cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2017): June (2017)" : 10 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF DISERTAI LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA KELAS IX SMP Angreni, Siska
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.924 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1293

Abstract

The research was aimed to reveal the difference between learning achievement of the students involving taught by using media interactive Compact Disk (CD) media and worksheet and interactive compact disk (CD) media and those taught by using conventional media. This was a quasi-experiment research. The population of this research was class IX of SMP Negeri 5 Kerinci. The researcher then chose class IXC as the experimental class I taught by using interactive CD media with a worksheet, class IXD as the experimental class II taught by using media interactive CD media, and class IXE as the control class taught by using conventional method. The data it was analyzed by using One Way ANOVA and Post hoc Tukey HSD. The results of One Way ANOVA test is Fcalculated (13,76)>Ftable (3,45). Based on the hypothesis acceptance criteria, if Fcalculated >Ftable, HI was accepted. After analyzing the data by using Way ANOVA, the data then was tested by using Post hoc Tukey HSD, and the result were: the result of te study suggested taught by using media interactive Compact Disk (CD) media and worksheet and interactive compact disk (CD) media had significant effect on the learning outcome, which means media interactive Compact Disk (CD) media and worksheet and interactive compact disk (CD) media had positive effect on the biology learning outcome.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media CD interaktif disertai LKS dan media CD interaktif. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Sampel penelitian siswa kelas IXC sebagai eksperimen I, sedangkan siswa kelas IXD sebagai eksperimen II dan siswa kelas IXE sebagai kontrol Analisis data menggunakan uji Anova satu arah dan dilanjutkan dengan uji lanjutan (Post hoc) Tuket HSD. Hasil penelitian uji Anova Satu Arah adalah hasil belajar  Fhitung (13,76) > Ftabel (3,45). Berdasarkan kriteria penerimaan hipotesis jika Fhitung > Ftabel, maka H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Compact Disk (CD) interaktif disertai LKS memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar, artinya penggunaan media Compact Disk (CD) interaktif disertai LKS berpengaruh positif terhadap hasil belajar Biologi.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KAPITA SELEKTA BIOLOGI BERBASIS MASALAH UNTUK MEMBENTUK HABITS OF MIND MAHASISWA CALON GURU Gloria, Ria Yulia
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.109 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1372

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari efektivitas pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah terhadap pembentukan Habits of Mind. Penelitian dilakukan dengan latar belakang ingin meningkatkan kualitas berpikir, salah satunya adalah kemampuan individu untuk berperilaku cerdas, atau disebut Habits of Mind. Oleh karena itu perlu suatu pembelajaran yang memberikan ruang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun pengetahuannya secara nyata melalui pengalaman konkrit, atau pembelajaran yang bersifat konstuktivisme. Contoh pembelajaran seperti itu adalah pembelajaran yang berbasis masalah. Untuk mengimplementasikannya dibutuhkan mata kuliah yang memiliki konsep yang kompleks salah satunya adalah mata kuliah Kapita Selekta Biologi. Kapita Selekta Biologi termasuk salah satu mata kuliah yang mempelajari berbagai topik biologi yang lengkap dan komprehensif. Konsep-konsep pada mata kuliah Kapita Selekta Biologi memerlukan kemampuan berfikir tingkat tinggi karena banyak terdapat konsep-konsep yang abstrak dan perlu daya imajinasi yang kuat. Maka penelitian ini bertujuan untuk mencari efektivitas pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah terhadap pembentukan Habits of Mind. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-experimental design yang menggunakan one-group Pretest-postest Design. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah efektif dalam membentuk Habits of Mind mahasiswa calon guru, terutama efektif terhadap pembentukan indikator critical thinking dari Habits of Mind. Respon mahasiswa terhadap pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah termasuk kedalam kriteria kuat. Hal ini menujukkan bahwa pembelajaran Kapita Selekta Biologi berbasis masalah dapat diterima secara positif oleh mahasiswa. Keywords: Habits of Mind, Pembelajaran Berbasis Masalah, Kapita Selekta Biologi.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS WEB TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI PAGUYANGAN PADA MATA PELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.399 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1279

