cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
RELIGI, BUDAYA DAN EKONOMI KREATIF: Prospek dan Pengembangan Pariwisata Halal di Cirebon Jaelani, Aan; Setyawan, Edy; ., Nursyamsudin
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.247 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2152

Abstract

Abstract This article confirms that tourism activities including religious, cultural and creative centers in Cirebon are developing separately from local government policy and program implementation, but tourism development activities are getting more advanced in the city and district of Cirebon. With a trend-analysis approach, this article is based on data collected through interviews, exploration of events, news, and information from print media and electronic media, as well as documents from tourism organizers in Cirebon. This paper concludes that Cirebon positioned itself as one of the destinations for the development of halal tourism that became the center of the tourism industry in the future. Keywords: Religion, Culture, Creative Economy, Halal Tourism. Abstrak Artikel ini menegaskan bahwa aktivitas pariwisata termasuk sentra religi, budaya dan ekonomi kreatif di Cirebon berkembang secara terpisah dari sisi kebijakan pemerintah daerah, pelaksanaan program-program, dan strategi pengembangan kawasan wisata baik di kota dan kabupaten Cirebon. Dengan pendekatan trend-analysis, artikel ini berpijak pada data yang dikumpulkan melalui hasil wawancara, eksplorasi terhadap peristiwa, berita, dan informasi dari media cetak dan media elektronik, serta dokumen dari institusi penyelenggara pariwisata di Cirebon. Tulisan ini menyimpulkan bahwa Cirebon memposisikan diri sebagai salah satu destinasi bagi pengembangan wisata halal yang menjadi sentra industri pariwisata di masa mendatang.  Kata Kunci: Religi, Budaya, Ekonomi Kreatif, Wisata Halal
JUAL BELI BORONGAN BAWANG MERAH DI DESA GRINTING MENURUT TINJAUAN HUKUM ISLAM Jumena, Juju; Busthomi, A. Otong; Khotimah, Husnul
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.098 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2155

Abstract

Abstract In the community often there is buying and selling done to obtain ease without knowing whether the sale is done that is in accordance with the concept of Islamic law or not, as happened in the sale and purchase of red onion with bulk system in Grinting village. In practice, physically object of buying and selling not yet known quantity. Seeing the problem, the writer feels the need to study more deeply based on the review of Islamic law. The method used in this research is to use qualitative by utilizing the sociology approach of Islamic law. Technique of collecting date that is done observation, interview and documentation. From the research results obtained the forms of sale and purchase of red onion in Grinting village there are 2 namely Scales (small scale Rogolan and Gedengan in a typical gift shop) and Borongan (large scale Rogolan, Gedengan, Larikan and Tebasan). According to the review of Islamic law in buying and selling of wholesalers is done under the terms of jizaf, so if meet the conditions of buying and selling jizaf then the sale is legal or allowed. Keywords: Sale and Purchase Wholesale (Jizaf), Red Onion, Islamic Economic Law. Abstrak Di masyarakat sering kali terdapat jual beli yang dilakukan untuk memperoleh kemudahan tanpa mengetahui apakah jual beli yang dilakukan itu sudah sesuai dengan konsep hukum Islam atau tidak, sebagaimana yang terjadi dalam jual beli bawang merah dengan sistem borongan di desa Grinting. Dalam praktiknya, secara fisik obyek dari jual beli belum diketahui kuantitasnya. Melihat permasalahan tersebut, penulis merasa perlu mengkaji lebih dalam lagi berdasarkan tinjauan hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitiannya diperoleh bentuk-bentuk jual beli bawang merah di desa Grinting ada 2 yaitu Timbangan (Rogolan skala kecil dan Gedengan di Toko Oleh-oleh) dan Borongan (Rogolan skala besar, Gedengan, Larikan dan Tebasan). Menurut tinjauan hukum Islam dalam melakukan jual beli borongan dilakukan berdasarkan ketentuan syarat jizaf, sehingga apabila memenuhi syarat-syarat jual beli jizaf maka jual belinya sah atau diperbolehkan. Kata Kunci: Jual Beli Borongan (Jizaf), Bawang Merah, Hukum Ekonomi Islam.
KEY PERFORMANCE INDICATOR DALAM MENGUKUR KINERJA KARYAWAN DI UNIT PENGELOLA KEGIATAN LESTARI ., Syafrudin; Djuwita, Diana; Mulyati, Sri
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.09 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2160

