Al Amwal
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Articles 113 Documents
Analisis Manajemen Risiko dalam Prosedur Pembiayaan Gadai Emas di BJB Syariah KCP Kuningan

Fatmasari, Dewi, Hasanah, Anah

Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.558 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1731

Abstract

Abstrak Di dalam pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilakukan oleh Rahin (pemilik barang) dan Al-Murtahin (penerima barang) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya bagi pemilik barang dengan menggadaikan barang tersebut sesuai prinsip Syariah. Pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) memiliki prosedur yang dilalui hingga barang gadai tersebut kembali dimiliki oleh pemiliknya atau tidak, dan juga memiliki risiko-risiko yang melekat pada prosedur pembiayaan gadai emas. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) supaya segala risiko yang ada dapat diminimalisir dan dapat diantisipasi dengan baik, demi terciptanya pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam salah satu produk pembiayaan gadai emas di perbankan Syariah.Penelitian  ini  termasuk  penelitian  analisis deskripstif.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  metode  kualitatif.  Serta dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas di BJB Syariah KCP Kuningan memiliki 10 prosedur yang dilalui dalam pembiayaan gadai emas Syariah dengan ketentuan tertentu di setiap prosedurnya yakni permohonan pembiayaan, penaksiran barang gadai, pelunasan penuh, pelunasan sebagian, perpanjangan, SP 1 s/d SP 2 atau setara 3, lelang, kuasa lelang, penjualan dan pelunasan atau penutupan pada sistem. Dan memiliki risiko yang ada pada setiap prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilihat secara umum dan dilihat dari beberapa risiko yang dimiliki perbankan. Serta  pada setiap prosedurnya memiliki manajemen risiko dalam satu kesatuan prosedur yang dilalui. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Prosedur Pembiayaan, Gadai Emas          Abstract Financing hearts of gold pawn in sharia (Rahn) conducted by Rahin (owner of goods) and Al-Murtahin (recipient Goods) with the aim to meet their needs review For the owner of the goods to pawn with Goods Under Sharia. Gold mortgage financing Sharia (Rahn) have procedures in recitals that passed the Back Up Goods pawn or not owned by their owners, and also had Risks Inherent on gold mortgage financing procedure. So, we need their hearts Risk Management Procedures gold pawn Financing Sharia (Rahn) Any order for Risks can be minimized and can be anticipated with good, in order to create Financing can be meet society hearts prayer One Needs Financing Products pawning gold in Islamic Banking.Singer study included research deskripstif analysis. The analytical method used is a qualitative method. Test your hearts as well as the validity of the data using triangulation techniques. Data collection techniques with How to Interview, observation, and documentation.Results The singer showed that the analysis of the Risk Management hearts procedure Financing pawning gold in BJB Syariah KCP Brass has 10 Procedures That traversed hearts Financing gold pawn sharia the terms Certain every procedure that request financing, valuation of goods mortgage, repayment sold, the repayment of, renewal, SP 1 s / d SP 2 OR 3 equivalents, auction, auction Counsel, Sales And repayment or in Closure System. And it has nothing to any Risks Funding Procedures gold pawn Sharia (Rahn) Viewed Operating Sales manager and Risks Seen From some owned banks. As well as on each procedures have hearts One Unit Risk Management Procedures The impassable. Keywords: Risk Management, Finance Procedure, Gold Pawn.

