cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
syauqi.fmipa@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syauqi.fmipa@unisma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : -
Science: Biochemistry, Genetics and Molecular Biology -Other- includes the sub areas: Biochemistry -Biological chemistry-, Biological structure, Physiology, Molecular Biology, Cell Biology, Genetics, Biological development, Environmental Biology -Ecology-, Environmental Health, Microbiology -General and Environment-, Biotechnology
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Etnobotani Aspek Pemanfaatan dan Konservasi Katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) pada Masyarakat Pandalungan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Zakiah, Elmi; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katuk is one of the many floras that grow on Indonesian soil, one of which is in the Pasuruan area. Katuk plants have many benefits for humans, including can be used as food ingredients in the form of vegetables and traditional medicines. Traditional uses of plants that emphasize the cultural relationship of the community with plant resources in their environment, directly or indirectly, are called ethno botany studies. This study aims to determine the public perception about aspects of knowledge, utilization and conservation strategies of katuk plants in Prigen District, Pasuruan Regency. This research uses descriptive qualitative method by conducting observations, questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that as many as 42% of respondents used katuk in the field of food, 27% in the health sector, 19% as hedgerows, 12% in the economic field. The part of the katuk plant that is widely used is the leaf part. The distribution of katuk in Klataan sub-village consists of 11 points with a total of 63 individuals, and there are 10 points in Tonggowa sub-village with 49 individuals. Keywords: Ethnobotany, Sauropus androgynus L. Merr, Prigen district ABSTRAK Katuk merupakan salah satu flora yang banyak tumbuh di tanah Indonesia, salah satunya di daerah Pasuruan. Tanaman katuk memiliki banyak manfaat bagi manusia, diantaranya dapat dijadikan sebagai bahan dasar makanan berupa sayur serta obat-obatan tradisional. Pemanfaatan tumbuhan secara tradisional yang menekankan pada hubungan budaya masyarakat dengan sumberdaya tumbuhan di lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung di sebut dengan kajian ilmu etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang aspek pengetahuan, pemanfaatan dan strategi konservasi tanaman katuk di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 % responden memanfaatkan katuk dibidang pangan, 27 % bidang kesehatan, 19 % sebagai tanaman pagar, 12 % dibidang ekonomi. Bagian tanaman katuk yang banyak digunakan adalah bagian daun. Distribusi katuk di dusun Klataan terdapat 11 titik dengan jumlah 63 individu, dan di dusun Tonggowa terdapat 10 titik dengan jumlah 49 individu.  Kata kunci: Etnobotani, Sauropus androgynus L. Merr, Kecamatan Prigen  
Persepsi Masyarakat Terhadap Ruang Terbuka Hijau di Alun – alun Kota Malang dan Kota Batu Subianto, Ramly Abdullah; Laili, Saimul; Syauqi, Ahmad
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau merupakan komponen yang selalu diperhitungkan dalam proses perencanaan perkotaan apabila ruang terbuka hijau berkurang akan menimbulkan suatu permasalahan lingkungan. Menurut undang – undang no. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang perkotaan, bahwa minimal untuk memenuhi ketentuan 20 % RTH publik dan 10 % RTH privat, diketahui area ruang terbuka hijau di wilayah Kota Malang dan Kota Batu maksimal dari ketentuan tersebut. Maka dibutuhkan peran dan tanggapan dari masyarakat tentang ruang terbuka hijau. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan jumlah vegetasi di area ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Malang ada 49 jenis tanaman dan rata rata suhu 29,9 ̊C, kelembaban udara 60,6 % dan kecepatan angin 1,26 m/s. Sedangkan jumlah vegetasi di area ruang terbuka hijau Alun – alun Kota Malang ada 40 jenis tanaman rata – rata suhu 28,1 ̊C, kelembaban udara 60,7 dan kecepatan angin 1,9 m/s. Persepsi pengunjung terhadap ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Malang tentang area ruang terbuka hijau memberikan kesan yang baik dan menarik mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 70,33 %, sedangkan untuk vegetasi di area ruang terbuka hijau sudah tertata rapi dan indah mempunyai kategori rendah dengan nilai sebesar 45,67 %. Persepsi pengunjung terhadap ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Batu tentang Kondisi ruang terbuka hijau sudah bebas dari banjir mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 69,00 %, sedangkan untuk Kondisi ruang terbuka hijau sudah bebas dari pencemaran udara mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 56,00 %. 
