cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
KLIK - KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2015)" : 18 Documents clear
PENERAPAN METODE AHP TOPSIS PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) TERBAIK DARI DINAS PENDIDIKAN KOTA BANJARBARU (Studi Kasus TK di Kecamatan Banjarbaru Selatan) Khairunnisa, Khairunnisa; Farmadi, Andi; Kartika, Heru Candra
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.12

Abstract

Currently the rapidly growing world of technology is very helpful to all facets of life in the community in the development of the times and life in terms of education. To change it manually into a technology based system so important. Because as this could help the government agencies especially in updating data as well as easy access to community services. As is the case currently in my research of decision support system in the determination of the best childhood kindergarten education service of long beach using AHP TOPSIS, because the government needs to provide access service to facilitate the submission of information on kindergartens to the community, this is important because the number of kindergarten in district of long beach south of the quality of each kindergarten children had various kinds of the government needs to be ranked the kindergardens in every quality that childhood can be measured with both. Keywords: Decision Support System, the best childhood kindergarten, method AHP TOPSIS Taman Kanak-kanak yang baik dan berkualitas adalah Taman Kanak-kanak yang memenuhi Standar Pendidikan Nasional. Berdasarkan standar pendidikan nasional terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Seperti halnya saat kasus dalam penelitian ini tentang sistem pendukung keputusan dalam penentuan taman kanak-kanak terbaik dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menggunakan AHP Topsis. Perpaduan AHP dan Topsis memiliki peranan masing-masing dalam rangka menghasilkan nilai optimal. AHP digunakan untuk pembobotan kriteria, sedangkan Topsis berperan dalam menentukan perangkingan prioritas. Merubah hal manual menjadi sebuah sistem berbasis teknologi, itulah kenapa sistem ini dibuat karena pemerintah (Dinas Pendidikan) perlu memberikan layanan akses untuk mempermudah dalam penyampaian informasi Taman Kanak-kanak kepada masyarakat, hal ini penting karena dengan banyaknya Taman Kanak-kanak dikecamatan Banjarbaru Selatan maka kualitas dari tiap tiap Taman kanak-kanak pun bermacam-macam, pemerintah perlu merangking Taman Kanak-kanak tersebut agar kualitas disetiap Taman Kanak-kanak bisa terukur dengan baik. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Taman Kanak-kanak terbaik, Metode AHP TOPSIS
IMPLEMENTASI DIGITAL ASSET MANAGEMENT SYSTEM PADA WEB PORTAL KARYA SISWA JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 MARTAPURA Ramadhani, Rahmat; Faisal, Muhammad Reza; Nugroho, Radityo Adi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.18

Abstract

Student Works Web Portal Of Multimedia Department In Smk Negeri 1 Martapura is a web portal implementing Digital Asset Management System. This web portal built based by the works of the students who had only used the DVD, in which each store one of his students in a single DVD. This causes problems especially in the limited physical storage space and search work takes a long time. With the waterfall method, built a student works web portal to save the works of the students in the form of digital media. A DAM system is built on a central repository that facilitates the storage, organization, retrieval, use and reuse of digital files. The results of the construction of the web portal is known that there is a significant speed difference between the old system to the new system, the new system can be said to be faster than the old system. In addition, the new system can be seen consuming less physical space than the old system. Based on research conducted, it can be concluded that by implementing the DAM system, the search speed for work can be improved and storage of work can be saved. Keywords: Web Portal, Work, Multimedia, Digital Asset Management, Digital Media. Web Portal Karya Siswa Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Martapura merupakan web portal yang menerapkan Digital Asset Management System. Web portal yang dibangun dilatar belakangi oleh penyimpanan data karya-karya para siswa yang selama ini hanya menggunakan DVD, dimana setiap siswa menyimpan satu karyanya dalam satu DVD. Hal ini menyebabkan masalah terutama pada terbatasnya ruang penyimpanan secara fisik serta pencarian karya yang memerlukan waktu lama. Dengan metode waterfall, dibangunlah sebuah web portal karya siswa yang secara spesifik menyimpan karya-karya para siswa dalam bentuk media digital. Sebuah sistem DAM dibangun di atas repositori pusat yang memfasilitasi penyimpanan, organisasi, pengambilan, pemanfaatan dan penggunaan kembali file digital. Hasil dari dibangunnya web portal tersebut diketahui bahwa terdapat perbedaan kecepatan yang signifikan antara sistem lama dengan sistem baru, sistem baru dapat dikatakan lebih cepat dibanding sistem lama. Selain itu, dapat dilihat sistem baru memakan ruang fisik yang lebih sedikit dibanding sistem lama. Berdasarkan penelitan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan DAM system, kecepatan pencarian karya dapat ditingkatkan dan penyimpanan karya dapat dihemat. Kata kunci: Web Portal, Karya, Multimedia, Digital Assets Management, Media digital.
IMPLEMENTASI INDEPENDENT T-TEST PADA APLIKASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA RAGAM DAN GERAK SENI TARI DAERAH KALIMANTAN SELATAN Hidayat, Baron; Indriani, Fatma; Aziz, Muliadi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.14

