibu tidak mendapatkan hak asuh anaknya, penulis mencoba menganalisa pasal-pasal tersebut dan membandingkanya dengan pandangan mazhab syafi??i. Dan hasil analisa penulis menunjukan adanya kesamaan antara pasal-pasal yang mengatur tentang pindahnya hak asuh anak dari ibu yang terdapat pada kedua undang-undang diatas dengan pandangan mazhab syafi??I, jika  keduanya dibandingkan menurut kacamata maqasid syari??ah dimana didapati pasal-pasal yang mengatur pindahnya hak asuh ibu terhadap seorang anak dan pendapat para ahli fiqhi dalam mazhab syafi??i sama-sama bertujuan untuk menjaga keselamatan anak atau hifzu nafs dan hifzul aql. Namun terdapat  Perbedaan antara  mazhab syafi??i dan undang-undang  yaitu: dalam mazhab syafi??i ditetapkan beberapa syarat bagi ibu sebagai pemegang hak asuh anak sedangkan dalam undang-undang tidak ada pasal yang mengatur tentang hal tersebut. Dan  dalam mazhab syafi??i disebutkan beberapa hal  yang menyebabkan pindahnya hak asuh anak dari ibu  yang tujuan nya untuk menjaga aqidah anak-anak agar tetap lurus hifzu addin, menjaga keselamatan ibu hifzu nafsil ummi dan menjaga kehormatan ayah hifzu ??irdil abi dimana tujuan dari sebab-sebab yang dimaksudkan tidak terkandung dalam pasal-pasal yang terdapat  dalam undang-undang. Sekalipun terdapat beberapa perbedaan antara mazhab syafi??i dan  kedua undang-undang diatas, tetapi pasal-pasal yang mengatur tentang pindahnya hak asuh anak dari ibu tidak menyelisihi dalil-dalil yang sharih dalam Al-qur??an maupun hadits-hadits Rasulullah SAW, dan walaupun demikian menurut penulis Pasal-pasal yang dimaksud tetap memerlukan penambahan agar lebih  jelas dan efektif dijadikan sebagai landasan hukum dalam memutuskan perkara di pengadilan agama. إ? أ??? ا??اس ف? حضا?ة ا???د ا??حض?? أ? ?شف?ت?ا ?صبر?ا ع?? أعباء ا?رعا?ة ?ا?ترب?ة ???? ??? ا???ائع ا??ؤسفة ا?ت? ت?ا?ض فطرة ا?أ? ?د حدثت ب?جت?ع?ا ا????, أ? ?جد ?اعتداء ?اعدا? ?ح? ا?أ??اد ?? ا?أ?. ??ح? ا??ش??ة ?ضع ف? ا??ا??? ??اد ت?ص ع?? أسباب ??? ا?حضا?ة ?? ا?أ? ?ذا?? ف? ا??ا???  ا??ضع? ا?أ?د???س?  ا?ر?? ا?أ?? س?ة 1974 ع? ا?ز?اج ?ف? ?رار رئ?س ا?ج???ر  ا?ر?? 1 عا? 1991 ع?  أح?ا? ا?أح?ا? ا?شخص?ة,  ??ار? ا?باحث ت?? ا?أسباب ا???ص?صة ف? ا??ا????? ب?ظرة ا??ذ?ب ا?شافع?. ???تج ?? ا?بحث أ?  ?ض??? ا?أسباب ا???ص?صة ف? ا??ا??? ?تف?ة با?أسباب ا???ص?صة ?? ا??ذ?ب ا?شافع? ?ظرا إ?? تح?? ?ص?حة  حفظ ?فس ا??حض?? ?حفظ ع??? ?راء ?ذ? ا?أسباب. ?اتف? ا??ا??? با??ذ?ب بأ? ا??حض?? ا????ز ?خ?ر ب?? أ?? ?أب??. ??رد ا?خ?اف ب?? ا??ا??? ?ا??ذ?ب أبرز?ا ا?خ?اف ف? شر?ط ا?حاض? ???اد ا??ا??? عا?ة ب???ا ?ص?ص ا??ذ?ب ???دة ?أ? ف??اء ا??ذ?ب ?راع? تح?? ?ص?حة حفظ د?? ا??حض?? ?حفظ ?فس ا?أ? ?حفظ عرض ا?أب ب???ا ?ادة ا??ا??? تغف? ع??ا, ???? ?ع ?ذا ?? ??? ا?خ?اف ب????ا خ?افا ح????ا ?أ? ?ادة ا??ا??? ?? ت?? تخا?ف ا?أد?ة ا?صر?حة ?? ا??تاب ??ا ?? ا?س?ة ح?ث أ??ا ?ست?دة ?? ا?شر?عة ا?إس?ا??ة ?ذا??, إ?ا أ? ا???اد ا?ت? تب?? أسباب ??? ا?حضا?ة ?? ا?أ? ?ا?صة تحتاج إ?? ز?ادة ?? ا?ب?ا? أ? ز?ادة ف? بعض ا???اد ?ت??? أ?ضح ????ا ?صدرا ف? ا??ضاء با??ح??ة ا?د???ة.