cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
Pendidikan Nilai pada Pembelajaran IPA Maknun, Djohar
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.74 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1669

Abstract

Penelitian ini berbentuk deksriptif eksplanatif tentang pendidikan nilai dalam pembelajaran IPA di SMP. Data dikumpulkan dengan cara  melakukan observasi, wawancara dan angket. Observasi dilakukan dengan mengamati perilaku siswa selama jam istirahat, dari hari Senin sampai Sabtu. Wawancara dilakukan kepada beberapa siswa secara acak dan beberapa guru. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara terbuka. Angket diberikan dua kali kepada 182 siswa, yakni pada saat pertama kali masuk sekolah dan menjelang ujian semester. Validitas data menggunakan triangulasi metode, triangulasi peneliti, dan triangulasi teori. Penelitian dilaksanakan di SMPN 17 Cirebon, kelas VII menggunakan analisis model interaktif. Kompetensi nomor lima (5) pada pembelajaran IPA di SMP, yaitu meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa hidden curriculum pada kompetensi tersebut meliputi: 1) melatih siswa untuk bekerja sama dan bergotong royong memelihara lingkungan, 2) mengajarkan siswa cara menanam dan merawat tumbuhan sehingga dapat tumbuh dan berkembang, 3) mengajarkan siswa cara mengolah sampah, serta 4) menumbuhkan keimanan para siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah Ayat 11 dan Ar-Rahman Ayat 33 melalui Strategi Pembelajaran Langsung Santinah, Santinah
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.539 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1434

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi rendahnya prestasi belajar kelas VII F SMP N 1 Batang dibanding kelas VII yang lain.Hasil ulangan harian 2 sebagai langkah pre tindakan  menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti paling rendah. Dari 37 siswa terdapat  67,57 % atau 25 siswa belum mencapai KKM (Kriteri Ketuntasan Minimal).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas siswa dalam strategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017 dan mengetahui pelaksanaan aktivitas guru dalam strategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  surat Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017 serta mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan srtategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  surat Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017. Tekhnik pengumpulan data menggunakan lembar obsevasi  dan tes.Terjadi peningkatan  aktifitas  siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung. Pada siklus I hanya sebagian siswa yang aktif mengikuti pembelajaran sedangkan pada siklus II sebagian besar siswa aktif mengikuti pembelajaran. Prestasi  belajar siswa juga mengalami peningkatan, hasil tes pada siklus I nilai rata-rata kelas 36,51% yang tuntas dalam belajar, sedangkan dalam siklus II nilai rata-rata kelas 75,67%  tuntas dalam belajar. Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung memotivasi guru untuk lebih mempersiapkan diri dalam mengajar, dari hasil obsevasi teman sejawat dan siswa pada siklus I guru mendapat predikat cukup sedangakan pada siklus II mendapat predikat baik. Hal ini karena guru pada saat akan mengajar lebih mempersiapkan diri.Simpulan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII F  bahwa Strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan aktivitas siswa, Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung memotivasi guru untuk lebih mempersiapkan diri dalam mengajar dan pembelajaran serta dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan prestasi belajar yang berupa peningkatan hasil tes siswa.Kata kunci : Strategi Pembelajaran Langsung, Aktifitas dan Prestasi Belajar.
Menuju Holistik Pembelajaran Campuran (Blended Learning) Cahyadi, Ani
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.981 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1668

Abstract

Blended Learning/hybrid learning atau pembelajaran campuran disinyalir memiliki beberapa kelemahan intrinsik, di antaranya melupakan domain afektif dalam pembelajaran.Blended learning juga diduga kuat ikut menyebabkan tumbuhnya generasi yang belakangan disebut ‘digital native’. Selain itu, model ini juga terindikasi hanya dapat “menambah nilai” ketika difasilitasi oleh tenaga pendidik yang memiliki keterampilan interpersonal, handal, dan melek menggunakan teknologi. Dengan demikian, blended learning sesungguhnya masih belum berbasis pada sebuah teori yang koheren. Melalui pendekatan naratif dan fenomenologis tulisan berikut akan mengungkapkan beberapa kelemahan ini, sembari menggagas konsepsi blended learning yang berwawasan holistik. Diharapkan melalui konstruksi ini, kelemahan-kelemahan blended learning dapat ditekan atau dihilangkan.
Hubungan Pemahaman Konsep Pecahan dan Aturan Radd Dalam Ilmu Fara’idh terhadap Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pembagian Harta Warisan Juhdi, Khaerul Iqbal; Nursuprianah, Indah; Misri, Muhamad Ali
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.349 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1709