Abstract

Multimedia development is quite rapid now. Various methods and facilities to deliver a unique teaching materials and interactive developed and applied to the world of education. Problem that exist in Sanggar Tari Kambang Tigarun is the learning process that is not routine or infrequent which held between the instructor and the students. This situation makes instructor becomes infrequent of observations on the development of learning outcomes of the students in learning the material which have taught by instructor. The model of development is based of guidelines for the development of research according to Borg and Gall which needs analysis, development planning, production / development, testing, implementation, and reporting. There are 3 stages of product testing, the expert validation performed by 2 experts of media and 2 experts of materials, one-on-one trials were conducted by 5 students, and the latter the Field Trial conducted by 11 people students who will use the application. Independent t-Test Method is used to get the diference between the use of multimedia and non-multimedia which can be used to see the difference of the grades. Evaluation of the implementation of instructional media showed no significant difference between the use of multimedia and non-multimedia and there is no of improvement after the use of instructional media. Student interest in the use of instructional media is in the good response. The conclusions are the multimedia in learning can help student to increase their grade and interest, and also it helps instructor to give some lessons out of the routine exercise. Keywords: Learning media, multimedia, flash Multimedia saat ini perkembangannya cukup pesat. Berbagai metode dan fasilitas untuk menyampaikan materi ajar yang unik dan bersifat interaktif dikembangkan dan diterapkan pada dunia pendidikan. Masalah yang ada di Sanggar Tari Kambang Tigarun saat ini adalah proses belajar mengajar yang tidak rutin atau jarangnya pertemuan yang dilakukan antara instruktur dan anak didik. Keadaan ini membuat instruktur menjadi tidak sering melakukan pengamatan secara rutin terhadap perkembangan hasil belajar anak didik dalam mempelajari materi tari yang diajarkan instruktur. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada pedoman penelitian pengembangan aplikasi menurut Borg & Gall yaitu analisis kebutuhan, perencanaan pengembangan, produksi/pengembangan, pengujian, implementasi, dan pelaporan. Terdapat 3 tahapan pengujian Produk, yaitu Validasi ahli yang dilakukan oleh 2 ahli media dan 2 ahli materi, Uji coba satu-satu yang dilakukan oleh 5 orang anak didik yang akan menggunakan media pembelajaran, dan yang terakhir yaitu Uji Coba Lapangan yang dilakukan oleh 11 orang anak didik yang akan menggunakan aplikasi. Metode Independent t-Test digunakan dalam analisis penggunaan media dan tidak menggunakan media pembelajaran, yang hasil akhirnya untuk mendapatkan perbedaan hasil belajar. Hasil dari proses penerapan media pembelajaran menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara penggunaan multimedia dan yang tidak menggunakan multimedia serta tidak adanya peningkatan setelah menggunakan media pembelajaran. Sedangkan minat belajar siswa dalam menggunakan media pembelajaran mendapatkan respon minat yang Baik. Kesimpulannya adalah media pembelajaran dapat membantu anak didik dalam meningkatkan minat dan hasil belajar serta membantu instruktur dalam mengajar di luar kegiatan rutin. Kata Kunci : Media pembelajaran, multimedia, flash
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENALAN POLA SIDIK JARI Wahyudi, Ryan; Soesanto, Oni; Muliadi, Muliadi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.19