PERILAKU PEMILIHAN MEREK ANTARA PRIA DAN WANITA: PENELITIAN PADA INDUSTRI SMARTPHONE

Kusumadewi, Rita

Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.753 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1619

Abstract

Abstrak Beda jenis kelamin maka akan beda pula cara berfikir seseorang. Sampai saat ini, nampaknya paradigma yang beredar di masyarakat menunjukkan bahwa pria memiliki pemikiran yang lebih sederhana bila dibandingkan dengan wanita saat dihadapkan pada dua atau lebih alternatif produk yang harus mereka beli.Saat ini handphone  atau  smartphone semakin hari semakin marak dan beragam bermunculan di pasar, dengan berbagai harga dan atribut produk unggulan yang ditawarkan kepada konsumen. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan baru, apakah harga dan atribut produk tersebut lebih penting dibandingkan sebuah merek bagi seorang pria dan wanita. Selain itu sangat penting diketahui apa yang menjadi alasan pria dan wanita saat memilih sebuah merek. Penelitian ini dilakukan kepada 200 orang responden pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bagi Pria hal yang paling utama yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih sebuah merek smartphone adalah Confidence, Pleasure,Effectiveness,Status, danResponsibility, sedangkan bagi wanita hal yang paling utama yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih sebuah  merek smartphone adalah Confidence, Pleasure,Effectiveness, dan Status.  Kata kunci: merek, perilaku pemilihan merek, perilaku konsumen, industri smartphone  Abstract Different gender will influencing the way they thingking. Until now, the paradigm in society shows that man has a simple thought than a woman when they faced two or more product alternatives. Nowadays, many kinds of handphone or smartphone being showed up at the market, with various prices and product attributes. This phenomenon makes a new questions, does price and product attribute is more important than a brand to a man and a woman. Beside that, really important to know what is the reason between a man and a woman while they choosing a brand. This research using 200 respondents. And the result shows that  for a man there is a few important things that will considerately thingking in choosing a brand of a smartphone, which is confidence, pleasure, effectiveness, status and responsibility, in the other side the important things for a woman only four factors which is confidence, pleasure, effectiveness and status.  Keyword: brand, brand choices behaviour, customer behaviour, smartphone industry

PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI PESANTREN (SEKILAS TENTANG PESANTREN AINURRAFIQ) DESA PANAWUAN, KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN

Fatmasari, Dewi ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.86 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini santri pada Pondok Pesantren bukan saja bertujuan untuk santri pandai mengaji saja melainkan mengajarkan tentang kewirausahaan untuk bekal hidup dalam bermasyarakat, ilmu agama sebagai bekal akhirat dan menjaga dari perbuatan-perbuatan yang syubhat sedangkan kewirausahaan mendidik santri untuk menjadi santri yang mandiri, dua hal terbut akan selalu beriringan untuk menjadikan santri yang sukses dunia dan akhirat. Maka dari itu, pesantren menyambut baik dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, karena dapat mempermudah dan mempercepat laju pendidikannya dalam memperoleh santri dengan menjadikannya  teknologi sebagai media promosi dan komunikasi. Ulama salaf pernah mengatakan “ambillah sesuatu yang baru selagi itu baik, dan jangan tinggalkan yang lama yang masih relevan untuk digunakan”. Dalam hal ini Pondok Pesantren dapat mengembangkan kewirausahaannya untuk kemajuan perekonomian guna menopang laju kesejahteraan bagi seluruh santri, ustadz, karyawan dan seluruh civitas akademik, hal tersebut tidak menafikan kebiasaan kegiatan yang ada di pondok pesantren pada umunya, yaitu sekolah, ngaji dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat membentuk karakter anak yang menjadi lebih baik. Kata Kunci : Pondok Pesantren, kewirausahaan, dan santri

Aplikasi dan Analisis Konsep TawarruqPadaProduk Perbankan; Studi Kasus diCIMB Islamic Bank Bhd. Malaysia

Zaenal, Muhammad Hasbi ( IAIN Syekh Nurjati )

Al Amwal Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.21 KB)