Abstract

This study starts from the number of people around us who are still goingscience, faraidh but the science is very important to be studied, understood and practiced especially among the Muslim community, but in reality both in our own neighborhood much practice division of inheritance is not based applicable law.Elderly ancient proverb says "learning at a time when parents like to carve on the water and learn to carve like a young diwaktu on rock". Therefore, this study was conducted on young people (students Manbaul Huda MA) in order to determine the extent of students knowledge and understanding of the concept of fractions andrules radd in resolving problems that are often overlooked by the Muslim community (the division of the inheritance).After conducting research with qualitative approach earned the average percentage of students answered a questionnaire by 72.43% to understanding the concept of fractions, 68.00% for the understanding of the rules radd, in the science faraidh63.62% for the students ability to resolve the matter of division inheritance. While the quantitative approach using t test analysis showed that there is a relationship X1 to Y with sig. amounted to 0.010 <0.05 andtcount> 2.717 ttable 2,023, there is no relationship X2 to Y with sig. amounted to 0.401> 0.05 and  valuet 0,849 <ttable 2.023. As to determine whether there is a relationship X1 and X2 to Y simultaneously researchers used F test, the results that there is a relationship X1 and X2 to Y simultaneously with sig. 0,001 <0.05 andFcount> 8.185 Ftable 3,23.
Pelestarian Sintren melalui Kurikulum Muatan Lokal Sekolah di Cirebon Udin, Tamsik
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.462 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1378

Abstract

ABSTRACT Etymologically, The word Sintren and Putren, when it merged into The Putren (the Princess). The term refers to the Princess Princess apparition, i.e. women who entered the spirit of angels so that women become the reincarnation of Apsaras. Sintren is one of the arts as a local culture in areas of the North coast line. Art that supposedly is always dikonotasikan with the mystique that has been around since the 1940 s, and even the menusut legend sintren it already existed since the days of animism dynamism. The development from the time of animism sintren dynamism until now was marked by the development of the times. For example in staging sintren there incense and fragrances; This influence of the animism of dynamism, which at the time was to invite the spirit required incense and fragrances. But at the moment its been sintren as dawah media, this can have a look at the text of the poem the song of sintren. Sintren which until recently still existed, though besieged by modern performing art-forms, but no less and still exist. Untainted sintren is indispensable so that the value of the local culture, especially in Cirebon is not extinct. The preservation of this right is sintren via education. Because of local content in the curriculum, subjects containing character values of local culture can be incorporated into school subjects in school. Preservation sintren via the education at the school is very possible, because: a) there is already regulation of local cultural values can be taught at school b) Sintren contains local cultural values and the value of good character that can be developed in schools, c) mystical in sintren can be eliminated or reduced, so can diilmiahkan sintren d) initial period sintren included in school activities can be in the form of extra-curricular activities that he should first , because to get into local content, require time for academic study and considerable cost. Keywords: Conservation, Sintren, local content. ABSTRAK Secara etimologi, Sintren berasal dari kata Si dan Putren, bila digabung menjadi Si Putren (sang putri).   Sebutan sang putri ini merujuk pada putri jelmaan, yaitu perempuan yang dimasuki roh bidadari sehingga perempuan itu  menjadi  jelmaan  bidadari. Sintren merupakan salah satu kesenian sebagai  budaya lokal di daerah pantai utara (pantura). Kesenian yang konon selalu dikonotasikan dengan mistik itu sudah ada sejak tahun 1940 an, dan bahkan menusut legenda sintren itu sudah ada sejak zaman animisme dinamisme. Perkembangan sintren sejak dari zaman animisme dinamisme  sampai dengan sekarang itu ditandai dengan perkembangan zaman.Misalnya dalam pementasan sintren ada dupa dan wewangian; ini pengaruh dari zaman animisme dinamisme, dimana pada zaman itu untuk mengundang roh diperlukan dupa dan wewangian. Tetapi sintren pada saat ini sudah dijadikan sebagai media da’wah, hal ini dapat kita lihat pada teks syair nyanyian sintren. Sintren yang sampai saat ini masih eksis, meskipun dikepung oleh kesenian-kesenian modern, tetapi tidak kalah dan masih eksis. Usaha pelestarian sintren ini sangat diperlukan supaya nilai budaya lokal khususnya di Cirebon ini tidak punah. Pelestarian sintren ini yang tepat  adalah melalui jalur pendidikan. Karena dalam Kurikulum Muatan Lokal, mata pelajaran yang mengandung nilai-nilai karakter budaya lokal dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran di sekolah.Pelestarian sintren melalui jalur pendidikan di sekolah sangat memungkinkan, karena : a) Sudah ada regulasi tentang nilai budaya lokal dapat diajarkan di sekolah b) Sintren mengandung nilai budaya lokal dan nilai karakter yang baik yang dapat dikembangkan di sekolah , c) unsur mistik dalam sintren dapat dihilangkan atau dikurangi, sehingga sintren dapat diilmiahkan d) periode awal sintren dimasukkan dalam kegiatan sekolah dapat berupa kegiatan ekstra kurikuler terlebiih dahulu, karena untuk sampai menjadi muatan lokal, memerlukan waktu untuk studi akademik dan biaya yang cukup besar.  Kata kunci : Pelestarian, Sintren, Muatan Lokal. 
Penggunaan Smartphone dalam Pembelajaran Kimia SMA Irwanto, Irwanto
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.361 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1710