Abstract

Abstract Activity Management Unit Lestari established by the inter-village meetings which choose the evaluation process by using Key Performance Indicator. As a financial institution is very sensitive so it is necessary to determine the application of performance evaluation in evaluating an employees performance required tools or methods are precisely tailored to the institution so that performance can be measured objectively. This study used a qualitative approach is to perform observations, interviews and review documents on Activity Management Unit Lestari. Primary data in this study is data obtained directly from the information through interviews and the results obtained from interviewing employees Activity Management Unit Lestari is then performed data reduction, data presentation and then verification and confirmation data. Results Overall Performance Assessment Activity Management Unit sustainable way based on scoring criteria with the Key Performance Indicator can be seen overall performance enough, from a financial perspective is not good, from the customer perspective is good, from the perspective of internal business processes poorly and growth perspective and learning both accumulated got enough.  Keywords: Performance Measurement, Key Performance Indicator, Employee Performance. Abstrak Unit Pengelola Kegiatan Lestari dibentuk oleh musyawarah antar desa yang memilih proses evaluasi dengan menggunakan Key Performance Indicator. Sebagai lembaga keuangan sangatlah sensitive maka dalam mengevaluasi sebuah kinerja karyawan diperlukan alat atau metode yang tepat disesuaikan dengan lembaga sehingga kinerja dapat diukur secara objektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan pengamatan, wawancara dan penelaahan dokumen pada Unit Pengelola Kegiatan Lestari. Hasil Keseluruhan Penilaian Kinerja Unit Pengelola Kegiatan Lestari berdasarkan Kriteria penilaian dengan Key Performance Indicator dapat diketahui kinerja secara keseluruhan cukup, dari perspektif keuangan kurang baik, dari perspektif pelanggan baik, dari perspektif proses bisnis internal kurang baik dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran baik diakumulasi mendapat nilai cukup. Kata Kunci: Pengukuran Kinerja, Key Performance Indicator, Kinerja Karyawan.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM DAN UUD 1945 TERHADAP KOPERASI PERIKANAN LAUT MINA SUMITRA INDRAMAYU Sukardi, Didi; ., Kosim; Alifah, Lia Nur
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.254 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2156

Abstract

Abstract Indonesia has a sea area of 5.8 million with a coastline of 81,000 km. Indramayu district has a coastline along 114 km most of the inhabitants are fisherman. Marine Fisheries Cooperative Mina Sumitra located in Karang Song Indramayu is the biggest cooperative in West Java, their achievement is very impressive due to their development and progress. Democracy economy is an economic system followed by all societies as members where the cooperative as implementation. In this research, the writer wants to know whether Marine Fisheries Cooperative Mina Sumitra has applied the cooperative’s job, to prospering members specially also generally in accordance Constitution 1945 Article 33 and the review of Islamic Law or not. The used methodology data is descriptive qualitative, collecting data by using observation, interview and documentation. In conclusion, the partical of democracy economy in Marine Fisheries Cooperative Mina Sumitra about the member’s welfare become main principal however they do not ignore the community’s welfare to. Directly or not, the existence of Marine Fisheries Cooperative Mina Sumitra has been risen the community welfare by providing job fields. Keywords: Democracy Economy, Community’s Walfare, Cooperative. Abstrak Indonesia memiliki luas laut mencapai 5,8 juta km dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Kabupaten Indramayu dengan garis pantai sepanjang 114 km sebagian besar penduduknya berpengasilan sebagai nelayan. Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra yang terletak di Desa Karang Song Indramayu merupakan koperasi terbesar di Jawa Barat, kiprahnya cukup mengagumkan karena perkembangan dan kemajuannya. Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dimana koperasi sebagai implementasinya. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah KPL Mina Sumitra telah melaksanakan tugas koperasi mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat umumnya sesuai UUD 1945 Pasal 33 dan tinjauan hukum Islam. Metodologi penulisan menggunakan deskriptif kualitatif dimana pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, praktik ekonomi kerakyatan pada KPL Mina Sumitra bahwa kesejahteraan anggota menjadi prinsip utama tetapi tidak mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Secara langsung maupun tidak, keberadaan KPL Mina Sumitra telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan lahirnya lapangan pekerjaan baru. Kata Kunci: Ekonomi Kerakyatan, Kesejahteraan Masyarakat, Koperasi.
DAMPAK OBJEK WISATA CURUG CIPEUTEUY TERHADAP SOSIAL EKONOMI DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DESA BANTARAGUNG Arifin, Djohar; ., Wasman; ., Fitriyani
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.358 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2161

