cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2014)" : 10 Documents clear
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR MURDER UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII MTs AL-IKHLAS SETUPATOK CIREBON Juleha, Siti; Khuzaemah, Emah; Cahyani, Dewi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.543

Abstract

Rendahnya prestasi belajar yang dicapai oleh siswa disebabkan rendahnya daya ingat siswa. Hal ini diperoleh dari hasil belajar yang pada umumnya beberapa hari setelah proses belajar siswa hanya mengingat sebagian materi dari yang dipelajari.Penyebab ketidakmampuan siswa mengingat materi yang sudah dipelajari tersebut adalah karena siswa tidak diajak untuk berperan aktif dalam belajar sehingga materi yang diberikan sangat sulit untuk diingat. Seorang guru sebaiknya mampu memilih strategi pembelajaran yang tepat agar bahan atau materi pembelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa dengan mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan strategi murder dalam proses belajar mengajar; peningkatan penguasaan konsep siswa setelah diterapkan strategi murder pada pembelajaran Biologi; dan perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan strategi murder.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian Control Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder; (2) Penguasaan konsep siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder. Hal ini dibuktikan dengan pengujian statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima; (3) terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
AKTIVITAS SITOTOKSIK SENYAWA METABOLIT SEKUNDER KAPANG ENDOFIT Evodia suaveolens DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Azhari, Azmi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.539

Abstract

Kanker adalah penyakit degeneratif dengan kasus yang makin meningkat setiap tahunnya. Menurut WHO (World Health Organization) (2003)  kasus kanker dunia diprediksi akan mengalami peningkatan 50%  menjadi 15 juta kasus pada tahun 2020.  Oleh sebab itu, diperlukan obat antikanker yang mencukupi kebutuhan dan juga efektif. Evodia suaveolens atau Zodia adalah tanaman khas Indonesia timur yang diketahuimengandung suatu senyawaantikakner yaitu evodiamin. Evodiamin yang dihasilkan dari Zodia tidaklah banyak sehingga diperlukan inovasi baru.Pemanfaatan kapang endofit yang diisolasi dari Evodia suaveolens diharapkan dapat menjadi solusi produksi Evodiamin yang kurang efektif dari tanamannya langsung. Produksi senyawa dengan mikroorganisme akan lebih cepat daripada produksi dengan organisme multiseluler dan potensi industri skala massalnya terbuka. Kapang endofit yang tumbuh dari suatu jaringan tanaman akan lebih dari satu jenis kapang, maka perlu ada uji screening awal untuk memilih kapang terbaik, salah satunya adalah denga metode BSLT. Isolasi kapang endofit dari batang Evodia suaveolens menghasilkan 8 isolat. Nilai LC50 dari masing-masing kapang endofit adalah  kapang 1 memiliki nilai 315 ppm, kapang 3 memiliki nilai 270 ppm, kapang 5 memiliki nilai 400 ppm, kapang 7 memiliki nilai 19.7 ppm dan kapang 8 memiliki nilai 403 ppm. Nilai ini membuktikan konsentrasi tersebut dapat membunuh populasi Artemia salina sebanyak 50%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, DAN EXTENDING) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS X SMAN 1 CIWARINGIN Hidayat, M Yusuf; Lesmanawati, Ina Rosdiana; Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.544

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar adalah aktivitas siswa. Dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk aktif melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran biologi sangat diperlukan, sehingga apa yang dipeyatlajari akan lebih tertanam dalam pikiran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji aktivitas siswa pada saat penerapan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending).(2) untuk mengkaji seberapa besar perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) dengan yang tanpa menerapkan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes (pre-test dan post-test), dan observasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-5 (kelas eksperimen) dan kelas X-6 (kelas Kontrol) SMAN 1 Ciwaringin Kab. Cirebon. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) berdasarkan hasil analisis observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending). (2) berdasarkan uji T Independent Sampel Test, terdapat peningkatkan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending. Kata kunci : Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending), Hasil Belajar
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS LOKAL MELALUI BUDAYA MINUM JAMU UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS XI MA DARUL FALAH KABUPATEN INDRAMAYU Hidayatulloh, Syarif; Kartimi, Kartimi; Roviati, Evi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.540