Abstract

Abstrak Konsep tawarruq telah lama dibincangkandikalangan para ulama.Dalam perbankan Islam, Deposit lazimnya menggunakan sistembagi hasil. Namun begitu, terdapat Deposit yang menggunakan system fix return dengan kontrak asas tawarruqbersama dengan kontrak lainnya sebagai pendukung (hybrid). Produk ini telah diaplikasikan oleh CIMB Islamic Bank di Malaysia, dengan nama FRIA-I (Fixed Return Investment Account-i).Artikel ini mengkaji konsep tawarruqdan aplikasinya dalam produk Deposit FRIA-I denganmenggunakan metodologi deskriptif analisis, yang meliputi pengumpulan data, penyusunan, menganalisis dan peenginterpretasian data.Dapatan kajian menunjukkan bahawa produk deposit FRIA-imerupakan kontrak hibrid yang sesuai dengan hukum Islam melalui instrumen wakalah mutlaqah danhilah sharciyyah.Walau bagaimanapun, iatelah dianggap sebagai produk alternatif yang lebih baik daripada produk yang berasaskan bai’ al-’inah. Kata Kunci :Tawarruq, Bai’ al-‘Inah, Deposits, Islamic Banking, Fixed Return Investment Account-i (FRIA-iJEL Classification: G21,G2, B1, B15, N3, Z12

STRATEGI POSITIONING PESANTREN AL-MULTAZAM KUNINGAN JAWA BARAT

Djuwita, Diana ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.178 KB)

Abstract

ABSTRAK Banyaknya pesantren saat ini mendorong pesantren masuk dalam iklim persaingan sehingga pesantren perlu melakukan diferensiasi agar membedakan dirinya dari pesantren lain, yang dikenal dengan istilah positioning (penentuan posisi pasar). Maka dalam penelitian ini rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana strategi positioning pesantren Al-Multazam Kuningan dan apakah manfaat strategi positioning tersebut bagi Al-Multazam. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat desktiptif analitis. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pesantren Al-Multazam memposisikan dirinya sebagai pesantren yang bersih, rapi, fasilitasnya lengkap memadai, dan menerapkan kurikulum DIKNAS. Para santri diasramakan dan mengisi kegiatan sehari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Pesantren Al-Multazam memberikan program penunjang bagi para santrinya seperti program life skill, program Bahasa Arab dan Inggris serta hafalan Al-Qur’an minimal 5 juz. Pesantren Al-Multazam menyadari adanya persaingan dengan banyaknya pesantren saat ini. Maka pesantren Al-Multazam berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat serta berusaha membedakan produk/jasanya dari pesantren lain dengan menggunakan atribut khusus, seperti manawarkan berbagai keunggulan yang dimilikinya. pesantren Al-Multazam mengenalkan produk/jasa melalui slogan “Membina generasi berakhlaq mulia, berprestasi, dan terampil berbahasa.”  Kata Kunci: Strategi Positioning, Pesantren 

A Change Based Organizational Model Suatu Model Diagnostic Organisasional

Wahyuningsih, Nining ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.301 KB)

Abstract

AbstrakPerubahan merupakan sesuatu hal yang wajar, tetapi untuk menghadapi perubahan bukanlah hal yang mudah karena banyak factor-faktor yang perlu dipertimbangkan. Tujuan perubahan untuk memperbaiki kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan serta mengupayakan perubahan perilaku karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya. Sebelum melakukan perubahan perlu dilakukan diagnosis organisasional karena bertujuan meningkatkan kinerja organisasi. Diagnosis organisasional meliputi pengumpulan dan analisis data mengenai system yang sedang berlaku saat itu,hasilnya diharapkan bisa menjadi pendorong perubahan. Salah satu model diagnostic organisasional untuk membantu organisasi menyelesaian masalah adalah a change based organizational model. Menurut model ini factor-faktor lingkungan internal organisasi yang meliputi susunan organisasi, factor sosial, lingkungan fisik, teknologi dan visi. Menurut model ini terjadi interaksi antara pengembangan individu dengan kinerja organisasional. Kata Kunci: perubahan, model diagnosis organisasional AbstractChange is a natural thing, but to deal with change is not easy because a lot of factors that need to be considered. The purpose of the changes is to improve the organizations ability to adapt to environmental changes and seeking changes in the behavior of employees to increase productivity. Before making changes necessary organizational diagnosis because it aims to improve organizational performance. Organizational diagnosis involves the collection and analysis of data about the system that was applicable at the time, the result is expected to be a driver of change. One of the organizational diagnostic models to help organizations menyelesaian problem is a change based organizational models. According to this model environmental factors internal to the organization that includes the organizational structure, social factors, physical environment, technology and vision. According to this model the interaction between individual development with organizational performance. Keywords: the change, the organizational diagnostic models

Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal

Djunaeni, Mochammad Endang ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.641 KB)

Abstract

Abstraksi Pasar Modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahan efek. Untuk mengkordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumberdaya manusia dalam pengembangan pasar modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif. Perusahaan-perusahaan harus menjalin kerjasama yang erat untuk menciptakan pasar yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif infvestasi bagi masyarakat. Di pasar modal terdapat berbagai macam infomasi seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya. Landasan operasional pasar modal di indonesia adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No : 40/DSN-MUI/X/2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal, menyatakan pengembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari perkembangan pasar modal, sebagaimana kita ketahui prinsip syariah telah dikembangkan di berbagai negara, di Indonesia memerlukan pasar modal yang aktifitasnya sejalan dengan prinsip syariah, hal ini merupakan suatu keniscayaan dimana Indonesia merupakan negara terbesar yang penduduknya memeluk agama Islam.Kata Kunci : Pasar Modal, Prinsip Syaraiah, Investasi

Peran Perempuan Masyarakat Pesisir dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Mertasinga

Djuwita, diana ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.157 KB)

Abstract

Abstrak Kekayaan laut di Indonesia sangatlah besar karena sangat kaya akan keragamannya. Kehidupan pesisir Indonesia seharusnya menjadikan para nelayan sebagai orang yang kaya karena kekayaan laut Indonesia yang melimpah. Namun kenyataannya, mereka masih berada di bawah garis kemiskinan. Selama ini peran wanita dalam keluarga nelayan belum optimal dalam membantu peningkatan ekonomi keluarga. Para wanita di Desa Mertasinga umumnya bekerja sebagai pengupas rajungan pada agen-agen kecil maupun besar. Di sisi lain, wanita juga memiliki peran dalam rumah tangga, yaitu sebagai istri dan ibu. Wanita dituntut melakukan tugas utama dalam rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, keterlibatan wanita dalam mencari nafkah menimbulkan peran ganda wanita. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarga nelayan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga, untuk mengetahui kegiatan ekonomi produktif perempuan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga dan untuk mengetahui peran perempuan masyarakat pesisir dalam meningkatkan pendapatan keluarga nelayan di Desa Mertasinga. Pada penelitian ini peneliti memilih menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di daerah pesisir memiliki kontribusi atau peran yang sangat besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kontribusi pendapatan istri tersebut dapat dilihat dari terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier keluarga. Hubungan atau relasi antara suami istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga lebih didasarkan hubungan kemitraan, sehingga keduanya dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini sesuai dengan teori keseimbangan yang menekankan pada konsep kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Pandangan ini tidak mempertentangkan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara laki-laki dan perempuan harus dapat bekerja sama untuk membangun kehidupan keluarga. Meningkatnya peran dan tugas istri sebagai pencari nafkah menimbulkan adanya kesepakatan antara suami dan istri untuk berbagi tugas dalam pekerjaan domestik.  Kata Kunci:  Peran Perempuan, Masyarakat Pesisir, Pendapatan, Keluarga Nelayan       Abstract           Marine resources in Indonesia is enormous because it is very rich in its diversity. Indonesia should make the lives of coastal fishermen as rich because of abundant marine wealth Indonesia. But in reality, they are still below the poverty line. During this time the role of women in fishing families have not been optimized to help increase family income. The women Mertasinga generally work as a peeler crab on the agents of both small and large. On the other hand, women also have a role in the household, that is as a wife and mother. Women charged with a major task in the household as well as possible. Therefore, the involvement of women in a living raises the dual role of women. The purpose of this study was to determine the level of family income of fishermen in coastal communities Mertasinga, to determine the womens productive economic activities in the coastal communities Mertasinga and to determine the role of women in the coastal communities improve family income of fishermen in Mertasinga. In this study, the researchers chose to use a qualitative approach. Methods of data collection using the technique of in-depth interviews, observation, and documentation study. Technique authenticity of the source data using triangulation techniques, techniques, and time. While the analysis of data using the stages of data reduction, data presentation, and verification. The results showed that women in coastal areas have a contribution or a very big role in increasing the family income. Wife revenue contribution can be seen from the requirement for primary, secondary, tertiary and even family. Relationship or the relationship between husband and wife in meeting family needs more based partnerships, so that both can work together to improve the welfare of their families. This is consistent with the theory that emphasizes balance in the concept of partnership between men and women. This view does not polarize between men and women, but between men and women should be able to work together to build a family life. Increasing the role and duties of wives as breadwinners lead to an agreement between the husband and wife to share the task of domestic work. Keywords: Role of Women, Coastal Communities, Income, Family Fisherman 

