cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Kajian Relevansi Sifat Piskokimia Tanah pada Kualitas dan Produktivitas Kentang (Solanum Tuberosum L) Arsa, I Wayan; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research  was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soil psychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levels are: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose of compost was  20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanent wilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability of water crops was between    21 – 24 % wet basis (w.b).  Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to 6.9.  Content of C-organic content at early potatoes planting was  4.0 – 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organic content was 4.7 – 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. The number of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%
Pengaruh Larutan Disinfektan dan Pengemasan Atmosfer Termodifikasi Menggunakan Film Plastik Terperforasi Terhadap Susust Bobot dan Mutu Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan Mandana, Gede Oka; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan pencuci dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah caber merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan (Do), perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat (Ds) dan perendaman dalam 300 ppm larutan klorin (Dk). Faktor kedua adalah persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; 0% perforasi (Po), 0.3% perforasi (P0.3), 1.0% perforasi (P1.0) dan 3.0% perforasi (P3.0). Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0.06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 280-300 gr buah untuk setiap unit percobaan. Sebagai pembanding disiapkan kontrol yaitu buah cabai merah besar tanpa perlakuan disinfektan dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 3% (DkP3) secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol.   The aim of this research was to determine the type of disinfectant solution to wash the large-red chili fruit and the percentage of perforation plastic film packaging polypropylene perforation (PP) which are able to decelerate the quality deterioration of the chili fruit during storage. This research used a completely randomized with two factors of treatments. The first factor was isinfectant solution with three stage treatments which is consisted of three different treatments, namely without treatment of disinfectants (Do), submersion in 200 ppm solution of potassium sorbate (Ds) and submersion in 300 ppm chlorine solution (Dk). The second factor was the percentage of perforation of plastic film packaging with four different levels of treatments, namely without perforation (Po), with 0.3% perforation (P0.3), with 1.0% perforation (P1.0) and with 3.0% perforations (P3.0). The experiment used a plastic film type of polypropylene with dimension of 30 cm x 20 cm and 0.06 mm thickness. Each treatment was repeated three times with 280 – 300 g fruits for each experimental units. Control was prepared using chili fruits without disinfectant and packaging as comparison. The result indicated that the chili fruits submerged in 300 ppm chlorine and packed in the 3 % perforated plastic films bags gave significant reduction in weight loss and intensity of of decay compare than other treatments and control.
Pengaruh Pemberian Kompos pada Budidaya Tanaman Kacang Tunggak Terhadap Erodibilitas Tanah Sembiring, Ronni Agriva; Setiyo, Yohanes -; Sumiyati, S -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos pada budidaya kacang tunggak terhadap erodibilitas tanah. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan mengurangi erosi suatu tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok di mana perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 6 tingkatan yaitu tanah 100%;  97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10% kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Penelitian diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisik tanah antara lain: struktur tanah, permeabilitas tanah, tekstur tanah, dan sifat kimia tanah yaitu bahan C-organik tanah, maupun penentuan nilai erodibilitas tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompos pada tanah dalam budidaya kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap tekstur tanah, permeabilitas tanah, dan bahan C-organik tanah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap struktur tanah. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tanah dan kompos pada budidaya kacang tunggak85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai erodibilitas tanah yang rendah.   This research was conducted to determine the effect of provision compost in cowpea cultivation against soil erodibility. It was also expected that the research can improve soil physical characteristics and reduce soil erosion.The design used during this research was randomized group design with the ratio of soil and compost. Ratio of soil and compost consists of six levels; soil 100%, 97.5% soil: 2.5% compost, 95% soil: 5% compost; 92.5% soil: 7.5% compost 90% soil: 10 %compost; 87.5% soil: 12.5% compost and 85% soil: 15% compost. The research was repeated three times. Parameters observed in this study were the physical characteristics of soil, those are: soil structure, soil permeability, soil texture and chemical characteristics of soil that is C-organic material, as well as the determination of soil erodibility values.The results of this research showed that the ratio of soil and compost at cowpea cultivation significantly affected on soil texture, soil permeability, and C-organic materials; however it did not significantly affect the soil structure. Therefore, the best ratio of the soil and compost in cowpea cultivation is 85%: 15% to produce low soil erodibility values.
