cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
PROFIL KEMAMPUAN GENERIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA SUBPOKOK BAHASAN SISTEM INDERA KELAS XI DI MAN KARANGAMPEL Suprihatin, Irchin; Maknun, Djohar; Lesmanawati, Ina Rosdiana
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.871 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fakta bahwa  kenyataan di lapangan, tidak sedikit sekolah-sekolah yang tidak menyelenggarakan praktikum dalam pembelajaran biologi. Kontribusi praktikum dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dapat terwujud apabila siswa diberi pengalaman untuk mengindera fenomena alam dengan segenap inderanya.Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji profil kemampuan generik siswa melalui pembelajaran berbasis praktikum, 2) untuk menganalisis perbedaan kemampuan generik siswa sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran berbasis praktikum, dan 3) untuk mengkaji respon siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum pada sub pokok bahasan sistem  indera.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes dan angket. Design penelitian yang digunakan adalah pretes-posttest control group design dengan menggunakan satu kelas (Purposive Sampling), yaitu kelas XI IPA 2  berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen. Karena sebaran data berdistribusi normal dan homogen, data hasil tes kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample t Test.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pencapaian profil kemampuan generik siswa memperoleh hasil yang baik dengan kriteria cukup baik dan kriteria baik. Hasil uji Paired Sample t Test menunjukkan bahwa nilai signifikasinya (2-tailed) 0,000. Karena Sig. 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian terdapat terdapat perbedaan terhadap profil kemampuan generik siswa sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran berbasis praktikum. Respon siswa terhadap pembelajaran berbasis praktikum  bersifat positif dengan kriteria kuat dan sangat kuat.  Kata Kunci : Kemampuan Generik dan Pembelajaran Berbasis Praktikum.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REGULASI MANUSIA UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER II Fortuna, Dewi; Chandra, Edy; Gloria, Ria Yulia
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.048 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.514

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan potensi siswa dari suatu proses pembelajaran adalah program evaluasi, alasan mengapa evaluasi berperan dalam perkembangan potensi siswa itu karena evaluasi merupakan faktor penting untuk menentukan sukses atau tidaknya proses pembelajaran dan sekaligus dapat mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya. Salah satu alat evaluasi yang sering digunakan adalah tes. Karena fungsi tes sangat penting dalam proses evaluasi maka penulis bermaksud mengembangkan penelitian tentang pengembangan tes. Tes yang dikembangkan oleh penulis adalah tes diagnostik untuk mengukur miskonsepsi siswa dengan jumlah soal awal 100 soal. Metode pada penelitian ini adalah metode pengembangan termodifikasi, yaitu dilakukan dalam tiga tahapan, pertama uji ahli/validasi ahli, kedua uji coba terbatas dan ketiga uji coba lapangan. Metode yang digunakan dalam mendiagnosa miskonsepsi yaitu menggabungkan 2 metode antara Metode Matriks Analisis Konsep dan dan Certainty Of Response Index (CRI). Hasil pengembangan tes diagnostik menghasilkan 25 soal valid dengan konsistensi reliabilitas produk tes sangat baik dengan rata-rata reliabilitas keseluruhan uji coba mendapatkan nilai 0,631 (tinggi). Kata kunci: metode pengembangan, tes diagnostik, miskonsepsi.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SAINS LOKAL MELALUI BUDAYA PARAJI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 JATIWANGI Karnia, Nani; Kartimi, Kartimi; Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.128 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.520

Abstract

Pembelajaran berbasis sains lokal (budaya lokal) adalah suatu bentuk pembelajaran yang memadukan sekolah dengan budaya masyarakat. Penerapan pembelajaran sains berbasis budaya atau pembelajaran berbasis sains lokal melalui budaya dapat membuat siswa lebih mandiri dan memberikan peluang siswa untuk lebih mengeksplor kemampuannya sendiri baik itu pengetahuan awal maupun keyakinannya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui : 1) seberapa besar perbandingan peningkatan hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains lokal melalui budaya paraji dengan pembelajaran secara konvensional, 2) perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains lokal melalui budaya paraji dengan yang secara konvensional, dan 3)  respon siswa terhadap pembelajaran berbasis sains lokal melalui budaya paraji pada materi pokok bahasan sistem reproduksi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui tes, angket, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Jatiwangi kelas XI IPA 1 berjumlah 40 siswa dengan pembelajaran berbasis sains lokal melalui budaya paraji dan kelas XI IPA 4 berjumlah 40 siswa dengan pembelajaran konvensional. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, uji t uji One Way Anova dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen (912,03%) lebih besar dibandingkan kelas kontrol (9,78%). Rata-rata N-Gain kelas eksperimen (0,56) lebih besar daripada kelas kontrol (0,43). Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai sig. 0,000<0.05 artinya terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan pembelajaran berbasis sains lokal dengan pembelajaran konvensional. Hasil uji One Way Anova dengan sig.(0,291) > 0,05 artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai tes antar kelompok, dan uji Tukey menunjukkan pembelajaran berbasis sains lokal cocok digunakan untuk kelompok atas dan kelompok tengah. Pembelajaran berbasis sains lokal dapat dikatakan baik untuk diterapkan pada pembelajaran Biologi, hal ini terlihat dari prosentase respon siswa yang kuat sebesar 79% .Kata Kunci : Sains Lokal dan Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA POKOK BAHASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS X DI MAN 2 CIREBON Maemunah, Maya Siti; Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.46 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.525