Studi Etnobotani dan Distribusi Tanaman Siwalan (Borassus flabillifer) di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Suku Madura Thibab, Niqrisatut; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siwalan(Borassus flabillifer) merupakan produk unggulan daerah Desa Gapura Timur  yang dapat diangkat menjadi produk unggulan nasional, karena seluruh bagian tanamannya dapat digunakan oleh masyarakat desa Gapura Timur. Tanaman  Siwalan banyak tumbuh di Desa Gapura Timur yang terletak di Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep yang luas wilayahnya 582 Ha dengan jumlah penduduk 2.656 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang aspek pemanfaatan, konservasi tanaman siwalan, dan distribusi tanaman Siwalan di Desa Gapura Timur kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Metode  deskriptif eksploratif dengan analisis data menggunakan Uji validitas dan Reabilitas. Hasil penelitian untuk responden didata dari jenis kelamin, pekerjaan , pendidikan, usia sedangkan hasil uji validitasnya  96,37 dibulatkan menjadi 100, persepsi masyarakat dalan aspek konservasi dan pemanfaatanyya yaitu di ambil 50% untuk dusun Battangan dan  dan 50% distribusi pada tanaman siwalan terdapat di dusun Pangabasen karena mayoritas masyarakatnya mengelolah tanaman siwalan. Penyebarannya terdapat di 3 lokasi yaitu di perkebunan masyarakat, pinggir jalan dan pekarangan rumah. Kata kunci: etnobotani, distribusi, tanaman Siwalan
Kajian Faktor Lingkungan Abiotik pada Kolam Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dengan Suspected Parasites di Desa Balongpanggang Rohman, Fatur rohman; Athiroh, Nour; Laili, Saimul
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) banyak dijumpai di tambak budidaya Kecamatan Balongpanggang. Hal tersebut diduga karena serangan endoparasit ikan Bandeng dan pengaruh dari kualitas lingkungan abiotik tambak yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase infeksi cacing endoparasit pada ikan Bandeng, mengetahui faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi kolam ikan Bandeng dan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan abiotik dengan endoparasit pada ikan Bandeng. Penelitian dilakukan dengan mengamati ikan secara morfologi dan anatomi. Pengamatan lingkungan abiotik juga di amati seperti BOD, DO, pH, kadar garam, karbondioksida terlarut (CO2), suhu, Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolve Solid (TDS). Data yang di ambil yaitu 5 sampel ikan dari masing-masing kolam ikan dan pengukuran air dilakukan selama 3 minggu sebanyak 3 kali ulangan. Hasil pengamatan endoparasit menggunakan analisis ANOVA dengan aplikasi SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukkan kolam 3 banyak ditemukan larva endoparasit (4.2 ekor/ikan). Kondisi kualitas lingkungan dari setiap kolam tidak sesuai dengan standar kualitas air PP No.2 Tahun 2011. Banyaknya persentase endoparasit pada kolam 3 di pengaruhi dengan faktor lingkungan abiotik yang kurang baik. Nilai TDS, TSS, CO2 terlarut dan BOD pada kolam 3 paling rendah di banding kolam 1 dan 2.   Kata Kunci : Bandeng, Endoparasit, Lingkungan, Abiotik
Studi Etnobotani Jahe (Zingiber officinale) pada Masyarakat Desa Banyior Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Hotimah, Husnul; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe  (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang termasuk dalam kelompok Rhizoma, tanaman jahe relatif mudah ditemukan dan penggunaannya sudah meluas bukan hanya untuk keperluan memasak, tetapi juga untuk kesehatan, Jahe atau biasa disebut “Jheih” dalam bahasa Madura adalah tanaman yang sudah sering di manfaatkan oleh masyarakat Banyior sebagai bahan pangan maupun obat tradisional atau yang lebih sering disebut  jamu atau dalam bahasa Madura “jhemoh”. Secara umum minum jamu yang diracik dari tumbuh-tumbuhan telah menjadi kebisaan keluarga dan masyarakat Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang manfaat tanaman Jahe di Desa Banyior Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eskploratif yang meliputi: studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara, analisis data, dan dokumentasi persebaran tanaman Jahe. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi tanaman Jahe di Desa Banyior sebagai bahan pangan 54%, dan sebagai obat tradisional 46 %. Bagian organ tanaman Jahe yang di manfaatkan daun 38 %, rimpang 50%, batang 12%. Jumlah Jahe yang ditemukan sebanyak 7 rumpun di Dusun Sabungan dan 6 rumpun di Dusun Lenden.   