Abstract

Biometrics is a method of recognition of an identity based on human physical characteristics such as the face, fingerprint, hand geometry, retina, and voice. Biometric identification that commonly used is the fingerprint recognition. Fingerprint identification process can be accelerated by reducing the number of fingerprint comparisons, splitting fingerprint databases into a number of classes based on pre-defined classes, such as fingerprint patterns. Fingerprint patterns are divided into five categories: Whorls, Right Loops, Left Loops, Arch, and Tented Arch. One of the pattern recognition techniques (fingerprint) is using neural network. This research developed a RBF (Radial Basis Function) neural network, which is known as SLFNs (Single Hidden Layer Feed-forward Neural Networks) that reliable in pattern recognition. The use of ELM (Extreme Learning Machine) algorithm on RBF network is an alternative to avoid long computation in the absence of adjustment weights during the training process so that the computing time relatively short. OLS (Orthogonal Least Square) is used to optimize the weights and RBF network simplification. The preprocessing of fingerprint images are grayscalling, histogram equalization, and image sequences block operation. Feature extraction method that used based on the orientation of the dominant direction of the image. One fingerprint image is represented by a value of 256 dominant angle in radians unit. From the results indicate that the ELM-RBF and OLS system can recognize fingerprint patterns with 100% accuracy on the training process, and 60% accuracy in the testing process. Keywords: Fingerprint Pattern Recognition, Extreme Learning Machine, Radial Basis Function, Orthogonal Least Square Biometrik merupakan metode pengenalan identitas seseorang berdasarkan karakteristik fisik manusia misalnya wajah, sidik jari, struktur telapak tangan, letak retina mata, dan suara. Identifikasi biometrik yang umum digunakan saat ini adalah pengenalan sidik jari. Proses identifikasi sidik jari dapat dipercepat dengan cara mereduksi sejumlah sidik jari pembanding, seperti membagi database sidik jari ke dalam sejumlah kelas berdasarkan kelas yang telah didefinisikan sebelumnya, misalnya pola sidik jari. Pola sidik jari dibagi ke dalam lima kategori, yaitu: Whorls, Right Loops, Left Loops, Arch, dan Tented Arch. Salah satu teknik pengenalan pola (sidik jari) adalah dengan jaringan saraf tiruan. Penelitian ini mengembangkan jaringan saraf tiruan RBF (Radial Basis Function), yang dikenal sebagai SLFNs (Single Hidden Layer Feed-forward Neural Networks) yang handal dalam pengenalan pola. Penggunaan algoritma ELM (Extreme Learning Machine) pada jaringan RBF merupakan salah satu alternatif untuk menghindari adanya komputasi yang lama karena tidak adanya penyesuaian bobot selama proses training sehingga waktu komputasi berlangsung relatif lebih singkat. OLS (Orthogonal Least Square) digunakan untuk optimalisasi bobot dan penyederhanaan jaringan RBF. Sebagai proses pengolahan awal citra sidik jari dilakukan proses normalisasi grayscalling, perataan histogram, dan operasi blok. Metode ekstraksi fitur ciri yang digunakan berbasis orientasi arah dominan citra. Satu citra sidik jari diwakili oleh 256 nilai sudut dominan dalam satuan radian. Dari hasil uji coba program menunjukkan bahwa ELM-RBF dan OLS dapat mengenali pola sidik jari dengan akurasi 100% pada proses training dan 60% pada proses testing. Kata kunci: Pengenalan Pola Sidik Jari, Extreme Learning Machine, Radial Basis Function, Orthogonal Least Square
IMPLEMENTASI “PICTURE DESCRIPTION” PADA APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Amelia, Rizki; Nugrahadi, Dodon T.; Budiman, Irwan
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.15