Abstract

Pembelajaran Biologi belum sepenuhnya mengembangkan kreativitas yang dimiliki siswa padahal kreativitas adalah salah satu hasil belajar dalam kecakapan kognitif, sehingga untuk menjadi kreatif dapat dipelajari melalui proses belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa adalah model sains teknologi masyarakat. Tujuan dari   penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penerapan model STM (2) perbedaan peningkatan kreativitas siswa yang pada saat pembelajaran menerapkan model STM dengan yang pada saat pembelajaran tidak menerapkan model STM. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa tes (pretest dan postest), observasi, pembuatan produk daur ulang limbah dan angket. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara random dari 7 kelas, hasilnya  adalah siswa kelas X.F sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelas X.C sebagai kelas kontrol sebanyak 30 siswa.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model STM terdiri dari lima tahapan yaitu tahap invintasi, pembentukan konsep, penerapan konsep, pemantapan konsep dan evaluasi. (2) Berdasarkan hasil uji t, terdapat perbedaan peningkatan kreativitas antara siswa yang menerapkan model STM dengan yang tidak   menerapkan   model STM, yaitu diperoleh nilai sig. 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa   kreativitas siswa yang menerapkan model STM lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak menerapkan model STM pada saat pembelajaran.  (3) Berdasarkan hasil   analisis  angket, respon  siswa terhadap penerapan model STM sebagian besar termasuk dalam kategori kuat yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 80% dengan rentang 60%-80%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan model STM pada materi pencemaran lingkungan. Kata Kunci : Model Sains Teknologi Masyarakat, Kreativitas.
IMPLEMENTASI MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING BERVISI SETS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KREATIVITAS SISWA SMA BERBASIS PESANTREN Fitriah, Eka
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.904 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.516

Abstract

Pembelajaran biologi tidak hanya bersifat materi oriented akan tetapi harus memberikan pengalaman secara langsung pada siswa. Penggunaan model dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan akan membuat guru dapat berkomunikasi baik dengan siswa, membuka wawasan berpikir yang beragam dari seluruh siswa, sehingga siswa dapat mempelajari seluruh konsep dengan baik. Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, melatih keterampilan proses sains dalam memecahkan masalah, dan meigkatkan hasil belajar siswa adalah model Creative Problem Solving (CPS). Tujuan penelitian, adalah : untuk mengkaji tahap-tahap implementasi model Creative Problem Solving Bervisi SETS pada pembelajaran biologi, mengetahui peningkatan KPS siswa SMA berbasis pesantren setelah diterapkan model Creative Problem Solving bervisi SETS, mengetahui peningkatan kretativitas siswa SMA berbasis pesantren setelah diterapkan Model Creative Problem Solving bervisi SETS, mengetahui respon siswa dan guru terhadap Implementasi Model Creative Problem Solving bervisi SETS pada pembelajaran biologi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif,dengan metode penelitian quasi eksperimen, desain penelitian one group pretest dan postes design. Hasil penelitian menunujukkan bahwa dalam menerapkan model Creative Problem Solving bervisi SETS, ada lima tahap yang dilakukan dalam kegiatan proses belajar mengajar, yaitu: klarifikasi masalah, pengungkapan pendapat, evaluasi dan pemilihan, implementasi dan performance kreativitas. Terdapat peningkatan KPS siswa ditunjukkan dengan rata-rata nilai  N-gain sebesar 0,63. Persentase kriteria KPS siswa SB 61,92%, B 28,52%, C 9,52%. Persentase kriteria kreativitas siswa SB 23,80%, B 47,61%, 21,57% C. Siswa dan Guru memberikan tanggapan positif terhadap penerapan pembelajaran yang telah dilakukan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Creative Problem Solving, SETS, KPS dan Kreativitas
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DALAM BENTUK MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 9 CIREBON PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM Danaswari, Resti Wayu; Roviati, Evi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.11 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.477