Persepsi Masyarakat terhadap Sanitasi Pasar Tradisional (Pasar Blimbing dan Pasar Mergan) di Kota Malang Yaqin, Ainul; Laili, Saimul; Syauqi, Ahmad
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : FMIPA - ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG (UNISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pasar tradisional yang saat ini masih mempunyai kesan kurang bersih, terutama di daerah Malang memerlukan perhatian khusus untuk segera diperbaiki sebab apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, pasar tradisional lambat laun akan mulai ditinggalkan konsumen seiring dengan menjamurnya pasar modern. Penelitian ini dilakukan di pasar tradisional Blimbing dan pasar Mergan Kota Malang. Tujuan penelitian ini yang pertama yaitu untuk mengetahui kondisi sanitasi pasar yang ada di pasar Blimbing dan pasar Mergan, yang kedua untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi sanitasi di pasar Blimbing dan pasar Mergan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan melalui observasi langsung di lapangan. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini, sumber data kuesioner yaitu pengunjung/pembeli di pasar tradisional Blimbing dan pasar tradisional Mergan Kota Malang. Penentuan sampel responden ditetapkan secara purposive sampling. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sanitasi di pasar Blimbing dan pasar Mergan masih kurang baik, hal tersebut dinyatakan dengan tingginya presentase jawaban kurang setuju pada kuesioner.
Interpretasi Karbokation dalam Suspensi Asam Jawa (Tamarindus indica) dengan Efek pH dan Konduktivitas syauqi, ahmad; septiana, hani; Laili, saimul
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 1, No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : FMIPA - UNIVERSITY ISLAM OF MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mempunyai  tujuan untuk mendapatkan interpretasi karbokation sebagai pereaksi dalam tepung biji asam jawa (Tamarindus indica) sebagai sumber material organik melalui karakteristik pH, konduktivitas dan kekeruhan dalam suspensi dengan air sumur. Metode penelitian Eksperimen dilakukan dengan rancangan acak kelompok, variabel bebas adalah lama pengadukan 0,5,10,15,20 dan 25 menit dan variabel terikat adalah konduktivitas, kekeruhan/turbiditas, dan pH. Rancangan mempunyai 4 ulangan dengan pengambilan sampel berbeda hari. Analisis statistik berdasar keragaman data (sidik ragam) terhadap pH, konduktivitas dan kekeruhan untuk menginterpretasikan karbokation dalam suspensi. Taraf kepercayaan menggunakan minimal 95% terhadap semua rerata faktor, koef. korelasi dan regresi. Hasil interpretasi karbokation didasarkan atas adanya reaksi karbokation dan anion ditunjukkan oleh kenaikan nilai pH dan penurunan konduktivitas dari semua variabel lama pengadukan. Kenaikan pH dan penurunan konduktivitas memberikan fenomena korelasi dengan koef. Korelasi -0,956. Hubungan regresi linier keduanya y=-26,23x+ 795 atau EC (µ.Cm-1) = -26,23pH + 795 yang sangat nyata dengan r2=0,915. Kekeruhan menunjukkan tidak berbeda nyata dari faktor yang diberikan dan mengindikasikan tidak ada sifat koloid. Interpretasi karbokation tertuju kepada senyawa organik yang mengandung gugus fungsional amina. 
