Diya Al-Afkar
ISSN : 23030453     EISSN : 24429872
Diya al-Afkar adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan studi al-Quran dan al-Hadis. Jurnal ini menyajikan karangan ilmiah berupa kajian ilmu-ilmu al-Quran dan al-Hadis, penafsiran/pemahaman al-Quran dan al-Hadis, hasil penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang terkait tentang al-Quran atau al-Hadis, dan/atau tinjauan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun.
Articles 112 Documents
MENGENAL LEBIH DEKAT METODE TAFSIR MAUDLU’I

Junaedi, Didi

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 4, No 01 (2016)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.488 KB)

Abstract

Memasuki era Modern, era di mana segalanya ingin segera dipenuhi dalam waktu singkat, harapan masyarakat untuk dapat memahami pesan-pesan al-Qur’an yang lebih cepat dan utuh tentang suatu tema tertentu pun tak terelakkan lagi. Konsekuensinya, dibutuhkan sebuah metode penafsiran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tersebut, yang menginginkan pembahasan tentang suatu tema tertentu merujuk kepada ayat-ayat al-Qur’an. Jawaban atas keinginan tersebut kemudian terwujud dengan lahirnya sebuah metode penafsiran yang relatif baru di antara mainstream  metode penafsiran yang ada. Metode tersebut kemudian populer dengan istilah “Metode Tafsir Maudlu’i” atau metode tafsir tematik. Operasionalisasinya mufasir terlebih dahulu menentukan tema kemudian mengumpulkan ayat-ayat yang terkait dengan tema yang dibahas sehingga bisa diketahui pandangan dunia al-Qur’an tentang hal tersebut. Urgensi metode maudhu’i adalah diharapkan menjadi solusi Qur’ani bagi problem masyarakat kontemporer. Dengan demikian, mufasir berusaha kuat untuk tidak fanatik atau condong dengan hasrat dan ideologi yang dipunyainya dan membiarkan al-Qur’an lewat ayat-ayatnya untuk berbicara apa yang diinginkannya terkait tema yang telah ditentukan mufasir itu.  Kata Kunci: kebutuhan masyarakat, berbagai metode tafsir, pandangan dunia al-Qur’an dan solusi Qur’ani. 

HAK ANAK DAN IBU DALAM KASUS IN VIRTO FERTILIZATION (TINJAUAN HADIS)

Muqtada, Muhammad Rikza ( Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang )

Diya Al-Afkar Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bayi tabung (in virto fertilization) di satu sisi merupakan hikmah, proses tersebut dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi, mereka tidak dapat mempunyai anak. Dalam kasus ini, sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang terjadi ditanam dalam rahim.Berhubung kasus bayi tabung sangat beragam banyak maka terjadilah kontroversi jika ternyata sumber atau media yang digunakan bukan dari pasangan sah.Memang pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran, sedangkan praktisi agama dan hukum mempersoalkannya.Makalah ini membahas mengenai penisbatan anak bayi tabung sekaligus hak dan kewajiban sebagai anak hasil in virto fertilization serta hak dan kewajiban orang tua pelaku in virto fertilization dari tinjauan Hadis.Dalam makalah ini diperoleh kesimpulan bahwa anak hasil in virto fertilization yang kebetulan memakai surrogate mother disamakan dengan anak pesusuan dalam hak dan kewajibannya.Sedangkan bayi tabung yang kebetulan memakai donor sel sperma atau sel ovum bisa disamakan dengan anak zina dalam hak dan kewajibannya. Keyword :in virto fertilization, hak asuh anak, surrogate mother

ANALISIS PEMIKIRAN FATIMA MERNISSI TENTANG HADIS-HADIS MISSOGINI

Muthi’ah, Anisatun

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.272 KB)

Abstract

NONE

METODE TAFSIR TAHLILI

Zuailan, Zuailan

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 4, No 01 (2016)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.3 KB)

Abstract

Tafsir dilihat dari metodenya terdiri dari 4 macam yaitu Tahlili, Ijmali, Muqarran dan Maudhu’i. Tafsir tahlili ini banyak dilakukan oleh beberapa mufassir, mereka menjelaskan secara rinci dari Al-Fatihah sampai An-Nas. Mufassir klasik yang memakai tafsir tahlili di antaranya Ibnu Jarir At-Thabari, Ibnu Katsir dan lain sebagainya, sedangkan mufassir kontemporer di antaranya Quraish Shihab, Hamka dan lain sebagainya. Untuk itu supaya didapatkan pemahaman yang komprehensif tentang tafsir tahlili dalam kesempatan ini penulis ingin membahasnya lebih lanjut dalam makalah ini. Kata Kunci: Metode, Tafsir, Tahlili

MENGENAL KITAB-KITAB HADIS

Farah, Naila

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.146 KB)

Abstract

Hukum Islam bertumpu pada dua sumber yang utama yaitu Al-Quran dan al-H}adis. Hadis| Rasulullah yang kita pelajari dan kita amalkan pada saat ini adalah yang ditulis oleh para ulama muhaddis|in dalam berbagai kitab. Keberadaan kitab-kitab Hadi<s|| ini bagi kaum muslimin memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting karena menyangkut kelangsungan ajaran Islam.Seseorang akan dapat mencintai sesuatu bila ia telah mengenalnya dengan baik, maka dengan memperkenalkan kitab-kitab Hadis diharapkan akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta pengamalan terhadap isinya. Untuk melengkapi pengenalan kitab tersebut dalam buku ini perlu diungkapkan biografi singkat para penulisnya.

JANGAN MARAH! (ANALISIS SANAD DAN MATAN HADIS) OLEH: UMAYAH

Umayah, Umayah ( Jurusan Tafisr Hadis Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.03 KB)

Abstract

Kesehatan jasmani dan rohani merupakan dua hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, keduanya harus kita jaga dengan baik supaya hidup tetap tenang dan stabil. Akan tetapi kita tidak lepas dari pengaruh buruk baik dari dalam diri kita maupun dari luar diri kita yang terkadang tidak terduga terjadi begitu saja. Sehingga sebab-sebab terjadinya pengaruh buruk tersebut terkadang sulit untuk kita tolelir. Dengan demikian kita mesti berpegang teguh pada pesan-pesan Allah SWT dan Rasul-Nya, untuk mengasah dan melatih kecerdasan spiritual kita yang tentunya sangat berpengaruh pada kecerdasan yang lainnya. Sebagaimana Rasulullah berpesan kepada para shahabatnya supaya tidak marah, sampai pesan tersebut diulang beberapa kali. Perulangan dalam pesan Rasulullah SAW tersebut merupakan suatu hal yang sangat urgen untuk kita ikuti karena ketika marah manusia lupa akan dirinya dan tuhannya, sehingga bisa fatal jika tidak segera disadarkan.Oleh karenanya menghindari marah sangat baik untuk kesehatan rohani kita. Dengan demikian dalam kesempatan ini penulis ingin mengkaji hadis tentang marah.Kata Kunci: Marah, Hadis, Sanad, Matan. 

FIQH AL-HADIS “WARIS” TERHADAP REALITA KELUARGA BEDA AGAMA

Siagian, Syahruddin ( Fakultas Agama Islam Universitas Dharmaangsa Medan )

Diya Al-Afkar Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Realita kehidupan bangsa Arab Jahiliah pra Islam dulunya bahwa harta warisan cenderung didominasi oleh pihak laki-laki, sedangkan perempuan nyaris tidak memperoleh bahkan tidak sama sekali. Hingga akhirnya Allah Swt turunkan Syari’at Islam sebagai solusi untuk itu. Namun muncul kasus tentang perbedaan agama dalam internal keluarga ada yang muslim ada yang kafir, sehingga terjadi penghalang dalam perolehan waris. Namun bagaimana porsi dan batasan-batasan harta yang diperoleh dalam perbedaan agama dan ke-murtad-an, sekilas batas pemahaman tersebut diuraikan dalam tulisan ini.Realities ofpre-Islamic Arabsignoranceoncethatinheritancetends tobe dominatedby themen, whilewomenearnbarelyevennotat all. UntilAllahsent downSyari’ah Islamiahasa solutiontoit.Howeverariseinthe caseofinternalreligious differencesthereareMuslimfamiliestherewhodisbelieve, causingobstructionsin the acquisition ofinheritance. Buthowfart andlimitationspropertyobtainedin the differentreligionsandallapostates, a glimpseof thelimitsdescribed inthis article. Key Word: Inheritance, Muslim, Infidel (kafir), and Fiqh al-Hadis

PROBLEM SUBJEKTIFITAS DALAM TAFSIR BI AL-MA’TSUR, TAFSIR BI AL-RA’YI, DAN TAFSIR BI AL-ISYARAH

Washil, Izzudin

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 4, No 01 (2016)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.322 KB)

Abstract

Subjektivitas adalah salah satu faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam penafsiran. Untuk menghasilkan penafsiran yang benar, sang penafsir harus membuang jauh-jauh unsur subjektif dirinya. Pertanyaannya, mungkinkah dalam proses penafsiran sang penafsir dapat membuang unsur subjektif dirinya? Bukankah dalam proses penafsiran, unsur subjektif sang penafsir tidak bisa dilepaskan dari diri sang penafsir itu sendiri? Jika demikian halnya, bagaimana mengatasi dilema subjektivitas (yang menjadi penyebab kesalahan, di satu sisi, dan menjadi unsur tak terpisahkan, di sisi lain) ini dalam penafsiran? Untuk menjawab dilema ini, satu hal perlu ditegaskan, subjektivitas penafsir pasti ada dalam proses penafsiran, namun tidak semua subjektivitas itu menjadi penyebab kesalahan. Subjektivitas yang menjadi penyebab kesalahan adalah subjektivitas yang tidak lagi menghiraukan rambu-rambu penafsiran yang sudah digariskan para ahli tafsir, subjektivitas yang berusaha menaklukkan nash di bawah kepentingan pribadi atau mazhabnya. Namun, jika subjektivitasnya masih mengikuti kaidah-kaidah penafsiran yang disepakati para ulama tafsir disertai niat ijtihad mencari kebenaran, maka subjektivitas macam ini adalah subjektivitas yang dibenarkan.  Kata kunci: subjektifitas penafsir, dilema subjektifitas, subjektifitas penyebab kesalahan dan subjektifitas yang dibenarkan.

DARI SUTET MENUJU TEOLOGI BERBASIS EKOLOGI (TINJAUAN HADIS-HADIS PELESTARIAN LINGKUNGAN, KESEHATAN, DAN LAYANAN PUBLIK

Munawir, Munawir ( Sekolah Tinggi Agama Islam Purwokerto )

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.008 KB)

Abstract

This is the discussion about SUTET and the problems surrounding, whichare the environmental conservation and public service. Through the study of many related hadis, found that  environmental conservation and public service are basic value in Islam. These piety (environmental conservation and public service) are the integral part from human’s piety to God. Being religious is not only about being good to God, but also to universe. Then by this spirit created a theology concept on ecology basic. Key Words: Environmental Conservation, Public Service, Piety

TAFSIR MAQASHIDI : METODE ALTERNATIF DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN

Umayah, Umayah

Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 4, No 01 (2016)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.937 KB)

Abstract

Penafsiran terhadap al-Qur’an merupakan hal yang niscaya karena dibutuhkan baik bagi umat Islam pada umumnya maupun bagi yang memiliki kesungguhan untuk mempelajari al-Qur’an, memahami dan mengamalkannya dalam hidup sehari-hari. Para ulama yang berkecimpung dalam penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an berupaya untuk selalu melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam penafsirannya supaya dapat menjawab persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat. Untuk itu harus ada metode yang relevan yang bisa digunakan dalam menafsirkan al-Qu’an supaya up to date (Shalih li Kulli al-Zaman wa al-Makan), metode penafsiran tersebut yaitu Tafsir Maqashidi, yang akan penulis bahas dalam makalah ini.Kata Kunci: Tafsir, Maqashidi, Metode, Penafsiran, Al-Qur’an

Page 1 of 12 | Total Record : 112