SEWA GUNA USAHA (LEASING) DALAM PERSPEKTIF SYARIAH

Wahyuningsih, Nining ( Prodi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon )

Al Amwal Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.982 KB)

Abstract

ABSTRAKSewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (financial lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha  (lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.  Teknik pembiayaan leasing dibagi dalam dua jenis transaksi leasing yaitu Finance lease dan Operating lease. Di Indonesia yang umum dilakukan dan diterapkan pada perusahaan pembiayaan adalah financial lease.  Dalam kajian ini membahas leasing konvensional yang ternyata dalam prakteknya menyalahi ketentuan syariah Islam. Kata kunci : leasing, lessor, lessee.

Pengaruh Total DPK, FDR, NPF dan ROA terhadap Total Asset Bank Syariah di Indonesia

Djuwita, Diana, Muhammad, Assa Fito

Al Amwal Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.451 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan perbankan syariah mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Walaupun demikian, market share perbankan syariah yang dilihat dari nilai total assetnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total asset perbankan nasional. Kecilnya asset akan berdampak pada rendahnya tingkat economic of scale bank yang menyebabkan rendahnya tingkat laba. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi total asset bank syariah dengan empat variabel yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposits Ratio (FDR), Return on Assets (ROA), dan Non Performing Financing (NPF). Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan model regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel DPK, FDR, ROA, dan NPF berpengaruh signifikan terhadap total asset bank syariah. Secara parsial, hanya DPK, FDR, dan NPF yang berpengaruh signifikan, sedangkan ROA tidak berpengaruh signifikan. Kata Kunci: DPK, FDR, ROA, NPF, total asset. Abstract The growth of Islamic banking in Indonesia is relatively high, but market share of the Islamic banks is small, if it’s compare with market share of national banks in Indonesia. This fact is affect to economic scale of Islamic banks will be smalest, and than this condition will makes banks need more cost and not efficient enough, so that banks just gets small incomes. This study is aims to analyze factor that influence growth of total assets of Islamic banks in Indonesia. Considering total assets of Islamic banks as dependent variable and the fourth parties fund (DPK), financing to deposits ratio (FDR), return on assets (ROA), and non performing financing (NPF) as independent. This study use quantitative approach, and data analysis technique is multiple linear regression. Data is taken by documentation technique, and it was obtained from Sharia Bank Statistics of Bank Indonesia and Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Based on above analysis, the study suggest that all variable affected total assets. As for the partial, just three variables which givesignificant impact to thetotal assets of Islamic banks. Keywords: DPK, FDR, ROA, NPF, and total assets.

Page 1 of 12 | Total Record : 113