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis web terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika pokok bahasan suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan model Non-equivalent Groups Pretest-Posttest Experimental. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas X SMAN Paguyangan. Sampel diambil sebanyak 48 siswa menggunakan teknik purposif sampling. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif yang diperoleh dari tes dan skor sikap siswa yang diperoleh dari lembar observasi. Hasil uji t menunjukan peningkatan motivasi belajar kelas ekperimen sebesar 24,58 lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya sebesar 15,34. Rerata nilai posttest untuk kelas ekperimen 74,03 dengan 87,5% siswa mencapai KKM sedangkan rerata nilai posttest untuk kelas kontrol 71,25 dan jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 75%. Hasil uji t menunjukan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen sebesar 26,66 lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya 20,10.Kata Kunci: hasil belajar, motivasi, pembelajaran berbasis webHas done reseach that aims to find out the effect of web-based learning on the motivation and physics learning outcome of students in topic of temperature and heat. This research was conducted by using experimental quasi method with Non-equivalent Groups Pretest-Posttest Experimental design. The population was around the tenth grade students of Paguyangan senior high school. Samples were taken as many as 48 students using purposive sampling technique. The research data in the form of cognitive learning outcome obtained from the test and the students’ attitude scores obtained from the observation sheet. The result of t-test showed that the increasing of motivation to learn of experimental class at 24.58 is higher than the control class which only amounted to 15.34. The mean value of posttest at 74.03 for the experimental class with 87.5% of students achieve  the boundary value whereas the mean value for the control class 71.25 and the number of students who achieve the boundary value only 75%. The result of t-test showed that the increasing of learning outcome for the experimental class at 26.66 higher than the control class which only amounted to 20.10.Key words: learning outcome, motivation, web-based learning 
JENIS HERPETOFAUNA DI CAGAR ALAM DAN TAMAN WISATA ALAM PENGANDARAN JAWA BARAT
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.847 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1285

Abstract

This study aims to determine the type of Herpetofauna that often appear in the area Cikamal and Cirengganis. This research was conducted in West Java precisely in Nature Tourism and Pangandaran Nature Reserve. The method used in this research is descriptive qualitative with field research approach (VES). Visual Encounter Survey (VES) along the river and river body. The data obtained is analyzed first with the calculation of the number and calculation of the percentage of research results. From the results of this study get 2 types of herpetofauna consisting of amphibians and reptiles. Amphibians consist of a type of frog and type of bangkong. While only the type of lizard reptile found in the two locations. Amphibians and reptiles are found: Type of frog (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae), type of bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae) and Lizard Type (Spenomorphus sp).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Herpetofauna yang sering muncul di daerah Cikamal dan Cirengganis. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat tepatnya di Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan riset lapangan (VES). Visual Encounter Survey (VES) dengan menyusuri Sungai dan badan Sungai. Data yang diperoleh dianalisis terlebih dahulu dengan perhitungan jumlah dan perhitungan persentase hasil penelitian. Dari hasil penelitian kali ini mendapatkan 2 jenis herpetofauna yang terdiri dari amfibi dan reptil. Amfibi terdiri dari jenis katak dan jenis bangkong. Sedangkan reptil hanya jenis kadal yang di temukan di dua lokasi tersebut. Amfibi dan reptil yang ditemukan yaitu: Jenis katak (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae), jenis bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae) dan Jenis Kadal (Spenomorphus sp).
PENGUASAAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI TERHADAP REPRESENTASI VISUAL DALAM BOTANI PHANEROGAMAE Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.571 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1376

