cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
ANALISIS POLA WACANA PEDAGOGIS GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 7 CIREBON Chandra, Edy; Muspiroh, Novianti; Syahrir, Dede Cahyanti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.476 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.528

Abstract

Permasalahan yang berkembang di kalangan pengajar muda yang belum memiliki pengalaman dalam dunia pengajaran adalah membutuhkan profil seorang guru ideal  yang disenangi oleh siswa.Analisis wacana pedagogis guru tidak hanya dapat mengungkap kualitas pengajaran seorang guru di kelas, tetapi merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengungkap proses belajar mengajar secara totalitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil seorang guru Biologi yang terbaik di salah satu SMA Negeri di Cirebon berdasarkan kemampuannya dalam menyampaikan materi dan memberikan pemahaman kepada siswa. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah dengan mengamati tingkat relevansi penguasaan materi guru biologi pada indikator RPP, tingkat analisis wacana pedagogis guru menggunakan model representasi, tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan penyajian motif dan tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan level penyajian konsep.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode Kualitatif Deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang guru biologi yang dianggap guru biologi terbaik di SMA Negeri 7 Cirebon.Data utama yang diperoleh berupa rekaman audio visual, diubah kedalam bentuk teks atau transkripsi untuk dapat dianalisis lebih lanjut.Hasil penelitian ini menunjukan tingkat relevansi penguasaan materi guru terhadap RPP yang dibuatnya dikatakan baik karena sebagian besar sudah teraktualisasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase tingkat relevansi indikator 90% materi terakomodasi, dan 10% tidak terakomodasi. Sementara itu, hasil analisis wacana pedagogis guru pada representasi teks mencapai struktur 5 level. Artinya semakin banyak konsep yang disampaikan guru dan semakin tinggi kompleksitas penguasaan materi guru. Analisis wacana pedagogis berdasarkan penyajian motif menunjukan bahwa motif yang dominan adalah motif eliciting yaitu sebesar 56%. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dalam pengajarannya guru lebih banyak menggali pengetahuan siswa.Kemudian analisis wacana pedagogis berdasarkan level pencapaian konsep, menunjukan bahwa guru dalam pengajarannya masih sekitar 32% mengoptimalisasi kemampuan berfikir tingkat tinggi yaitu dengan pencapaian level classificatory dan level formal.Kata kunci: Profil Guru, Analisis Wacana Pedagogis, Pedagogi Materi Subyek
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN SAINS YANG SEHAT, AMAN, NYAMAN DAN KONDUSIF Maknun, Djohar
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.009 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.519

Abstract

None
IMPLEMENTASI BIOENTREPRENEURSHIP PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILLS DAN MINAT WIRAUSAHA SISWA MADRASAH ALIYAH BERBASIS PESANTREN DI CIREBON Fitriah, Eka
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.166 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.467

Abstract

Pembelajaran biologi menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Oleh karena itu siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah keterampilan kecakapan hidup (life skills) agar mereka mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar tempat tinggal mereka. Sebagian besar lulusan Madrasah Aliyah (MA) di Cirebon tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu siswa perlu diberi pemahaman dan keterampilan wirausaha sebagai bekal diri untuk memulai atau melanjutkan kehidupan secara layak. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimanakah implementasi pendekatan bioentrepreneurship pada pembelajaran biologi, seberapa besar pendekatan pembelajaran bioentrepreneurship dapat meningkatkan life skills dan minat wirausaha siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R & D). Desain penelitian One Shot Case study. Pengembangan perangkat pembelajaran biologi berorientasi bioentrepreneurship dan diujicobakan kelas eksperimen. Data diambil dengan observasi, angket dan tes. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase skor life skills dan angket kemudian dianalisis dengan stastistik parametrik, yaitu uji t- paired samples test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran biologi berorientasi bioentrepreneurship dapat meningkatkan life skills siswa di MAN Kalimukti sebesar 11,90 % dan MA Al Shighor sebesar 17,17 %. Peningkatan minat wirausaha pada MAN Kalimukti 7,22% dan MA Al Shoghor sebesar 6,11 %. Peningkatan tidak terlalu tinggi karena sebelum pembelajaran siswa sudah menunjukan minat wirausaha yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pendekatan bioentrepreneurship pada pembelajaran biologi yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, bahan ajar, LKS dan instrumen yang dilengkapi dengan cara kerja pembuatan produk youghurt dan herbal instan, pembuatan kemasan dan analisis ekonomi produk, selain itu pendekatan pembelajaran bioentrepreneurship dapat meningkatkan life skills dan minat wirausaha. Kata kunci : Bioentrepreneurship, Life skills, minat wirausaha
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PENGAJARAN BIOLOGI UNTUK MENGETAHUI HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS VII DI SMPN 1 TALUN Kartimi, Kartimi; Gloria, Ria Yulia; Ayani, Ayani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.057 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.524