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran biologi berbasis sains lokal. (2) Mengetahui hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran biologi berbasis sains lokal. (3) Mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran biologi berbasis sains lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 siswa kelas XI IPA MA Darul Falah Kabupaten Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Sampling purposive. Sampel dalam penelitian ini adalah XI IPA-2 dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar observasi, tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik yaitu uji Paired Samples Test , one-way anova dan uji Tukey dengan software SPSS v.18. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran biologi berbasis sains lokal sebesar 76,30% termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil uji Paired Samples Test didapat nilai signifikansi 0,00 < 0,05, terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan setelah penerapan pembelajaran berbasis sains lokal melalu budaya minum jamu pada materi jaringan tumbuhan. Rata-rata peningkatan N-gain kelas eksperimen sebesar 0,28. Penerapan pembelajaran bilogogi berbasis sains lokal melalui budaya minum jamu mendapat respon positif dari siswa dengan kategori sangat kuat ( 90%).
TANAMAN DALAM PENGATURAN RUANG KELAS UNTUK MENCIPTAKAN MEDIA DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG KONDUSIF Muspiroh, Novianti; Kurniawan, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.545

Abstract

The learning process in schools mostly occurs in the classroom where students learn to interact for many hours. Meanwhile the condition of the class frequently does not support, classes are too crowded, hot, stuffy, and others. So complete sufferings of those who learn in them. In fact comfortable classrooms can ensure the achievement of effective learning. In this case, how can it be achieved? One of the frequently overlooked in classroom management, to create a learning conducive atmosphere, is the placement of plants. In addition to the aesthetic of class decoration, plants are useful to create the ideal temperature, produce oxygen for the needs of the students in class that are generally crowded, and clean up pollutants. Thereby, the class will be lovely and comfortable which ultimately will lead to a positive attitude and mind in learning. Kata Kunci: Tanaman, Kelas, Pembelajaran, Kondusif
IMPLEMENTATION OF BIOLOGY LEARNING BASED ON LOCAL SCIENCE CULTURE TO IMPROVEMENT OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS LEARNING OUTCOME IN CIREBON DISTRICT AND KUNINGAN DISTRICT Kartimi, Kartimi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.536

Abstract

           The purposes of this research are to assess : 1) Application of biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 2) Improvement of students learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 3) The difference of students learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 4) Students’ respond to application of biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district.          This research uses quantitative approach with experimental methods, and the research design called by one group pretest-postest design. Population of 10th grade senior high school students is 1055 persons, 129 persons are picked as the sample. Sample is chosen by Cluster random sampling technique. Written test and questionnaire are used as the instruments. Two way annova statistical research is used as data analysis techniques.          The results of the study showed the average improvement of Students Learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Kuningan district is higher than Cirebon district. Based on a Two Way Anova test, significance values obtained 0.04 <0.05. There are significant differences between the improvement students’ learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district. Biology learning based on local science culture gets positive responses from the students.
PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI BERBASIS MULTIMEDIA TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMPN 8 KOTA CIREBON Khoerunisa, Megah; Maknun, Djohar; Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan multimedia tutorial dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IX. Multimedia interaktif model tutorial merupakan pengembangan media pembelajaran berbasis komputer bersifat mastery learning yang menggabungkan berbagai media seperti audio, video, teks dan gambar yang dapat memvisualisasikan berbagai fakta, keterampilan, konsep dan menampilkan animasi sesuai kebutuhan. Metode penelitian dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen dengan desain pretest posttest control group design. Instrumen yang digunakan yaitu, tes soal pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan multimedia. Hasil penelitian pada kelas eksperimen pretest sebesar 49.51, posttest 78.43 dan N-Gain 58.93, sementara kelas kontrol diperoleh rerata pretest sebesar 47.35, posttest 72.55 dan N-Gain 49.51. Hasil perhitungan statistik dengan uji t diperoleh nilai Sig.0.005 dengan α=0.05 dapat diartikan penerapan multimedia interaktif model tutorial dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini didukung dengan sikap dan respon siswa dengan rerata sebesar 84.93% yang mempunyai kategori sangat kuat. Kata Kunci:, Multimedia interaktif, tutorial, bioteknologi
DAMPAK MEDIA TELEVISI TERHADAP PRILAKU SOSIAL ANAK Azmi, Nurul
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.537