Uji Kualitas Perairan dan Pengaruhnya terhadap Indeks Keanekaragaman Makrofauna di DAS Janjang Madura Haq, Nur Fazat Arinal; Laili, Saimul; Syauqi, Ahmad
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 1, No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : FMIPA - UNIVERSITY ISLAM OF MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Jangjang di Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura merupakan suatu sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan sehari-hari, Adanya beberapa aktivitas tersebut menyebabkan sungai pengalami penurunan kualitas perairan dan akan terjadi pencemaran perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan parameter fisika dan kimia dan mengetahui pengaruh kualitas perairan terhadap indeks keanekaragaman makrofauna di DAS Jangjang Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif, Uji kualitas perairan sungai menggunakan parameter fisika dan kimia yang mengacu pada Baku Mutu Kelas Air PP No. 82 Tahun 2001 dan PerGub Jawa Timur No. 32 Tahun 2013.Untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna dengan menggunakan rumus Shannon Whinner. Analisa pengaruh kualitas air dengan makrofauna menggunakan analisa korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas perairan pada parameter fisika dan kimia berdasarkan Baku Mutu Kelas Air masih berada dibawah nilai baku mutu air dan relatif baik untuk keberadaan keanekaraaman makrofauna..Keanekaragaman makrofauna yang ditemukan di Sungai Jangjang ada tiga jenis yaitu ikan famili Bagridae dan famili Mugilidae dan jenis kepiting famili Portunidae. Indeks keanekaragaman menunjukkan adanya perbedaan signifikan disebabkan oleh kualitas berbeda-beda berdasarkan parameter fisika dan kimia tersebut. Kata Kunci: Sungai Jangjang, Kualitas Air, Keanekaragaman Makrofauna.
METODE PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP RESPON MORFOLOGIS TANAMAN ZAITUN (Olea europeae L.) Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 2, No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : FMIPA - UNIVERSITY ISLAM OF MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olive ( Olea europaea L. ) is a species native to the Mediterranean growing since 4000 BC. Colchicine (C22H25O6N) Represents white alkaloid derived from tubers of plants (Colchichum autumnale L.). These compounds can block the formation of threads spindle in cell division, causing cells can not divide and forming individual polyploidy. Polyploidy are organisms that have more than two sets of chromosomes or genome in the cell somatisnya. This study aims to investigate the response of plant morphological olive (Olea europeae L.) to the method and the concentration of colchicine. Experimental research methods used were designed using a randomized block design (RAK) factorial and consists of two treatment factors, namely droplets, immersion, and the combination of (drip and immersion), the second factor is the concentration of colchicine 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1%. The results showed that the concentration of colchicine effect on plant morphological olive (Olea europeae L.), the best response to the morphological olive crop is the drip method either a drop or two drops on plant height, diameter and number of leaves. The results of the analysis (ANOVA Test) also states that provide significantly different results then performed LSD (Least Significant Differences) to know the difference between methods.Zaitun (Olea europaea L.) merupakan jenis tanaman asli daerah Mediterania yang tumbuh sejak 4000 SM. Kolkisin (C22H25O6N) Merupakan senyawa alkaloid berwarna putih yang diperoleh dari umbi tanaman (Colchichum autumnale L.). Senyawa ini dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada pembelahan sel, sehingga menyebabkan sel tidak dapat membelah dan terbentuklah individu poliploidi. Poliploidi adalah peristiwa penggandaan krmosom sehingga mempunyai lebih dari dua sel atau genom dalam sel somastisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.) terhadap metode dan konsentrasi pemberian kolkisin. Metode penelitian yang digunakan eksperimental yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dan terdiri dari dua faktor  perlakuan yaitu tetesan, perendaman, dan kombinasi (tetes dan perendaman), faktor kedua yaitu konsentrasi kolkisin 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi pemberian kolkisin berpengaruh pada morfologis tanaman zaitun (Olea europeae L.), respon terbaik pada morfologis tanaman zaitun adalah dengan metode tetesan baik satu tetes maupun dua tetes pada tinggi tanaman, diameter, dan jumlah daun. Hasil analisis (Uji Anova) menunjukkan bahwa memberikan hasil berbeda nyata selanjutnya dilakukan uji LSD (Least Significant Differences) untuk mengetahui perbedaan antar metode. Metode tetesan merupakan metode terbaik dalam pemberian kolkisin dilihat dari tinggi tanaman, diameter, dan pertambahan jumlah daun dibanding dengan perendaman, maupun kombinasi (tetes dan perendaman).Kata Kunci: Zaitun (Olea europeae L.), Kolkisin, Metode.