Abstract

This study aims to determine the mastery of biology teacher candidate students to visual representation in phanerogamae botanical courses. Teachers must have the ability in the mastery of visual representation that is used as a tool to clarify the material to be delivered on learning activities. Therefore, the ability of prospective biology teacher students to visual representation should be good so that by the time it becomes a teacher can provide quality biology learning. The research method used is descriptive quantitative research method. The population is a biology teacher candidate who has attended phanerogamae botany lecture in 2016 in four classes. The sample is taken, one class. The instrument used is a multiple choice test. The results showed that the ability of biology teacher candidates to master visual representation in phanerogamae botanical course is the average score of 45.31. It was concluded that the mastery of biology teacher candidates in the mastery of visual representation is low. The mastery of visual representation is influenced by visual literacy, the scope of matter, the level of material representation, and the type of visual representation.Keywords: biology teacher candidate, visual representation, botani phanerogamae.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan mahasiswa calon guru biologi terhadap representasi visual dalam mata kuliah botani phanerogamae. Guru harus mempunyai kemampuan dalam penguasaan representasi visual yang digunakan sebagai alat untuk memperjelas materi yang akan disampaikan pada kegiatan belajar pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa calon guru biologi terhadap representasi visual harus baik agar pada saat sudah menjadi guru dapat memberikan pembelajaran biologi yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa calon guru biologi yang telah mengikuti perkuliahan botani phanerogamae di tahun 2016 sebanyak empat kelas. Sampel yang diambil satu kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan jika kemampuan mahasiswa calon guru biologi dalam menguasai representasi visual dalam mata kuliah botani phanerogamae yaitu nilai rata-ratanya 45,31. Disimpulkan bahwa penguasaan mahasiswa calon guru biologi dalam penguasaan representasi visualnya rendah. Penguasaan representasi visual dipengaruhi oleh literasi visual, ruang lingkup materi, tingkat representasi materi, dan tipe representasi visual.Kata kunci: Calon guru biologi, representasi visual, Botani phanerogamae.
PENENTUAN BESAR PERCEPATAN GRAVITASI BUMI MENGGUNAKAN AYUNAN MATEMATIS DENGAN BERBAGAI METODE PENGUKURAN Chusni, Muhammad Minan
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.001 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1346

Abstract

Research has been done on the determination of the acceleration of gravity of the earth using mathematical swings by various methods of measurement. Data retrieval is done by removing the pendulum attached to a string that is hanging and then time. Data processing is done by single measurement method, repeatable measurement, measurement with weighted mean and measurement with linear regression without weight. From the experimental data, the results of the Earths gravity measured using a single measurement method (9.689 ± 0.009) m/s2, repeated measurements of (9,832 ± 0.001) m/s2, repeated measurements with weighted average of (9,835 ± 0.004) m/s2 and measurement by linear regression without weight as big as (9,71 ± 0.43) m/s2.Telah dilakukan penelitian tentang penentuan besar percepatan gravitasi bumi menggunakan ayunan matematis dengan berbagai metode pengukuran.Pengambilan data dilakukan dengan cara melepaskan bandul yang diikatkan pada tali yang tergantung kemudian dicatat waktunya. Pengolahan data dilakukan dengan metode pekukuran tunggal, pengukuran berulang, pengukuran dengan rata-rata berbobot dan pengukuran dengan regresi linier tanpa bobot. Dari data eksperimen diperoleh hasil besar gravitasi bumi menggunakan metode pengukuran tunggal sebesar (9.689 ± 0.009) m/s2, pengukuran berulang sebesar (9.832 ± 0.001) m/s2, pengukuran berulang dengan rata-rata berbobot sebesar (9.835 ± 0.004) m/s2 dan pengukuran dengan regresi linier tanpa bobot sebesar (9,71 ±  0.43) m/s2. 
UJI VALIDITAS MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK KELAS IX SMP Sari, Rona Taula
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.954 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1296

Abstract

Learners are having difficulties on building and compiling the knowledge and skills inside them in order to improve conceptual consistency. Through module of constructivism, students are hoped to understand the concept based on their background knowledge. This study aims to determine the validity of constructivism modules that have been developed. This development research uses descriptive 3-D model. The research data was obtained from validation questionnaire test by validator consisting of three lecturers of biology and three biology’s teachers of SMP Sabbihisma Padang. Data analyzed through percentage technique and processed descriptively. The result of the validity test that tested by the validator showed the average value of 3.70 in a very valid category. It can be concluded that the constructivism module on human reproduction system is very valid in terms of didactic, construction and engineering.Peserta didik sulit membangun dan menyusun pengetahuan serta keterampilan yang ada dalam dirinya untuk meningkatkan konsistensi konseptual. Melalui modul pembelajaran konstruktivisme siswa dapat memahami konsep berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas modul konstruktivisme yang telah dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 3–D yang bersifat deskriptif. Data penelitian diperoleh dari analisis angket uji validitas oleh validator yang terdiri dari tiga orang dosen biologi dan tiga orang guru biologi di SMP Sabbihisma Padang. Analisis data dengan teknik persentase dan diolah secara deskriptif. Hasil uji validitas modul konstruktivisme yang dinilai validator memperoleh nilai rata-rata 3.70 pada kategori sangat valid. Dapat disimpulkan bahwa modul konstruktivisme pada materi sistem reproduksi manusia yang telah dihasilkan sangat valid ditinjau dari didaktik, konstruksi dan teknik.
PENGARUH PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH UDANG WINDU (PENAEUS MONODON FABRICIUS, 1798) YANG DIPELIHARA PADA MEDIA BIOFLOK Zulfahmi, Ilham
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.824 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1297

