cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Articles 139 Documents
Analisis Sistem Produksi Ikan Tuna Loin Segar Menggunakan Konsep Lean Thinking (Studi Kasus Di Cv. Kyu Karya Abadi) Amijaya, I Putu Agus; Widia, I Wayan; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi ikan tuna loin segarmenggunakan konsep Lean Thinking. Fokus dari analisis sistem produksi menggunakan konsep lean adalah mengurangi waktu tunggu dan mengurangi pemborosan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata-rata waktu satu siklus produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi yaitu mencapai 299 menit, dengan distribusi 67 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas value added dan sisanya 232 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas non value added. Berdasarkan pengamatan terhadap tujuh jenis pemborosan, ditemukan terdapat satu jenis pemborosan yang terjadi di CV. Kyu Karya Abadi yaitu dikarenakan adanya produk cacat. Selain itu, pemborosan lainnya pada proses produksi di CV. Kyu Karya Abadi menggunakan process activity mapping terjadi oleh adanya jarak ruang produksi utama dengan ruang penyimpanan yang kurang berdekatan. Masih belum efisiennya proses produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi perlu menjadi perhatian pihak perusahaan untuk meningkatkan produktifitas produksi. Dari hasil tersebut diatas, dapat diberikan rekomendasi agar perusahaan menekan supplier untuk mengirimkan barang dengan kualitas terbaik sehingga dapat menurunkan persentase cacat.   The aim of this study is to analyze the production system of fresh tuna loin using Lean Thinking concept. The focus of the analysis production system using the lean concept are to reduce the waste and waiting time that will ultimately increase productivity. The results of the research showed that, the average cycle time of the production of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi reached 299 minutes, in which 67 minutes was spent on value added activities andthe rest 232 minutes was spent on the activities of non-value added. Based on observation of the seven types of waste, found there was one type of waste occur in the CV. Kyu Karya Abadi which was due to the defective products. Moreover, waste of the production process according to the process mapping activity in CV. Kyu Karya Abadi occurred by the distance of the main production room with the storage room which is less contiguous. Since there was still inefficient in the production processes of fresh tuna loin in CV. Kyu Karya Abadi, it the attention of the company is needed to increase the productivity of the production. Based on those results, it can be recommended that the company should pressing the supplier to deliver the highest quality goods, therefore they can reduce the percentage of defective.
Pengaruh Jenis dan Ketebalan Plastik Terhadap Laju Perubahan Konsentrasi O2 Selama Penyimpanan Jagung Manis (Zea mays var. saccharata Sturt) Sedani, Ni Wayan; Kencana, Pande Ketut Diah; Wijaya, I Made Anom Sutrisna
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pertanian yang disukai karena rasanya manis. Selain itu, mengandung nutrisi karbohidrat, protein, dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemak yang rendah. Jagung manis setelah dipanen masih memiliki laju respirasi tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan baik secara fisik ataupun kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan ketebalan plastikpolipropilen dan polietilen terhadap laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan dan untuk mengetahui jenis dan ketebalan plastik yang paling baik dalam menurunkan laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah jenis plastik polietilen dan polipropilen dan ketebalan plastik 0,3; 0,4; 0,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan ketebalan plastik berpengaruh nyata terhadap konsentrasi O2, kadar air, susut bobot, dan total padatan terlarut. Dari hasil penelitian ini menyarankan penggunaan jenis plastik polipropilen dengan ketebalan 0,3 mm sebagai bahan kemasan, untuk memperlambat terjadinya laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selama penyimpanan (hari ke-4).   Sweet corn (Zea mays var. Saccharata Sturt) is one of the preferred agricultural commodities because it tastes sweet. More over contains high nutritious carbohydrates, protein, vitamins, and low fat content. Sweet corn after harvest still has a high respiration rate thus susceptible to damage either physically or chemically. The purpose of this study was to determine the effect of the type and thickness of polypropylene and polyethylene plastics on the rate change of O2concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage and to determine the type and thickness of the plastic that best in lowering the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage. This study used Randomized Block Design (RBD) with three replications. The treatments used were polyethylene and polypropylene plastic bag with thickness of 0.3, 0.4, 0.5 mm. The results showed that the treatment type and thickness of plastics have real impact on the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight, and total soluble solid. From the results of this study suggest the use of a type of plastic polypropylene with a thickness of 0.3 mm as a packaging material, in order to slow the rate change of O2 concentration, moisture content, the change of weight and total soluble solid of sweet corn during storage (day 4).