Abstract

Abstract The existence of a tourist attraction in an area will certainly have an impact for the area and its surroundings. The impact of its management will affect the socio-economic conditions and will certainly affect the level of local revenue in the area. Departing from the problem then conducted research that aims to know the impact, and in stacking the formulation of the problems such as, how is the management system of tourist attraction cipeuteuy water fall? What is the impact of tourism management on socio-economic and local revenue? This research uses descriptive research with qualitative approach. The data collecting of this research is done by observation or observation, Interview to the management of cipeuteuy curug tourist object and the surrounding community. Based on the results of research and analysis conducted then got the conclusion that the curug tourist attraction cipeuteuy is managed with the community empowerment system that is all the management and development involves only local people. And the impact is a lot of job openings and economic improvement of the community and increase local revenue. Keywords: Tourism Object, Socio Economic, Local Revenue. Abstrak Keberadaan objek wisata di suatu daerah tentu akan memberikan dampak untuk daerah tersebut dan sekitarnya. Dampak dari pengelolaannya akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi dan tentu akan mempengaruhi terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di daerah tersebut. Berangkat dari permasalahan tersebut maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan utntuk mengetahui dampak tersebut, dan disusunlah rumusan permasalahan diantaranya, bagaimana sistem pengelolaan objek wisata Curug Cipeuteuy? Bagaimana dampak pengelolaan objek wisata terhadap sosial ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah? Penelitian ini meggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan atau observasi, Wawancara kepada pihak pengelola objek wisata curug cipeuteuy dan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa objek wisata curug cipeuteuy ini dikelola dengan sistem pemberdayaan masyarakat yaitu seluruh pengelolaan dan pembangunannya hanya melibatkan warga sekitar. Dan dampaknya adalah banyak membuka lapangan pekerjaan dan perbaikan ekonomi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.  Kata Kunci: Objek Wisata, Sosial Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah.
PEMBIAYAAN MUDHARABAH TERHADAP RETURN ON INVESTMENT: Studi Kasus pada Bank Mandiri Syariah Kuningan Fatmasari, Dewi; Kusumadewi, Rita; Oktavianti, Indri Nur
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.558 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2159

Abstract

Abstract The purpose of this study to determine how much revenue Mudharabah, to determine the level of return on investment, and to know how big the influence of financing on the return on investment from year to year for the last 7 years.This study uses a quantitative descriptive approach. The object of this study is the Bank Syariah Mandiri Kuningan. This type of research is a study that used the figure, from the collection of data, the interpretation of such data, as well as the appearance of the results. Quantitative research was also accompanied by tables, graphs, charts, drawings or other views. Based on the results of research that assisted with SPSS 21.0, using Simple Linear Regression to produce Y = -1232 + 0,554X interpreted in a positive relationship between financing is the return on investment, with a correlation of 0.703, which means a very strong relationship, and the coefficient of determination 0.494 which means the effect of financing the return on invesment is 49.4% while the remaining 50.6% is influenced by other factors not examined in this study. Keywords: Mudharabah, Return On Investment, Islamic Banking. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah, untuk mengetahui tingkat return on investment, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investment dari tahun ke tahunnya selama 7 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini yaitu pada Bank Syariah Mandiri Kuningan. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian kuantitatif juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dibantu dengan program SPSS 21.0, dengan menggunakan uji Regresi Linier Sederhana dengan menghasilkan Y = -1.232+0,554X diinterpretasikan adanya hubungan positif antara pembiayaan mudharabah dengan return on investment, dengan korelasi sebesar 0,703 yang berarti hubungannya sangat kuat, dan koefisien determinasi 0,494 yang dapat diartikan pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap return on investent adalah 49,4% sedangkan sisanya sebesar 50,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Mudharabah, Return On Investment, Bank Syariah.
TINJAUAN MAQASID SYARI’AH TERHADAP OBLIGASI SYARIAH (SUKUK) Haerisma, Alvien Septian
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.537 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2154