Abstract

Salah satu kemajuan ilmu pengetahuan dibidang teknologi ialah televisi. Televisi memilki keunikan yang khas, ciri dan sifatnya yang khas itulah yang membedakan media televisi dnegan media massa yang lainnya. yaitu media cetak (surat kabar, majalah) dan media masa elektronika (film, radio). Sebagai produk teknologi modern, wajar bila media telecvisi sebagai media komunikasi masa, dalam waktu yang relatif singkat dapat merebut hati masyarakat dunia dan bahkan saat ini televisi sudah merupakan kebutuhan hidup bagi sebagian besar keluarga di dunia, seperti mereka memerlukan makan, pakaian, dan perumahan. Pesan yang disampaikan melalui pesawat  televisi juga dapat merasuk di tengah-tengah keluarga, kelompok masyarakat, anak-anak, pria maupun wanita sampai orang-orang perkotaan maupun di pedesaan.  Menonton televisi bukanlah hal yang jelek bagi anak-anak, asalkan pandai memilih acara yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya serta trampil dalam menerima apa yang ditangkap dari sajian layar kaca televisi tersebut. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan dunia yang begitu luas seakan menjadi satu dalam ruangan, ditambah dengan pesatnya arus informasi dan peranan media elektronika membuat semua kejadian dapat diketahui oleh masyarakat luas.  Kehadiran televisi sebagai media massa, di samping media massa lainnya seperti radio, Koran, majalah dan media tradisional lainnya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam memperkaya dan menyebarluaskan informasi walaupun kita sadari bahwa televisi dengan program-program acara yang ditayangkan juga memiliki dampak negatif bagi khalayaknya. Kondisi seperti ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi perubahan perilaku sosial anak yang dalam masa penuh dengan kelabilan jiwa. Oleh karena itu anak pada saat menonton tayanagan televisi perlu didampingi orang tua.Kata Kunci :Media Televisi, Prilaku Sosial Anak
GRAPHIC ORGANIZERS DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.542

Abstract

Graphic Organizers merupakan bahasa nonteks yang berfungsi sebagai alat yang digunakan dalam pembelajaran. Visualisasi yang digunakan dalam pembelajaran untuk memudahkan siswa dan guru dalam proses belajar dan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar dan memudahkan siswa dalam memahami suatu konsep tertentu. Guru dapat menyampaikan materi secara efektif dan efisien karena penyampaiannya dibantu dengan alat visualisasi berupa graphic organizers. Pembelajaran biologi yang menggunakan graphic organizers memberikan kemudahan bagi guru dalam menjelaskan dan memahamkan materi-materi biologi yang abstrak dan kompleks. Siswa akan mendapatkan kemudahan dalam memahami materi yang kompleks karena penjelasan materi dibantu dengan visualisasi yang memudahkan siswa dalam mengingat dan memahami materi tersebut. Graphic organizers merupakan suatu alat bantu dalam belajar dan pembelajaran yang sangat efektif dan efisien. Kata Kunci: Graphic organizers, belajar, pembelajaran biologi
ANALISIS PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR PADA PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN HASIL LAUT UNTUK KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi kasus pada nelayan dan pembudidaya ikan Di Desa Karangreja Kec Suranenggala Kab. Cirebon) Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.538

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat pesisir pada Pengolahan dan Pemanfaatan hasil laut untuk Kesejahteraan Keluarga” dengan studi kasus pada nelayan dan pembudidaya ikan di Desa Karangreja. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan pada pengolahan dan pemanfaatan hasil laut, 2) untuk mengetahui kesejahteraan keluarga dan 3) untuk mengetahui fokus pemberdayaan yang diharapkan oleh nelayan dan pembudidaya ikan. Penelitiaan ini didesain sebagai studi lapangan dengan studi kasus, yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap persepsi, partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan Desa Karangreja pada pemanfaatan dan pengolahan hasil laut untuk kesejahteraan keluarga, sifatnya penelitian ini deskriptif kualitatif yang menggambarkan apa adanya tentang variabel, gejala, dan keadaan persepsi, partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan Desa Karangreja pada pemanfaatan dan pengolahan hasil laut untuk kesejahteraan keluarga. Hasil analisis data dinyatakan dalam deksripsi fenomena bukan diperhitungkan angka statistic. Persepsi dan partisipasi nelayan dan pembudidaya ikan  di Desa Karangreja dalam memanfaatkan dan mengolah hasil laut  dipengaruhi beberapa factor, yaitu strata sosial, pendidikan, latar belakang keluarga, tingkat perekonomian, pengetahuan terhadap hukum, pengetahuan terhadap agama, dan kearifan lokal. Kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan bukan berasal dari bagaimana mereka memanfaatkan dan mengolah hasil laut tetapi dari mengirimkan istri/anak ke luar negeri menjadi TKW sehingga dibutuhkan pemberdayaan berbasis masyarakat dimana pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diperlukan dukungan menyeluruh dalam usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik dari pemerintah daerah, pihak pemerintah desa, perbankan dan masyarakat desa Karangreja itu sendiri. Kata kunci: persepsi dan partisipasi, masyarakat pesisir, kesejahteraan keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 10