KAJIAN RELEVANSI SIFAT PISKOKIMIA TANAH PADA KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KENTANG (Solanum Tuberosum L) Arsa, I Wayan; Yohanes, Setiyo; Nada, I Made
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soilpsychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levelsare: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose ofcompost was 20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanentwilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability ofwater crops was between 21 – 24 % wet basis (w.b). Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to6.9. Content of C-organic content at early potatoes planting was 4.0 – 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organiccontent was 4.7 – 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. Thenumber of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%.Keywords: Potatoes, soil phycochemical, doses, productivity and quality.
OPTIMALISASI PROSES FERMENTASI URIN SAPI MENJADI BIOURIN Aritonang, Merisa; Setiyo, Yohanes; Gunadnya, I.B.P.
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai fermentasi urin sapi menjadi biourin. Tujuan penelitian ini adalahmengoptimasi proses fermentasi urin menjadi biourin dengan pemberian starter dan gula merah. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak kelompok pola faktorial 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertamaberupa perlakuan konsentrasi starter Rumino bacillus dengan konsentrasi 0 ml, 15 ml dan 30 ml. Faktor keduaadalah perlakuan gula merah 0, 15 dan 30 g. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali. Variable yangdiamati adalah pH, total asam, total padatan terlarut, C-organik dan N-total. Hasil penelitian menunjukan bahwapenambahan starter R. bacillus sejumlah 15 - 30 ml dan gula merah 15 - 30 g dalam 1.500 ml urin sapi dapatmempercepat produksi biourin dalam proses fermentasi urin sapi yang diambil dari Simantri nomor 225. Umururin sapi sebelum diproses yaitu satu hari dari saat dikeluarkan oleh sapi dewasa. Proses fermentasi dilakukanselama 7 hari dapat dipercepat menjadi 5 hari, hal ini ditandai dengan stabilnya nilai pH, total asam dan totalpadatan terlarut mulai hari ke-5. Konsentrasi starter R. bacillus 30 ml dengan penambahan gula merah 30 g pada1.500 ml urin sapi yang difermentasi merupakan perlakuan optimal yaitu nilai pH 6, total asam 0,5%, totalpadatan terlarut 3,80Brix. Hal ini didukung oleh standar dari Permentan Nomor 70 dengan nilai pH 4 - 9. Namun,penelitian untuk nilai C-organik dan N-total belum cukup memenuhi standar Permentan yaitu C-organik 6% danN-total 3-6%.