Abstract

Abstract One of the instruments offered in the capital market, namely sharia bonds (sukuk). This has become a major attraction for both corporations and governments. With the acquisition of funds through the issuance of sukuk, corporations and the government means that there will be large funds available so as to increase the financing of sharia financial institutions. The need for companies or governments to build the infrastructure and expansion of private companies, this becomes one of the options in realizing alternative funding sources for the company and economic progress nationally. These five needs are aimed at fulfilling the following objectives: (1) Dharuriyah, which is the mandatory requirement to fulfill the needs of the world and the hereafter, (2) Hajj is the need which alleviates the burden of the masyaqah (difficulties) of every human being, (3) Tahsinat, complementary needs. The purpose of this study, trying to outline the benefits of the issuance of sukuk country to the nation and state of Indonesia, also see how the view of maqasid syariah about the benefits of Islamic bonds (sukuk). Keywords: Syariah Bond, Maqasid Syariah, Capital Market Instruments. Abstrak Salah satu instrumen yang ditawarkan di pasar modal, yaitu obligasi syariah (sukuk). Hal ini telah menjadi daya tarik utama bagi korporasi maupun pemerintah. Dengan diperolehnya dana melalui penerbitan sukuk, korporasi maupun pemerintah berarti akan tersedia dana yang besar sehingga dapat meningkatkan pembiayaan lembaga keuangan syariah. Kebutuhan perusahaan atau pemerintah guna membangun infrastruktur dan ekspansi perusahaan swasta, hal ini menjadi salah satu pilihan dalam mewujudkan sumber dana alternatif bagi perusahaan dan kemajuan ekonomi secara nasional. Kelima kebutuhan ini bertujuan memenuhi tujuan-tujuan berikut, yaitu: (1) Dharuriyah, yaitu kebutuhan wajib agar terpenuhinya kebutuhan dunia dan akhirat, (2) Hajiyat, yakni kebutuhan yang meringankan beban masyaqah (kesulitan) setiap manusia, (3) Tahsinat, ialah kebutuhan pelengkap. Tujuan dari penelitian ini, mencoba menjabarkan manfaat atas penerbitan sukuk negara bagi bangsa dan negara Indonesia, juga melihat bagaimana pandangan maqasid syariah tentang manfaat obligasi syariah (sukuk).  Kata Kunci: Obligasi Syariah, Maqasid Syari’ah, Instrument Pasar Modal.
MEKANISME PASAR PRODUK USAHA KREATIF HOME INDUSTRI DI DESA BODELOR DALAM TEORI IBN KHALDUN Aziz, Abdul; Aly, Achmad Dasuki; Afifah, Nila
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.498 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2158

Abstract

Abstract Bodelor Village is a creative product business center with several home industries with products such as mukenah, kerudung, rattan handicraft and bamboo blinds. Progress of Bodelor village in the product of this creative business needs a healthy market mechanism between home industry owners in competing. So in determining the price of a fair product is left to the market mechanism itself. To find out the existing market mechanism, the authors looked at it using Ibn Khalduns theory of market mechanisms. The method used in this research is qualitative by using the theory of Ibn Khaldun as a reference. Techniques of data collection conducted, namely observation, interview and documentation. Based on the results of existing research related to the theory of Ibn Khaldun, in the market mechanism there are similarities in the process of price creation influenced by demand and supply, workers, government, money, taxes and security. Price increases also occur when demand and supply of goods are unbalanced. The difference lies in the decline in the price of a product. Keywords: Creative Business Products, Home Industry, Ibn Khaldun Market Mechanism. Abstrak Desa Bodelor merupakan sentral produk usaha kreatif yang memiliki beberapa home industri dengan produk berupa mukenah, kerudung, kerajinan rotan dan kerai bambu. Kemajuan desa Bodelor dalam produk usaha kreatifnya ini membutuhkan mekanisme pasar yang sehat antara pemilik industri rumahan dalam berkompetisi. Sehingga dalam menentukan harga sebuah produk yang adil diserahkan kepada mekanisme pasar itu sendiri. Untuk mengetahui mekanisme pasar yang ada, penulis melihatnya dengan menggunakan teori mekanisme pasar Ibn Khaldun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori Ibn Khaldun sebagai referensi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang ada terkait dengan teori Ibn Khaldun, didalam mekanisme pasar terdapat kesamaan dalam proses terbentuknya harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, pekerja, pemerintah, uang, pajak dan keamanan. Kenaikan harga juga terjadi ketika permintaan dan penawaran barang tidak seimbang. Perbedaannya terletak pada penurunan harga suatu produk. Kata Kunci: Produk Usaha Kreatif, Home Industri, Mekanisme Pasar Ibn Khaldun.
ANALISIS SEJARAH PERPAJAKAN MAJAPAHIT DALAM MENINGKATKAN EKONOMI DI ERA OTONOMI ., Sarip
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.242 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2153