Abstract

This study aims to determine the optimal stocking density of tiger shrimp seed (Penaeus monodon) were maintained in media biofloc. This study uses a randomized complete design with four treatments and three replications ie, treatment A control (10 tiger shrimp seed / container without the addition bioflok), treatment B (10 tiger shrimp seed / container with the addition bioflok), treatment C (15 tiger shrimp seed / container with the addition bioflok) , treatment D (tiger shrimp seed / container with the addition bioflok). The observed parameters include the specific growth rate (SGR), a daily increase of the absolute length and survival rate (SR) and feed efficiency. The results showed that the stocking density gives significantly effect to increase the daily increase of the absolute length, SGR and feed efficiency value of tiger prawn seed. Values length and SGR growth are highest in treatment C respectively, 3.1 ± 0.06 cm and 1.48 ± 0.041%/day, meanwhile, the value of feed efficiency is highest in treatment D amounted to 47,43 ± 7,26%. There is no significant effect between the stocking density differences of each treatment on the survival of tiger shrimp juvenile Optimal maintenance toward stocking density for tiger shrimp seed using bioflok system is 15 tiger shrimp seed / 10 liters of water.Penelitian ini bertujuan menentukan padat tebar optimal benih udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara dalam media bioflok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu, perlakuan A kontrol (10 ekor/wadah tanpa penambahan bioflok), perlakuan B (10 ekor/wadah dengan penambahan bioflok), perlakuan C (15 ekor/wadah dengan penambahan bioflok), perlakuan D (20 ekor/wadah dengan penambahan bioflok). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup (SR), Pertambahan Panjang Mutlak, Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR) dan Efisiensi Pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan padat tebar berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan panjang, SGR dan nilai efisiensi pakan benih udang windu. Nilai pertumbuhan panjang dan SGR tertinggi terdapat pada perlakuan C masing masing sebesar 3,1±0,06 cm dan 1,48±0,041%/hari, sedangkan nilai efesiensi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan D sebesar 47,43±7,62%. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara perbedaaan padat tebar tiap perlakuan terhadap kelangsungan hidup benih udah windu. Padat tebar optimal pemeliharaan benih udang windu dengan menggunakan sistem bioflok adalah 15 ekor/ 10 liter air.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI ETNOPEDAGOGI PADA MAHASISWA CALON GURU Kurniawan, Iwan Setia; Toharudin, Uus
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.395 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1287