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran biologi yang hanya terfokus pada penyampaian materi semata.  Pembelajaran yang ada sekarang tidak bersifat kontekstual. Guru masih menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. Guru belum menggunakan media pembelajaran oleh karena itu media komik bisa digunakan sebagai salah satu alternatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar dalam bentuk media komik pada materi pembelajaran ekosistem, untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar media komik dengan bahan ajar buku paket pada materi pembelajaran ekosistem, untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar media komik yang digunakan.Sample dalam penelitian ini adalah satu kelas eksperimen dengan jumlah 35 siswa dan satu kelas kontrol dengan jumlah 34 siswa. Teknik pengembangan media menggunakan model 4-D (Define, Design, Development & Disseminate), desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-posttes control group, pengambilan sample dalam penelitian ini dengan purposive sampling yaitu penentuan kelas eksperimen dan kontrol berdasarkan rujukan dari guru IPA kelas X.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan test.Validasi media didapat dari hasil analisis perhitungan validasi ahli dengan nilai rata-rata persentase paling tinggi yaitu sebesar 74,6% yang kriterianya dinyatakan layak pada aspek efek media terhadap strategi pembelajaran. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen mengalami kenaikan yaitu dari nilai rata-rata Pre Test 57.13 menjadi 75,88 pada rata-rata Post Test dan nilai rata-rata gain sebesar 0.40. Sedangkan kelas kontrol rata-rata siswa mengalami kenaikan dari nilai rata-rata awal 57.94 menjadi 68.38 pada rata-rata akhir dan nilai rata-rata gain sebesar 0.23. Rata-rata gain kelas eksperimen 0.40 terbilang sedang dan kelas kontrol 0.23 terbilang rendah. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikan menunjukkan 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media komik dan kelas yang tidak menggunakan media komik. Hasil respon siswa terhadap media komik menunjukkan kriterium 77% yang berkategori kuat.Pembelajaran dengan mengembangkan bahan ajar komik menurut ahli media, bahasa dan materi layak digunakan, hasil belajar siswa yang menggunakan media ini juga meningkat yang terlihat dari perbedaan yang signifikan pada hasil tes. Respon siswa pada media komik ini juga sangat bagus dibuktikan dengan kategori yang kuat.
STUDI ANALISIS PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE KABUPATEN CIREBON Fitriah, Eka; Maryuningsih, Yuyun; Chandra, Edy; Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.688 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.521

Abstract

Telah dilakukan studi analisis Pengelolaan Hutan Mangrove kabupaten Cirebon dengan pendekatan kulitatif deskriptif untuk mengkaji Peningkatan kerusakan yang berpotensi terhadap pelestarian kawasan mangrove, penurunan produktivitas sumber daya di kawasan mangrove, pelanggaran dan penyalahgunaan dalam pemanfaatan kawasan mangrove, potensi konflik horizontal pada masyarakat di kawasan mangrove dan Terjadi degradasi kearifan lokal dalam pengelolaan kawasan mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan  pendekatan kualitatif deskriptif. Metode Penelitian yang digunakan adalah Field Research. Penelitian diawali dengan studi pustaka mengumpulkan referensi, kemudian melakukan Observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan masyarakat. Kerusakan ekosistem mangrove merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan, kerusakan ini disebabkan tekanan dari luar yang diperoleh dari perkembagan yang ada di sekitar wilayah mangrove, dan tekanan dari dalam yang berasal eksploitasi yang berlebihan terhadap kawasan mangrove. Masalah kerusakan hutan mangrove dapat ditangani dengan mengatasi akar permasalahan klasik yang melingkupinya. Pengolahan dapat diwujudkan melalui pengelolaan dan perlindungan ekosistem hutan mangrove secara terpadu dan berbasis masyarakat. Strategi pelibatan masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove dengan menerapkan sistem insentif yang diharapkan dapat merangsang dan memacu usaha-usaha kegiatan pengelolaan ekosistem hutan mangrove yaitu melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan peningkatan peran serta masyarakat. Kata kunci: Analisis hutan mangrove, kabupaten Cirebon, berbasis masyarakat.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS, LINGKUNGAN, TEKNOLOGI, MASYARAKAT DAN ISLAM (SALINGTEMASIS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM KELAS X DI SMA NU (NADHATUL ULAMA) LEMAHABANG KABUPATEN CIREBON Aditia, Muhammad Taufik; Muspiroh, Novianti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.628 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.478