Abstract

Abstract In Indonesia before the arrival of Europeans, kingdoms such as majapahit and Mataram were familiar with land and indirect taxes on merchandise. Royal officials of tax collectors are not paid by the kingdom, so often they excessive taxes. Individual tribute or group of people given to the king or ruler as a form of respect and submission to the rule of the king or ruler of an Indonesian territory is a form of tax in the era of kingdoms in Indonesia grow. The tribute is in the form of crops and trade in trade goods. In return, the people receive security services and order security. In the kingdom of Mataram kings have carried out a self-sufficient and autonomous life. The surrender is greater to the economic interests of the region or kingdom, to finance the administration of the local government, and to finance the land and the power of the kingdom. Keywords: Taxes, Powers, Income, Autonomy. Abstrak Di Indonesia sebelum kedatangan bangsa Eropa, kerajaan seperti majapahit dan Mataram sudah mengenal bentuk pajak tanah dan pajak tidak langsung terhadap barang dagangan. Pejabat kerajaan pemungut pajak tidak digaji oleh kerajaan, maka sering kali mereka menerapkan pajak secara berlebihan. Upeti perorangan ataupun kelompok orang diberikan kepada raja atau penguasa sebagai bentuk penghormatan dan tunduk patuh pada kekuasaan raja atau penguasa suatu wilayah Indonesia merupakan bentuk pajak pada zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia tumbuh. Upeti tersebut berupa hasil bumi dan pemajakan barang perdagangan. Sebagai imbalannya maka rakyat mendapat pelayanan keamanan dan jaminan ketertiban. Di kerajaan Mataram raja-raja sudah melaksanakan hidup swasembada dan otonom. Penyerahan tersebut lebih besar pada kepentingan ekonomi daerah atau kerajaan, membiayai penyelenggaraan pemerintahan setempat, dan membiayai pertanahan dan kekuatan kerajaan. Kata Kunci: Pajak, Kekuasaan, Pendapatan, Otonomi
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN KONTRIBUSI OBYEK WISATA CIBULAN DI DESA MANIS KIDUL DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM ., Ubaidillah; ., Leliya; ., Kusnilah
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.36 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2157

Abstract

Abstract The development of tourism in these areas is very important, because of the effect on the economy of the local community. Tourism object Cibulan in the Maniskidul village, has the potential of water 7 wells are pleased to cause discussion in terms of Islamic knowledge. Thus, the author felt the need to examine more deeply based on perspective of economic law of Islam. The methods used in this research is qualitative-descriptive, the techniques of collection data in this research is the observation, interview, and documentation. Researchers obtainted the result that tourism Cibulan is a mix of nature tourism and religious tourism. According to perspective the economic law of Islam, halal or not, rather they go to tourism Cibulan it back again to the intentions of the visitors. If the tourist who comes to believe that water is granted his wish, it is rather haram because his intention was already deviating from the Islamic. Therefore, we are supposed to have a trip with the goal of closer to Allah SWT with considering the Islamic history before us, pray and believe that everthing comes from Allah SWT. Keywords: Development, Economic Empowerment, Economic Law of Islam. Abstrak Pengembangan pariwisata di daerah-daerah sangat penting, karena berpengaruh pada perekonomian masyarakat setempat. Obyek wisata Cibulan di desa Maniskidul, memiliki potensi mengenai air 7 sumur yang khasiatnya menyebabkan perbincangan dalam segi keislaman. Dengan demikian, penulis merasa perlu mengkaji lebih dalam berdasarkan perspektif hukum ekonomi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti memperoleh hasil bahwa wisata Cibulan merupakan perpaduan wisata alam dan wisata religi. Menurut perspektif hukum ekonomi Islam, dihukumi halal atau haramnya berwisata ke obyek wisata Cibulan itu kembali lagi ke niat dari wisatawannya. Jika wisatawan yang datang percaya bahwa air tersebut mengabulkan hajatnya, itu yang dihukumi haram karena niatnya itu sudah menyimpang dari syariat Islam. Yang seharusnya itu, kita berwisata dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengingat sejarah keislaman sebelum kita, berdoa dengan percaya bahwa segala sesuatunya berasal dari Allah SWT. Kata Kunci: Pengembangan, Ekonomi Masyarakat, Hukum Ekonomi Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10