cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
EKSISTENSI KOPERASI SYARI’AH PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 28/PUU-XI/2013 Sukardi, Didi
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1201

Abstract

AbstrakRealitas beragamnya peraturan perundangan yang mengatur tentang kelembagaan Koperasi Syari’ah dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 sebagai pengganti undang undang Nomor  25 Tahun 1992 ,Tentang  Perkoperasian  juga  belum  memberikan  jaminan  kepastian  hukum  bagi kelembagaan koperasi syari’ah, apalagi dengan dibatalkannya pemberlakuan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XI/2013. Koperasi Syari’ah sebagai lembaga  ekonomi dalam tataran masyarakat tingkat  bawah  di  sisi  lain,  sehingga    berpengaruh  pada  lemahnya  kelembagaan koperasi tersebut. Tatanan hukum baru, sangat diperlukan bagi tumbuh kembangnya lembaga ekonomi yang dalam hal ini adalah Koperasi Syari’ah, sebagai bagian dari sistem hukum koperasi nasional. Eksistensi Koperasi Syari’ah  Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XI/2013, koperasi sebagai badan hukum dan sekaligus sebagai badan usaha   lemah dibandingkan dengan badan-badan usaha lainnya, maka diperlukan adanya Konstruksi norma hukum koperasi syari’ah melalui pembentukan Undang-undang  khusus  Koperasi  Syari’ah  yang  jelas  dan  tegas  serta  berkepastian  hukum.Kata Kunci : Eksistensi, Koperasi syari’ah  Abstract The reality of the diversity of laws and regulations governing cooperative institutional Syariah and Law No. 17 of 2012 as a replacement for Law No. 25 of 1992, On Cooperatives also not ensuring legal certainty for cooperative institutions syari’ah, especially with the cancellation of the enforcement of Law No. 17 of 2012 with the Constitutional Court Decision No. 28 / PUU-X / 2013. Cooperative Syariah as an economic institution in the lower level community level on the other side, so the effect on the institutional weakness of the cooperative. The new legal order, it is necessary for the growth of economic institutions which in this case is a cooperative of the syariah, as part of a national cooperative legal system. Existence Cooperative Syariah Post Constitutional Court Decision No. 28 / PUU-XI / 2013, the cooperative as a legal entity as well as a business entity is weak compared to other business entities, the necessary existence of legal norms Construction cooperatives through the establishment of Syari’ah Law Cooperative special law clear and strict Syariah and legal certainty. Keywords: Existence, Cooperative syariah
MANAJEMEN DANA TABARRU’ PADA ASURANSI TAKAFUL CABANG CIREBON Faozi, Moh. Mabruri
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1200

Abstract

AbstrakAsuransi syariah menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam fatwanya yaitu: ( ta’mim, takaful, tadhamun)adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengambilan untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Dalam tulisan ini dibahas tentang bagaimana manajemen pengelolaan danatabarru’ yang diterapkan pada PT Asuransi Takaful Umum cabang Cirebon. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa danatabarru’ diperoleh dari setoran dana peserta atau premi 50% untuk dana tabarru’, kemudian dana tabarru’ yang diinvestasikan ke sektor lain dan akan memperoleh bagi hasil antara peserta dan nasabah, dana tabarru’ ini digunakan untuk membayar klaim yang hanya untuk para peserta. Hasil penelitian ini juga dapat diketahui bahwa PT Asuransi Takaful Umum cabang Cirebon mulai dari akad, kedudukan para pihak peserta dalam akad tabarru’, pengelolaan, surplus underwriting, defisit underwriting sesuai dengan konsep syariah yang ditetapkan Fatwa No.53 Dewan Syariah Nasional MUI tahun 2006. Kata Kunci: Manajemen,Dana Tabarru, Asuransi Syariah AbstractTakaful according to the Fatwa of  National Sharia Board Indonesian  Council of Ulama (DSN-MUI)  is: (ta’mim, takaful, tadhamun)efforts to protect each other and mutual help among persons or parties through investments in assets or tabarru’ which provides pattern making to address specific risks through contract (engagement) in accordance with sharia. In this paper discusses how the management of the funds tabarru applied to the Takaful General Insurance branch of Cirebon. This study, using a qualitative approach with descriptive methods of analysis. The results of this study indicate that the funds tabarru obtained from the deposit fund participant or a 50% premium to fund tabarru, then funds tabarru invested into other sectors and will earn a share between participants and customers, tabarru fund is used to pay claims only for the participants. The results of this study also found that Takaful General Insurance branch of Cirebon start of the contract, the position of the parties in the contract Participants tabarru, management, underwriting surplus, underwriting deficit in accordance with this sharia concept number 53 of fatwa National Sharia Board - Indonesian Council of Ulama 2006 Keywords: Management, Fund Tabarru’, Islamic Insurance
EFEKTIVITAS SISTEM PEMBAYARAN PAJAK DAERAH ONLINE DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH KOTA CIREBON Leliya, Leliya; Afiyah, Fifi
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1284