KAJIAN EKSTRAK METANOLIK Scurrula atropurpurea B1. DANS TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS WISTAR BETINA Munawaroh, Nur Shofiyah; Athiroh, Nour; Santoso, Hari
BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) Vol 2, No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : FMIPA - UNIVERSITY ISLAM OF MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High trigliserida can health endangered causes some high lipoprotein into trigliserida contain colesterol. The leaf and stem tea parasite Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans contains is alkaloid, flavonoid, glikosida, triterpen, saponin, dan tanin shared as antioksidan. To observe safety and obtain information of effect toxic after explanation experiment in a recur for curtain time, so a sediaan perlu dilakukan toxic tests with used 2-3 test animal from difference galur, wherther in a akut (24 hour), sub-chronic (28 day) and sub-chronic (90 day). Subkronik test doing of male rats for 28 day, and result showed that, the Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea(Bl.) Dans (MESA) not causes for serum trouble biochemical clinic of rats liver.  Research aims is assess further the gift Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans of trigliserida for female rats (Rattus norvegicus ) strain Wistarfor 28 days (study sub-chronic). This research used the female rats Rattus norvegicus Strain Wistar and have done for 28 day, with the laboratoric experiment metode witha model test only post control grup desain. There are 4 treatment grup is control, P1(dosage 250 mg/KgBW), P2 (dosage  500  mg/KgBW),  P3  (dosage  1000  mg/KgBW). Rats were fasted for 14-18 hours before it given treatment. EMSA awarded at least 5 times a week during 28 day. The analysis used is One Way ANOVA to figure out the difference of the increase of Trigliserida.Result showed that the Methanolic Extractof Scurrula atropurperea (Bl.) Dansor treatment group did not differ to control, this mean that, have not effect of trigliserida for female rats with dosage 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW dan 1000 mg/KgBW. Kadar trigliserida yang tinggi dapat membahayakan kesehatan karena beberapa lipoprotein yang tinggi kandungan trigliseridanya juga mengandung kolesterol. Daun dan batang benalu teh Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, triterpen, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan. Untuk melihat keamanan dan memperoleh informasi adanya efek toksik setelah pemaparan sediaan uji secara berulang dalam jangka waktu tertentu, maka suatu sediaan perlu dilakukan uji toksisitas dengan menggunakan 2-3 hewan uji coba dari galur yang berbeda, baik secara akut(24 jam), subkronik(28 hari) dan subkronik (90 hari). Penelitian bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut pengaruh pemberian ekstrak metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) terhadap kadar trigliserida pada tikus betina selama 28 hari (studi subkronik).Penelitian ini menggunkan tikus betina dan telah dilakukan selama 28 hari, dengan metode eksperimental laboratorik dengan model post test only control grup design. Terdapat 4 kelompok perlakuan yaitu Kontrol, P1(dosis 250 mg/KgBB), P2(dosis 500 mg/KgBB), P3 (dosis 1000 mg/KgBB),sebelum diberi perlakuan tikus dipuasakan selama 14-18 jam. EMSA diberikan minimal 5 kali dalam seminggu selama 28 hari. Analisa yang digunakan yaitu uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan pada setiap kadarTrigliserida.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak Metanolik Scurrula atropurperea(Bl.) Dans terhadap tikus perlakuan tidak beda nyata dibandingkan kontrol, hal ini dapat diartikan bahwa EMSA tidakmempengaruhi kadartrigliserida padatikus betina dengan dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB.