cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
KEMAMPUAN MEMBACA DAN INTERPRETASI GRAFIK DAN DATA: STUDI KASUS PADA SISWA KELAS 8 SMPN Mustain, Iing
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.261 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca, menginterpretasi grafik dan data dari suatu peristiwa lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah siswa yang menjadi sampel penelitian adalah 59 orang yang sedang duduk di Kelas 8, yaitu kelas 8D dan 8E. Instrumen penelitian menggunakan Test of Graphing in Science (TOGS), sedangkan pengujian kualitas Interpretasi grafik menggunakan Web Inquiry Science Environment (WISE). Dalam membaca dan menginterpretasi grafik dan data siswa memiliki rata-rata prosentase dibawah 50% untuk jawaban yang benar  dan Ketuntasan Kriteria Minimum (KKM) di Kelas 8 D sebanyak 3.5% tuntas, dan 96.5% remedial. Sementara, di kelas 8 E yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebanyak 10.0% tuntas, dan 90.0% remedial.  Sedangkan hasil projek dari WISE v. 4 siswa tidak menjawab dengan benar dan memiliki kesulitan dalam membuat tabulasi data dan grafik. Dari hasil pengujian tes diagnostik TOGS bahwa siswa tidak dapat membaca grafik dengan baik dan penggunaan WISE ditemukan  bahwa  siswa memiliki kesulitan dalam menginterpretasi grafik dan data. Kata kunci: Interpretasi, data, grafik, WISE.
PROFESIONALISME MAHASISWA BIOLOGI MENGINTEGRASIKAN PELAJARAN BIOLOGI DENGAN AGAMA ISLAM Juanda, Anda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.367 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.483

Abstract

Integrasi disiplin ilmu umum (pelajaran biologi) dengan pelajaran  agama Islam merupakan keniscayaan di semua jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar (SD/MI) hingga Perguruan Tinggi (PT).  Tanpa adanya integrasi antara kedua pelajaran tersebut bisa menimbulkan dampak dikotomi (terpisah) antara pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam.Para pengembang kurikulum harus peduli terhadap pengintegrasian mata pelajaran. Pengintegrasian berarti memadukan, mengabungkan, dan menyatukan antar disiplin ilmu. Bagaimanapun juga, kurikulum (mata pelajaran) adalah suatu hal yang terintegrasi. Kadar dan tingkat keintegrasian pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam lebih ditentukan oleh filosofis pengembang kurikulum/guru,  dibandingkan berdasarkan data empiris. Kata kunci: integrasi, kurikulum, pengembang kurikulum
PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI RAMAH LINGKUNGAN SKALA RUMAH TANGGA STUDI KHASUS DESA CUPANG Pemberdayaan Masyarakat, Pusat Pelatihan dan
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.511 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah rumah tangga atau masyarakat, media pembelajaran bagi masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup sehat dan menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan keluarga melalui pengelolaan yang ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip 5 M (mengurangi, memilah, memanfaatkan, mendaur ulang dan menabung). Kegiatan tersebut dikelola oleh kelompok pengelola sampah Al-Karimah. Timbulan sampah desa Cupang sebesar 439,9 kg/hari didominasi oleh jenis sampah plastik sebesar 41,1%, daun 35,1% dan kertas 23,8%. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dijual ke pengepul seperti plastik, kertas, kaca, kaleng, kardus dan logam. Sampah yang tidak layak jual dapat dipilah, dimanfaatkan dan didaur ulang menjadi kerajinan tas, dompet, taplak dan polibag tanaman. Sampah organik seperti sampah daun dan sisa dapur dimanfaatkan dan didaur ulang menjadi kompos melalui Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai media tanam dan pupuk tanaman. Total penyetoran sampah mencapai 1.105 kg terdiri dari jenis sampah plastik, kertas, kaleng, botol dan besi dengan total penjualan Rp 2.025.130. Selama kurun waktu 10 bulan, bank sampah Al-Karimah mampu menangani sampah plastik dan kertas sebesar 5%.Kata kunci: pengelolaan sampah, timbulan sampah, sampah anorganik, sampah organik
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REGULASI MANUSIA UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER II Fortuna, Dewi; Chandra, Edy; Gloria, Ria Yulia
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.048 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.514