Abstract

Abstrak Pajak merupakan salah satu usaha yang digunakan oleh pemerintah dalam pembiayaan pembangunan daerah yang berguna bagi masyarakat dan untuk kepentingan bersama.Pajak daerah sebagai salah satu bidang yang memberikan kontribusi terbesar dalam pendapatan asli daerah.Berdasarkan peraturan daerah bahwa pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengelola keuangan daerahnya secara mandiri.Oleh karena itu pemerintah Kota Cirebon merasa perlu menerapkan sistem pelayanan pajak secara online untuk memaksimalkan pendapatan daerah.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana aplikasi sistem pembayaran pajak online (2) Apakah pembayaran pajak online memberikan manfaat lebih bagi wajib pajak (3) Apakah pembayaran pajak online dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Cirebon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi sistem pembayaran pajak online, manfaat sistem pembayaran pajak online bagi wajib pajak dan peningkatan pendapatan daerah Kota Cirebon melalui sistem online.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melaui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, penggunaan bahan dokumen, bahan dokumen tersebut berdasarkan informasi data yang diperoleh dari DPPKAD Kota Cirebon berupa buku Peraturan Daerah Kota Cirebon tentang Pajak Daerah, user manual SPTPD Online dan pendapatan pajak daerah tahun 2013 – 2015, dan yang terakhir metode triangulasi dalam penelitian ini membandingkan peraturan pusat dengan peraturan daerah yang berlaku. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Aplikasi dalam pembayaran pajak online menggunakan pelayanan SPTPD online. Hal tersebut sebagaimana dengan sistem administrasi perpajakan yang diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. (2) Manfaat sistem online bagi wajib pajak adalah memudahkan dalam melaporkan dan membayar pajak, penyederhanaan proses serta mengefisienkan waktu. (3) Pembayaran pajak online memberikan kontribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan adanya sistem online dalam pembayaran pajak daerah ini memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam pelayanan perpajakan, mengefektifkan proses administrasi pajak dengan itu keterlambatan pembayaran pajak dapat berkurang. Kata Kunci : Pajak Daerah, Pelayanan, Sistem Online dan Pendapatan Daerah.     Abstract Tax is one business that is used by the government in the financing of regional development that is useful for society and for the common good. Local tax as one of the areas that provide the largest contribution in revenue. Based on local regulations that local governments are given the authority to manage local financial independently. Therefore, the government of Cirebon City felt the need to apply online tax service system to maximize local revenue. The problems of this research are (1) How does the application online tax payment system (2) What is the online tax payments provide more benefits for the taxpayer (3) What isthe online tax payments can improve the original income Cirebon. The purose of this study is to know how is the online tax payment system applications, the benefits of online tax payment system for taxpayers and increase local revenue Cirebon through the online system. This study used a qualitative approach to data collection technique through interview, observation, documentation and literature study. Technical analysis used in this study using the case study method, the use of documents, materials that document is based on information and data obtained from DPPKAD Cirebon in book form Regional Regulation Cirebon on Local Taxes, user manual SPTPD Online and local tax revenue in 2013 - 2015 and the latter method of triangulation in this study compared the central regulation with local regulations apply. The results showed that (1) Application in tax payments online using SPTPD services online. It is as with the tax administration system imposed by the Directorate General of Taxation. (2) The benefits of an online system for taxpayers is to facilitate the reporting and paying taxes, simplification process setrta streamline time. (3) Tax payments online contributes to increase local revenue. With the online system in the payment of local taxes makes it easy for taxpayers in tax services, streamline the tax administration process with the late payment of tax can be reduced. Keywords: Local Taxes, Service, System Online and Local Revenue. 
Strategi Meningkatkan Produksi UMKM di Kabupaten Cirebon Melalui Efektivitas Persediaan Bahan Baku dan Modal Usaha Layaman, Layaman; Nurlatifah, Nurlatifah
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1154