Pengaruh Pencucian Kubis (Brassica oleracea var capitata) Menggunakan Larutan Klorin dan Pengemasan Individu Wrapping-Plastic Film Terhadap Kehilangan Berat dan Kualitas Selama Penyimpanan Yasa, I Gusti Putu Umbara; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimum untuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubis menggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuan yang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densitty polyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagai pembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksi menggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plastic memiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red Green Blue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol.   The aim of of this study was to determine the optimum concentration of chlorine to wash the cabbage and the effect of plastic film wrapping- for packing the cabbage. The experiment involved the completely randomized design with two factors.  The first factor was disinfection of the cabbages using different concentrations of chlorine solution in water which was consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm.  The second factor was plastic-wrapping treatments which was consisted of a wrapping the cabbages using stretching plastic film LDPE, and  b) without wrapping.  The experiment was replicated three times with three heads of cabbages (3.40-3.85 kgs)  for each experimental unit.  Controls were prepared without any treatments as comparison. The significant finding of the experiment was that the cabbages disinfected using the 50 ppm chlorine solution and wrapping with stretching plastic film has lower weight loss, and the lowest change of value (indicated by the changes of Red, Green and Blue or RGB colors), and the highest score of freshness and crunchiness compared to the 0, 100 and 150 ppm, as well as to the control cabbages
OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI URIN SAPI MENJADI BIOURIN Aritonang, Merisa -; setiyo, yohanes -; Gunadnya, I.B.P. -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai fermentasi urin sapi menjadi biourin. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi proses fermentasi urin menjadi biourin dengan pemberian starter dan gula merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok pola faktorial 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama berupa perlakuan konsentrasi starter Rumino bacillus dengan konsentrasi 0 ml, 15 ml dan 30 ml. Faktor kedua adalah perlakuan gula merah 0, 15 dan 30 g. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Variable yang diamati adalah pH, total asam, total padatan terlarut, C-organik dan N-total. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan starter R. bacillus sejumlah 15 - 30 ml dan gula merah 15 - 30 g dalam 1.500 ml urin sapi dapat mempercepat produksi biourin dalam  proses fermentasi urin sapi yang diambil dari Simantri nomor 225. Umur urin sapi sebelum diproses yaitu satu hari dari saat dikeluarkan oleh sapi dewasa. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari dapat dipercepat menjadi 5 hari, hal ini ditandai dengan stabilnya nilai pH, total asam dan total padatan terlarut mulai hari ke-5. Konsentrasi starter  R. bacillus 30 ml dengan penambahan gula merah 30 g pada 1.500 ml urin sapi yang difermentasi merupakan perlakuan optimal yaitu nilai pH 6, total asam 0,5%, total padatan terlarut 3,80Brix. Hal ini didukung oleh standar dari Permentan Nomor 70 dengan nilai pH 4 - 9. Namun, penelitian untuk nilai C-organik dan N-total belum cukup memenuhi standar Permentan yaitu C-organik 6% dan N-total 3-6% An experiment on biourine fermentation using cow urine has been carried out. The objective of this research was to optimize biourine fermentation by adding starter and palm sugar. The reseach used Completed Randomized Block Design with factorial pattern of 2 factors and 3 levels each. The first factor was starter concentrations of Rumino bacillus 0, 15, and 30 ml. The second one was weight of palm sugar added at 0, 15, and 30 g. Each treatment was repeated 3 times. Varibles observed were pH, acid, soluble solid, organic C, and total N. Results of the research indicated that starter addition of 15-30 ml and palm sugar 15-30 g for every 1500 ml cow urine accelerated biourine production in the fermentation stage of cow urine which was taken from simantri number 225. The fermentation process was carried out for 7 days and by adding this combination of traitment shortening the process to 5 days. This was shown by pH,total acid,and total dissolve solids value of urin which was stable after 5 days of fermentation. Concentration of 30 ml R. bacillus with the addition of 30 grams brown sugar in 1,500 ml of fermented cow urine is the optimal treatment in which the value of pH is 6, 0.5% total acid, and 3.80Brix total dissolved solids. This is supported by the standard of Permentan Number 70 with a pH value of 4-9. However, the research for C-organic  and N-total has not fulfilled the standard of Permentan  in which the C-organic is 6% and N-total is 3-6%. Keywords: fermentation, cow urine, biourine
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN STRAWBERRY YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA HIDROPONIK DI DALAM GREENHOUSE Purnadiyasa, I Made; Tika, I Wayan Wayan; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pola kebutuhan air untuk tanaman stroberi menggunakan hidroponik yang ditanam di rumah kaca, dari transplantasi ke waktu panen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit strawberry, sekam padi, pupuk NPK dan polybag plastik. Alat yang digunakan adalah penganalisa tanah 4 arah untuk mengukur pH tanah, kelembaban tanah, intensitas cahaya untuk tanah, keseimbangan analitis, tangki plastik yang digunakan untuk menyimpan air, penggaris dan termometer. Parameter yang diamati adalah kadar air awal, periode pasokan air irigasi, jumlah air yang digunakan oleh tanaman dan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama (i) tingkat tinggi adalah (57,66 ml / hari), (ii) sedang adalah (42,40 ml / hari) dan (iii) rendah adalah (30,06 ml / hari) ) kelembaban tanah, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman tergantung pada kelembaban tanah yang ada. Selain itu, ada kecenderungan bahwa kebutuhan air tanaman akan meningkat seiring dengan meningkatnya kelembaban tanah. Selama tingkat kelembaban tanah yang rendah (di bawah kapasitas lapangan), tanaman akan mengalami kesulitan dalam mengekstraksi air dari tanah. Sebaliknya, selama tingkat kelembaban tanah yang tinggi, air akan mudah diambil dan kebutuhan air tanaman akan meningkat karena peningkatan penguapan tanah, terutama selama tahap awal pertumbuhan tanaman The purpose of this study was to determine the pattern of water requirements for strawberry plant using hydroponic which was planted in the greenhouse, from transplanting to harvesting time. The materials used in this study were the strawberry seedlings, rice husk, NPK fertilizer and plastic polybag. The tools used were 4-way soil analyzer to measure soil pH, soil moisture, light intensity for soil, analytical balance, plastic tank that were used to store water, ruler and thermometer. Parameters  observed were initial moisture content, the period of irrigation water supply, amount of water used by plants and irrigation water requirement. Based on the study which was conducted during the (i)high level is (57,66 ml/day), (ii)medium is (42,40 ml/day) and (iii)low is (30,06 ml/day) of soil moisture, it showed that crop water requirement depended on existing soil moisture. In addition, there was a trend that crop water requirement wouldincrease as the increase of soil moisture. During low level of soil moisture (under the field capacity), the plant would experience difficulties in extracting water from soil. Conversely, during high level of soil moisture, water would easily be taken and plant water requirement would increase because of the increase of soil evaporation, especially during the initial stage of plant growth.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP KEBUTUHAN AIR TANAMAN BEBERAPA JENIS KACANG Simanjuntak, Frans Azarya; Tika, I Wayan; -, sumiyati -
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1, No 2 (2013): Agustus
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian dosis  pupuk kompos terhadap kebutuhan air tanaman beberapa jenis kacang yaitu kacang tunggak, kacang kedelai, dan kacang hijau. Perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 7 tingkatan yaitu: 100% tanah; 97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10% kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Data dianalisis secara statistik kuantitatif dan di bahas secara deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kapasitas lapang, titik layu, ketersediaan air tanah, dan kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tingkat pemberian pupuk kompos pada budidaya beberapa jenis kacang berpengaruh terhadap ketersediaan air tanah. Ketersediaan air pada budidaya kacang tunggak berkisar 34,4% - 42,7%, pada budidaya kacang kedelai berkisar 42,3% - 48,6%, pada budidaya kacang hijau 46,7% –55,7%. Kebutuhan air tanaman sangat bervariasi bergantung kepada jenis kacang. Pada penelitian ini diperoleh perbandingan tanah dengan pupuk kompos 85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai kebutuhan air tanaman yang optimal pada budidaya kacang tunggak, kacang kedelai, maupun kacang hijau.
PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA Nugeraha Inggas, Made Arya; Utama, I Made Supartha; Arda, Gede -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ragam emulsi minyak nabati di dalam air, sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di dalam suhu ruang (27-300C). Ragam emulsi sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah emulsi minyak kelapa (E1), emulsi minyak biji bunga matahari (E2), emulsi minyak wijen (E3), dan emulsi minyak kanola (E4) dengan konsentrasi sama yaitu minyak nabati  0,5%.  Bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan emulsi adalah tween 80 1%, asam oleat 0,5 %, alkohol 3%. Sebagai pembanding, buah tomat juga diberikan perlakuan lilin pelapis komersial Wax Brogdex dengan konsentasi yang sama (E5) serta buah tomat tanpa diberi pelapisan sebagai kontrol (E0). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis emulsi minyak sebagai bahan pelapis berpengaruh sangat nyata terhadap masa simpan dan mutu buah tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan pelapisan dengan emulsi minyak wijen (E3) memberikan pengaruh terbaik dimana mampu menekan perubahan berat, dan intensitas pembusukan serta mempertahankan kekerasan, bila dibandingkan dengan kontrol dan emulsi berbahan Wax Brogdex selama penyimpanan. Sedangkan pelapisan dengan emulsi minyak biji bunga matahari (E2) adalah perlakuan terbaik kedua dalam menekan perubahan berat dan mempertahankan kekerasan, namun, intensitas pembusukan masih rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan emulsi minyak lainnya. The purpose of this study was to determine the effect of a variety of vegetable oil emulsions in water, as a coating material, on the quality and shelf life of tomato fruit (Lycopersicon esculentum Mill.) at room temperature (27-300C). Oil emulsion treatments in this study were palm oil (E1), sunflower seed oil (E2), sesame oil (E3), and canola oil (E4) emulsions with the same concentration of 0.5%. Additional materials that were used in making emulsion were 1% tween, 0.5% oleic acid and 3% alcohol. For comparison, the separate tomato fruits were coated with Brogdex Wax commercial (E5) with the same concentration as the oil emulsions, and without any coating material as controls (E0). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The results showed that the types of oil emulsions as well as brogdex wax and controls significantly affected the shelf life and quality of tomato fruit during storage at room temperature. Coating with sesame oil emulsion (E3) resulted in the highest reduction on the weight change, and intensity of decay, and the change of texture, when compared with controls and Wax Brogdex emulsions during storage at room temperature. While coating with sun flower seed oil emulsion (E2) was the second best in reducing the changes of weight and texture; however, the average of decay intensity was still higher than other oil emulsion treatments.  
Kajian Jarak Legowo Terhadap Iklim Mikro pada Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo Hendra, I Putu; Sumiyati, S -; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the legowo distance studies in rice farming systems legowo row. This study is also expected to get the optimal distance legowo on legowo row planting system to improve the productivity of rice in Subak system. This research is divided into 5 treatment, the treatment in accordance with local farmers distance of 28 cm ; legowo 6:1 with wide legowo 1.25 x 28 cm ; legowo 6:1 with wide legowo 1.50x28 cm ; legowo 6:1 with wide legowo 1.75 x 28 cm ; legowo 6:1 with wide legowo 2 x 28 cm. This study was repeated 3 times. Parameters observed in this study ware : microclimate include: ambient temperature. The results suggest the application of legowo 6:1 cropping systems with a wide range legewo difference in each treatment shown to affect the relative humidity.
Pengaruh Teknik Budidaya SRI (System of Rice Intensification) dan Legowo Terhadap Iklim Mikro dan Produktivitas Padi Ketan (Studi Kasus di Subak Sigaran) Sanjaya, I Putu; Tika, I Wayan; Sumiyati, S -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the effect of planting System of Rice Intensification (SRI) and legowo 6:1 row planting system of the microclimate and the rice plants productivity. This study was divided into 4 treatments with 3 replications, ie treatments conventional techniques, SRI method of planting, application of legowo 6:1 row planting system, and combination of SRI planting method and legowo 6:1 row planting system. The results showed the application of SRI planting method and legowo 6:1 row planting system not affecting the microclimate conditions, but affecting the productivity of riceplants. The results also showed that treatment K3 applying SRI methods combined with legowo 6:1 row planting system is the best treatment compared with other treatments.

Page 2 of 14 | Total Record : 139