Abstract

The development of technology information in education has been growing fastly. Nowadays, English takes an important role in education and global communication in the world. On learning process, English is a foreign language subject that will tested in National Final Examination so it needs mastery and enough understanding in studying English. By optimizing the process of delivering learning materials with the use of TIK that include multimedia aspects are expected to give good influence in helping students to understand the learning material. This research study is aimed at: (1) designing english learning media application “Picture Description”; (2) to find out the influence of using english learning media application “Picture Description”. The research validators included three expert in english educattion, two expert in instructional multimedia, and twenty four students. The result shows: the difference between average of students’ study result from experiment class by using (learning media application) 80,70 with average of students’ study result from control class (conventional teaching) 72,83 shows that english learning media application “Picture Description” able to support English teaching and learning process. Keywords: Media Learning, Picture Description. Perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah berkembang pesat. Saat ini, bahasa inggris memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan komunikasi global di kehidupan dunia. Pada proses pembelajaran, bahasa inggris merupakan mata pelajaran bahasa asing yang diujikan pada saat Ujian Akhir Nasional (UAN) sehingga perlu penguasaan serta pemahaman yang cukup dalam mempelajari mata pelajaran bahasa inggris. Dengan mengoptimalisasi proses penyampaian materi pembelajaran dengan pemanfaatan TIK yang terdapat aspek-aspek multimedia diharapkan memberi pengaruh yang baik dalam membantu siswa memahami materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi media pembelajaran bahasa inggris “picture description” dan untuk mengetahui pengaruh penerapan aplikasi media pembelajaran bahasa inggris “picture descrioption”. Validator dari penelitian ini adalah 3 orang ahli bidang studi bahasa inggris , 2 orang ahli multimedia pembelajaran dan 24 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa adanya perbedaan rata-rata hasil belajar siswa dari kelas eksperimen 80,70 dengan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol 72,83 yang menunjukkan aplikasi media pembelajaran bahasa inggris “Picture Description” mampu menunjang proses pembelajaran bahasa inggris. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Picture Description.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELUARGA MISKIN Saputra, Ade; Kartini, Dwi; Soesanto, Oni
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.20

Abstract

Poverty is a difficult problem to be handled of. In that case, it’s necessary to have criteria on defining whether or not a family is in poverty. Unfortunately, until now, Karang Rejo Village at Jorong District of Tanah Laut Regency doesn’t have yet criteria with levels of prominence to make that decision. By that means, it’s necessary to make a decision support system that could support as alternative decision in defining the poverty level of each family in the Village. In the calculation on defining family poverty for the system uses MADM Yager Fuzzy Method. As for the system development uses the waterfall method. The result of this decision support system is a family data with classifications and levels of poverty. With the result that conclusion of this system is there’s a 40% difference between the system decision and the village representative’s. Keywords : Family Poverty, Fuzzy MADM Yager Kemiskinan merupakan permasalahan yang sulit untuk ditangani. Untuk itu diperlukan kriteria untuk menentukan apakah suatu keluarga itu termasuk miskin atau tidak. Sayangnya, sampai sekarang di Desa Karang Rejo Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut belum memiliki kriteria dengan tingkat kepentingan untuk membuat keputusan tersebut. Untuk iitu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang bisa menjadi keputusan alternatif pendukung dalam menentukan tingkat kemiskinan setiap keluarga di desa. Dalam perhitungan untuk menentukan tingkat kemiskinan keluarga digunakan metode Fuzzy MADM Yager. Sedangkan untuk pengembangan sistem digunakan metode waterfall. Hasil dari sistem pendukung keputusan ini adalah data keluarga beserta pengelompokan dan tingkat kemiskinan. Sehingga dari sistem ini didapatkan kesimpulan sebesar 40% perbedaan hasil antara keputusan yang dihasilkan sistem dengan keputusan dari pihak desa. Kata kunci : Keluarga Miskin, Fuzzy MADM Yager
APLIKASI DATA MINING MENGGUNAKAN MULTIPLE LINEAR REGRESSION UNTUK PENGENALAN POLA CURAH HUJAN Budiman, Irwan; Akhlakulkarimah, Artesya Nanda
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.16