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persediaan bahan baku dan modal terhadap jumlah produksi di UMKM Kerupuk Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Dimana beberapa pengusaha kerupuk mengalami penurunan dalam jumlah produksinya.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan SPSS versi 21, metode pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan teknik sampel jenuh, dimana semua populasi UMKM Kerupuk sebanyak 30 UMKM dijadikan sebagai sampel. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data  yang  digunakan  adalah analisis regresi linear berganda.Berdasarkan  hasil  analisis  dapat diketahui bahwa persediaan bahan baku dan modal secara simultan berpengaruh positif  dan  signifikan  terhadap jumlah produksi dengan tingkat signifikan 0,01. Selain itu, persediaan bahan baku dan modal secara parsial berpengaruh terhadap jumlah produksi, dimana persediaan bahan baku dengan tingkat signifikan 0,042 dan untuk modal dengan tingkat signifikan 0,041. Variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap jumlah produksi adalah modal dengan nilai koefisien regresi lebih besar dibandingkan dengan persediaan bahan baku, yaitu modal sebesar 0,298 lebih besar dibandingkan dengan persediaan bahan baku yang sebesar 0,191. Kata Kunci: Bahan Baku, Modal dan Jumlah Produksi.      Abstract This study aimed to analyze the effect of inventories of raw materials and capital to total production in the District of Tengah Tani SMEs Crackers Cirebon Regency. While some entrepreneurs crackers decline in the quantity of production.This research method using a quantitative approach, using SPSS version 21, the sampling method is nonprobability saturated sample sampling technique, where all populations as much as 30 SMEs Crackers used as a sample. Techniques used in the collection of data in this study is by observation, interviews, documentation and questionnaires. Data analysis technique used is multiple linear regression analysis.Based on the results of the analysis showed that inventories of raw materials and capital simultaneously positive and significant impact on the amount of production with a significant level of 0.01. In addition, inventories of raw materials and capital partially affect the amount of production, which supplies raw materials with a significant level of 0.042 and for capital with a significant level of 0.041. The independent variables were the dominant influence on the amount of production is capital with regression coefficient greater than the supply of raw materials, capital amounted to 0.298 greater than the supply of raw materials amounted to 0.191. Keywords : Raw Materials, Capital and Production Quantities 
INDUSTRI KERAJINAN BATIK TULIS TRUSMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN BATIK TULIS TRUSMI DI DESA TRUSMI KULON CIREBON Wahyuningsih, Nining; Fauziah, Noor
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1194

Abstract

Abstrak Industri batik tulis kini semakin berkembang. Begitu juga dengan batik tulis Trusmi yang perkembangannya kini semakin pesat. Pendapatan merupakan suatu akibat atau dampak dari perkembangan industri batik tulis. Pendapatan pengrajin batik tulis Trusmi, dapat digunakan untuk kebutuhan pokok baik kebutuhan pokok pengrajin batik tulis maupun kebutuhan dalam usaha pembuatan batik tulis, dan juga pendapatan pengrajin batik tulis digunakan untuk pengembangan industri atau usaha batik tulis Trusmi.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengenai dampak pendapatan pengrajin batik tulis Trusmi sebagai akibat dari perkembangan industri batik tulis Trusmi. Dengan tujuan, yaitu untuk mengetahui dampak pendapatan pengrajin batik tulis Trusmi dari perkembangan industri batik tulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yang digunakan pendekatan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threath). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan melakukan wawancara mendalam dengan pengrajin batik tulis Trusmi dan juga perangkat Desa, serta mengumpulan dokumentasi berupa gambar-gambar dan catatan-catatan kecil. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa pendapatan pengrajin batik tulis Trusmi digunakan untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya untuk kebutuhan pokok pengrajin batik tulis namun digunakan juga untuk mengembangkan usaha pembuatan batik tulis. Dengan menggunakan analisis SWOT dampak pendapatan ini tidak hanya memiliki kekuatan, namun juga memiliki kelemahan yaitu masih belum tersusun rapih mengenai laporan keuangan usaha batik tulis, dan adapula ancamannya, yaitu berupa persaingan batik tulis dari daerah lain. Sedangkan kekuatan itu sendiri adalah dapat meneruskan usaha batik tulis dan peluangnya yaitu dapat mengembangkan usaha pembuatan atau industri batik tulis Trusmi. Dengan tujuan untuk memaksimalkan kekuatan serta peluang dan meminimalisir kelemahan dan ancaman untuk itu pengrajin batik tulis perlu melakukan pengembangan usaha dengan menggunakan strategi diferensiasi. Kata kunci: Batik Tulis, Pengrajin, Pendapatan Abstract Batik industry is now growing. Likewise with batik Trusmi that development is now growing rapidly. Revenue is a consequence or impact of the development of batik industry. Revenue Trusmi batik artisans, can be used for the basic needs of both basic needs and the needs of batik artisans in the business of making batik and batik artisans revenue also used for industrial development or business Trusmi batik. The problems discussed in this research on the impact of batik artisans Trusmi revenue as a result of the development of batik industry Trusmi. With the goal, which is to determine the revenue impact of batik artisans Trusmi batik industry development. The method used in this research is using descriptive qualitative method with the approach used approach SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threath). Data collected by using observation and in-depth interviews with batik artisans Trusmi and also the village, as well as gathering documentation in the form of images and small notes. Results of research conducted by the researchers, it is known that income Trusmi batik artisans used for a variety of needs, not only for the basic needs of batik artisans but is also used to develop the business of making batik. By using SWOT analysis of the impact of this revenue is not only powerful, but also has the disadvantage of not yet arranged neatly on the financial statements batik business, and there were also threats, in the form of batik competition from other regions. While the strength of itself is able to carry on business batik and opportunities that can develop the business of making or write Trusmi batik industry. With the aim to maximize profits and the opportunities and minimize weaknesses and threats to the batik artisans need to develop the business by using a strategy of differentiation.
KONSEPSI PEKERJAAN DALAM PERSEPKTIF SYARIAH Arifin, H. Djohar
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.1389