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan potensi siswa dari suatu proses pembelajaran adalah program evaluasi, alasan mengapa evaluasi berperan dalam perkembangan potensi siswa itu karena evaluasi merupakan faktor penting untuk menentukan sukses atau tidaknya proses pembelajaran dan sekaligus dapat mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya. Salah satu alat evaluasi yang sering digunakan adalah tes. Karena fungsi tes sangat penting dalam proses evaluasi maka penulis bermaksud mengembangkan penelitian tentang pengembangan tes. Tes yang dikembangkan oleh penulis adalah tes diagnostik untuk mengukur miskonsepsi siswa dengan jumlah soal awal 100 soal. Metode pada penelitian ini adalah metode pengembangan termodifikasi, yaitu dilakukan dalam tiga tahapan, pertama uji ahli/validasi ahli, kedua uji coba terbatas dan ketiga uji coba lapangan. Metode yang digunakan dalam mendiagnosa miskonsepsi yaitu menggabungkan 2 metode antara Metode Matriks Analisis Konsep dan dan Certainty Of Response Index (CRI). Hasil pengembangan tes diagnostik menghasilkan 25 soal valid dengan konsistensi reliabilitas produk tes sangat baik dengan rata-rata reliabilitas keseluruhan uji coba mendapatkan nilai 0,631 (tinggi). Kata kunci: metode pengembangan, tes diagnostik, miskonsepsi.
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR MURDER UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII MTs AL-IKHLAS SETUPATOK CIREBON Juleha, Siti; Khuzaemah, Emah; Cahyani, Dewi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.186 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.543

Abstract

Rendahnya prestasi belajar yang dicapai oleh siswa disebabkan rendahnya daya ingat siswa. Hal ini diperoleh dari hasil belajar yang pada umumnya beberapa hari setelah proses belajar siswa hanya mengingat sebagian materi dari yang dipelajari.Penyebab ketidakmampuan siswa mengingat materi yang sudah dipelajari tersebut adalah karena siswa tidak diajak untuk berperan aktif dalam belajar sehingga materi yang diberikan sangat sulit untuk diingat. Seorang guru sebaiknya mampu memilih strategi pembelajaran yang tepat agar bahan atau materi pembelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa dengan mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan strategi murder dalam proses belajar mengajar; peningkatan penguasaan konsep siswa setelah diterapkan strategi murder pada pembelajaran Biologi; dan perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan strategi murder.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian Control Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder; (2) Penguasaan konsep siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder. Hal ini dibuktikan dengan pengujian statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima; (3) terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
KETERAMPILAN ESENSIAL DAN KOMPETENSI MOTORIK LABORATORIUM MAHASIWA CALON GURU BIOLOGI DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.163 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.504

Abstract

Keterampilan esensial laboratorium adalah keterampilan dasar sebagai prasyarat pengembangan keterampilan selanjutnya, berupa sejumlah prosedur, proses dan metode yang digunakan ilmuwan ketika mengkonstruksi pengetahuan dan memecahkan masalah dalam kerja ilmiah. Pembentukan keterampilan esensial merupakan salah satu penekanan dalam pembelajaran sains. Kenyataan data penelitian menunjukkan bahwa kompetensi keterampilan esensial lab mahasiswa masih rendah. Keterampilan esensial lab juga belum sepenuhnya diajarkan secara optimal dalam praktikum ekologi. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tes, angket, dan wawancara. Sampel diambil secara acak sederhana. Rata-rata tingkat penguasaan keterampilan esensial lab mahasiswa 35,5%, sedangkan kompetensi motorik lab-nya sebesar 59,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji profil keterampilan esensial lab mahasiswa dan komptesi motorik lab mahasiswa calon guru biologi. Kata kunci : keterampilan esensial lab, kompetensi motorik, praktikum ekologi
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SAINS BUDAYA LOKAL KESENIAN SINTREN PADA KONSEP SPERMATOPHYTA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 CIWARINGIN Sari, Juita Ratna; Kartimi, Kartimi; Fitriah, Eka
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.244 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.267