Abstract

The development of information technology in todays era of globalization is growing rapidly. It also has created the development of a lot of data, including data about the weather. The method of data analysis that we used is multiple linear regression. F test, partial correlation test and coefficient of determination were used in this research. After we got a regression model with two independent variables, then we did testing for coefficient of determination. From the result, we knew that the relevance between the number of rainy days with the rainfall was very strong. The relevance between the duration of solar radiation with the rainfall was strong. Whereas, the relevance between the number of rainy days with duration of sun exposure was very strong. Coefficient of determination was 0.5778. It meant that multiple linear regression model had a reliability rate of 57,78%. The Conclusions of this research are the number of rainy days and duration of sun exposure are affecting significantly with rainfall. The regression model which used is 57,78%, it means that rainfall is influenced by 57,78% of independent variables which measured in this research. Keywords: Multiple Linear Regression, data mining, rainfall. Perkembangan teknologi informasi pada era globalisasi saat ini sangat berkembang pesat. Perkembangan ini juga telah melahirkan perkembangan banyak data, termasuk data-data tentang cuaca. Metode analisis data yang digunakan dengan multiple linear regression. Pada penelitian ini digunakan uji F, uji korelasi parsial dan koefisien determinasinya. Setelah didapatkan model regresi dengan dua variable bebas, kemudian dilakukan pengujian terhadap koefisien regresi. Dari hasil perhitungan, dapat diketahui keterkaitan antara jumlah hari hujan dengan curah hujan sangat kuat. Keterkaitan antara lama penyinaran dan curah hujan kuat. Sedangkan, keterkaitan antara jumlah hari hujan dan lama penyinaran sangat kuat. Koefisien determinasinya 0,5778. Artinya tingkat kecocokan model multiple linear regression memiliki tingkat kehandalan 57,78%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah hari hujan dan lamanya penyinaran matahari berpengaruh signifikan terhadap curah hujan. Model regresi yang digunakan memberikan hasil 57,78% yang berarti curah hujan dipengaruhi oleh 57,78% variable bebas yang diukur pada penelitian ini. Kata Kunci: Multiple Linear Regression, data mining, curah hujan.
PEMANFAATAN DATA WAREHOUSE SEBAGAI SARANA PENUNJANG PENYUSUNAN BORANG AKREDITASI STANDAR 3 DAN STANDAR 4 STUDI KASUS : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU Tunggono, Julius; Faisal, Muhammad Reza; Nugrahadi, Dodon T.
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.21