Abstract

AbstrakPengembangan modul pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) merupakan bagian dari pembelajaran yang mengaitkan lingkungan sekitar dengan nilai – nilai Islam menjadi tak terpisahkan sebagai aplikasi integrasi dengan pembelajaran biologi tentang ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul  pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) pada konsep Ekosistem kelas X, mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa beserta perbedaannya antara yang diterapkan modul dan yang tidak dietrapkan, dan mengkaji respon siswa terhadap pengembangan modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) di  kelas X di SMA NU (Nadhatul Ulama) Lemahabang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksperimen.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui angket, uji modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis), dan tes hasil belajar. Untuk uji analisis digunakan uji normalitas, uji homogenitas dan Uji t Paired Sample Test.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan bahan ajar melalui beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain modul, pengemebangan bahan ajar, validasi modul oleh para ahli, dan uji coba modul. Peningkatan hasil belajar siswa dengan modul sebesar 0,28 dengan kriteria cukup baik. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan  antara kelas eksperimen dan control. Respon dari siswa sebesar 82.07% yang berarti sangat kuat terhadap penggunaan modul. Kata kunci : Modul Biologi Berbasis (Salingtemasis), Hasil Belajar
PENERAPAN MODUL PRAKTIKUM BIOLOGI BERBASIS PRODUK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) SISWA DI KELAS X SMA NEGERI 1 LEMAHABANG KAB CIREBON Sufinah, Siti Yuni; Saifuddin, Saifuddin; Roviati, Evi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.934 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.527

Abstract

Kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran biologi seyogyanya disampaikan baik secara materi maupun secara praktikum, siswa kebanyakan hanya dituntut untuk meningkatkan hasil belajar saja, pembelajaran praktikum tidak hanya dapat meningkatkan hasil kognitif siswa, namun bisa menumbuhkan KPS kepada siswa. Pembelajaran praktikum dengan menggunakan modul praktikum berbasis produk merupakan salah satu pembelajaran dengan bahan ajar mandiri yang digunakan khusus untuk kegiatan praktikumn dimana keegiatan praktikum tersebut dapat menumbuhkan KPS siswa yang dapat diobservasi melalui kegaiatan praktikum tersebut.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji penerapan pembelajaran dengan mengguanakan modul praktikum biologi berbasis produk dalam sub konsep animalia invertebrate.Tempat penelitian di SMA N 1 Lemahabang tahun ajaran 2012-2013, subjek penelitian ini adalah siswa kelas X (n=55), kelas eksperimen X-7 dan kelas kontrol X-3. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, modul praktikum berbasis produk, tes dan angket. Desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis uji prasyarat menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (non-parametrik independent). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif.Hasil dari penelitian ini bisa dikatakan cukup berhasil dengan hasil yang baik, terdapat 4 aspek yang dinilai dalam proses pembelajaran yaitu aspek observasi, klasifikasi, mengidentifikasi, dan menyimpulkan. Indikator keterampilan proses sains yang nampak pada kelas eksperimen dengan persentase > 80 dengan kriteria sangat baik dan kriteria baik dengan persentase 80, sedangkan kelas kontrol dinilai dengan persentase 66 ≤ x ≤ 80 kriteria baik dan cukup dengan persentase 50 ≤ x ≤ 65, untuk hasil tes dengan rata-rata 82.2 dan 71.9 dan untuk angket dengan kriteria baik. Hasil uji hipotesis dengan Mann Whitney yaitu 0.04 dengan signifikansi < 0.05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan modul praktikum berbasis produk untuk menumbuhkan KPS siswa sudah memenuhi kriteria yang sangat baik, begitu juga dengan angket yang memenuhi kriteri baik. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis praktikum, Modul praktikum, KPS
PENGGUNAAN METODE HYPNOTEACHING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI DI SMA NEGERI 5 CIREBON Gito, Kasiful; Juanda, Anda; Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.711 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.518

Abstract

Sistem pembelajaran di kelas masih banyak mengandalkan pikiran sadar yang bersifat short memory, sedangkan pikiran bawah sadar yang bersifat long memory belum dapat dimaksimalkan penggunaannya. Metode hypnoteaching banyak mengambil peranan pikiran bawah sadar, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran biologi berbasis Imtaq, meningkatkan penguasaan konsep siswa dan respons siswa setelah menggunakan metode hypoteaching. Pembelajaran berbasis Imtaq dapat diaplikasikan dalam pembelajaran biologi, tidak hanya mengajarkan aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan tentang biologi semata, melainkan juga aspek penanaman nilai-nilai sikap dan moral siswa dan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa.Desain penelitian ini menggunakan Control Group Pretest and Posttest design. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji t (hipotesis).Penggunaan metode hypnoteaching dalam pembelajaran biologi berbasis Imtaq dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa. Saran yang dapat disampaikan adalah penelitian ini dapat memberikan motivasi  bagi guru untuk menjadi sosok teladan bagi para siswa di sekolah, sehingga setiap hari guru selalu memberikan positive statement kepada siswanya. Kata Kunci     :    Metode Hypnoteaching, Pembelajaran Biologi Berbasis Imtaq, Penguasaan Konsep

Page 1 of 1 | Total Record : 10