Abstract

Pembelajaran biologi di SMAN 1 Ciwaringin belum mengkaitkan  lingkungan dengan konsep pembelajaran biologi. Keadaan ini membuat pembelajaran biologi hanya menuntut siswa untuk memehami konsep. Oleh karena itu kemampuan siswa untuk menganalis, mengkritisi, dan menalar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) perbedaan aktivitas belajar siswa pada penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal, 2) perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal dan siswa yang tidak diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal, dan 3) respon siswa terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dan desain penelitian pretest-postest control group design. Teknik pengambilan sempel dilakukan dengan cara purposive sampling, kelas X 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes, dan angket. Data dianalisis dengan uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), serta uji beda hipotesis (uji parametrik dan uji non-parametrik). Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) aktivitas siswa pada saat ditearapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren lebih besar daripada kelas yang tidak ditearapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren. 2) keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan peningkatan, dilihat dari N-Gain dengan kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig 0,000 < 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara yang diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren dan siswa yang tidak diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren. 3) siswa merespon positif terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren dengan rata-rata respon siswa sebesar 65% dengan kriteria sangat kuat.Kata Kunci : pembelajaran berbasis budaya lokal, kesenian sintren, keterampilan berpikir kritis
ANALISIS POLA WACANA PEDAGOGIS GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 7 CIREBON Chandra, Edy; Muspiroh, Novianti; Syahrir, Dede Cahyanti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.476 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.528

Abstract

Permasalahan yang berkembang di kalangan pengajar muda yang belum memiliki pengalaman dalam dunia pengajaran adalah membutuhkan profil seorang guru ideal  yang disenangi oleh siswa.Analisis wacana pedagogis guru tidak hanya dapat mengungkap kualitas pengajaran seorang guru di kelas, tetapi merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengungkap proses belajar mengajar secara totalitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil seorang guru Biologi yang terbaik di salah satu SMA Negeri di Cirebon berdasarkan kemampuannya dalam menyampaikan materi dan memberikan pemahaman kepada siswa. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah dengan mengamati tingkat relevansi penguasaan materi guru biologi pada indikator RPP, tingkat analisis wacana pedagogis guru menggunakan model representasi, tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan penyajian motif dan tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan level penyajian konsep.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode Kualitatif Deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang guru biologi yang dianggap guru biologi terbaik di SMA Negeri 7 Cirebon.Data utama yang diperoleh berupa rekaman audio visual, diubah kedalam bentuk teks atau transkripsi untuk dapat dianalisis lebih lanjut.Hasil penelitian ini menunjukan tingkat relevansi penguasaan materi guru terhadap RPP yang dibuatnya dikatakan baik karena sebagian besar sudah teraktualisasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase tingkat relevansi indikator 90% materi terakomodasi, dan 10% tidak terakomodasi. Sementara itu, hasil analisis wacana pedagogis guru pada representasi teks mencapai struktur 5 level. Artinya semakin banyak konsep yang disampaikan guru dan semakin tinggi kompleksitas penguasaan materi guru. Analisis wacana pedagogis berdasarkan penyajian motif menunjukan bahwa motif yang dominan adalah motif eliciting yaitu sebesar 56%. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dalam pengajarannya guru lebih banyak menggali pengetahuan siswa.Kemudian analisis wacana pedagogis berdasarkan level pencapaian konsep, menunjukan bahwa guru dalam pengajarannya masih sekitar 32% mengoptimalisasi kemampuan berfikir tingkat tinggi yaitu dengan pencapaian level classificatory dan level formal.Kata kunci: Profil Guru, Analisis Wacana Pedagogis, Pedagogi Materi Subyek
SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATOSUS (SLE): KELAINAN AUTOIMUN BAWAAN YANG LANGKA DAN MEKANISME BIOKIMIAWINYA Roviati, Evi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.896 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.474

Abstract

Belum banyak orang yang mengenal penyakit lupus atau Systemic Lupus Erithematosus (SLE), karena memang penyakit langka. Namun akhir-akhir ini ada kecenderungan peningkatan prevalensi terjadinya kasus lupus ini.  Gejala yang paling mudah dikenali adalah adanya bercak merah di sekitar wajah yang menyerupai kupu-kupu yang disebut “Butterfly Rush”.  Mekanisme biokimiawinya belum banyak diketahui, namun penyebab pastinya adalah disfungsional sistem imun.  Kelainan ini disebabkan adanya mutasi pada gen-gen yang menentukan permukaan sel limpfosit, sehingga antibodi menyerang bagian-bagian tubuh sendiri, atau yang disebut dengan autoimun.
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN SAINS YANG SEHAT, AMAN, NYAMAN DAN KONDUSIF Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.009 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.519

Abstract

None

Page 2 of 15 | Total Record : 141