Abstract

In the process of preparing the data to complement the standard charging standard 3 and standard 4 are still done manually so that there is a constraint that is how much data is processed so that takes a long time, because they have to do a recap of many and complex data to retrieve the required data. The data warehouse is a concept and a combination of technologies that facilitate organizations to manage and maintain the historical data obtained from the operating system or application. Data warehouse design techniques used in this study is a nine-step method Kimball with data warehouse model used is the star schema models. This research aims to develop a data warehouse as a means of supporting the preparation of the accreditation forms at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lambung Mangkurat. Based on the results of the study, found that nine-step method Kimball excellent and facilitate the design of data warehouse so that data can be presented in accordance with the format of the study program accreditation forms and institutional accreditation forms. Keywords: Data Warehouse, Nine-Step Kimball, Star Schema, Forms Accreditation Dalam proses penyusunan data untuk melengkapi pengisian standar 3 dan standar 4 tersebut masih dilakukan secara manual sehingga terdapat suatu kendala yaitu banyaknya data yang diproses sehingga membutuhkan waktu yang lama, karena harus melakukan rekap data yang banyak dan rumit untuk mengambil data yang dibutuhkan. Data warehouse merupakan suatu konsep dan kombinasi teknologi yang memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional. Teknik perancangan data warehouse yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode nine-step Kimball dengan model data warehouse yang digunakan adalah model star schema. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan data warehouse sebagai sarana penunjang penyusunan borang akreditasi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat. Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa metode nine-step Kimball sangat baik dan memudahkan perancangan data warehouse sehingga data dapat disajikan sesuai dengan format borang akreditasi program studi dan borang akreditasi institusi. Kata kunci: Data Warehouse, Nine-Step Kimball, Star Schema, Borang Akreditasi
FUZZY SIMPLE ADDITIVE WEIGHTED (F-SAW) SEBAGAI PENUNJANG KEPUTUSAN REKOMENDASI CALON PEMEGANG POLIS ASURANSI JIWA BERDASARKAN UNDERWRITING (SELEKSI RESIKO) (STUDI KASUS : ASURANSI JIWA BERSAMA (AJB) BUMIPUTERA 1912 CABANG BANJARBARU) Setyoputro, Hendy; Soesanto, Oni; Kartini, Dwi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/klik.v2i1.17

Abstract

The office of Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Banjarbaru branch has a system that regulates the recruitment of new policyholders in order to fulfill the achievement of success and protect the company from risk of loss, this system is referred to as underwriting. At each period per month from this process will leave approximately 50-100 prospective policyholder files that could not be checked again and finally considered prospective policyholders suspended (pending) to apply insurance. This is certainly going to hurt the company and the prospective policyholders individual life insurance because the insurance risk is not guaranteed due to the manual process that takes a long time. In connection with the above, then made a decision support system that can help the office AJB Bumiputera 1912 Banjarbaru branch. In the calculation of recommendation prospective policyholders in this decision support system using the Simple Additive Weighted Fuzzy method (F-SAW). Waterfall is a system development method used in this research. The results of this decision support system in the form of data ranking prospective policyholders recommendations that are prioritized to take decisions based insurance accepted, considered, and rejected. Based on the research results and observations from decision support systems prospective policyholders recommendations based underwriting of life insurance (risk selection) The suitability score is 90% and the remaining 10% are not in accordance with the decision of the office of AJB Bumiputera 1912 Banjarbaru branch. Keywords: F-SAW, Underwriting, Insurance. Kantor Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Cabang Banjarbaru memiliki sebuah sistem yang mengatur dalam penerimaan calon pemegang polis baru agar dapat memenuhi pencapaian kesuksesan dan melindungi perusahaan dari resiko kerugian, sistem ini disebut dengan istilah Underwriting. Pada setiap periode per bulannya dari proses ini akan menyisakan kurang lebih 50-100 berkas calon pemegang polis yang tidak sempat diperiksa ulang dan akhirnya dianggap calon pemegang polis ditunda (pending) untuk mendaftar asuransi. Hal ini tentunya akan merugikan perusahaan dan para calon pemegang polis asuransi jiwa perorangan dikarenakan resiko asuransi belum dijamin akibat adanya proses manual yang memakan waktu lama. Sehubungan dengan hal diatas, maka dibuatlah sistem pendukung keputusan yang dapat memberikan solusi alternatif keputusan calon pemegang polis pada kantor AJB Bumiputera 1912 Cabang Banjarbaru. Dalam perhitungan rekomendasi calon pemegang polis pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode Fuzzy Simple Additive Weighted (F-SAW). Waterfall adalah metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini. Hasil yang didapat dari sistem pendukung keputusan ini berupa data perankingan rekomendasi calon pemegang polis asuransi yang lebih diprioritaskan untuk mengambil asuransi berdasarkan keputusan diterima, dipertimbangkan, dan ditolak. Sehingga kesimpulan dari sistem pendukung keputusan rekomendasi calon pemegang polis asuransi jiwa berdasarkan underwriting (seleksi resiko) ini didapatkan nilai kesesuaian 90% dan sisanya 10% tidak sesuai dengan keputusan dari kantor AJB Bumiputera 1912 Cabang Banjarbaru. Kata kunci : F-SAW, Underwriting, Asuransi.
IMPLEMENTASI INDEPENDENT T-TEST PADA APLIKASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA RAGAM DAN GERAK SENI TARI DAERAH KALIMANTAN SELATAN Hidayat, Baron; Indriani, Fatma; Aziz, Muliadi
KLIK- KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.351 KB) | DOI: 10.20527/klik.v2i1.14