Abstract

This study aimed to describe the ability of student teachers of biology at Pasundan University in developing learning models oriented of ethno-pedagogy. This research used a quasi-experimental with quantitative descriptive analysis techniques, data obtained based on the results of data analysis are described for obtaining information or a description of the results of this study. The population in this study as many as 197 students were divided into 38 groups, the sample in this study as many as 28 groups. Data collected by the non-test, the data obtained from a document or report student assignments given a score based on the indicators are divided into several aspects of the assessment, the questionnaire responses of students and teacher ratings. The results showed that the ability of student teachers of biology in developing the oriented of ethno-pedagogy learning models included in both categories, with an average score of 78.04. The average score highest on aspects of the grammar used by students in developing learning models oriented of ethno-pedagogy at 83.21 and the lowest score associated with the creative aspect of student groups in developing learning models oriented of ethno-pedagogy at 74.84. The response of students to the development oriented of ethno-pedagogy learning model is quite good as many as 74.96% of students than expected. Assessment of teachers in general about the development oriented of ethno-pedagogy learning model is quite good, teachers want their socialization and the need for further development of the learning model with ethno- pedagogy is based on the local wisdom.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa calon guru biologi di Universitas Pasundan dalam mengembangkan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis data dideskripsikan untuk memperoleh informasi atau gambaran hasil penelitian ini. Populasi pada penelitian ini sebanyak 197 mahasiswa yang terbagi dalam 38 kelompok, sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan nontest, data diperoleh dari dokumen atau laporan tugas mahasiswa yang diberikan skor berdasarkan indikator-indikatornya yang terbagi kedalam beberapa aspek penilaian, kuesioner respon mahasiswa dan penilaian guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan mahasiswa calon guru biologi dalam mengembangkan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi termasuk kategori dalam baik, dengan skor rata-rata sebesar 78,04. Skor rata-rata tertinggi yaitu pada aspek tatabahasa yang digunakan oleh mahasiswa dalam mengembangkan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi sebesar 83,21 dan skor terendah terkait dengan aspek kreativitas kelompok mahasiswa dalam mengembangkan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi sebesar 74,84. Respon mahasiswa terhadap pengembangan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi cukup baik yaitu sebanyak 74,96% mahasiswa dari yang diharapkan. Penilaian guru secara umum mengenai pengembangan model pembelajaran berorientasi etnopedagogi cukup baik, guru menghendaki adanya sosialisasi dan perlu adanya pengembangan model pembelajaran lebih lanjut dengan berbasis etnopedagogi yang dilandasi dengan kearifan lokal (local wisdom).
KAJIAN ETNOBOTANI BAMBU MAYAN (Gigantochloa robusta Kurz.) DI KECAMATAN SOBANG PANDEGLANG BANTEN
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 1 (2017): June (2017)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.533 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i1.1298

Abstract

Bamboo is a plant that grows in clump scattering in the tropical, subtropical and temperate region. Bamboo can grow in dry to wet tropical climate, fertile soil conditions or less fertile, and from the 0 m to 4000 m above sea level, and from flat to mountain slopes or cliffs of the river. Bamboo is widely available around Pandeglang regency, Banten. The aims of this study to understand the interaction and utilization of bamboo by communities around the District Sobang with the ethnobotanical approach. Ethnobotany deepens the relationship between human culture and nature around it. This research focuses on the perceptions and concepts of cultural groups in society, including the knowledge system of its members to face their life scope. This study used a survey method, direct exploration and interviews on community Sobang District of Pandeglang Banten by age group using a questionnaire to determine the level of public knowledge about the utilization of Gigantochloa robusta Kurz.Based on this research that has been done that the District Public Sobang have relationships and interactions of the Gigantochloa robusta Kurz. The Community uses it as material traditional technology, craft/commercial, heavy construction, foods, customs, light construction, traditional medicine and other benefits. Utilization of traditional technology is the most widely utilized.Bambu merupakan tanaman berumpun. Tanaman ini tumbuh tersebar di daerah tropis, sub tropis dan daerah beriklim sedang. Bambu dapat tumbuh pada iklim kering sampai tropika basah, pada kondisi tanah subur atau kurang subur dari dataran 0m sampai 4000 m diatas permukaan laut. Mulai dari tempat datar sampai lereng-lereng gunung atau tebing-tebing sungai. Bambu banyak terdapat di sekitar Kecamatan Sobang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan bambu oleh masyarakat di sekitar Kecamatan Sobang yang dikaji secara etnobotani. Penelitian ini lebih mengutamakan  pada persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat, yang dipelajari adalah sistem pengetahuan anggotanya dalam menghadapi lingkup hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode survei, eksplorasi langsung dan wawancara pada masyarakat Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Banten. Berdasarkan kelompok umur menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan Gigantochloa robusta Kurz. Hasil  penelitian yang telah dilakukan bahwa Masyarakat Kecamatan Sobang memiliki hubungan dan interaksi terhadap Bambu Mayan. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan teknologi tradisional, kerajinan/komersil, konstruksi berat, makanan, adat-istiadat, konstruksi ringan, obat tradisional dan manfaat lainnya. Pemanfaatan sebagai teknologi tradisional paling banyak di manfaatkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10