PENGARUH LARUTAN DISINFEKTAN DAN PENGEMASAN ATMOSFER TERMODIFIKASI MENGGUNAKAN FILM PLASTIK TERPERFORASI TERHADAP SUSUT BOBOT DAN MUTU BUAH CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) SELAMA PENYIMPANAN Mandana, Gede Oka; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis larutan disinfektan sebagai bahan pencuci dan perbedaan persentase perforasi kemasan film plastik polyprophylene (PP) yang mampu memperlambat kemunduran mutu buah caber merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis larutan disinfektan dengan tiga taraf perlakuan yaitu; tanpa disinfektan (Do), perendaman dalam 200 ppm larutan potassium sorbat (Ds) dan perendaman dalam 300 ppm larutan klorin (Dk). Faktor kedua adalah persentase perforasi kemasan dengan empat taraf perlakuan yaitu; 0% perforasi (Po), 0.3% perforasi (P0.3), 1.0% perforasi (P1.0) dan 3.0% perforasi (P3.0). Penelitian ini menggunakan jenis plastik polypropylene berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0.06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan 280-300 gr buah untuk setiap unit percobaan. Sebagai pembanding disiapkan kontrol yaitu buah cabai merah besar tanpa perlakuan disinfektan dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam 300 ppm klorin dengan perforasi kemasan sebesar 3% (DkP3) secara signifikan mampu menekan susut bobot dan tingkat pembusukan pada buah cabe merah besar dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS PADA BUDIDAYA TANAMAN KACANG TUNGGAK TERHADAP ERODIBILITAS TANAH Sembiring, Ronni Agriva; Setiyo, Yohanes; Yati, Sumi
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos padabudidaya kacang tunggak terhadap erodibilitas tanah. Penelitian ini juga diharapkan dapatmemperbaiki sifat fisik tanah dan mengurangi erosi suatu tanah. Rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok di mana perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 6 tingkatan yaitutanah 100%; 97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos;90% tanah : 10% kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Penelitiandiulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisik tanah antaralain: struktur tanah, permeabilitas tanah, tekstur tanah, dan sifat kimia tanah yaitu bahan C-organiktanah, maupun penentuan nilai erodibilitas tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuankompos pada tanah dalam budidaya kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap tekstur tanah,permeabilitas tanah, dan bahan C-organik tanah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap strukturtanah. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tanah dan kompos pada budidaya kacang tunggak85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai erodibilitas tanah yang rendah.
PENGARUH PENCUCIAN KUBIS (Brassica Oleracea Var Capitata) MENGGUNAKAN LARUTAN KLORIN DAN PENGEMASAN INDIVIDU WRAPPING – PLASTIC FILM TERHADAP KEHILANGAN BERAT DAN KUALITAS SELAMA PENYIMPANAN Yasa, I Gusti Putu Umbara; kencana, pande ketut diah; utama, made supartha
beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 Tahun 2012
Publisher : beta (Biosistem dan Teknik Pertanian)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimumuntuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkanrancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubismenggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm,50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuanyang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densittypolyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagaipembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksimenggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plasticmemiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red GreenBlue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggidibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN KOMPOS TERHADAP KEBUTUHAN AIR TANAMAN BEBERAPA JENIS KACANG Simanjuntak, Frans Azarya; Tike, I Wayan; Yati, Sumi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian dosispupuk kompos terhadap kebutuhan air tanaman beberapa jenis kacang yaitu kacang tunggak, kacangkedelai, dan kacang hijau. Perbandingan tanah dan kompos terdiri dari 7 tingkatan yaitu: 100% tanah;97,5% tanah : 2,5% kompos; 95% tanah : 5% kompos; 92,5% tanah : 7,5% kompos; 90% tanah : 10%kompos; 87,5% tanah : 12,5% kompos; dan 85% tanah :15% kompos. Data dianalisis secara statistikkuantitatif dan di bahas secara deskriptif. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kapasitaslapang, titik layu, ketersediaan air tanah, dan kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan tingkat pemberian pupuk kompos pada budidaya beberapa jenis kacang berpengaruhterhadap ketersediaan air tanah. Ketersediaan air pada budidaya kacang tunggak berkisar 34,4% - 42,7%,pada budidaya kacang kedelai berkisar 42,3% - 48,6%, pada budidaya kacang hijau 46,7% – 55,7%.Kebutuhan air tanaman sangat bervariasi bergantung kepada jenis kacang. Pada penelitian ini diperolehperbandingan tanah dengan pupuk kompos 85% : 15% merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkannilai kebutuhan air tanaman yang optimal pada budidaya kacang tunggak, kacang kedelai, maupun kacanghijau. The aim of this research is to understand the effect of provision rates of dosage compost in crop water requirements for several types of beans. There are seven levels of soil and compost ratio, there are: soil 100%, 97.5% soil: 2.5% compost, 95% soil: 5% compost; 92.5% soil: 7.5%. compost 90% soil: 10 % compost; 87.5% soil: 12.5% compost and 85% soil: 15% compost. The research was analyzed descriptively. Parameters observed in this research were the field capacity, permanent wilting point, availability of water, crop water requirements. The result of this research indicate that the provision rates of compost in several types of beans affected the water availability. For cowpea ranged from 34,4% - 42,7%, soybeans ranged from 42,3% - 48,6%, green beans ranged from46,7% – 55,7%. Crop water requirements varied depend on the type of the beans. The ratio of soil and compost 85%:15% for cowpea cultivation soybean and green beans is the best in resulting low crop water requirement.