Abstract

Abstrak Pekerjaan (kerja – bekerja) adalah sesuatu yang dhorury (primary) bagi ummat manusia  dalam  rangka  memenuhi   hajat hidup  dan  kehidupannya di muka  bumi ini.  Shighoh “Al-Ka sab” banyak dijumpai di dalam Al-Qur’an, begitu juga shighoh “al-Amal” yang artinya adalah hampir sama yakni ; bekerja dan beramal.  Shighoh “al-Kasab” menunjukkan makna/arti yang umum ( lafadz ‘Am) atau kata yang mempunyai arti apa saja tentang pekerjaan itu, tanpa menunjuk pada sebuah pekerjaan tertentu, dengan cara tertentu dan objek tertentu. Sedang pada ayat lain memerintahkan kepada ummat manusia agar meng-infaq-kan hasil pekerjaannya itu sebagai rizqi yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita semua.Pada sisi lain hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa pekerjaan       (al-kasab) yang paling bagus adalah pekerjaan/perbuatan seorang lelaki dengan tangannya sendiri ( عمل الرجل بيده ). Shoghoh “بيده “ adalah  majaz (مجاز)  sebuah kata yang mengandung arti lain diluar makna yang sebenarnya. Dalam hal ini antara Al-Qur’an menyebut sighoh al-kasab menunjukkan makna ‘Am (majmuk) dan dalam al-Hadits shighoh al-kasab di tafshil (dirinci) dengan shighoh  “بيده “ yang mempunyai makna majaz. Hal tersebut masih belum memberikan kejelasan/kepastian mengenai kriteria pekerjaan yang sesungguhnya.  Maka, dengan demikian diharapkan akan dapat melahirkan sebuah konsepsi tentang “pekerjaan yang bagus” sesuai dengan perspektif syariah. Key words : al-kasab (pekerjaan) - rizqi – infaq -  - " بيده " " بيع مبرور" . AbstractOccupation is primary needs for human beings in order to fulfill live necessities  in the world. Shighoh “Al-Kasab  and shighoh “al-Amal“ are frequently found in Al-Qur’an and they means “to work or to serve”. Shighoh “Al-Kasab means similarly to that work  without referring to certain occupations, means and objects. Meanwhile this verse requires the ummah to donate infaq resulted from that occupation as livelihood given by Allah to them.The hadits Muhammad SAW(PBUH) explains that the best occupation is the one that is carried out by a man himself.  Shighoh “بيده“  is  majaz (مجاز); a word that means out of its meaning itself. In this regards,  Al-Qur’an mentions “sighoh al-kasab” that shows ‘Am (compound) and  shighoh al-kasab in Al-Hadits is specified by  shighoh  “بيده “  that means majaz. The phenomenon has not explained the certain meaning of real job/occupation. Therefore, this study is hoped to yield a conceptioan regarding a good occupation from syariah perspectives. Key words : al-kasab (occupation) - rizqi – infaq - - " بيده "" بيع مبرور" .

Page 1 of 1 | Total Record : 6