Abstract

Pendidikan IPA sebagai salah satu contoh pendidikan secara utuh dan menyeluruh. Proses IPA berkaitan dengan keterampilan proses dan kegiatan ilmiah yang dapat berupa penelitian, percobaan atau praktikum. Pembelajaran IPA pada pokok pembahasan ekosistem sangat dibutuhkan suatu pendekatan keterampilan proses, dengan pendekatan tersebut siswa akan lebih paham dengan materi yang diajarkan karena dalam proses belajarnya siswa akan terjun langsung melakukan observasi, interprestasi, klasifikasi, berkomunikasi, dan berhipotesis.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa yang menggunakan dan tidak menggunakan KPS, untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan dan yang tidak menggunakan KPS, dan untuk mengetahui perbedaan penerapan hasil observasi dari 5 aspek yaitu observasi, interpretasi, klasifikasi, berkomunikasi, dan berhipotesis.Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses sains dan kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H dan VII G masing-masing berjumlah 30 siswa, dan pengambilan sampelnya dengan teknik random sampling. Alat instrumennya berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Setelah data diperoleh, data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas dan uji t.Berdasarkan hasil analisis didapat hasil belajar siswa yang menggunakan keterampilan proses mengalami peningkatan yaitu dengan rata-rata N Gain 59,3 dengan kriteria sedang. Hasil belajar siswa yang tidak menggunakan keterampilan proses  mengalami peningkatan yaitu dengan rata-rata N Gain 33,1 dengan kriteria sedang. Adanya perbedaan antara hasil belajar siswa yang menggunakan keterampilan proses dan yang tidak menggunakan keterampilan proses dengan masing-masing rata-rata N Gain 59,3 dan 33,1. Penerapan KPS yang dinilai dengan lembar observasi diketahui nilai tertinggi terletak pada aspek observasi dengan nilai rata-rata 4 dan nilai rata-rata terendah terdapat pada aspek hipotesis dengan nilai rata-rata 2,6. Kata kunci : keterampilan proses, hasil belajar dan ekosistem.
PENERAPAN MULTIMEDIA-TUTORIAL DALAM PEMBELAJARAN SISTEM SARAF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Mulyani, Asep
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.25 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.529

Abstract

The aim of this research to know the effect of multimedia-tutorial to improve student’s critical thinking skills in human nervous system concept. This research was carried out by using quasi experimental method. The student of eleventh class at a senior high school in Garut were chosen as the subject of this research. One group of students was  given multimedia-tutorial and another one was given conventional instruction, were compared in term of their critical thinking skills. Data were collected through a paper-pencil test in multiple choice formed, and analyzed by using Mann-Whytney U Test and N-Gain. The result of this study show that there was significant effect of the multimedia-tutorial toward student’s critical thinking skills. Furthermore, the experimental class obtained higher N-gain than the control class. The average of critical thinking skills N-Gain in experimental class was 0.55 and control class was 0.38. The finding of this study suggest that multimedia-tutorial is effective to improve of critical thinking skill in human nervous system.Keywords:  Multimedia, tutorial, critical thinking skills, human nervous system. 
BENTUK DAN MODEL TERAPI TERHADAP ANAK-ANAK PENYANDANG AUTISME (KETERBELAKANGAN MENTAL) Suteja, Jaja; Wulandari, Ruwanti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.423 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.530

Abstract

Autis adalah gangguan perkembangan perpasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Jumlah anak yang terkena autis semakin hari semakin meningkat pesat. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang terkena autisme akan semakin besar. Bahkan jumlah penderita autis semakin hari semakin menghawatirkan, baik bagi orang tua, masyarakat maupun pemerintah.Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis berat yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Penderita autis diharapkan mendapatkan diagnosis lebih awal sehingga mendapatkan terapi lebih dini dan mampu mengobati dan menyembuhkan terhadap anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental tersebut. Upaya deteksi dini yang optimal memerlukan kerjasama dari semua pihak dari mulai orang tua, tim ahli dalam hal ini dokter maupun dari instansi pemerintah itu sendiri. Key words: autis, penyebab, terapi
PENERAPAN PROBLEM BASE LEARNINGDALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KEMANDIRIAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DANLITERASI SAINS PADA MAHASISWA Maryuningsih, Yuyun
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.838 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.526

Abstract

 Pembelajaran pada mahasiswa calon guru ditekankan pada kemandirian belajar, literasi sains dan komunikasi. Oleh karena itu mahasiswa perlu dibantu untuk menumbuhkan  kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah literasi sains agar mereka memiliki kecakapan untuk bekalnya sebagai calon pendidik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan model Problem Base Learning (PBL) dapat menumbuhkan kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains pada mahasiswa.  Tujuan penelitian adalah menyelidiki keefektifan PBLmenumbuhkan kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yangmeliputi empat tahapan yaitu tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Tahapan tersebut disusun dalam dua siklus. Variabel dalam penelitian ini adalah kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains. Data diambil dengan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase mahasiswa  yang memiliki kemapuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan PBL dapat menumbuhkan  kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains  pada mahasiswa secara signifikan.Kata kunci: Problem base learning, kemandirian belajar, keterampilan kerja ilmiah dan literasi sains
SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATOSUS (SLE): KELAINAN AUTOIMUN BAWAAN YANG LANGKA DAN MEKANISME MOLEKULERNYA (Review Terhadap Jurnal Systemic Lupus Erythematosus, Oleh Rahman dan Isenberg. 2008. NEJM) Roviati, Evi
Scientiae Educatia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum banyak orang yang mengenal penyakit lupus atau Systemic Lupus Erithematosus (SLE), karena memang penyakit langka. Namun akhir-akhir ini ada kecenderungan peningkatan prevalensi terjadinya kasus lupus ini. Gejala yang paling mudah dikenali adalah adanya bercak merah di sekitar wajah yang menyerupai kupu-kupu yang disebut “Butterfly Rush”. Mekanisme biokimiawinya belum banyak diketahui, namun penyebab pastinya adalah disfungsional sistem imun. Kelainan ini disebabkan adanya mutasi pada gen-gen yang menentukan permukaan sel limpfosit, sehingga antibodi menyerang bagian-bagian tubuh sendiri, atau yang disebut dengan autoimun. Key words: lupus, Systemic Lupus Erithematosus (SLE)
PROFIL KOMPETENSI GURU DAN FASILITAS PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MADRASAH ALIYAH BERBASIS PESANTREN DI CIREBON (Studi Kasus di MAN Kalimukti dan MA As-Shighor Ad-Dauly) Muspiroh, Novianti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.062 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.522

Abstract

The teachers who teach science in schools based Islamic boarding are not all science educational background; some are teachers who "forced" to teach science. They were forced to "take advantage" of existing teachers to teach science because it does not have the ability to pay teachers from outside. The impact is learning science can not be implemented optimally, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The impact of teacher uncompetence and inadequate laboratory facilities are unoptimal science teaching learning process, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The purpose of this study is to know the competences of teachers and facilities of biology learning in Madrasah Aliyah based Islamic boarding school in Cirebon. The research method is descriptive qualitative method. The results showed that all the competences of teachers both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are classified good and very good as well as biology laboratory. The implication of this research is science teaching and learning process both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are could be implemented optimally. Background guru/tutor yang mengajar IPA di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan pondok pesantren tidak semua berlatar belakang pendidikan IPA, sebagiannya adalah para ustad yang “dipaksa” untuk mengajarkan IPA kepada para santri. Mereka terpaksa “memanfaatkan” ustad yang ada untuk mengajarkan IPA karena tidak memiliki kesanggupan untuk membayar guru dari luar. Dampaknya adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Dampak dari kompetensi guru yang tidak sesuai maupun pendukung pembelajaran berupa fasilitas laboratorium yang kurang memadai adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kompetensi guru dan fasilitas pendukung pembelajaran biologi pada Madrasah Aliyah berbasis Pesantren di Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kompetensi guru di kedua Madrasah Aliyah As-Shighor dan Kalimukti sudah tergolong baik dan sangat baik. Demikian pula dengan fasilitas laboratorium Biologi di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi sarana dan prasarananya bahkan di MA As Shighor sangat minim. Implikasinya bahwa pembelajran IPA di kedua madrasah tersebut bisa terlaksana dengan baik dengan kompetensi guru yang dimilikinya meskipun fasilitas laboratorium belum sepenuhnya menunjang proses pembelajaran. Key Words: Kompetens Guru, Fasilitas Laboratorium Biologi, MA Pesantren

Page 1 of 1 | Total Record : 9