Abstract

Era digital memberikan berbagai kemudahan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Salah satu perangkat teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran yaitu smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan smartphone dalam menunjang keberhasilan pembelajaran kimia di kalangan siswa. Jenis penelitian ini merupakan mixed methods, yaitu sebuah metode untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Survey dilaksanakan di SMA Budya Wacana Yogyakarta dan SMA Tiga Maret Yogyakarta. Sampel berjumlah 53 siswa SMA kelas X yang berusia antara 15-18 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari Rossing et al. (2012). Kuesioner terdiri atas 10 item skala Likert dan 3 item pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh informasi tentang penggunaan smartphone dalam mendukung proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan smartphone untuk mendukung program pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Dengan demikian, guru perlu membimbing, mengarahkan, memfasilitasi dan mengoptimalkan penggunaan smartphone secara positif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Teknik Bimbingan Konseling dalam Mengembangkan Potensi Siswa di Sekolah Suteja, Jaja
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.094 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1413

Abstract

ABSTRAKSDi sekolah, upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling. Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya. Tetapi yang harus diingat, bahwa sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami penyimpangan perilaku sosial. Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku sosial yang terjadi pada para siswanya.Oleh karena itu, model pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Pendekatan ini, berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat menyadari kesalahannya.Kata Kunci : Teknik, Bimbingan Konseling, Potensi Siswa 
Peran Media Pembelajaran Komik Sains dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Pendidikan Dasar Saputro, Anip Dwi
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.793 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1708

Abstract

Komik sebagai media pembelajaran Sains (Tematik) dalam penyajiannya mengandung unsur visual dan cerita yang menarik dan kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca (peserta didik) terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca atau peserta didik untuk terus membacanya hingga selesai. Hal inilah yang juga menginspirasi dalam penggunaan media pembelajaran komik yang isinya materi-materi pelajaran sains (tematik). Peranan utama dari komik sains dalam pembelajaran adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik. Penggunaan komik sains dalam pembelajaran di pendidikan dasar sebaiknya dipadu dengan metode mengajar yang aktif, sehingga komik sains akan menjadi alat pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik.Komik sains bisa menjadi salah satu solusi bagi guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah dalam menjaga profesionalisme dalam menerapkan pembelajaran pada peserta didiknya. Media komik sains akan membantu peserta didik agar tidak bosan di kelas dalam menghadapi guru kelas yang jarang sekali berganti. Sehingga guru harus benar-benar pandai dalam mengelola kelas dengan mempersiapkan strategi, model dan media pembelajaran yang akan digunakan di kelas.Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa p value (Sig.) ˂ 0,05. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hipotesis ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara media pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Sehingga Media Pembelajaran Komik Sains mmpu meningkatkan prestasi belajar siswa di Sekolah Dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8