ANALISIS SISTEM PRODUKSI IKAN TUNA LOIN SEGAR MENGGUNAKAN KONSEP LEAN THINKING Amijaya, I Putu Agus; Widia, I Wayan; Aviantara, I G.N. Apriadi
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1, No 1 (2013): Februari
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem produksi ikan tuna loin segarmenggunakan konsep Lean Thinking. Fokus dari analisis sistem produksi menggunakan konseplean adalah mengurangi waktu tunggu dan mengurangi pemborosan sehingga pada akhirnyaakan meningkatkan produktifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata-ratawaktu satu siklus produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi yaitu mencapai 299 menit,dengan distribusi 67 menit dihabiskan dari aktivitas-aktivitas value added dan sisanya 232 menitdihabiskan dari aktivitas-aktivitas non value added. Berdasarkan pengamatan terhadap tujuhjenis pemborosan, ditemukan terdapat satu jenis pemborosan yang terjadi di CV. Kyu KaryaAbadi yaitu dikarenakan adanya produk cacat. Selain itu, pemborosan lainnya pada prosesproduksi di CV. Kyu Karya Abadi menggunakan process activity mapping terjadi oleh adanyajarak ruang produksi utama dengan ruang penyimpanan yang kurang berdekatan. Masih belumefisiennya proses produksi tuna loin segar di CV. Kyu Karya Abadi perlu menjadi perhatianpihak perusahaan untuk meningkatkan produktifitas produksi. Dari hasil tersebut diatas, dapatdiberikan rekomendasi agar perusahaan menekan supplier untuk mengirimkan barang dengankualitas terbaik sehingga dapat menurunkan persentase cacat.
jurnal pengaruh jenis dan ketebalan plastik terhadap laju perubahan konsentrasi o2 selama penyimpanan Sedani, Ni Wayan; Kencana, PK Diah; S. Wiajaya, I. M. Anom
BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1, No 1 (2013): Februari
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pertanian yang disukai karenarasanya manis. Selain itu, mengandung nutrisi karbohidrat, protein, dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemakyang rendah. Jagung manis setelah dipanen masih memiliki laju respirasi tinggi sehingga mudah mengalami kerusakanbaik secara fisik ataupun kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan ketebalan plastikpolipropilen dan polietilen terhadap laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarutjagung manis selama penyimpanan dan untuk mengetahui jenis dan ketebalan plastik yang paling baik dalammenurunkan laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manis selamapenyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah jenis plastik polietilen dan polipropilen danketebalan plastik 0,3; 0,4; 0,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan ketebalan plastikberpengaruh nyata terhadap konsentrasi O2, kadar air, susut bobot, dan total padatan terlarut. Dari hasil penelitian inimenyarankan penggunaan jenis plastik polipropilen dengan ketebalan 0,3 mm sebagai bahan kemasan, untukmemperlambat terjadinya laju perubahan konsentrasi O2, kadar air, susut bobot dan total padatan terlarut jagung manisselama penyimpanan (hari ke-4)

Page 1 of 14 | Total Record : 139