Abstract

Multimedia development is quite rapid now. Various methods and facilities to deliver a unique teaching materials and interactive developed and applied to the world of education. Problem that exist in Sanggar Tari Kambang Tigarun is the learning process that is not routine or infrequent which held between the instructor and the students. This situation makes instructor becomes infrequent of observations on the development of learning outcomes of the students in learning the material which have taught by instructor. The model of development is based of guidelines for the development of research according to Borg and Gall which needs analysis, development planning, production / development, testing, implementation, and reporting. There are 3 stages of product testing, the expert validation performed by 2 experts of media and 2 experts of materials, one-on-one trials were conducted by 5 students, and the latter the Field Trial conducted by 11 people students who will use the application. Independent t-Test Method is used to get the diference between the use of multimedia and non-multimedia which can be used to see the difference of the grades. Evaluation of the implementation of instructional media showed no significant difference between the use of multimedia and non-multimedia and there is no of improvement after the use of instructional media. Student interest in the use of instructional media is in the good response. The conclusions are the multimedia in learning can help student to increase their grade and interest, and also it helps instructor to give some lessons out of the routine exercise. Keywords: Learning media, multimedia, flash Multimedia saat ini perkembangannya cukup pesat. Berbagai metode dan fasilitas untuk menyampaikan materi ajar yang unik dan bersifat interaktif dikembangkan dan diterapkan pada dunia pendidikan. Masalah yang ada di Sanggar Tari Kambang Tigarun saat ini adalah proses belajar mengajar yang tidak rutin atau jarangnya pertemuan yang dilakukan antara instruktur dan anak didik. Keadaan ini membuat instruktur menjadi tidak sering melakukan pengamatan secara rutin terhadap perkembangan hasil belajar anak didik dalam mempelajari materi tari yang diajarkan instruktur. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada pedoman penelitian pengembangan aplikasi menurut Borg & Gall yaitu analisis kebutuhan, perencanaan pengembangan, produksi/pengembangan, pengujian, implementasi, dan pelaporan. Terdapat 3 tahapan pengujian Produk, yaitu Validasi ahli yang dilakukan oleh 2 ahli media dan 2 ahli materi, Uji coba satu-satu yang dilakukan oleh 5 orang anak didik yang akan menggunakan media pembelajaran, dan yang terakhir yaitu Uji Coba Lapangan yang dilakukan oleh 11 orang anak didik yang akan menggunakan aplikasi. Metode Independent t-Test digunakan dalam analisis penggunaan media dan tidak menggunakan media pembelajaran, yang hasil akhirnya untuk mendapatkan perbedaan hasil belajar. Hasil dari proses penerapan media pembelajaran menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara penggunaan multimedia dan yang tidak menggunakan multimedia serta tidak adanya peningkatan setelah menggunakan media pembelajaran. Sedangkan minat belajar siswa dalam menggunakan media pembelajaran mendapatkan respon minat yang Baik. Kesimpulannya adalah media pembelajaran dapat membantu anak didik dalam meningkatkan minat dan hasil belajar serta membantu instruktur dalam mengajar di luar kegiatan rutin. Kata Kunci : Media pembelajaran, multimedia, flash

Page 1 of 2 | Total Record : 18